Anda di halaman 1dari 4

Cara meningkatkan kualitas hidup pada pasien PJK

1. Mewaspadai gejala setiap hari


Pasien penyakit jantung atau gagal jantung kongestif perlu mewaspadai perubahan-
perubahan yang terjadi dalam tubuh mereka. Salah satu cara termudah dalah mencatat
setiap gejala yang dialami. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan adalah kesulitan
bernapas, tangan atau kaki membengkak hingga batuk. Bicarakan dengan dokter jika
pasien menemukan suat perubahan yang baru
2. Aktif bergerak
Pasien dengan penyakit jantung koroner perlu menerapkan pola hidup aktif. Pola hidup
aktif dapat menurunkan kolesterol, tekanan darah bahkan berat badan berlebihan. Jika
memungkinkan, pasien dengan masalah jantung sebaiknya bergerak setiap hari
setidaknya 30 menit perhari sebanyak lima hari per minggu. Bebera aktivitas yang bisa
dilakukan adalah berjalan kaki, bersepeda an tau berenang. Demi kemanan, pasien
sebaiknya berdiskusi dengan dokter sebelum memilih aktivitas fisik yang ingin ditekuni
sehari-hari.
3. Mengontrol tekanan darah
Pasien perlu melakukan pengecekan tekanan darah setiap hari. Upayakan mencapai
target tekanan darah sesuai saran dokter dengan cara menerapkan gaya hidup sehat.
Sebagian pasien juga mungkin memerlukan konsumsi obat untuk mencapai target
tekanan darah
4. Pantau cairan
Pasien dengan PJK sebaiknya bertanya kepada dokter mengenai perlu atau tidaknya
pembatasan asupan cairan dalam satu hari. Cairan ini tak hanya sekedar air minum tetapi
juga meliputi es krim, sorbet hingga sop. Pasien juga disarankan untuk memimbang berat
badan. Kenaikan berat badan yang drastis dapat menjadi tanda adanya penumpukan
cairan dalam tubuh.
5. Diet penyakit jantung koroner
Mediterranean Guidelines
Makanan utama
- 1-2 porsi buah-buahan, 2+ porsi sayuran
- 1-2 porsi roti gandum/beras/pasta
- Gunakan minyak zaitun sebagai lemak untuk memasak atau sebagai saus

Setiap hari
- 2 porsi susu
- 1-2 porsi kacang

Mingguan
- 2 porsi olahan unggas, 2+ porsi ikan berminyak, 2+ servings kacang-kacangan
- Kurang dari 2 porsi daging merah, kurang atau sama dengan 1 porsi daging yang
telah diproses
- 0-4 porsi telur
- Kurang dari 2 porsi makanan manis

6. Awasi asupan sodium


Mekanisme terjadinya hipertensi akibat kadar natrium yang berlebih, yaitu pengaturan
keseimbangan natrium dalam darah diatur oleh ginjal. Kandungan natrium yang tinggi
dalam tubuh dapat mengganggu kerja ginjal. Natrium harus keluarkan dari tubuh oleh
ginjal, tetapi karena natrium sifatnya mengikat banyak air, maka makin tinggi natrium
membuat volume darah meningkat. Volume darah semakin tinggi sedangkan lebar
pembuluh darah tetap, maka alirannya jadi deras, yang artinya tekanan darah menjadi
semakin meningkat. (Anggraini dkk, 2009).
Oleh karena itu, pasien penderita penyakit jantung koroner yang memiliki tekanan darah
tinggi diharapkan mampu membatasi makanan tinggi natrium yang dikonsumsi sehari-
hari sepert mengurangi jumlah garam yang digunakan dalam mengolah makanan serta
bahan makanan lainnya seperti roti, kue, makanan yang dikalengkan maupun yang
diawetkan, serta bumbu dapur seperti terasi dan kecap.
7. Pantau berat badan
Berat badan berlebih dapat membuat jantung bekerja lebih berat. Jalani olahraga yang
aman dan pola makan sehat demi mencapai berat badan ideal dan sehat. Berat badan
yang sehat dapat membuat kolesterol dan tekanan darah menjadi lebih baik.
8. Kelola stres
Sters, baik fisik maupun mental merupakan faktor risiko untuk PJK. Pada masa sekarang,
lingkungan kerja telah menjadi penyebab utama stres dan terdapat hubungan yang saling
berkaitan antara stres dan abnormalitas metabolisme lipid. Di samping itu juga stres
merangsang sistem kardiovaskuler dengan dilepasnya catecholamine yang meningkatkan
kecepatan denyut jantung dan menimbulkan vaso konstriksi. Pasien gagal jantung
sebaiknya menceritakan keresahannya dengan orang terdekat. Berapa kegiatan seperti
meditasi, yoga atau deep breathing juga disarankan.
9. Berhenti merokok
Kerusakan pembuluh darah yang menyebabkan tekanan darah tinggi dipengaruhi oleh zat
kimia yang terhisap dari asap rokok. Zat kimia beracun seperti nikotin dan karbon
monoksida yang dihisap melalui rokok yang masuk ke dalam aliran darah dapat merusak
lapisan endotel pembuluh darah asteri sehingga mengakibatkan proses arterosklerosis
dan tekanan darah tinggi (Depkes RI, 2006).
10. Konsumsi obat
Modifikasi gaya hidup tak cukup untuk menjaga kesehatan pasien gagal jantung. Dalam
hal ini, konsumsi pbat juga diperlukan. Obat yang tepat dapat menurunkan kolesterol dan
tekanan darah, mencegah terbentuknya bekuan darah dan bahkan menurunkan serangan
jantung. Penggunaan obat yang tepat juga dapat meringankan gejala dan beban kerja
jantung.
11. Jaga kadar kolesterol
Kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat memicu terjadinya lebih banyak masalah pada
jantung. Pasien yang sudah pernah mengalami serangan jantung atau berisiko tinggi
terhadap serangan jantung berulang biasanya disarankan untuk menjaga kadar kolesterol
LDL dibawah 70 mg/dL.
12. Jauhi alkohol
Minuman beralkohol dapat melemahkan jantung dan membuat jantung bekerja lebih
berat. Terlalu banyak konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan
atau tekanan darah.
Konsumsi alkohol dosis sedang berhubungan dengan penurunan mortalitas penyakit
kardiovaskuler pada usia pertengahan dan pada individu yang lebih tua. Tetapi konsumsi
alkohol dosis tinggi berhubungan dengan peningkatan mortalitas penyakit
kardiovaskuler. Peningkatan dosis alkohol dikaitkan dengan peningkatan mortalitas
kardiovaskuler karena aritmia, hipertensi sistemik, dan kardiomiopati dilatasi.
13. Rutin memeriksakan diri
Pasien dengan PJK disarankan untuk rutin memeriksakan diri ke dokter. Setiap
melakukan kontrol, pasien sebaiknya menyampaikan perubahan-perubahan yang
mungkin dirasakan sehari-hari.
Family dan Social Support pada pasien dengan gagal jantung

1. Struktur dan hubungan antar keluarga penting dalam meningkatkan kesehatan dan
harapan hidup pasien dengan penyakit jantung, meskipun mekanisme pastinya tidak
diketahui sebuah penelitian menunjukkan bahwa hubungan antar keluarga dapat
meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.
2. Dengan dukungan dari keluarga manajemen penanganan penyakit dapat lebih efektif
dan efisien
3. Isolasi atau ketidakadaan dukungan keluarga dapat menyebabkan depresi pada pasien.
Berdasarkan beberapa penelitian depresi berhubungan erat dengan kurangnya
kepatuhan pasien dalam menjalani program pengobatan
4. Memberi dukungan dan pengawasan terhadap asuhapan makanan dan diet. Diet yang
tidak terkontrol dapat memperburuk kondisi pasien dan memicu terjadinya serangan
jantung.
5. Selalu menjalin komunikasi dengan penderita, menjaga komunikasi dapat membantu
mempertahankan keadaan sehat dan menghindari terjadinya stress dan depresi pada
penderita. Berdasarkan beberapa penelitian menunjukkan status mental pada penderita
penyakit jantung sangat berhubungan dengan kepatuhan pasien dalam
mempertahankan gaya hidup sehat terutama yang berkaitan dengan diet dan
latihan/exercise.
6. Sebagai support system, keluarga ikut serta dalam penanganan dan harus mengetahui
tanda dan gelaja adanya serangan jantung, penanganan awal, serta mengetahui
fasilitas kesehatan terdekat yang dapat dikunjungi saat serangan terjadi sehingga
pasien dapat segera diberi perawatan.

Apa yang dapat keluarga lakukan untuk Hubungi petugas kesehatan jika terjadi
mendukung pasien hal-hal berikut
Ingatkan pasien untuk menimbang Jika BB pasien bertambah sebanyak 1,8-
Bbnya pada waktu yang sama setiap hari 2,3 kg dalam 2-3 hari
Ingatkan pasien untuk memperhatikan
berapa banyak air yang diminum setiap
hari dan untuk tidak melanggar setiap
saran dari petugas kesehatan
Yakinkan mereka untuk selalu Bengkak tidak berkurang dan semakin
beristirahat dan tidak memaksakan parah
dalam beraktifitas sehari-hari
Jika timbul bengkak pada kaki, luruskan
kaki dan posisikan lebih tinggi dari
badan
Sarankan pasien untuk tidak bekerja Sesak nafas dan batuk bertambah parah.
terlalu keras. Jika pernafasan terasa Timbul kelemahan fisik yang semakin
sesak terutama di malam hari atur posisi berat seiring bertambahnya hari
pasien kepala lebih tinggi 45o dengan
menambahkan jumlah bantal dibelakang
kepala
Sarankan pasien untuk duduk beberapa Keadaan pasien tidak seimbang hingga
sasat sebelum berdiri dan berjalan ketika menyebabkan kejadian jatuh
bangun dari posisi tidur
Sarankan pasien untuk selalu Ketika pasien atau keluarga
mengontrol pengobatannya. Pasien membuthkan penjelasan lebih mengenai
harus tahu dengan pasti apa yang efek samping pengobatan atau ketika
diminumnya seberapa sering dan kenapa merasa bahwa obat tidak menunjukkan
obat tersebut diminum fungsinya dengan baik

Daftar pustaka

Anggraini, Dkk. 2009. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi


Pada Pasien Yang Berobat Di Poloklinik Dewasa Puskesmas Bangkinang Periode
Januari Sampai Juni 2008. Pekanbaru: Universitas Riau

Departemen Kesehatan RI. 2006. Pedoman Teknis Penemuan Dan Tatalaksana Penyakit
Hipertensi. Jakarta: Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular