Anda di halaman 1dari 4

TELAAHAN STAF UPTD PUSKESMAS

Kepada : Kepala Puskesmas


Dari : Dokter Penanggung Jawab Poli Umum
Tanggal : 10 April 2018
Perihal : Persiapan Proses Akreditasi Puskesmas
Lampiran : Kebutuhan Sarana dan Peralatan Ruang Pengobatan Umum, Ruang
Pengobatan Lansia dan Ruang Kesehatan Anak dan Imunisasi.

A. Persoalan :
1. Akan dilaksanakannya survey akreditasi Puskesmas tahun 2018
2. Belum adanya Izin Operasional Puskesmas, apakah sebagai Fasilitas kesehatan
tingkat pertama Non Rawatan, atau Rawatan.
3. Sarana dan Prasarana Puskesmas yang tidak memadai.
4. Anggaran untuk Akreditasi tidak dimasukkan dalam Rencana Pelaksanaan
Kegiatan Puskesmas Tahun 2018 dan Rencana Kegiatan Anggaran tahun 2018.

B. Praanggapan:
1. Peraturan Menteri Kesehatan No.46 Tahun 2015 Tentang Akreditasi
Puskesmas, pada Bab 1 pasal 2 menyatakan bahwa Pengaturan akreditasi
Puskesmas, Klinik Pratama, tempat praktek mandiri dokter, dan tempat praktek
mandiri dokter gigi bertujuan untuk : a. meningkatkan mutu pelayanan dan
keselamatan pasien, b. Meningkatkan perlindungan bagi sumber daya kesehatan,
masyarakat dan lingkungannya, serta Puskesmas, Klinik Pratama, tempat praktek
mandiri dokter, dan tempat praktek mandiri dokter gigi sebagai institusi. Dan Bab
II Pasal 6 tentang Survey Akreditasi.

2. Peraturan Menteri Kesehatan No.75 tahun 2014 Bab V tentang Perizinan dan
registrasi puskesmas. Serta Undang-undang No.36 tahun Tahun 2009 tentang
Kesehatan, pada Bab V, Pasal 30 ayat 4 dan 5 dan pasal 35 tentang perizinan
fasilitas kesehatan..
3. Peraturan Menteri Kesehatan No.75 tahun 2014, pada Bab III Pasal 9 tentang
persyaratan Puskesmas

4. Peraturan Menteri Kesehatan No.46 Tahun 2015 Tentang Akreditasi


Puskesmas, Bab IV Pasal 17 Ayat 1 menyatakan Pendanaan Penyelenggaraan
Akreditasi, kegiatan pendampingan dan penilaian praakreditasi serta pendampingan
pasca akreditasi Pada Puskesmas, klinik Pratama, tempat praktik mandiri dokter,
tempat praktik mandiri dokter gigi milik pemerintah atau pemerintah daerah
dibeban kan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah.

C. Fakta yang mempengaruhi dan Analisis


1. saat ini terjadi keterbatasan sarana dan prasarana maka mutu pelayanan di
puskesmas jauh dibawah standart dengan demikian maka akan berpengaruh besar
terhadap jaminan keselamatan pasien, dan jika survey akreditasi tetap
dilaksanakan tahun 2018 maka juga akan berpengaruh terhadap hasil penilaian yang
dibawah standart, seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan
No.46 Tahun 2015 Tentang Akreditasi Puskesmas, pada Bab II pasal 6 ayat 1 yang
menyatakan suvey akreditasi adalah kegiatan penilaian untuk mengukur
tingkat kesesuaian terhadap standart akreditasi. Hasil survey ini secara
langsung akan berpengaruh khusunya terhadap citra puskesmas sebagai unit
pelaksana teknis dibawah dinas kesehatan dan juga terhadap pemerintah daerah
pada umumnya. Karena Akreditasi bukan hanya milik Puskesmas dan Dinas
Kesehatan tapi merupakan milik Pemerintah Daerah.

2. Saat ini Puskesmas belum memiliki izin Operasional yang jelas, apakah izin
operasional Puskesmas rawat inap atau rawat jalan, Puskesmas menempati dan
mengadakan pelayanan di gedung yang disiapkan untuk rawat inap, sedangkan
pelayanan yang diberikan adalah pelayanan rawat jalan. Oleh karena izin operasional
belum ada, maka terjadi kesimpangsiuran hal-hal sbb:

a. Saat ini desain dan tata ruang bangunan yang ada adalah desain dan tata ruang
rawat inap ( bukan tata ruang puskesmas rawat inap) hanya ruang- ruang /
kamar- kamar perawatan pasien rawat inap yang saat ini dialih fungsikan
menjadi gedung puskesmas rawat jalan dengan pelayanan pasien rawat jalan.
Ketidaksesuaian antara desain gedung dan fungsi menimbukan kebingungan
staf dalam menjalani proses akreditasi terutama dalam menyiapkan dokumen
pelayanan dan penilaian mutu layanan klinis.
b. Oleh karena itu untuk kelegalan dan kejelasan pelayanan yang diberikan kepada
pasien maka izin operasional sangat dibutuhkan, jika izin operasional
Puskesmas yang diterbitkan adalah rawat jalan, maka gedung yang ada sekarang
bisa segera disesuaikan menjadi gedung Puskesmas Rawat jalan ( FKTP non
Rawatan), namun jika sebaliknya jika Izin Operasional Puskesmas di terbitkan
adalah rawat Inap (FKTP Rawatan) maka dibutuhkan tambahan gedung dengan
desain Puskesmas Rawat Inap sesuai Permenkes 75 tahun 2014.

3. Sarana dan Prasarana Puskesmas tidak memadai dan belum sesuai dengan
PMK No.75 tahun 2014 tentang Puskesmas, khusunya poli umum, poli Lansia dan
poli Anak, (Kebutuhan terlampir),menyebabkan masih sangat jauh dari standart
pelayanan praktek klinis yang sesungguhnya, sehingga berefek ke mutu pelayanan
yang dibawah standart dan keselamatan pasien menjadi ancaman nya.

4. Anggaran untuk Akreditasi tidak tertera dalam Rencana Pelaksanaan


Kegiatan (RPK) Puskesmas tahun 2018, dimana dalam hal ini mengacu pada dasar
hukum akreditasi yaitu Peraturan Menteri Kesehatan No.46 Tahun 2015 Tentang
Akreditasi Puskesmas, Bab IV Pasal 17 Ayat 1 menyatakan Pendanaan
Penyelenggaraan Akreditasi, kegiatan pendampingan dan penilaian praakreditasi
serta pendampingan psca akreditasi Pada Puskesmas, klinik Pratama, tempat praktik
mandiri dokter, tempat praktik mandiri dokter gigi milik pemerintah atau pemerintah
daerah dibeban kan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Sehingga Proses akreditasi tidak
maksimal dan bahkan tidak dapat di laksanakan mengingat proses akreditasi ini
membutuhkan dana.

D. Kesimpulan dan Saran:


1. Oleh karena fakta dan analisis tersebut diatas yaitu: sarana dan prasarana yg tidak
memenuhi standar, izin operasional yang belum ada, dan mata anggaran yang tidak
ada dalam tahun ini maka sudah sepatutnya lah survey akreditasi belum layak untuk
dilakukan tahun 2018, namun proses menuju survey tersebut tetap terus
dilaksanakan secara berkesinambungan.
2. Pendampingan Akreditasi oleh dinas kesehatan tetap terus dilaksanakan
3. Mengurus segera Izin Operasional dan registrasi Puskesmas
4. Melengkapi sarana dan Prasarana sesuai dengan Izin Operasional dan Permenkes
No.75 tahun 2014 tentang Puskesmas
5. Menganggarkan Anggaran Akreditasi sesuai kebutuhan.

Nama : dr.akred

Jabatan : Dokter Penanggung Jawab Poli Umum

Tanda tangan :