Anda di halaman 1dari 4

Cara Membaca Gambar Arsitek

https://id.wikihow.com/Membaca-Gambar-Arsitek

4 Bagian:Membaca Dasar-DasarnyaMembaca Lembar ArsitekturMembaca Denah TersisaMemahami Gambar Arsitektur Lebih Dalam
Persyaratan pertama dalam proyek pembangunan sebuah gedung adalah kemampuan memahami gambar
arsitektur, yang juga disebut cetak biru, atau denah. Jika ingin tahu cara membaca gambar-gambar ini dan
memahami persis maksudnya, ikuti langkah-langkah berikut ini.

Bagian
1 Membaca Dasar-Dasarnya

Bagian
2 Membaca Lembar Arsitektur

Bagian
3 Membaca Denah Tersisa

Bagian
4

Memahami Gambar Arsitektur Lebih Dalam

1
Baca lembar sampulnya. Ini berisi nama proyek, nama arsitek, alamat dan pihak yang bisa dihubungi, lokasi
proyek, serta tanggal. Halaman ini sangat mirip sampul buku. Banyak sampul denah yang juga menyertakan
gambar wujud akhir produk, menunjukkan seperti apa penampakan bangunan setelah selesai dibangun dan
dilansekapkan.[1]

1.
2
Baca indeks denahnya. Halaman ini berisi beberapa lembar indeks denah, dan kadang sekalian kontennya.
Lembar ini juga berisi kunci singkatan yang dipakai, bar skala dengan skala denah terindikasi, dan kadang
disertakan catatan disain.

2.
3
Membaca denah lokasi. Ini berisi peta wilayah, dengan gambar peta lokasi yang diperbesar, biasanya memberi
cukup informasi untuk menemukan lokasi proyek dari kota atau jalan raya terdekat. Lembar ini tidak lazim
ditemukan di banyak denah.

3.
4
Membaca denah situs. Halaman-halaman ini biasanya diberi nomor, mulai dari “C”, misalnya Lembar “C 001",
"C 002”, dan seterusnya. Denah situs memuat beberapa lembar kertas dengan informasi sebagai berikut:

 Informasi topografis. Ini akan memberi informasi kepada pengembang dan tukang perihal topografi, kemiringan
atau kerataan tanah di areal situs.
 Denah penghancuran. Lembar ini (bisa lebih dari satu lembar) menunjukkan struktur atau fitur yang akan
dihancurkan di lokasi, seperti pepohonan, dan masuk ke catatan utama.
 Denah utilitas situs. Lembar ini mengindikasikan lokasi utilitas bawah tanah “yang sudah ada”, agar terlindung
selama ekskavasi dan konstruksi.