Anda di halaman 1dari 27

IDENTIFIKASI MASALAH

KONTRIBUSI KOMUNIKASI PIMPINAN (KEPALA SEKOLAH, GURU,


ORANG TUA) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SD GUGUS MOH
SYAFI’I KECAMATAN PRINGAPUS

disusun sebagai salah satu syarat penyususnan skripsi

Oleh
Nurul Hikmah Nurkhasanah
1401414148

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2018
PERSETUJUAN IDENTIFIKASI MASALAH

Identifikasi masalah atas nama,

nama : Nurul Hikmah Nurkhasanah

NIM : 1401414148

Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar S1

telah disetujui pembimbing untuk diajukan pada proses berikutnya.

Mengetahui, Semarang, 10 Januari 2018

Ketua Jurusan

Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pembimbing,

Drs. Isa Ansori, M.Pd. Drs. Sukardi, S.Pd., M.Pd.

NIP. 196008201987031003 NIP. 195905111987031001


1. Topik
Hubunga Pola Komunikasi dan Latar Belakang Pendidikan Orangtua
terhadap Prestasi Belajar Siswa SD
2. Permasalahan
Komunikasi sebagai wujud untuk menyampaikan informasi dalam
berbagai macam dalam proses pembelajaran atau dalam proses kegiatan
belajar mengajar di dalam sekolah. Kepala sekolah sebagai pelaksana tugas
dan sebagai penangguung jawab segala proses yang ada di dalam sekolah
mempunyai andil yang banyak terhadap keberhasilan belajar mengajar di
sekolah. Komunikasi yang berlaku baik hubungan vertikal dan horizontal
baik terhadap guru, tenaga pendidik dan siswa sangat berpengaruh terhadap
hasil dan proses yang di dalam sekolah tersebut. Permasalahan yang timbul
akibat proses komunikasi yang tidak baik menyebabkan proses yang berlaku
di dalam sekolah terganggu. Terjadi salah komunikasi atau salah dalam
mengambil keputusan yang mempengaruhi pembelajaran dan berdampak
terhadap hasil belajar siswa. Pembelajaran yang kurang tepat dan komunikasi
yang tidak tepat tentunya tidak dapat membantu siswa mengembangkan
potensinya. Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan pendidikan yang dimaksud
dalam UU No. 20 tahun 2003 dimana disebutkan bahwa melalui pendidikan
siswa dapat mengembangkan potensinya. Dalam penelitian yang sudah kami
lakukan, bahwa peneliti mengambil lokasi di SD Gugus Moh Syafi’i
Kecamatan Pringapus yang terdiri dari SD Negeri Klepu 02, SD Negeri
Klepu 03, SD Negeri Klepu 05, dan SD Negeri Derekan. Peneliti mengambil
sampel permasalahan dari data di SD Negeri Derekan. Fokus penelitian yang
dilakukan yaitu pada kelas V. Peneliti mengamati tentang komunikasi
pimpinan kepala sekolah yang kurang begitu baik. Hal ini telihat bahwa dari
hasil wawancara terhadap guru, siswa, orang tua siswa serta kepala sekolah
tersebut. Kurang adanya komunikasi yang baik dari kepala sekolah sehingga
untuk kinerja guru masih kurang maksimal serta juga akan berdampak pada
hasil belajar siswa. Penelitian juga mendapatkan hasil pengamatan bahwa
siswa di kelas V terhadap guru kelas masih kurang adanya komunikasi yang
baik, hal ini dilihat dari hasil rapor siswa kelas V, dimana 33% masih di
bawah KKM.
3. Identifikasi Masalah
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terdapat masalah yang
berkaitan dengan kontribusi komunikasi kepala sekolah terhadap hasil belajar
siswa. Berikut beberapa masalah yang di temui dalam proses observasi antara
lain :
1. Hasil belajar siswa rendah
2. Kurangnya komunikasi antara kepala sekolah, guru dan tenaga pendidik
3. Kurangnya pemahaman guru terhadap tugas yang diberikan Kepala
Sekolah
4. Rendahnya motivasi kerja guru di sekolah
5. Konflik kerja yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah
6. Menurunnya kinerja guru dalam melaksanakan pekerjaannya di sekolah

4. Batasan Masalah
Setelah mendapatkan beberapa permasalahan yang ada di sekolah
dalam proses komunikasi kepala sekolah, guru dan orag tuaterhadap hasil
belajar siswa kelas V SD Negeri Derekan Kecamatan Pringapus seperti yang
telah dikemukakan diatas, oleh karena itu peneliti akan menfokuskan pada
“Hubungan Pola Komunikasi dan Latar Belakang Pendidikan Orangtua
terhadap Prestasi Belajar Siswa SDN se-Gugus Moh Syafei Kecamatan
Primgapus”
5. Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan tersebut teridentifikasikan rumusan masalah
sebagai berikut:
1. Bagaimana komunikasi kepala sekolah dengan guru SD di Gugus Moh
Syafi’i Kecamatan Pringapus?
2. Bagaimana komunikasi kepala sekolah dengan orang tua di Gugus Moh
Syafi’i Kecamatan Pringapus?
3. Bagaimana komunikasi kepala sekolah dengan siswa SD di Gugus Moh
Syafi’i Kecamatan Pringapus?
4. Bagaimana komunikasi kepala sekolah terhadap hasil belajar siswa SD di
Gugus Moh Syafi’i Kecamatan Pringapus?
5. Bagaimana komunikasi guru terhadap hasil belajar siswa SD di Gugus
Moh Syafi’i Kecamatan Pringapus?
6. Bagaimana komunikasi orang tua terhadap hasil belajar siswa SD di
Gugus Moh Syafi’i Kecamatan Pringapus?
6. Lokasi
SD Gugus Moh Syafi’i Kecamatan Pringapus
7. Judul
“PENGARUH KOMUNIKASI KEPALA SEKOLAH, GURU, SISWA,
ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SD KELAS V SE-
GUGUS MOH SYAFI’I KECAMATAN PRINGAPUS”
8. Lampiran Data
1. Data nilai rapor siswa kelas V SD Negeri Derekan Gugus Moh Syafi’i.
(terlampir).
2. Kisi-kisi panduan wawancara. (terlampir)
3. Pedoman dan hasil wawancara Kepala Sekolah SD Negeri Derekan
Gugus Moh Syafi’i. (terlampir)
4. Pedoman dan hasil wawancara guru kelas V SD Negeri Derekan
GugusMoh Syafi’i. (terlampir)
5. Pedoman dan hasil wawancara orang tua siswa SD Negeri Derekan
Gugus Moh Syafi’i. (terlampir)
6. Pedoman dan hasil wawancara siswa kelas V SD Negeri Derekan Gugus
Moh Syafi’i. (terlampir)
7. Lembar pengamatan pembelajaran kelas V SD Negeri Derekan Gugus
Moh Syafi’i. (terlampir)
8. Foto dan dokumentasi. (terlampir)
Kisi-Kisi Panduan Wawancara

No.
No. Prosedur Konsep/Variabel/Sub Variabel
Item
1. Tujuan Mengetahui pengaruh komunikasi kepala sekolah,
guru, siswa dan orang tua terhadap hasil belajar
siswa SD kelas V
2. Fokus Pengaruh komunikasi kepala sekolah, guru, siswa
dan orang tua terhadap hasil belajar siswa SD
kelas V
3. Penjelasan Dari Widjaja (2008: 1) memberikan penjelasan :
dari studi a. Komunikasi adalah hubungan kontak antar dan
pustaka antara manusia baik individu maupun
kelompok. Dalam kehidupan sehari-hari
disadari atau tidak komunikasi adalah bagian
dari kehidupan manusia itu sendiri. Manusia
sejak dilahirkan sudah berkomunikasi dengan
lingkungannya.
b. Komunikasi yang difokuskan sebagai
kontribusi pimpinan yang mempengaruhi hasil
belajar siswa mencakup :
1) Kepala sekolah
2) Guru
3) Orang tua siswa
4) Siswa
c. Pedoman yang digunakan dalam instrumen
wawancara mencakup :
1) Komunikasi dengan warga sekolah 5a
2) Menyikapi permasalahan di lingkungan 5b
sekolah/rumah
3) Proses pembelajaran 5c
4) Komunikasi dengan orang tua siswa 5d
dengan sekolah
5) Komunikasi siswa dengan sekolah 5e
6) Simpati, empati dan kepedulian terhadap 5f
hasil belajar siswa
7) Pemberian motivasi terhadap hasil belajar 5g
siswa
8) Pemberian reward/punishment terhadap 5h
hasil belajar siswa
9) Pemberian bimbingan terhadap hasil 5i
belajar siswa
10) Penilaian terhadap hasil belajar siswa 5j
Lampiran 3

Instrumen Hasil Wawancara Kepala Sekolah

1. Tujuan wawancara : Mengetahui pengaruh komunikasi kepala sekolah


terhadap hasil belajar siswa SD kelas V.
2. Fokus dan orientasi wawancara : Pengaruh komunikasi kepala sekolah
terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Gugus Moh Syafi’i Kecamatan
Pringapus.
3. Identitas Narasumber
Nama narasumber : Mahmudi, S.Pd.SD
Tempat, tanggal lahir : Kabupaten Semarang, 14 Agustus 1961
Jabatan : Kepala Sekolah
Pangkat, golongan : Pembina, IV/a
Alamat : Tegalrejo RT 05 RW 04, Panjang, Ambarawa
4. Pelaksaaan wawancara
Hari, tanggal : 6 Januari 2018
Waktu : 07.30- selesai
Tempat : SDN Derekan
5. Aspek-aspek pertanyaan
a. Ketika Kepala Sekolah mendapat informasi dari dinas terkait,
bagaimanakah cara Kepala Sekolah menyampaikan informasi tersebut
kepada Bapak/Ibu guru? Serta Bagaimana cara Kepala Sekolah menjaga
komunikasi dengan guru agar tetap harmonis?
Jawab :
Apabila ada informasi dari dinas, Kepala Sekolah menyampaikan secara
langsung melalui rapat dinas sekolah. Rapat dilakukan setiap ada
informasi, minimal 2 minggu sekali. Jika ada tambahan bisa melalui
media grup sekolah melalui Whatsapp.
Hal yang dilakukan untuk menjaga komunikasi dengan warga sekolah,
yang didalamnya terdapat guru dan siswa agar tetap harmonis, yaitu:
1) Komunikasi dengan warga sekolah selalu dilakukan setiap hari,
2) Pembentukan komite sekolah,
3) Rapat minimal setiap 2 minggu sekali,
4) Secara langsung yaitu setiap pagi hari di ruang guru untuk
memberikan motivasi,
5) Untuk menunjang komunikasi tambahan, yaitu dilakukan melalui
grup Whatsapp SD.
b. Ketika di sekolah ada guru yang kurang profesional dalam tugas
administratif atau kegiatan pembelajaran yang kurang sesuai,
bagaimanakah pemberian solusi yang tepat terhadap guru tersebut?
Jawab :
Apabila di sekolah, ada guru yang kurang sesuai dalam tugas
administratif atau kegiatan pembelajaran. Solusi yang diberikan Kepala
Sekolah yaitu:
1) Memberi teguran
2) Memberi jalan keluar untuk pemecahan masalah yang dihadapi
c. Apakah Kepala Sekolah mempunyai jadwal mengajar di dalam kelas?
Apakah anak-anak antusias jika yang mengajar Kepala Sekolah?
Jawab :
Iya, ada 6 jam perminggu di kelas 4, 5, 6, serta menggantikan mengajar
ketika guru kelas berhalangan hadir, itu untuk jadwal lama. Untuk aturan
baru sudah tidak mempunyai jadwal mengajar di kelas, untuk tahun 2018
ini. Setiap anak mempunyai antuasiasme yang berbeda- beda. Jadi ada
yang berani, ada yang diam mendengarkan, mungkin karena bukan wali
kelasnya, jadi agak malu.
d. Bagaimanakah cara Kepala Sekolah menjalin hubungan komunikasi
dengan orang tua/wali murid?
Jawab :
Untuk menjalin hubungan komunikasi dengan orangtua/ wali murid
siswa, Kepala Sekolah:
1) Mengadakan pertemuan rutin dengan orangtua/ wali murid siswa di
awal tahun dan akhir tahun.
2) Mengadakan paguyuban wali kelas, dengan wali siswa perkelas.
e. Bagaimanakah cara Kepala Sekolah membangun komunikasi dengan
siswa di sekolah? Seberapa seringkah?
Jawab :
Setiap hari. Secara langsung, bergiliran masuk satu kelas perharinya,
sehingga satu minggu mampu memasuki kelas 1 hingga 6 untuk
memberikan motivasi terhadap siswa.
f. Jika berbicara mengenai komunikasi, seberapa pentingkah peran
komunikasi bagi Kepala Sekolah terhadap warga sekolah serta hubungan
dengan orang tua siswa?
Jawab :
Menurut saya adanya komunikasi itu sangat penting. Karena bisa
digunakan utuk mengetahui kemampuan siswa dalam mencapai
kemajuan belajar siswa.
g. Bagaimanakah cara Kepala Sekolah agar para siswa termotivasi terutama
untuk hasil belajar?
Jawab :
Memberikan motivasi dengan menumbuhkan harapan untuk masa depan
yang lebih baik dengan belajar giat ketika Kepala Sekolah mengadakan
supervisi di dalam kelas baik itu mengenai kegiatan belajar mengajar
(KBM) maupun memberikan apresiasi berupa pujian, dan penghargaan.
h. Apakah Kepala Sekolah memiliki cara khusus untuk menangani siswa
yang melakukan penyimpangan di sekolah? Serta siswa yang berprestasi?
Jawab :
Iya, pasti ada. Bagi siswa yang melakukan penyimpangan perilaku akan
dikenai sanksi tegas, dengan pendekatan secara pribadi bahkan jika
sampai keterlaluan bisa sampai memanggil orang tua siswa tersebut.
Sedangkan untuk siswa yang berprestasi pasti sekolah memberikan
apresiasi tinggi berupa penghargaan berupa beasiswa.
i. Bagaimanakah cara yang tepat bagi Kepala Sekolah dalam memperbaiki
kualitas hasil belajar siswa?
Jawab :
Selalu mengadakan komunikasi yang membangun dengan wali kelas,
serta mengadakan program jam tambahan di luar jam pelajaran.
j. Bagaimana Kepala Sekolah mengadakan penilaian terhadap hasil belajar
siswa?
Jawab :
Mengadakan penialaian melalui peninjauan melalui guru kelas atau turun
langsung di dalam kelas untuk melihat kemajuan belajar siswa.

Derekan, 6 Januari 2018

Pewawancara Narasumber (Kepala Sekolah)

Nurul Hikmah Nurkhasanah Mahmudi, S.Pd.SD


NIM 1401414148 NIP 19610814 198204 1 004
Lampiran 4

Instrumen Hasil Wawancara Guru

1. Tujuan wawancara : Mengetahui kontribusi komunikasi guru terhadap hasil


belajar siswa SD.
2. Fokus dan orientasi wawancara : Kontribusi komunikasi guru terhadap hasil
belajar siswa kelas V SD Gugus Moh Syafi’i Kecamatan Pringapus.
3. Identitas narasumber
Nama narasumber : E. Wiwik Nurhayati, S.Pd. SD.
Jabatan : Guru Kelas V
Pangkat, golongan : Pembina, IV/a
Tempat, tanggal lahir : Kabupaten Semarang, 1 Januari 1965
Alamat : Jatijajar, RT 08 RW 01 Kecamatan Bergas
4. Pelaksnaaan wawancara
Hari, tanggal : Senin, 8 Januari 2018
Waktu : 07.30- selesai
Tempat : SDN Derekan
5. Aspek-aspek pertanyaan
a. Bagaimana cara Bapak/Ibu berkomunikasi dengan rekan sesama guru
dan kepala sekolah? Apakah Kepala Sekolah sering berbaur dengan
guru?
Jawab :
Komunikasi lancar, setiap hari berkomunikasi dan berinteraksi. Kepala
sekolah setiap hari berbaur dengan guru.

b. Bagaimana pendapat Bapak/Ibu jika terdapat siswa yang sulit


untuk dinasehati (siswa yang nakal)?
Jawab :
Cara menghadapi siswa yang sulit untuk dinasehati atau cenderung nakal, yaitu:
1) Mengenal pribadi siswa lebih dalam
2) Mengenal permasalahan siswa
3) Membimbing dengan pendekatan kekeluargaan.
c. Bagaimana respon atau umpan balik siswa ketika Bapak/ Ibu
menjelaskan materi? Lalu dalam pembelajaran apakah siswa sering
meminta penjelasan ulang?
Jawab :
Ketika menjelaskan materi, tergantung dari apersepsi guru. Ketika
apersepsinya sudah menarik, maka ketika proses pembelajaran
berlangsung siswa akan cenderung tertarik untuk masuk ke dalam proses
pembelajaran. Begitupun sebaliknya ketika apersepsi kurang menarik,
maka ketika proses pembelajaran berlangsung berlangsung siswa
cenderung kurang tertarik untuk masuk ke dalam proses pembelajaran.
Jarang ada siswa yang meminta penjelasan ulang. Siswa akan meminta
penjelasan, jika mendapat umpan dari guru. Pada umumnya siswa
mempunyai rasa malu atau enggan untuk bertanya.

d. Bagaimana cara Bapak/Ibu guru berkomunikasi dengan orang tua siswa?


Lalu bagaimana tanggapan Bapak/Ibu terhadap orang tua siswa yang sulit
untuk diajak kerjasama?
Jawab :
Secara langsung, melalui undangan, baik pribadi maupun secara umum
(saat pengambilan rapor), serta melalui media sosial (Whatsapp). Guru
tidak memberi perlakuan khusus terhadap orangtua yang bersikap seperti
itu.
e. Bagaimana cara Bapak/Ibu untuk menarik perhatian siswa agar fokus
memperhatikan pembelajaran?
Jawab :
Cara untuk menarik perhatian siswa agar fokus memperhatikan pembelajaran
yaitu:
1) Alat peraga yang tepat
2) Gaya mengajar
3) Interaksi aktif.
f. Bagaimana cara guru dan orang tua mencari solusi dalam menangani
kesulitan belajar siswa? Apakah Kepala Sekolah mendukung model
pembelajaran yang telah Bapak/Ibu gunakan?
Jawab :
Biasanya orangtua yang anaknya mengalami kesulitan belajar, akan
datang untuk konsultasi atau guru memberikan pertimbangan kepada
orangtua siswa dengan cara mengundang orangtua siswa datang ke
sekolah dengan sepengetahuan kepala sekolah. Ya, Mendukung.

g. Bagaimana cara Bapak/Ibu memotivasi siswa agar tetap semangat


belajar?
Jawab :
Cara memotivasi siswa agar tetap semangat belajar, yaitu:
1) Memberi penghargaan atau reward
2) Menumbuhkan harapan siswa untuk meraih sesuatu yang lebih baik.

h. Apakah umpan balik yang diberikan guru kepada siswa yang sulit
dinasehati?
Jawab :
Apabila ada siswa yang sulit dinasehati, maka harus memberikan pemecahan
sesuai dengan masalah yang dihadapi siswa dengan memperhatikan kepribadian
(individu tiap siswa).

i. Bagaimana bentuk dukungan yang diberikan Kepala Sekolah kepada


siswa untuk menunjang hasil belajar?
Jawab :
Kepala sekolah biasanya memantau kegiatan pembelajaran.
j. Apakah model, metode atau media pembelajaran yang Bapak/Ibu
gunakan dalam mengajarkan sebuah mata pelajaran kepada siswa apakah
sudah benar-benar dapat menunjang hasil belajar siswa ?
Jawab :
Iya, karena dalam penggunaan model pembelajaran sebelumnya
menyesuaikan dengan materi pembelajaran serta karakteristik siswa,
karena pada dasarnya kemampuan peserta didik yang tidak sama.

Derekan, 8 Januari 2018

Pewawancara Narasumber (Guru Kelas V)

Nurul Hikmah Nurkhasanah E. Wiwik Nurhayati, S.Pd. SD


NIM 1401414148 NIP 19650101 198608 2 002
Lampiran 5

Instrumen Hasil Wawancara Orang Tua Siswa

1. Tujuan wawancara : Mengetahui kontribusi komunikasi orang tua terhadap


hasil belajar siswa SD.
2. Fokus dan orientasi wawancara : Kontribusi komunikasi orang tua terhadap
hasil belajar siswa kelas V SD Gugus Moh Syafi’i Kecamatan Pringapus.
3. Identitas narasumber
Nama narasumber : Suyanti
Pekerjaan : Karyawan swasta
Tempat, tanggal lahir : Kabupaten Semarang, 17 Maret 1974
Alamat : Desa Derekan RT 04 RW 02 Kecamatan Pringapus
Kabupaten Semarang
4. Pelaksanaan wawancara
Hari, tanggal : Jumat, 5 Januari 2018
Waktu : 11.00 WIB – selesai
Tempat : Rumah Ibu Hernawati
5. Aspek-aspek wawancara
a. Sebagai orang tua yang memperhatikan kemajuan belajar anak, seberapa
seringkah Bapak/Ibu berkomunikasi dengan wali kelas mengenai
perkembangan belajar anak Bapak/Ibu? Lalu sejauh ini bagaimana hasil
belajar anak Bapak/Ibu?
Jawab :
Jarang berkomunikasi dengan wali kelas mengenai perkembangan belajar
anak hanya ketika ada keperluan ambil rapor, dan keperluan orang tua
dengan wali kelas. Kurang memuaskan, karena ketika anak diminta
belajar agak susah.

b. Pernahkan Bapak/Ibu menemui kendala terhadap hasil belajar anak


Bapak/Ibu? Serta bagaimana cara menangani hal tersebut? Jelaskan.
Jawab :
Iya pernah. Kendalanya, jika diminta belajar susah, main, jalan jalan naik
motor, dan main handphone.
1) Dimarahi,
2) Diingatkan,
3) Diberi pengertian, misalnya jika pandai nantinya jika mencari kerja
mudah.
4) Diikutkan bimbingan belajar.

c. Pernahkan Kepala Sekolah mengadakan sosialisasi untuk menunjang


peningkatan hasil belajar siswa? Kapan?
Jawab :
Kepala sekolah belum pernah mengadakan kegiatan sosialiasi. Namun
karena sibuk bekerja, kemungkinan ketika ada, waktunya yang tidak pas.

d. Menurut tanggapan Bapak/Ibu, seberapa pentingkah peran komunikasi


antara orang tua dengan sekolah dengan anak terutama dalam kemajuan
belajar anak? Seberapa seringkah Bapak/Ibu melakukan hal tersebut
dengan pihak sekolah?
Jawab :
Penting sekali, karena anak harus terus diingatkan untuk belajar. Jarang,
hanya ketika ada keperluan ambil rapor, dan keperluan orang tua dengan
wali kelas.

e. Seberapa seringkah Bapak/Ibu dalam berkomunikasi terhadap anak


Bapak/Ibu terutama dalam kegiatan belajar di rumah?
Jawab :
Sering, terutama ketika meminta anak untuk belajar.
f. Apakah Bapak/Ibu pernah memberikan hadiah jika anak Bapak/Ibu
mendapatkan nilai atau rangking yang memuaskan?
Jawab :
Belum pernah, karena nilainya standar terus, belum mendapat nilai atau
rangking yang memuaskan.

g. Bagaimana menurut Bapak/Ibu apakah dalam pemberian motivasi atau


penguatan dapat mempengaruhi hasil belajar siswa terutama di
lingkungan rumah?
Jawab :
Iya, dengan memberikan motivasi akan mempengaruhi hasil belajar.
Apabila mendapat nilai bagus, apapun yang diminta akan dibelikan,
misal dibelikan laptop. Namun hingga saat ini nilainya jarang bagus,
sehingga motivasi belum begitu berpengaruh terhadap anak Ibu.

h. Apa yang akan Bapak/Ibu lakukan jika anak Bapak/Ibu melakukan hal
yang kurang baik terutama dalam kegiatan belajar?
Jawab :
1) Dimarahi,
2) Diingatkan,
3) Diberi pengertian, misalnya jika pandai nantinya jika mencari kerja
mudah.

i. Apakah Bapak/Ibu sering membimbing anak Bapak/Ibu ketika belajar di


rumah?
Jawab :
Jarang membimbing anak dirumah karena faktor kesibukan bekerja.

j. Menurut Bapak/Ibu, indikator yang seperti apa anak Bapak/Ibu sudah


bisa dikategorikan berhasil dalam kemampuan belajarnya?
Jawab :
Anak bisa dikategorikan berhasil dalam kemampuan belajarnya, jika
anak bisa berhasil memahami pelajaran di kelas yang sudah diajarkan
oleh guru dan mendapat nilai yang bagus.

Derekan, 6 Januari 2018

Pewawancara Narasumber (Ibu Rifky)

Nurul Hikmah Nurkhasanah Suyanti


NIM 1401414148
Lampiran 6

Instrumen Hasil Wawancara Siswa

1. Tujuan wawancara : Mengetahui kontribusi komunikasi pimpinan terhadap


hasil belajar siswa SD.
2. Fokus dan orientasi wawancara : Komunikasi siswa tehadap pimpinan dan
orang tua terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Gugus Moh Syafi’i
Kecamatan Pringapus.
3. Identitas narasumber
Nama narasumber : Rifky Febrian Pamungkas
Tempat, tanggal lahir : Kabupaten semarang, 25 Februari 2005
Pekerjaan : Pelajar (siswa kelas V)
Kelas :V
Sekolah : SD Negeri Derekan
Alamat : Desa Derekan RT 04 RW 02 Kecamatan
Pringapus Kabupaten Semarang
4. Pelaksanaan wawancara
Hari, Tanggal : Jum’at, 5 Januari 2017
Waktu : 20.00-selesai
Tempat : Rumah narasumber
5. Aspek-aspek pertanyaan
a. Apakah kamu sayang dan sering berbicara dengan gurumu? Mengapa?
Jawab :
Sayang, karena Bu Wiwik jarang marah dan sabar.
b. Bagaimana menurutmu dengan Kepala Sekolah? Apakah Kepala Sekolah
pernah masuk ke kelasmu?
Jawab :
Biasa saja. Pernah, ketika kelas 5 ada jam kosong, Bu Wiwik sedang ada
halangan dan tidak dapat mengajar di kelas.
c. Ketika pembelajaran di kelas, apakah kamu senang dan paham dengan
penjelasan dari gurumu?
Jawab :
Senang, karena sabar. Paham.
d. Apakah kamu sering berbicara atau berkomunikasi dengan orang tua di
rumah?
Jawab :
Jarang, karena Bapak Ibu sibuk bekerja.
e. Apakah kamu sering berkomunikasi dengan guru atau kepala sekolah?
Pada saat situasi apa?
Jawab :
Sering berkomunikasi dengan guru ketika di dalam kelas saat
pembelajaran berlangsung. Jika dengan kepala sekolah jarang, karena
kepala sekolah sibuk.
f. Apa reaksi gurumu ketika kamu dan teman-teman gaduh di kelas?
Jawab :
Jarang gaduh, jika gaduh hanya diminta untuk diam.
g. Apakah orang tuamu sering memberikan motivasi dan hadiah ketika
nilaimu bagus?
Jawab :
Belum pernah, karena tidak pernah mendapat nilai bagus.
h. Apakah kamu sering dimarahi ketika tidak bisa mengerjakan sesuatu?
Dan apa yang dilakukan orang tuamu jika kamu nakal dan tidak menurut
orang tua?
Jawab :
Jarang dimarahi ketika tidak bisa mengerjakan sesuatu dan hanya
diingatkan. Jika nakal, main pulang sore bahkan malam, tidak mau
belajar baru orang tua marah.
i. Apakah kamu senang belajar dibimbing oleh orang tua? Mengapa?
Jawab :
Senang. Merasa senang mendapatkan perhatian dari kedua orang tua
saya.
j. Bagaimana menurut orang tuamu terhadap hasil belajar yang kamu capai
sekarang?
Jawab :
Biasa saja, karena dari dulu nilainya seperti itu. Namun, orangtua
pastinya menginginkan hasil belajar yang terbaik.

Derekan, 8 Januari 2018

Pewawancara Narasumber (Siswa Kelas V)

Nurul Hikmah Nurkhasanah Rifky Febrian Pamungkas


NIM 1401414148 NIS 1334
Lampiran 7

Lembar Pengamatan Kegiatan Pembelajaran

1. Tujuan pengamatan : Mengetahui proses pembelajaran di kelas terkait dengan


komunikasi guru terhadap hasil belajar siswa SD.
2. Fokus dan orientasi wawancara : Komunikasi guru terhadap hasil belajar
siswa kelas V SD Gugus Moh Syafi’i Kecamatan Pringapus.
3. Pelaksanaan pengamatan
Hari, Tanggal : Jumat, 8 Januari 2018
Pukul : 07.00 WIB – selesai
Kelas :V
Tempat : SD Negeri Derekan
Guru Kelas : E. Wiwik Nurhayati, S.Pd. SD.

Hasil
No. Indikator Deskriptor
Pengamatan
1. Sistem belajar Ada metode, model Metode: ceramah
(metode, model, dan pendekatan
pendekatan dan yang digunakan. Model: STAD (Student Teams
media) Namun media yang Achievement Divisions)
digunakan dalam
pembelajaran Pendekatan:
kurang menarik. 1. Pendekatan induktif karena
dilakukan dengan mencari
sifat tertentu dari sebuah
fenomena, kemudian
menarik kesimpulan.
2. Pendekatan CTL karena
mampu mengemas materi
(konten) dan mengaitkannya
dengan suasana yang mudah
dipahami siswa (konteks)
mengaitkan antara materi
yang diajarkan dengan
situasi di dunia nyata

Media: praktek secara langsung,


media yang digunakan, seadanya
yang ada di kelas, misal
menggunakan spidol untuk
membuktikan bahwa gaya mampu
mengubah posisi benda.
2. Sikap guru Sikap yang Pada saat proses pembelajaran
ditunjukkan yaitu berlangsung guru terlihat tegas
tegas, peduli, dan pada saat kegiatan pembukaan
demokratis, mampu sampai kegiatan inti. Terlihat guru
menerima berbagai peduli dengan memantau
pendapat siswa. membimbing siswa saat
pembelajaran kelompok. Sikap
demokratis, ditunjukkan oleh guru
di setiap proses pembelajaran yang
terlihat bahwa guru mampu
menerima berbagai pendapat siswa
yang berbeda.
3. Umpan balik Guru memberikan Siswa memberikan respons yang
siswa umpan balik berupa sangat baik, terlihat ketertarikannya
pertanyaan atau ketika guru menjelaskan materi.
tanggapan. Guru mampu menarik
keingintahuan siswa untuk berpikir.
Namun ada juga beberapa siswa
yang pasif. Biasanya siswa yang
duduk di belakang dalam mengikuti
pembelajaran kurang pemusatan
perhatian dan konsentrasi sehingga
mereka cenderung pasif.
Penyampaian umpan balik dari
guru pun hanya direspon oleh siswa
tertentu saja.
4. Volume suara Volume suara guru Pada saat pengamatan, volume
guru keras, jelas, suara guru sudah cukup keras, jelas,
terdengar hingga dan terdengar hingga belakang,
belakang. pembelajarn yang terjadi menarik
dan kondusif.
5. Sikap siswa Sikap yang Sikap siswa ketika belajar di kelas
ditunjukkan siswa antusias dalam proses
yaitu antusias, pembelajaran, karena guru mampu
tertarik pada menarik keingintahuan siswa untuk
materi. berpikir.
6. Punishment/rew Adanya pemberian Ketika observasi saya belum
ard hukuman melihat adanya hukuman yang
(punishment) atau diberikan oleh guru. Seringkali
penghargaan guru baru memberikan Reward
(reward) selama kepada siswa. Reward yang dipakai
pembelajaran bisa berbentuk tepuk tangan, untuk
berlangsung. siswa yang bisa menjawab
pertanyaan dengan benar. Bentuk
lain yaitu dengan mengatakan
“pintar” untuk siswa yang mampu
menjawab pertanyaan dengan
benar.
Lampiran 8

Foto dokumentasi