Anda di halaman 1dari 1

EVALUASI LUMPUR PEMBORAN SUMUR “X – 10”

DAN “X – 11” PADA LAPANGAN “Y”


PT. BORMINDO NUSANTARA DURI - RIAU

SARI

Lumpur pemboran merupakan faktor yang sangat penting dalam operasi


pemboran. Kecepatan pemboran, efisiensi, keselamatan dan biaya pemboran
sangat tergantung dari lumpur pemboran yang digunakan.
Dari penelitian yang dilakukan terdapat lumpur pemboran pada sumur X – 10 dan
X – 11 lapangan Y adalah :
ƒ Lumpur Air
Air digunakan sebagai fluida pemboran pada pemboran sumur X - 10 dan X - 11
dari permukaan sampai kedalaman 30 meter.
ƒ Lumpur Air Bentonite
Lumpur air bentonite mulai dari kedalaman 30-305 meter pada sumur X - 10 dan
X - 11. lumpur jenis ini adalah yang termurah dan paling umum digunakan untuk
membuat koloid inorganis untuk mengurangi filtrate loss dan mengurangi tebal
mud cake.
ƒ Lumpur Lignosulfonate
Lumpur lignosulfonate mulai dari kedalaman 305 - 770 meter pada sumur X - 10
dan pada trayek kedalaman 305 - 775 meter pada sumur X - 11.
Pada umumnya lumpur lignosulfonate memiliki sifat-sifat yang stabil terhadap
pengaruh tekanan dan temperatur, tahan terhadap kemungkinan terjadinya
kontaminasi.
ƒ Lumpur KCl – Polymer
Lumpur KCl – polymer mulai digunakan pada trayek kedalaman 770-2262
meter pada sumur X - 10 dan pada trayek kedalaman 775 - 2274 meter pada
sumur X – 11.
Secara umum polymer bekerja menstabilkan shale melalui beberapa pengaruh
yaitu : meningkatkan viskositas dari filtrat, membentuk cutting yang tipis dan
imperneable, adsorbsi polymer pada partikel shale. Pola aliran sirkulasi lumpur
yang diperoleh dari hasil perhitungan sudah baik yaitu turbulent di dalam pipa
sehingga membantu pembersihan dasar lubang bor dan, serta laminer di anulus
untuk mencegah keruntuhan dinding lubang bor.
Untuk memperbaiki sifat – sifat Lumpur agar tetap dalam keadaan stabil dan
untuk mencegah terjadi hilangnya Lumpur, maka sebaiknya perlu adanya
penambahan zat aditif seperti CMC – CV, CMC _ HV, temtrol, Unical CF, Migel,
Pac R. Sebaiknya pengangkatan serbuk bor yang baik dan dianggap telah cukup
harus memperhatikan syarat – syarat kedalaman sebagai berikut : kedalaman
0 – 30 meter (casing 30 inchi) sebesar 60 fpm dan kedalaman 30 – 300 meter
(casing 20 inchi) sebesar 60 fpm, sedangkan untuk kedalaman 300 – 750 meter
(casing 13 3/8 inchi) sebesar 60 fpm, kedalaman 750 – 1600 meter (casing 9 5/8
inchi) sebesar 150 fpm dan kedalaman 1600 – 2280 meter (casing 7 inchi)
sebesar 235 fpm.