Anda di halaman 1dari 4

B.

Cairan Empedu

Bile-salt atau yang kita kenal sebagai garam empedu, adalah cairan yang berwarna cairan
jernih, berwarna kuning, agak kental dan mempunyai rasa pahit.. Cairan empedu disimpan di
vesica vellea. Cairan empedu mengandung zat-zat anorganik, yaitu HCO3, Cl-, Na+ dan K+ serta
zat-zat organik, yaitu asam-asam empedu, bilirubin dan kolesterol.

Asam-asam empedu yang penting ialah asam kolat dan asam deoksikolat. Beberapa fungsi
asam empedu antara lain: sebagai emulgator atau dalam beberapa istilah bekerja dengan cara
Detergen Effect, dalam proses pencernaan lemak dalam usus; dapat mengaktifkan lipase dalam
cairan pancreas; membantu mengabsorbsi asam-asam lemak, kolesterol, vitamin D dan K serta
karoten; sebagai perangsang aliran cairan empedu dari hati; dan menjaga agar kolesterol tetap
larut dalam cairan empedu sebab bila perbandingan asam empedu dengan kolesterol rendah,
akan menyebabkan terjadinya beberapa endapan kolesterol
.
Cairan empedu terdiri dari asam empedu, protein, garam empedu, kalsium dan lemak.
Fungsi dari cairan empedu adalah untuk membentuk penyerapan lemak, dan vitamin A,D,E dan
K.

.
Garam empedu bersifat digestif dan memperlancar kerja enzim dan memperlancar kerja
enzim lipase dalam memecah lemak. Garam empedu juga membantu pengabsorpsian lemak yang
telah dicernakan (gliserin dan asam lemak) dengan cara menurunkan tegangan permukaan dan
memperbesar daya tembus endothelium yang menutupi vili usus.
Garam empedu dibentuk di hati dari kolesterol melalui reaksi yang menyebabkan
hidroksilasi inti steroid dan memutus rantai sisi. Dalam reaksi pertama, terjadi penambahan
sebuah gugus ɒ-hidroksil kekarbon 7 (di sisi ɒ pada cincin β). Aktivasi 7 ɒ-hidroksilase yang
mengkatalisis reaksi penentu ini ditekan oleh adanya garam-garam empedu.

1. Tes Gmelin

Tujuan :

Untuk mengetahui adanya pigmen empedu

Dasar :

Penambahan asam nitrat / HNO3 pada pigmen empedu akan menghasilkan senyawa hasil
oksidasi yang berwarna.

Bahan :

1. Cairan empedu encer ( 1 : 5 )


2. Larutan asam nitrat / HNO3 pekat

Cara Kerja :

Bahan Tabung I Tabung II


Cairan empedu encer 3 mL -
Aquades - 3 mL
Asam nitrat pekat / HNO3
3 mL 3 mL
(dinding tabung, dialirkan, 45o)
HASIL :
Warna-warni Tetap ( tidak berubah)
Warna larutan
Hasil :

Tabung I

Awalnya, cairan empedu berwarna hijau, setelah ditambahkan dengan asam nitrat pekat
(HNO3), menjadi 3 lapisan warna : hijau (atas), ungu kebiruan (tengah), bening (bawah).

Setelah beberapa saat, warna berubah menjadi hijau (atas), ungu kebiruan (tengah),
bening (bawah) yang semakin memudar.

Dan akhirnya seluruh warna menjadi berwarna cream / coklat muda.

Tabung II

Aquades setelah ditambah tetesan asam nitrat pekat (HNO3), tidak mengalami perubahan
warna (tetap bening), karena hanya sebagai kontrol.
Pembahasan :

Asam nitrat merupakan zat pengoksidasi yang kuat / oksidator kuat.

Cairan empedu merupakan terdiri dari zat organik cairan asam empedu, protein, garam
empedu, lemak (kolesterol), dan pigmen empedu serta zat-zat anorganik, yaitu HCO3-, Cl-, Na+,
dan K+.

Bilirubin terbentuk dari penguraian hemoglobin, asam empedu, dan kolesterol.

Hasil (+) pada Tes Gmelin :

Menghasilkan turunan yang berwarna, ditandai dengan adanya banyak fase yang terdiri
dari berbagai warna. Terbentuk zat warna akibat oksidasi bilirubin yang merupakan pigmen
empedu oleh asam nitrat / HNO3.

Kesimpulan :
Pigmen empedu sebagian besar merupakan hasil katabolisme hemoglobin yang berasal
dari penghancuran sel-sel darah merah oleh sistem retikuloendotelial dari hati, limpa dan
sumsum tulang. Pigmen empedu yang utama adalah biliverdin yang berwarna hijau dan bilirubin
yang berwarna jingga atau kuning. Oksidasi empedu oleh pereaksi asam nitrar akan
menghasilkan suatu turunan yang berwarna, yaitu mesobiliverdin (hijau hingga biru),
mesobilirubin (kuning) dan mesobilisianin (hijau hingga ungu).