Anda di halaman 1dari 5

1.

Penggolongan antibiotika berdasarkan struktur kimianya dibagi menjadi enam


kelompok yakni :
a. Antibiotika β laktam
Antibiotika β laktam terdiri atas 2 sub kelompok yaitu (1) antibiotika turunan
penisilin dan (2) antibiotoka turunan sefalosporin.
 Antibiotika Turunan Penisilin
Penisilin merupakan antibiotika paling penting yang pertama kali diekstraksi
dari Penicillium notatum. Struktur dasar penisilin terdiri atas cincin
thiazolidin yang menyatu dengan cincin β lactam.
Antibiotika turunan Penisilin dapat diklasifikan lebih lanjut menjadi 5 yaitu:
Penisilin yang peka terhadap penisilinase, Aminopenisilin, Antipseudomonal
penisilin (carboxy penicillin), Ureidopenisilin, Turunan Penisilin lainnya
 Turunan Sefalosporin
Sefalosporin pertama kali diekstraksi dari jamur Cephalosporium
acremonium.
Turunan sefalosporin dapat dikelompokkan berdasarkan struktur kimia,
penggunaan klinis, spektrum antibakteri dan ketahanan terhadap penisilinase,
yakni :
 Sefalosporin yang diberikan secara oral : sefalexin, sefradin, dan
sefaklor
 Sefalosporin yang diberikan secara parenteral : sefalotin, sefasetril,
sefazedon. Turunan ini sensitive terhadap β-laktamase;
 Sefalosporin yang resisten terhadap β-laktamase dan diberikan secara
parenteral : sefuroksim, sefamandol, sefoksitin;
 Sefalosporin yang tidak stabil secara metabolis : sefalotin dan
sefapirin.
Turunan sefalosporin berdasarkan system generasi dibedakan menjadi empat
kelompok yakni sefalosporin generasi I, II, III, IV.
b. Aminoglikosida
Aminoglikosida merupakan antibiotika yang memiliki satu atau lebih gula amino
yang terhubung pada cincin aminosititol melalui ikatan glikosida. Antibiotika
golongan ini umumnya merupakan antibiotika spektrum luas dengan aktivitas
yang lebih tinggi dalam melawan bakteri gram negatif dibandingkan gram positif.
Streptomycin merupakan antibiotika aminoglikosida pertama yang diisolasi dari
Streptomyces griseus.
c. Tetrasiklin
Antibiotika turunan tetrasiklin merupakan turunan oktahidronaftasen yang
terbentuk oleh gabungan 4 buah cincin, serta memiliki 5 atau 6 pusat atom C
asimetrik. Turunan tetrasiklin merupakan antibiotika poten yang memiliki
aktivitas berspektrum luas baik terhadap bakteri gram negatif maupun bakteri
gram positif.
Tetrasiklin dapat dikelompok ke dalam tetrasiklin alami, tetrasiklin semi-sintetis,
dan protetrasiklin.
d. Polipeptida
Antibiotika turunan polipeptida memiliki struktur polipeptida yang kompleks,
yang resisten terhadap protease hewan dan tumbuhan. Antibiotika ini juga
memiliki gugus lipid selain gugus amino yang tidak dimiliki oleh hewan dan
tumbuhan. Obat-obat golongan ini adalah basitrasin, polimiksin, ampomisin,
tirotrisin, dan vankomisin.
e. Makrolida
Antibiotika turunan makrolida merupakan antibiotika yang sangat bermanfaat
khususnya untuk terapi penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram
positif baik dalam bentuk coccus maupun basilus. Antibiotika ini juga efektif
melawan bakteri gram negatif coccus, khusunya Neisseria spp. Antibiotika
turunan makrolida ini pada umumnya dihasilkan oleh Streptomyces sp dan
mempunyai 5 bagian struktur dengan karakteristik sebagai berikut:
 Cincin lakton yang besar, biasanya mengandung 12-17 atom
 Gugus keton
 Satu atau dua gula amin seperti glikosida yang berhubungan dengan cincin
lakton
 Gula netral yang berhubungan dengan gula amino atau pada cincin lakton.
 Gugus dimetilamino pada residu gula yang menyebabkan sifat basa dari
senyawa dan memungkinkan untuk dibuat bentuk garamnya.
f. Linkomisin
Turunan linkomisin merupakan senyawa bakteriostatika, yang pada kadar tinggi
dapat bersifat bakterisid. Senyawa ini dapat diisolasi dari Actinomycetes,
Streptomyces
g. Lain-lain
Antibiotika yang termasuk dalam kelompok ini adalah kloramfenikol, rifampisin
dan mupirosin.

2. Mekanisme kerja beta laktam:

3. Struktur penisilin

a. Struktur dasar penisilin terdiri atas cincin thiazolidin yang menyatu dengan cincin
β lactam. Kedua cincin ini merupakan inti dari turunan penisilin serta diberi nama
6-amino-penicillanic acid (6-APA).
b. Berbagai turunan penisilin semisintetis kemudian diproduksi dengan
memodifikasi rantai samping yang terikat pada 6-APA.
c. Penamaan turunan Penisilin berdasarkan rantai samping yang terikat pada 6-
APA
4. Perbedaan cephalosporin generasi 1,2,3 dan 4 berdasarkan spektrum/aktivitas
antibakterinya, kemampuan menembus CSF, waktu paruh dan inaktivasi akibat β-
laktamase :
a. Sefalosporin Generasi I
Obat-obat Sefalosporin Generasi I memiliki aktivitas yang tinggi terhadap bakteri
gram positif namun aktivitasnya rendah terhadap bakteri gram negatif.
b. Sefalosporin Generasi II
Turunan Sefalosporin Generasi II ini lebih aktif terhadap bakteri gram negatif dan
tidak terlalu aktif terhadap bakteri gram positif bila dibandingkan dengan
Sefalosporin Generasi I
c. Sefalosporin Generasi III
Obat-obat yang termasuk kelompok Sefalosporin Generasi III ini kurang aktif
melawan bakteri gram positif dibandingkan generasi pertama, tapi memiliki
spektrum yang lebih luas terhadap bakteri gram negatif.
d. Sefalosporin Generasi IV
Obat-obat dalam kelompok Sefalosporin Generasi IV ini memiliki spektrum
yang lebih luas dalam melawan bakteri dibandingkan turunan sefalosporin
sebelumnya.
5. Struktur sefalosporin