Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUA
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Tujuan bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea

4 adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan

untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.. Untuk

mencapai tujuan tersebut diselenggarakan program pembangunan nasional secara

berkelanjutan, terencana dan terarah.

Menurut Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 H ayat 1, kesehatan merupakan hak

asasi manusia dan investasi untuk keberhasilan pembangunan bangsa. Pembangunan

kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dari pembangunan nasional. Tujuan

diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan

kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang

optimal.

Pembangunan Kesehatan dewasa ini telah mengalami kemajuan yang cukup pesat,

terutama dalam hal kebijaksanaan maupun strategi yang diterapkan dalam setiap upaya

kesehatan , yang salah satunya dengan telah dicanangkannya “ Gerakan Pembangunan

Berwawasan Kesehatan “ sebagai strategi pembangunan nasional untuk mewujudkan

Indonesia Sehat 2018 . Sedangkan pengambil kebijakan pada jajaran Pemerintah Kabupaten

Sumedang lebih respek lagi terhadap arah pembangunan nasional tersebut dengan skala

prioritas pembangunan kesehatan lebih diarahkan pada upaya –upaya peningkatan ,

pemeliharaan dan perlindungan penduduk.

1
“Jawa Barat dengan Iman dan Takwa menjadi Provinsi termaju dan mitra terdepan

Ibukota Negara pada Tahun 2018”. Dalam rangka mewujudkan visi Jawa Barat sebagaimana

tersebut, maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan visinya adalah “Akselerasi

Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Guna Mendukung Pencapaian Visi Jawa Barat 2018”.

Visi tersebut antara lain di skenario melalui kebijakan peningkatan kualitas hidup dan

kesejahteraan masyarakat yang ditunjukkan dengan indikator tercapainya IPM Jawa Barat

sebesar 80 % pada Tahun 2018.

Kabupaten Sumedang sebagai bagian dari Provinsi Jawa Barat memiliki tanggung

jawab yang setara dengan komponen lainnya. Target IPM Kabupaten Sumedang pada Tahun

2018 sebagaimana diproyeksikan Jawa Barat adalah sebesar 79,6 dengan komponennya

berupa capaian Indeks Pendidikan (IP) sebesar 87,4 ; Indeks Kesehatan (IK) sebesar 82,1 dan

Indeks Daya Beli (IDB) sebesar 69,3.

Strategi bidang kesehatan yang dikembangkan dan merupakan target yang akan dicapai dalam

rangka akselerasi pencapaian IPM tersebut adalah :

 Peningkatan kesadaran, partisipasi dan keswadayaan warga terhadap pentingnya hidup

sehat, terutama partisipasi ibu hamil dalam program pelayanan KIA (K1, K4, Linakes,

N2) untuk menurunkan status gizi buruk pada Balita hingga mencapai kurang dari 1%

dan menurunkan angka kematian bayi.

 Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, terutama bagi keluarga miskin

dan kelompok masyarakat rentan lainnya untuk mewujudkan masyarakat yang sehat,

cerdas dan produktif.

 Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya kesehatan, baik sarana dan tenaga maupun

fungsi institusinya untuk mencapai efektifitas dan efisiensi pelayanan kesehatan.

Disadari bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui berbagai program dan

kegiatan yang telah dilakukan masih dirasakan belum optimal. Hal ini merupakan tantangan

yang cukup berat bagi sektor kesehatan di Kabupaten Sumedang dalam memberikan

2
kontribusi terhadap pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 80 Tahun 2018 Provinsi

Jawa Barat.

Untuk mewujudkan pencapaiannya diperlukan berbagai informasi kesehatan sebagai basis

data penyusunan kebijakan kesehatan dan rencana pembangunan kesehatan, pelaksanaan

program kesehatan, pemantauan dan perbaikan status kesehatan. Berbagai informasi

kesehatan yang dibutuhkan diantaranya situasi demografi, lingkungan fisik dan biologi, status

kesehatan serta upaya kesehatan yang akan tergambar melalui laporan ini.

UPTD Puskesmas Buahdua merupakan salah satu Unit Pelaksanaan Teknis Dinas

Kesehatan yang ada di Kabupaten Sumedang, yang dalam pelaksanaan kegiatannya

berorientasi kepada kebijakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten , yaitu peningkatan

Upaya Pelayanan Kesehatan yang berpihak kepada kepuasan masyarakat yang membutuhkan

, selain itu Puskesmas harus menata kembali manajemen yang baik, SDM, keuangan ,

peralatan dan metode atau petunjuk serta pengembangan lain , yang mendukung pelayanan

kesehatan masyarakat yang efisien, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan yang lebih

prima agar dapat membantu mewujudkan Indonesia Sehat pada Tahun 2018 .

B. MAKSUD DAN TUJUAN

Adapun maksud dan tujuan dari penulisan ini adalah :

1. Tujuan Umum :

Memberikan gambaran umum secara menyeluruh mengenai kondisi kesehatan masyarakat di

wilayah keja UPTD Puskesmas Buahdua Kabupaten Sumedang pada Tahun 2015.

2. Tujuan Khusus :

a. Tersedianya data umum UPTD Puskesmas Buahdua yang meliputi data

pelaksanaan kegiatan, hasil kegiatan, serta penggunaan anggaran JKN Tahun

2016.

3
b. Tersedianya alat pemantauan (monitoring) dan penilaian (Evaluasi Tahunan

tentang program-program Kesehatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Buahdua)

c. Tersedianya bahan untuk penyusunan Rencana Kegiatan untuk Tahun 2016

C. VISI,MISI,TUJUAN DAN TATA NILAI UPTD PUSKESMAS BUAHDUA

A. VISI PUSKESMA BUAHDUA

Puskesmas Buahdua yaitu, Terwujudnya Masyarakat Sehat Mandiri di Wilayah

Kecamatan Buahdua Tahun 2018.

B. MISI UPTD PUSKESMAS BUAHDUA

1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata,aman,profesional

dan terjangkau.

2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk berperan aktif dalam

membudidayakan Prilaku Hidup Sehat.

3. Meningkatkan profesionalisme Sumber Daya Kesehatan.

4. Menjadikan Puskesmas menjadi Penggerak Utama Pembangunan Kesehatan

C. TUJUAN PUSKESMAS BUAHDUA

1. Meningkatkan keterjangkauan pelayanan kesehatan dasar

2. Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu,bayi,,balita,anak sekolah dasar dan lansia

3. Meningkatkan status gizi masyarakat

4. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam melaksanakan prilaku hidup bersih

dan sehat

5. Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang sehat

6. Meningkatkan akses pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit

menular dan penyakit tidak menular

4
D. TATA NILAI PUSKESMAS BUAHDUA

PUSKESMAS BUAHDUA “ GIAT “

G = GERAKAN 5 S : Senyum,Sapa,Salam,Sopan dan Santun

I = Inisiatif dan Inovatif : Memiliki kemampuan untuk bekerja mandiridengan ide –

ide kreatif serta memberi terobosan bagi peningkatan pelayanan kesehatan

A = Akuntabel : Memberi pelayanan sesuai pedoman dan standar pelayanan yang

ditetapkandapat diukur dan dipertanggungjawabkan

T = Terbuka dan Terpercaya : Puskesmas dikelola secara profesional,dapat

dipertanggungjawabkan dan menjungjung tinggi integritas

5
BAB II
PENDAHULUAN
PROGRAM

A. TUJUAN

1) Tujuan Umum

Meningkatnya akses dan pemerataan dan pelayanan kesehatan masyarakat melalui

kegiatan promotif dan preventif Puskesmas untuk mewujudkan pencapaian SDGs (

Sustainabel Development Goal”s ).

2) Tujuan Khusus

a. Meningkatnya cakupan Puskesmas dalam pelayanan kesehatan yang bersifat

promotif dan preventif.

b. Tersedianya dukungan biaya untuk upaya pelayanan kesehatan yang bersifat

promotif dan preventif bagi masyarakat.

c. Terselenggaranya proses Lokakarya Mini di Puskesmas dalam perencanaan

pelayanan Kesehatan bagi masyarakat.

B. Sasaran

1. Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang

2. Puskesmas Buahdua dan jaringannya

3. Pustu dan Poskesdes

4. Posyandu

C. Kebijakan Operasional

1. JKN merupakan bantuan pemerintah dan Iuran Masyarakat yang dikelola kepada

pemerintah daerah dalam melaksanakan SPM Bidang Kesehatan untuk

6
pencapaian SDGs melalui peningkatan kinerja Puskesmas dalam

menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif

2. Dana JKN adalah dana APBN Kementrian Kesehatan yang penyalurannya pada

tahun 2011 melalui mekanisme Tugas Pembantuan ke Kabupaten/Kota

3. Dana JKN bukan merupakan penerimaan fungsional yang harusnya disetorkan ke

kas daerah dan pemakaiannya tidak memerlukan ijin dari pemerintah daerah

4. Dengan adanya dana JKN diharapkan pemerintah daerah tidak mengurangi dana

yang sudah dialokasikan untuk operasional UPTD Puskesmas dan tetap

berkewajiban menyediakan dana operasional yang tidak terbiayai melalui JKN

5. Dana JKN yang tersedia di Puskesmas dapat dimanfaatkan untuk mendukung

kegiatan Puskesmas dan jaringannya, termasuk Poskesdes dan Posyandu

6. Pemanfaatan dana JKN harus berdasarkan hasil perencanaan yang disepakati

dalam Lokakarya Mini Puskesmas yang diselenggarakan secara rutin, periodik

bulanan/triwulan sesuai kondisi wilayah Puskesmas

7. Pelaksanaan kegiatan di Puskesmas berpedoman pada prinsip keterpaduan,

kewilayahan, efisien dan efektif.

D. Strategi

1. Meningkatkan pelayanan di Fasilitas Kesehatan .

2. Meningkatkan koordinasi lintas program , lintas sektoral , LSM dan TOMA.

3. Meningkatkan kualitas pelayanan dengan disiplin kerja.

4. Meningkatkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk kelancaran tugas.

7
E. Pokok-Pokok Kegiatan

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) utamanya digunakan untuk kegiatan upaya

kesehatan yang bersifat promotif, preventif dan Kuratif di Puskesmas dan jaringannya

termasuk Puskesmas Pembantu, Polindes dan Poskesdes, dalam rangka membantu pencapaian

target SPM Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota guna mempercepat pencapaian target

SDGs. Ruang lingkup kegiatan tersebut meliputi :

1. Upaya Kesehatan Wajib dan Pengembang di Puskesmas

a) Kesehatan Ibu dan Anak termasuk Keluarga Berencana

b) P2P

c) Perbaikan Gizi Masyarakat

d) Promosi Kesehatan

e) Kesehatan Lingkungan

f) Perkesmas

g) Pengelolaan Obat

h) Penyakit Tidak Menular

i) Lansia

j) Remaja

k) UKS

l) Kesehatan Jiwa

m) Kesehatan Gigi

n) Kesehatan Olahraga

o) Kesehatan Kerja

p) Batra

q) Matra

r) Kesehatan Indera

s) Penyakit Tidak Menular

8
2. Penunjang Pelayanan Kesehatan

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan promotif dan preventif dan Kuratif dalam upaya

kesehatan perlu didukung oleh kegiatan penunjang yang meliputi :

a) Bahan Kontak

b) Refreshing,penyegaran,orientasi bidang Faskes

c) Rapat koordinasi dengan lintas sektor/tokoh masyarakat/tokoh agama/kader

kesehatan

3. Penyelenggaraan Manajemen Puskesmas

Untuk dapat terselenggaranya pelayanan kesehatan di Puskesmas secara optimal, tepat

sasaran, efisien, dan efektif perlu dilaksanakan manajemen Puskesmas yang

mencakup:

a) Perencanaa Tingkat Puskesmas

Kegiatan perencanaan tingkat Puskesmas yang dimaksud adalah penyusunan

perencanaan kegiatan Puskesmas yang akan dilaksanakan selama satu tahun dari

berbagai sumber daya termasuk salah satunya adalah JKN .

b) Evaluasi

Penilaian pencapaian program dan kegiatan Puskesmas dalam kurun satu tahun

dari yang direncanakan tersebut diatas.

F. Pemeliharaan Ringan

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Puskesmas, sebagian kecil dana JKN dapat

dimanfaatkan untuk pemeliharaan ringan di Puskesmas dan jaringannya.

9
G. Keadaan Sumber Daya

a. Tenaga kesehatan

Status Kepegawaian
Jenis Yang ada Kekura
No
Ketenagaan sekarang ngan PNS PTT Kontrak Sukwan
Ket
1 2 3 4 5 6 7 8 9
I. Puskemas induk
1 Sarjana S2 Manajemen 1 1 - - - Kapus
2 Dr. umum 1 1 1 - - - Kapus
3 Dr. Gigi - 1 - - - -
4 Perawat
a.SKM 1 - - - 1 -
b. S1 Kep Ners 1 - 1 - - -
c. Akper 8 - 7 - - 1
1 - 1 - -
d. SPK -
5 a.Akbid 15 - 9 - - 6 -

b.D1 - - - - - - -

6 Analis Kesehatan - 1 - - - - -

7 Perawat Gigi (AKG) 1 1 - - 1

8 Petugas pendaftaran 2 - 2 - - -

9 Pengelola Obat 1 - 1 - - -

10 Petugas Administrasi 1 - - - - - Ka.TU

II.Puskesmas Pembantu

1 Perawat 4 4 - - - -

2 Bidan 4 - 3 - - 1 -

3 Petugas pendaftaran - - - - - - -

III. Polindes

1 Bidan Desa 4 - 2 - - 2 -

10
b. Tenaga Non kesehatan

Yang ada Status Kepegawaian Ket


No Jenis Ketenagaan kekurangan
sekarang

PNS PTT Sukwan


1 2 3 4 5 6 8 9

1 Administrasi umum 3 - 3 - - -

Administrasi
2 2 - 2 - - Merangkap
keuangan

3 Penjaga/kebersihan 1 - - - 1 -

4 Sopir 0 1 - - - -

5 Pramusaji 0 - - - - -

Sumber : Laporan Tahunan Puskesmas Buahdua Tahun 2016

11
c. Sarana kendaraan bermotor, bangunan, dan penunjang lainnya

Kondisi
Ket
No Jenis sarana dan prasarana Jumlah Rusak
Rusak ringan Rusak berat
sedang
1 2 3 4 5 6 7
1. Mobil roda 4 1

2. Motor roda 2 5 1

3. Pukemas pembantu 4

4. Polindes 2

Rumah Dinas Dokter 0


5.
Rumah Dinas paramedis 0

6. Komputer 5

7. Mesin Tik 2 2

8. Telepon 1 1

9. Poskesdes 2

10. Balai pengobatan 0

11. Ruang perawatan 0

12. Laptop 12

13. Kipas angin 6

14. Lemari arsip 4

15. Kursi Lipat 15

16. Printer 8 3

17. Rak Kartu Pasien 1

12
d. Sarana Prasarana

1) Data Gedung Puskesmas : yang terdiri dari

a) Ruang Periksa BP umum : 1 Buah

b) Ruang Tindakan UGD : 1 Buah

c) Ruang Loket Obat : 1 Buah

d) Gudang obat : 1 Buah

e) Ruang Poli Gigi : 1 Buah

f) Ruang Laboratorium : 1 Buah

g) Ruang Tunggu Pasien : 2 Buah

h) Ruang KIA : 1 Buah

i) Ruang Kepala Puskesmas : 1 Buah

j) Ruang Pendaftaran : 1 Buah

k) Ruang Komputer : 1 Buah

l) Ruang TU dan SP3 : 1 Buah

m) Ruang Rapat/Staf : 1 Buah

n) Ruang Imunisasi/P2P : 1 Buah

o) Dapur : 1 Buah

p) Ruang WC : 2 Buah

q) Ruang Bersalin : 1 Buah

2) Data Luar Gedung Puskesmas terdiri dari :

a) Puskesmas Pembantu : 4 Buah

b) Gedung Poskesdes : 2 Buah

c) Gedung Polindes : 2 Buah

13
H. DATA KEPESERTAAN JAMKESMAS DAN JAMKESDA

Jumlah Kepesertaan
No Nama Desa
Jamkesmas Jamkesda
1 Sekarwangi 525 85

2 Cilangkap 506 87

3 Nagrak 377 80

4 Cibitung 318 73

5 Panyindangan 423 78

6 Buahdua 516 97

7 Gendereh 321 167

8 Bojongloa 701 96

9 Ciawitali 250 74

Jumlah 3937 837

14
I. DATA KEPESERTAAN BPJS

Jumlah Kepesertaan
No Bulan
BPJS

1 Januari 8.378

2 Pebruari 8.400

3 Maret 8.383

4 April 8.406

5 Mei 8.398

6 Juni 8.194

7 Juli 8.368

8 Agustus 8.377

9 September 8.288

10 Oktober 8.218

11 November 8.225

12 Desember 8.191

15
BAB III

LAPORAN PELAKSANAAN
KEGIATAN

A. Jaminan Kesehatan Nasional

1. Pemanfaatan Kunjungan dan Rujuk

RAWAT RAWAT

NO URAIAN JALAN INAP RUJUKAN

1 Januari 589 - 17

2 Pebruari 662 - 21

3 Maret 649 - 21

4 April 624 - 23

5 Mei 598 - 37

6 Juni 515 - 26

7 Juli 330 - 11

8 Agustus 524 - 42

9 September 494 - 39

10 Oktober 557 - 19

11 November 543 - 22

12 Desember 422 - 19

Jumlah 6507 - 297

16
2. Sepuluh Besar penyakit

a. Rawat Jalan

No Jenis Penyakit Kode Penyakit Jumlah

1 ISPA J 06 690

2 Myalgia M 791 654

3 Faringitis Akut J 02 617

4 Gastritis K 29 553

5 Hipertensi I 10 484

6 Dermatitis L 30 239

7 Gastrienteritis Non SP K 29.0 192

8 Renovaseular Hypertension I 15.0 146

9 Hipothermia Not Spesifik R 68 144


Pyogenic Granuloma L 98
10 120
JUMLAH
3839

17
3. Jumlah dan Pemanfaatan Dana

a. Dana Kapitasi JKN 2016

No Dana Kapitasi Jumlah

1 Januari 37.651.500

2 Pebruari 37.750.500

3 Maret 37.705.500

4 April 37.800.000

5 Mei 37.885.500

6 Juni 36.909.000

7 Juli 37.633.500

8 Agustus 37.714.500

9 September 37.219.500

10 Oktober 36.895.500

11 Nopember 37.053.000

12 Desember 36.940.500

Jumlah 449.158.500

b. Realisasi Dana Kapitasi Silpa Desember 2015

Jumlah
No Bulan Pemanfaatan Sisa
Anggaran
1 Januari 0 0 0

2 Pebruari 0 0 0

3 Maret 0 0 0

4 April 0 0 0

18
5 Mei 0 0 0

6 Juni 0 0 0

7 Juli 0 0 0

8 Agustus 0 0 0

9 September 0 0 0

10 Oktober 0 0 0

11 Nopember 88.827.300 70.312.500 18.514.800

12 Desember 0 0 0

Jumlah 88.827.300 70.312.500 18.514.800

c. Dana Non Kapitasi

Keluarga Kesehatan Rujukan


No Uraian BPJS
Berencana Persalinan

1 Januari 180.000 - 920.000

2 Pebruari 165.000 1.200.000 3.450.000

3 Maret 260.000 1.800.000 3.450.000

4 April 60.000 600.000 2.530.000

5 Mei 250.000 - 3.060.000

6 Juni 260.000 - 1.530.000

7 Juli 60.000 600.000 1.785.000

8 Agustus 405.000 - 2.550.000

9 September 145.000 600.000 3.060.000

19
10 Oktober 805.000 600.000 1.530.000

11 November 435.000 - 1.275.000

12 Desember 130.000 1.800.000 3.060.000

JUMLAH 3.155.000 7.200.000 28.200.000

B. JAMINAN DAN PEMAMFAATAN DANA KLAIM JAMKESDA

1. Pemanfaatan Kunjungan Rawat jalan dan Rujukan

No Uraian Rawat Jalan Rujukan

1 Januari 16 1

2 Pebruari 32 2

3 Maret 41 -

4 April 44 1

5 Mei 36 2

6 Juni 22 -

7 Juli 9 -

8 Agustus 16 2

9 September 18 2

10 Oktober 15 2

11 November 14 1

12 Desember 12 1

JUMLAH 275 14

20
2. Sepuluh Besar Penyakit Kunjungan rawat Jalam Jamkesda

No Jenis Penyakit Kode Penyakit Jumlah

1 Skizopren F 20.9 64

2 Gastro Enteritis Non SP K 29.9 41

3 Myalgia M 79.1 38

4 Hipertensi I 10 31

5 ISPA J 06 23

6 Diabet Melittus E 14 17

7 Hipotermia R 68 4

8 Dermatitis L 30 3

9 Faringitis Akut J 02 2

10 Tuberculosis A 16 2

JUMLAH 225

21
3. Pemanfaatan Dana Klaim Jamkesda.

No Uraian Rawat Jalan Persalinan Rujukan

1 Januari 96.000

2 Pebruari 192.000

3 Maret 246.000 230.000

4 April 264.000

5 Mei 216.000 690.000

6 Juni 132.000 230.000

7 Juli 54.000 230.000

8 Agustus 96.000

9 September 108.000

10 Oktober 90.000

11 November 84.000

12 Desember 72.000

JUMLAH 1.650.000 1.380.000

22
BAB IV

PERMASALAHAN

Dalam BAB ini, kami mencoba menguraikan permasalahan-permasalahan yang

muncul khususnya yang berkaitan dengan program JKN dan Jamkesda Tahun 2016 yang

telah bergulir.

Tujuan dari kami menguraikan permasalahan-permasalahan ini tentunya bukan

untuk mencari kesalahan personal atau institusi, melainkan untuk mencari solusi pemecahan

masalahnya guna perbaikan di masa yang akan datang.

Selama Tahun 2016, anggaran JKN sangat membantu dalam pelaksanaan kegiatan

pelayanan Puskesmas, khususnya yang berkaitan dengan upaya promotif, preventif dan

Kuratif, namun JKN jangan dianggap sebagai anggaran utama kegiatan Puskesmas, karena

dikhawatirkan setelah anggaran JKN dihentikan, kegiatan Puskesmas juga terhenti. Jadi

diharapkan anggaran JKN ini sebagai pemicu Puskesmas khususnya pelaksana program untuk

senantiasa meningkatan kinerjanya.

Permasalah yang muncul cukup beragam, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan

kegiatan, indikator-indikator keberhasilan program, maupun dari sisi anggaran, baik jumlah

anggaran, waktu pencairan, serta pendistribusian anggaran.

A. IDENTIFIKASI MASALAH

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa anggaran JKN baru mulai bergulir dari

bulan Januari s/d Oktober Tahun 2016, pada bulan September terjadi perubahan anggaran.

Tentunya dalam pelaksanaannya kami menghadapi kendala-kendala atau permasalahan-

permasalahan yang dikarenakan masih kurangnya pengalaman dan pemahaman tentang

pengelolaan JKN.

23
Adapun tujuan kami menyusun identifikasi masalah adalah untuk mengetahui

masalah-masalah yang ada, yang selanjutnya akan menjadi dasar bagi kami untuk

menentukan pemecahan masalahnya, sehingga kedepan pengelolaan JKN akan lebih baik lagi.

Dibawah ini kami jabarkan dalam bentuk tabel permasalahan-permasalahan yang ada di

UPTD Puskesmas Buahdua Tahun 2016 :

Identifikasi Masalah JKN

UPTD Puskesmas Buahdua Tahun 2016

No Jenis Permasalahan Permasalahan Ket

I. PERENCANAAN

1. Banyak peserta BPJS Dana Kapitasi Puskesmas mengalami

yang berpindah ke penurunan dan tidak stabil tiap bulannya

klinik swasta

2. Sosialisasi penyusunan POA yang kurang

3. Melakukan input data yang selalu tiba-tiba

4. Di pertengahan terjadi perubahan anggaran

5. Informasi yang berubah-ubah

6. Dalam laporan SPJ tiap bulan tidak sama

7. Kegiatan yang membutuhkan anggaran tapi

tidak termasuk dalam juknis JKN

II. PELAKSANAAN

KEGIATAN

1. Format SPJ yang berubah-ubah

2. Keterlambatan pelaksana program mengirim

SPJ

24
3. Kesalahan pelaksana kegiatan membuat SPJ

III EVALUASI

KEGIATAN

1. Format BKU tidak sama antar Tim JKN

Dinkes

2. Tidak semua staf hadir di setiap Lokmin

3. Pembukuan yang di klaim ke JKM ada yang

tidak sesuai dengan Juknis

4 Ada sebagian kegiatan pengklaiman yang

tidak terealisasi

IV ANGGARAN

1. Jumlah anggaran tidak mencukupi

2. Pencairan anggaran terlambat

3. Distribusi anggaran masih belum

proporsional

B. PENYEBAB MASALAH

Setelah menetapkan identifikasi masalah, maka langkah selanjutnya adalah

menentukan penyebab masalah.Menentukan penyebab masalah menjadi penting karena

dengan kita mengetahui penyebab masalah akan mempermudah kita dalam menetapkaan

solusi pemecahan masalah tersebut.

Dalam menentukan penyebab masalah,kami menggunakan bantuan diagram sebab

akibat dari Ishikawa (fishbone) yang mencakup Man, Money, Methode, Matherial dan

Environtment.

25
Man Mone Method
n y e

MASALAH

Matheria Environtmen
l t

Identifikasi Penyebab Masalah JKN

UPTD Puskesmas Buahdua Tahun 2016

No Penyebab Masalah Keterangan

I. MAN

I.1 Tidak adanya staff yang memiliki dasar pengetahuan

keuangan atau akuntansi

I.2. Seluruh pengelola JKN merangkap tugas lain di

Puskesmas

I.3. Tim Pengelola JKN Puskesmas tidak mendapatkan

pelatihan terlebih dahulu tentang JKN

II MONEY

II.1 Anggaran JKN belum mencukupi untuk membiayai

seluruh kegiatan yang diajukan pemegang program

II.2 Pencairan JKN sering terlambat

II.3 Tidak adanya tunjangan atau honor bagi Tim pengelola

JKN Puskesmas

26
III METHODE

III.1 Informasi yang tidak seragam dan berubah-ubah

III.2 Tidak adanya juknis JKN tingkat Kabupaten

III.3 Monitoring dan evaluasi yang tidak akurat

III.4 Tidak adanya pelatihan atau workshop bagi Tim JKN

Puskesmas

IV. MATHERIAL

IV.1 Format POA, SPJ, laporan keuangan yang berubah-ubah

V. ENVIRONTMENT

V.1. Kurangnya kesiapan lintas sector

V.2 Kurangnya motivasi sebagian pemegang program

Identifikasi Penyelesaian Masalah JKN

UPTD Puskesmas Buahdua Tahun 2016

No Penyelesaian Masalah Keterangan

I. MAN

I.1 Adakan pelatihan dasar pengetahuan tentang akuntansi.

I.2. Pengelola JKN harus terpisah tidak merangkap tugas lain.

II MONEY

II.1 Anggaran JKN diperbesar.

II.2 Pencairan JKN tidak terlambat.

II.3 Diadakan honor bagi Tim pengelola JKN Puskesmas

27
III METHODE

III.1 Informasi tentang JKN seragam dan tidak berubah-ubah

III.2 Adakan juknis JKN tingkat Kabupaten

III.3 Monitoring dan evaluasi harus lebih akurat

III.4 Adakan pelatihan atau workshop bagi Tim JKN Puskesmas

IV. MATHERIAL

IV.1 Format POA, SPJ, laporan keuangan yang tidak berubah-

ubah

V. ENVIRONTMENT

V.1. Kesiapan lintas sector harus lebih baik

V.2 Motivasi pemegang program harus lebih di tingkatkan

28
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bantuan pemerintah kepada

pemerintah daerah kabupaten/kota dalam rangka tugas pembantuan, utamanya untuk kegiatan

pelayanan fasilitas Kesehatan dan operasional Puskesmas yang bersifat promotif , preventif

dan kuratif dalam pencapaian SDGs tahun 2016. Dana JKN diharapkan dapat dimanfaatkan

untuk mendukung kegiatan Puskesmas dan jaringannya, termasuk Poskesdes dan Posyandu.

Dalam pemanfaatan JKN harus berdasarkan hasil perencanaan yang disepakati dalam

Lokakarya Mini Puskesmas yang diselenggarakan secara rutin, periodik bulanan.

Untuk pengorganisasian kegiatan JKN Puskesmas Buahdua telah membentuk Tim

Pengelola JKN Tingkat Puskesmas yang selanjutnya Tim inilah yang bertugas melakukan

pengelolaan JKN, mulai dari perencanaan, koordinasi pelaksanaan kegiatan, maupun evaluasi

dan pelaporan. Dalam rangka tertib administrasi pengelolaan dana JKN di Puskesmas, Tim

pengelola JKN Puskesmas telah melakukan pencatatan dan pembukuan laporan keuangan

dalam buku kas tunai, mempertanggungjawabkan dan melaporkan dalam format Surat

Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTJB).

Tahun 2016 UPTD Puskesmas Buahdua mendapat alokasi dana JKN sebesar

Rp.465.936.300,- . Dari dana sebesar itu Puskesmas telah memanfaatkan anggaran yang

diterima untuk kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Petunjuk

Tekhnis Menteri Kesehatan. Anggaran dimanfaatkan sejak Bulan Januari dan berakhir Bulan

Oktober. Hampir seluruh program, khususnya Jasa pelayanan yang berkaitan dengan kegiatan

promotif, preventif dan kuratif menerima anggaran untuk kegiatannya, termasuk juga untuk

kegiatan manajemen Puskesmas dan pemeliharaan ringan Puskesmas dan jaringannya.

29
Dalam pelaksanaannya,tentunya ada beberapa kendala dan permasalahan-

permasalahan yang kami temukan. Tentunya permasalahan-permasalahan tersebut menjadi

bahan evaluasi bagi kami untuk mencari solusi guna perbaikan di masa yang akan datang.

Sebagai langkah akhir kegiatan JKN Tahun 2016, kami menyusun laporan dalam

bentuk Laporan Tahunan JKN UPTD Puskesmas Buahdua Tahun 2016. Laporan ini

menggambarkan seluruh rangkaian kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan anggaran

JKN, termasuk hasil-hasil yang telah dicapai dengan adanya anggaran JKN serta pertanggung

jawaban kami dalam hal pengelolaan keuangan.

B. SARAN

Dari permasalahan-permasalahan yang kami temukan, kami mencaoba mencari solusi

guna menyelesaikan masalah yang ada. Adapun saran-saran itu adalah :

a. Agar Dinas Kesehatan dapat melakukan persiapan yang lebih matang, termasuk dalam
mempersiapkan Puskesmas-puskesmas selaku pnerima anggaran.
b. Dinas Kesehatan lebih dapat meningkatkan koordinasi, komunikasi dengan Puskesmas
untuk keseragaman pengelolaan JKN
c. Pemerintahan dapat melanjutkan anggaran JKN ini, bahkan lebih meningkatkan
anggaran JKN.
d. Adanya pos anggaran yang ditujukan untuk tunjangan Tim pengelola JKN tingkat
Puskesmas.
e. Seluruh Puskesmas lebih optimal dalam pelayanan juga meningkatkan sarana dan
prasarana di pelayanan fasilitas kesehatan
f. Seluruh pemegang program Puskesmas lebih optimal lagi dalam memanfaatkan
anggaran JKN dengan menyusun rencana kegiatan yang betul-betul menunjang dan
membutuhkan biaya.
g. Seluruh pelaksana kegiatan Puskesmas dapat lebih disiplin dalam hal
pengadministrasian, khususnya ketepatan dalam pembuatan SPJ dan laporan kegiatan.

30
BAB VII

PENUTUP

Laporan Tahunan ini disusun sebagai gambaran seluruh kegiatan yang dilaksanakan

UPTD Puskesmas Buahdua dalam kaitannya dengan pengelolaan anggaran JKN. Selain itu

juga sebagai bahan evaluasi bagi kami guna perbaikan di masa yang akan datang.

Dengan adanya JKN diharapkan seluruh pemegang program lebih mampu dalam

menangani berbagai masalah yang berkaitan dengan kesehatan, khususnya yang berkaitan

dengan kegiatan promotif ,preventif dan kuratif.

Puskesmas selaku pemanfaat dana JKN sangat apresiatif dengan adanya program

JKN ini, dan kami berharap program JKN ini akan terus dilanjutkan guna mendukung

klegiatan-kegiatan yang kami lakukan.

Semoga dengan kegiatan JKN ini hasil kerja kami lebih optimal dan kami dapat

terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kami yang sesui dengan Visi

kami yaitu “Terwujudnya Masyarakat Sehat Mandiri di Wilayah Kecamatan Buahdua Tahun

2018”

31