Anda di halaman 1dari 16

SATUAN OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

VITALISASI OTAK PADA LANSIA DEMENSIA

OLEH :

PUTRI DAHLIA

1741312064

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2018
SOP SENAM VITALISASI OTAK

1. Definisi
Senam Vitalisasi Otak merupakan sebuah produk latihan kebugaran fisik
yang mengkhususkan diri pada upaya mempertahankan kebugaran otak manusia.
Latihan/Senam Vitalisasi Otak adalah salah satu olahraga yang disusun
berdasarkan memori gerak (kinestetik), yang melibatkan berbagai proses
imajinasi penglihatan, pendengaran, sensorik, emosional (fungsi luhur otak)
dalam satu gerakan. Dalam Latihan/Senam Vitalisasi Otak diperlukan
sinkronisasi antara gerak napas fisiologis dan gerakan itu sendiri.

2. Tujuan
a) Tujuan Umum

Latihan/Senam Vitalisasi Otak adalah memelihara berbagai fungsi otak


agar dapat bekerja sesuai fungsi dan kebutuhannya dengan memberi suplai
oksigen dan darah yang optimal, khususnya ke otak. Tujuan khusus
Latihan/Senam Vitalisasi Otak adalah memberikan stimulasi yang adekuat pada
struktur-struktur otak tertentu secara unimodal dan pada struktur yang
berkaitan/multimodal yang berperan dalam kehidupan manusia sehari-hari.
Latihan/Senam Vitalisasi Otak dapat dilakukan oleh anak-anak, remaja, dewasa,
dan usia lanjut.

b) Tujuan Khusus
1) Upaya stimulasi dan pengaktifan otak menuju peningkatan kebugaran
otak
2) Meningkatkan konsentrasi
3) Meningkatkan kemampuan visuo-spasial (mengenal ruang)
4) Meningkatkan keseimbangan
5) Meningkatkan koordinasi
6) Meningkatkan daya tahan fungsi otak
7) Meningkatkan pernapasan
8) Mengurangi keluhan fisik sehubungan kondisi degenerasi organ tubuh
9) Kegiatan rekreatif dan menyenangkan
10) Melakukan relaksasi dalam gerakan
11) Merangsang cinta, kasih sayang terhadap sesama manusia
12) Merasa bersyukur kepada Sang Pencipta jagat raya

3. Indikasi
Dapat dilakukan oleh lansia atau orang yang terkena demensia maupun tidak dan
masih mampu untuk melakukan senam.

4. Prinsip Dasar Senam Vitalisasi Otak


a) Lambat
Gerakan dalam Latihan/Senam Vitalisasi Otak dilakukan
perlahan-lahan dengan tujuan menyelaraskan pola gerak otot, gerakan
ritmis otot-otot pernapasan, dan metabolisme pada bagian otak yang
terstimulasi dan melalui imajinasi saat melakukan gerakan. Secara tidak
langsung, gerakan yang lambat tidak memberi beban berat pada jantung.
b) Dari bawah ke atas
Gerakan selama Latihan/Senam Vitalisasi Otak mengupayakan
sistematika gerak dari arah tubuh bagian bawah terus ke bagian atas,
dengan tujuan untuk melatih bagian otot yang lebih kecil sampai otot
yang lebih besar. Hal tersebut dilakukan agar gangguan-gangguan,
terutama pada gerakan halus (misalnya menjahit, menulis) dan gerakan
kasar (misalnya menyapu) yang sering terjadi pada orang tua dapat
diatasi.
c) Berulang-ulang
Gerakan dalam Latihan/Senam Vitalisasi Otak dilakukan dengan
beberapa kali pengulangan. Hal ini penting sekali agar stimulasi gerak
dapat terekam dalam otak melalui jaras proprioseptif (melatih rasa
gerakan pada sendi/memori gerak).
d) Melibatkan pandangan mata
Setiap gerakan yang dilakukan oleh tangan maupun kaki pada
Latihan/Senam Vitalisasi Otak senantiasa melibatkan pandangan mata.
Hal ini untuk mengatasi masalah pada usia lanjut yang berhubungan
dengan gangguan konsentrasi visual dan kemampuan visuospasial
(mengenal ruang)
e) Gerak sendi penuh
Gerakan pada Latihan/Senam Vitalisasi Otak dilakukan sampai
batas maksimal sendi. Kegunaannya untuk mengatasi permasalahan
sendi yang dapat mengakibatkan keterbatasan gerak, yang biasa terjadi
pada para lanjut usia.
f) Melibatkan pernapasan
Dalam Latihan/Senam Vitalisasi Otak, pernapasan senantiasa
dilakukan secara teratur pada setiap gerakan. Hal ini penting untuk
mencapai oksigenisasi yang optimal menuju otak karena permasalahan
pada otak bisa muncul akibat kurangnya oksigen di otak. Sebaliknya,
metabolisme otak optimal dapat tercapai bila oksigen di otak tercukupi.
Dalam Latihan/Senam Vitalisasi Otak, suatu upaya yang terus diarahkan
adalah bagaimana proses “pernapasan dalam” dapat dilakukan setiap
melakukan gerak. Kontrol pernapasan ini juga sangat berguna untuk
mencapai relaksasi pada peserta.
g) Dihayati (sesuai gerakan yang dilakukan)
Setiap melakukan Latihan/Senam Vitalisasi Otak, peserta
diharapkan menghayati gerakan yang dilakukannya. Hal ini berguna
untuk mencapai harmonisasi antara gerak (otot dan sendi), otak dan
emosi karena tujuan akhir melakukan latihan ini adalah tercapainya
keseimbangan antara fungsi otak, kerja otot dan stabilisasi emosi. Setiap
gerakan pada Latihan/Senam Vitalisasi Otak dilakukan dengan imajinasi
tertentu sesuai dengan rangsang suara atau pola gerakan yang akan
menyebabkan terangsangnya berbagai tempat di otak sehingga terjadi
keselarasan antara gerak, pikiran, dan emosi (body and mind exercise).

5. Langkah-langkah

a) Persiapan

Klien diminta untuk berdoa kepada Allah SWT. Agar di berikan kemudahan
dalam menjalani senam vitalisasi otak dan mendapatkan manfaatnya.

b) Pemanasan

1) Gerakan seperti Permohonan


a. Kaki dibuka sedikit sebatas bahu, lutut ditekuk, tangan di depan lutut,
telapak tangan menghadap lutut

b. Hitungan 1-3: tangan lurus bergerak ke atas, telapak tangan menghadap


ke bawah, putar hingga menghadap ke atas, tarik napas melalui hidung,
lutut perlahan ditegakkan, pandangan mata mengikuti gerakan tangan

c. Hitungan 4: tangan dikibaskan sehingga telapak tangan menghadap


keatas

d. Hitungan 5-8: tangan turun perlahan menuju posisi semula, napas di


hembuskan melalui mulut

2) Gerakan Pengharapan

a. Kaki dibuka sedikit sebatas bahu, lutut ditekuk, tangan di depan lutut,
telapak tangan menghadap lutut

b. Hitungan 1-3: tangan lurus bergerak ke atas, telapak tangan menghadap


ke bawah, putar hingga menghadap ke atas, tarik napas melalui hidung,
lutut perlahan ditegakkan, pandangan mata mengikuti gerakan tangan

c. Hitungan 4: kepala ditengadahkan, tangan dikibaskan sehingga telapak


tangan menghadap keatas, kaki jinjit.

d. Hitungan 5-8: tangan turun perlahan menuju posisi semula, napas di


hembuskan melalui mulut

3) Kepak Kupu-Kupu (repetisi: 2×8 hitungan kanan dan kiri)


a. Emosi: Bayangkan diri seperti kupu-kupu yang sedang
mengepakkan sayapnya di taman bunga beraneka warna, yang
harum, dan hawanya yang sejuk.

b. Posisi badan berdiri tegak, kedua kaki terbuka selebar bahu,


kedua tangan disamping paha.

c. Hitungan 1-4: angkat kedua tangan bersilang di depan perut,


telapak tangan menghadap ke atas, tangan diayun keluar bawah,
kemudian melingkar hingga telapak tangan menghadap ke atas,
jemari tangan bertemu di atas kepala, rentangkan kaki kiri ke
belakang kiri, badan bertumpu pada kaki kanan, kedua kaki jinjit,
pandangan mata mengikuti tangan kanan, dan tarik napas melalui
hidung

d. Hitungan 5-8: kedua tangan diturunkan hingga menyilang di


depan perut, diikuti pandangan mata pada tangan kanan, majukan
kaki kiri ke posisi semula dan napas dikeluarkan melalui mulut.

e. Untuk posisi kaki kiri, ulangi gerakan seperti di atas

4) Rangkaian Bunga Melati


a. Emosi: Bayangkan sekuntum bunga melati warnanya putih,
bersih, indah, dan harum baunya melambangkan kesucian

b. Bila dirangkai dan dikalungkan akan melambangkan


kehormaatan

c. Kaki rapat, tangan di depan dada, telapak tangan menghadap


keluar, kedua ibu jari dan telunjuk saling menyentuh membentuk
gambar daun.
d. Hitungan 1-4: tangan digerakkan ke arah kanan atas, melingkar
seperti membuat kelopak bunga, sampai kembali ke posisi semula
(tengah)

e. Hitungan 5-8: tangan kembali bergerak ke samping kanan atas,


bergerak melingkar ke bawah mengikuti gerak jarum jam,
kembali pe posisi semula (tengah)

f. Hitungan 1-4: berikutnya, tangan bergerak ke samping kiri atas,


melingkar kembali ke tengah.

g. Hitungan 5-8: tangan bergerak ke kiri bawah, melingkar ke arah


tengah.

h. Gerak lingkarannya kecil sebatas siku

Catatan : Mata mengikuti gerakan


tangan, bila pusing dapat disertai gerakan kepala, bila tetap pusing
gerakan tidak dilakukan.

c) Gerakan Inti 1

1) Tapak Menyusur (diulang:2 x 8 hitungan kaki kanan dan kaki kiri


bergantian)

a. melatih keseimbangan, memusatkan pikiran, meningkatkan


perhatian, menenangkan emosi, meningkatkan rasa percaya diri
dan merangsang otak kecil.

b. Imajinasi yang dibangun membayangkan kita dalam menghadapi


suatu kesulitan dan berupaya untuk mencari jalan keluarnya serta
kita berhasil mengatasi kesulitan tersebut.
c. Berdiri tegak, Telapak Tangan di paha, kaki direnggangkan dan
sedikit ditekuk

d. Hitungan 1-4: kedua kaki kanan di luruskan secara perlahan


sambil tangan bergerak ke atas menyusuri seluruh badan sampai
ke kepala sambil menarik napas melalui hidung. kemudian Kedua
lengan diangkat lurus ke samping untuk mempertahankan
keseimbangan.

e. Hitungan 5-8: kaki kembali menyusur ke bawah, hembuskan


napas melalui mulut, kembali ke posisi semula.

2) Langkah Pasti (diulang:2 x 8 hitungan maju mundur bergantian)

a. Imajinasi : bayangkan anda mengambil keputusan untuk menikah


dan pada saat melaksanakan pernikahan.

b. Emosi : penuh keyakinan dan percaya diri

c. Berdiri tegak, tangan di samping badan

d. Hitungan 1: kaki kanan di angkat, tarik napas dari hidung, tangan


kanan diayunkan ke atas setinggi bahu, pergelangan tangan
ditekuk. Telapak tangan menghadap ke bawah,lalu kibaskan
sehingga telapak menghadap ke depan.

e. Hitungan 2: kaki kanan diturunkan dengan tumit terlebih dahulu


menyentuh tanah, tanan turun setinggi pinggang, telapak tangan
menghadap ke depan. Napas di hhembuskan melalui mulut.

f. Hitungan 3-4: lakukan untuk kaki kiri.

g. Hitungan 5-8: ulangi langkah maju seperti diatas.

h. Hitungan 1-8 berikutnya: jalan mundur diawali dari kaki kiri


dengan gerakan yang sama.
i. Note : Tangan menyilang di dada pada yang mengalami gangguan
keseimbangan

3) Kemenangan (repetisi:4 x 8 hitungan)


a. Bayangkan kita mendapatkan sesuatu yang kita inginkan atau kita
senangi.

b. Gerakan : koordinasi gerakan kaki, tangan, mata, kepala dalam


bentuk seperti tarian merangsang emosi gembira.

c. Atur nafas sesuai gerakan

d. Berdiri tegak, kaki rapat, tangan di samping.

e. Hitungan 1: bentangkan kedua lengan dengan posisi tangan


kanan ke samping atas dan tangan kiri ke samping bawah.
Telapak tangan menghadap ke depan, kaki kiri menendang ke
depan. Pandangan mata mengikuti tangan yang ke atas.Hitungan
2: gerakan yang sama dilakukan dengan anggota badan kiri.
Kedua lengan diturunkan dan kedua tangan menepuk di depan
dada, kaki kanan turunkan ke tempat semula.

f. Lanjut berganti-ganti sampai hitungan ke – 8.

g. Setiap pergantian gerak diawali dengan tepuk tangan di depan dada.

h. Atur nafas sesuai gerakan


4) Ceria (repetisi: 4×8 hitungan)
a. Berdiri tegak, kaki rapat, tangan di samping

b. Hitungan 1: tepuk tangan di depan dalam sikap sembah.siku


kanan menekuk, telapak tangan kanan setinggi bahu menghadap
ke depan, tarik ke belakang lengan kanan, tangan kiri di depan
dada dengan telapak tangan menghadap ke kanan, kaki kiri
digerakkan ke depan. Tepukkan kedua tangan didepan dada.
Tekuk sedikit lutut kiri. Kaki kiri ditarik kembali ke tempat
semula.

c. Hitungan 2, tangan kiri tetap di depan dada, gerakkan lengan


kanan yang tetap tertekuk pada sendi siku ke sisi bahu kanan,
tungkai kiri gerakkan ke belakang, lutut kanan di tekuk sedikit.

d. Kepala menengok ke tangan yang bergerak ke belakang.

e. Lakukan tepuk tangan 2x

f. Hitungan 2: lakukan gerakan yang sama dengan sisi yang lain

5) Menyentuh Pelangi (repetisi:1 x 8 hitungan)


a. Emosi: menghayati keagungan pencipta kita yang telah memberi
kehidupan, keselamata, kesehatan dan kesejahteraan. Dengan
membayangkan pelangi yang indah melingar diatas langit.

b. Kaki sedikit dibuka, tangan disamping badan menyilang di depan


dada tangan kanan diatas dan pada saat kembali sebaliknya
tangan kanan dibawah.

c. Hitungan 1-4: tarik napas (posisi dorso fleksi) dengan tangan


digerakkan ke atas dengan telapak tangan menghadap ke atas.
Sampai di atas kepala, telapak tangan menghadap ke bawah, jari-
jari bersentuhan, pandangan mata lurus ke depan. Bila gerakan
tersebut tidak dapat dilakukan dengan kaki sejajar, dapat dibantu
dengan pijakan kaki ke belakang secara bergantian.

d. Hitungan 5-8: hembuskan napas, turunkan tangan ke posisi


semula.(posisi anterofleksi). Bila gerakan tersebut tidak dapat
dilakukan dengan kaki sejajar, dapat dibantu dengan pijakan kaki
ke depan secara bergantian.

6) Menyentuh Pelangi (repetisi:1 x 8 hitungan)

a. Emosi: menghayati keagungan pencipta kita yang telah memberi


kehidupan, keselamata, kesehatan dan kesejahteraan. Dengan
membayangkan pelangi yang indah melingar diatas langit.

b. Kaki sedikit dibuka, tangan disamping badan menyilang di depan


dada tangan kanan diatas dan pada saat kembali sebaliknya
tangan kanan dibawah.

c. Hitungan 1-4: tarik napas (posisi dorso fleksi) dengan tangan


digerakkan ke atas dengan telapak tangan menghadap ke atas.
Sampai di atas kepala, telapak tangan menghadap ke bawah, jari-
jari bersentuhan, pandangan mata lurus ke depan. Bila gerakan
tersebut tidak dapat dilakukan dengan kaki sejajar, dapat dibantu
dengan pijakan kaki ke belakang secara bergantian.
d. Hitungan 5-8: hembuskan napas, turunkan tangan ke posisi
semula.(posisi anterofleksi). Bila gerakan tersebut tidak dapat
dilakukan dengan kaki sejajar, dapat dibantu dengan pijakan kaki
ke depan secara bergantian.

7) Kasih Sayang (repetisi:1×8 hitungan)


a. Emosi: ungkapan rasa kasih sayang terhadap semua dan sesama
manusia. Bayangkan kita saling menyayangi suami istri dan
sluruh keluarga, kerabat, tetangga, dan masyarakat.

b. Kaki sedikit dibuka, tangan di samping badan.

c. Hitungan 1-4: ambil napas, tangan di gerakkan ke samping,


pergelangan tangan ditekuk, telapak tangan menghadap ke depan,
dorong tangan ke depan dengan posisi badan membungkuk,
ujung jari-jari saling bertemu, pandangan mata menghadap ke
depan.

d. Hitungan 5-8: sambil menghembuskan nafas tarik tangan ke


samping dan kembali ke posisi semula.

Tambahan : Dapat dilakukan


torso kekanan, kekiri dan menyamping

d) Gerakan Inti 2

1) Menjangkau Harapan (repetisi:4 x 8 hitungan)


a. Emosi: membayangkan rasa optimis untuk melakukan sesuatu
dan tidak berputus asa untuk melakukan kembali kesulitan-
kesulitan yang dihadapi.

b. Kaki dibuka sejajar bahu

c. Hitungan 1-4: tarik napas, gerakkan kedua lengan dari samping.

d. Pinggul sebelah kiri ke samping kanan, ke atas sampai di atas


kepala, lentikkan tangan hingga telapak tangan menghadap ke
atas, kaki kanan menumpu, kaki kiri diluruskan hingga tumit
terangkat.

e. Hitungan 5 – 8: hembuskan napas dan gerakkan tangan serta


tubuh kembali ke posisi semula.

2) Memandang Langit (repetisi:4×8 hitungan)


a. Gerakan : Fleksi lengan, tungkai, torso kekiri-kanan. Mata
mengikuti gerakan tangan ke atas

b. Emosi: mengagumi jagat raya ciptaan Tuhan

c. Kaki di buka sejajar bahu

d. Hitungan 1 – 4: tarik napas lewat hidung, tangan kiri di pinggang,


tangan kanan digerakkan ke atas lewat samping. Hingga di atas
kepala, telapak tangan menghadap ke bawah, kaki kiri lurus, kaki
kanan sedikit ditekuk, badan miring ke kiri, pandangan mata
mengikuti gerakan tangan ke atas.

e. Hitungan 5 – 8 : perlahan-lahan kembali ke posisi awal,


hembuskan napas melalui mulut.
f. Berikutnya, lakukan gerakan yang sama dengan sisi yang lainnya.

g. Pandangan mata senantiasa mengikuti gerakan tangan.

3) Menapak jejak
a. Emosi : merasa sehat, kuat, dan rasa optimis

b. Berdiri dengan kaki rapat, tangan disisi

c. Hitungan 1, tarik nafas, angkat paha kanan hingga tegak kurus


badan ke arah sisi kiri, lengan kanan lurus ke belakang, lengan
kiri diayun lurus ke atas kanan.

d. Hitungan 2, pertahankan, berdiri pada kaki kiri ini

e. Hitungan 3, hembuskan nafas, langkahkan kaki kanan ke sisi kiri


depan, badan condong ke depan

f. Hitungan 4, tarik torso ke belakang

g. Hitungan 5-8, gerakan yang sama dengan sisi lainnya

h. Hitungan 1-8 berikutnya, jalan zig-zag mundur ke posisi awal.


Tambahan : gerakan cross croal tungkai dan lengan

4) Kepak Pahlawan (repetisi: 2 x 8 hitungan maju mundur bergantian)

a. Emosi: Kita bersyukur dan bangga atas keberhasilan kita


melakukan sesuatu dengan baik

b. Hitungan 1-2: tarik napas, lengan kanan dibentangkan ke atas,


lengan kiri ke bawah dengan telapak tangan menghadap ke
dalam. Pandangan mata mengikuti gerakan lengan yang ke atas,
angkat kaki kiri maju ke depan.
c. Hitungan 3: kaki kiri tetap di depan, telapak tangan menyatu,
bersikap sembah di depan dada.

d. Hitungan 4: kedua lutut di tekuk.

e. Hitungan 5-8: melangkah maju dengan kaki kiri dan gerakan


yang sama dengan kaki kanan. Hembuskan napas dan pandangan
mata senantiasa mengikuti gerakan tangan ke atas bergantian.

e) Pendinginan

1) Bersiul (repetisi:1 x 8 hitungan)

Tangan di pinggang, tarik napas, lalu mulut bersiul selama 8 hitungan.


Hitungan 1-2 tarik nafas, hitungan 3-8, bersiul 2 kali.

2) Senyuman manis (repetisi:1 x 8 hitungan)

Tangan dipinggang, bibir tersenyum. Hitunh 1-2, senyum, 3-4, biasa, 5-6,
senyum, 7-8, biasa

3) Mengangkat dan menurunkan alis (repetisi:1 x 8 hitungan)

Tangan di pinggang, Hitungan 1: alis di angkat. Hitungan 2: alis di turunkan,


dan seterusnya hitungan 1-2, angkat alis, 3-4, turun kan alis, di ulang 2 kali.

4) Membuka dan menutup mata (repetisi:1 x 8 hitungan)

Tangan di pinggang, Hitungan 1: menutup mata, Hitungan 2: membuka


mata, dan seterusnya

5) Tatapan Mata (repetisi: 4 x 8 hitungan)

Telapak tangan disatukan di depan dada, sikap sembah


a. Hitungan 1 – 8 pertama: Hitungan 1 – 4: kedua tangan ke atas diikuti
tatapan mata, hitungan 5 – 8: kedua tangan bergerak kembali ke
depan dada, diikuti juga dengan tatapan mata
b. Hitungan 1 – 8 kedua: Hitungan 1 – 4: kedua tangan bergerak ke
samping kanan diikuti tatapan mata, hitungan 5 – 8: kedua tangan
bergerak kembali ke depan dada, diikuti juga dengan tatapan mata

c. Hitungan 1 – 8 ketiga: Hitungan 1 – 4: kedua tangan bergerak ke


samping kiri diikuti tatapan mata, hitungan 5 – 8: kedua tangan
bergerak kembali ke depan dada, diikuti juga dengan tatapan mata.

d. Hitungan 1 – 8 keempat: Hitungan 1 – 4: kedua tangan bergerak ke


bawah diikuti tatapan mata, Hitungan 5 – 8: kedua tangan bergerak
kembali ke depan dada, diikuti juga dengan tatapan mata.