Anda di halaman 1dari 5

Diagnosa Kriteria Hasil Yang Diharapkan Hasil Kesimpulan

Diagnosa 1 Prevensi Primer a. Peserta mampu memahami materi


Perilaku 1. Memonitor lingkungan terkait dengan tentang hipertensi di RW 04
Kesehatan
risiko Kelurahan Bandungrejosari terkait
Cenderung
Beresiko 2. Memonitor perilaku personal terkait definisi, klasifikasi, tanda dan gejala,
dengan risiko penyebab dan faktor resiko, dan
3. Menghindari perilaku yang beresiko komplikasi hipertensi
b. Kegiatan KIPER 2 dihadiri oleh 32
orang dengan penderita hipertensi
Prevensi Sekunder sebanyak 26 orang
NOC: Perilaku Patuh: Aktivitas yang c. Sebanyak 93% (29 orang) warga RW
Disarankan 04 mampu menjawab soal pre-test
1. Menggunakan strategi untuk dengan benar sebanyak 4-6 soal
mengoptimalkan kesehatan
2. Menggunakan strategi untuk - Sebanyak 50% mengalami penurunan

mengeliminasi perilaku tak sehat tekanan darah setelah mengikuti

3. Melakukan skrining secara mandiri senam AH! 1

4. Melakukan aktivitas sehari-hari seperti - Sebanyak 11.1% mengalami

yang ditentukan peningkatan tekanan darah setelah


mengikuti senam AH!

Prevensi Tersier - Sebanyak 38.9% mengalami tekanan

NOC: Manajemen diri Hipertensi darah yang tetap setelah mengikuti

1. Memantau tekanan darah senam AH!


2. Mempertahankan target tekanan darah - 75% warga RW 04 mampu menjawab
3. Berpartisipasi dalam olahraga yang soal pre-test dengan benar
direkomendasikan - Rata-rata tekanan darah sistolik pre
senam adalah 123 mmHg dan rata-
rata tekanan darah diastolik pre senam
adalah 81 mmHg. Sedangkan rata-rata
tekanan darah sistolik post senam
adalah 115,5 mmHg dan rata-rata
tekanan darah diastolik post senam
adalah 79,4 mmHg.
- Setelah senam, terjadi penurunan
tekanan darah sistolik rata-rata 6,5
mmHg dan penurunan tekanan darah
diastolik rata-rata 1,6 mmHg

Diagnosa 2 Pencegahan Primer


Ketidakefektifan NOC: Pengetahuan manajemen penyakit
Manajemen
hipertensi
Kesehatan
1. Pilihan pengobatan yang tersedia
2. Manfaat pengobatan jangka panjang
3. Tanda dan gejala ekseserbasi
hipertensi
4. Penggunaan yang benar dari obat yang
diresepkan
5. Pentingnya mematuhi pengobatan

Pencegahan Sekunder
NOC : Kontrol Resiko
1. Mengenali faktor risiko individu
2. Mengenali kemampuan untuk
merubah perilaku
3. Memonitor faktor risiko individu
4. Mengembangkan strategi yang
efektif dalam mengontrol risiko
5. Mengenali dan memonitor
perubahan status kesehatan

Pencegahan Tersier
NOC: Manajemen diri hipertensi
1. Menggunakan obat-obatan sesuai
dengan resep
2. Memantau efek terapi obat-obatan
3. Memantau efek samping obat-obatan
4. Gunakan obat tanpa resep hanya
dengan persetujuaan profesional
kesehatan

Diagnosa 3 Pencegahan Primer


Defisiensi NOC: Status Kesehatan Komunitas
Kesehatan
1. Status kesehatan orang dewasa dan
Komunitas
kesehatan lansia
2. Tingkat partisipasi dalam pelayanan
perawatan kesehatan preventif
3. Tingkat partisipasi dalam program
kesehatan di komunitas
4. Angka penyakit kronis (hipertensi)

Pencegahan Sekunder
NOC: Keefektifan Skrining Kesehatan
Komunitas
1. Identifikasi kondisi resiko tinggi yang
ada di komunitas
2. Pemilihan skrining difokuskan pada
deteksi dini
3. Pendidikan kepada anggota
komunitas akan pentingnya skrining
4. Identifikasi sumber daya yang
dibutuhkan untuk skrining
5. Penyediaan skrining untuk
prevalensi umum di masyarakat
6. Tingkat partisipasi populasi target
pada saat skrining

Pencegahan Tersier
NOC: Kontrol Resiko Komunitas:
Penyakit Kronik
1. Ketersediaan program pendidikan
manajemen hipertensi
2. Ketersediaan layanan kesehatan
untuk mengobati penyakit kronis
(hipertensi)
3. Pemantauan insiden penyakit kronis
(hipertensi)