Anda di halaman 1dari 16
LAMPIRAN P.V INSTRUMEN SERTIFIKASI DOSEN Deskripsi Diri IDENTITAS DIRI 1. Nama Dosen yang Diusulkan :

LAMPIRAN P.V

INSTRUMEN SERTIFIKASI DOSEN Deskripsi Diri

IDENTITAS DIRI

1. Nama Dosen yang Diusulkan

: HUMALA SIMANGUNSONG

2. NIDN

: 0111046504

3. Perguruan Tinggi Pengusul

: STMIK PELITA NUSANTARA MEDAN

4. Nomor Peserta

: 0111046504

5. Bidang Ilmu

: Ilmu Hukum (596)

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

2018

A. PENGEMBANGAN KUALITAS PEMBELAJARAN

A.1.

Berikan CONTOH NYATA semua <b>usaha kreatif</b> yang telah atau sedang Saudara lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; dan jelaskan <b>dampaknya</b>!.

1.

Usaha Kreatif

Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sebagai seorang pengajar saya salalu memikirkan bagaimana dalam suatu kegiatan ajar mengajar itu membuat para mahasiswa yang saya ajari tertarik terhadap bahan ajaran saya. Salah satu usaha yang saya lakukan adalah membuat sebuah permainan dimana dalam permainan tersebut para mahamahasiswa dibentuk menjadi beberapa kelompok belajar dan setiap masing- masing kelompok saya berikan topik pembelajaran yang akan di pelajari untuk hari itu. Setiap kelompok harus memahami setiap topik masing-masing dan mempresentasikannya didepan kelompok lain. Dalam usaha memahami materi pembelajaran yang saya berikan setiap kelompok saya bebaskan untuk mengambil bahan materi darimana saja tetapi tentunya yang bersifat ilmiah, seperti jurnal ataupun buku buku pelajaran. Setelah selesai presentasi,kelompok lain dapat memberikan pertanyaan atau sanggahan kepada kelompok yang sedang presentasi tersebut. Dan setiap orang yang memberikan jawaban ataupun pertanyaan akan diberikan nilai tambahan pribadi diluar nilai kelompok. Setiap kelompok yang presentasinya jelek akan kami suruh untuk bernyanyi di depan kelas sehingga suasana kelas pun jadi cair dan memberikannya tugas tambahan. Selain itu juga saya lakukan pembentukan kelas/les tambahan untuk mereka yang ingin mendapat les tambahan. Mata kuliah yang saya ajarkan adalah kewarganegaraan /ppkn, jika metode pengajarannya hanya ceramah makan mahasiswa akan mengalami malas, ngantuk, jadi saya lebih mengarah kepad diskusi seperti membuat debat, Forum Grup Diskusi, sesuai silabus, ada 14 pertemuan dan 14 topil maka tiap topi wajid di diskusikan tiap pertemuan yang terlebih dahulu telah saya jelaskan secara ringkas dan padat, selanjutnya mereka yang membahas dan saya sebagai moderator, sehingga mereka lebih cepat tanggal karna ada di dalam nya perdebatan yang sengit. Sehingga jauh-jauh hari sebelumnya para mahasiswa telah mempersiapkan diri untuk berdebat dalam Forum group Diskusi yang saya lakukan

2.

Dampak Perubahan

Dengan metode pembelajaran yang saya lakukan tadi maka dampak perubahan yang nampak secara nyata adalah para mahasiswa tiap mau masuk pelajaran yang saya bawakan mereka selalu belajar terlebih dahulu agar mereka memahami nantinya apa yang akan saya ajarkan hari itu. Selain itu para mahasiswa lebih senang dalam kegiatan belajar karena saya bebaskan mereka dalam mencari sumber- sumber pembelajaran tanpa ada batasannya. Para mahasiswa mampu memahami pelajaran hari itu karena mereka sendiri yang mencarinya. Perubahan juga terjadi pada hasil belajar mereka, dimana mereka yang sebelumnya susah lulus dalam mata kuliah yang saya bawakan sekarang mereka dapat dengan mudah lulus dengan persentase kelulusan hampir 70 %. Juga dapat di lihat dari persentasi kehadiran di kelas yang mencapai 100%, dan respon mahasiwa saat di adakan oleh LPM Monev. Semua mahasiwa yang saya ajarkan menyatakan suka dan senang dengan metode pengajaran yang saya lakukan tersebut. Dalam hal menyatakan pendapat dan bertanya dikelas juga cukup signifikan perubahannya, hampir 87%perubahan yang di

alami mahasiswa dalam hal keberanian bertanya, hal ini saya dapatkan dari dosen yang mengajar juga, mahasiwa semakin aktif dalam bertanya.

A.2.

Berikan CONTOH NYATA <b>kedisiplinan</b>, <b>keteladanan</b>, dan <b>keterbukaan terhadap kritik</b> yang Saudara tunjukkan dalam pelaksanaan pembelajaran.

3.

Kedisiplinan

Sebelum melaksanakan perkuliahan dalam pertemuan pertama tentu saya selalu akan membuat kontrak kuliah yang akan kami sepakati bersama, hal ini saya buat karne saya menganggap dalam proses pengajaran bukan hanya mengajar tetap BELAJAR DAN MENGAJAR. Tentu semua aturan akan kami buat dan kami sepakati terlebih dahulu,tentu berajaskan peraturan akademik kampus. Contoh nyatanya adalah Saat memasuki semester baru biasanya saat pertemuan pertama dalam pembelajaran yang saya ajarkan, saya selalu membuat aturan dimana setiap mahasiswa tidak boleh terlambat. Setiap mahasiswa yang terlambat 15 menit setelah saya masuk, maka mereka tidak diporbelahkan mangikuti kegiatan belajar- mengajar. Tentunya saya juga tidak boleh terlambat dan harus tepat waktu. Itu saya buat agar mahasiswa–mahasiswa lebih disiplin dan tepat waktu sehingga kedepannya mereka lebih menghargai waktu. Selain itu saya juga mengatakan kepada mahasiswa-mahasiswa saya bahwa di dalam kelas tidak boleh mengucapkan kata-kata kotor, saling menghormati satu sama lain,saling membantu satu sama lain dan yang paling penting saling mengingatkan jika ada yang salah kawan- kawannya, tidak boleh mengaktifkan smartphone saat proses belajar mengajar berlangusung, pokok bahsan dan metode pelaksanaan akan saya jelaskan juga semua. Semua hal itu akan kami sepakati bersama, baik saya dan juga mereka akan mematuhi aturan yang kami buat bersama

4.

Keteladanan

Sebagai dosen tentu saya sebagai pandangan hidup bagi mereka dalam menjalankan kehidupan sebagai mahasiswa, Dalam mencerminkan sikap teladan terhadap mahasiswa-siswi saya maka setiap peraturan yang saya buat dalam kegiatan belajar mengajar, saya akan selalu lebih dulu mentaatinya, misalnya saya selalu datang tepat waktu. Saya juga selalu menunjukkan sifat perhatian kepada mereka,sifat sufel dimana setiap dalam pembelajaran saya selalu menanyakan apakah mereka sudah paham atau belum, kalau belum paham biar dijelaskan sekali lagi. Saya tidak pernah mengucapkan kata- kata yang tidak berkenan dihati mereka dan selalu mendukung apa saja yang mereka lakukan selagi itu bermanfaat bagi pendidikannya. Selalu memberi motivasi melalui pengalaman hidup yang saya alami dan yang patut mereka teladani. Dalam awal perkuliahan dan akhir perkuliahan selalu saya sampaikan doa dan motovasi. Cara berpakaian, cara penampilah rambut semua saya perhatikan dan saya lakukan layaknya sebagai Guru bagi mereka dan orang tua bagi mereka di kehidupan kampus. Bercicara, ngobrol dengan mahasiswa juga turut saya lakukan guna mengetahui kehidupan mereka, agar lebih dekat dengan mereka. Sehingga mereka merasa diperhatikan dan di hargai. Dengan demikian mereka juga akan mencontoh/meneladani hal apa yang saya lakukan terhadap mereka ke orang lain juga.

5.

Keterbukaan Terhadap Kritik

Bagi rekan sebagai dosen maupun mahasiswa saya menganggap mereka sangat berperan

dalam kehidupan saya menjalankan profesi Dosen, untuk itu Dalam kegiatan pembelajaran sikap terbuka terhadap kritik sangat diperlukan guna pengembangan kuaitas mengajar seorang pengajar. Begitu juga saya sebagai Dosen, setiap kali saya selesai mengajar saya selalu memberikan pertanyaan kepada para mahasiswa- siswi bagaiman saya menjelaskan apakah mereka dapat menerima pelajaran yang saya berikan, ataupun saya mengajar dengan tidak jelas baik cara mengajarnya maupun materi pembelajarannya membosankan. Saya selalu terbuka terhadap kritikan yang diberikan oleh teman-teman pengajar maupun mahasiswa- siswi saya. Beberapa cara selalu saya lakukan untuk mengetahui dan mendapat kritik dari para rekan dosen dan mahasiswa. Hal yang paling saya tunggu-tunggu adalah saat rapat kordinasi dosen, biasanya manajemen membacakan hasil indeks kinerja dosen yang mereka simpulkan dari berbagai cara pengumpulan data seperti kuisioner, kotak saran. Dengan demikian saya mampu memperbaiki diri dan keilmuan saya. Tanpa kritik saya tidak akan berkembanga dan tidak akan bertahan menjadi dosen hingga saat ini. Dalam kehidupan saya KRITIK lah yang sangat saya dambakan.

sistem administrasi sertifikasi dosen - serdos.dikti.go.id

B. PENGEMBANGAN KEILMUAN/KEAHLIAN

B.1.

tuliskan <b>publikasi karya-karya ilmiah/Produk Karya Seni</b> yang telah Saudara hasilkan dan tunjukkan buktinya dengan cara mengunggahnya. Bagaimana <b>makna dan kegunaannya</b> dalam pengembangan keilmuan/keahlian. Jelaskan bila karya tersebut memiliki <b>nilai inovatif</b>.

6.

Publikasi Karya Ilmiah

Sebagai dosen saya selalu berusahan untuk melaksanakan Tridarma Perguruan tinggi denga baik, apalagi institusi tempat saya mengajar sangat mendukung dan memfasilitasi nya dengan anggaran yang di sesuaikan dengan peraturan dikti, di peraturan Tempat saya mengajar adalah wajib menghasilkan karya ilmiah minimal 2 dalam setahun, hanya saja saya sebagai dosen di bidang Hukum belum terbuka dengan teknologi IT, sehingga banya penelitian saya yang hanya dalam bentuk laporan dan di publikasikan pada perpustakaan,

adapun Karya ilmiah yang saya hasilkan dan berhasil di publikasikan secara online adalah sebagai berikut:

1.

Analisis Pengaruh Penegakan Hukum Terhadap Perkembangan Cyber Crime-, yang di

publikasikan pada Jurnal Mantik Penusa dengan Volume Vol 18, No 2 (2015).

2.

Dasar Pertimbangan Hakim Memberi Sanksi Pidana Dalam Kasus Pencurian, yang di

publikasikan pada Jurnal Mantik Penusa dengan Volume, Vol 20, No 1 (2016), 3. Peranan Federasi Serikat Perempuan Merdeka (FSPM) Dalam Penanganan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan, yang diterbitkan secara online pada Jurnal Mantik Penusa dengan Volumen, Vol 1, No 1 (2017). Dan masih banyak lagi sebenarnya karya ilmiah yang telah saya kerjakan namun belum terpublikasikan secara online seperti terpublikasi di perustakaan, yang hanya berbentuk laporan. Pada karya ilmiah/Penelitian di tahun 2016 adalah penelitian Hibah dari pengadilan tinggi negeri Medan.

7.

Makna dan Kegunaan

Tiap Penelitian/Karya ilmiah yang saya hasilkan selalu memiliki makda dan kegunaan bagi institusi khusunya bagi saya dalam melaksanakan tugas pengajaran dan pendidikandi Ruang kelas, sebagai dosen tentu saya ingin mahasiswa yang saya ajarkan selalu tergambarkan dengan perkembangan pengetahuan di luar sana. Oleh karena itu dengan penelitian/karya ilmiah yang saya hasilkan dari riset yang saya lakukan saya menyampaikan hal2 yang relevan dengan pengajaran saya. Cotohnya, pada judul penelitian Analisis Pengaruh Penegakan Hukum Terhadap Perkembangan Cyber Crime dalam penelitian ini sangat berhubungan dengan Situasi dan perkembangan Teknologi jaman sekarang yang sangat mempengaruhi pola pikir para masyarakat terutama mahasiswa dalam mengunakan media sosial/intenet, dimana pada saat sekarang ini sangat bekembang isu seperti HOAX, Pornogrefi. Keguanaan dari penelitian ini adalah dengan penegakan hukum yang benar maka kejahatan maya akan berkurang dengan demikian saya bisa menyampaikan kepada mahasiswa yang saya ajarkan cara positif dalam menggunakan internet. Aga mereka tidak terkena dampak penegakan hukum. Dalam penelitian lain juga tidak kalah pentingnya, ada judul Dasar Pertimbangan Hakim Memberi Sanksi Pidana Dalam Kasus Pencurian dalam penelitian ini juga sangat perlu disampaikan kepada mahasiswa bahwa tindakan pencurian itu adalah tindakan yang tidak baik dan boleh disamakan dengan Koruptor, kegunaanya adalah mahasiswa yang saya ajarkan paling tidak tertaanamkan hati yang selalu jujur dan menjauhi hal pencurian. Pada

penelitian tahun 2017, saya juga membahas tentang kekerasan terhadap perempuan. Dimah hal ini juga selalu saya sampaikan dalam sela-sela pengajaran saya, saya sampaikan faktor2 negatif yang perlu di hindari. Makna dan kegunaan lain selain di atas adalah masyarakat luas bisa membaca penelitian ini dan menambah pengetahuan mereka dalam bidang Hukum.

8.

Nilai Inovatif

Dalam penelitian yang telah di Acc untuk tentu telah melalui proses Seleksi pada Panitia sehingga Proposal penelitian yang saya ajukan berhak untuk dilanjutkan. Pada ketiga penelitian yang saya paparkan diatas, boleh saya sampaikan bahwa nilai Inovatif dari penelitian di atas adalah terletak pada pembahasannya dimana pada penelitian tahun 2015 yang membahas tentang kejahatan di dunia internet seperti HOX, Pornografi, dimana dalam pemabahasannya adalah mengenai tata cara menangani/mengurangi kejahatan maya tersebut dengan penegakan Hukum bagi pelakunya. Jika Hukum nya ditegakkan maka akan tertekan lah jumlah kejahatan Maya tersebut. Dengan demikian bagi mereka yang membacanya akan mengetahui bahwa membuat berita HOAX di internat ada Hukumannya, sehingga akan berfikir untuk melakukannya. Selain itu juga di bahas tentang Undang-undang apa saja yang mengatur tentang Kejahatan Maya tersebut. Pada penelitian kedua (2016) juga dapat saya paparkan Nilai inovativ nya, dalam penelitian ini membahas mengenai Dasar pertimbangan untuk memberi Hukuman pidana terhadap pelaku pencurian. Dalam penelitian ini jelas di paparkan mengenai seluruh dasar-dasar pertimnangan yang harus di lihar oleh penegak hukum dalam menjatuhkan hukuman terhadap pelaku. Sehingga mahasiswa atau masyarakat yang membaca penelitian ini akan mendapat pembelajaran mengenai pasal-pasal yang di gunakan dalam menjatuhkan hukumgan terhadap pelaku pencurian. Terutama pada mahasiswa yang belum mengerti mengenai pasal-pasal pemberat dalam menjatuhkan hukuman terhadap pelaku pencuri, dengandemikian mereka paham dan mengerti sebab akibat jika pencurian dilakukan. Pada penelitian ke tiga (2017) nilai inovatif nya adalah memberi pembelajaran terhadap warga mengenai kekerasan terhadap wanita dan jika hal ini di alami ada lembaga yang siap membantu seperti federasi serikat perempuan merdeka, dengan demikian bagi mereka yang mengalami kekerasan tersebut sudah tentu paham kemana mereka bisa meminta pertolongan.

B.2.

Berikan CONTOH NYATA <b>konsistensi</b> dan <b>target kerja</b> yang Saudara tunjukkan dalam pengembangan keilmuan/keahlian

9.

Konsistensi

Sebagai Dosen tentu harus konsisten tentang ke ilmuan, ucapan, dan tindakan. Hal ini karna akan berpengaruh terhadap perkembangan keilmuan yang saya kuasai untuk saya salurkan kepada anak didik saya. Khusus nya untuk diri saya sendiri, kekonsistenan sangat di tuntut, semisal untuk mengurus kepangkatan dan golongan institusi sangat menuntut. Bentuk nyata kekonsistenan yang di maksud adalah hal yang saya lakukan mulai dari pelatihan, pertemuan ilmiah, penelitian, pengabdian selalu saya lakukan secara terjadwal dan saya usahakan selalu sesuai dengan bidang dan profesi kedosenan saya. Sejak saya menjadi dosen, saya telah menargetkan melakukan pelatihan dalam satu semester minimal 3 pelatihan, juga pertemuan Ilmiah saya menjadwalkan minimal saya lakukan 3 kali dalam satu semester. Hal ini sangat berguna dalam membuka wawasan saya dalam menjalankan tugas pengajaran saya di kelas. Dengan demikian saya selalu membawa contoh-contoh

nyata dalam menjelas menjelaskan topik perkuliahan saya. Sehinga mahasiswa selalu terupdate, cepat paham dengan penjelasan yang saya sampaikan. Kekonsistenan yang di tuntut Oleh institusi adalah wajib melaporkan Laporan Kinerja Dosen setiap akhir semester yang terdiri dari Pengajaran, penelitian, pengabdian dan penunjang berupa pelatihan, pertemuan ilmiah yang di buktikan dengan bukti fisik (sertifikat, fotokegiatan).

10. Target Kerja

Sesuai dengan kegiatan-kegaitan yang saya lakukan sudah tentu memiliki target tertentu, target kerja yang saya tuliskan dalam pikiran saya adalah target utama adalam menjadi dosen yang selalu berhasil membuat anak didiknya berhasil dalam dunia pekerjaan baik secara mental maupun secara prestasi. Suses dalam mentala adalah yang paling saya dambakan bagi mereka yang pernah saya didik dengan matakuliah PPKN yang saya bawakan. Mental sebagai juara, mental yang berjiwa jujur, mental yang senang membantu. Mendengar mereka tidak berhadapan dengan masalah hukum cukup bangga rasanya. Namun secara khusus saya memiliki target yang sangat luarbiasa pada usia senja saat ini. pada tahun ini saya telah mendaftar S3 dan masih bercita2 ingin Lulus S3 di tiga tahun kedepan, di salah satu kampus ternama di jawa. Dan pada tahun ini saya menargetkan Lulus sebagai dosen profesional setelah sekian lama saya berjuang untuk Belajar menggunakan Mouse. Karna menggunakan Mouse cukup sulit bagi saya sehingga beberapa kali saya tes PLTI tidak lulus karena saya kalan cepat dengan waktu yang tersedia yang di sebabkan kekurang pahaman saya dalam mengoperasikan Komputer saat test berjalan terutama Menggunakan Mouse.

sistem administrasi sertifikasi dosen - serdos.dikti.go.id

C. PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

C.1.

Berikan CONTOH NYATA penerapan ilmu/keahlian Saudara dalam berbagai <b>kegiatan pengabdian kepada masyarakat</b>. Deskripsikan <b>dampak perubahan</b> dan <b>dukungan masyarakat</b> terhadap kegiatan tersebut !

11.

Kegiatan PKM

Pengabdian Kepada Masyarakat sebuah kewajiban bagi Dosen dan Perguruan tinggi yang tertuang pada peraturan pemerintah tentang Tridarma Perguruan Tinggi. Ada pun yang saya lampirkan adalah tiga tahun terakhir. Sebagai berikut:

1. 2015 ganjil, denga Judul Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Guru PKn SMP Kabupaten Deli Serdang Dalam Pengembangan Bahan Ajar Bidang Hukum dan Ham. Saya bertindak sebagai ketua 2. 2015 Genap, sebagai ketua denga Judul Penyuluhan hukum mengenai “PenjatuhanHukuman bagi Anak di bawah Umur yang Melakukan Tindak Pidana di Desa Hariarapohan Kab, Samosir. 3. 2016 ganjil, sebagai ketua denga Judul Penyuluhan Hukum dengan topik remaja dan implikasi yuridisnya. 4. 2016 Genap, sebagai ketua denga Judul Penyuluhan hukum kepada masyarakat di desa Banjar Jaya Kecamatan PD Tualang, Kab Langkat. 5. 2017 Ganjil, sebagai ketua denga Judul Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Mengembangkan Materi Politik dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Bagi Guru-Guru PPKn SMA di Kabupaten Langkat. 6. 2017 Genap, sebagai pendamping mahasiswa dengan judul Bakti Sosial Korban Letusan Gunung Sinabung. 7. 2018 sebagai anggota dengan judul pengabdian Pembuatan Media Pembelajaran Berbantuan Komputer Menggunakan Aplikasi Open Source di SMA Prima Nusantara Lubuk Pakam.

12.

Dampak Perubahan

Dengan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang saya lakukan di berbagai objek sasaran dapat saya sampaikan perubahan yang saya lihat pada masyarakat adalah:

1. Pada pengabdian tahun 2015 ganjil dengan Judul Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Guru PKn SMP Kabupaten Deli Serdang Dalam Pengembangan Bahan Ajar Bidang Hukum dan Ham dapat saya sampaikan disini bahwa 7 guru dari 10 guru di deliserdang yang bidang studi pengajarannya PKN di SMP memberi respon positif dan menjadikan mereka lebih kreatif dalam membuat bahan ajar yang menarik. 2. Pada pengabdian kedua di tahun 2015, dapat saya sampaikan dampak perubahannya adalah berdasarkan hasil obesevasi yang saya lakukan dengan tim setelah selesai penyuluhan, orang tua yang terlibat dalam penyuluhan itu mencapai 92,5 % lebih memahami betapa pentingnya pengawasan terhadapa anaknya masing-masing untuk tidak melaksanakan tindakan pinda seperti pencurian. Dan dapat di rasakan juga oleh warga di sekirat masyarakat sasar bahwa tinggkat pecurian berkurang hingga 79%. 3. Pada pengabdian pertama dan kedua di tahun 2016, juag dapat saya sampaikan dampak perubahan terhadap masyarakat sasar nya adalah bahwa masyarakat telah memahami mengenai landasan-landasan hukum yang berlau di masyarakat, seperti hukum pidana pencurian, hukum pencemaran nama baik dll. Dari hasil surevey yang di sebarkan

oleh tim melalui angket kuisioner 57 % masyarakat menyatakan sangat berguna dan saat ini telah memahami aspek-aspek hukum yang berlaku di tiap tidankan yang melangar aturan pemerintah. Dapat saya simpulkan bahwa seluruh pengabdian yang pernah kami lakukan dengan tim selalu berdampak positif terhadapa masyarakat sasaran.

13.

Dukungan Masyarakat

Betuk nyata dukungan masyarakat yang dapat kami rasakan adalah, adanya permintaan untuk melakukan program pengabdian masyarakat diwaktu yang akan datang, tidak sedikti masyarakat yang pernah kami lakukan sebagai objek pengabdian justru membuat surat resmi melalui organisasi seperti karang taruna, kepala desa dan mengundang saya sebagai pembicara dalam acara-acara tertentu. Bentuk lain dukungan dari masyarakat adalah saat kami malaksanakan program pengabdian kepada masyarakat ini rata-rata mereka ikut membantu dalam melaksanakan persiapan seperti lokasi, alat yang kami perlikan, demi menunjang terlaksananya program ini. Kami dalam melaksanakan program ini tidak lagi perlu menyewa alat-alat yang kami butuhkan, tempat untuk melaksanakan semua masyarakat yang menyediakan, dukunga yang paling nyata adalah, rata-rata anak-anak mereka di kuliahkan di kampus tempat saya mengajar. Dan di beberapa kesempatan mereka akan melibatkan kampus untuk mengabil peran seperti saat di daereh tersebut ada kegiatan yang berhubungan dengan sistem informasi maka kampus tempat saya bekerjalah yang utama di undang ikut terlibat, dan bisa saya sampaikan bahwa seluruh masyarakat yang pernah saya jadikan objek pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat telah menjadi mitra kampus. Sehingga kami dalam melaksanakan program-program kemasyarakatan cukup terbantuk seperti yang baru-baru ini ada program PHBD 2018.

C.2.

Berikan CONTOH NYATA <b>kemampuan berkomunikasi</b> dan <b>kerjasama</b> yang Saudara tunjukkan dalam pengabdian kepada masyarakat.

14.

Kemampuan Berkomunikasi

Dalam melaksanakan suatu pengabdian kepada masyarakat maka kemampuan berkomunikasi sangat berperan penting dalam kegiatan ini agar kegiatan bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan. Pernah suatu kali kami melakukan bakti sosial kepada masyarakat di sekitar gunung Sinabung yang mengalami erupsi. Sebelum kami melakukan bakti sosial ke daerah tersebut maka terlebih dahulu saya melakukan komunikasi atau pendekatan tentang apa masalah yang dihadapi oleh masyarakat tersebut. Baik itu masalah makanan, sandang maupun papan. Selain membahas masalah yang mereka hadapi saya juga membahas bagaimana menyelesaikan masalah tersebut. Sehingg nantinya saat kami melakukan bakti sosial kami sudah dapat melakukan apa yang harus dilakukan. Dan pada dasarnya masyarakat daerah tersebut sangat senang sekali saat saya ajak berdiskusi. Selain itu juga dapat saya sampaikan bahwa saat terjadi program pengabdian ini cukup banyak masyarakat yang menginginkan seperti penghargaan seperti harus permisi lah, harus ijin yang pada dasarnya mereka hanya ingin meminta uang, namun dengan pendekatan-pendekatan yang saya lakukan semua bisa teratas. Hampir 100% kegiatan masyarakat yang saya lakukan dengan tim berjalan dengan sukses. Tidak hanya kepada masyarakat timbul permasalahan, sesama anggota tim juga sering juga berdebat yang berakibat perjalanan program yang akan kami lakukan hampir gagal. Contohnya saat rapat persiaan sering juga terjadi perdebatan dan perbedaan pendapat. Di saat seperti itulah saya bertindak dan berusaha untuk tidak memihak dan saya aja untuk

berdiskusi. Dan hasilnya sangat sukses.

15. Kemampuan Kerjasama

Untuk kelancaran sebuah kegiatan termasuk kegiatan pengabdian masyarakat maka hal yang utama dimiliki oleh seorang yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut adalah kemampuan kerja sama yang baik. Bukti Kemampuan kerjasama yang saya miliki adalah dapat saya paparkasebagai berikut. Ada 7 pengabdian kepada masyarkat yang saya lakukan bersama dengan Tim., semua bernjalan dengan sukses, Begitu juga dengan saya yang terjun langsung dalam kegiatan ini. Sebelum kami terpikirkan akan kegiatan bakti sosial/Pengabdian Kepada masyarakat ini, saya terlebih dahulu memmunculkan ide bakti sosial/pengabdian kepada masyarakat tersebut bisa melalui hasil survei atau mendengar keluhan-keluhan atau pun permintaan langsung oleh masyarakat. Kemudian saya ajak kawan–kawan dosen untuk ikut serta dan ternyata mereka bersedia untuk melaksanakan kegiatan ini. Kami bekerja sama untuk suksesnya kegiatan ini mulai dari tahap pengumpulan massa, pengumpulan dana yang kami dapatkan dari kegiatan mengamen dan meminta sumbangan dari instansi lain sampai pada kegiatan bakti sosial dilaksanakan. Selain terhadap Tim, terhadap masyarakat juga sangat perlu yang namanya kemampuan kerjasama. Saat pelaksanaan program cukup banya hal-hal yang perlu di jaga contoh nya gangguan dari masyarkat setempat yang tidak puas dengan kehadiran tim. Dan saat-saat itulah kemampuan kerjsama dan kemampua komunikasi sangat di butuhkan. Contoh nyata adalah cara mengatasinya adalah melibatkan mereka dan mengajak mereka berdiskusi dan membuat masyarakat tersebut seolah-olah kegiatan itu adalah kegiatan nya mereka sendiri, dengan dimikian akan berjalanlah program yang dimaksud dengan baik. Setelah selesai kegiatan maka saya sering memberi penghargaan kepada mereka yang terlibat, seperti ucapan terimakasih saat penutupan.

sistem administrasi sertifikasi dosen - serdos.dikti.go.id

D. MANAJEMEN/PENGELOLAAN INSTITUSI

D.1.

Berikan CONTOH NYATA kontribusi Saudara sebagai dosen, berupa pemikiran untuk meningkatkan kualitas manajemen/pengelolaan institusi (universitas, fakultas, jurusan, laboratorium, manajemen sistem informasi akademik, dll), <b>implementasi kegiatan</b>, dan bagaimana <b>dukungan institusi</b> terhadap kegiatan tersebut.

16.

Implementasi Kegiatan dari Usulan/Pemikiran

Suatu institusi akan berjalan dengan baik apabila dikelola dengan baik. Maka sebagai seorang tenaga kerja di lingkungan institusi seperti Institusi dimana saya mengajar ini sudah sepantasnya saya ikut ambil bagian dalam mengelola institusi tersebut mengelolah bukan berarti ikut dalam struktural melainkan memberi ide, memberi masukan, mengajak untuk mendiskusikan sesuai hal yang menjadi keluhan mahasiswa yang saya dapat saat saya mengajar di kelas. Salah lainnya kontribusi saya dalam meningkatan manajemen institusi ini adalah dengan cara ikut serta dalam kegiatan re-akreditasi kampus yang dilaksanakan pada saat ini. Dan Puji Tuhan proses re akreditasi berjalan dengan baik dan tinggal menunggu kedatangan asesornya. Selain ikut serta dalam kegiatan reakreditasi kampus saya juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan kegiatan kampus lainnya. Selain itu juga saya sering menyampaikan hasil pemikiran yang saya dapat dari luar misalanya saat saya menjadi pembicara di kampus lain atau saat saya berkunjung ke sesuatu tempat yang berhubungan dengan Dunia pendidikan saya selalu sampaikan kemanajemen hal-hal apa yang memungkinkan untuk di adopsi demi perkembangan institusi dan kepuasan mahasiswa. Seperti sistem pembayaran uang kuliah yang dulunya sistem pembayarannya tidak bisa dicicil sekarang dengan adanya ide saya tersebut sekarang mahasiswa sudah bisa mencicil uang kuliah hingga 12 kali. Hal ini akan membangun citra intitusi dimata masyarakat dengan imamge sangat membantu. Kegiatan lain adalah pelaksanaa pengabdian kepada masyarakat, pelaksanaan seminar-seminar yang juga pernah saya usulkan untuk meningkatkan intensitasnya yang dahulu hanya dilakukan 1-2 kali dalam setahun sekarang sudah dilakukan 2-3 bulan sekali.

17.

Dukungan institusi

Ide yang bagus akan dapat terlaksana jika ada dukungan yang baik juga, baik dari orang- orang sekitar maupun dari institusi yang terkait. Maka setiap ide atau gagasan yang saya ungkapkan di institusi tempat saya mengajar selalu mendapat respon positif dan selalu didukung. Seperti perubahan sistem pembayaran uang kuliah oleh mahasiswa yang dahulunya hanya bisa di bayar sekali saja sekarang sudah bisa dicicil hingga 12 kali, dukungan lain adalah institusi selalu melibatkan saya dalan kegiatan apapun yang berada di kampus. Dukungan lain adalah ide yang pernah saya sampaikan mengenai pelaksanaan seminar-seminar, pelatihan-pelatihan terhadap dosen dan pegawai semua telah di laksanakan dengan terjadwal yaitu 2-3 bulan sekali. Memang tidak sepenuhnya ide-ide yang saya sampaikan itu di laksanakan. Pihak manajemen juga memiliki pertimbangan tersendiri akan tetapi sejauh ini institusi cukup mendukung hanpir 87 % saya terllibat dan berperan dalam segala perubahan yaang ada sekarang di kampus saya. Pengabdian kepada masyarkat yang dahulu dosen hanya sebagaian besar yang rajin sekarang mereka sudah intens melaksanakan karna sudah ada biaya yang di sediakan intitusi baik itu pengabdian, penelitian, dan kegiatan penunjang lainnya,

D.2.

Berikan CONTOH NYATA <b>kendali diri</b>, <b>tanggungjawab</b>, dan <b>keteguhan pada prinsip</b> yang Saudara tunjukkan sebagai dosen dalam implementasi manajemen/ pengelolaan institusi.

18.

Kendali Diri

Kendali diri merupakan sikap yang harus dimiliki oleh seorang yang bekerja, khususnya pada bidang pengajaran karena dalam bidang pengajaran kita dihadapkan pada mahasiswa-mahasiswi yang terdiri dari berbagai karakter. Salah satu contoh kendali diri yang saya lakukan dalam kegiatan pembelajaran ini adalah jika para mahasiswa tidak tepat waktu saat memasuki ruangan kuliah, maka saya tidak serta merta langsung tidak memperbolehkan mereka mamasuki ruangan kelas. Namun saya tanyakan dulu mengapa mereka bisa terlambat, dan apabila alasan mereka dapat diterima maka saya akan mempersilahkan mereka masuk ke ruangan kelas. Sifat kendali diri juga saya tunjukkan saat ada rapat dosen, dimana saat saya memberikan saran namun saran yang saya berikan kurang diterima maka saya akan tetap lapang dada menerimanya. Ketika ada saran lain yang lebih dibutuhkan maka saya akan sangat mendukung saran tersebut dan akan melaksanakanya dengan baik. Kendali diri juga saya tunjukkan saat ada mahasiswa bimbingan saya yang menunjukkan sifat tidak konsisten dimana mereka pernah mengatakan mau bimbingan sama saya, sudah saya tunggu- tunggu tetapi mereka tidak datang- datang. Dan keesokan harinya mereka datang melaporkan jika meraka tidak jadi datang karena salah satu teman meraka mengalami kecelakaan, sehingga mereka tidak dapat hadir untuk bimbingan. Mendengar alasan mereka saya yang tadinya sangat marah kepada mereka menjadi tidak marah lagi dan memperbolehkan meraka bimbingan lagi, mampu memposisikan diri saat betemu dengan lawab bicara juga kendali diri yang saya lakukan, saat saya betemu orang yang sifatnya “A― maka saya juga harus besifat “A― jika saya betemu dengan seorang yang sangat muda umurnya maka saya juga berjiwa dan bertindak sesuai dengan kondisi saat itu .dan masih banyak lagi kendali diri yang saya lakukan dalam melaksanakan tugas.

19.

Tanggung Jawab

Tanggung jawab terwujud dalam bentuk:

1. Melaksanakan perkuliahan dengan baik dan benar dan sunguh-sunguh 2. Menasehati atau membimbing mahasiswa 3. Memberi tauladan terhadap mahsiswa demi terbentuknya waktak intelektual yang sesuai dengan Pancasila 4. Selalu menjadi contoh bagi Mahasiswa, Dosen muda 5. Melaksanakan tugas yang di delegasikan pimpinan untuk saya lakukan 6. Menjaga nama baik institusi Berikut ini dapat saya paparkan bentuk tanggung jawab tersebut dan contoh nyata yang saya lakukan. Demi terselenggaranya suatu kegiatan maka faktor yang menentukan adalah memiliki rasa tanggung jawab. Suatu kegiatan akan terlaksana dengan baik jika orang- orang yang terlibat didalamnya memiliki rasa tanggung jawab dan rasa saling membutuhkan. Rasa tanggung jawab saya terlihat dalam setiap kegiatan yang saya lakukan. Misalnya saat kegiatan re-akreditasi kampus, saya melaksanakannya sampai selesai. Saya sebagai pembina organisasi mahasiswa jurusan teknik informatika mempunyai tanggung jawab yang besar diantaranya tetap menjaga agar organisasi ini tetap berjalan dengan baik. Setiap apa yang akan menjadi program kerjanya akan saya koreksi terlebih dahulu, apakah program kerja tersebut berguna bagi semua lingkungan kampus atau hanya berguna bagi

organisasi tersebut. Jika berguna bagi semua lingkungan kampus maka saya akan menyetujuinya. Sikap tanggung jawab saya juga terlihat pada saat saya mengadakan bimbingan kepada mahasiswa saya. Saya akan selalu membimbing mereka jika mereka meminta dan akan membimbing mereka sampai mereka memperoleh gelar yang mereka inginkan. Saya juga bertanggung jawab terhadap pemberian nilai kepada mahasiswa sesuai apa yang mereka dapatkan saat melaksanakn ujian

20. Keteguhan pada Prinsip

Keteguhan pada prinsip sangat dibutuhkan dalam mengerjakan tanggung jawab. Pada dasarnya kendali diri tidak akan berjalan jika seseorang tidak memiliki keteguhan pada prinsip. Seseorang yang memiliki keteguhan prinsip pada dirinya akan terus berjalan lurus tanpa harus menoleh kekiri maupun kekanan. Karena keteguhan prinsip yang dimiliki sehingga dia percaya bahwa apa yang dipikirkan jika dikerjakan dengan serius dan sungguh-sungguh akan tercapai. Salah satu sikap keteguhan pada prinsip yang saya tunjukkan adalah saat ditanyaai apa yang menjadi motivasi ku dalam pengajuan perubahan sistem pembayaran uang kuliah. Dan dengan yakin dan teguh pada prinsip yang saya usung saya menjelaskan secara detail apa yang menjadi latar belakang saya mengajukan perubahan sistem pebayaran uang kuliah, saya menyampaikan bahwa dengan menerapkan cicilan uang kuliah mahasiswa dan orang tua akan sangat terbantu, bukan kah motto kita pendidikan untuk semua? Bukan kah kampus kita ini terbangun bukan di dasarkan oleh banyak nya harta yayasan melainkan oleh karena bantuan masyarakat. Sehingga mereka menerima dan menjalankannya. Keteguhan pada prinsip pun saya tunjukkan saat ada mahasiswa yang mengkomplain hasil ujian mereka yang rendah. Saya akan menjelaskan apa yang membuat nilai mereka rendah dan menjelaskan bagaimana sistem pembuatan nilai itu sehingga mereka bisa paham dan tidak mengkomplain nilai yang rendah namun akan memperbaiki apa yang menjadi salah mereka. Mereka pun akan memenuhi bagaiman sistem pembuatan nilai itu dan mengetahui komponen- komponen nilai itu.

sistem administrasi sertifikasi dosen - serdos.dikti.go.id

E. PENINGKATAN KUALITAS KEGIATAN KEMAHASISWAAN

E.1.

Berikan CONTOH NYATA <b>peran</b> Saudara sebagai dosen, baik berupa kegiatan maupun pemikiran dalam meningkatkan kualitas kegiatan mahasiswa dan bagaimana dukungan institusi dalam <b>implementasinya</b>.

21.

Peran pada Kegiatan Mahasiswa

Dalam lingkungan Kampus kegiatan mahasiswa tidak hanya pada bagian akademiknya saja, tetapi juga bagian diluar akademik juga contohnya organisasi- organisasi kemahasiswaan. Salah satu peran saya kegiatan mahasiswa diluar akademik adalah membuat suatu organisasi yang dinamankan perhimpunan mahasiswa jurusan teknik

informatika dimana dalam organisasi ini semua mahasiswa yang jurusan teknik informatika bisa bergabung didalamnya. Saya di organisasi tersebut sebagai pembina, dan setiap ada rencana kerja yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut saya selalu ikut serta membantunya dengan cara memberikan saran dan juga membantu keuangan organisasi ini jika ada kekurangan. Contoh nyata peran yang saya lakukan dalam 3 tahun terahir:

2015

Mahasiswa Pecinta Alam sebagai Pembina

2016

Seminar Nasional IPTEK Bagi Pendidikan sebagai Pembimbing

2016

Mahasiswa Pecinta Alam sebagai Pembina

2016

Mahasiswa Pecinta Alam sebagai Pembina

2017

Peduli Korban Gunung Sinabung sebagai Pembimbing

2017

THE 2nd INTERNATIONAL CONFERENCE OF TOURISM, ECONOMIC,

ENVIRONTMENT AND TECHNOLOGY (ICTEET) sebagai Pembimbing

2017

DEBAT "pentingkah DPR?" sebagai PEMBIMBING/Juri

2017

Penanaman 1000 Pohon di Pantai Cermin Kabupaten Deliserdang sebagai

 

Pendamping

 

2017 PHBD pendamping Samosir

2018 Program Hibah Bina Desa 2018 (PHBD) sebagai Dosen Pendamping

22.

Implementasi Peran

Peran merupakan wujud kepedulian suatu instansi atau perorangan terhadap suatu kegiatan. Dalam kegiatan organisasi himpunan mahasiswa jurusan teknik informatika tadi saya bertindak sebagai seorang pembina. Pembina dalam sebuah organisasi mempunyai tugas yang berat diantaranya harus mampu membawa organisasi tersebut kearah yang lebih baik. Organisasi tersebut juga harus bisa berguna baik masyarakat kampus maupun luar kampus melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Saya sebagai pembina dari berbagai organisasi himpunan mahasiswa STMIK Pelita Nusantara Medan ini terus ikut serta dalam kegiatan yang dilaksanakannya. Dan selalu berada dibelakang untuk mendukungnya. Apabila ada kendala dalam suatu pelaksanaan kegiatan maka saya orang pertama yang akan memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi. Contonya dalam saat kegiatan bakti sosial/Pengabdian Kepada masyarakat yang dilaksanakan ke kabupaten karo ada masalah saat akan keberangakatan dimna jumlah kendaraan kesana kurang, maka dengan sigap saya menghubungi orang yang mempunyai kendaraan yang secara kebetulan kenalan saya. Dan pada akhirnya semua anggota pun dapat berangkat dengan baik, sampai ditempat tujuan dengan selamat dan melaksanakan semua agenda kegiatan

E.2.

Berikan CONTOH NYATA <b>interaksi</b> yang Saudara tunjukkan dalam peningkatan kualitas kegiatan mahasiswa dan <b>manfaat kegiatan</b> baik bagi mahasiswa institusi Saudara, maupun pihak lain yang terlibat.

23.

Interaksi dengan Mahasiswa

Interaksi sangat penting dalam kegiatan pembelajaran. Tanpa ada interaksi yang terjadi maka suatu kegiatan tidak akan dapat berjalan dengan baik. Saya sebagai dosen selalu mengadakan interaksi yang baik bagi mahasiswa saya baik dalam kagiatan belajar mengajar di kelas maupun di luar kelas. Dengan interaksi yang baik dengan mahasiswa maka mereka juga lebih terbuka dan lebih semangat dalam belajarnya. Interaksi yang baik juga saya lakukan saat ada mahasiswa yang akan melakukan bimbingan tugas akhir saya selalu memberikan respon yang positif. Jika mereka mau bertemu saya maka saya akan meluangkan waktu sebentar untuk dapat membimbing mereka. Sehingga mereka pun tidak mengeluhkan waktu bimbingan meraka, dan mereka dapat mengerjakan tugas akhir mereka dengan semangat dan pantang menyerah. Interaksi yang baik juga saya tunjukkann saat saya berhubungan dengan teman- teman pengajar yang lain. Kami selalu memilki hubungan yang baik antar semua pengajar. Saling mensuport dan saling membantu jika ada yang membutuhkan. Saling berbagi cara mengajar masing- masing sehingga dapat membuat kami kaya akan cara mengajar dan tidak monoton dengan cara mengajar masing-masing. interaksi lain yang saya lakukan adalah dengan bermain futsal bersama, dan lain-lain

24.

Manfaat Kegiatan

Suatu kegiatan dikatakan berhasil jika dapat bermanfaat bagi orang- orang disekitarnya. Manfaat bisa dalam bentuk kepuasan maupun dalam bentuk yang lain. Manfaat dari terbentuknya organisasi himpunan mahasiswa jurusan teknik informatika ini adalah mahasiswa bisa lebih terampil, lebih memiliki jiwa sosial yang tinggi, dan memiliki wawasan yang luas bagi bidang akademik maupun diluar akademik. Manfaat dari baiknya interaksi dengan sesama pengajar adalah mampu mengetahui kelemahan dan kelebihan masing- masing sesama pengajar dan dapat mengaploitasi kelebihanya itu menjadi kelebihan kita juga. Manfaat dari kegiatan seminar yang saya lakukan adalah mahsiswa lebih memahami apa itu teknik dan penerapan teknik informatika dikehidupan sehari- hari. Selain itu mahasiswa juga dapat berkenalan dengan tokoh- tokoh yang lebih paham dengan bidang teknik informatika. Mahasiswa dan mahasiswa juga memperoleh pengalaman dan juga tentunya piagam perhargaan yang akan sangat berguna bagi mereka kedepannya. Manfaat dari kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan di daerah kabupaten karo adalah mahasiswa dapat memahami kehidupan diluar kampus terutama pada lingkungan yang mengalami musibah sehingga mereka bisa lebih peduli terhadap sesama khusunya teman- teman kuliahnya dan umumnya bagi masyarakat luar kampus.

sistem administrasi sertifikasi dosen - serdos.dikti.go.id

PERNYATAAN DOSEN

Saya dosen yang membuat diskripsi diri ini menyatakan bahwa semua yang saya diskripsikan adalah benar aktivitas saya dan saya sanggup menerima sanksi apapun termasuk penghentian tunjangan dan mengembalikan yang sudah diterima apabila pernyataan ini dikemudian hari terbukti tidak benar.

, 04 April 2018

Dosen yang diusulkan

HUMALA SIMANGUNSONG NIDN 0111046504

sistem administrasi sertifikasi dosen - serdos.dikti.go.id

2018 Dosen yang diusulkan HUMALA SIMANGUNSONG NIDN 0111046504 sistem administrasi sertifikasi dosen - serdos.dikti.go.id