Anda di halaman 1dari 20

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Profil singkat PT. Bosowa Energi Jeneponto

PT. Bosowa Energi adalah perusahaan yang bergerak dibidang usaha pembangkit
listrik tenaga uap yang terletak di Kabupaten Jeneponto, Kacematan Bangkala Desa
Punagaya.

PT. Bosowa Energi merupakan perusahaan joint venture antara Bosowa


Corporation dan Sumbergas Sakti Prima yang merupakan salah satu Independent Power
Producer (IPP). PLTU Jeneponto dengan bahan bakar batubara mensupply power ke
sistem jaringan 150 kV PLN Sulselbar dengan masa kontrak 30 tahun. PLTU Jeneponto
didirikan diatas lahan seluas 62,3 ha dan terintergrasi dengan pelabuhan khusus yang
dapat disandari barge 12.000 DWT. Kehadiran PLTU Jeneponto sangat membantu PT.
PLN (persero) dalam penyediaan tenaga listrik di Sulselbar serta membantu pemerintah
dalam penurunan subsidi bahan bakar minyak.

4.2. Kegiatan PLTU Bosowa Energi Terhadap Masyarakat atau Corporate Social
Responsibility(CSR)

Berikut ini adalah jenis-jenis kegiatan PLTU Bosowa Energi yang telah
dilaksanakan di masyarakat.

1 Pemanfaatan Tenaga Kerja Lokal

1. Jenis kegiatan

Perekrutan tenaga kerja lokal selama masa konstruksi dan oprasional PLTU
Jeneponto.

2. Tujuan

Memberikan prioritas bagi masyarakat Jeneponto dalam perhitungan jumlah


tenaga kerja local yang dimanfaatkan pada operasional PLTU Jeneponto

Hasil dan Pembahasan 22


2 Pemeliharaan Jalan Desa

1. Jenis Kegiatan

Pemeliharaan jalan desa sepanjang 6 km secara bekelanjutan dengan


meningkatkan kualitas jalan awalnya berupa jalan lapisan penetrasi selebar 4 m
dengan kondisi rusak parah, ditingkatkan menjadi jalan dengan perkerasan beton
dengan lebar 6 m.

2. Tujuan

Untuk meningkatkan kelancaran trasportasi darat yang diharapkan mendorong


pertumbuhan perekonomian masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan.

3. Lokasi

Kelurahan Bonto Rannu, Dusun Baji Pamae, Dusun Balang Toddo dan Dusun
Bonto Matene.

3 Bantuan Pembangunan Sarana Ibadah

1. Jenis Kegiatan

Memberikan bantuan biaya pembangunan dan perbaikan saran ibadah dan


fasilitas umum di Desa Punagaya dan sekitarnya.

2. Tujuan

Untuk meringankan beban msyarakat dan pemerintah setempat dalam


memperbaikisarana peribadatan dan fasilitas umum lainnya sehingga
pelaksanaan aktifitas keagamaan berjalan dengan baik.

3. Lokasi

Desa Punagaya

Hasil dan Pembahasan 23


4 Bantuan Langsung Paket Sambako

1. Jenis Kegiatan

Pemberian bantuan bahan makanan bagi warga masyarakat disekitar PLTU


Jeneponto.

2. Tujuan

Untuk meringankan beban masyarakat sekitar PLTU Jeneponto dalam penyedian


bahan makanan.

3. Lokasi

Kelurahan Pantai Bahari, Desa Punagaya dan Desa Mallasoro.

5 Kependidikan

1. Jenis Kegiatan

Praktek/Latihan Kerja bagi Putra-putri daerah Jeneponto

2. Tujuan

Untuk memberikan bimbingan kepada putra putri daerah Jeneponto dalam


peningkatan pengetahuan dan keterampilan khususnya bidang pembangkit listrik
tenaga uap untuk menambah daya saing dan transfer knowledge.

3. Lokasi

PLTU Jeneponto

6 Olaraga dan Seni

1. Jenis Kegiatan

Perlombaan olah raga antara pemuda dan pelajar serta bantuan biaya
pelaksanaan.

2. Tujuan

Hasil dan Pembahasan 24


Untuk meningkatkan minat warga masyarakat dalam berolah raga untuk
peningkatan kesehatan serta pengembangan bakat.

3. Lokasi

PLTU Jeneponto

7 Pembangunan Mesjid

1. Jenis Kegiatan

Pembangunan dan sarana pendidikan agama

2. Tujuan

Untuk meningkatkan fasilitas peribadatan yang mendorong peningkatan


pemahaman agama untuk membangun masyarakat dengan kondisi spiritual yang
lebih baik.

4.3 Deskripsi Kuesioner Penelitian

Dalam penelitian ini penulis menggunaka kuesioner sebagai penunjang dalam


pembuatan laporan maka dari itu penelitian ini dilakukan tanyak jawab kepada
masyarakat. Responden dalam penelitian ini yaitu masyarakat Desa Punagaya.

Kuesioner yang penulis siapkan sebanyak 50 untuk digunakan di masyarakat dan


kuisioner yang terpakai hanya 35, dari total 50 kuisioner yang penulis siapkan hanya 35
yang bisa diolah.

Tabel 4.1. Kuesioner Masyarakat

Jumlah
No. Keterangan Persentase
Kuisioner
1 Distribusi kuesioner 50 100%
2 Sisa Kuesioner tidak digunakan 15 30%
3 Kuesioner yang ada 35 70%
4 Kuesioner bisa diolah 35 70%
n sampel = 35
Responden Rate = (35/50) x 100% = 70%

Sumber: Hasil Pengolahan Kuesioner, April 2016

Hasil dan Pembahasan 25


Tabel 4.2 Hasil Pertanyaan kuesioner pada masyarakat

A. Pengetahuan masyarakat tentang pembangkit listrik tenaga uap (PLTU)


No Pertanyaan Jawaban
1 Sangat tahu Tahu Cukup tahu Tidak tahu
Apakah saudara mengetahui 25 5
tentang pembangkit listrik
tenaga uap (PLTU)?
2 Sangat tahu Tahu Cukup tahu Tidak tahu
Apakah saudara mengetahui 20 10 5
tentang kapasitas PLTU
yang ada Jeneponto ?
3 Apakah saudara pernah Sering Pernah kadang Tidak
melihat kondisi PLTU yang pernah
ada di daerah lain, baik dari 10 15 10
media maupun
secaralangsung ?
4 Sangat tahu Tahu Cukup tahu Tidak tahu
Apakah saudara mengetahui 10 15
luas lahan yang digunakan
PLTU ?
5 Apakah saudara mengetahui Sangat tahu Tahu Cukup tahu Tidak tahu
manfaat secara nasional 5 10 20
(untuk Negara) ada
pembangunan PLTU ?
6 Apakah saudara mengetahui Sangat tahu Tahu Cukup tahu Tidak tahu
manfaat local (untuk desa 5 10 20
setempat) dengan adanya
PLTU ?
7 Apakah saudara mengetahui Sangat tahu Tahu Cukup tahu Tidak tahu
tentang misi dari sector 2 10 23
ketenagalistrikan
(Kementrian energy dan
sumber daya Republik
Indonesia)?
8 Apakah saudara mengetahui Sangat tahu Tahu Cukup Tidak tahu
visi dari sector 2 10 23
ketenagalistrikan
(Kementrian energy dan
sumber daya Republik
Indonesia)?
9 Pernakah saudara mengikuti Sangat Pernah Kadang Tidak
perkembangan informasi sering pernah
mengenai pembangunan 20
PLTU ?
10 Seberapa sering saudara Sangat Pernah Kadang Tidak
berpartisipasi atau sering pernah
menghadiri sosialisasi yang 15
dilakukan ?
B. Tanggapan masyarakat mengenai pembangunan PLTU
11 Apakah saudara setuju Sangat Setuju Tidak setuju Sangat tidak
dengan adanya setuju setuju
pembangunan PLTU di 10 25

Hasil dan Pembahasan 26


Kabupaten Jeneponto?
12 Menurut saudara, seberapa Sangat Penting Tidak Sangat tidak
penting arti pembangunan penting penting penting
PLTU ? 35
13 Apakah saudara mendukung Sangat Mendukung Tidak Sangat tidak
upaya pembangunan PLTU mendukung mendukung mendukung
ini ? 35
14 Seberapa besar pengaru Sangat Berpengaruh Tidak Sangat tidak
pembangunan PLTU berpengaruh perpengaruh berpengaru
terhadap mata pencaharian 5 25 5
atau pekerjaan saudara ?
15 Menurut saudara, adakah Sangat Berpengaruh Tidak Sangat tidak
pengaruh tingkat pendapatan berpengaruh berpengaruh berpengaruh
masyarakat setempat dengan 10 25
adanya pembangunan PLTU
?
16 Menurut saudara, seberapa Sangat Berpengaruh Tidak Sangat tidak
besar pengaruh berpengaruh berpengaruh berpengaruh
pembangunan PLTU 5 30
terhadap kenaikan
pendapatan asli daerah ?
17 Jika lahan yang saudara Sangat Mendukung Tidak Sangat tidak
miliki termasuk dalam mendukung mendukung mendukung
wilayah yang harus 35
dibebaskan, apakah saudara
akan mendukung
pembangunan PLTU
tersebut?
18 Menurut saudara, apakah Sangat Sesuai Tidak sesuai Sangat tidak
lokasi pembangunan PLTU sesuai sesuai
ini sesuai ? 15 20
19 Selama PLTU berdiri apa Sangat suka Suka Tidak suka Sangat tidak
yang dirasakan oleh suka
saudara? 35
20 Selama PLTU berdiri apakah Sangat ada Ada Tidak ada Sangat tidak
ada dampak positif yang ada
anda rasakan ? 10 25
21 Apakah ada sumbangan Selalu Sering Kadang Tidak
yang diberikan PLTU pada pernah
masyarakat sekitar ? 30 5
22 Apakah PLTU ini Tidak sama Tidak mengganggu Sangat
menggagu aktivitas saudara sekali mengganggu mengganggu
? 30 5
23 Apakah ada kemajuan Sangat maju Maju Tidak maju Sangat tidak
perekonomi masyarakat maju
setelah PLTU didirikan ? 5 30

Hasil dan Pembahasan 27


Tabel 4.3 Untuk jumlah responden pada jawaban kuesioner tentang pengetahuan
masyarakat terhadap pembangkit listrik tenaga uap.

No Jawaban responden Jumlah responden


1 Sangat tahu -
2 Tahu 79
3 Cukup tahu 70
4 Tidak tahu 91
5 Sangat Sering -
6 Pernah 10
7 Kadang 50
8 Tidak pernah 10

Dilihat dari hasil jawaban masyarakat mulai nomor satu sampai nomor delapan
yang menjawab tahu sekitar 79, yang menjawab cukup tahu sekitar 70, yang menjawab
tidak tahu sekitar 91, yang menjawab pernah 10, yang menjawab kadang 50, dan yang
menjawab tidak pernah sebanyak 10. Dari pertanyaan masyarakat diatas tentang
pengetahuan masyarakat terhadap pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) masih minim
ini diakibatkan kurangnya informasi-informasi dan rendahnya tingkat pendidikan di
masyarakat jeneponto.

Tabel 4.4 untuk jumlah responden pada jawaban kuesioner tentang tanggapan
masyarakat mengenai pembangunan PLTU.

No Jawaban responden Jumlah responden


1 Sangat setuju 10
2 Setuju 25
3 Tidak setuju -
4 Sangat tidak setuju -
5 Sangat penting 15
6 Penting 20
7 Tidak penting -
8 Sangat mendukung 10
9 Mendukung 25
10 Tidak mendukung -
11 Sangat tidak mendukung -
12 Sangat berpengaruh 20
13 Berpengaruh 80
14 Tidak berpengaruh -
15 Sangat tidak berpengaruh -

Hasil dan Pembahasan 28


16 Sangat sesuai 15
17 Sesuai 20
18 Tidak sesuai -
19 Sangat tidak sesuai -
20 Sangat suka 35
21 Suka -
22 Tidak suka -
23 Sangat tidak suka -
24 Sangat ada 10
25 Ada 25
26 Tidak ada -
27 Sangat tidak ada -
28 Tidak sama sekali -
29 Tidak mengganggu 30
30 Mengganggu 5
31 Sangat mengganggu -
32 Sangat maju 5
33 Maju 30
34 Tidak maju -
35 Sangat tidak maju -
36 Selalu -
37 Sering -
38 Kadang 30
39 Tidak pernah 5

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat setuju dengan


adanya PLTU di Jeneponto karena jumlah yang menjawab setuju lebih banyak dari pada
yang tidak menjawab tidak setuju dan jawaban masyarakat lebih mendominasi bahwa
PLTU tidak mengganggu dari pada menjawab mengganggu. Oleh karena itu kehadiran
PLTU di Jeneponto sangat menguntungkan bagi masyarakat setempat.

4.4 Gambaran Umum Responden

4.4.1 Umur

Umur merupakan salah satu ciri demografi yang penting dalam analisis
kependudukan, maka factor umur penduduk merupakan salah satu indikator fisik
tentang kemampuan seseorang atau penduduk tertentu untuk terlibat dalam suatu
kegiatan ekonomi, apabilah telah mencapai tingkat umur tertentu maka yang disebut
usia kerja. Umur juga salah satu karakteristik individu yang dapat mempengaruhi fungsi
Hasil dan Pembahasan 29
biologis, psikologis dan sosiologi. Dalam hal ini umur sangat berperan penting dalam
responden pada penelitian ini.

Klasifikasi umur responden di Desa Punagaya Kacamatan Bangkala Kabupaten


Jeneponto dapat dilihat pada tabel 4.2

Tabel 4.5 Responden Menurut Kelompok Umur

Kelompok Umur Total Responden


(Tahun) Jumlah Responden %
20-29 5 14,28
30-39 19 54,28
40-49 10 28,57
50-59 1 2,87
Jumlah 35 100
Sumber : Hasil Pengolahan Kuisioner, April 2016

60

50
Jumlah responden

40

30 54.28

20
28.57
10 14.28
2.87
0
20-29 30-39 40-49 50-59

Kelompok umur

Gambar 4.1 Gerafik Responden Menurut Kelompok Umur

Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa jumlah responden yang kisaran


umurnya antara 20-29 tahun sebanyak 5 orang atau 14,28%, 30-39 tahun sebanyak 19

Hasil dan Pembahasan 30


orang atau 54,28%, 40-49 tahun sebanyak 10 orang atau 28,57%, 50-59 sebanyak 1
orang atau 2,87%. Pada tabel diatas sebaran umur responden sebagian besar (54,28%)
terdapat pada selang umur antara 30 sampai dengan 39 tahun. Umur responden
mempengaruhi kemampuan dalam melakukan aktivitas, curahan tenaga serta
kematangan dalam bertindak.

Umur produktif adalah umur yang berada di atas 10 tahun dan kurang dari 51
tahun, sehingga dapat dikatakan bahwa responden pada umumnya masih produktif
untuk bekerja. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar responden di Desa Punagaya
Kacamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto masih berada pada usia produktif untuk
bekerja.

4.4.2 Pendidikan

Pada tingkatan pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan
keberhasilan seseorang dalam melakukan usahanya,dalam hal ini pendidikan formal
yang dimiliki responden. Pendidikan formal dapat mempengaruhi kinerja dan
kemampuan berfikir, tingkat pendidikan responden merupakan salah satu yang
berpengaruh terhadap presepsi responden. Hasil identifikasi di lapangan menunjukan
bahwa sebagian besar tingkat pendidikan masyarakat tergolong rendah hanya sebagian
kecil dari yang tergolong berpendidikan tinggi. Sebaran tingkatan pendidikan pada Desa
Punagaya Kacamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto dapat dilihat pada tabel 4.3 di
bawah ini.

Tabel 4.6 Responden berdasarkan tingkat pendidikan

Total Respon
Tingkat Pendidikan Jumlah Responden %
SD 8 22,86
SMP 20 57,14
SMA 5 14,29
S1 2 5,71
Jumlah 35 100
Sumber : Hasil Pengolahan Kuisioner, April 2016

Hasil dan Pembahasan 31


60

50

Jumlah responden
40

30 57.14

20
22.86
10 14.29
5.71
0
SD SMP SMA S1

Tingkat pendidikan

Gambar 4.2 Grafik Responden berdasarkan tingkat pendidikan

Dengan melihat tabel diatas bahwa semua responden pernah mengikuti


jenjang pendidikan. Dimana jumlah responden yang tamat SD berjumlah 8 orang atau
22,86%, yang tamat SMP berjumlah 20 0rang atau 57,14%, yang tamat SMA berjumlah
5 orang atau 14,29%, dan yang tamat S1 hanya 2 orang atau 5,71%. Dengan melihat
tabel diatas menunjukan bahwa tingkat pendidikan yang dimiliki masyarakat masih
rendah. Berdasarkan hasil wawancara dilapngan, rendahnya tingkat pendidikan
responden disebabkan oleh dua faktor, yaitu:

1. Ketidak mampuan untuk menyekolahkan ke jenjang pendidikan yang lebih


tinggi karena memiliki tingkatan pendapatan yang rendah sehingga penghasilan
yang diperoleh diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pokok,
2. Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat setempat akan pentingnya sekolah
dalam menghadapi eraglobalisasi.

4.4.3 Mata Pencaharian

Secara umum,sumber mata pencarian penduduk Desa Punagaya pada tabel 4.4
menunjukan bahwa jumlah penduduk yang bekerja pada di daerah ini umumnya adalah
sektor pertanian.

Hasil dan Pembahasan 32


Tabel 4.7 Responden berdasarkan mata pencarian

Total Responden
Pekerjaan Jumlah Responden %
Petani 15 42,85
Wiraswasta 4 11,42
PNS 2 5,71
Nelayan 3 8,57
Pedagang 4 11,42
Tukang ojek 2 5,71
Dan lain-lain 5 14,28
Total 35 100
Sumber : Hasil Pengolahan Kuisioner, April 2016

45
40
35
Jumlah responden

30
25
42.84
20
15
10
11.71 14.42
11.42 8.57
5 5.71 5.71
0

Mata pencarian

Gambar 4.3 Grafik nilai responden berdasarkan mata pencarian


Berdasarkan tabel diatas sektor pertanian yang paling tinggi yaitu 15
orang atau 42,85%, sedangkan yang lain hanya berjumlah sedikit dari hasil pengamatan
dilapangan dengan wawancara dengan masyarakat diperoleh informasi bahwa jenis
mata pencaharian masyrakat Desa Punagaya yaitu:

Hasil dan Pembahasan 33


1. Petani garam pada pembuatan garam dilakukan pada musim kemaraudan
sebagian besar masyarakat bekerja sebagai buruh atau system bagi hasil dengan
pemilik. Berdasarkan pengalaman masyarakat oprasi PLTU Jeneponto tidak
berpengaruh langsung terhadap aktivitas masyarakat dalam pembuatan garam
termasuk produksi garam yang dihasilkan.

Gambar 4.4 Lokasi pertanian garam

2. Petani rumput laut, sebagian masyarakat melakukan budidaya rumput laut di


perairan pantai punagaya.
3. Petani jagung, dalam pertanian jagung juga dilakukan oleh sebagian masyarakat
Desa Punagaya walaupun hanya sedikit.
4. Nelayan, masyarakat Desa Punagaya yang tinggal di pesisir pantai melakukan
profesi sebagai nelayan, lokasi penangkapan ikan menurut masyarak berada kira
kira 5 km dari pantai sehingga tidak berpengaruh langsung terhadap oprasi
PLTU Jeneponto.

4.5 Pembahasan

Dari hasil pengamatan di lapangan dan analisis kuesioner, wawancara di


masyarakat bahwa PLTU Jeneponto Energi memiliki dampak positif terhadap
masyarakat setempat. PLTU Jeneponto Energi dapat memberikan keuntungan bagi
Hasil dan Pembahasan 34
warga Desa Punagaya dari pengamatan penulis dapat disimpulkan bahwa dampak
positif yang dirasakan masyarakat sebagai berikut:
1. Pemanfaatan tenaga kerja lokal

Pemanfaatan tenaga kerja lokal pada tahap operasional PLTU Jeneponto menjadi
komitmen perusahaan dalam rangka membantu peningkatan tarap hidup masyarakat
disekitar pusat kegiatan pembangkit listrik. Sebagai pihak yang merasakan langsung
kehadiran PLTU dan menjadi sumber dampak sangat diperlukan perlakuan yang baik
sehingga keresahan masyarakat dapat diminimalisir. Berikut ini merupakan salah satu
gambar tenaga kerja yang ada di PLTU Jeneponto.

Gambar 4.5 Tenaga kerja PLTU Jeneponto

Tabel 4.8 Tenaga Kerja PLTU Jeneponto


Luar Sul-sel non Jeneponto Jumlah

No Perusahaan Pekerjaan Expatriat sulsel Jeneponto

1 Bosowa Energi Pemilik 0 4 7 7 18


2 D&C Engineering Oprasi dan 84 5 5 19 113
pemelihara

3 Griys Kontruksi outsouching 0 1 5 50 56


4 Mulia Abadi Turate outsouching 0 0 0 93 93
5 911 celebes security 0 0 0 54 54
6 ABC Energi Coal handling 0 3 0 50 53
7 Nalco indonesia Water treatment 0 3 8 1 12

Hasil dan Pembahasan 35


8 Lagaligo logistik Bongkar muat 0 0 3 12 15
84 16 28 268 414
Jumlah 20.29% 3.86% 6.76% 69.08%

Dari tabel komposisi pekerja pada PLTU Jeneponto dikategorikan menjadi


tenaga kerja asing, tenaga kerja non sulsel, tenaga kerja sulsel non Jeneponto, tenaga
kerja yang berasal dari Kabupaten Jeneponto. Pada tabel terlihat tenaga kerja lokal yang
jumlahnya 69.09% yang terdiri dari berbagai keterampilan merupakan suatu dampak
positif yang dirasakan masyarakat sekitar PLTU Jeneponto. Penyerapan tenaga kerja
lokal dengan peresentase demikian sangat efektif dalam mengatasi dampak kesejatraan
masyarakat. Dengan melibatkan tenaga kerja lokal akan menumbuhkan loyalitas
terhadap keberadaan PLTU ini, masyarakat sekitar akan meras turut memiliki, sehingga
secara spontanitas akan mendukung eksitensi PLTU Jeneponto. Dalam penyerapan
tenaga kerja lokal sangat menguntungkan masyarakat karena mengurangi angkah
pengangguran di Jeneponto.

2. Pembangunan Jalan Desa


Pembangunan jalan oleh PLTU Jeneponto Energi berdampak positif terhadap
masyarakat setempat, sebelum adanya pembangunan PLTU jalan di Desa Punagaya
cuma jalanan aspal yang sudah rusak setelah adanya pembangunan PLTU jalanan di
Desa Punagaya sudah di beton sehingga dapat meningkatkan kelancaran transportasi
darat yang diharapkan mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat untuk
peningkatan kesejahteraan, seperti pengangkutan hasil pertanian masyarakat dan hasil
tangkapan nelayan yang langsung diangkut menggunakan mobil.

Hasil dan Pembahasan 36


Gambar 4.6 Jalan Desa

Gambar diatas merupakan jalan beton yang digunakan masyarakat melakukan


aktivitas sehari-hari dalam melakukan pekerjaannya. Ini merupakan suatu perubahan
besar bagi masyarakat Desa Punagaya kerena pembanguna jalan ini dapat memudahkan
aktivitas masyarakat.

3. Pembangunan Mesjid
Pembangunan Mesjid merupakan salah satu dampak positif bagi masyarakat
karena pembangunan masjid merupakan suatu bentuk untuk meningkatkan pemahaman
masyarakat tentang agama dan memudahkan masyarakat malaksanakan ibadah secara
berjamaah sehingga dapat membangun kebersamaan masyarakat.

Hasil dan Pembahasan 37


Gambar 4.7 Mesjid yang dibangun PLTU Jeneponto

Gambar masjid di atas merupakan salah satu masjid yang dibangun PLTU
Jeneponto Energi, masjid ini sangat berdampak positif terhadap masyarakat sekitar,
karena mereka tidak lagi pergi jauh-jauh melakukan sholat karena sudah ada masjid
dibangun disekitar area PLTU Jeneponto.

4. Menabahkan sumber tenaga listrik baru, sehingga dapat membantu mengatasi


masalah kekurangan listrik yang sedang terjadi. Menurut dari hasil wawancara
dilapangan bahwa sebelum adanya PLTU Jeneponto sering mengalami mati lampu dan
setelah pembangunan PLTU Jeneponto Energi sudah beroperasi sudah jarang
mengalami yang namanya mati lampu menurut pendapat masyarakat setempat dan
sangat membantu bagi masyarakat yang membuka usaha yang membutuhkan tenaga
listrik yang tinggi.
5. Membuka lahan pekerjaan baru bagi masyarakat dan membangun pola
pemikiran masyarakat setempat seperti:
a) Pembangun rumah kos-kosan atau rumah kontrakan ini merupakas suatu
peluang besar bagi masyarak untuk mendapat keuntungan karena sebagian
pekerja dari PLTU Jeneponto berasal dari luar Jeneponto sehingga mereka
mengotrak rumah atau sewa kos-kosan. Dari pengamatan saya dilapangan

Hasil dan Pembahasan 38


dan wawancara kemasyarakat, mereka mendapatkan penghasilan tambahan
dari rumah kontrakan dan kos-kosan yang mereka bangun.
b) Pembangunan warung makan di pinggir jalan dari hasil pengamatan saya dan
wawancara dilapangan ini juga merupakan salah satu dampak positif karena
kebanyakan pekerja PLTU Jeneponto ketika istirahat mereka keluar mencari
makan dan biasanya pekerja PLTU Jeneponto makan diwarung makan
terutama yang tinggal di rumah kontrakan dan kos-kosan.

Gambar 4.8 Salah satu contoh warung makan

4.6 Harapan-harapan masyarakat terhadap PT. Bosowa Energi

Setelah melakukan wawancara atau responden kepada masyarakat ada


beberapa harapan masyarakat untuk kegiatan-kegiatan PLTU Jeneponto seperti berikut:
1. Harapan masyarakat terhadap pembangunan, berikut harapan harapan
masyarakat terhadap kegiatan PLTU Jeneponto:

Hasil dan Pembahasan 39


a. Pengadaan sumur bor dan penampungan air bersih karena daerah tersebut
sangat sulit untuk mendapatkan air bersih harus berjalan jauh untuk
mendapatkan air bersi apabila musim kemarau tiba, maka dari itu
masyarakat sangat mengharapkan akan adanya pembangunan sumur bor di
daerah mereka.
b. Perbaikan jalan desa yang sudah rusak masyarakat juga sangat
mengharapkan kepada PLTU Jeneponto untuk perbaikan karena seringnya
keluar masuk mobil truk ke dalam perusahaan yang dapat mengakibatkan
munculnya debu-debu yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari
masyarakat terutama yang rumahnya berada di pinggir jalan.
c. Masyarakat juga mengharapkan adanya lampu jalan sebagai penerang
dimalam hari untuk membantu aktivitas masyarakat karena sebagian jalan
sudah rusak jadi masyarakat sangat tergagung ketika malam karena tidak
adanya lampu jalan sebagai penerang maka dari itu masyarakat sangat
mengharapkan adanya lampu jalan disetiap dusun.

2. Harap masyarakat terhadap pendidikan, berikut ini merupakan harapan-harapan


masyarakat kepada PLTU Jeneponto:
a. Pembanguna sekolah taman kanak-kanak untuk membantu masyarakat yang
mempunyai anak-anak untuk membaca dan menulis.
b. Pembangunan sekolah SMA untuk mengurangi biaya trasportasi karena
sekolah jauh dari daerah meraka maka dari itu masyarakat sangat
mengharapkan adanya pembangunan SMA atau SMK di daerah mereka.
c. Memberikan beasiswa bagi siswa yang kurang mampu dan memberikan
beasiswa bagi siswa yang berprestasi disekolahnya.
d. Memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat.

Hasil dan Pembahasan 40


Hasil dan Pembahasan 41