Anda di halaman 1dari 7

PENANGANAN PENYAKIT JARINGAN

KERAS GIGI LAINYA


No Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tgl. Terbitan : 15 Januari 2018
Halaman : 4 Halaman

UPTD
Hj. R. Susyati, STr. Keb
PUSKESMAS
NIP.197102011991022001
KETAPANG

1. Pengertian 1. Dalam Instruksi Kerja ini, yang dimaksud dengan Penyakit


Jaringan Keras gigi lainnya (K.03) adalah atrisi, abrasi dan erosi
2. Atrisi adalah keadaan dimana terjadi pengikisan pada jaringan
keras gigi akibat kebiasaan buruk mengerot (bruxism)
3. Abrasi adalah keadaan dimana terjadi pengiksan jaringan keras
gigi akibat kesalahan dalam cara menyikat gigi
4. Erosi adalah keadaan dimana terjadi pengiksan jaringan keras gigi
akibat factor kimia seperti makanan yang terlalu asam
2. Tujuan Menghilangkan rasa sakit dan mengembalikan fungsi gigi seperti
semula.
3. Kebijakan sebagai pedoman bagi petugas Klinik gigi & mulut dalam menangani
Penyakit Jaringan Keras gigi lainnya
Pelaksanaan Penanganan Penyakit Jaringan Keras Gigi Lainnya
harus mengikuti langkah-langkah yang tetuang dalam sop.
4. Referensi
5.
6. Prosedur/Langkah 1. Petugas memberikan DHE (Dental Health Education) kepada
langkah pasien mengenai cara menggosok gigi yang tepat, menghilangkan
kebiasaan buruk mengerot dan menghindari makanan yang terlalu
asam,
2. Petugas menentukan penanganan selanjutnya, apakah perlu
ditumpat atau tidak,
3. Apabila atrisi, abrasi atau erosinya masih superfisial, cukup
diobserasi terlebih dahulu,
4. Apabila atrisi, abrasi atau erosinya sudah media atau profunda,
dilakukan penumpatan dengan Glass Ionomer atau Komposit
resin, namun terlebih dahulu pasien atau wali pasien diberikan
Informed consent,
5. Apabila ada gejala rasa sakit atau ngilu, petugas memberi resep
analgetik (parasetamol/diclofenac/ibuprofen) dengan dosis sebagai
berikut ;
Paracetamol
 Dosis anak 6-12 tahun : 250-500 mg
 Dosis dewasa : 500 mg
 Waktu pemberian : 3-4 x sehari
 Cara pemberian : diminum dengan air
 Indikasi : analgetik-antipiretik
 Kontra indikasi : gangguan fungsi hati yang berat, penderita
tukak lambung.
Diclofenac
 Dosis anak > 14 tahun : 75-100 mg sehari
 Dosis dewasa : 100-200 mg sehari
 Waktu pemberian : 2-3 x sehari
 Cara pemberian : ditelan utuh dengan air sebelum makan
 Indikasi : analgetik-antipiretik-anti inflamasi
 Kontra indikasi : hipersensitif terhadap obat ini, penderita tukak
lambung/ saluran cerna, anak-anak < 14 tahum, wanita hamil
& menyusui.
Ibuprofen
 Dosis dewasa : 200-400 mg
 Waktu pemberian : 3-4 x sehari
 Cara pemberian : diberikan bersama makanan/ susu
 Indikasi : analgetik-antipiretik-anti inflamasi
 Kontra indikasi : wanita hamil dan menyusui, punya riwayat
penyakit saluran cerna bagian atas (ulcus peptic), gangguan
fungsi ginjal, gangguan pembuluh darah, asma, gagal jantung,
hipertensi, lupus eritematosus sistemik
7. Diagram Alir
Mulai

DHE

Menghentikan perawatan

YA Informed penambalan
Perlu
tambal consent

Memberi resep

ya Perlu
observasi resep

Selesai

8.Unit Terkait 1. Poli Gigi & mulut


2. Apotik
No. Yang diubah Isi perubahan Tgl mulai
diberlakukan
9. Rekaman historis
perubahan :
PENANGANAN PENYAKIT JARINGAN
KERAS GIGI LAINYA
No Dokumen :

DAFTAR No. Revisi :

TILIK Tgl. Terbitan :15 Januari 2018


Halaman : 3 halaman

UPTD PUSKESMAS Hj. R. Susyati, STr. Keb


KETAPANG NIP.197102011991022001

Unit : ………………………………………………….........……………
Nama Petugas : ……………………………………….........………………………
Tanggal Pelaksanaan : …………………………………….........…………………………

No Langkah Kegiatan Ya Tidak TB


1. Apakah petugas memberikan DHE (Dental Health
Education) kepada pasien mengenai cara menggosok
gigi yang tepat, menghilangkan kebiasaan buruk
mengerot dan menghindari makanan yang terlalu asam,
2. Apakah petugas menentukan penanganan selanjutnya,
apakah perlu ditumpat atau tidak,
3. Apabila atrisi, abrasi atau erosinya masih superfisial,
cukup diobserasi terlebih dahulu,
4. Apabila atrisi, abrasi atau erosinya sudah media atau
profunda, dilakukan penumpatan dengan Glass Ionomer
atau Komposit resin, namun terlebih dahulu pasien atau
wali pasien diberikan Informed consent,
5. Apabila ada gejala rasa sakit atau ngilu, petugas
memberi resep analgetik
(parasetamol/diclofenac/ibuprofen) dengan dosis
sebagai berikut ;
Paracetamol
 Dosis anak 6-12 tahun : 250-500 mg
 Dosis dewasa : 500 mg
 Waktu pemberian : 3-4 x sehari
 Cara pemberian : diminum dengan air
 Indikasi : analgetik-antipiretik
 Kontra indikasi : gangguan fungsi hati yang
berat, penderita tukak lambung.
Diclofenac
 Dosis anak > 14 tahun : 75-100 mg sehari
 Dosis dewasa : 100-200 mg sehari
 Waktu pemberian : 2-3 x sehari
 Cara pemberian : ditelan utuh dengan air
sebelum makan
 Indikasi : analgetik-antipiretik-anti inflamasi
 Kontra indikasi : hipersensitif terhadap obat ini,
penderita tukak lambung/ saluran cerna, anak-
anak < 14 tahum, wanita hamil & menyusui.
Ibuprofen
 Dosis dewasa : 200-400 mg
 Waktu pemberian : 3-4 x sehari
 Cara pemberian : diberikan bersama makanan/
susu
 Indikasi : analgetik-antipiretik-anti inflamasi
 Kontra indikasi : wanita hamil dan menyusui,
punya riwayat penyakit saluran cerna bagian
atas (ulcus peptic), gangguan fungsi ginjal,
gangguan pembuluh darah, asma, gagal
jantung, hipertensi, lupus eritematosus sistemik
Jumlah
Compliance rate (CR) : ..............%
………………………………..,…………..
Pelaksana / Auditor

……………………………...............
NIP: …………………...................