Anda di halaman 1dari 3

Keracunan organofosfat

Definisi : insufisiensi organofosfat adalah Keracunan organofosfat merupakan suatu


keadaan intoksikasi yang disebabkan oleh senyawa organofosfat seperti malathion,
parathion, tetraetilpirofosfat (TEPP) dan oktamil pirofosforamida (OMPA) yang bisa
masuk kedalam tubuh baik dengan cara tertelan, terhirup nafas, atau terabsorbsi
lewat kulit dan mata.

Beberapa cara terjadinya keracunan:


1. self poisoning : karena ketidaktahuan dan kurang hati-hati dalam penggunaan
2. Attempted poisoning : pasien dengan tentamen suicide dengan meminum
insektisida
3. Accidental poisoning : murni karena kecelakaan tanpa adanya unsur
kesengajaan sama sekali . misalnya pada anak-anak yang langsung meminum zat
tersebut tanpa tau isinya apa
4. homicidal poisoning : karena orang tersebut sengaja , melakukan tindakan
kriminal

Rute masuk organofosfat :


1. oral
2. inhalasi
3. kulit
4. mukosa

Gejala :
 Kesadaran : GCS menurun, kejang, agitasi atau psikosis
 Mata : miosis, midriasis, diplopia, lakrimasi, pinpoint pupil mulut : hipersalivasi,
tanda iritasi/korosi asam
 Paru : bronkospasme
 Kulit : sianosis, berkeringat, ditemukan tanda luka bakar zat kimia
 Kekuatan otot : mioklonus, tremor, ataksia , paralisis
 Abdomen : dinding otot tegang, diare, muntah-muntah
 bradikardi
Diagnosis :
1. Anamnesis : bisa auto/alloanamnesis, riwayat pemaparan, onset, dosis,
jumlah/volume
2. Pemeriksaan fisik :
 rute masuk secara oral => bau napas, muntahan pasien
 rute masuk kulit => tanda luka bakar di kulit
 bradikardi
 bronkospasme

Tanda – tanda Keracunannya


1. Efek muskarinik : singkatan DUMBELS . Gejala dan tanda ini berkembang lebih
awal, 12-24 jam setelah ingestion.
D Diare, U Urinasi ,M Miosis (absent pada 10% kasus) B Bronchorrhoe/
bronkospasme/ bradikardi E Emesis L lacrimasi S salivation dan Hipotensi
2. Efek Nikotinik
a. Diaforesis, hipoventilasi, dan takikardi b. Fasikulasi otot, kram dan kelemahan
yang menyebabkan flaccid muscle paralysis
3. Efek CNS a. Ansietas dan insomnia b. depresi nafas c. Kejang dan koma

Tatalaksana
A. STABILISASI : ABC, kebutuhan cairan penuhi
B. DEKONTAMINASI : menurunkan paparan terhadap racun , harus pakai APD spt
sarung tangan dan masker
 dekontaminasi pulmonal : jauhkan dari paparan inhalasi racun, kasih oksigen ,
ventilasi
 dekontaminasi mata : miringkan pasien, alirkan NaCl fisiologis untuk irigasi mata
yang terkena
 dekontaminasi kulit , rambut dan kuku : lepaskan pakaian, arloji, sepatu, dll
dalam wadah plastik yang kedap air dan tutup rapat, cuci kulit yang terkena +
sabun, keringkan dengan handuk
 dekontaminasi gastrointestinal , keluarkan dengan NGT jika kejadian sejak awal
zat masuk < 3 jam, atau dapat diberikan nasogastric lavage atau activate
charcoal (1 gram/kg)

3. ELIMINASI : mempercepat pengeluaran racun yang sedang beredar dalam darah


atau GI tract setelah > 4 jam. kasih arang aktif 30-50 gram ( 0,5-1 gram/kgBB) tiap 4
jam per oral/enteral.

4. ANTIDOTUM
 Atropin : mengontrol aktifitas muskarinik yang berlebihan
 pralidoksim diberikan jika muncul efek nikotinik , karena atropin hanya mampu
melawan aktifitas muskarinik . dosis awal dewasa 2 gram iv tiap 10-15 menit,
untuk anak dosis maksimal 25-50 mm/kgBB iv. jika pasien memberikan respons,
maka dilanjutkan tiap 6 jam sampai pasien bebas gejala dalam 24 jam.