Anda di halaman 1dari 19

ASKEP MENORAGIA/HIPERMENORE

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Haid atau yang sering disebut dengan menstruasi merupakan pelepasan lapisan dalam
(endometrium) yang disertai pendarahan, terjadi berulang setiap bulan secara periodik,
kecuali pada saat hamil. Sedangkan siklus haid adalah waktu sejak hari pertama haid sampai
datangnya haid periode berikutnya. Siklus haid setiap perempuan berbeda antara yang satu
dengan yang lainnya, bukan saja antara beberapa perempuan, tetapi juga pada perempuan
yang sama. Juga pada kakak beradik bahkan saudara kembar siklus haidnya tidak terlalu
sama.

Sebelum datangnya haid, setiap perempuan umumnya mengalami sindrom bulanan atau yang
lebih dikenal dengan sindrom pra-haid. Sindrom ini sangat mengganggu aktifitas perempuan,
terutama mereka yang aktif bekerja diluar rumah.

Selain itu, gangguan haid juga sering terjadi seperti: dismenorea, hipermenorea,
hipomenorea, amenorea, dan masih banyak gangguan haid lainnya yang sering dialami oleh
para perempuan. Karena kurangnya pengetahuan serta informasi yang dimiliki oleh sebagian
besar perempuan tentang siklus haid, sindrom pra-haid, serta gangguan haid dalam masa
reproduksi, maka penulis tertarik untuk membahas tentang masalah yang sering dialami oleh
setiap perempuan ini. Namun, dalam makalah ini kami mengkhususkan untuk membahas
tentang gangguan haid mengenai hipermenorea atau menoragia.

B. TUJUAN

BAB II

PEMBAHASAN

A. KONSEP MEDIS

1. Defenisi

Menoragia merupakan perdarahan haid lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal
(lebih dari 8 hari), kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi. Umumnya
jumlah darah menstruasi yang normal adalah sekitar 30 cc per hari, dan lama haid 4-6 hari.
Jika darah menstruasi seseorang mencapai 80cc, itu sudah abnormal. Dalam istilah
kedokteran disebut hipermenorea (menoragia) atau menstruasi berlebihan.

2. Etiologi

Adanya kelainan organik, seperti:

a) infeksi saluran reporduksi

Disfungsi organ yang menyebabkan terjadinya menoragia seperti gagal hepar atau gagal
ginjal. Penyakit hati kronik dapat menyebabkan gangguan dalam menghasilkan faktor
pembekuan darah dan menurunkan hormon estrogen.

b) Kelainan hormon endokrin misal akibat kelainan kelenjar tiroid dan kelenjar adrenal,
tumor pituitari, kegemukan, dll

c) Kelainan anatomi rahim seperti adanya mioma uteri, polip endometrium, hiperplasia
endometrium, kanker dinding rahim dan lain sebagainya.

d) Iatrogenik : misal akibat pemakaian IUD, hormon steroid, obat-obatan kemoterapi, obat-
obatan anti-inflamasi dan obat-obatan antikoagulan.

3. Patofisiologi

Pada siklus ovulasi normal, hipotalamus mensekresi Gonadotropin releasing hormon


(GnRH), yang menstimulasi pituitary agar melepaskan Folicle-stimulating hormone (FSH).
Hal ini pada gilirannya menyebabkan folikel di ovarium tumbuh dan matur pada pertengahan
siklus, pelepasan leteinzing hormon (LH) dan FSH menghasilkan ovulasi. Perkembangan
folikel menghasilkan esterogen yang berfungsi menstimulasi endometrium agar
berproliferasi. Setelah ovum dilepaskan kadar FSH dan LH rendah. Folikel yang telah
kehilangan ovum akan berkembang menjadi korpus luteum, dan korpus luteum akan
mensekresi progesteron. Progesteron menyebabkan poliferasi endometrium untuk
berdeferemnsiasi dan stabilisasi. 14 hari setelah ovulasi terjadilah menstruasi. Menstruasi
berasal dari dari peluruhan endometrium sebagai akibat dari penurunan kadar esterogen dan
progesteron akibat involusi korpus luteum.

Pada siklus anovulasi, perkembangan folikel terjadi dengan adanya stimulasi dari FSH, tetapi
dengan berkurangnya LH, maka ovulasi tidak terjadi. Akibatnya tidak ada korpus luteum
yang terbentuk dan tidak ada progesteron yang disekresi. Endometrium berplroliferasi dengan
cepat, ketika folikel tidak terbentuk produksi esterogen menurun dan mengakibatkan
perdarahan. Kebanyakan siklus anovulasi berlangsung dengan pendarahan yang normal,
namun ketidakstabilan poliferasi endometrium yang berlangsung tidak mengakibatkan
pendarahan hebat.

4. Manifestasi Klinis

Gejala menoragia antara lain :

Ø Perdarahan fase menstruasi yang berlebihan.

Ø Perdarahan diantara dua siklus haid.

Ø Nyeri mengejang pada abdomen bagian bawah.

Ø Lesu

Gejala lain yang dapat menyertainya antara lain :

Ø Sakit kepala

Ø Kelemahan

Ø Kelelahan

Ø Kesemutan pada kaki dan tangan

5. Terapi

Terapi spesifik untuk menorhagia diberikan berdasarkan :

Ø Umur dan riwayat kesehatan

Ø Kondisi sebelumnya

Ø Toleransi pada terapi pengobatan spesifik

Terapi untuk menorrhagia, yaitu :

1. Suplemen zat besi (jika kondisi menorhagia disertai anemia, kelainan darah yang
disebabkan oleh defisiensi sel darah merah atau hemoglobin).
2. Prostaglandin inhibitor seperti medications (NSAID), seperti aspirin atau ibuprofen.

3. Kontrasepsi oral (ovulation inhibitor)

4. Progesteron (terapi hormon)

5. Hysteroctomy (operasi untuk menghilangkan uterus)

B. KONSEP KEPERAWATAN

1. Pengkajian

a. Riwayat penggunaan kontrasepsi: kontrasepsi dapat menganggu siklus menstruasi

b. Riwayat seksual: tanda pubertas sekunder, pola dan aktivitas seksual

c. Riwayat obstetric: pernah hamil, melahirkan

d. Riwayat menstruasi: menarche umur berapa tahun, silklusnya teratur atau tidak, banyak
atau sedikit.

e. Riwayat Penyakit seperti DM, tiroid, tumor

g. Gaya hidup: aktivitas yang berlebihan menyebabkan hipermenorea.

Koping : apa yang dilakukan bila setiap kali ada masalah waktu menstruasi.

Nyeri : lokasi( di punggung, simpisis, paha, abdomen,dll), intensitas, kualitas, pola,gejala


penyerta, serta koping terhadap nyeri.

Status emosi: malu dengan keadaan, putus asa, menyalahkan diri, merasa tidak adakekuatan,
merasa tidak berguna.

2. Diagnosa Keperawatan

a. Nyeri (akut/kronis) berhubungan dengan peningkatan kontraksi uterus selama fase


menstruasi.

b. Risiko kurangnya volume cairan berhubungan dengan perdarahan

c. Resiko gangguan citra tubuh berhubungan dengan adanya gangguan menstruasi.


d. Kurang pengetahuan tentang gangguan menstruasi dan terapinya berhubungan dengan
kurang informasi.

3. Intervensi Keperawatan

1. Nyeri (akut/kronis) berhubungan dengan peningkatan kontraksi uterus selama fase


menstruasi.

Tujuan : setelah diberikan asuhan keperawatan selama 3x 24 jam nyeri klien akan berkurang.

Kriteria hasil: klien mengatakan nyeri berkurang, klien tidak memegang punggung, kepala
atau daerah lainnya yang sakit, keringat berkurang.

Intervensi :

1. Pantau/ catat karakteristik nyeri ( respon verbal, non verbal, dan responhemodinamik)
klien.

R/ : untuk mendapatkan indicator nyeri.

2. Kaji intensitas nyeri dengan menggunakan skala 0-10.

R/ : Nyeri merupakan pengalaman subyektif klien dan metode skala merupakan metode yang
mudah serta terpercaya untuk menentukan intensitas nyeri.

3. Jelaskan penyebab nyeri klien.

R/ : Dengan mengetahui penyebab nyeri klien dapat bertoleransi terhadap nyeri.

4. Bantu untuk melakukan tindakan relaksasi, distraksi

R/ : Relaksasi nafas dalam membantu mengurangi nyeri dan distraksi mengalihkan perhatian

5. Lakukan kompres/mandi air panas.

R/ : meningkatkan sirkulasi dan menurunkan kontraksi uterus sehingga iskemia tidak terjadi.

6. Kolaborasi pemberian analgetik ( ibuprofen, naproksen, ponstan)

R/ : membantu mengurangi nyeri


2. Risiko kurangnya volume cairan berhubungan dengan perdarahan.

Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan 3x24 jam, risiko kurangnya volume cairan
tidak terjadi.

Kriteria hasil :

• Turgor kulit baik baik.

• Mukosa bibir tidak kering.

• Kelopa mata tidak cekung.

• Klien tidak haus.

Intervensi :

1. Kaji status hidrasi pada klien.

R/ : Mengetahui tingkat hidrasi pada klien

2. Catat intake output cairan dan banyaknya perdarahan

R/ : Mengetahui masukan dan pengeluaran cairan

3. Anjurkan klien untuk minum air putih secara adekuat (2,5L/hari)

R/ : Menggantikan cairan yang hilang

4. Jelaskan pada klien penyebabnya pendarahan dan rencana tindakan keperawatan


selanjutnya.

R / : Agar klien mengetahui tentang kondisinya dan tindakan yang diberikan selanjutnya.

5. Kolaborasi pemberian cairan parenteral( jika diperlukan).

R / : menggantikan cairan yang hilang.

3. Resiko gangguan citra tubuh berhubungan dengan adanya gangguan menstruasi.

Tujuan : setelah diberikan asuhan keperawatan 2 x 24 jam citra diri klien akan meningkat.
Kriteria hasil : klien mengatakan tidak malu, merasa berguna, penampilan klien rapi,
menerima apa yang sedang terjadi.

Intervensi:

1. Bina hubungan saling percaya dengan klien.

R/ : Klien dengan mudah mengungkapkan masalahnya hanya kepada orang yang


dipercayainya.

2. Dorong klien untuk mengekspresikan perasaan, pikiran, dan pandangan tentangdirinya.

R/ : Meningkatkan kewaspadaan diri klien dan membantu perawat dalam membuat


penyelesaian.

3. Diskusikan dengan system pendukung klien tentang perlunya menyampaikan nilai dan
arti klien bagi mereka.

R/ : Penyampaian arti dan nilai klien dari system pendukung membuat klien merasaditerima.

4. Libatkan klien pada setiap kegiatan di kelompok.

R/ : Memungkinkan menerima stimulus social dan intelektual yang dapat


meningkatkankonsep diri klien.

5. Informasikan dan diskusikan dengan jujur dan terbuka tentang pilihan penanganan
gangguan menstruasi seperti ke klinik kewanitaan, dokter ahli kebidanan.

R/ : Jujur dan terbuka dapat mengontrol perasaan klien dan informasi yang diberikan
dapatmembuat klien mencari penanganan terhadap masalah yang dihadapinya.

4. Kurang pengetahuan tentang gangguan menstruasi dan terapinya berhubungan dengan


kurang informasi.

Tujuan: setelah diberikan penyuluhan klien akan mengetahui tentang gangguan menstruasi

Kriteria hasil: klien menyebutkan jenis gangguan menstruasi, penyebab, gejalanya, serta
penanganannya, menjelaskan menstruasi yang normal.

Intervensi :
1. Kaji tingkat pengetahuan klien mengenai menstruasi yang normal, jenis gangguan
menstruasi, penyebab, gejala dan penanganannya.

R/ : Mengidentifikasi luasnya masalah klien dan perlunya intervensi.

2. Jelaskan mengenai siklus menstruasi yang normal, jenis gangguan menstruasi,


penyebab, gejala, dan penanganannya.

R/ : Dengan memiliki pengetahuan tentang menstruasi klien dapat meningkatkan toleransi


terhadap nyeri dan dapat mencari jalan keluar untuk masalah gangguan menstruasinya.

3. Beri kesempatan klien untuk bertanya.

R/ : Meningkatkan pemahaman yang lebih dalam tentang menstruasi.

4. Berikan penjelasan tentang penyakit yang dialami.

R / : Menambah pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakit yang dialami.

4. Evaluasi

a. Nyeri (akut/kronik) berkurang/hilang

b. Tidak terjadi risiko kekurangan volume cairan

c. Citra diri klien akan meningkat

d. Pengetahuan klien akan meningkat

http://evyhadaming.blogspot.co.id/2014/04/askep-menoragiahipermenorea.html
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menoragia didefinisikan sebagai menstruasi pada interval siklus teratur tetapi dengan aliran
berlebihan dan durasi dan merupakan salah satu keluhan ginekologis yang paling umum di
ginekologi kontemporer. Klinis, menorrhagia didefinisikan sebagai kehilangan darah total
melebihi 80 ml per siklus atau mens berlangsung lebih lama dari 7 hari. Kesehatan Dunia
melaporkan Organisasi bahwa 18 juta wanita usia 30-55 tahun melihat perdarahan haid
mereka untuk menjadi selangit. Laporan menunjukkan bahwa hanya 10% dari perempuan
mengalami kehilangan darah yang cukup parah menyebabkan anemia atau secara klinis
didefinisikan sebagai menorrhagia. Dalam prakteknya, pengukuran kehilangan darah
menstruasi sulit. Dengan demikian, diagnosis biasanya berdasarkan riwayat pasien. Siklus
haid normal adalah 21-35 hari dalam durasi, dengan perdarahan yang berlangsung rata-rata 7
hari dan ukur arus 25-80 mL.

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian

Menorrhagia harus dibedakan secara klinis dari diagnosa lain ginekologi umum. Ini termasuk
metrorrhagia (aliran pada interval yang tidak teratur), menometrorrhagia (sering, arus
berlebihan), Polimenorea (perdarahan pada interval <21 perdarahan uterus disfungsional
(abnormal perdarahan uterus tanpa kelainan struktural atau sistemik jelas). Hampir 30% dari
semua histerektomi dilakukan di Amerika Serikat dilakukan untuk mengurangi perdarahan
menstruasi berat. Historis, koreksi bedah definitif telah andalan pengobatan untuk
menorrhagia. Ginekologi modern telah cenderung terus terhadap terapi konservatif baik
untuk mengontrol biaya dan keinginan banyak wanita untuk menjaga rahim mereka. Berat
perdarahan haid adalah penemuan subyektif, membuat definisi masalah yang tepat sulit.
rejimen Pengobatan harus menangani segi spesifik dari siklus haid pasien merasakan menjadi
abnormal, (yaitu, panjang siklus, jumlah perdarahan). Akhirnya, keberhasilan pengobatan
biasanya dievaluasi secara subyektif oleh setiap pasien, membuat pengukuran hasil yang
positif sulit.
B. Patofisiologi

Pengetahuan tentang fungsi haid yang normal adalah sangat penting dalam memahami
etiologi dari menorrhagia. Empat fase merupakan siklus menstruasi, follicular, luteal,
implantasi, dan menstruasi. Menanggapi gonadotropin-releasing hormone (GnRH) dari
hypothalamus, kelenjar hipofisis mensintesis yang mendorong ovarium untuk menghasilkan
estrogen dan progesteron. Selama fase folikuler, hasil stimulasi estrogen dalam peningkatan
ketebalan endometrium. Ini juga dikenal sebagai fase proliferatif. Fase luteal rumit terlibat
dalam proses ovulasi. Selama fase ini, juga dikenal sebagai fase sekretori, progesteron
menyebabkan pematangan endometrium. Jika, pembuahan terjadi, fase implantasi
dipertahankan. Tanpa pemupukan, estrogen dan progesteron dalam hasil penarikan
menstruasi.

C. Etiologi

Etiologi penyebab banyak dan sering tidak diketahui. Faktor-faktor yang berkontribusi
terhadap menorrhagia dapat diurutkan ke dalam beberapa kategori, termasuk organik,
endocrinologic, anatomi, dan iatrogenik. Jika hasil pemeriksaan pendarahan tidak
menyediakan petunjuk penyebab menorrhagia, pasien sering diberikan diagnosis dari
perdarahan uterus disfungsional (DUB). Kebanyakan kasus yang sekunder DUB anovulasi..
Tanpa ovulasi, korpus luteum gagal untuk membentuk, sehingga tidak ada sekresi
progesteron. estrogen dilawan memungkinkan endometrium berkembang biak dan menebal.
Endometrium akhirnya outgrows suplai darah dan berdegenerasi. Hasil akhirnya adalah
kerusakan asynchronous dari lapisan endometrium pada tingkat yang berbeda.. Ini juga
sebabnya pendarahan anovulasi lebih berat dibanding aliran menstruasi normal.

Hemostasis endometrium secara langsung berkaitan dengan fungsi trombosit dan fibrin.
Kekurangan dalam salah satu dari hasil komponen dalam menorrhagia untuk pasien dengan
penyakit von Willebrand atau trombositopenia. Trombus terlihat dalam lapisan fungsional
namun terbatas pada permukaan penumpahan jaringanTrombi ini dikenal sebagai “plugs”
karena darah bisa hanya sebagian mengalir melewati mereka.. Fibrinolisis membatasi pada
lapisan. Setelah pembentukan trombin steker, vasokonstriksi terjadi dan memberikan
kontribusi untuk hemostasis. Cacat anatomi atau pertumbuhan di dalam rahim dapat
mengubah salah satu dari jalur tersebut (endocrinologic / hemostatik), menyebabkan
perdarahan yang signifikan. Presentasi klinis tergantung pada lokasi dan ukuran lesi
ginekologi.
Penyakit organik juga berkontribusi terhadap menorrhagia pada pasien wanita. Sebagai
contoh, pada pasien dengan gagal ginjal, ketahanan gonad terhadap hormon dan sumbu
hipotalamus-hipofisis menghasilkan gangguan dalam ketidakteraturan menstruasi.
Kebanyakan wanita dalam keadaan ginjal amenorrheic, tetapi yang lain juga
mengembangkan menorrhagia. Jika terjadi kemudian koagulopati uremic, biasanya adalah
karena platelet disfungsi dan fungsi faktor VIII normal. Pendarahan yang dihasilkan waktu
lama menyebabkan menorrhagia yang bisa sangat lemah untuk mengobati. Karena faktor-
faktor luar biasa yang dapat memberikan kontribusi pada disfungsi salah satu jalur endokrin
atau hematologi, pengetahuan yang mendalam tentang penyakit organik yang ada adalah
sama penting sebagai pemahaman siklus haid itu sendiri.

D. Frekuensi

Sementara menorrhagia tetap menjadi alasan utama untuk kunjungan kantor ginekologi,
hanya 10-20% dari seluruh wanita mengalami kehilangan darah menstruasi cukup parah
harus didefinisikan secara klinis sebagai menorrhagia.

E. Mortalitas / Morbiditas

Episode yang jarang dari menorrhagia biasanya tidak membawa risiko yang berat terhadap
kesehatan umum perempuan.

Pasien yang kehilangan lebih dari 80 ml darah, terutama berulang-ulang, beresiko untuk
sekuele medis yang serius. Para wanita ini cenderung mengembangkan anemia kekurangan
zat besi sebagai akibat dari kehilangan darah mereka. Menorrhagia adalah penyebab paling
umum dari anemia pada wanita premenopause. Hal ini biasanya dapat diperbaiki dengan
mengkonsumsi sederhana ferro sulfat untuk menggantikan toko-toko besi. Jika pendarahan
cukup parah menyebabkan deplesi volume, pasien dapat mengalami sesak napas, kelelahan,
jantung berdebar, dan gejala terkait lainnya. Tingkat anemia memerlukan rawat inap untuk
cairan infus dan transfusi mungkin dan / atau terapi estrogen intravena. Pasien yang tidak
merespon terhadap terapi medis mungkin memerlukan intervensi bedah untuk mengontrol
menorrhagia tersebut.

gejala sisa lainnya yang terkait dengan menorrhagia biasanya berkaitan dengan etiologi.
Misalnya, dengan hypothyroidism, pasien mungkin mengalami gejala-gejala berhubungan
dengan tiroid yang berfungsi rendah (misalnya, intoleransi dingin, rambut rontok, kulit
kering, berat badan) selain efek kehilangan darah yang signifikan.
F. Umur

Setiap wanita usia subur yang sedang menstruasi dapat mengembangkan menorrhagia.
Kebanyakan pasien dengan menorrhagia lebih tua dari 30 tahun. Hal ini karena penyebab
paling umum dari mens berat pada populasi yang lebih muda adalah siklus anovulasi, dimana
pendarahan tidak terjadi secara berkala.

G. Sejarah

Gejala terkait dengan pasien dengan menorrhagia seringkali dapat lebih mengungkapkan dari
tes laboratorium. Mengingat daftar panjang kemungkinan etiologi yang berkontribusi
terhadap menorrhagia, mengambil riwayat rinci pasien sangat penting. Pertanyaan harus
mencakup sebagai berikut:

Pengecualian kehamilan

Ini adalah penyebab paling umum dari perdarahan yang tidak teratur pada wanita usia
reproduksi.

Kehamilan harus menjadi diagnosis pertama yang dikeluarkan sebelum tes lebih lanjut atau
obat yang dilembagakan.

Kuantitas dan kualitas perdarahan

Kuantitas adalah masalah yang sangat subjektif ketika mempertimbangkan perdarahan


vagina. Estimasi terbaik biasanya adalah sumber dokter hanya tersedia untuk
dipertimbangkan. Referensi Bermanfaat untuk sejumlah kehilangan darah mungkin termasuk
bahwa tampon rata-rata memiliki 5 mL dan pad rata-rata memiliki 5-15 mL darah. Meminta
pasien jenis pad (liner vs semalam) telah digunakan dan apakah itu direndam bisa menambah
wawasan beberapa ke dalam apa pasien percaya akan perdarahan berat.

Kualitas perdarahan melibatkan kehadiran gumpalan dan ukuran mereka.

Umur

pasien Young, dari menarche ke tahun-tahun akhir-remaja, paling sering mengalami


perdarahan anovulasi akibat ketidakmatangan mereka sumbu hipotalamus-hipofisis. Jika
pendarahan tidak merespon terhadap terapi biasa di kelompok usia ini, gangguan perdarahan
harus dipertimbangkan.
Wanita berusia 30-50 tahun mungkin memiliki kelainan organik atau struktural. Fibroid atau
polip temuan anatomi sering. penyebab organik bisa apa saja dari disfungsi tiroid gagal
ginjal.

Wanita postmenopause dengan pendarahan uterus harus menerima hasil pemeriksaan


langsung untuk kanker endometrium.

Hiperplasia endometrium harus dipertimbangkan pada wanita yang mengalami obesitas,


berusia 70 atau lebih, nulipara, atau mengidap diabetes.

Sakit panggul dan patologi

Mengetahui jika pasien memiliki diagnosis apapun lama atau patologi dikenal (misalnya
fibroid) sangat membantu.

Catatan dari dokter lain atau rumah sakit dapat mencegah redundansi dalam memesan
praktikum atau pencitraan diagnostik.

Mens pola dari menarche

Jika seorang pasien muda telah mens tidak teratur sejak menarche, penyebab paling umum
dari perdarahan nya adalah anovulasi.

anovulatory perdarahan paling sering terjadi pada gadis-gadis muda (umur 12-18 y) dan
umum pada wanita obesitas dari setiap usia reproduksi.

Jika pendarahan pasien biasanya terjadi pada interval reguler dan penyimpangan yang baru
dalam onset, patologi harus dikesampingkan, tanpa memandang usia.

Aktivitas seksual

Wikipedia vaginitis (misalnya, Candida, bakteri vaginosis) bisa menyebabkan perdarahan


intermenstrual, sedangkan gonore dan klamidia dapat hadir dengan pendarahan berat
terutama yang disebabkan oleh debit berlebihan bercampur dengan darah.

Chlamydia adalah penyebab umum dari endometritis postpartum, menyebabkan perdarahan


vagina pada minggu-minggu setelah pengiriman.

Infeksi postpartum (misalnya, endometritis ) juga bisa disebabkan oleh organisme yang tidak
terkait dengan aktivitas seksual.
Menggunakan kontrasepsi (alat kontrasepsi atau hormon)

Umumnya, sebuah alat kontrasepsi (IUD) menyebabkan peningkatan aliran kram dan
menstruasi rahim.

Jika seorang pasien baru-baru ini dihentikan pil KB, dia dapat kembali ke “alam” nya mens
dan melaporkan peningkatan aliran. Ini sebenarnya adalah normal karena pil KB yang paling
oral kontrol mengurangi aliran dan durasi menstruasi wanita.

Kehadiran hirsutisme (polycystic ovarian syndrome)

Pasien-pasien ini umumnya adalah obesitasdan dalam keadaan anovulasi. Ketika mereka
memiliki periode, mungkin sangat berat dan menimbulkan kekhawatiran bagi pasien.

Etiologi ini dijelaskan dalam Pengantar untuk artikel ini.

Galaktorea (tumor hipofisis): Seorang pasien mengeluhkan keluarnya cairan susu dari
payudara baik (walaupun tidak hamil, melahirkan, atau menyusui) perlu tingkat prolaktin
untuk menyingkirkan tumor pituitari.

Penyakit sistemik (hati / gagal ginjal atau diabetes)

Sebagaimana dijelaskan dalam Pengantar , penyakit organik dapat mempengaruhi baik atau
hematologi jalur hormonal yang terlibat dalam manifestasi menorrhagia.

Jika salah satu poros hipotalamus-pituitari atau jalur koagulasi terganggu, dapat
mengakibatkan pendarahan berat.

Gejala disfungsi tiroid: Perubahan dari sumbu hipotalamus-pituitari dapat membuat baik
amenore (hipertiroidisme) atau menorrhagia (hipotiroidisme).

Kelainan perdarahan yang berlebihan atau dikenal memar

Hal ini sangat penting pada pasien muda yang tidak berhenti pendarahan selama menstruasi
pertama.

Ini adalah presentasi yang sangat umum untuk gangguan perdarahan tidak terdiagnosis (von
Willebrand penyakit) pada seorang gadis muda.

Lancar obat (hormon atau antikoagulan)


Setiap obat yang memperpanjang waktu perdarahan dapat menyebabkan menorrhagia.

Seorang pasien dirawat dengan terapi progestin mungkin memiliki penarikan berdarah setelah
penghentian obat. Perdarahan ini sering berat dan mengkhawatirkan kepada pasien jika
mereka tidak diperingatkan.

prosedur medis atau bedah Sebelumnya / diagnosa: Ini juga sangat membantu dalam
mencegah duplikasi pengujian.

BAB II

ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik harus disesuaikan dengan diferensial diagnosa dirumuskan oleh hasil
sejarah pasien.

pemeriksaan awal harus mencakup evaluasi sebagai berikut:

Tanda-tanda deplesi volume berat (misalnya, anemia): ini dapat membantu mengkonfirmasi
sejarah pasien perdarahan sangat berat dan / atau rawat inap prompt segera.

Obesitas: Hal ini merupakan faktor risiko independen untuk kanker endometrium. jaringan
adiposa adalah lokal untuk konversi estrogen. Oleh karena itu, semakin besar pasien, semakin
meningkatkan risiko (dan semakin tinggi tingkat terlindung estrogen pada endometrium).

Tanda-tanda kelebihan androgen (misalnya, hirsutisme): ini biasanya menunjuk ke polycystic


ovarian syndrome (PCOS), menyebabkan perdarahan anovulasi.

Ecchymosis: Ini biasanya adalah tanda trauma atau gangguan perdarahan.

Purpura: ini juga adalah tanda trauma atau gangguan perdarahan mungkin.

jerawat Diucapkan: Ini adalah tanda PCOS.

Pemeriksaan umum harus mencakup evaluasi dari:

Visual field

Pendarahan gusi
Thyroid evaluasi

Galaktorea

Pembesaran hati atau limpa

pemeriksaan panggul harus mengevaluasi untuk kehadiran lesi genital eksternal.

Vagina / debit serviks: Cari debit berlebihan menunjukkan infeksi, dan pastikan situs
sebenarnya dari pendarahan (jika ada). Nilai sebagai berikut:

ukuran rahim, bentuk, dan kontur: Sebuah rahim membesar berbentuk tidak teratur
menunjukkan fibroid jika pasien berusia 30-50 tahun. Sebuah rahim seragam berbentuk
membesar pada pasien dengan perdarahan postmenopause menunjukkan kanker endometrium
sampai terbukti sebaliknya.

Serviks gerak kelembutan: Ini adalah gejala umum dari penyakit radang panggul (PID) yang
biasanya disebabkan oleh gonore atau klamidia. Ini adalah penting untuk menyingkirkan
diagnosis, terutama pada wanita nulipara muda, karena dapat menyebabkan adhesi pelvis dan
infertilitas.

Adnexal kelembutan atau massa: Hal ini terutama menyangkut pada pasien yang lebih tua
dari 40 tahun. Kanker ovarium dapat hadir dengan pendarahan intermenstrual sebagai satu-
satunya gejala. Langka tapi mematikan tumor ovarium juga dapat hadir dalam gadis-gadis
remaja. Setiap kecurigaan dari massa adnexal harus segera USG panggul segera.

B. Penyebab

Etiologi dari menorrhagia dibagi menjadi 4 kategori, organik, endocrinologic, anatomi, dan
iatrogenik.

Organik penyebab menorrhagia termasuk infeksi, gangguan perdarahan, dan disfungsi organ.

Infeksi dapat dari apapun asal genitourinari. Penyakit menular seksual tersebut adalah dari
perhatian yang lebih besar pada populasi remaja dan awal dewasa. Pendarahan dari uretra
atau rektum harus selalu dipertimbangkan dalam hasil pemeriksaan, khususnya pada wanita
pascamenopause yang memiliki temuan negatif setelah hasil pemeriksaan untuk perdarahan
vagina.
Gangguan Koagulasi dapat menghindari diagnosis sampai menarche, ketika perdarahan
menstruasi berat menyajikan sebagai gangguan tak henti-hentinya. Ini termasuk penyakit von
Willebrand, faktor II, V, VII, dan kekurangan IX, defisiensi protrombin; purpura
trombositopenia idiopatik (ITP); thromboasthenia. Dan Lihat lebih lanjut tentang gangguan
perdarahan

Disfungsi Organ menyebabkan menorrhagia termasuk gagal hati atau ginjal. penyakit hati
kronis mengganggu produksi faktor pembekuan dan mengurangi metabolisme hormon
(misalnya estrogen). Salah satu dari masalah ini dapat mengakibatkan pendarahan rahim
berat.

penyebab menorrhagia Endokrin termasuk disfungsi kelenjar adrenal dan tiroid, tumor
hipofisis, siklus anovulasi, PCOS , obesitas, dan ketidakseimbangan pembuluh darah.

Baik hasil hipotiroidisme dan hipertiroidisme pada menorrhagia. Bahkan kasus


hipotiroidisme subklinis menghasilkan perdarahan uterus berat pada 20% pasien.
Menorrhagia biasanya sembuh dengan koreksi dari gangguan tiroid.

tumor hipofisis yang memproduksi Prolactin menyebabkan menorrhagia dengan mengganggu


sekresi (GnRH). Hal ini menyebabkan penurunan LH dan FSH, yang akhirnya menyebabkan
hipogonadisme. Interim tahap hasil menorrhagia sampai mewujudkan hipogonadisme.

Penyebab paling umum dari perdarahan uterus berat siklus anovulasi. Temuan menorrhagia
pada interval yang tidak teratur tanpa etiologi organik dikenal mengkonfirmasikan diagnosis
klinis. Hal ini paling umum pada populasi remaja dan perimenopause.

Keunggulan dari PCOS adalah anovulasi, mens tidak teratur, obesitas, dan hirsutisme.
Resistensi insulin adalah umum dan meningkatkan produksi androgen oleh indung telur.

Hyperinsulinemia merupakan akibat langsung dari obesitas. Ini kelebihan produksi insulin
menyebabkan produksi androgen ovarium, sebagaimana terjadi pada PCOS.

ketidakseimbangan pembuluh darah adalah teori merupakan hasil dari perbedaan antara dan
menggabungkan tindakan vasoconstricting prostaglandin F 2 (alpha) dan tromboksan A 2 dan
tindakan vasodilatasi prostaglandin E 2 dan prostasiklin pada pembuluh darah miometrium
dan endometrium.
etiologies anatomi untuk menorrhagia termasuk fibroid uterus, polip endometrium,
hiperplasia endometrium, dan kehamilan.

Fibroid dan polip jinak yang mendistorsi struktur dinding rahim dan / atau endometrium.
Entah mungkin berlokasi di dalam lapisan rahim, tetapi fibroid mungkin terjadi hampir di
mana saja pada rahim.

Mekanisme dengan mana polip endometrium atau fibroid menyebabkan menorrhagia belum
dipahami dengan baik. Pasokan darah ke fibroid atau polip berbeda dibandingkan dengan
endometrium sekitarnya dan dianggap berfungsi secara independen. Ini suplai darah lebih
besar dari pasokan endometrium dan mungkin telah menghambat aliran balik vena,
menyebabkan penyatuan di bidang fibroid. Berat pooling dianggap melemahkan
endometrium di daerah itu, dan terobosan terjadi kemudian perdarahan.

Fibroid terletak di dalam dinding rahim dapat menghambat kontraktur otot, sehingga
mencegah upaya rahim normal di hemostasis. Ini juga sebabnya mengapa fibroid intramural
dapat menyebabkan sejumlah besar rasa sakit dan kram. Fibroid bisa membesar ke titik
bahwa mereka mengatasi suplai darah mereka dan mengalami nekrosis. Hal ini juga
menyebabkan banyak rasa sakit untuk pasien.

Hiperplasia endometrium biasanya hasil dari produksi estrogen dilawan, terlepas dari
etiologi. Hiperplasia endometrium dapat menyebabkan kanker endometrium pada 1-2%
pasien dengan perdarahan anovulasi, tetapi merupakan diagnosis dari pengecualian dalam
pendarahan pascamenopause (usia rata-rata pada menopause adalah 51 y). Jika seorang
wanita membutuhkan estrogen terlindung (tanpa progesteron), risiko relatif nya kanker
endometrium 2,8 dibandingkan dengan nonusers.

Iatrogenik penyebab menorrhagia meliputi IUD, hormon steroid, agen kemoterapi, dan obat
(misalnya, antikoagulan).

IUD dapat menyebabkan peningkatan perdarahan dan kram menstruasi karena efek iritasi
lokal.

hormon steroid dan agen kemoterapi mengganggu siklus menstruasi normal, yang dipulihkan
mudah atas penghentian produk.

Antikoagulan penurunan faktor pembekuan yang diperlukan untuk menghentikan setiap


aliran darah yang normal, termasuk mens. Jenis menorrhagia juga mudah reversibel.
C. Pendarahan Gangguan

Sebuah panel pakar internasional termasuk dokter kandungan / ginekolog dan Ahli Darah
telah menerbitkan pedoman untuk membantu dokter yang lebih baik mengenali kelainan
perdarahan, seperti penyakit von Willebrand, sebagai penyebab menorrhagia dan perdarahan
postpartum dan memberikan terapi penyakit-spesifik untuk gangguan perdarahan. Historis ,
kurangnya kesadaran gangguan pendarahan yang mendasari telah menyebabkan
underdiagnosis pada wanita dengan perdarahan saluran reproduksi yang abnormal. Panel ahli
memberikan rekomendasi konsensus tentang bagaimana untuk mengidentifikasi, konfirmasi,
dan mengelola gangguan perdarahan. Gangguan perdarahan yang mendasari harus
dipertimbangkan ketika pasien memiliki salah satu dari berikut:

Menorrhagia sejak menarche

Riwayat keluarga gangguan perdarahan

Pribadi sejarah 1 atau lebih dari yang berikut:

Terkemuka memar tanpa cedera diketahui

Pendarahan dari rongga mulut atau saluran pencernaan tanpa lesi jelas

Epistaksis lebih dari 10 menit durasi (kemasan mungkin mengharuskan atau kauter)

https://loveachunung.wordpress.com/2011/01/09/menoragia/