Anda di halaman 1dari 13

Kata Pengantar

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan rahmat
dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah materi Plebotomi dengan
baik.

Makalah ini di susun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Dasar Keterampilan Klinik
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saya
menerima kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
s a y a harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung
saya dalam pembuatan makalah ini. SemogaAllah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Makassar, 5 maret 2014

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Dalam pemerikaasan biologis untuk menilai kesehatan seseorangdiperlukan suatu


spesimen baik berupa darah maupun urin sebagai agentatau bahan uji. Sejauh ini spesimen
darah masih menjadi pilihan utamapada beberapa pemeriksaan. Pada spesimen darah sendiri,
carapangambilannya berbeda dengan pengambilan spesimen urin.Pengambilan spesimen darah
membutuhkan teknik khusus dandisarankan dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman.
Sehinggatata cara pengambilan spesimen darah melalui teknik flebotomi dianggappenting
untuk dilakukan.

I.2 Tujuan Penulisan


 Apakah Defenisi Flebotomi?
 Bagaimanakah teknik flebotomi yang baik.?

I.3 Manfaat Percoabaan


 Untuk mengetahui defenisi flebotomy
 Untuk mengetahui dan memahami teknik flebotomi dengan menggunakan jarum suntik
(spoit) dan alat vacutainer .
BAB II
PEMBAHASAN

Flebotomi (bahasa inggris:phlebotomy) berasal dari kata Yunani phleb dantomia. Phleb
berarti pembuluh darah vena dan tomia berarti mengiris/memotong(“cutting”). Dulu dikenal istilah
venasectie(Bld), venesection atau venisection(Ing).Sedangkan Flebotomist adalah seorang tenaga
medic yang telah mendapat latihanuntuk mengeluarkan dan menampung specimen darah dari
pembuluh darah vena,arteri atau kapiler. Akhir-akhir ini dikenal lagi suatu teknik microcollection.Dalam
praktek laboratorium klinik, ada 3 macam cara memperoleh darah,yaitu :
1.melalui tusukan vena (venipuncture),
2.tusukan kulit (skinpuncture) dan tusukan arteri atau nadi.
3.Venipuncture adalah cara yang paling umum dilakukan, oleh karena
i t u istilah phlebotomy sering dikaitkan dengan venipuncture

 Pengambilan Darah Vena


Agar dapat diperoleh spesimen darah yang memenuhi
s y a r a t u j i laboratorium, maka prosedur pengambilan sampel darah harus dilakukan
dengan benar, mulai dari persiapan peralatan, pemilihan jenis antikoagulan, pemilihan
letak vena, teknik pengambilan sampai dengan pelabelan.
Alat alat yang dipergunakan untuk pengambilan darah vena :
1. Spuit
Adalah alat yang digunakan untuk pengambilan darah
atau pemberianinjeksi intravena dengan volume tertentu.
Spuit mempunyai skala yang dapatd i g u n a k a n u n t u k
mengukur jumlah darah yang akan diambil, volume
s p u i t bervariasi dari 1ml, 3ml, 5ml bahkan ada yang sampai 50ml
yang biasanyadigunakan untuk pemberian cairan sonde atau syring pump.

2. Tourniquet
Merupakan bahan mekanis yang fleksibel, biasanya terbuat
dari karetsintetis yang bisa merenggang. Digunakan untuk
pengebat atau pembendung pembuluh darah pada organ yang
akan dilakukan penusukan plebotomy. Adapunt u j u a n
pembendungan ini adalah untuk fiksasi, pengukuhan
v e n a y a n g a k a n diambil. Dan juga untuk menambah tekanan vena yang
akan diambil, sehingga akanmempermudah proses penyedotan darah kedalam
spuit.

3. Kapas alcohol
Merupakan bahan dari wool atau kapas yang mudah menyerap dan dibasahidengan
antiseptic berupa etil alkohol. Tujuan penggunaan kapas alkohol adalah
untuk menghilangkan kotoran yang dapat mengganggu pengamatan letak
venasekaligus mensterilkan area penusukan agar resiko infeksi bisa ditekan

4. Needle, Wing NeedleI


adalah ujung spuit atau jarum yang digunakan untuk
pengambilan secaravakum. Needle ini bersifat non fixed atau mobile
sehingga mudah dilepas dari spuitserta container vacuum.
Penggantian needle dimaksudkan untuk
menyesuaikandengan besarnya vena yang akan diambil
atau untuk kenyamanan pasien yangmenghendaki pengambilan dengan jaru kecil.

5. Vacuum Tube
Tabung vakum pertama kali dipasarkan dengan nama dagang
Vacutainer.Jenis tabung ini berupa tabung reaksi yang hampa
udara, terbuat dari kaca atau plastik. Ketika tabung dilekatkan
pada jarum, darah akan mengalir masuk ke dalamtabung dan berhenti
mengalir ketika sejumlah volume tertentu telah tercapai.

 PENGAMBILANDARAHVENA
Pada pengambilan darah vena ( venipuncture) , contoh darah
u m u m n y a diambil dari venamedian cubital, pada anterior lengan (sisi dalam lipatan
siku).Vena ini terletak dekat dengan permukaan kulit, cukup besar, dan tidak ada pasokansaraf besar.
Apabila tidak memungkinkan, vena chepalica atau vena basilica bias menjadi pilihan
berikutnya. Venipuncture pada vena basilica harus dilakukan dengan hati-hati karena
letaknya berdekatan dengan arteri brachialis
dan syaraf median. J i k a v e n a c e p h a l i c a d a n b a s i l i c a t e r n y a t a t i d a k b i s a
d i g u n a k a n , m a k a pengambilan darah dapat dilakukan di vena di daerah pergelangan
tangan. Lakukan pengambilan dengan dengan sangat hati-hati dan menggunakan jarum yang
ukurannya lebih kecil.
Lokasi yang tidak diperbolehkan diambil darah adalah :
•Lengan pada sisi mastectomy
•Daerah edema
•Hematoma
•Daerah dimana darah sedang ditransfusikan
•Daerah bekas luka
•Daerah dengan cannula, fistula atau cangkokan vascular
Daerah intra-vena lines Pengambilan darah di daerah ini
d a p a t menyebabkan darah menjadi lebih encer dan dapat meningkatkan atau
menurunkan kadar zat tertentu.Ada dua cara dalam pengambilan darah vena, yaitu cara manual dan
cara vakum. Cara manual dilakukan dengan menggunakan alat suntik (syring ), sedangkan
caravakum dengan menggunakan tabung vakum (vacutainer ).
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pengambilan darah vena adalah
:
o Pemasangan turniket (tali pembendung)
 pemasangan dalam waktu lama dan terlalu keras dapat menyebabkan
hemokonsentrasi (peningkatan nilai hematokrit/PCV dan elemen sel),
peningkatan kadar substrat (protein total, AST, besi, kolesterol,lipid total)m e l e p a s
t u r n i k e t s e s u d a h j a r u m d i l e p a s d a p a t m e n y e b a b k a n hematoma
 Jarum dilepaskan sebelum tabung vakum terisi penuh
s e h i n g g a mengakibatkan masukknya udara ke dalam tabung dan merusak sel
darahmerah.
o Penusukan
penusukan yang tidak sekali kena menyebabkan masuknya cairan jaringan sehingga dapat
mengaktifkan pembekuan. Di samping itu, penusukan yang berkali-kali juga berpotensi
menyebabkanhematoma. t u t u k a n j a r u m y a n g t i d a k t e p a t b e n a r m a s u k k e
d a l a m v e n a menyebabkan darah bocor dengan akibat hematoma
o Kulit yang ditusuk masih basah oleh alkohol menyebabkan hemolisis sampel akibat
kontaminasi oleh alcohol, rasa terbakar dan rasa nyeri yang berlebihan pada pasien ketika
dilakukan penusukan.

 Pengambilan Darah Vena dengan Syringe


Pengambilan darah vena secara manual dengan alat suntik (syring ) merupakan carayang masih
lazim dilakukan di berbagai laboratorium klinik dan tempat -tempat pelayanan
kesehatan. Alat suntik ini adalah sebuah pompa piston sederhana yangterdiri dari sebuah
sebuah tabung silinder, pendorong, dan jarum. Berbagai ukuran jarum yang sering
dipergunakan mulai dari ukuran terbesar sampai dengan terkeciladalah : 21G, 22G, 23G, 24G dan
25G.Pengambilan darah dengan suntikan ini baik dilakukan pada pasien usia lanjut dan pasien
dengan vena yang tidak dapat diandalkan (rapuh atau kecil).

1. Lakukan penjelasan pada penderita (tentang apa yangdilakukan terhadap


penderita,kerjasama penderita, sensasiyang akan dirasakan penderita)
Supaya penderita bisa bertindak kooperatif dengan petugas danmengurangi kecemasan
pada penderita
2. Cari vena yang akan di tusuk (superfisial, cukup besar, lurus,tidak ada peradangan,
tidak diinfus)
Memastikan tempat yangtepat untuk pengambilansampel darah
Memudahkan mengambilsampel darah
3. Letakkanlengan lurus serta ekstensikan dengan bantuanVena terlihat lebih jelas
sehinggamemudahkan pengambilan
tangan kiri operator ataudiganjal dengan telapak tanganmenghadap keatas
sambilmengepalsampel darah
4. lakukan disikfektan daerah yang akan ditusuk dengankapas steril yang dibasahialkohol
70% dan biarkansampai keringMencegah infeksi
5. L a k u k a n p e m b e n d u n g a n p a d a daerah proximal kira-kira 4-
5 jari dari tempat penusukan agar vena tampak lebih jelas (bilatourniguet berupa ikatab
sipulterbuka dan arahnya keatas), pembendungan tidak bolehterlalu lama (maksimal
2menit, terbaik 1 menit)
1 . M e m u d a h k a n p e n u s u k a n pada daerah vena karenavena tampak lebih jelas
2 . A l i r a n a r t e r i y a n g t e r h e n t i mencegah pengisian vena
3.Pembendungan y a n g terlalu lama akanmengakibatkan
perubahankomposisi plasma karenaterjadi hemokonsentrasi
6. S i a p k a n t a b u n g v a c u t a i n e r yang sesuai dengan
jenis pemeriksaan, jarum bermatadua yang salah satu ujungnyatelah dimasukkan ke
dalamholder 1 . M e m a s t i k a n alat y a n g digunakan tepat dan
siap pakai2 . M e m u d a h k a n p e n g a l i r a n darah vena ke vacutainer
7. D i l a k u k a n p e n u s u k a n j a r u m vena dengan sudut 15-30 Lalu
difiksasi untuk menghindari pergeseran jarumSupaya jarum tidak menembusdinding
posterior vena ketikaditusuk
8. T o u r n i g u e t d i l e p a s s e g e r a setelah darah mengalir,
lalutabung diisi dengan kapasitasvacutainer, penderita dimintamembuka
genggamantangannya.Supaya ketika jarum diambil,darah tidak mengalir keluar
daridaerah yang ditusuk
9. V a c u t a i n e r d i l e p a s k a n d a r i holder, kemudian jarum
ditarik Volume darah pada vacutainer sesuai dengan volume darah yang perlahan.
Dibutuhkan
10. L e t a k k a a n k a p a s 7 0 % d i a t a s bekas tusukan selama beberapamenit
untuk mencegah perdarahan, plester, tekandengan telunjuk dan ibu jari penderita
selama selama ± 5menit.Mencegah infeksi dan pendarahanakibat tusukan jarum
11. J a r u m b e k a s p a k a i d i b u a n g k e dalam disposal container khusus
untuk jarumMenceegah penularan penyakitmelalui jarum bekas
12. P a d a masing-masing t a b u n g vacutainer diberi label
identitas penderitaMembedakan pasien yang satudengan yang lain sehingga
tidak terjadi kesalahan identifikasi
13. D i p e r h a t i k a n p e t u n j u k k h u s u s penanganan specimen.Mengurangi
penularan penyakit
14. T e r i m a k a s i h d i u c a p k a n p a d a penderitaSupaya penderita merasa
nyaman
15. S a r u n g tangan dilepaskan d a n tangan dicuci dengan
cairanantisepticMencegah penularan
16. S p e c i m e n d i k i r i m k e s e k s i - seksi sesuai dengan jenis pemeriksaan
yang diminta.Mendapatkan hasil yangdibutuhkan guna menegakkan diagnose
 Pengambilan Darah Vena Dengan Tabung Vakum
Tabung vakum pertama kali dipasarkan oleh perusahaan AS BD (Becton-Dickinson) di
bawah nama dagang Vacutainer. Jenis tabung ini berupa tabung reaksi yang hampa
udara, terbuat dari kaca atau plastik. Ketika tabung dilekatkan pada jarum, darah akan mengalir
masuk ke dalam tabung dan berhenti mengalir ketika sejumlah volume tertentu telah tercapai.Jarum
yang digunakan terdiri dari dua buah jarum yang dihubungkan olehsambungan berulir.
Jarum pada sisi anterior digunakan untuk menusuk vena dan jarum pada sisi posterior
ditancapkan pada tabung. Jarum posterior diselubungi oleh bahan dari karet sehingga dapat
mencegah darah dari pasien mengalir keluar.Sambungan berulir berfungsi untuk
melekatkan jarum pada sebuah holder dan memudahkan pada saat mendorong tabung
menancap pada jarum posterior.
Keuntungan menggunakan metode pengambilan ini adalah, tak
p e r l u membagi-bagi sampel darah ke dalam beberapa tabung. Cukup sekali penusukan,dapat
digunakan untuk beberapa tabung secara bergantian sesuai dengan jenis tesyang diperlukan.
Untuk keperluan tes biakan kuman, cara ini juga lebih bagus karena darah pasien
langsung dapat mengalir masuk ke dalam tabung yang berisimedia biakan kuman. Jadi,
kemungkinan kontaminasi selama pemindahan sampel pada pengambilan dengan cara manual
dapat dihindari.Kekurangannya sulitnya pengambilan pada orang tua, anak kecil, bayi, atau jika vena tidak
bisa diandalkan (kecil, rapuh), atau jika pasien gemuk.
Untuk m e n g a t a s i h a l i n i m u n g k i n b i s a d i g u n a k a n j a r u m b e r s a y a p
( winged needle).Jarum bersayap atau sering juga dinamakan jarum “kupu -kupu”
hampir samadengan jarum vakutainer seperti yang disebutkan di atas. Perbedaannya
adalah,antara jarum anterior dan posterior terdapat dua buah sayap plastik pada pangkal jarum
anterior dan selang yang menghubungkan jarum anterior dan posterior. Jika penusukan tepat
mengenai vena, darah akan kelihatan masuk pada selang (flash)
Prosedur :
1) Posisi pasien duduk atau berbaring dengan posisi lengan pasien harus lurus, jangan
membengkokkan siku. Pilih lengan yang banyak melakukan aktivitas.
2) Pasien diminta untuk mengepalkan tangan
3) Pasang "torniquet"± 10 cm di atas lipat siku
4) Pilih bagian vena mediana cubiti
5) Bersihkan kulit pada bagian yang akan diambil diarahnya dengan alkohol 70% dan
biarkan kering untuk mencegah terjadinya hemolisis dan rasa terbakar. Kulit yang sudah
dibersihkan jangan dipegang lagi.
6) Tusuk bagian vena tadi dengan jarum, lubang jarum menghadap ke atas dengan sudut
kemiringan antara jarum dan kulit 15 derajat, tekan tabung vakum sehingga darah
terisap ke dalam tabung. Bila jarum berhasil masuk vena, akan terlihat darah masuk
dalam semprit. Selanjutnya lepas tourniquet dan pasien diminta lepaskan kepalan
tangan.
7) Biarkan darah mengalir ke dalam tabung sampai selesai. Apabila dibutuhkan darah
dengan antikoagulan yang berbeda dan volume yang lebih banyak, digunakan tabung
vakum yang lain.
8) Tarik jarum dan letakkan kapas alkohol 70 % pada bekas tusukan untuk menekan bagian
tersebut selama ± 2 menit. Setelah darah berhenti, plester bagian ini selama ± 15 menit.
9) Tabung vakum yang berisi darah dibolak-balik kurang lebih 5 kali agar bercampur
dengan antikoagulan.
Kesalahan-kesalahan dalam pengambilan darah vena:
1) Mengenakan tourniquet terlalu lama dan terlalu keras sehingga mengakibatkan
terjadinya hemokonsentrasi.
2) Kulit yang ditusuk masih basah oleh alkohol.- 58 -
3) Jarum dilepaskan sebelum tabung vakum terisi penuh, sehingga mengakibatkan
masuknya udara ke dalam tabung dan merusak sel darah merah.
4) Mengocok tabung vakum dapat mengakibatkan hemolisis.

 PENGAMBILANDARAHKAPILER
Pengambilan darah kapiler atau dikenal dengan istilah
skinpuncture
yang berarti proses pengambilan sampel darah dengan tusukan kulit. Tempat yang
digunakanuntuk pengambilan darah kapiler adalah :
 Ujung jari tangan (fingerstick ) atau anak daun telinga.
 Untuk anak kecil dan bayi diambil di tumit (heelstick ) pada 1/3 bagian tepitelapak kaki
atau ibu jari kaki.
 Lokasi pengambilan tidak boleh menunjukkan adanya gangguan peredaran,seperti
vasokonstriksi (pucat), vasodilatasi (oleh radang, trauma, dsb),kongesti atau
sianosis setempat.
Pengambilan darah kapiler dilakukan untuk tes -tes yang memerlukan
sampeldengan volume kecil, misalnya untuk pemeriksaan kadar glukosa, kadar
Hb,h e m a t o k r i t ( m i k r o h e m a t o k r i t ) a t a u a n a l i s a g a s d a r a h ( capillary
method).
Prosedur
 Siapkan peralatan sampling : lancet steril, kapas alcohol 70%.
 Pilih lokasi pengambilan lalu desinfeksi dengan kapas alkohol 70%, biarkankering.
 Peganglah bagian tersebut supaya tidak bergerak dan tekan sedikit supayarasa nyeri
berkurang.
 Tusuk dengan lancet steril. Tusukan harus dalam sehingga darah tidak harusdiperas-peras keluar.
Jangan menusukkan lancet jika ujung jari masih basaholeh alkohol. Hal ini bukan saja karena darah akan
diencerkan oleh alkohol,tetapi darah juga melebar di atas kulit sehingga susah
ditampung dalamwadah.
 Setelah darah keluar, buang tetes darah pertama dengan memakai
kapaskering, tetes berikutnya boleh dipakai untuk pemeriksaan.
 Pengambilan darah diusahakan tidak terlalu lama dan jangan diperas-perasuntuk
mencegah terbentuknya jendalan.

 Pengambilan Darah Arteri


Pengambilan darah arteri umumnya menggunakan arteri radialis di daerah pergelangan
tangan. Jika tidak memungkinkan dapat dipilih arteri brachialis did a e r a h l e n g a n a t a u
arteri femoralis di lipat paha.
Sampel darah arteri umumnya digunakan untuk pemeriksaan analisa gas darah.

Prosedur
 Siapkan peralatan sampling di tempat/ruangan dimana akan
dilakukansampling.
 Pilih bagian arteri radialis.
 Pasang tali pembendung (tourniquet) jika diperlukan.
 Lakukan palpasi (perabaan) dengan jari tangan untuk memastikan letak arteri.
 Desinfeksi kulit yang akan ditusuk dengan kapas alkohol 70%, biarkan kering.
Kulit yang telah dibersihkan jangan dipegang lagi.
 Tekan bagian arteri yang akan ditusuk dengan dua jari tangan lalu tusukkan jarum di samping
bawah jari telunjuk dengan posisi jarum tegak atau agak miring. Jika tusukan berhasil
darah terlihat memasuki spuit dan mendorongthorak ke atas.
 Setelah tercapai volume darah yang dikehendaki, lepaskan/tarik jarum dansegera
letakkan kapas pada tempat tusukan lalu tekan kapas kuat -kuatselama ±2 menit.
Pasang plester pada bagian ini selama ±15 menit.
BAB III
KESIMPULAN

Flebotomi adalah inisiasi atau membuat sayatan pada pembuluh darah agar
darahdapat mengalir dan dikumpulkan. Flebotomis adalah seorang tenaga medis
yang telahm e n d a p a t k a n latihan untuk mengeluarkan dan
m e n a m p u n g s p e c i m e n d a r a h d a r i pembuluh darah vena, arteri atau kapiler.

Dalam praktek laboratorium klinik, ada 3 macam cara memperoleh darah,yaitu :


1. melalui tusukan vena (venipuncture),
2. tusukan kulit (kinpuncture) dan tusukan arteri atau nadi.
3.Venipuncture adalah cara yang paling umum dilakukan, oleh karena itu istilah
phlebotomy sering dikaitkan dengan

Alat-alat yang digunakan :


1. Spuit
2. Tourniquet
3. Kapas alcohol
4. Needle, Wing NeedleI
5. Vacuum Tube
Daftar pustaka

Peraturan Menteri Kesehatan republik Indonesia Nomor43 tahun 2013 Tentang Cara
Penyelenggaraan laboratorium kLinik Yang baik

WebPath, Phlebotomy Tutorial, T h e U n i v e r s i t y o f U t a h E c c l e s H e a l t h Sciences Library

Phlebotomy handbook – Diana Garza, Kathleen Becan-McBride ...

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Flebotomi dan Injeksi Intravena tes Rumple leed (RI),
Sumatra Barat 2012

BD Bimbingan Phlebotomy, penalitikal Sistem


MAKALAH FLEBOTOMI

NAMA: NURUL FITRI

NIM: 10542051313

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS

MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2013-2014

Anda mungkin juga menyukai