Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

“SENAM DIABETES”

PUSKESMAS KALIJUDAN SURABAYA

Pembimbing Akademik :
Rista Fauziningtyas, S.Kep.Ns., M.Kep

Pembimbing Klinik:
Waji, Amd.Kep

PENGALAMAN BELAJAR PRAKTIKA (PBP) A2015


KELOMPOK 25:

Arman Rosyadio Firmansyah 131411133098


Diah Ayu Mustika 131511133080
Gita Kurnia Widiastutik 131511133086
Mitha Wulan Nur ‘Aini 131511133103

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2018
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN NERS

FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

SURABAYA

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Senam Diabetes Mellitus.

Sasaran : Pasien dan keluarga pasien di Puskesmas Kalijudan.

Tempat : Puskesmas Kalijudan.

Hari / tanggal : Kamis, 12 Juli 2018.

Waktu : 09.00 – 09.30 WIB (30 menit).

A. Analisa Situasional

1. Pelaksana : Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Ners,


Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga, Surabaya.
2. Peserta : Pasien dan keluarga pasien di Puskesmas Kalijudan.

B. Latar Belakang
Penyakit kaki diabetes merupakan salah satu komplikasi kronis yang sering terjadi
pada penderita diabetes. Kondisi ini diperparah dengan adanya gangguan sirkulasi dan
saraf. Pada penderita kaki diabetes akan lebih mudah mengalami cidera akibat berkurang
atau hilangnya sensasi pada area kaki.

C. Tujuan Instruksional
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan pasien dan keluarga dapat menerapkan
senam diabetes secara mandiri.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, pasien dan keluarga lansia mampu:
a. Menjelaskan pengertian diabetes.
b. Menjelaskan penyebab diabetes.
c. Menjelaskan tanda dan gejala diabetes.
d. Menjelaskan komplikasi diabetes.
e. Menjelaskan cara mencegah kaki diabetes.

D. Metode
1. Ceramah
2. Demonstrasi

D. Media Penyuluhan
1. Leaflet
2. Video

E. Organisasi Kegiatan
Pembimbing Akademik : Rista Fauziningtyas, S.Kep,.Ns, M.Kep
Pembimbing Klinik : Waji, Amd. Kep
Pemateri : Diah Ayu Mustika
Moderator : Arman Rosyadio Firmansyah
Fasilitator : Gita Kurnia Widiastutik
Observer : Mitha Wulan Nur ‘Aini

F. Kegiatan
No. Waktu Kegiatan Evaluasi
1. 5 menit Pembukaan a. Peserta
a. Mengucap salam. menjawab
b. Memperkenalkan diri. salam.
c. Menyampaikan tujuan kegiatan dan b. Peserta
kontrak waktu. kooperatif.
d. Menggali pengetahuan tentang c. Peserta mengerti
diabetes. maksud dan
tujuan kegiatan.
2. 20 menit Materi (10 menit) a. Peserta
a. Menjelaskan pengertian diabetes memperhatikan
b. Menjelaskan penyebab diabetes dan kooperatif
c. Menjelaskan tanda dan gejala diabetes b. Peserta
d. Menjelaskan komplikasi diabetes mengajukan
e. Menjelaskan cara mencegah kaki pertanyaan
diabetes apabila ada yang
kurang
Demonstrasi (10 menit) dimengerti
a. Mempraktikan senam diabetes c. Peserta
bersama-sama dengan peserta mengikuti senam
penyuluhan. diabetes.

3. 5 menit Penutup a. Peserta


a. Menyimpulkan materi yang telah mendengarkan
disampaikan. dengan baik.
b. Mengucapkan terima kasih atas b. Peserta
partisipasi peserta dan mengucapkan menjawab
salam penutup. salam.

G. Setting Tempat Penyuluhan


Keterangan:
: Pemateri

: Observer

: Fasilitator

: Peserta

: Moderator
H. Job Description

1. Moderator
Uraian tugas:
a. Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan tim kepada peserta.
b. Menjelaskan tujuan penyuluhan dan kontrak waktu.
c. Memotivasi pasien dan keluarga untuk berpartisipasi aktif.
d. Memimpin jalannya acara penyuluhan.
e. Menutup acara penyuluhan.

2. Pemateri
Uraian tugas:
a. Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan menggunakan bahasa yang dapat
dimengerti oleh pasien dan keluarga.
b. Memotivasi pasien untuk tetap aktif dan memperhatikan proses penyuluhan.

3. Fasilitator
Uraian tugas:
a. Ikut bergabung dan duduk bersama di antara peserta.
b. Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan.
c. Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas.
d. Menginterupsi penyuluh tentang istilah yang dirasa kurang jelas bagi peserta.
e. Membagikan leaflet kepada peserta.

4. Observer
Uraian tugas:
a. Mencatat nama, alamat, dan jumlah peserta penyuluhan.
b. Mencatat pertanyaan yang diajukan oleh peserta.
c. Mengamati perilaku verbal dan nonverbal peserta selama proses penyuluhan.
d. Mengevaluasi hasil penyuluhan dengan rencana penyuluhan.
I. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Kontrak waktu dan tempat diberikan sebelum acara dilaksanakan.
b. Pembuatan SAP, absensi, dan leaflet dikerjakan 2 hari sebelum acara.
c. Peserta berada di tempat kegiatan dan jumlah kehadiran minimal 20 orang.
d. Penyelenggaraan kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Kalijudan.
e. Pengorganisasian kegiatan dilakukan sebelumnya.

2. Evaluasi Proses
a. Peserta antusias terhadap kegiatan.
b. Peserta mengikuti kegiatan hingga selesai.
c. Peserta mengikuti senam diabetes.

3. Evaluasi Hasil
a. Acara dimulai tepat waktu tanpa kendala.
b. Peserta memahami materi yang disampaikan oleh pemateri.
c. Peserta mampu melakukan senam diabetes secara mandiri.
d. Peserta tidak ada yang meninggalkan tempat sebelum acara penyuluhan selesai.

MATERI PENYULUHAN SENAM DIABETES

Pengertian DM

Diabetes Mellitus berasal dari kata Diabetes yang berarti terus mengalir, dan Mellitus yang
berarti manis. Diabetes Mellitus (DM) atau penyakit kencing manis merupakan penyakit
metabolisme yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) seseorang di
dalam tubuh yang tinggi melebihi batas normal (hiperglikemia). Kadar gula yang tinggi
dikeluarkan melalui air seni (urin), sehingga air seni mengandung gula atau manis sehingga
disebut sebagai penyakit kencing manis. (Marewa, 2015) Kadar glukosa darah (gula darah)
melebihi nilai normal yaitu kadar gula darah sewaktu sama atau lebih dari 200 mg/dl, dan
kadar gula darah puasa di atas atau sama dengan 126 mg/dl. (Misnadiarly, 2006).
Penyebab DM

Seperti penyakit pada umumnya, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang
terkena diabetes, yakni :

- Riwayat keluarga (genetik).


- Usia (semakin tua fungsi organ semakin menurun).
- Obesitas.
- Kurang aktivitas.
- Pola makan seperti kadar gula dan lemak yang terlalu tinggi.

Tanda dan Gejala DM

Berikut ini merupakan tanda gejala secara umum pada penyakit DM :

- Poliuria (banyak kencing).


- Polidipsia (banyak minum).
- Polifagia (banyak makan).
- Penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya.
- Keluhan lainnya seperti kesemutan, gatal, mata kabur, mudah mengantuk, mudah
lelah, impotensia pada pria, dan prioritis vulva pada wanita.

Komplikasi DM

Berikut ini merupakan komplikasi dari diabetes mellitus :

- Kulit : infeksi bakteri, infeksi jamur, dan gatal-gatal, dermopathy diabetes,


nekrobiosis lipoidica diabeticorum, lecet diabetes, dan xanthomatosis eruptif.
- Mata : glukoma, katarak, retinopati.
- Kerusakan saraf.
- Ketoasidosis diabetic.
- Gangguan ginjal.
- Hipertensi.
- Stroke.
- Gangguan jantung.
- Hyperosmolar Hyperglycemic Nonketotic Syndrome (HHNS).
- Gastroparesis.
- Kesehatan mental.
- Gangguan kehamilan (diabetes gestasional).
- Komplikasi kaki.

Pencegahan pada DM

Pada penyakit DM usaha pencegahan terdiri atas :

- Pencegahan primer : mencegah agar tidak timbul penyakit DM.


- Pencegahan sekunder : mencegah agar walaupun sudah terjadi penyakit, penyulitnya
tidak terjadi.
- Pencegahan tersier : usaha mencegah agar tidak terjadi kecacatan lebih lanjut
walaupun sudah terjadi penyulit. Salah satu pencegahan tersier yang paling penting
adalah senam kaki diabetes. (Misnadiarly, 2006).

Upaya Pencegahan Kaki Diabetes dengan Senam Kaki Diabetes

Kaki diabetes adalah salah satu komplikasi kronik DM yang paling ditakuti. Angka amputasi
akibat diabetes masih tinggi, sedangkan biaya pengobatan juga sangat tinggi dan sering tidak
terjangkau oleh masyarakat umum. Faktor risiko penderita DM mengalami masalah kaki
yakni :

- Sirkulasi darah kaki dari tungkai yang menurun (gangguan pembuluh darah).
- Berkurangnya perasaan pada kedua kaki (gangguan saraf).
- Berkurangnya daya tahan tubuh terhadap infeksi.

Senam kaki merupakan latihan pergerakan otot dan sendi oleh individu secara aktif dan
mandiri yang dilakukan semaksimal mungkin tanpa menimbulkan nyeri. Senam kaki dapat
membantu sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadnya
kelainan bentuk kaki. (Misnadiarly, 2006) Senam kaki bertujuan untuk memperlancar
peredaran darah ke kaki dan menghindari kekakuan otot. Senam harus dilakukan secara
teratur, dalam keadaan santai dan sambil dinikmati. (Sutedjo, 2010).
Berikut ini merupakan langkah-langkah gerakan senam kaki Diabetes Mellitus :

1. Duduk secara benar di atas kursi dengan meletakkan kaki di lantai.


2. Meletakkan tumit di lantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan ke atas lalu
dibengkokkan kembali ke bawah sebanyak 10 kali.
3. Meletakkan tumit di lantai, angkat telapak kaki ke atas. Kemudian, jari-jari kaki
diletakkan di lantai dengan tumit kfiaki diangkatkan ke atas, cara ini diulangi
sebanyak 10 kali.
4. Tumit kaki diletakkan di lantai. Bagian depan kaki di angkat ke atas dan buat
putaran 360˚ dengan pergerakan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.
5. Jari-jari kaki diletakkan di lantai. Tumit diangkat dan buat putaran 360˚ dengan
pergerakan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.
6. Kaki diangkat ke atas dengan meluruskan lutut. Buat putaran 360˚ dengan
pergerakan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.
7. Lutut diluruskan lalu dibengkokkan kembali ke bawah sebanyak 10 kali. Ulangi
langkah ini untuk kakii yang sebelahnya.
8. Letakkan sehelai kertas surat kabar (koran) di lantai. Bentuk kertas itu menjadi
seperti bola dengan kedua belah kaki, lalu buka kembali bentukkan koran tersebut
dengan kedua kaki. Kemudian robek koran menjadi dua bagian dan satu bagian
yang utuh disimpan dahulu, satu bagiannnya lagi robk kecil-kecil dengan kedua
kaki. Setelah itu kumpulkan kembali sobekan koran tersebut dan letakkan pada
koran yang sebelumnya disimpan, bungkus kembali dengan kedua kaki, bentuk
menjadi bola kembali. (Misnadiarly, 2006).
Daftar Pustaka

American Diabetes Association. Complication. http://www.diabetes.org/living-with-


diabetes/complications/ diakses pada 10 Juli 2018.

Kemenkes RI.2017.Kenali Penyebab Diabetes Mellitus. http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-


sehat/kenali-penyebab-diabetes-mellitus diakses pada 10 Juli 2018.

Marewa, L. W. (2015). Kencing Manis (Diabetes Mellitus) Di Sulawesi Selatan. Jakarta:


Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Misnadiarly. (2006). Diabetes Mellitus:Ulcer, Gangren,Infeksi (Mengenal gejala,


Menanggulangi, dan Mencegah Komplikasi). Jakarta: Pustaka Populer Obor.

Sutedjo, A. (2010). 5 Strategi Penderita Diabetes Melitus Berusia Panjang. Yogyakarta:


Kanisius.