Anda di halaman 1dari 57

LOKAKARYA

Sistem Penjaminan Mutu Eksternal


Evaluasi Diri Perguruan Tinggi dan Program Studi

Oleh:
Tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM)

Dalam rangka pelaksanaan


Hibah Asuh Menuju Prodi Unggul Kemenristekdikti 2018
Di Kupang & Weetebula, 16 – 20 Juli 2018
MAKNA EVALUASI-DIRI
Evaluasi-diri merupakan upaya program studi/perguruan
tinggi untuk mengetahui gambaran mengenai kinerja dan
keadaan dirinya melalui pengkajian dan analisis yang dilakukan
oleh program studi/perguruan tinggi sendiri berkenaan dengan
kekuatan, kelemahan, peluang, tantangan, kendala, bahkan
ancaman
BAN-PT menempatkan evaluasi-diri itu sebagai salah satu aspek dalam
keseluruhan daur akreditasi, dan menempatkannya dalam posisi yang sangat
penting, yaitu sebagai suatu langkah yang mendahului pemberian informasi
dan data akreditasi dari program studi atau perguruan tinggi kepada BAN-PT,
sehingga hasil evaluasi-diri itu dapat merupakan bahan untuk mengisi
borang akreditasi atau menyusun portfolio akreditasi, serta dapat digunakan
sebagai bahan yang disediakan pada saat dilakukan asesmen lapangan oleh
BAN-PT di tempat program studi/perguruan tinggi
Manfaat Evaluasi-diri
1. Membantu dalam identifikasi masalah, penilaian program dan pencapaian
sasaran.
2. Memperkuat budaya evaluasi kelembagaan (institutional evaluation) dan
analisis-diri.
3. Memperkenalkan staf baru kepada keseluruhan program studi/ perguruan
tinggi.
4. Memperkuat jiwa korsa dalam lembaga, memperkecil kesenjangan antara
tujuan pribadi dan tujuan lembaga dan mendorong keterbukaan.
5. Menemukan kader baru bagi lembaga.
6. Mendorong program studi/perguruan tinggi untuk meninjau kembali
kebijakan yang telah usang.
7. Memberi informasi tentang status program studi/perguruan tinggi
dibandingkan dengan program studi/perguruan tinggi lain.
Evaluasi-diri dalam Daur Penjaminan Mutu/Akreditasi

EVALUASI-DIRI
dan seterusnya…

PERBAIKAN INTERNAL PERBAIKAN


DAN PEMBINAAN INTERNAL

KEPUTUSAN EVALUASI EKSTERNAL/


AKREDITASI AKREDITASI
Kepercayaan Stakeholders

JAMINAN MUTU
T UGAS SPKI* INTERNAL

AKREDITASI
DOKUMEN
EVALUASI-DIRI
INSTITUSI/ EVALUASI
PROGRAM STUDI EKSTERNAL
[selalu dimutakhirkan]
USULAN
PROYEK [PHKI]

ALA T
*SPKI = SATUAN PENJAMINAN
MANAJEMEN
KUALITAS INTERNAL (Internal Quality Pengembangan/ Perbaikan
Assurance Unit)
yang Sinambung
1.
Evaluasi diri dalam akreditasi
Mekanisme Akreditasi
Asesmen
Kecukupan

Program Studi/ MULAI Proses Asesmen


Intitusi PT Akreditasi Lapangan

ME-
NYU-
SUN

Pemantauan
Dokumen SAPTO pemenuhan Keputusan &
Akreditasi PS/PT persyaratan status Sertifikat
akreditasi dan
peringkat
Terakreditasi
Dokumen Akreditasi

Program Studi

Borang III A –
Program Studi

Perguruan Tinggi Borang III B – Unit


Pengelola Program
Borang AIPT Studi

Evaluasi Diri Institusi Evaluasi Diri


Program Studi
Program Studi harus mampu menganalisis semua bagian dari sistem manajemen
secara komprehensif:
• INPUTS (Masukan)
• PROCESES (Proses-proses)
• OUTPUTS (Keluaran)
• OUTCOMES (Hasil)
• IMPACTS (Dampak)
1. Input
– SDM (DOSEN, STAF PENDUKUNG ( Teknisi/Laboran/ Adminstrasi, Kerumahtanggan)
– Mahasiswa (calon mahasiswa dan Mahasiswa)
– Suprastruktur (kurikulum)
– Keuangan dan Dana
– MIS
– Fasilitas (Gedung & Peralatan) & Infrastruktur (Sarana & Prasarana)
2. Process [Pembelajaran, suasana akademik, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
(PkM)]
3. Output (Sarjana,hasil penelitian, Hasil PkM)
4. Outcome (Persebaran lulusan, penerbitan buku, hasil penelitian, dan hasil PkM)
5. Impact (Kinerja lulusan di masyarakat, perujukan hasil penelitian, PkM dan penerbitan oleh
masyarakat akademik)
TUJUAN EVALUASI DIRI
Perencanaan IPT/ S
Mendapatkan untuk E
Prodi
gambaran C
menyeluruh Pengembangan
A
tentang input- untuk R
IPT/Prodi
A
process-
output- untuk Perbaikan IPT/ S
outcome- Program Studi I
impact N
Penjaminan Mutu A
penyelenggara untuk
Internal IPT/Prodi M
an pendidikan B
pada IPT/ Persiapan Evaluasi U
untuk
Prodi Eksternal (Akreditasi N
G
Tujuan Evaluasi-diri
 Penyusunan profil lembaga yang komprehensif dengan data
mutakhir.
 Perencanaan dan perbaikan-diri secara berkelanjutan.
 Penjaminan mutu internal program studi/lembaga perguruan
tinggi.
 Pemberian informasi mengenai program studi/perguruan
tinggi kepada masyarakat dan pihak tertentu yang
memerlukannya (stakeholders).
 Persiapan evaluasi eksternal (akreditasi )
KOMPONEN EVALUASI-DIRI
1 VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, SERTA 1
STRATEGI PENCAPAIAN

TATAPAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN,


2 2
DAN PENJAMINAN MUTU

3 MAHASISWA DAN LULUSAN 3

4 SUMBER DAYA MANUSIA 4

5 KURIKULUM, PEMBELAJARAN & SUASANA AKADEMIK 5

6 PEMBIAYAAN, SARANA & PRASARANA, SERTA 6


SISTEM INFORMASI

7 PENELITIAN, PELAYANAN/PENGABDIAN KEPADA 7


MASYARAKAT, & KERJA SAMA
ANALISIS SISTEMIK KOMPONEN EVALUASI-DIRI

MASUKAN
VISI DAN MISI LINGKUNGAN
SASARAN DAN TUJUAN
KENDALI MUTU
LANJUT

TATA PAMONG (GOVERNANCE)

SISTEM
BALIKAN
KEPEMIMPINAN

INFORMASI
PENGELOLAAN PROGRAM LULUSAN DAN
DAN

MAHASISWA
MASUKAN PROSES
PROSES KELUARAN
KELUARAN LAIN
TINDAK

PROSES PEMBELAJARAN
PENINGKATAN

SUASANA AKADEMIK
PENELITIAN DAN PMK

DOSEN DAN TENAGA PENDUKUNG KURIKULUM


MASUKAN
SARANA DAN PRASARANAINSTRUMENTAL
BIAYA DAN SUMBER DANA
Ciri evaluasi diri yang baik
 Dilakukan dengan motivasi intrinsik.
 Pimpinan mendukung penuh.
 Semua pihak dalam lembaga mendukung.
 Direncanakan sesuai dengan keperluan lembaga.
 Dimaksudkan untuk menilai kembali tujuan lembaga., serta mengembangkan/memperbaiki
program.
 Proses evaluasi-diri dilaksanakan oleh tim khusus, terdiri atas personel yang paling mengetahui
keadaan PS/PT dan dipimpin dengan baik.
 Evaluasi-diri dilaksanakan secara terbuka/transparan, objektif, jujur, bertanggung jawab dan
akuntabel.
 Mendeskripsikan dan menganalisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki program
studi/perguruan tinggi, dan peluang serta ancaman yang ada di lingkungan program
studi/perguruan tinggi.
 Berbagai permasalahan diteliti dan dicarikan alternatif pemecahannya.
 Hasil evaluasi-diri dimanfaatkan untuk menyusun strategi dan rencana pengembangan dan
perbaikan program secara berkelanjutan.
 Hasilnya berupa perbaikan proses evaluasi kelembagaan dan analisis-diri, serta perbaikan dan
pengembanan program secara berkelanjutan (continuous program improvement and development).
 Laporan disusun dengan baik.
“K I A T” PENYUSUNAN LAPORAN ED (1 dari 2)

Laporan hasil ED adalah deskripsi, analisis, dan refleksi mengenai


keadaan, kinerja, dan perangkat Pendidikan suatu program
studi/perguruan tinggi, sebagai hasil kajian dan asesmen yang
mendalam dan bersifat internal

Data dan informasi yang diberikan dalam Laporan ED


sesuai dengan keadaan yang sebenarnya

Berikan evidensi/bukti yang mendukung


informasi yang diberikan

Lakukan analisis antar komponen dengan analisis S W O T –


bukan hanya deskripsi yang terpisah-pisah – digunakan sebagai
dasar untuk pengembangan program dan strategi pelaksanaannya
“KIAT” PENYUSUNAN LAPORAN ED (2 dari 2)

Menggunakan pihak eksternal untuk turut melakukan


penilaian, bukan untuk menyusun laporan

Berbagai permasalahan ditemukan, diteliti, dan


dicarikan alternatif pemecahannya

Perbaikan dilakukan selama proses berlangsung

Hasil ED berupa perbaikan proses evaluasi


kelembagaan dan analisis-diri
Pemanfaatan Pakar Sejawat

a. Jika perlu, program studi/lembaga perguruan


tinggi dapat memanfaatkan pakar sejawat
sebagai pengkaji dari luar untuk penilaian,
tetapi bukan untuk menyusun laporan.
b. Nama pakar sejawat dicantumkan dalam laporan
evaluasi diri.
c. Pemanfaatan kunjungan tim dari luar untuk
mendorong perubahan.
d. Pemanfaatan kerjasama dengan badan-badan
eksternal.
FORMAT LAPORAN
JUDUL LAPORAN 6. Pembiayaan, sarana, dan prsarana
DAFTAR ISI 7. Penelitian, pengabdian kepada masyarakat,
RINGKASAN / Abstrak dan kerjasama
SUSUNAN TIM DAN TUGASNYA II. ANALISIS SWOT
I. DESKRIPSI KOMPONEN & SWOT: 1. Analisis antarkomponen
1. Visi, misi, tujuan, dan sasaran 2. Strategi dan pengembangan program
2. Tatapamong, kepemimpinan, sistem REFERENSI
pengelolaan, penjaminan mutu, dan sistem LAMPIRAN
informasi
3. Mahasiswa dan lulusan
4. Sumberdaya ma nusia
5. Kurikulum, pembelajaran dan suasana
akademik
CATATAN UNTUK FORMAT LAPORAN

1. Susunan Tim dan Tugasnya, yaitu penjelasan tentang:


a. Identitas diri setiap anggota tim
b. Jabatan pada perguruan tinggi yang bersangkutan (mis: ketua program studi)
c. Deskripsi tugas dan fungsi khusus dalam tim (misal: menganalisis data dan informasi,
mengkaji draf laporan)
d. Tanda tangan.
2. Deskripsi setiap komponen evaluasi diri, yaitu uraian singkat setiap komponen yang diakhiri
dengan pernyataan SWOT (bukan analisis) komponen yang bersangkutan.
Perwajahan Laporan

 Kertas A-4
 Spasi: 1.5
 Bentuk huruf (Font): Times new Roman atau Arial
 Ukuran huruf: 12
 Sistematis
 Perwajahan dan tata tulis konsisten
 Bahasa Indonesia yang baik & benar
2.
Analisis lingkungan dengan
identifikasi SWOT
Prosedur Analisis Data Evaluasi diri

Data dan
informasi: Deskripsi SWOT
Data pendu- keadaan (setiap komponen)

kung sebenarnya

Analisis SW OT (antar
komponen)

Rumusan strategi dan pengembangan


program
Analisis SWOT

Kekuatan Faktor lingkungan internal


Internal organisasi
Kelemahan

Peluang Faktor
lingkungan eksternal
organisasi
Ancaman Eksternal
ANALISIS SWOT

KEKUATAN KELEMAHAN

FOKUS
Apa yang dilakukan Apa yang salah
INTERNAL dengan baik? sekarang?

PELUANG ANCAMAN
FOKUS
EKSTERNAL Kemungkinan apa yang Apa yang dapat menjadi
ada? salah?
Analisis LINGKUNGAN INTERNAL
1. S = Strengths (Kekuatan)
adalah “kekuatan-kekuatan” yg dimiliki & ada di Institusi/
Program Studi/ Fakultas/ Jurusan/ SekolahTinggi/
Akademi/Politeknik dan andal untuk didayagunakan agar
Institusi / Program Studi dapat tumbuh dan berkembang serta
menang bersaing. Semakin mampu mengkuantifikasi kekuatan
yang ada, semakin baik analisis ED-nya.

2. W = Weaknesses (Kelemahan)
adalah kelemahan-kelemahan yg dimiliki dan ada dlm Program
Studi/Fakultas/Jurusan/ Sekolah tinggi/ Akademi/ Politeknik,
yang menjadikan institusi atau PS sukar/tidak dapat tumbuh
dan berkembang dan tidak mampu bersaing. Semakin mampu
mengkuantifikasi kelemahan yang ada, semakin baik analisis
ED-nya.
Analisis LINGKUNGAN EKTERNAL
3. O = Opportunities (Peluang)
adalah sebanyak mungkin peluang yang dapat diraih dan
didayagunakan agar program studi dapat tumbuh dan
berkembang dan mampu mengalahkan pesaing-pesaingnya.
Semakin mampu mengkuantifikasi peluang yg ada akan
semakin baik analisis ED-nya

4. T = Threats (Ancaman)
adalah ancaman-ancaman thd keberlangsungan Institusi/PS
dlm persaingan yg jika PS tidak memahami & menyadarinya
untuk segera diatasi atau diantisipasi, maka kehidupan,
kemampu-tumbuhan, kemampuan bersaing Institusi/PS
sebagai organisasi bisa hancur
REKOMENDASI UNTUK MELAKUKAN ANALISIS SWOT

Langkah 1: Identifikasi kelemahan dan ancaman yang paling urgen untuk diatasi secara
umum pada semua komponen.
Langkah 2: Identifikasi kekuatan dan peluang yang diperkirakan cocok untuk upaya
mengatasi kelemahan dan ancaman yang telah diidentifikasi lebih dahulu
pada Langkah 1.
Langkah 3: Masukkan butir-butir hasil identifikasi (Langkah 1 dan Langkah 2) ke dalam
Bagan Deskripsi SWOT. Langkah ini dapat dilakukan secara keseluruhan,
atau jika terlalu banyak, dapat dipilah menjadi analisis SWOT untuk
komponen masukan, proses, dan keluaran.

Langkah 4: Rumuskan strategi atau strategi-strategi yang direkomendasikan untuk


menangani kelemahan dan ancaman, termasuk pemecahan masalah,
perbaikan, dan pengembangan lebih lanjut.

Langkah 5: Tentukan prioritas penanganan kelemahan dan ancaman itu, dan susunlah
suatu rencana tindakan untuk melaksanakan program penanganan.
Analisis SWOT

S>W
Perluasan
O>T

S<W
Konsolidasi
O<T
Strategi pengembangan berdasarkan analisis SWOT
Faktor
Internal Kekuatan Kelemahan
Faktor [S] [W]
Eksternal
Strategi SO Strategi WO
-------------------------- ----------------------------
Gunakan “S” untuk Menghilangkan “W”
Peluang
memanfaatkan “O” dan memanfaatkan “O”
[O]
Perluasan

Ancaman
Konsolidasi
Strategi ST Strategi WT
[T] ------------------------ --------------------------
Gunakan “S” untuk Minimalkan “ W” untuk
Menghindarkan “T” Menghindarkan “T”
3.
Rincian setiap komponen
evaluasi diri
RINCIAN SETIAP KOMPONEN EVALUASI DIRI

A. VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, SERTA


STRATEGI PENCAPAIAN

1. Rumusan visi program studi yang konsisten dengan visi lembaga.


2. Rumusan misi program studi yang diturunkan dari misi lembaga.
3. Rumusan tujuan program studi yang merujuk tujuan lembaga.
4. Rumusan sasaran program studi yang relevan dengan misinya.
5. Analisis keterkaitan antara visi, misi, tujuan, dan sasaran untuk merumuskan strategi
pengembangan program studi.

Sumber Informasi, antara lain: Statuta, Renstra, direktori program studi, kurikulum program studi,
peraturan perundang-undangan yang terkait.
Rincian Komponen … (lanjutan)

B. TATAPAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN,


DAN PENJAMINAN MUTU (1)
1. Struktur dan suasana organisasi.
2. Personil beserta fungsi dan tugas pokoknya.
3. Sistem kepemimpinan, dan pengalihan (deputizing) serta akuntabilitas pelaksanaan tugas.
4. Partisipasi civitas academica dalam pengembangan kebijakan, serta pengelolaan dan koordinasi
pelaksanaan program.
5. Perencanaan program jangka panjang (Renstra) dan monitoring pelaksanaannya sesuai dengan
visi, misi, sasaran dan tujuan program.
6. Efisiensi dan efektivitas kepemimpinan.
7. Evaluasi program dan pelacakan lulusan.
8. Perencanaan dan pengembangan program, dengan memanfaatkan hasil evaluasi internal dan
eksternal.
Rincian Komponen … (lanjutan)

B. TATAPAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN,


DAN PENJAMINAN MUTU (2)
9. Kerjasama dan kemitraan.
10. Dampak hasil evaluasi program terhadap pengalaman dan mutu pembelajaran mahasiswa.
11. Rancangan pengembangan sistem informasi.
12. Kecukupan dan kesesuaian sumber daya, sarana dan prasarana pendukung untuk pemberdayaan
sistem informasi.
13. Efisiensi dan efektivitas pemanfaatan sistem informasi.
14. Keberadaan dan pemanfaatan on-campus connectivity devices (intranet)  LAN.
15. Keberadaan dan pemanfaatan global connectivity devices (internet)  WAN.
Rincian Komponen … (lanjutan)
B. TATAPAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN,
DAN PENJAMINAN MUTU (3)
16. Pengelolaan mutu secara internal pada tingkat program studi.
17. Hubungan dengan penjaminan mutu pada tingkat lembaga.
18. Dampak proses penjaminan mutu terhadap pengalaman dan mutu hasil belajar mahasiswa.
19. Pengembangan program.
20. Metodologi baku mutu (benchmarking).
21. Evaluasi internal yang berkelanjutan.
22. Pemanfaatan hasil evaluasi internal dan eksternal/akreditasi dalam perbaikan dan pengembangan
program.
23. Kerja sama dan kemitraan instansi terkait dalam pengendalian mutu.

Sumber informasi, antara lain: Statuta, Renstra, laporan tahunan, risalah rapat pimpinan, hasil studi
pelacakan, rencana pengembangan program, hasil evaluasi internal, hasil akreditasi, pedoman pelaksanaan
penjaminan mutu internal, laporan khusus unit pelayanan informasi, pengamatan pemanfaatan sistem
informasi, peraturan perundang-undangan terkait.
Rincian Komponen … (lanjutan)

C. MAHASISWA DAN LULUSAN ( 1 )

1. Sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa.


2. Profil mahasiswa.
3. Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kepanitiaan.
4. Kegiatan ekstra-kurikuler.
5. Keberlanjutan penerimaan mahasiswa (minat calon mahasiswa)
6. Pelayanan untuk mahasiswa:
a. Bantuan tutorial yang bersifat akademik;
b. Informasi dan bimbingan karir;
c. Konseling pribadi dan sosial.
Rincian Komponen … (lanjutan)

C. MAHASISWA DAN LULUSAN (2)


7. Hasil Pembelajaran
a. Kompetensi yang dicapai dibandingkan dengan yang diharapkan.
b. Kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan pemanfaat lulusan.
c. Data kemajuan, keberhasilan, dan kurun waktu penyelesaian studi (termasuk IPK dan yudisium
lulusan).
d. Kepuasan lulusan.

8. Kualitas dan kurun waktu penyelesaian tugas akhir/skripsi/tesis/disertasi (termasuk proses penelitiam,
penulisan, dan pembimbingannya).
9. Kepuasan pemanfaat lulusan dan keberlanjutan penyerapan lulusan.

Sumber informasi, antara lain: Statuta, Renstra, laporan tahunan, buku pedoman rekrutmen dan
seleksi calon mahasiswa, pedoman layanan mahasiswa, hasil studi pelacakan, laporan wisusda
tahunan/tengah tahunan, transkrip hasil belajar para lulusan, direktori lulusan program studi, hasil
studi pelacakan, peraturan perundang-undangan yang terkait.
Rincian Komponen … (lanjutan)

D. SUMBERDAYA MANUSIA
1. Sistem rekrutmen dan seleksi dosen dan tenaga pendukung.
2. Pengelolaan dosen dan tenaga pendukung.
3. Profil dosen dan tenaga pendukung: mutu, kualifikasi, pengalaman, ketersediaan (kecukupan,
kesesuaian, dan rasio dosen/tenaga pendukung terhadap mahasiswa).
4. Karya akademik dosen (hasil penelitian, karya lainnya).
5. Peraturan kerja dan kode etik.
6. Pengembangan staf.
7. Keberlanjutan pengadaan dan pemanfaatannya.

Sumber informasi, antara lain: buku pedoman rekrutmen dan seleksi calon dosen dan tenaga
pendukung, direktori program studi, program pengembangan staf, laporan tahunan pimpinan program
studi/ perguruan tinggi, peraturan perundang-undangan yang terkait.
Rincian Komponen … (lanjutan)

E. KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK (1)

1. Kesesuaian kurikulum dengan visi, misi, sasaran, dan tujuan.


2. Relevansi dengan tuntutan dan kebutuhan stakeholders.
3. Kompetensi dan etika lulusan yang diharapkan.
4. Derajat integrasi materi pembelajaran (intra dan antar disiplin).
5. Kurikulum lokal.
6. Mata kuliah pilihan.
7. Skripsi/tesis/disertasi/tugas akhir.
8. Struktur dan isi kurikulum (keluasan, kedalaman, koherensi,
penataan/organisasi).
9. Peluang mahasiswa untuk: melanjutkan studi, mengembangkan
pribadi, memperoleh pengetahuan dan memahami materi
khusus sesuai dengan bidang studinya, mengembangkan
keterampilan yang dapat ditransfer, terorientasikan ke arah
karir dan pemerolehan pekerjaan.
10. Misi pembelajaran
a. Pengembangan/pelatihan kompetensi yang diharapkan.
b. Efisiensi internal dan eksternal.
Rincian Komponen … (lanjutan)
E. KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK (2)

11. Mengajar
a. Kesesuaian strategi dan metode dengan tujuan.
b. Relevansi.
c. Efisiensi dan produktivitas.
d. Struktur dan rentang kegiatan mengajar.
e. Penggunaan teknologi informasi.
12. Belajar
a. Keterlibatan mahasiswa.
b. Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan:
1) pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai dengan bidangnya,
2) keterampilan umum dan yang dapat ditransfer,
3) memahami dan memanfaatkan kemampuannya sendiri,
4) kemampuan belajar mandiri,
5) nilai, motivasi dan sikap.
Rincian Komponen … (lanjutan)
E. KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK (3)

13. Penilaian
a. Peraturan dan data mengenai kemajuan dan penyelesaian studi
mahasiswa setiap tahun.
b. Strategi dan metode penilaian kemajuan dan keberhasilan
mahasiswa.
c. Penentuan yudisium.
d. Penelaahan mengenai kepuasan mahasiswa dan pengguna lulusan.

14. Sarana yang tersedia untuk memelihara interaksi dosen –mahasiswa, baik di dalam maupun di luar kampus, dan
untuk menciptakan iklim yang mendorong perkembangan dan kegiatan akademik/profesional.
Rincian Komponen … (lanjutan)

E. KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK (4)

15. Mutu dan kuantitas kegiatan interaksi akademik dosen, mahasiswa, dan civitas academica lainnya.
16. Rancangan menyeluruh untuk mengembangkan suasana akademik yang kondusif untuk pembelajaran,
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
17. Keikiutsertaan civitas academica dalam kegiatan akademik (seminar, simposium, diskusi, ekshibisi) di
kampus.
18. Pengembangan kepribadian ilmiah.

Sumber informasi, antara lain: Statuta, Renstra, laporan tahunan, buku pedoman pengembangan kurikulum, hasil studi
pelacakan, statuta, Renstra, kebijakan pimpinan, kebijakan-kebijakan mengenai pembelajaran, pedoman evaluasi hasil
pembelajaran, pedoman pembelajaran, hasil pengamatan, laporan tahunan, peraturan akademik yang berlaku, laporan
wisusda tahunan/tengah tahunan, transkrip hasil belajar para lulusan, direktori lulusan program studi, hasil studi
pelacakan, peraturan perundang-undangan yang terkait.
Rincian Komponen … (lanjutan)
F. PEMBIAYAAN, SARANA DAN PRSARANA, SERTA SISTEM INFORMASI

1. Sumber dana dan pembiayaan.


2. Sistem alokasi dana.
3. Pengelolaan dan akuntabilitas.
4. Keberlanjutan pengadaan dan pemanfaatannya.
5. Pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana.
6. Ketersediaan dan kualitas gedung, ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan, dll.
7. Fasilitas komputer dan pendukung pembelajaran dan penelitian.
8. Kesesuaian dan kecukupan sarana dan prasarana.
9. Keberlanjutan pengadaan, pemeliharaan dan pemanfaatannya.

Sumber informasi, antara lain: Statuta, Renstra, laporan tahunan, laporan keuangan
tahunan, rencana pengembangan lembaga, peraturan perundang-undangan terkait.
Rincian Komponen … (lanjutan)

G. PENELITIAN, PENGABDIAN/PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DAN KERJASAMA (1)

1. Kualitas, produktivitas, relevansi sasaran, dan efisiensi pemanfaatan dana penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat.
2. Agenda, keberlanjutan, diseminasi hasil penelitian dan pengabdian kepadqa masyarakat.
3. Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bersama dosen dan mahasiswa.
4. Banyak dan kualitas kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh
mahasiswa.
5. Hubungan antara pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
6. Banyak dan kualitas kegiatan penelitian dan publikasi dosen.
Rincian Komponen … (lanjutan)

G. PENELITIAN, PENGABDIAN/PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DAN KERJASAMA (2)

7. Hubungan kerja sama dan kemitraan penelitian dengan lembaga lain.


8. Publikasi hasil penelitian, kumpulan rangkuman tugas akhir mahasiswa.
9. Kerjasama dengan instansi yang relevan.
10. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerjasama.
11. Hasil kerjasama yang saling mengjntungkan.
12. Kepuasan fihak-fihak yang bekerjasama

Sumber informasi, antara lain: Statuta, Renstra, rancangan penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat, daftar tugas pembimbingan mahasiswa, catatan mengenai penyelesaian tesis,
daftar tesis, naskah MoU kerjasama, peraturan perundang-undangan terkait.
Rincian Komponen … (lanjutan)

4.
Penilaian laporan
evaluasi diri
ASPEK YANG DINILAI
(Penilaian Laporan Evaluasi-diri)

1 1. Akurasi dan kelengkapan data serta informasi (dua subaspek)

2 2. Kualitas analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi dan


merumuskan masalah keseluruhan komponen ED (empat subaspek)

3 3.Strategi pengembangan dan perbaikan Program (tiga subaspek)

4 4. Keterpaduan dan keterkaitan antar komponen evaluasi-diri (dua sub


aspek)
Total : 11 butir penilaian
MATRIKS PENILAIAN LAPORAN EVALUASI DIRI PROGRAM STUDI
Skor 4 3 2 1
No. Makna
Aspek Penilaian Baik Sekali Baik Cukup Kurang
Akurasi dan kelengkapan data
serta informasi yang digunakan
1
untuk menyusun laporan
evaluasi-diri
a. Cara perguruan tinggi Laporan sangat Laporan disusun Laporan kurang Laporan tidak jelas,
mengemukakan fakta tentang jelas, didukung oleh dengan jelas, jelas, data dan data dan informasi
situasi perguruan tinggi, pada data dan informasi didukung oleh data informasi kurang tidak lengkap,
semua komponen evaluasi- yang lengkap, dan informasi yang lengkap, kurun kurun waktu
diri, a.l. kelengkapan data, dengan kejelasan cukup lengkap, waktu keberlakuan keberlakuan fakta
kurun waktu yang cukup, mengenai kurun kurun waktu fakta yang yang dilaporkan
cross-reference. waktu keberlakuan keberlakuan fakta dilaporkan tidak tidak dijelaskan,
(Bobot 12.5) fakta yang yang dilaporkan jelas, kurang ada tidak ada cross-
dilaporkan, kurang jelas, ada cross-reference antar reference antar
dilengkapi dengan cross-reference komponen evaluasi- komponen evaluasi-
cross-reference antar antar beberapa diri diri
semua komponen komponen
evaluasi-diri evaluasi-diri
a. Pengolahan data menjadi Data diolah menjadi Data diolah Data diolah menjadi Data diolah menjadi
informasi yang bermanfaat, informasi dengan menjadi informasi informasi dengan informasi tanpa
a.l. menggunakan metode- menggunakan dengan menggunakan menggunakan
metode kuantitatif yang tepat, metode kualitatif menggunakan metode kualitatif metode kuantitatif.
serta teknik representasi yang dan metode metode kualitatif dan sangat sedikit
relevan. kuantitatif yang dan metode metode kuantitatif.
(Bobot 12.5) sangat memadai. kuantitatif yang
cukup memadai.
Kualitas analisis yang
digunakan untuk
mengidentifikasi dan
2
merumuskan masalah pada
semua komponen evaluasi-
diri.
a. Identifikasi dan Identifikasi dan Identifikasi dan Identifikasi dan Identifikasi dan
perumusan masalah perumusan masalah perumusan masalah perumusan masalah perumusan masalah
dilakukan dengan baik. dilakukan secara kritis, dilakukan secara kritis, dilakukan secara kritis, dilakukan tanpa
(Bobot 7.5) cermat, jujur, terbuka, cermat, jujur, terbuka, cermat, jujur, terbuka, memperhatikan sifat
analitis, sistematis, dan analitis, sistematis tetapi tetapi tidak analitis, kritis, cermat, jujur,
sistemik. tidak sistemik. sistematis dan sistemik. terbuka, analitis,
sistematis dan sistemik..
a. Ketepatan dalam Appraisal, judgment, Appraisal, judgment, Appraisal, judgment, Appraisal, judgment,
melakukan appraisal, evaluasi, asesmen atas evaluasi, asesmen atas evaluasi, asesmen atas evaluasi, asesmen atas
judgment, evaluasi, fakta tentang situasi di fakta tentang situasi di fakta tentang situasi di fakta tentang situasi di
asesmen atas fakta perguruan tinggi perguruan tinggi perguruan tinggi perguruan tinggi
tentang situasi di dilakukan secara sangat dilakukan secara cukup dilakukan secara kurang dilakukan secara tidak
perguruan tinggi. tepat. tepat. tepat. tepat.
(Bobot 7.5)
a. Permasalahan dan Permasalahan dan Permasalahan dan Permasalahan dan Permasalahan dan
kelemahan yang ada kelemahan perguruan kelemahan perguruan kelemahan perguruan kelemahan perguruan
dirumuskan dengan tinggi dirumuskan secara tinggi dirumuskan secara tinggi dirumuskan secara tinggi dirumuskan secara
baik. jelas, cermat, jujur, jelas, cermat, jujur, jelas, cermat, jujur, tetapi tidak jelas.
(Bobot 7.5) terbuka, analitis, terbuka, tetapi tidak tidak terbuka, analitis,
sistematis. analitis, sistematis. sistematis.
a. Deskripsi/Analisis Semua penempatan aspek Penempatan aspek di Penempatan aspek di Kurang dari 70%
SWOT berkenaan di dalam komponen SWOT dalam komponen SWOT dalam komponen SWOT penempatan aspek di
dengan ketepatan dilakukan dengan benar. telah dilakukan dengan yang dilakukan dengan dalam komponen SWOT
penempatan aspek benar dari 85% s.d. 99%. benar dari 70% s.d. 84%. yang dilakukan dengan
dalam komponen benar.
SWOT, tumpuan
penekanan analisis.
(Bobot 7.5)
Strategi pengembangan
3
dan perbaikan Program
a. Ketepatan Perguruan tinggi Perguruan tinggi Perguruan tinggi Perguruan tinggi
perguruan tinggi menentukan rencana menentukan rencana menentukan rencana menentukan rencana
memilih/ perbaikan dan perbaikan dan perbaikan dan perbaikan dan
menentukan perkembangan perkembangan perkembangan perkembangan
rencana perbaikan program secara sangat program secara tepat, program kurang program tanpa didasari
dari kekurangan tepat, berdasarkan berdasarkan analisis tepat, meskipun hasil analisis situasi
yang ada. analisis yang situasi dan kondisi didasarkan pada hasil dan kondisi yang ada.
(Bobot10) komprehensif tentang yang ada. analisis situasi dan
situasi dan kondisi kondisi yang ada.
yang ada.
a. Kejelasan perguruan Perguruan tinggi Perguruan tinggi Perguruan tinggi Perguruan tinggi
tinggi menunjukkan menunjukkan cara menunjukkan cara menunjukkan cara menunjukkan cara
cara untuk yang sangat jelas yang jelas untuk yang kurang jelas yang tidak jelas untuk
mengatasi masalah untuk mengatasi mengatasi masalah untuk mengatasi mengatasi masalah
yang ada. masalah yang yang dihadapi. masalah yang yang dihadapi.
(Bobot5) dihadapi. dihadapi.
a. Kelayakan dan Perguruan tinggi Perguruan tinggi Perguruan tinggi Perguruan tinggi
kerealistikan menerapkan strategi menerapkan strategi menerapkan strategi menerapkan strategi
strategi dan sasaran yang sangat layak dan yang layak dan yang kurang layak yang tidak layak dan
yang ingin dicapai. sangat realistik untuk realistik untuk dan kurang realistik tidak realistik untuk
(Bobot5) mencapai sasaran mencapai sasaran untuk mencapai mencapai sasaran
pengembangan pengembangan sasaran pengembangan
program yang sangat program yang layak pengembangan program.
layak dan sangat dan realistik pula. program.
realistik pula.
Keterpaduan dan
keterkaitan antar
4
komponen
evaluasi-diri
a. Komprehensif Laporan Laporan Laporan Laporan tidak
(dalam, luas menunjukkan menunjukkan menunjukkan menunjukkan
dan terpadu). analisis analisis analisis analisis yang
(Bobot 12.5) keseluruhan seseluruhan seseluruhan mendalam,
komponen komponen komponen komprehensif,
evaluasi-diri yang evaluasi-diri evaluasi-diri dan sistemik.
mendalam, yang mendalam, yang mendalam,
komprehensif, komprehensif, tetapi tidak
dan sistemik. tetapi tidak komprehensif
sistemik. dan sistemik.
a. Kejelasan Analisis intra dan Analisis intra Analisis intra Analisis intra dan
analisis intra antar komponen dan antar dan antar antar komponen
dan antar tergambarkan komponen komponen tergambarkan
komponen dengan sangat tergambarkan tergambarkan dengan tidak
evaluasi-diri. jelas. dengan jelas. dengan kurang jelas.
(Bobot 12.5) jelas.
Total bobot 100
FORMAT 2. PENILAIAN LAPORAN EVALUASI DIRI PROGRAM STUDI (Asesmen Kecukupan)

Penilaian*
Informasi dari
No Aspek Penilaian Nilai
Bobot Asr-1 Asr-2 Laporan Evaluasi diri
Akhir
1 Akurasi dan kelengkapan data serta
informasi yang digunakan untuk menyusun
laporan evaluasi diri
a Cara program studi mengemukakan fakta 12.5
tentang situasi program studi, pada semua
komponen evaluasi diri, a.l. kelengkapan
data, kurun waktu yang cukup, cross-
reference.
b Pengolahan data menjadi informasi yang 12.5
bermanfaat, a.l. menggunakan metode-
metode kuantitatif yang tepat, serta teknik
representasi yang relevan.
2 Kualitas analisis yang digunakan untuk
mengidentifikasi dan merumuskan
masalah pada semua komponen
evaluasi diri.

a Identifikasi dan perumusan masalah 7.5


dilakukan dengan baik.

b Ketepatan dalam melakukan appraisal, 7.5


judgment, evaluasi, asesmen atas
fakta tentang situasi di program studi.

c Permasalahan dan kelemahan yang 7.5


ada dirumuskan dengan baik.

d Deskripsi/Analisis SWOT berkenaan 7.5


dengan ketepatan penempatan aspek
dalam komponen SWOT, tumpuan
penekanan analisis.
3 Strategi pengembangan dan perbaikan
program
a Ketepatan program studi memilih/ 10
menentukan rencana perbaikan dari
kekurangan yang ada.

b Kejelasan program studi menunjukkan cara 5


untuk mengatasi masalah yang ada.

c Kelayakan dan kerealistikan strategi dan 5


sasaran yang ingin dicapai.
4 Keterpaduan dan keterkaitan antar
komponen evaluasi diri
a Komprehensif (dalam, luas dan terpadu). 12.5

b Kejelasan analisis intra dan antar komponen 12.5


evaluasi diri.
Jumlah 100
FORMAT 7. LAPORAN PENILAIAN AKHIR EVALUASI DIRI PROGRAM STUDI (Asesmen
Lapangan)

Penilaian* Penjelasan/Dasar Penilaian yang


Rekomendasi
No. Aspek Penilaian Diperoleh dari Dokumen ED dan
Asr-1 Asr-2 Nilai Akhir Pembinaan
Observasi
1 Akurasi dan kelengkapan data serta informasi
yang digunakan untuk menyusun laporan evaluasi
diri
a Cara program studi mengemukakan fakta tentang
situasi program studi, pada semua komponen
evaluasi diri, a.l. kelengkapan data, kurun waktu
yang cukup, cross-reference.
b Pengolahan data menjadi informasi yang
bermanfaat, a.l. menggunakan metode-metode
kuantitatif yang tepat, serta teknik representasi
yang relevan.
2 Kualitas analisis yang digunakan untuk
mengidentifikasi dan merumuskan masalah pada
semua komponen evaluasi diri.
a Identifikasi dan perumusan masalah dilakukan
dengan baik.
Penjelasan/Dasar Penilaian
Rekomendasi
No. Aspek Penilaian yang Diperoleh dari Dokumen
Asr-1 Asr-2 Nilai Akhir Pembinaan
ED dan Observasi

b Ketepatan dalam melakukan appraisal, judgment,


evaluasi, asesmen atas fakta tentang situasi di
program studi.
c Permasalahan dan kelemahan yang ada
dirumuskan dengan baik.
d Deskripsi/Analisis SWOT berkenaan dengan
ketepatan penempatan aspek dalam komponen
SWOT, tumpuan penekanan analisis.
3 Strategi pengembangan dan perbaikan program
a Ketepatan program studi memilih/ menentukan
rencana perbaikan dari kekurangan yang ada.
b Kejelasan program studi menunjukkan cara untuk
mengatasi masalah yang ada.
Penilaian*
Penjelasan/Dasar Penilaian yang
Rekomendasi
No. Aspek Penilaian Diperoleh dari Dokumen ED dan
Asr-1 Asr-2 Nilai Akhir Pembinaan
Observasi

c Kelayakan dan kerealistikan strategi dan


sasaran yang ingin dicapai.

4 Keterpaduan dan keterkaitan antar


komponen evaluasi diri

a Komprehensif (dalam, luas dan terpadu).


b Kejelasan analisis intra dan antar komponen
evaluasi diri.

Jumlah
Terima
Kasih