Anda di halaman 1dari 7

Sebuah Kasus Lipoma Intraoral yang Langka pada Anak Usia 33 Bulan

dan Tinjauan Pustaka


Priyanka Agarwal, Swati Patil, dan Minal Chaudhary
Departemen Patologi Mulut, Perguruan Tinggi Gigi Sharad Pawar, Wardha, Maharashtra, India

Abstrak
Lipoma merupakan salah satu neoplasma mesenkimal yang umum ditemukan,
namun lipoma jarang terjadi di daerah mulut dan maksilofasial, lipoma hanya
mewakili sekitar 0,5% sampai 5% dari semua tumor mulut jinak. Kebanyakan pasien
dengan lipoma berusia di atas 40 tahun, lipoma jarang terjadi pada anak-anak dan
memiliki distribusi jenis kelamin yang kurang lebih sama. Lipoma biasanya terjadi
tanpa gejala hingga tumbuh menjadi ukuran besar yang dapat mengganggu
kemampuan bicara dan mastikasi. Lesi jaringan ikat jinak lainnya seperti tumor sel
granular, neurofibroma, fibroma akibat trauma, dan lesi-lesi kelenjar ludah (mukokel
dan tumor campuran) mungkin dimasukkan sebagai diagnosa banding. Tujuan dari
laporan ini adalah untuk menyajikan suatu kasus yang jarang terjadi pada pasien
perempuan berusia 2 tahun dan 9 bulan, dengan diagnosis lipoma secara
histopatologis.

Kata Kunci: Lipoma; Neoplasma jaringan lunak

Pendahuluan
Berbagai jenis tumor mesenkimal perifer oral diklasifikasikan menurut
Furlong dll. sebagai berikut [1]:
 Lipoma
 Myomas (rhabdomyomas dan leiomyoma)
 Tumor saraf perifer (neurofibroma, neurofibroma tipe plexiform, schwannoma,
neuroma akibat trauma)
Sebaliknya, secara morfologis lipoma intraoral dapat diklasifikasikan
menurut Rajendra dll. Sebagai berikut [2]:
 Bentuk difus yang mengenai jaringan yang lebih dalam
 Bentuk superfisial
 Bentuk enkapsulasi
Lipoma didefinisikan sebagai neoplasma jinak dengan pertumbuhan yang
lambat dan tersusun dari sel-sel lemak matur [2]. Lipoma adalah tumor yang umum
ditemukan dalam tubuh manusia. Kebanyakan pasien dengan lipoma berusia di atas
40 tahun, lipoma jarang terjadi pada anak-anak dan memiliki distribusi jenis kelamin
yang kurang lebih sama [3]. Lipoma paling umum ditemukan di mukosa bukal dan
lipatan mukobukal; diikuti dengan lidah, dasar mulut, dan bibir. Dalam laporan lain,
bibir adalah tempat paling umum kedua [4]. Ukuran tumor tergantung pada lokasi,
tetapi jarang melebihi diameter 25 mm [5]. Lipoma biasanya terjadi tanpa gejala,
hingga akhirnya tumbuh menjadi ukuran besar dan dapat mengganggu kemampuan
berbicara dan mastikasi [6,7]. Meskipun keganasan adalah saingan dari tumor ini,
liposarkoma adalah neoplasma jaringan lunak umum lainnya, tetapi kejadiannya
dalam rongga mulut jarang terjadi [8].

Laporan Kasus
Seorang ibu dari pasien berusia 33 bulan mengeluh bahwa terdapat benjolan
di dalam mulut anaknya sejak 3 bulan yang lalu sehingga anaknya enggan makan
sejak 3 hari yang lalu. Riwayat mengungkapkan bahwa pasien memiliki kebiasaan
mengunyah sikat gigi sejak 3 bulan yang lalu selama 3 jam setiap hari dan tidak ada
riwayat rasa sakit. Benjolan tersebut awalnya kecil dan mencapai ukuran seperti
sekarang dalam waktu tiga bulan. Pemeriksaan ekstraoral mengungkapkan tidak ada
kelainan. Pemeriksaan intraoral mengungkapkan terdapat massa dengan ukuran 2,5
cm x 2 cm yang menonjol di mukosa bukal kanan, mulai dari aspek distal gigi 85
hingga ke daerah retromolar pada sisi tersebut, berwarna merah jambu kemerahan
dengan sedikit warna kuning (Gambar 1a dan b), dan daerah tepinya memiliki teraan
gigi. Palpasi menunjukkan pertumbuhan massa yang tidak sakit, memiliki konsistensi
lunak, fluktuatif, dan permukaannya halus. Sesuai dengan temuan di atas, diagnosa
sementara dari lesi ini adalah fibroma akibat trauma, sementara granuloma pyogenik,
granuloma sel raksasa perifer, dan myoblastoma sel granular dianggap sebagai
diagnosis banding. Tes darah dan radiologi rutin dilakukan, tetapi tidak
mengungkapkan temuan yang signifikan dan menegaskan bahwa parameter darah
berada dalam batas normal. Pemeriksaan radiografis tidak dilakukan karena dasar dari
lesi tidak melekat pada tulang. Bedah eksisi dilakukan sebagai perawatan pada kasus
ini. Secara makroskopik, massa yang diambil berwarna kekuningan dan memiliki
konsistensi lunak.
Pemeriksaan histopatologi menunjukkan adanya lembaran sel adiposit matur
yang mengandung sitoplasma yang jernih dan nukleus eksentrik, tanpa adanya
metaplasia atau atypia seluler. Sebuah kapsul fibrosa tipis juga ditemukan (Gambar 2).
Terlihat perubahan susunan lobular-lobular sel dan juga ditemukan adanya jaringan
ikat fibrovaskular (Gambar 2a dan b). Berdasarkan gambaran histopatologi, maka
pada kasus ini ditegakkan diagnosa lipoma.

Diskusi
Lipoma adalah tumor mesenkim yang paling umum terjadi, terutama di
bagian badan dan proksimal dari ekstremitas, tetapi lipoma jarang terjadi di rongga
mulut [9]. Deskripsi pertama dari lesi oral ini diungkapkan oleh Roux pada tahun
1848. Dalam ulasannya tentang massa alveolar, Roux merujuk lesi oral ini sebagai
“epulis kuning” [2]. Lipoma oral biasanya berupa massa nodular yang lunak,
memiliki permukaan yang halus, dan dapat bertangkai atau tidak. Tumor ini biasanya
tidak memiliki gejala dan berwarna kuning. Lipoma oral yang mengenai jaringan
yang lebih dalam dapat berwarna merah jambu. Dalam laporan ini, kasus lipoma
intraoral terjadi pada anak berusia tiga puluh tiga bulan. Hingga saat ini, jenis kasus
ini jarang terjadi. Lipoma relatif jarang terjadi di rongga mulut, yaitu hanya mewakili
sekitar 0,5% sampai 5% dari semua tumor mulut jinak. Umumnya, prevalensi
terjadinya lipoma tidak berbeda dalam hal jenis kelamin, meskipun predileksi untuk
pria telah dilaporkan [1] dan lipoma paling sering terjadi pada pasien berusia di atas
40 tahun [10,11]. Dalam kasus ini, pasien baru berusia 33 bulan. Sebanyak 50% dari
semua kasus, mukosa bukal dan vestibulum bukal adalah tempat yang paling umum
terjadi di intraoral. Lipoma oral yang terletak di mukosa bukal mungkin tidak
menggambarkan tumor yang sebenarnya, tetapi lebih kepada penonjolan lemak bukal
melalui otot buccinator. Kasus tersebut dapat terjadi akibat trauma lokal pada anak
kecil atau operasi pengangkatan molar ketiga pada pasien dewasa [12]. Lesi biasanya
tidak sakit, lunak, dan superfisial; tetapi dapat berinfiltrasi hingga ke otot, dan
melekat ke jaringan sekitarnya sehingga tidak dapat digerakkan. Lesi lipoma yang
mengenai jaringan yang lebih dalam menunjukkan adanya sedikit elevasi permukaan,
mungkin dapat terkapsulasi dan lebih difus. Bentuk yang lebih difus ini menghasilkan
kesan klinis dari tumor yang berfluktuasi [13]. Konsistensi lesi ini bervariasi dari
lunak ke padat tergantung dari kualitas dan distribusi jaringan lemak dan kedalaman
tumor [14]. Berdasarkan gambaran klinis ini, lesi lain, seperti kista dermoid dan
epidermoid oral dan kista limfoepitelial oral, harus dipertimbangkan dalam diagnosis
banding dari lipoma oral [15]. Meskipun kista lymphoepithelial oral tampak sebagai
nodul submukosa yang dapat bergerak, tanpa rasa sakit dengan warna kuning atau
kuning-putih, namun lesi ini berbeda dari lipoma oral karena nodulnya biasanya kecil
dan terjadi pada dekade pertama hingga ketiga kehidupan. Selain itu, kebanyakan
kista lymphoepithelial oral ditemukan di dasar mulut, langit-langit lunak, dan mukosa
dari tonsil faring [16] yang merupakan tempat yang jarang terjadi untuk lipoma oral.
Kista dermoid dan epidermoid oral juga hadir sebagai nodul submukosa dan biasanya
terjadi pada midline dari dasar mulut [17]. Namun, kista dermoid dan epidermoid oral
dapat terjadi di lokasi lain di mukosa mulut. Karena lipoma oral kadang-kadang bisa
muncul sebagai nodul dengan warna permukaan yang normal, tumor kelenjar ludah
dan neoplasma mesenkim jinak juga harus dimasukkan dalam diagnosis banding [13].
Meskipun lipoma oral adalah lesi jaringan lunak yang berbatas jelas, namun lipoma
jarang memberikan gambaran radiografi dari neoplasma intraoseus. Secara
mikroskopis, tidak mungkin membedakan lipoma dari jaringan adiposa normal,
meskipun metabolismenya berbeda (jaringan adiposa pada lipoma tidak digunakan
sebagai sumber energi seperti pada jaringan adiposa normal), perbedaannya dapat
dilihat dari aktivitas lipoprotein lipase yang tinggi pada sel-sel lipoma neoplastik
[10,18]. Karena lipoma oral relatif jarang terjadi, beberapa kasus besar telah
dipublikasikan dalam literatur berbahasa Inggris [1,10,19]. Meskipun etiologi lipoma
tidak diketahui, kemungkinan penyebabnya adalah trauma, infeksi, iritasi kronis,
perubahan hormon, metafase sel otot, dan lipoblastik dari sel embrio [20]. Terjadinya
multipel lipoma dikaitkan dengan sindrom Cowden atau sindrom hamartoma multipel.
Kondisi ini terjadi baik familial atau sporadis dan terkait dengan sebagian besar
perkembangan postpubertal dari berbagai neoplasma kulit, stroma dan viseral, yang
dihasilkan dari mutasi gen fosfatase dan tensin homolog (PTEN) [21]. Sindrom ini
dapat melibatkan berbagai organ, seperti kulit, selaput lendir mulut, tiroid, payudara,
ovarium, dan sistem saraf pusat. Situs ekstrakutan yang paling sering terkena adalah
payudara dan tiroid. Lesi mukokutan yang paling umum diamati pada orang dengan
sindrom ini adalah lesi papula kecil di palatum dan gingiva yang meluas hingga 3 mm
dan memiliki kecenderungan untuk menyatu, selain itu ditemukan juga lesi
papillomatous dan verukosa pada mukosa pipi, lidah pecah-pecah, dan lipoma kutan
multipel [ 22]. Meskipun lipoma oral multipel jarang terjadi pada sindrom Cowden,
tetapi hal tersebut tetap harus dipertimbangkan bila terdapat multipel lipoma di dalam
rongga mulut.
Selain Sindrom Cowden, multipel lipoma juga dapat ditemukan pada
neurofibromatosis, Sindrom Gardner, lipomatosis encephalocraniocutaneoud, multiple
familial lipomatosis, dan Sindrom Proteus [14]. Pemeriksaan histopatologi tetap
merupakan gold standard dalam diagnosis lipoma. Kebanyakan lipoma oral terdiri
dari sel-sel lemak dewasa yang sedikit berbeda dalam penampakan mikroskopisnya
dari sel-sel lemak normal yang mengelilingi tumor [20,23]. Sel sedikit bervariasi
dalam bentuk dan ukuran dan agak lebih besar, berukuran diameter hingga 200 nm
[24]. Tumor biasanya berbatas jelas dan dapat muncul dengan kapsul fibrosa tipis.
Perubahan susunan lobular sel juga sering terlihat.
Semua lipoma bersifat vaskularisasi, tetapi dalam kondisi normal, jaringan
vaskular tertekan oleh liposit yang membesar dan tidak dapat dilihat dengan jelas.
Lipoma kadang-kadang juga berupa pencampuran unsur mesenkimal lainnya yang
menjadi bagian intrinsik dari tumor. Unsur yang paling umum adalah jaringan ikat
fibrosa, yang sering mengalami hyalinisasi dan mungkin atau tidak mungkin terkait
dengan septa kapsul fibrosa [24]. Beberapa lipoma menunjukkan penataan ulang
kromosom 12q, 13q, dan 6p [2]. Karena kesamaan gambaran histologis antara
jaringan adiposa normal dan lipoma, maka pemeriksaan klinis dan pembedahan yang
akurat sangat penting dalam menegakkan diagnosis definitif. Dengan demikian,
seorang dokter yang mengirimkan spesimen bedah untuk analisis mikroskopis harus
memberikan semua informasi pada ahli patologi oral [11,19]. Variasi mikroskopis
dari lipoma oral yang paling umum adalah fibrolipoma yang ditandai oleh komponen
jaringan ikat yang bercampur dengan lobulus sel-sel lemak. Varian lainnya adalah
[2,23]:
 Angiolipoma - campuran sel lemak matur dan banyak pembuluh darah kecil.
 Spindle cell lipoma - sejumlah sel spindle yang seragam tampak dan biasanya
berhubungan dengan komponen lipomatous (yaitu ketika muncul dengan
komponen mucoid, bagaimanapun, kesan dari myxoid lipoma dibuat).
 Pleomorphic lipoma - kehadiran sel spindle dengan bizarre, sel raksasa
hiperkromatik.
 Lipoma intramuskular (infiltrasi) - terletak lebih dalam dan memiliki pola
pertumbuhan infiltratif yang meluas di antara otot rangka. Ketika sel-sel spindle
berasal dari otot polos, istilah "myolipoma" dapat digunakan, atau
"angiomyolipoma" ketika otot polos berasal dari dinding arteriol.
Pada kesempatan langka, struktur tubulus yang terisolasi tersebar di seluruh
lobulus lemak, dalam hal ini istilah "adenolipoma" diterapkan. Lipoma peri-neural
juga telah dilaporkan. Metaplasia chondroid atau osseous mungkin juga dapat terlihat
pada lipoma, tetapi jarang (yaitu osteolipoma, ossifying lipoma, chondroid lipoma,
atau ossifying chondromyxoid lipoma). Juga jarang dilaporkan adanya hibernoma
(yaitu neoplasma lemak jinak) yang terjadi di daerah mulut/faring.
Kombinasi fitur histologis yang tercatat di atas tidak memiliki makna
prognostik, meskipun tampilan klinis warna dan konsistensi jaringan dapat bervariasi
sesuai dengan kombinasi tersebut [25]. Selain itu, sel-sel lipoma oral tampaknya
berbeda secara metabolik dari sel-sel lemak normal meskipun secara histologis mirip.
Karena itu, seseorang yang terkena diet akan kehilangan lemak dari timbunan lemak
normal di tubuh, tetapi tidak dari lipoma. Selanjutnya, ketika aktivitas lipoprotein
lipase berkurang, prekursor asam lemak dimasukkan ke dalam lemak lipoma pada
tingkat yang lebih cepat dibandingkan dengan lemak normal [2].
Dalam beberapa kasus, lipoma di daerah mukosa bukal tidak dapat dibedakan
dari lemak bukal yang mengalami penonjolan tanpa adanya riwayat onset mendadak
akibat trauma yang tidak jelas. Lipoma di daerah oral dan faring sebaliknya, mudah
dibedakan dari lesi lainnya; meskipun sel spindle dan jenis pleomorfik selnya harus
dibedakan dari liposarcoma. Ketika jaringan metaplastik yang mengalami kalsifikasi
hadir, lesi mungkin dapat sulit dibedakan dengan chondroma jaringan lunak atau
osteoma. Beberapa lipoma kepala dan leher telah diamati pada neurofibromatosis,
Sindrom Gardner, encephalocranio cutaneous lipomatosis, multiple familial
lipomatosis, dan sindrom proteus [2]. Lipoblastomatosis, bukanlah suatu neoplasma
sejati tetapi lebih merupakan kelanjutan proses normal dari pertumbuhan lemak janin
yang dibawa ke dalam kehidupan setelah melahirkan. Secara klinis ditandai pada bayi
dengan terjadinya massa jaringan lunak tunggal atau multipel yang berkembang di
berbagai tempat, seperti pantat, dada, ketiak atau leher [26]. Sebagian besar variasi
mikroskopik ini tidak mempengaruhi prognosis, yang biasanya baik [23]. Perawatan
dari lipoma oral, termasuk semua varian histologi, adalah bedah eksisi sederhana.
Tidak ada rekurensi yang diamati [10]. Meskipun pertumbuhan lipoma oral biasanya
terbatas, namun mereka dapat mencapai dimensi yang besar, mengganggu
pembicaraan dan pengunyahan [27] dan memperkuat kebutuhan untuk eksisi.
Kesimpulan
Disajikan dalam laporan ini adalah kasus lipoma intraoral pada anak usia tiga
puluh tiga bulan. Dalam referensi literatur hingga saat ini, jenis kasus ini jarang
didokumentasikan.