Anda di halaman 1dari 5

ANALISA TINDAKAN KEPERAWATAN PEMBERIAN OBAT

MELALUI IV (INTRA VENA )


DI RUANG PAVIO RSUD KOTA BOGOR

Tugas Mandiri Keperawatan Dasar Profesi (KDP)

Disusun Oleh:
AMIRUDIN
18170000031

PROGRAM PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDONESIA MAJU
(STIKIM)
2017
ANALISIS TINDAKAN KEPERAWATAN PEMBERIAN OBAT MELALUI IV (INTRA
VENA)
A. DEFINISI
Pemberian obat intravena adalah Memberikan obat melalui suntikan kedalam pembuluh darah
vena yang dilakukan pada vena anggota gerak (DEPKES RI 1995 ).
B. INDIKASI
1. Obat obat yang di berikan harus berdasarkan program pengobatan .
2. Sebelum menyiapkan obat suntikan . Bacalah dengan teliti petunjuk pengobatan yang ada
dalam catatan medik atau status pasien . Yaitu nama obat , dosis , waktu , dan cara
pemberiannya .
3. Pada waktu menyiapkan obat ,bacalah dengan teliti label atau etiket obat dari tiap – tiap
obat . Obat – obat yang kurang jelas etiketnya tidak boleh diberikan kepada pasien .
4. Perhatikan teknik septic dan aseptic .
5. Spuit dan jarum suntik tidak boleh dipergunakan untuk menyuntik pasien lain sebelum
disterilkan .
6. Spuit yang retak atau bocor , dan jarum suntik yang sudah tumpul atau berkarat atau
ujungnya bengkok , tidak bolah dipaki lagi .
7. Memotong ampul dengan gergaji ampul harus dilakukan secara hati – hati , agar tidak
melukai tangan dan pecahnya tidak melukai tangan dan pecahnnya tidak masuk kedalam
otot .
8. Pasien yang telah mendapat suntikan harus diawasi untuk beberaapa waktu , sebab ada
kemungkinan timbul reaksi allergi dan lain – lain .
9. Bagi pasien yang berpenyakit menular malalui peredaran darah ( misalnya pasien hepatitis )
harus digunakan jarum dan spuit khusus .
10. Setiap selesai penyuntikan peralatan harus dimasukkan ke dalam larutan desinfektan , lalu
disterilakan dan disimpan di dalam tempat khusus .(DEPKES RI 1995)
C. TUJUAN TINDAKAN
Tujuan dari pemberian obat itravena adalah mempercepat reaksi obat sehingga obat langsung
masuk ke sistem sirkulasi darah (DEPKES RI 1995 ).
D. MASALAH KEPERAWATAN
Pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman
E. RASIONALISASI TINDAKAN

No. Prinsip-Prinsip Tindakan Rasional


Mengucapkan salam pada klien,
perkenalkan diri, jelaskan prosedur,
1. Menerapkan etika keperawatan
tujuannya, persetujuan klien, kontrak
waktu
2. Cuci tangan Mencegah transmisi mikroorganisme
3. Memulai tindakan dengan basmalah Menerapkan nilai Islami
Senyum, ramah, dan perhatian selama
4. Menerapkan nilai Islami
tindakan
Menjaga privacy pasien, persiapkan Memastikan keamanan dan
tempat tidur (TT), kunci TT, posisi TT kenyamanan pasien selama di
5. dalam tinggi yang tepat, sesuai dengan lakukannya tindakan.
lokasi luka, dan atur posisi sesuai
kenyamanan pasien
Dekatkan peralatan di dekat pasien Supaya perawat mudah dalam
6. serta pasang pengalas dan perlak. melakukan tindakan, dan mencegah
cairan dari luka jatuh ke tempat tidur.
7. Pakai sarung tangan steril Mencegah transmisi mikroroganisme.
Siapkan obat, masukkan obat dari vial Mencegah terjadinya kesalahan
8. atau ampul dengan cara yang benar prosedur tindakan
Identifikasi klien (mengecek nama)
9. Membersihkan tempat penyuntikan Mencegah transmisi mikroorganisme
dengan mengusap kapas alkohol dari
arah atas ke bawah menggunakan
tangan yang tidak untuk menginjeksi

10. Mengakhiri tindakan, evaluasi klien Menerapkan etika keperawatan


Merapikan pasien dan membereskan Supya pasien tampak rapi dan nyaman
11.
alat. kembali.
Mengucapkan salam saat mengakiri
12. Menerapkan nilai Islami
pertemuan dengan klien
Melepaskan sarung tangan dan Mencegah transmisi mikroorganisme.
13.
mencuci tangan.

F. PROSEDUR TINDAKAN
Persiapan Alat
1. Spuit dan jarum steril
2. Obat yang diperlukan ( vial atau ampul )
3. Bak spuit steril
4. Kapas alkohol
5. Kassa steril untuk membuka ampul ( bila perlu )
6. Karet pembendung atau tourniquet
7. Gergaji ampul ( bila perlu )
8. 2 bengkok ( satu berisi cairan desinfektan )
9. Pengalas ( bila perlu )
10. Sarung tangan steril
11. Daftar / formulir pengobatan
Pelaksanaan

1. Cek instruksi / order pengobatan


2. Perawat mencuci tangan
3. Siapkan obat, masukkan obat dari vial atau ampul dengan cara yang benar
4. Identifikasi klien (mengecek nama)
5. Beritahu klien / keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan serta tujuannya
6. Bantu klien untuk posisi yang nyaman dan rileks / berbaring dengan tangan dalam
keadaan lurus
7. Membebaskan area yang akan disuntik dari pakaian
8. Pilih area penyuntikan yang tepat (bebas dari edema, massa, nyeri tekan, jaringan parut,
kemerahan / inflamasi, gatal)
9. Tentukan dan cari vena yang akan di tusuk (vena basilika dan sefalika)
10. Memakai sarung tangan
11. Membersihkan tempat penyuntikan dengan mengusap kapas alkohol dari arah atas ke
bawah menggunakan tangan yang tidak untuk menginjeksi
12. Lakukan pembendungan di bagian atas area penyuntikan dan anjurkan klien
mengepalkan tangan
13. Siapkan spuit, lepaskan kap penutup secara tegak lurus sambil menunggu antiseptik
kering dan keluarkan udara dari spuit
14. Pegang spuit dengan salah satu tangan yang dominan antara ibu jari dan jari telunjuk
dengan telapak tangan menghadap ke bawah
15. Regangkan kulit dengan tangan non dominan untuk menahan vena, kemudian secara
pelan tusukkan jarum dengan lubang menghadap ke atas kedalam vena dengan posisi
jarum sejajar dengan vena
16. Pegang pangkal jarum dengan tangan non dominan sebagai fiksasi
17. Lakukan aspirasi dengan cara menarik plunger, bila terhisap darah lepaskan tourniquet
kepalan tangan klienkemudian dorong obat pelan - pelan kedalam vena
18. Setelah obat masuk semua, segera cabut spuit, bekas tusukan ditekan dengan kapas
alkohol
19. Buang spuit tanpa harus menutup jarum dengan kapnya (guna mencegah cidera pada
perawat) pada tempat pembuangan secara benar
20. Melepaskan sarung tangan dan merapihkan pasien
21. Membereskan alat - alat
22. Mencuci tangan
23. Catat pemberian obat yang telah dilaksanakan (dosis, waktu, cara) pada lembar obat
atau catatan perawat.
24. Evaluasi respon klien terhadap obat (15 s.d 30 menit)
G. KESENJANGAN TEORI
Tidak terdapat kesenjangan yang berarti antara teori dan kenyataan hanya pada ketersedian
alat yang disesuaikan dengan teori terkadang tidak semua alat tersedia tetapi pada prinsipnya
tidak jauh berbeda dengan teori