Anda di halaman 1dari 32

paling kurang dua kali dalam satu tahun, yaitu 3 bulan sebelum periode

kenaikan pangkat.

ada 3 hal penting yang dilihat tim. Yaitu judul, lampiran dan konten.

udul laporan PTK setidaknya memuat 3 hal penting yaitu: Apa yang
ditingkatkan (masalah). Apa tindakannya (solusi masalah). Siapa yang dikenai
tindakan (yang bermasalah)

ampiran dinilai penting, karena dari lampiran itu bisa disimpulkan bahwa PTK
telah benar-benar dilaksanakan dan diseminarkan.

Dokumen pelaksanaan penelitian yang harus dilampirkan paling tidak adalah:


(a) semua RPP untuk semua siklus, (b) semua instrumen yang digunakan
dalam penelitian, baik instrumen pengamatan proses maupun instrumen
pengamatan hasil (c) contoh hasil kerja peserta didik dan guru observer, (d)
dokumen pelaksanaan penelitian yang lain yang menunjang keaslian
penelitian, seperti misalnya, surat ijin, foto-foto kegiatan beserta
penjelasannya, daftar hadir siswa semua pertemuan, pernyataan rekan
sejawat yang bertindak sebagai observer. Adapun lampiran yang
menumbuhkan keraguan misalnya: RPP yg metodanya tidak sama dengan
metoda tindakan, hanya ada satu RPP dengan alokasi waktu 2 jam, foto-foto
yang dipakai dalam 2 laporan berbeda,

Dokumen pendukung seminar meliputi: surat pernyataan dari kepala sekolah


mengenai berita acara seminar, daftar hadir peserta seminar minimal 15 orang
guru yang setidaknya berasal dari 3 lembaga yang sejenjang. Dan diyakinkan
dengan foto-foto kegiatan seminar, bahan tayang atau notulen seminar.

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana dalam mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya.
Untuk melakukan perubahan dalam proses pendidikan dibutuhkan metode yang sesuai dengan
tingkat kemampuan peserta didik. Dalam proses pendidikan dan pembelajaran, suatu metode
pembelajaran harus dikuasai oleh guru. Guru harus mampu untuk memilih dan memilah metode
yang sesuai dengan kondisi anak didiknya agar pembelajaran dapat berjalan dengan efektif.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi yang telah dilakukan peneliti pada siswa kelas
XI Multimedia (MM2) SMK Negeri 12 Malang yang menunjukan bahwa: a) Masih rendahnya nilai
rata-rata ulangan harian siswa yaitu sebesar 68,71 padahal KKM yang telah ditetapkan sebesar 75
dan siswa cenderung kurang aktif dan termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran
sehingga hasil belajar yang diperoleh kurang maksimal. b) Kompetensi keahlian multimedia perlu
membuat produk riil dalam pembelajaran agar dapat mengiplementasikan secara langsung materi
yang telah diperoleh, hasil observasi menunjukkan selama kegiatan praktikum sebelumnya masih
menggunakan metode penugasan biasa sehingga kurang terstruktur. c) Selain itu masalah
banyaknya siswa di kelas yaitu terdiri dari 39 siswa membuat seorang guru kewalahan dalam
proses pembelajaran khususnya pada kegiatan praktikum. Untuk menangani permasalahan
tersebut diperlukan adanya suatu metode yang tepat untuk menekankan keaktifan, motivasi, dan
hasil belajar siswa, agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efisien, efektif, dan maksimal.

Metode Project Based Learning menurut Thomas, dkk (Dalam Wena, 2010:144) merupakan sebuah
pembelajaran dengan kerja proyek yang memuat tugas kompleks berdasarkan permasalah yang
menantang dan menuntut siswa untuk merancang , memecahkan masalah, membuat keputusan,
investigasi, serta memeberi kesempatan pada siswa untuk bekerja secara mandiri yang pada
akhirnya menghasilkan suatu produk nyata. Metode ini akan diterapkan untuk menangani
pembelajaran pada kompetensi keahlian multimedia yang memang memerlukan pembuatan
sebuah produk riil dalam pelaksanaan kegiatan belajar sehingga pembelajaran lebih terstruktur.

Persoalan ratio guru dan siswa diatasi dengan strategi team teaching. Menurut Curzon � team
teaching adalah pelaksanaan dimana ada dua guru atau lebih yang saling bekerjasama, berunding
dan menyumbang strategi pembelajaran dalam perencanaan, penyampaian dan penilaian proses
pembelajaran� (Wardani, 2001). Sehingga diharapkan pengawasan pembelajaran dapat berjalan
secara secara efektif

Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Taggard
dengan dua siklus (siklus I dan siklus II). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MM2 SMK
Negeri 12 Malang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes tulis, angket, rubrik
penilaian proyek, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah analisis data kualitatif
dan kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode Project Based Learning
dengan Strategi Team Teaching mampu meningkatkan motivasi, keaktifan, dan hasil belajar
siswa. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan motivasi pada awal siklus I sebesar 75,75%, akhir
siklus I sebesar 82,04%, dan pada akhir siklus II mencapai 85,10%. Sedangkan untuk keaktifan
belajar juga mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 65,10% dan pada siklus II mencapai
76,03%. Begitu juga hasil belajar juga mengalami peningkatan hal ini ditunjukkan pada awal siklus
I rata-rata kelas sebesar 66,87 dengan presentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar
41,03% dan pada akhir siklus II mengalami peningkatan rata-rata kelas sebesar 81,41 dengan
presentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 94,87%. %. Dan rata-rata hasil proyek pada
siklus I sebesar 82,12 mengalami peningkatan pada siklus II yaitu sebesar 85,13.

PTK penerapan Model Project Based Learning


(LINAWATI))
PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Linawati
Program Studi : Guru Kelas Madrasah Ibtidaiyah
NUPTK : 9346761662300003
Pada program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan LPTK Rayon 206 IAIN Walisongo
Semarang Tahun 2013/2014.
Menyatakan bahwa naskah Penelitian Tindakan Kelas yang
berjudul : PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA
PADA SUB TEMA MACAM- MACAM SUMBER ENERGI
MELALUI PENERAPAN
MODEL PROJECT BASED LEARNING KELAS
IV MI DARUL ULUM NGALIYAN SEMARANGTAHUN
PELAJARAN 2014/2015
Secara keseluruhan adalah hasil penelitian/karya saya sendiri, kecuali bagian tertentu yang
dirujuk sumbernya.

Semarang, Oktober 2014


Pembuat Pernyataan

Linawati

PENGESAHAN
Naskah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berikut ini :
Nama : Linawati
Program Studi : Guru Kelas Madrasah Ibtidaiyah (GKMI)
NUPTK : 9346761662300003
Judul : PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA
PADA SUB TEMA MACAM MACAM SUMBER ENERGI
MELALUI PENERAPAN MODEL PROJECT
BASED LEARNING KELAS IV MI
DARULULUM NGALIYAN
SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Telah diseminarkan dalam sidang seminar PTK Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam
Jabatan LPTK Rayon 206 IAIN Walisongo Semarang Tahun 2013/2014 dan dapat diterima
sebagai salah satu syarat memperoleh Sertifikat Guru Profesional.

Semarang, November 2014


Dekan FITK/ Ketua LPTK

Dr. H. Darmuin, M.Ag


NIP : 196404241 199303 1 003

NOTA PEMBIMBING
Semarang, 21Oktober 2014

Kepada
Yth. Ketua LPTK/Dekan FITK IAIN Walisongo
Di Semarang

Assalamu’alaikum wr. Wb.


Dengan ini diberitahukan bahwa saya telah melakukan pembimbingan, arahan dan koreksi
naskah laporan PTK berikut.
Judul : PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA SUB TEMA
MACAM-MACAM SUMBER ENERGI MELALUI PENERAPAN
MODEL PROJECT BASED LEARNING KELAS IV MI DARUL
ULUM NGALIYAN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Nama : Linawati
Progranm Studi : Guru Kelas Madrasah Ibtidaiyah (GKMI)
NUPTK : 9346761662300003
Saya memandang bahwa naskah Laporan tersebut sudah dapat diajukan kepada Ketua
LPTK/Dekan FITK IAIN Walisongo untuk diseminarkan dalam sidang seminar PTK.
Wassalamu’alaikum wr.wb.

Pembimbing

Dr. H. Ruswan, M.A


NIP : 19680424 199303 1 004
ABSTRAK
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA SUB TEMA MACAM-MACAM
SUMBER ENERGI MELALUI PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING
(Tindakan pada siswa kelas IV MI Darul Ulum Ngaliyan Semarang)
Linawati
Latar belakang penelitian ini disebabkan oleh kurangnya aktivitas belajar pada siswa kelas
IV MI Darul Ulum Ngaliyan Semarang yang disebabkan karena dalam penyampaian materi
pembelajaran selalu berpusat pada guru dimana guru hanya memfokuskan penyampaian
informasi kepada siswa melalui ceramah, hal ini menimbulkan kurangnya kesempatan siswa
untuk ikut aktif didalam pembelajaran karena siswa lebih banyak diam dan mendengarkan
sehinga aktivitas belajar mengajar kurang efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana aktivitas belajar siswa dengan penerapan model Project Based Learning. Metode
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui
dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Observasi dan wawancara.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran sub tema macam-
macam sumber energi dengan melalui penerapan model Project Based Learning secara umum
berlangsung kondusif, siswa menunjukkan respon positif serta terdapat peningkatan prosentase
aktivitas belajar siswa pada siklus I yaitu sebesar 36,36% cukup aktif, 41,81% aktif dan 21,81 %
sangat aktif.pada siklus II ini aktivitas siswa meningkat menjadi 0% cukup aktif, 50,90 % aktif
dan 49,08 % sangat aktif.
Berdasarkan hal tersebut, diharapkan guru dapat menerapkan pembelajaran
model Project Based Learning dengan perencanaan dan pelaksanaan yang baik agar aktivitas
belajar siswa dapat meningkat

Kata kunci :
Pembelajaran Model Project Based learning, Aktivitas Belajar Siswa, sub tema macam-macam
sumber energi

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan PTK dengan judul “Peningkatan Aktivitas
Belajar Siswa pada sub tema macam-macam sumber energi melalui penerapan Model Project
Based Learning kelas iv mi Darul Ulum Ngaliyan Semarang Tahun Pelajaran 2014/2015”.
Penyusunan laporan PTK ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat
memperoleh sertifikat guru profesional di LPTK Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN
Walisongo Semarang.
Penulis menyadari bahwa terselesaikannya penyusunan laporan PTK ini tidak terlepas
dari bantuan berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Muhibbin, M.Ag Selaku Rektor IAIN Walisongo Semarang yang telah
memeberikan kesempatan kami menyelesaikan study di IAIN Walisongo Semarang;
2. Bapak Dr. Suja’i, M.Ag., Dekan FITK IAIN Walisongo Semarang yang telah memfasilitasi
pelaksanaan PPLK PPG IAIN Walisongo Semarang;
3. Bapak Dr. H. Ruswan, M.A, selaku Dosen Pembimbing PTK yang telahmemberikan bimbingan
dan pengarahan dengan penuh pengertian kepada penulis hingga terselesaikannya laporan PTK
ini.
4. Bapak Prof. Dr. H. M. Erfan Soebahar, M.Ag, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang
selalu membimbing kami selama di madrasah latihan.
5. Seluruh dosen IAIN Walisongo Semarang yang berkenan mengajarkan ilmunya kepada penulis
selama mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan di LPTK Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan IAIN Walisongo Semarang.
6. Seluruh pengelola dan staf administrasi LPTK Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN
Walisongo Semarang yang telah menyelenggarakan PPG dengan baik dan penuh pengertian.
7. Ibu Nurul Qomariyah,M.S.I Kepala MI Darul Ulum Wates Ngaliyan Semarang yang telah
memperkenankan kami untuk melaksanakan PPLK di MI Darul Ulum Wates Ngaliyan Semarang
8. Bapak Zaenal Arifin, M. Ag., Ibu Fitri Fatimah, S.Pd.I., selaku guru pamong/guru kelas
dan segenap dewan ustadz dan ustadzah serta karyawan dan siswa-siswi MIDarul Ulum Wates
Ngaliyan Semarang yang telah bersedia memberikan waktu dan kesempatan dalam pelaksanaan
PPLK.
9. Bapak Ibu orang tua dan seluruh keluarga yang senantiasa memberikan dukungan moral dan
material kepada penulis dalam menyelesaikan studi dan laporan PTK ini.
10. Semua pihak yang telah membantu penyusun selama melaksanakan PPLK.
Semarang, Penulis

LINAWATI

DAFTAR ISI
Halaman

HALAMAN JUDUL ........................................................... i


PERNYATAAN KEASLIAN ............................................. ii
PENGESAHAN..................................................................... iii
NOTA PEMBIMBING ........................................................ vii
ABSTRAK ............................................................................ ix
KATA PENGANTAR ......................................................... xi
DAFTAR ISI ........................................................................ xiv
DAFTAR TABEL ................................................................ xvii
DAFTAR GRAFIK .............................................................. xviii

BAB I : PENDAHULUAN ........................................... 1


A. Latar Belakang ............................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................ 6
C. Tujuan Penelitian ......................................... 6
D. Manfaat Penelitian ....................................... 6
BAB II : LANDASAN TEORI ...................................... 8
A. Kajian Pustaka ............................................. 8
B. Tinjauan Hasil Penelitian terdahulu yang releven
........................................................ 22
C. Hipotesis Tindakan ...................................... 26
BAB III : METODE PENELITIAN .............................. 27
A. Rancangan penelitian ................................... 27
B. Lokasi, Waktu dan subyek penelitian .......... 27
C. Kolaborator Penelitian …………................. 28
D. Prosedur Penelitian ...................................... 29
E. Teknik pengumpulan data ............................ 37
F. Teknik analisis data ..................................... 38
G. Indikator keberhasilan tindakan ................... 39
H. Instrumen penelitian ................................... 39
I. Jadwal penelitian ......................................... 40
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
.............................................. 43
A. Paparan Data ................................................ 43
B. Analisis Data per Siklus .............................. 56
C. Analisis Data (Akhir) ................................... 59
BAB V : PENUTUP ....................................................... 61
A. Simpulan ...................................................... 61
B. Saran ............................................................ 62
C. Kata Penutup ................................................ 63

DAFTAR PUSTAKA ............................................................ 64

LAMPIRAN-LAMPIRAN :
LAMPIRAN I : RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Siklus I
LAMPIRAN II : RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Siklus II
LAMPIRAN III : Instrumen Penelitian (Lembar Observasi, Instrumen
wawancara,Lembar penilaian, angket)
LAMPIRAN IV : Foto pelaksanaan pembelajaran saat PTK siklus I dan II (dengan
narasi foto aktivitas bermakna)
LAMPIRAN V : Video Rekaman pelaksanaan pembelajaran saat PTK siklus I dan
siklus II
LAMPIRAN VI : Surat Keterangan dari Lokasi penelitian yang berisi benar benar telah
melaksanakan PTK pada tanggal 3 September 2014 s/d tanggal 10
September 2014
RIWAYAT HIDUP PENELITI

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Aktivitas siswa dalam pembelajaran siklus I ........... 47


Tabel 2. Aktivitas siswa dalam pembelajaran siklus II ......... 54
Tabel 3. Perbandingan aktivitas siswa dalam pembelajaran Siklus I & siklus II
.................................................. 59

DAFTAR GRAFIK

Grafik 1. Aktivitas Belajar Siswa pra siklus ............................ 44


Grafik 2. Aktivitas belajar siswa siklus I dan Siklus II ........... 60

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Belajar merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan menambah
wawasan bagi siswa. Menurut Dr. Musthofa Fahmi sesungguhnya belajar adalah ungkapan yang
menunjukkan aktivitas (yang menghasilkan) perubahan-perubahan tingkah laku atau
pengalaman.[1] Belajar akan lebih berhasil jika tujuan belajar berhubungan dengan aktivitas
belajar itu sendiri atau berhubungan kebutuhann hidupnya.[2] Menurut H.C Witherigton dan Lee
J Cronbach Bapemsi sebagaimana dikutip oleh Dr. Mustaqim dalam bukunyaPsikologi
pendidikan nampaklah jelas bahwa belajar lebih banyak berhubungan dengan aktivitas jiwa,
dengan kata lain faktor-faktor psikis memang memiliki peran yang sangat menentukan di dalam
belajar. [3]
Namun pada kenyataannya sekarang, penerapan belajar yang efektif dan aktif di sekolah
masih sulit diterapkan dikarenakan banyak siswa yang masih kurang aktif dalam mengikuti
pembelajaran.
Salah satu Faktor penyebab kurangnya aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran pada
siswa kelas IV MI Darul Ulum Semarang tahun pelajaran 2014/2015 diantaranya dalam
penyampaian materi pembelajaran selalu berpusat pada guru dimana guru hanya memfokuskan
penyampaian informasi kepada siswa melalui ceramah, hal ini menimbulkan kurangnya
kesempatan siswa untuk ikut aktif didalam pembelajaran karena siswa lebih banyak diam dan
mendengarkan sehinga aktivitas belajar mengajar kurang efektif. Selain itu, siswa tidak dapat
menangkap pelajaran dengan optimal. Faktor lain adalah kurangnya kesadaran dari diri siswa
bahwa belajar adalah suatu kebutuhan.
Menentukan Strategi dan model pembelajaran yang sesuai sangat diperlukan oleh guru
untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam proses pembelajaran sehingga dapat memudahkan
siswa dalam memahami pokok bahasan yang disampaikan oleh guru. Tujuan yang ingin dicapai
oleh guru diantarannya adalah menciptakan suasana aktif didalam kelas selama proses belajar
mengajar berlangsung. Terciptanya suasana yang aktif di dalam kelas akan berdampak baik bagi
siswa, sehingga siswa akan mudah menyerap pokok bahasan yang disampaikan oleh guru secara
optimal.
Pemberlakuan kurikulum 2013 pada kelas IV tahun ajaran baru 2014/2015 yang
menggunakan Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered) merupakan
kurikulum yang dirasa masih baru bagi siswa kelas IV yang menuntut siswa untuk ikut
aktif dalam mengikuti pembelajaran. Dalam Pembelajaran tematik ini
dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences).
Dengan pengalaman langsung ini, siswa
dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang
lebih abstrak.[4]
Didasari beberapa masalah tersebut,maka seorang guru perlu melakukan evaluasi belajar
dengan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bersamaan dengan penerapan kurikulum
2013 dengan pembelajaran tematik terpadu pada sub tema macam-macam energi yang dalam
proses pembelajarannya menuntut siswa untuk ikut aktif dalam proses belajar mengajar
(Bertanya, mengamati, Mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan)
karena dalam sub tema ini diharapkan siswa dapat menghasilkan proyek atau produk diakhir
proses belajar mengajar. Bukan hanya hasil akhir yang akan dinilai akan tetapi dalam kurikulum
2013 diberlakukan penilaian autentik yaitu mulai persiapan, proses sampai hasil yang dicapai.
Project Based Learning dalam bahasa Indonesia disebut Pembelajaran Berbasis
Proyek (PBP). Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning)adalah suatu model
pembelajaran yang melibatkan suatu proyek dalam proses pembelajaran. Proyek yang dikerjakan
oleh siswa dapat berupa perseorangan atau kelompok dan dilaksanakan peserta didik dalam
waktu tertentu secara berkolaboratif menghasilkan sebuah produk yang hasilnya kemudian akan
ditampilkan atau dipresentasikan. Pelaksanaan proyek dilakukan peserta didik secara kolaboratif
dan inovatif, unik yang berfokus pada pemecahan masalah yang berhubungan denga kehidupan
siswa. Pembelajaran berbasis proyek merupakan bagian dari metoda instruksional yang berpusat
pada pembelajaran.[5]
Berdasarkan uraian di atas peneliti bermaksud mengadakan penelitian di kelas IV MI Darul
Ulum Semarang tentang “Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Pada Sub tema Macam-
Macam Sumber Energi Melalui Penerapan ModelProject Based Learning Kelas IV
MI Darul Ulum Semarang Tahun Pelajaran 2014/2015”.
Peneliti ingin mengetahui sekaligus membuktikan model Project Based Learning merupakan
salah satu langkah yang di gunakan guru di sekolah tersebut dapat meningkatkan aktivitas belajar
para siswanya, sehingga sekolah tersebut dapat menghasilkan siswa yang benar-benar berkualitas
serta memahami materi.Tujuan akhir adalah agar peserta didik dapat mengaplikasikan apa yang
di pelajarinya, serta dapat menyelesaikan persoalan persoalan yang di hadapinya dalam
kehidupan sehari-hari.
B. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penulis merumuskan masalah sebagai brikut:
1. Apakah penerapan model Project Based Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar pada Sub
tema Macam-macam Sumber Energi siswa kelas IV MI Darul Ulum Semarang semester I tahun
Pelajaran 2014/2015?
C. Tujuan penelitian
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
Untuk mengetahui apakah melalui penerapan Model Project Based Learning Pada Sub Tema
Macam-macam Sumber Energi Siswa Kelas IV MI Darul Ulum Semarang Semester I Tahun
Pelajaran 2014//2015 aktivitas Belajar dapat ditingkatkan.
D. Manfaat hasil penelitian
Penelitian ini mempunyai manfaat sebagai berikut :
Bagi siswa :
Penelitian ini merupakan upaya meningkatkan Aktivitas belajar siswa pada Sub Tema Macam-
macam Sumber Energi pada siswa kelas IV semester gasal MI Darul Ulum Semarang tahun
Pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model Project Based Learning.
Bagi guru:
Menambah wawasan dan pengetahuan dalam meningkatkan kualitas pendidikankhususnya
wawasan tentang pembelajaran model Project Based Learning pada siswa kelas IV semester
gasal MI Darul Ulum Semarang
Bagi sekolah :
Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran sub
tema Macam-macam Sumber Energi di MI Darul Ulum Semarang Khususnya dan bagi sekolah
yang lain pada umumya.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori
1. Tinjauan tentang Aktivitas Belajar
Menurut Hilgrad dan Bower (Fudiyartanto,2002), belajar (to learn) memiliki arti : 1) to gain
knowledge, comprehension, or mastery of trough experience or sturdy; 2) to fix in the mind or
memory; memorize; 3) to acquire trough experience; 4) to become in forme of the find out.
Menurut definisi tersebut, belajar memiliki pengertian memperoleh pengetahuan atau
menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman, dan
mendapatkan informasi atau menemukan. Dengan demikian, belajar memiliki arti dasar adanya
aktivitas atau kegiatan dan penguasaan tentang sesuatu.[6]
Salah satu ciri dari aktivitas belajar menurut para ahli pendidikan dan psikologi adalah
adamya perubahan tingkah laku yang biasanya berupa penguasaan terhadap ilmu pengetahuan
yang baru dipelajarinya, atau penguasaan terhadap keterampilan dan perubahan yang berupa
sikap yang dicapai dengan cara latihan maupun pengalaman.[7]
Menurut Thomas M. Risk dalam bukunya Principles and practices of Teaching (1958)
halaman 7 sebagaimana dikutip oleh Ahmad Rohani HM “Teaching is the guidance of learning
experiences”, “mengajar adalah proses membimbing pengalaman belajar”. Pengalaman itu
hanya mungkin diperoleh jika peserta didik itu dengan keaktifannya sendiri bereaksi terhadap
lingkungannya.[8]
Ravi Ranga Rao dan Digumarti Bhaskara Rao dalam bukunya Methods of Teaacher
Training (2004: 309) mengemukakan :”Principle of Active Responding : The student learns that
if he should actively respond as he learn. The learner has to construst the response. It is
anintegral part of
learning”.[9] (Prinsip aktif
respon : Siswa dikatakan belajar bahwa jika ia aktif dalam merespon saat ia belajar. Seorang
Pelajar harus membangun respon karena ini merupakan bagian integral dari pembelajaran)
Richard I. Arends dalam bukunya Learning To Teach (2007: 12) mengemukakan tentang
aktivitas belajar:
“Leaarning is viewed not as students passively receiving information from the teacher but rather
as students actively enganging in relevant experiences and having opportunities for dialogue so
that meaning can evolve and be contructed. Learning takes place not in passive classrooms but
in communities characterized by high levels of participation and engagement. We will
repeatedly come back to the idea that learning is the process of making sense out of experience
in learing to teach”. [10]
“Belajar dipandang bukan sebagai siswa pasif menerima informasi dari guru melainkan sebagai
siswa yang aktif mengikutsertakan dalam pengalaman yang relevan dan memiliki peluang untuk
dialog sehingga makna dapat berkembang dan dapat dikonstuksikan. Pembelajaran yang terjadi
didalam kelas tidak pasif akan tetapi dalam suatu komunitas yang ditandai oleh tingginya tingkat
partisipasi dan keterlibatan. Kita berulangkali akan kembali ke gagasan bahwa belajar adalah
suatu proses membuat rasa dari suatu pengalaman dari proses belajar mengajar”.
Wenger dalam buku “Annual Editions Education” (2008/2009 : 196) mengemukakan
tentang pembelajaran yang berarti yaitu : “ ...... Learning is the negotiation of meaning through
participation.” [11]
“ ..... Belajar adalah negosiasi makna melalui partisipasi”
Berdasarkan pendapat para ahli tentang pengertian belajar tersebut di atas dapat
disimpulkan bahwa Pembelajaran yang terjadi di kelas bukan sebagai siswa pasif menerima
informasi dari guru akan tetapi ditandai oleh tingginya tingkat partisipasi dan keterlibatan siswa
untuk memperoleh pengetahuan melalui pengalaman. Jadi siswa belum dikatakan belajar jika
belum ikut aktif berpartisipasi dalam melakukan suatu aktivitas belajar.
2. Tinjauan tentang Tema/ Sub Tema dalam pembelajaran Tematik
a. Pengertian Pembelajaran Tematik Terpadu
Pada pesrpektif bahasa, pendekatan pembelajaran tematik (thematic
approach) sering diartikan sebagai pembelajaran terpadu. Pembelajaran
terpadu didefinisikan sebagai proses dan strategi yang mengintegrasikan isi
bahasa (mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis) dan mengaitkannya dengan mata
pelajaran yang lain.
Pembelajaran tematik merupakan suatu pendekatan
dalam pembelajaran sebagai suatu proses untuk mengaitkan dan memadukan materi ajar
dalam suatu mata pelajaran atau antar mata pelajaran
dengan semua aspek perkembangan anak, serta kebutuhan dan tuntutan lingkungan sosial
keluarga.[12]
Berdasarkan penjelasan di atas pembelajaran tematik dapat diartikan sebagai berikut :
1. Pembelajaran yang beranjak dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian
(center of interest) yang digunakan untuk memahami gejala-
gejala dan konsep lain, baik yang berasal dari mata pelajaran yang bersangkutan maupun
dari mata pelajaran lainnya;
2. Suatu pendekatan pembelajaran yang menghubungkan berbagai mata pelajaran yang
mencerminkan dunia nyata di sekeliling dan dalam rentang kemampuan dan perkembangan
anak;
3. Suatu cara untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan anak secara serempak
(simultan);
4. Merakit atau menggabungkan sejumlah konsep dalam beberapa matapelajaran yang berbeda,
dengan harapan siswa akan belajar dengan lebih baik dan bermakna.[13]
b. Karakteristik Pembelajaran Tematik
Pembelajaran Tematik memiliki karakteriatik sebagai berikut :
1) Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). Hal ini
sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak
menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Peran guru lebih banyak sebagai fasilitator yaitu
memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar.
2) Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa
(direct experiences). Dengan pengalaman langsung ini, siswa
dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang
lebih abstrak.
3) Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas.
Bahkan dalam pelaksanaan di kelas-kelas awal SD/MI, fokus pembelajaran diarahkan kepada
pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa.
4) Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu
proses pembelajaran. Dengan demikian, siswa dapat memahami konsep-konsep tersebut secara
utuh. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-
masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
5) Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel), sebab guru dapat
mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran
yang lainnya, bahkan dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan
siswa berada;
6) Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Dengan
demikian, siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.[14]
c. Keunggulan Pembelajaran Tematik
Dalam pelaksanaannya di kelas, pembelajaran tematik memiliki keunggulan antara lain:
1) Pengalaman dan kegiatan belajar akan selalu relevan dengan tingkatperkembangan siswa;
2) Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik sesuai dengan dan
bertolak dari minat dan kebutuhan anak;
3) Seluruh kegiatan belajar lebih bermakna bagi siswa sehingga hasil belajar akan dapat bertahan
lebih lama;
4) Pembelajaran tematik dapat menumbuh kembangkan keterampilan berpikir siswa;
5) Menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui
siswa dalam lingkungannya;
6) Menumbuh kembangkan keterampilan sosial siswa seperti kerjasama, toleransi, komunikasi,
dan respek terhadap gagasan orang lain.[15]
3. Tinjauan tentang Model Project Based Learning
a. Pengertian Project Based Learning
Project Based Learning dalam bahasa Indonesia disebut Pembelajaran Berbasis
Proyek (PBP). Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) adalah suatu model
pembelajaran yang melibatkan suatu proyek dalam proses pembelajaran. Proyek yang dikerjakan
oleh siswa dapat berupa perseorangan atau kelompok dan dilaksanakan peserta didik dalam
waktu tertentu secara berkolaboratif menghasilkan sebuah produk yang hasilnya kemudian akan
ditampilkan atau dipresentasikan. Pelaksanaan proyek dilakukan peserta didik secara kolaboratif
dan inovatif, unik yang berfokus pada pemecahan masalah yang berhubungan denga kehidupan
siswa.
Pembelajaran berbasis proyek merupakan bagian dari metoda instruksional yang berpusat
pada pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based
Learning) guru hanya mengamati, memantau kegiatan belajar mengajar baik di dalam kelas
maupun di luar kelas.
b. Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) yaitu:
a. Mengaktifkan peserta didik didik dalam kegiatan belajar mengajar
b. Membiasakan peserta didik berinteraksi pada lingkungan.
c. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mau bekerja secara produktif menemukan
berbagai pengetahuan.
d. Membiasakan siswa berpikir kritis dan analistis
e. Mencari dan memanfaatkan sumber belajar yang berasal dari lingkungan sekitar.
f. Menggunakan pengetahuan secara efektif
g. Mengembangkan pengetahuan dan strategi untuk memecahkan permasalahan.[16]
c. Manfaat
Manfaat Pembelajaran berbasis proyek (PBP) diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam pembelajaran
b. Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah.
c. Membuat peserta didik lebih aktif dalam memecahkan masalah yang kompleks dengan hasil
produk nyata berupa barang atau jasa.
d. Mengembangkan dan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola
sumber/bahan/alat untuk menyelesaikan tugas.
e. Meningkatkan kolaborasi peserta didik khususnya pada PBP yang bersifat kelompok.
d. Prinisp-prinsip pembelajaran berbasis proyek (PBP)
Sebagaimana telah diurakan di atas bahwa sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi
dalam PBP menggunakan tugas proyek sebagai strategipembelajaran. Para peserta didik bekerja
secara nyata, memecahkan persoalandi dunia nyata yang dapat menghasilkan solusi
berupa produk atau hasil karyasecara nyata atau realistis. Prinsip yang mendasari pembelajaran
berbasis proyek adalah:
1) Pembelajaran berpusat pada peserta didik yang melibatkan tugas-tugas pada kehidupan nyata
untuk memperkaya pembelajaran.
2) Tugas proyek menekankan pada kegiatan penelitian berdasarkan suatu tema atau topik yang telah
ditentukan dalam pembelajaran.
3) Penyelidikan atau eksperimen dilakukan secara otentik dan menghasilkan produk nyata yang
telah dianalisis dan dikembangkan berdasarkan tema/topik yang disusun dalam bentuk produk
(laporan atau hasil karya). Produk, laporan atau hasil karya tersebut selanjutnya dikomunikasikan
untuk mendapat tanggapan dan umpan balik untuk perbaikan proyek berikutnya.
e. Langkah-langkah Pembelajaran
3. Penyusunan Jadwal Pelaksanaan Proyek
2. Perancangan langkah-langkah penyelesaian Proyek
1. Penentuan Proyek

5. Penyusunan laporan dan presentasi/publikasi hasil Proyek

4. Penyelesaian Proyek dengan fasilitasi dan monitoring guru

6. Evaluasi proses dan hasil Proyek


Dalam PBP, peserta didik diberikan tugas dengan mengembangkan tema/topik dalam
pembelajaran dengan melakukan kegiatan proyek yang realistik. Secara umum, langkah-
langkah Pembelajaran berbasis proyek (PBP) dapat dijelaskan sebagai berikut.[17]

B. Tinjauan hasil penelitian terdahulu yang relevan


Dalam penyusunan proposal PTK ini penulis telah menggali beberapa informasi dari
sumber-sumber yang ada kaitannya dengan pelaksanaan pembelajaran menggunakan
model Project Based Learning serta rumusan masalah yang bersinggungan dengan teori-teori
yang ada pada para peneliti.
Pertama, Penelitian yang dilakukan oleh Titik Suharyati (SD Negeri Telukan 03
Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo) Dalam Jurnal Pendidikan Dwija Utama Forum
Komunikasi Pengembangan Profesi Pendidik Kota Surakarta dengan judul “Peningkatan
Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Materi Energi dan Perubahannya melalui Metode Eksperimen
pada Siswa Kelas VI SD Negeri Telukan 03 Semester II Tahun Pelajaran 2010/2011”. Dalam
penelitian ini ditemukan permasalahan yang sama bahwa tanpa disadari siswa dan guru hanya
melakukan rutinitas yang sama setiap belajar IPA, karena guru belum mengoptimalkan metode
pembelajaran yang bervariasi dan menyenangkan yang bisa memberikan pengalaman yang
bermakna kepada siswa.[18]
Kedua, Skripsi Warsito (04461123) dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam
Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2008 yang berjudul “Pembelajaran Sains Berbasis
Proyek (Project Based Learning) sebagai Usaha untuk Meningkatkan Aktivitas dan Accademic
Skill Siswa Kelas VIIC SMP Muhammadiyah 3 Depok.” Hasil penelitian menunjukkan bahwa
setelah diterapkanProject Based Learning, tingkat aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran
fisika di kelas mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu siswa lebih berani untuk
mempresentasikan hasil proyek, mengajukan pertanyaan, menjawab dan menanggapi pertanyaan,
dan siswa lebih memperhatikan saat kelompok lain mempresentasikan hasil proyek. Aktivitas
belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 35,42% dalam kategori
rendah menjadi 71,88% dalam kategori tinggi pada siklus II.[19]
Ketiga, skripsi Achmad Fachruri (053111019) dari Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo
Semarang tahun 2010 yang berjudul “ Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Peserta didik Dalam
Pembelajaran PAI dengan Strategi Aktive Learning Tipe Active Knowladge Sharing di SMP N
31 Semarang Semester II Kelas VIII Tahun Ajaran 2019/2010”. Dalam penelitian ini ditemukan
permasalahan yang sama bahwa metode dan strategi yang digunakan guru mata pelajaran PAI
yang belum secara penuh menggunakan pembelajaran aktif dan cenderung terjadi komunikasi
satu arah, artinya dalam proses pembelajaran peserta didik cenderung pasif dan kurang
mempunyai pengalaman belajar dalam pembelajaran.[20]
Dari beberapa hasil penelitian dan skripsi diatas, meskipun ada beberapa istilah yang
mengalami kemiripan namun peneliti ingin memfokuskan pada peningkatan aktivitas belajar
siswa dengan metode yang telah digunakan dalam penelitian terdahulu dengan menggunakan
penambahan model baru yang lain dalam penelitiannya yaitu Peningkatan Aktivitas Belajar
Siswa Pada Sub tema Macam-macam Sumber Energi melalui Penerapan Model Project Based
Learning Kelas IV MI Darul Ulum Semarang Semester Gasal Tahun 2014/2015. Yang
membedakan dengan penelitian yang terdahulu yaitu dalam pelaksanaan pembelajaran pada
kelas IV sudah disesuaikan dengan kurikulum terbaru yaitu kurikulum 2013 yang sudah
diberlakukan pelaksanaannya mulai awal semester gasal tahun pelajaran 2014/2015 yang
penilaiannya dilakukan dengan penilaian autentik dan pendekatan ilmiah (Scientific approach).
C. Hipotesis
Berdasarkan kajian teori tersebut dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
”PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA SUB TEMA MACAM MACAM
SUMBER ENERGI MELALUI PENERAPAN MODEL PROJECT BASED
LEARNING KELAS IV MI DARUL ULUM SEMARANG TAHUN PELAJARAN
2014/2015”
D. Indikator Keberhasilan
Tercapainya tujuan utama yaitu adanya peningkatan aktivitas siswa dengan hasil
pengamatan/observasi aktivitas siswa dengan nilai minimal B, atau dikonversikan dalam angka 3

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian ini ditetap kan dua siklus
1) Siklus I dimulai dari refleksi awal, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan, pelaksanaan
tindakan, observasi/Evaluasi dan refleksi akhir.
2) Siklus II dimulai dari refleksi awal, hasil dari siklus I kemudian dilanjutkan dengan
perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/Evaluasi dan refleksi akhir
B. Lokasi, Waktu dan Subyek Penelitian
1) Lokasi penelitian tindakan ini adalah MI Darul Ulum Semarang yang terletak di Jalan. Anyar
Desa Wates Kecamatan Ngaliyan Kabupaten Semarang , alasan memilih MI Darul Ulum
Ngaliyan Semarang Karena jumlah Rombelnya banyak terdiri dari 11 rombel dengan jumlah
siswa ± 320 siswa, Jumlah guru 16 guru yang terdiri 3 guru PNS dan 13 Guru Tetap Yayasan
meskipun sebagian besar guru masih berstatus Guru Tetap Yayasan akan tetapi sebagian besar
guru MI Darul Ulum Semarang yaitu 12 Guru sudah bersertifikasi dan yang terpenting bahwa
MI Darul ulum Semarang sudah Terakreditasi A.
2) Waktu Penelitian PTK ini adalah kurang lebih 2 bulan mulai dari 5 Agustus 2014 sampai 30
September 2014 pada semester gasal th 2014/2015,
3) Subyek dari penelitian dan karakteristiknya: Subyek penelitian ini adalah Kelas IV Kholid bin
Walid yang berjumlah 23 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan,
alasan memilih kelas ini karena awal ajaran baru ini khusus kelas IV merupakan awal
pelaksanaan pembelajaran tematik sesuai kurikulum 2013.
C. Kolaborator Penelitian
1) Kolaborator dari guru pamong
Nama : Zaenal Arifin, M.Ag
Tugas : Guru
Satminkal : MI Darul Ulum Semarang

2) Kolaborator dari teman sejawat


Nama : Alifah
Satminkal : MI Mirfa’ul Ulum Semarang
Lokasi PPLK : MI Darul Ulum Semarang

D. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian adalah langkah-langkah operasional baik yang terkait dengan
perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi, maupun refleksi. DalamPenelitian Tindakan Kelas
ini terdiri dari 2 siklus tindakan dalam pembelajaran. Dimana setiap siklus tersebut terdiri dari
empat tahapan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi), dan
refleksi. Hasil siklus I akan ditidaklanjuti untuk pelaksanaan siklus II. Namun sebelum
pelaksanaan siklus- siklus tersebut, peneliti akan melaksanakan kegiatan pra siklus terlebih
dahulu. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keadaan dan kondisi siswa di awal
sebelum pelaksanaan siklus dalam PTK baik hasil nilai evaluasi belajar siswa, nilai sikap dan
kepribadian yang bersifat kuantitatif ataupun kualitatif yang telah ada.
1. Pra Siklus
Pembelajaran pada tahap pra siklus ini, guru belum menggunakan Model Project Based
learning. Pelaksanaan pra siklus dilakukan dengan wawancara dengan guru kelas tentang
aktivitas siswa pada kelas IV kholid bin Walid MI Darul Ulum Semarang. Berdasarkan hasil dari
wawancara akan diperoleh data tentang keaktifan siswa dalam mengikuti proses
pembelajaran. Setelah kegiatan pra siklus di atas dilaksanakan, peneliti melaksanakan
serangkaian siklus- siklus PTK yang dimaksud di awal sebagaimana dapat digambarkan dalam
bentuk bagan daur pelaksanaan PTK berikut:
Permasalahan
Rencana Tindakan I
(Alternatif Pemecahan)
Pelaksanaan
Tindakan I
Analisis Data I
Refleksi I
Belum Terselesaikan ?
Pelaksanaan
Tindakan II

Analisis Data II
Refleksi II
Rencana Tindakan II (Alternatif Pemecahan)
Pengamatan/ Pengumpulan Data I
Pengamatan/ Pengumpulan Data II
S
I
K
L
U
S
I
1

S
I
K
L
U
S
II

II
Masalah terselesaikan?
Berhenti pada
Siklus ini!
Adapun penjabarannya akan dijelaskan dalam siklus- siklus berikut ini:
2. Siklus I
a. Perencanaan
Peneliti bersama dengan guru pamong menyusun perencanaan yang meliputi:
1) Merencanakana pembelajaran yang akan diterapkan dalam PBM.
2) Mengembangkan skenario pembelajaran.
3) Menyiapkan sumber belajar.
4) menyiapkan alat dan media pembelajaran.
5) Menyiapkan Instrumen pengamatan/observasi
6) Menyiapkan lembar Kerja Siswa
b. Tindakan
Peneliti dengan didampingi Guru pamong dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
RPP yang telah disiapkan oleh peneliti. Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan
menggunakan model project based learning pada Sub tema Macam-macam Sumber Energi pada
Kelas IV Kholid bin Walid Semester 1 pada siklus 1 ini secara garis besar sebagai berikut:
1) Guru memberikan apersepsi tentang materi pembelajaran yang akan dibahas
2) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
3) Guru melaksanakan pembelajaran dan mengamati, menilai melalui lembar observasi atau
pengamatan berkaitan dengan proses pembelajaran di dalam kelas serta mencatat apa yang
terjadi di dalam kelas pada siklus 1 terkait dengan pelaksanaan dengan Sub tema Macam-macam
Sumber Energi pada Kelas IV Kholid bin Walid Semester Gasal menggunakan model project
based learning
4) Guru menerapkan langkah- langkah model project based learning dalam materi dengan Sub tema
Macam-macam Sumber Energi pada Kelas IVKholid bin Walid Semester gasal tahun 2014/2015.
5) Menerapkan tindakan yang mengacu pada skenario pembelajaran.
c. Observasi
Dalam tahap ini dilaksanakan observasi terhadap pelaksanan tindakan dengan
menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan, Peneliti melaksanakan observasi untuk
mengetahui beberapa aspek yaitu:
1) Siswa aktif mengamati lampu yang dimatikan dan dihidupkan;
2) Siswa aktif bertanya tentang hasil pengamatan terhadap lampu yang dihidupkan dan dimatikan;
3) Siswa aktif melakukan percobaan pembuatan proyek yang berupa buklet/pamflet;
4) Siswa aktif menalar perubahan energi yang terjadi pada suatu benda elektronik dan menyebutkan
manfaatnya;
5) Siswa aktif menyampaikan hasil proyeknya didepan kelas.
d. Refleksi
Pada tahap ini, peneliti berkolaborasi dengan guru kelas IV Kholid bin Waliduntuk
mendiskusikan dan menganalisis data yang diperoleh melalui observasi. Berdasarkan hasil
analisis guru dapat merefleksi diri tentang upaya tindakan yang telah dilakukan
untuk meningkatkan hasil belajar, apakah dengan penerapan Model Project Based Learning
dapat meningkatkan aktivitass belajar siswa pada sub tema Macam-macam Sumber Energi kelas
IV Kholid bin Walid MI Darul Ulum Semarang.
Berdasarkan hasil refleksi ini akan dapat diketahui kelemahan kegiatan pembelajaran yang
dilakukan oleh guru sehingga dapat digunakan untuk menentukan tindakan kelas pada siklus
berikutnya.
3. Siklus II
a. Perencanaan
1) Meninjau kembali rencana pembelajaran yang disiapkan untuk siklus 2 dengan melakukan revisi
sesuai hasil refleksi siklus 1, yaitu mengadakan tanya jawab tentang materi Sub tema macam-
macam sumber energi kelas IV semester Gasl tahun 2014/2015. Penekanan pada siklus ini adalah
aktivitas siswa.
2) Menyiapkan lembar kerja observasi yaitu pengamatan terhadap kegiatan belajar peserta didik di
kelas.
b. Tindakan
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disiapkan oleh peneliti dan
direvisi berdasarkan evaluasi pada siklus 1.
1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2) Melakukan tindakan pembelajaran sesuai dengan skenario dan hasil refleksi, yaitu mengadakan
tanya jawab tentang materi Sub tema macam-macam Sumber Energi pada Kelas IV
Semester gasal tahun 2014/2015.
3) Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran denganmenerapkan model
project based learning.
c. Observasi
Dalam tahap ini dilaksanakan observasi terhadap pelaksanan tindakan dengan
menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. Peneliti melaksanakan observasi untuk
mengetahui beberapa aspek yaitu:
1) Siswa aktif mengamati kincir angin dan kincir air yang dibawa oleh guru;
2) Siswa aktif bertanya setelah mengamati kincir angin dan kincir air yang dibawa oleah guru;
3) Siswa aktif melakukan percobaan pembuatan proyek yang berupa kincir angin dan kincir air;
4) Siswa aktif menalar suber energi yang digunakan oleh kincir angin dan kincir air serta cara kerja
dan manfaatnya dan menuangkan dalam laporan hasil percobaan;
5) Siswa aktif dalam menyampaiakan hasil proyek didepan kelas
d. Refleksi
Refleksi pada siklus kedua ini dilakukan untuk melakukan penyempurnaan tentang
pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model project based learning yang diharapkan
dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada sub macam-macam sumber Energi kelas IV
semester gasalsecara maksimal. Hasil pengamatan dianalisis untuk memperoleh gambaran
bagaimana dampak dari tindakan yang dilakukan. Jika permasalahan sudah terselesaikan dan
sudah dirasa cukup maka tindakan akan dihentikan.
E. Teknik Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode:
1) Observasi untuk mengamati secara langsung kejadian- kejadian atau peristiwa yang diluar
kebiasaan yang menjadi kontradiktif, misal: suasana gaduh, siswa aktif atau pasif,
antusias belajar, gerakan, dll, kemudian dicatat.
2) Portofolio berupa hasil karya/proyek untuk mengetahui hasil proyek siswa.
F. Teknik Analisis Data
Data-data yang diperoleh dari penelitian melalui lembar pengamatan/observasikemudian
diolah dengan analisis data deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencapaian
indikator keberhasilan tiap siklus dan untuk menggambarkan keberhasilan pembelajaran
dengan menerapkan model roject based learning Pada sub tema macam-macam sumber energi
kelas IV semester gasal th 2014/2015. Untuk memperoleh peningkatan aktivitas belajar siswa,
peneliti menggunakan teknik analisa data kualitatif dari hasil pengumpulan data observasi atau
pengamatan sebelumnya. Berdasarkan pada permasalahan dalam penelitian tindakan yang
berjudul :
"PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA SUB TEMA MACAM MACAM
SUMBER ENERGI MELALUI PENERAPAN MODEL PROJECT BASED
LEARNING KELAS IV MI DARUL ULUM SEMARANG TAHUN PELAJARAN
2014/2015”
sebagai berikut : Jika strategi pembelajaran yang selama ini digunakan oleh guruMI Darul
Ulum Semarang dalam kegiatan belajar mengajar siswa kelas IV semester gasal MI Darul Ulum
Semarang, diganti dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik terpadu
model project based learning, maka dimungkinkan akan berpengaruh terhadap peningkatan
aktivitas belajar anak pada Sub Tema Macam-macam Sumber Energi kelas IV MI Darul Ulum
Semarang.
G. Indikator Keberhasilan PTK
Kriteria keberhasilan PTK dapat ditunjukkan melalui berbagai indikator-indikator
kualitatif berupa meningkatnya keaktifan siswa dalam ikut serta melakukan aktivitas
belajar. dengan hasil pengamatan/observasi aktivitas siswa dengan nilai minimal B, atau
dikonversikan dalam angka 3
H. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang akan dipersiapkan oleh peneliti adalah sbb:
1) RPP siklus I dan siklus II
2) Lembar observasi berupa checklist aktivitas siswa
Lembar observasi aktivitas siswa bertujuan untuk mengumpulkan data kualitatif yang berkaitan
dengan keaktifan siswa berisi nilai keaktifan siswa. Nilai ini bisa dikonversikan dalam bentuk
skor 1-4. Skor 4: sangat tinggi, 3: tinggi, 2: cukup, dan 1: Rendah
3) Lembar observasi aktivitas guru
Lembar obervasi ini bertujuan untuk menganalisa praktik pengajar guru yang sedang
berlangsung, mengukur sejauh mana guru menguasai materi, menerapkan RPP dalam mengajar,
menganalisa apakah metode yang digunakan telah tepat atau belum dalam pembelajaran.
4) Angket untuk mengetahui keefektifan model project based learning dalam pembelajaran
I. Jadwal Penelitian
Peneliti telah merencanakan jadwal PTK sebelum melaksanakan PTK di lapangan
berdasarkan kalender pendidikan, program semester dan jadwal pembelajaran tematik kelas IV B
yang telah ditetapkan oleh madrasah. Adapun jadwal PTK tersebut dalam bentuk matrik/ tabel
berikut:
Contoh jadwal PTK (selama bulan: Juni s.d. November 2014)
No Kegiatan Bulan/ Minggu ke
Juni Juli Agust Sept Okt Nov
1 Pematangan dan Minggu
konsultasi topik Ke 3-4
PTK
2 penyusunan Minggu ke
proposal PTK 1-4
3 Penyusunan
instrumen PTK Minggu ke
1-4
4 Pelaksanaan Minggu ke
siklus I 1
5 Pelaksanaan Minggu
siklus II ke 2
6 Analisis Data Minggu ke
3-4
7 Penyusunan Minggu ke
laporan PTK 1-3
8 Pendaftaran Minggu ke
seminar Hasil 4
PTK

9 Seminar Hasil Minggu ke


PTK 1
10 Revisi Laporan Minggu ke
Hasil PTK 2
11 Penyerahan
Laporan Hasil Minggu ke
PTK kepada 3
pengelola (2
jilid & soft
copy)
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Paparan Data
Temuan Penelitian yang menjadi fokus perbaikan yang dihimpun selama pelaksanaan
pembelajaran dapat penulis paparkan sebagai berikut :
1. Prasiklus
Hasil wawancara dengan guru kelas tentang aktivitas siswa dalam belajar pada pra siklus
diperoleh hasil dari 23 siswa yang cukup aktif dalam pembelajaran adalah 8 siswa ( 34,78%)
dan sisanya. 15 Siswa kurang aktif (65,21%), selanjutnya penulis berkonsultasi dengan guru
pamong untuk mengungkap dan memperjelas masalah, lalu mencari alternatif pemecahannya
dengan merencanakan perbaikan pembelajaran siklus I. Pada pra siklus dapat disajikan dalam
grafik sebagai berikut:

Grafik 1
Aktivitas Belajar Siswa pra siklus
Berdasarkan data pada tabel tersebut , selama ini aktivitas belajar siswa dalam
pembelajaran tematik terpadu di MI Daru Ulum Wates Ngaliyan Semarang khsusnya kelas IV
(kholid bin walid) masih rendah sehingga proses pembelajaran berjalan kurang lancar.
Sedangkan penanganan untuk membangkitkan aktivitas belajar siswa belum dilaksanakan dan
diterapkan secara maksimal karena lebih banyak menggunakan model pembelajaran ceramah
yang mana siswa cenderung hanya mendengar dan mencatat pelajaran yang diberikan guru.
Siswa tidak mau bertanya apalagi mengemukakan pendapat tentang materi yang diberikan.
2. Siklus I
Setelah data tentang aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran di kelas diperoleh
dari tahap pra siklus, peneliti melanjutkan penelitian ke tahap siklus I. Berikut ini adalah hasil
penelitian siklus I dalam upaya peningkatan aktivitas belajar pada sub tema macam-macam
sumber energi melalui penerapan model Project Based Learning kelas IV MI Daru Ulum
Ngaliyan Semarang.
a. Tahap perencanaan
Berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi pada tahap pra siklus maka telah
direncanakan model pembelajaran pada sub tema macam-macam sumber energi melalui
penerapan model Project Based Learning
b. Tahap pelaksanaan
Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan sebanyak 1 kali pertemuan yaitu pada hari
rabu tanggal 3 September 2014 pukul 07.15 – 12.30 WIB. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus
I ini mengacu pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dipersiapkan. Selama
pembelajaran berlangsung aktivitas peneliti maupun siswa diamati oleh guru kolaborator maupun
kolaborator teman sejawat yang bertindak sebagai pengamat.
Pada tahap pelaksanaan tindakan siklus I ini, guru melakukan tindakan pembelajaran
dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning. Pada model ini siswa bekerja
secara nyata, memecahkan persoalan di dunia nyata dengan mengembangkan tema/topik dalam
pembelajaran yang dapat menghasilkan solusi berupa produk atau hasil karya secara nyata
ataurealistis.
Adapun langkah-langkah Pembelajaran sebagai berikut:
1) Siswa mengamati contoh Buklet (Mengamati).
2) Siswa distimulasi untuk bertanya dari hasil pengamatan Terhadap benda-benda elektronik
disekitar sekolah tersebut hingga terbentuk rumusan masalah. (menanya)
3) Siswa diminta membentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
4) Siswa membaca instruksi di buku tentang cara membuat Buklet.(mengumpulkan informasi)
5) Dengan bimbingan guru, siswa menentukan langkah-langkah pembuatan Buklet. (perancangan
langkah-langkah penyelesaian proyek)
6) Siswa melakukan percobaan membuat buklet sesuai dengan langkah-langkah yang telah
direncanakan. (Eksperimen) (penyelesaian proyek)
7) Siswa menyampaikan hasil karyamya di depan kelas(Mengkomunikasikan); (publikasi hasil
proyek)
8) Siswa dengan bimbingan guru Membuat kesimpulan hasil belajar (evaluasi proses dan hasil
proyek)
c. Tahap observasi
Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi. Dari pengamatan tersebut
peneliti mendapatkan hasil sebagai berikut :
Tabel 1
Aktivitas siswa dalam pembelajaran siklus I
No Aspek yang diamati Prosentase Kriteria Aktivitas Belajar Siswa
(%)
Kurang Cukup Aktif Sangat
aktif aktif Aktif
1. Siswa aktif 0 36,36 40,90 22,72
mengamati
(Observasi)
2 Siswa aktif Bertanya 0 50,00 36,36 13,63
(Menanya)
3. Siswa aktif 0 0 59,09 40,90
melakukan percobaan
(Eksperimen)
4. Siswa aktif menalar 0 45,45 40,90 13,63
(Asosiasi/Analisi)
5. Siswa aktif dalam 0 50,00 31,81 18,18
menyampaikan hasil
pekerjaannya di
depan kelas
(komunikasi)

Dari data di atas, secara klasikal aktivitas belajar siswa nampak sudah mengalami
peningkatan. Namun hasilnya belum memenuhi harapan yang diinginkan peneliti. Dari data
aktivitas siswa dan peneliti selam pembelajaran dapat diketahui bahwa keterlibatan siswa dalam
pembelajaran masih terbilang kurang begitu pula aktivitas peneliti, dimana peneliti belum dapat
mengkondisikan siswa dengan baik.
d. Refleksi
Sesudah peneliti melaksanakan penelitian melalui perencanaa, pelaksanaan dan observasi,
maka peneliti merefleksi diri untuk mengetahui keberhasilan atau kekurangannya. Berdasarkan
data-data yang telah terkumpul pada siklus I, proses pembelajaran yang berlangsung masih
kurang efektif yang ditunjukkan dengan kurangnya aktivitas belajar siswa selama pembelajaran
berlangsung, hal ini dapat dilihat dari hasil observasi aktivitas belajar siswa sebesar 36,36%
cukup aktif, 41,81% aktif dan 21,81 % sangat aktif. Namun penggunaan metode ini sudah dapat
meningkatkan aktivitas siswa dalam melakukan eksperimen (percobaan) sebesar 59,09% aktif
dan 40,90 % sangat aktif. Akan tetapi hasil ini belum memenuhi target yang ditetapkan peneliti
sehingga diperlukan suatu perbaikan dalam pembelajaran untuk siklus berikutnya.
Berdasarkan hasil refleksi yang dilakukan peneliti didapatkan beberapa solusi untuk
digunakan sebagai upaya perbaikan terhadap proses pembelajaran pada siklus II dengan
senantiasa mempelajari teknik-teknik penerapan model pembelajaran Project Based Learning di
kelas dan menyesuaikan dengan maeri yang akan diajarkan. Selain itu perlu diadakan sosialisasi
kepada siswa tentang teknik pembelajaran Project Based Learning
3. Siklus II
a. Tahap Perencanaan
Rencana perbaikan pembelajaran pada siklus II dibuat berdasarkan kekurangan yang ada
pada siklus I. Rencana dalam siklus II ini peneliti ingin lebih meningkatkan aktivitas belajar
siswa dalam pembelajaran tematik terpadu dengan model Project Based Learning. Untuk itu
peneliti merencanakan perbaikan pembelajaran dengan menekankan pada :
1) Penggunaan metode pembelajaran model Project Based Learning;
2) Bimbingan sesuai dengan tingkat kesulitan baik kelompok maupun individu secara adil.
b. Tahap Pelaksanaan
Tindakan pada siklus II dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 10 September 2014, pukul
07.15 – 12.30 WIB. Dalam siklus II ini hal-hal yang dilakukan hampir sama dalam tahap silkus I
sebelumnya. Hanya saja dalam tahap siklus II ini peneliti lebih menekankan pada keterampilan
dalam pembuatan proyek secara prosedural sehingga siswa dapat aktif selama kegiatan
pembelajaran dan proses belajar berlangsung dengan lancar.
Adapun langkah-langkah pembelajaran siklus II sebagai berikut :
1) Siswa diminta mengamati kincir angin dan kincir air yang dibawa oleh guru. (mengamati)
2) Siswa distimulasi untuk bertanya dari hasil pengamatan terhadap kedua kincir tersebut hingga
terbentuk rumusan masalah. (menanya)
3) Siswa diminta membentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
4) Siswa secara berkelompok menentukan proyek yang akan dikerjakan (membuat kincir angin dan
atau kincir air). (penentuan proyek)
5) Siswa membaca instruksi di buku tentang cara membuat kincir angin dan kincir
air. (mengumpulkan informasi)
6) Dengan bimbingan guru, siswa menentukan langkah-langkah pembuatan kincir angin dan kincir
air. (perancangan langkah-langkah penyelesaian proyek)
7) Dengan bimbingan guru, siswa membagi tugas dalam setiap kelompoknya agar 2 kincir tersebut
selesai dibuat dalam waktu yang ditentukan. (penyusunan jadwal pelaksanaan proyek)
8) Siswa secara berkelompok membuat kincir angin dan kincir air sesuai langkah dan pembagian
tugas yang telah direncanakan sebelumnya.(eksperimen); (penyelesaian proyek)
9) Guru berkeliling memastikan siswa memahami instruksi yang diberikan dan memberikan
bantuan kepada siswa yang menemui kesulitan.
10) Siswa keluar kelas dan mempraktekkan cara agar kincir angin dan kincir air dapat bergerak
secara bergantian. (eksperimen); (penyelesaian proyek)
11) Ketika siswa sedang menggerakkan kincir angin dan kincir air, siswa yang lain dalam satu
kelompok diminta untuk mengamati perbedaan dan persamaan dari kedua kincir
tersebut. (mengasosiasi)
12) Siswa secara berkelompok membuat laporan hasil percobaan dan pengamatan. (penyusunan
laporan proyek)
13) Siswa mempresentasikan hasil laporannya di depan kelas.(mengkomunikasikan); (publikasi hasil
proyek)
14) Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan tentang manfaat energi angin dan energi air serta
manfaat dari kincir angin dan kincir air.(evaluasi proses dan hasil proyek)
Selama proses pembelajaran, peneliti dan kolaborator teman sejawat melakukan
pengamatan mengenai kegiatan dan aktivitas siswa. Kemudian pada akhir siklus II ini peneliti
merekap data semua aktivitas siswa selama pengamatan pelaksanaan tindakan siklus II.
c. Tahap Observasi
Selama proses pembelajaran, peneliti berhasil melakukan observasi terhadap kegiatan
pembelajaran siklus II. Dari lembar observasi dapat diketahui bahwa hasil penelitian masalah
siklus II ini sudah lebih baik daripada perbaikan pembelajaran siklus I. Aktivitas siswa selama
proses pembelajaran siklus II yang tercatat melalui lembar pengamatan sudah baik. Siswa lebih
aktif, antusias dan serius dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. sebagaimana
terangkum dalam tabel berikut :
Tabel 2
Aktivitas siswa dalam pembelajaran siklus II
No Aspek yang diamati Prosentase Kriteria Aktivitas Belajar
Siswa (%)
Kurang Cukup Aktif Sangat
aktif aktif Aktif
1. Siswa aktif 0 0 40,90 59,09
mengamati
(Observasi)
2 Siswa aktif 0 0 63,63 36,36
Bertanya (Menanya)
3. Siswa aktif 0 0 18,18 81,81
melakukan
percobaan
(Eksperimen)
4. Siswa aktif menalar 0 0 77,27 22,72
(Asosiasi/Analisi)
5. Siswa aktif dalam 0 0 54,54 45,45
menyampaikan hasil
pekerjaannya di
depan kelas
(komunikasi)

Dari data aktivitas siswa dan peneliti selama pembelajaran dapat diketahui bahwa
keterlibatan siswa dalam pembelajaran pada siklus II ini mengalami peningkatan dan telah
memenuhi target yang ingin dicapai oleh peneliti. Selain itu pada siklus II ini peneliti sudah
dapat menerapkan model pembelajaran dengan baik, di mana peneliti sudah dapat
mengkondisikan siswa selama pembelajaran.
d. Refleksi
Berdasarkan dari hasil dalam perbaikan pembelajaran siklus II dan hasil observasi atas
tindakan proses pembelajaran, peneliti dapat merumuskan keberhasilan dan kekurangan pada
penelitian tersebut. Berdasarkan data yang didapat dari pelaksanaan siklus II menunjukkan
adanya peningkatan yang signifikan yaitu meningkatnya aktivitas belajar siswa selama
kegiatan pembelajaran.
Dengan interpretasi tersebut dapat dinyatakan bahwa penelitian tindakan yang dilakukan
telah sesuai rencana yang ditetapkan yaitu terlaksananya siklus I dan siklus II. Dan dari hasil
refleksi siklus II ini menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran model Project Based
learning pada sub tema Macam-macam sumber energi pada siswa kelas IV MI Darul Ulum
Ngaliyan Semarang selama proses pembelajaran telah berhasil.
B. Analisis Data per Siklus
Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada sub tema macam-macam sumber
energi yang terbagi menjadi dua siklus pembelajaran. Siklus I dilaksanakan pada tanggal 3
September 2014 membahas tentang sub tema macam-macam sumber energi pembelajaran I.
Siklus II dilaksanakan pada tanggal 10 September 2014 membahas tentang sub tema macam-
macam sumber energi pembelajaran 2.
Pelaksanaan proses pembelajaran siklus I mengacu pada rencana pembelajaran yang
telah disusun oleh peneliti. Pada proses pembelajaran siklus I yang dilakukan peneliti adalah
mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran modelProject Based Learning.
Pada siklus I ini keterlibatan siswa selama proses pembelajaran masih dikatakan
kurang yaitu sebesar 36,36% cukup aktif, 41,81% aktif dan 21,81 % sangat aktif. Hal ini
disebabkan peneliti belum dapat mengkondisikan kelas dengan baik yang ditunjukkan dengan
masih banyak siswa yang ramai sendiri selama proses pembelajaran, dan terdapat siswa yang
nampak bosan dan sibuk bermain sendiri selama kegiatan pembelajaran. Kendala lainnya
adalah peneliti terlalu cepat dalam menyampaikan informasi dan penjelasan prosedur
pelaksanaan pembelajaran berbasis Proyek, sehingga siswa kurang memahami teknik
pembelajaran yang disampaikan. Oleh karena itu diperlukan suatu perbaikan-perbaikan proses
pembelajaran untuk siklus berikutnya, sehingga pada siklus II nantinya akan tercipta suatu
proses pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan bagi siswa yang pada akhirnya
siswa akan lebih aktif selama proses pembelajaran berlangsung.
Pelaksanaan siklus II dilaksanakan hari rabu tanggal 10 September 2014 membahas
sub tema macam-macam sumber energi pembelajaran 2. Proses pembelajaran yang dilakukan
peneliti pada siklus II tidak jauh berbeda dengan pembelajaran pada siklus I, hanya saja
peneliti telah melakukan beberapa perbaikansesuai dengan hasil refleksi kinerja peneliti selama
siklus I. Pada siklus II peneliti menjelaskan lebih detail kepada siswa tentang prosedural teknik
pelaksanaan model Project Based Learning sehingga pelaksanaan pembelajaran lebih lancar.
Peneliti juga memberikan bantuan berupa pengarahan kepada siswa apabila siswa mengalami
kesulitan dalam menyelesaikan proyek.
Hasil yang diperoleh adalah bahwa pada siklus II ini aktivitas siswa meningkat menjadi
0% siswa cukup aktif 50,90 % aktif dan 49,08 % sangat aktif.

C. Analisis Data Akhir (akhir)


Berdasarkan paparan data dan analisis data dari siklus I dan siklus II perbandingannya
dapat peneliti gambarkan sebagai berikut :
Tabel 3
Perbandingan Aktivitas siswa dalam pembelajaran siklus I & II
No Aspek yang diamati Prosentase Kriteria Aktivitas Belajar Siswa (%)
Kurang aktif Cukup aktif Aktif Sangat Aktif
SI S II SI S II SI S II SI S II
1. Siswa aktif 0 0 36,36 0 40,90 40,90 22,72 59,09
mengamati
(Observasi)
2 Siswa aktif Bertanya 0 0 50,00 0 36,36 63,63 13,63 36,36
(Menanya)
3. Siswa aktif 0 0 0 0 59,09 18,18 40,90 81,81
melakukan percobaan
(Eksperimen)
4. Siswa aktif menalar 0 0 45,45 0 40,90 77,27 13,63 22,72
(Asosiasi/Analisi)
5. Siswa aktif dalam 0 0 50,00 0 31,81 54,54 18,18 45,45
menyampaikan hasil
pekerjaannya di
depan kelas
(komunikas)

Grafik 2
Aktivitas belajar siswa siklus I dan Siklus II
Berdasarkan hasil penelitian ini ternyata menunjukkan bahwa pembelajaran dengan
menggunakan model Project Based Learning yang diterapkan pada sub tema macam-macam
sumber energi kelas IV (kholid bin Walid) MI Darul Ulum Ngaliyan Semarang tahun pelajaran
2014/2015 dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa.
BAB V
PENUTUP

A. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis data pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul “
Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Pada Sub tema Macam-macam Sumber energi Melalui
Penerapan Model Project Based Learning kelas IV MI Darul Ulum Ngaliyan Semarang” dapat
disimpulkan sebagai berikut :
1. Pembelajaran dengan model Project Based Learning pada sub tema macam-macam sumber
energi mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hal ini terbukti dengan perolehan
prosentase kriteria aktivitas belajar siswa, yaitu : pada siklus I siswa yang cukup aktif
36,36%, siswa yang aktif 41,81% dansiswa yang sangat aktif 21,81%. Pada siklus II meningkat
menjadi 0% siswa yang cukup aktif, 50,90 % siswa yang aktif dan 49,08 % siswa yang sangat
aktif;
2. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan oleh peneliti di kelas IV MI Darul Ulum
Ngaliyan Semarang dengan menggunakan model Pembelajaran Project Based
Learning membawa dampak yang positif terhadap aktivitas belajar siswa terutama mengurangi
kejenuhan dan sebagai variasi pembelajaran
B. Saran
Berdasarkan penelitian diatas dapat disampaikan saran-saran sebagai berikut :
1. Dalam Pembelajaran tematik terpadu, guru harus mampu memilih metode pembelajaran yang
sesuai dengan materi yang akan disampaikan kepada siswa agar siswa mudah dalam
memahami dan menerima materi pembelajaran;
2. Pembelajaran model Project Based Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa,
maka dalam kegiatan pembelajaran sub tema Macam-macam sumbe energi disarankan
menggunakan metode pembelajaran tersebut.
C. Kata Penutup
Puji syukur alhamdulilah penulis panjatkan kepada ALLAH SWT yang telah
melimpahkan kesehatan, rahmat dan hidayah Nya kepada penulis, tak lupa sholawat dan salam
semoga tercurah kepada Nabi Besar Muhammad SAW yang telah mengantarkan kita dari jalan
kegelapan menuju jalan kebenderangan sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan PTK.
Kemudian kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan
PTK ini.
Dengan kerendahan hati apabila masih terdapat kekurangan dalam pembuatan PTK ini
semata-mata karena keterbatasan pengetahuan penulis, karena kesempurnaan hanya milik
ALLAH SWT . Sekian dari penulis semoga PTK ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan
semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan segala rahmat-Nya kepada penulis, keluarga
penulis dan kepada pembaca yang budiman, Amin.

DAFTAR PUSTAKA

Arends, R.I (2007) Learning to Teach. New York : Mc. Graw Hill.. ISBN : 10 : 0-07-322795-1
Arikunto,S, Suhardjono dan Supardi. Penelitian Tindakan kelas, Jakarta : Bumi Aksara
Bahruddin dan Wahyuni, E.N,( 2010) , Teori Belajar & Pembelajaran, Yogyakarta : Ar-Ruzz Media.
Direktorat Pembina SD Ditjen Dikdas (2013) , Model Pembelajaran Bebasis proyek (Proyect Based
learning), Kemdikbud.
Fachruri, A (2010). “Upaya Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran PAI
Dngan Strategi Aktive Learning Tipe Aktive Knowladge Sharing di SMP N 31 Semarang
Semester II kelas VII Tahun Ajaran 2019/2010”.Skripsi, Jurusan Fakultas Tarbiyah Institut
Agama Islam Negeri Walisongo Semarang Tahun 2010.
Fred Schultz (2008/2009), Annual Editions Education, New York : Mc. Grow Hill. ISBN : 978-0-07-
339748-1
Hernawan,A.H dan Resmini, N (2009). Modul Pembelajaran TematikS-1 PGMI Dual Modes Modul
1-6PT-1 Konsep Dasar Nomor 1, Kementerian Agama RI.
Kementerian pendidikan dn kebudayaan Republik Indonesia (2013), Tema 2 Selalu
Berhemat Energi (buku tematik terpadu Kurikulum 2013), Buku Guru & Buku Siswa
SD/MI kelas IV.
Mulyana, E (2009), Praktek Penelitian Tindakan Kelas, Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Mustaqim (2001), Psikologi Pendidikan,Pustaka Pelajar.
Permendikbud nomor 81a tahun 2013,Tentang Implementasi Kurikulum 2013,Lampiran IV pedoman
Umum Pembelajaran
Ravi Ranga Rao dan Bhaskara Rao, D , Methods of Theacher training. New Delhi: discovery
Publishing House. 2004. ISBN : 81-7141-812-0.
Rohani HM, A (2010), Pengelolaan Pengajaran (Sebuah Pengantar menuju Guru profesional), Jakarta
: Renika Cipta.
Saminanto (2010), Ayo Praktek PTK ( Penelitian Tindakan Kelas), Semarang : RaSAIL Media
Group.2010
Suharyati, T (2012) .”Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPA Materi Energi Dan Perubahannya
Melalui Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas VI SD Negeri Telukan 03 Semester II Tahun
2010/2011”. Jurnal Pendidikan Dwija Utama Forum Komunikasi Pengembangan Profesi
Pendidik Kota Surakarta.3 (17), 125-132.
Warsito, Pembelajaran Sains Berbasis Proyek (Project Based Learning) sebagai Usaha untuk
meningkatkan aktivitas dan Accademic Skill Siswa Kelas VII C SMP Muhammadiyah 3
Depok. Skripsi dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Yogyakarta tahun 2008 Tersedia : digilib.uin-suka.ac.id/3046/1/BAB I,V, DAFTAR
PUSTAKA.pdf (20/07/2014 , 09:56 WIB)

[1]Mustaqim, Psikologi Pendidikan, (Pustaka Pelajar, 2001) hlm. 34


[2] Mustaqim, Psikologi Pendidikan, (Pustaka Pelajar, 2001) hlm. 69
[3] Mustaqim, Psikologi Pendidikan, (Pustaka Pelajar, 2001) hlm.72
[4] Hernawan, A.H & Resmini,N Modul Pembelajaran TematikS-1 PGMI Dual Modes Modul 1-6 PT-1 Konsep Dasar
Nomor 1 (Kementerian Agama RI, 2009) hlm. 9
[5] Direktorat Pembina SD Ditjen Dikdas, Model Pembelajaran Bebasis Proyek (Proyect Based
learning)(Kemdikbud, 2013) hlm. 53

[6] Bahruddin, & Wahyuni,E.N, Teori Belajar & Pembelajaran (Ar-Ruzz Media, 2010) hlm 13

[7] Bahruddin, & Wahyuni,E.N, Teori Belajar & Pembelajaran (Ar-Ruzz Media, 2010) hlm 34
[8] Ahmad Rohani HM, Pengelolaan Pengajaran (Sebuah Pengantar menuju Guru profesional)(Renika Cipta, 2010) hlm 7
[9] Ranga Rao, R dan Bhaskara Rao,D, Metods of Teacher Training, (New Delhi : Discovery Publishin House, 2004). hlm.. 309

[10] Arends,R.I. Learning to Teach, (New York : Mc. Grow Hill, 2007). hlm. 12
[11] Fred Schultz, Annual Editions Education, ( New York :Mc. Grow Hill, 2008/2009). Hlm. 196
[12] Asep Herry Hernawan, Novi Resmini, Modul Pembelajaran TematikS-1 PGMI Dual Modes Modul 1-6 PT-1
Konsep Dasar Nomor 1 (Kementerian Agama RI, 2009) hlm. 5

[13] Hernawan,A.H & Resmini, N.Modul Pembelajaran TematikS-1 PGMI Dual Modes Modul 1-6 PT-1 Konsep Dasar
Nomor 1 (Kementerian Agama RI, 2009) hlm. 7

[14] Asep Herry Hernawan, Novi Resmini, Modul Pembelajaran TematikS-1 PGMI Dual Modes Modul 1-6 PT-1 Konsep Dasar
Nomor 1 (Kementerian Agama RI, 2009) hlm.10
[15] Hernawan,A.H &Resmini,N. Modul Pembelajaran TematikS-1 PGMI DualModes Modul 1-6 PT-1 Konsep Dasar Nomor 1
(Kementerian Agama RI, 2009) Hlm. 17-18

[16] Direktorat Pembinaan SD Ditjen Dikdas, Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning,(Kemdikbud 2013).
hlm. 53-54
[17] Direktorat pembinaan SD Ditjen Dikdas, Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project based learning,(kemdikbud 2013).
hlm. 55
[18] Suharyati, T. (2012).”Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPA Materi Energi Dan Perubahannya Melalui
Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas VI SD Negeri Telukan 03 Semester II Tahun 2010/2011”. Jurnal Pendidikan
Dwija Utama Forum Komunikasi Pengembangan Profesi Pendidik Kota Surakarta.3 (17), 125-132

[19] Warsito.Pembelajaran Sains Berbasis Proyek (Project Based Learning) sebagai Usaha untuk meningkatkan
aktivitas dan Accademic Skill Siswa Kelas VII C SMP Muhammadiyah 3 Depok. Skripsi dari Fakultas Sains dan
Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2008 Tersedia : digilib.uin-
suka.ac.id/3046/1/BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf (20/07/2014 , 09:56 WIB)

[20] Achmad Fachruri, 2010. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran PAI Dngan
Strategi Aktive Learning Tipe Aktive Knowladge Sharing di SMP N 31 Semarang Semester II kelas VII Tahun
Ajaran 2019/2010.