Anda di halaman 1dari 6

BATU BREKSI

Gambar 1. bermacam-macam batu breksi.


Pengertian Batu Breksi
Ada beberapa jenis batuan yang menuyusun lapisan kulit bumi. Sebenarnya semua jenis
batuan itu berasal dari induk yang sama, yaitu magma. Namun karena berbagai macam faktor
dan kondisi yang terjadi pada siklus batuan, semua jenis batuan itu memiliki ciri khas masing-
masing. Jenis batuan itu berturut-turut adalah batuan beku, batuan sedimen serta batuan
metamorf. Batuan sedimen atau batuan batuan endapan merupakan tipe batuan sekunder, yaitu
tipe batuan yang terbentuk dari hasil evolusi jenis batuan lainnya. Jenis batuan sedimen sangat
banyak, salah satunya adalah batuan breksi. Batu Breksi adalah istilah dari batuan sedimen
klastik yang tersusun atas fragmen bersudut besar (angular). Ukuran fragmen breksi lebih besar
dari 2 mm, dimana ruang antara fragmennya dapat diisi dengan partikel yang lebih kecil (biasa
disebut matriks) atau semen berupa mineral yang mengikat batuan secara bersama-sama. Breksi
dapat berwarna apapun karena warna dari matriks, semen dan fragmennya sangat menentukan
warna keseluruhan batu breksi, sehingga breksi bisa menjadi batuan yang sangat berwarna-
warni.
Dalam sistem klasifikasinya, batuan breksi yang sangat mirip dengan batuan
konglomerat ini merupakan jenis batuan sedimen klastik. Yaitu batuan sedimen yang terbentuk
dari pelapukan batuan beku. Baik batuan konglomerat maupun batuan breksi memiliki butiran
fragmen yang lebih besar dari 2 mm. Batuan sedimen tersusun dari beberapa jenis fragmen yang
memiliki diameter berbeda-beda, ada yang lebih kecil dari 2 mm, seperti lumpur dan ada yang
lebih besar dari 2 mm, seperti pasir dan kerikil. Meski identik, batuan breksi tidak sama dengan
batuan konglomerat. Perbedaan yang sangat kentara antara keduanya terletak pada sudut-sudut
fragmennya. Batuan breksi memiliki bentuk sudut fragmen yang angular, sedangkan bentuk
fragmen batu konglomerat adalah membundar (rounded). Bentuk sudut fragmen batuan sedimen
ini menandakan seberapa jauh transportasi fragmen dari intinya. Semakin jauh pergerakannya,
semakin bundar bentuk sudut-sudutnya.

Proses Terbentuknya Batu Breksi


Bentuk batu breksi tidak teratur, sudut fragmen berupa batuan atau hancuran mineral
akan terlihat menumpuk. Lokasi yang mungkin untuk pembentukan breksi adalah dibagian
bawah sebuah singkapan, dimana puing-puing pelapukan mekanik menumpuk. Selanjutnya hasil
pelapukan mekanik tersebut akan terbawa oleh aliran dan terendapkan dekat dengan
singkapannya, contohnya seperti kipas aluvial. Beberapa breksi membentuk deposit "debris
flow". Bentuk sudut dari fragmen yang "angular" menjelaskan bahwa mereka belum
tertransportasi terlalu jauh dari sumbernya. Setelah deposisi, fragmen akan terikat dengan semen
mineral atau dengan matriks yang mengisi ruang antara fragmen.

Penggunaan Istilah "Breksi"


Ahli geologi sangat fleksibel dalam penggunaan kata "breksi". kata ini akan terdengar
umum untuk istilah yang digunakan ketika mengacu pada pecahan-pecahan batuan yang terdiri
dari fragmen bersudut (angular). Meskipun utamanya istilah breksi digunakan untuk batuan
sedimen, namun istilah breksi juga dapat digunakan untuk jenis batuan lainnya. Contoh
penggunaan istilah breksi seperti : "Collapse Breccia" merupakan hancuran batuan yang berasal
dari "cavern" atau runtuhnya dapur magma, "Fault Breccia" merupakan hancuran batuan yang
ditemukan di daerah kontak antara dua blok sesar yang dihasilkan oleh pergerakan sesar,
"Igneous Breccia" merupakan batuan yang terdiri atas fragmen batuan beku berbentuk "angular",
"Pyroclastic Breccia" merupakan hancuran batuan yang dikeluarkan oleh ledakan gunung
berapi atau aliran piroklastik.

Komposisi Material Penyusun Batuan Breksi


Batuan breksi mengandung banyak komposisi material. Komposisi ini ditentukan oleh
fragmen-fragmen mineral dari mana batuan itu berasal. Selain itu, variasi mineral dalam batuan
breksi juga dipengaruhi oleh iklim tempat berlangsungnya pengendapan fragmen-fragmen itu
menjadi batuan breksi. Komposisi batuan breksi biasanya tersusun dari mineral rijang, granit,
kuarsa, batu gamping dan lain-lain. Berdasarkan mineral penyusunnya inilah kemudian batuan
breksi dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :
a. granit breksi yang terbentuk dari pelapukan batuan granit,
b. breksi rijang yang terbentuk dari pelapukan batuan rijang
c. basalt breksi yang terbentuk dari pelapukan batu basal
d. andesit breksi yang terbentuk dari pelapukan batuan andesit

Batuan breksi tersusun dari fragmen-fragmen bersifat koarse yang terbentuk dari
pengendapan fragmen-fragmen sisa batuan beku bersifat kerakal. Yaitu fragmen mineral yang
diameternya antara 2 sampai 256 mm. Fragmen-fragmen ini membentuk pola meruncing
(angular) yang dapat dikenali sebagai ciri-ciri batuan breksi. Pada umumnya, batuan breksi dapat
dikenali dengan penampakan morfologi berwarna hijau kekuningan atau coklat keputih-putihan.
Selain itu butiran-butiran fragmen penyusun batuan breksi juga terlihat jelas.

Proses Pembentukan Batuan Breksi


Secara umum, batuan breksi terbentuk disebuah singkapan, dimana terdapat puing-puing
sisa pelapukan batuan beku menumpuk. Kemudian sisa-sisa pelapukan batuan beku itu akan
terbawa aliran dan terendapkan di dekat singkapannya, misalnya pada kipas alluvial. Setelah
proses dekomposisi, sisa-sisa batuan beku itu akan terurai menjadi fragmen-fragmen yang terikat
dengan mineral-mineral lain. Fragmen-fragmen ini yang kemudian menjadi batuan breksi.
Ada beberapa peristiwa geologis yang bisa memicu proses pembentukan batuan breksi, di
antaranya sebagai berikut :
a. Intrusion- related breccia, yaitu pembentukan batuan breksi yang disebabkan langsung oleh
gerakan intrusi magma.
b. Strike – slip fault – related breccia, yaitu proses pembentukan batuan breksi yang disebabkan
oleh sesar “relatif” mendatar.
c. Discollusion – collaps Breccia, yaitu proses pembentukan batuan breksi yang terjadi karena
reruntuhan di dalam rongga gua (caven). Biasanya ini terjadi pada batuan karbonat karena
adanya proses pelarutan karbonat bada badan batu. Selain batuan karbonat, batuan evaporasi
juga bisa terlarut dan mengendap menjadi batuan breksi melalui proses ini.

Jenis-Jenis Batuan Breksi


Berdasarkan sifat-sifat kimia dan proses pembentukannya, ada lima jenis batuan breksi:
a. Batuan Breksi Sedimentary
Batuan breksi sedimentary adalah jenis batuan breksi yang terbentuk sudut-sudut subangular
yang dipengaruhi oleh pergerakan acak dari fragmen-fragmen endapan. Fragmen-fragmen
penyusun batuan breksi sedimentary belum bergerak terlalu jauh dari intinya, hal ini bisa
dilihat pada sudut-sudut fragmennya yang berbentuk angular. Batuan breksi sedimentary
biasanya ditemukan di sepanjang aliran sungai. kekuatan aliran sungai tempatnya berada
berpengaruh pada ukuran butiran fragmen yang menyusun batuan breksi.
b. Batuan Breksi Tektonik (Fault)
Batuan breksi fault terbentuk karena benturan yang terjadi antara dua blok batuan yang
terbawa arus sehingga saling menghantam. Fragmen-fragmen dari kedua batuan itu
kemudian mengendap dan bersatu membentuk batuan breksi fault.

c. Batuan breksi igneous (beku)


Batuan breksi igneous adalah jenis batuan sedimen yang terbentuk langsung dari
pengendapan batuan beku akibat aktivitas magma, baik intrusi maupun ekstrusi (Silahkan
Baca Perbedaan Intrusi dan Ekstrusi Magma). Karena itu batuan breksi igneous terbagi
menjadi dua bagian :
 Batuan breksi vulkanik : terbentuk karena proses ekstrusi magma melalui letusan
gunung merapi eksplosif
 Batuan bresi intrusive : terbentuk karena proses intrusi magma

d. Batuan breksi Impact


Batuan breksi impact terbentuk akibat hantaman meteorid yang menimpa permukaan bumi.
Karena itu biasanya ditemukan pada kawah-kawah di lokasi jatuhnya meteor. Batuan breksi
bisa terbentuk di permukaan atau di lapisan bawah kawah. Contohnya adalah batuan breksi
Neugrond yang terbentuk karena hamtaman meteor Neugrond.

e. Batuan breksi Hydrothermal


Batuan breksi hydrothermal terbentuk di bawah kerak bumi yang memiliki suhu sekitar 150
sampai 350 derahat celcius. Proses pengendapan ini disebabkan oleh aktivitas seismik atau
vulkanik yang menyebabkan kekosongan di rongga bawahnya. Kekosongan ini kemudian
dialiri fragmen-fragmen sisa letusan yang mengalir berbentuk air panas kemudian membeku
menjadi batuan breksi.

Manfaat Batuan Breksi


Struktur batuan breksi yang tersusun dari butiran-butiran kasar sangat cocok untuk
digunakan sebagai bahan bangunan atau ornamen-ornamen hiasan dalam dekorasi. Batuan breksi
sudah dimanfaatkan sebagai ornamen hiasan sejak masa sebelum masehi. Orang Mesir kuno
sudah menggunakan batu breksi sebagai bahan dasar pembuat patung-patung yang memiliki nilai
religius. Misalnya patung dewi Tawareth yang sekarang diamankan di British museum. Orang-
orang Romawi kuno menggunakan marmer yang terbuat dari batuan breksi sebagai ornamen
hiasan pada dinding rumah mereka. Konon, hal ini menandakan status sosial mereka yang
terpandang. Penggunaan breksi sebagai ornamen arsitektur terus berlangsung hingga sekarang.