Anda di halaman 1dari 5

Satuan Acara Penyuluhan ( SAP )

SAP ( Satuan Acara Penyuluhan)

Pokok Bahasan : ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut)


Sub.Pokok Bahasan : ISPA ( Infeksi Saluran Pernafasan Akut)
Sasaran : Teman sekelas XI Keperawatan 1
Waktu : 45 menit
Tempat : Ruangan XI Keperawatan 1
SMK Bhakti Indonesia Medika Pangkalan Bun

A. Latar Belakang
Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan keadaan infeksi anak paling lazim, tetapi
kemakananya tergantung frekuensi relatif dari komplikasi yang terjadi pada anak. Sindrom
ini lebih luas dari pada orang dewasa. Biasanya anak dengan ISPA mengalami penurunan
nafsu makan tetapi tindakan memaksa dia untuk makan hidangan tidak ada gunanya.
Sebagian besar penyakit pada anak-anak adalah infeksi, sebagian besar infeksi ini terjadi
pada saluran nafas, sebagian besar adalah ISPA, kebanyakan adalah virus. Ispa dapat
mencetus kejang demam, dan serangan asma (lectur, 2002).
Dinding dan seluruh sistem pernapasan dilapisi oleh mukosa yang saling berhubungan
sehinga infeksi yang terjadi disuatu tempat dengan mudah bisa mempengaruhi bagian saluran
pernapasan atas lainnya. ISPA juga menjadi alasan utama mengapa pasien lebih memilih
perawatan ambulatory atau rawat jalan. Oleh karena itu menjadi penting bahwa perawat perlu
dipersiapkan untuk memberikan perawatan terbaik, memberikan penyuluhan dan informasi
mengenai obat- obatan kepada pasien. Meskipun teknologi kedokteran telah berkembang
sedemikian pesatnya, namun pertanyaan-pertanyaan klinis yang umum untuk penyakit ISPA
selalu mementingkan pada strategi yang efektif untuk pencegahan, diagnosa dan perawatan.
Anak-anak merupakan kelompok masyarakat yang rentan untuk terserang berbagai penyakit
khususnya penyakit infeksi. Menurut temuan organisasi kesehatan dunia (WHO) diperkirakan
10 juta anak meninggal tiap tahun. Yang disebabkan karena diare, HIV/AIDS, Malaria dan
ISPA (Depkes RI, 2007).
Penyakit ISPA merupakan suatu masalah kesehatan utama di indonesia karena masih
tingginya angka kejadian ISPA terutama pada Anak-Anak dan balita. ISPA mengakibatkan
sekitar 20% – 30% kematian anak balita. ISPA merupakan salah satu penyebab kunjungan
pasien pada sarana kesehatan. Sebanyak 40% – 60% kunjungan berobat di puskesmas dan
15% – 30% kunjungan berobat dirawat jalan dan rawat inap.

B. Tujuan Umum

Setelah diberikan penyuluhan sasaran diharapkan mampu memahami tentang penyakit ISPA
dan hal-hal yang terkait lainnya.
C. Tujuan Khusus
1) Menjelaskan definisi penyakit ISPA
2) Menjelaskan klasifikasi penyakit ISPA
3) Menjelaskan penyebab timbulnya penyakit ISPA
4) Menjelaskan tanda – tanda infeksi penyakit ISPA
5) Menjelaskan cara penularan penyakit ISPA
6) Menjelaskan cara pencegahan penyakit ISPA
7) Menjelaskan tips perawatan infeksi ISPA
D. Metode
Ceramah dan Tanya jawab

E. Media
LCD
Leaflet
Poster

F. Pembagian Tugas
1. Moderator : Rikha
2. Operator : Nadina Triyana
3. Notulen : Susana Indah Apriyanti
4. Pemateri : Ana Afifah
5. Observer :
• Siti Rahmah
• Eli Puji Astuti
• Silviana Ika A.L

G. Kisi-kisi Materi

1) Pengertian ISPA
ISPA merupakan suatu penyakit yang terbanyak di derita oleh anak- anak, baik dinegara
berkembang maupun dinegara maju dan sudah mampu dan banyak dari mereka perlu masuk
rumah sakit karena penyakitnya cukup gawat. Penyakit-penyakit saluran pernapasan pada
masa bayi dan anak-anak dapat pula memberi kecacatan sampai pada masa dewasa.
ISPA masih merupakan masalah kesehatan yang penting bagi bayi dan anak. Fakta yang
ditemukan tentang penyakit ISPA pada anak adalah:
1. Menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematian
yang terjadi.
2. 40 % – 60 % dari kunjungan di Puskesmas adalah oleh penyakit ISPA.
3. Dari seluruh kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup 20 – 30 %.
4. Kematian yang terbesar umumnya adalah karena pneumonia dan pada bayi berumur
kurang dari 2 bulan.

2) Klasifikasi penyakit ISPA


ISPA secara kelompok besar dapat diklasifikasikan menjadi :
a) Pneumonia berat, secara klinis ditandai oleh batuk pilek, demam, dan sesak napas berat.
b) Pneumonia secara klinis ditandai oleh batuk pilek, demam, dan sesak napas.
c) Bukan pneumonia, secara klinis ditandai oleh batuk dan atau pilek bisa disertai demam,
tanpa sesak napas/napas cepat.
Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru – paru (alveoli). Tanda
dan gejala pneumonia adalah adanya batuk disertai kesukaran bernafas seperti nafas cepat
dan atau tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam.
Penyakit batuk pilek seperti rinitis, faringitis, tonsilitis dan penyakit jalan napas bagian atas
lainnya digolongkan sebagai bukan pneumonia. Etiologi dai sebagian besar penyakit jalan
napas bagian atas ini ialah virus dan tidak dibutuhkan terapi antibiotik. Faringitis oleh kuman
streptococcus jarang ditemukan pada balita. Bila ditemukan harus diobati dengan antibiotik
penisilin, semua radang telinga akut harus mendapat antibiotik.
3) Penyebab timbulnya ISPA
Sebagian besar penyakit jalan napas bagian atas disebabkan oleh virus dan pada umumnya
tidak dibutuhkan terapi antibiotik. Pada balita jarang ditemukan faringitis oleh kuman
streptococcus. Namun bila ditemukan infeksi kuman streptococcus misalnya pada radang
telinga akut harus diobati dengan antibiotik penisilin.
4) Tanda – tanda infeksi ISPA
Berikut ini adalah gejala ISPA pada anak-anak :
• Demam
• Batuk
• Pilek, hidung tersumbat, atau bersin-bersin
• Nyeri tenggorokan/nyeri menelan
• Suara serak
• Sakit kepala, badan pegal-pegal, atau nyeri sendi
• Lesu, lemas
• Sesak napas
• Frekuensi napas cepat

5) Cara penularan ISPA


Penularan ISPA biasanya melalui medium kontak langsung seperti air ludah, darah, bersin,
udara pernapasan. Karena itu penderita penyakit infeksi saluran pernapasan atas diharuskan
untuk memakai masker untuk menghindari penularan lebih lanjut kepada orang lain.
6) Cara pencegahan dan penanggulangan ISPA
Pencegahan infeksi saluran pernapasan atas dapat dilakukan sendiri dengan :
a) Menjaga keadaan gizi anda dan keluarga agar tetap baik. Memberikan ASI eksklusif pada
bayi anda.
b) Menjaga pola hidup bersih dan sehat, istirahat/tidur yang cukup dan olah raga teratur.
c) Membiasakan cuci tangan teratur menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer terutama
setelah kontak dengan penderita ISPA. Ajarkan pada anak untuk rajin cuci tangan untuk
mencegah ISPA dan penyakit infeksi lainnya.
d) Melakukan imunisasi pada anak anda. Imunisasi yang dapat mencegah ISPA diantaranya
imunisasi influenza, imunisasi DPT-Hib /DaPT-Hib, dan imunisasi PCV.
e) Hindari kontak yang terlalu dekat dengan penderita ISPA.
f) Hindari menyentuh mulut atau hidung anda setelah kontak dengan flu. Segera cuci tangan
dengan air dan sabun atau hand sanitizer setelah kontak dengan penderita ISPA.
g) Apabila anda sakit, gunakanlah masker dan rajin cuci tangan agar tidak menulari anak
anda atau anggota keluarga lainnya.
h) Upayakan ventilasi yang cukup dalam ruangan / rumah.

Berikut ini beberapa tips untuk penanganan ISPA secara umum:


1. Istirahat yang cukup
2. Berikan anak minum lebih banyak, terutama bila anak batuk dan demam
3. Berikan obat penurun panas bila demam
4. Hindari penularan ke orang lain. Cara untuk menghindari penularan: menutup mulut dan
hidung bila batuk/bersin, cuci tangan dengan sabun setelah batuk/bersin, gunakan masker
(bila anak cukup kooperatif), hindari kontak terlalu dekat dengan bayi atau manular.
5. Jangan memberikan antibiotik tanpa intruksi dokter. Antibiotik tidak diperlukan apabila
ISPA yang disebabkan infeksi virus. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat
meningkatkan kekebalan bakteri terhadap antibiotik tersebut.
6. Hindari pemberian obat batuk/pilek pada anak. Diskusikan dengan dokter anda mengenai
manfaat dan risiko obat tersebut apabila akan diberikan pada anak anda
7. Kenali tanda-tanda gawat darurat .
Anda perlu segera memeriksakan anak ke dokter apabila:
2. Sesak napas atau frekuensi napas menjadi lebih cepat
3. Napas berbunyi mengi (wheezing) atau seperti merintih (grunting)
4. Dinding dada/sela-sela iga tampa tertarik ke dalam bila anak bernapas
5. Bibir berwarna kebiru-biruan
6. Leher anak kaku
7. Kesulitan menelan
8. Muntah terus menerus
9. Anak tampak sangat lemah
7) Tips perawatan infeksi ISPA
Perawatan ini dapat di lakukan sendiri oleh ibu dirumah untuk mengatasi penyakit bayi atau
anaknya yang mengalami ISPA.
a) Mengatasi panas atau demam
Untuk anak – anak umur 2 bulan s/d 5 tahun demam dapat ditangani dengan memberikan
obat penurun demam atau kompres.
b) Mengatasi batuk
Disarankan untuk memberikan obat tradisional yang bisa dibuat sendiri, yaitu jeruk nipis ½
sendok teh campurkan dengan madu atau kecap ½ sendok teh. Ramuan ini diberikan 3x
sehari.
c) Makanan
Berikan makanan dengan kualitas gizi cukup, sedikit-sedikit tapi di ulangi lebih sering
daripada biasanya jika muntah. ASI pada bayi tetap di berikan.
d) Minuman
Berikan cairan berupa air putih, buah lebih banyak dari biasanya untuk mengencerkan dahak
dan menambah cairan bagi yang kekurangan cairan.
e) Gaya hidup
– Jangan memakai pakaian atau selimut yang tebal
– Pada penderita pilek, selalu bersihkan hidung dari ingus. Ini akan mempercepat
penyembuhan dan bisa menghindari komplikasi yang mungkin muncul.
– Usahakan untuk mendapatkan ventilasi yang cukup dan mencegah adanya asap yang
dihirup, tidak terkecuali melarang orang tua merokok di sekitar anak.

5. Pembagian

No Kegiatan Respon peserta Waktu


1 Pendahuluan :
Menyampaikan salam
Memperkenalkan diri
Apersepsi
Membalas salam
Mendengarkan
Memberi respon
5 Menit
2 Penyampaian materi :
Pengertian penyakit Diare.
Tanda dan gejala penyakit diare.
Cara pencegahan penyakit diare di rumah
Pengobatan penyakit diare di rumah
Mendengarkan dan memperhatikan
15 Menit
3 Penutup:
Tanya jawab /tanggapan
Feedback peserta
Menyimpulkan hasil
Salam penutup
Menyampaikan pertanyaan
Memberikan respon
Mendengarkan
Menjawab salam
25 menit

6. Setting dan Tempat

a. juri
b. penyaji
c. moderator
d. audiens

7. Evalusai
1. Kegiatan jadwal, tempat, alat bantu/media, pengorganisasian, proses penyuluhan.
2. Meminta peserta untuk menyebutkan kembali seputar materi yang telah disampaikan oleh
penyaji.

H. Daftar Pustaka
http://venny-dwiputri.blogspot.com/2012/08/sap-ispa-pokok-bahasan-pemahaman.html
http://kumpulansapdanleaflet.blogspot.com/2011/07/satuan-acara-penyuluhan-sap-
infeksi.html