Anda di halaman 1dari 3

EKSTRAKSI PADA BENIH

LATAR BELAKANG
Ekstraksi diperlukan karena biasanya benih tidak dipanen secara langsung. Biasanya pengunduhan
dilakukan terhadap buahnya. Dikenal dua macam ekstraksi benih yaitu ekstraksi kering yang dilakukan
terhadap buah berbentuk polong (Acacia sp, Paraserianthes falcataria) dan jenis-jenis yang memiliki
daging buah yang kering (Swietenia macrophylla), sedangkan ekstraksi basah dilakukan terhadap jenis-
jenis yang memiliki daging buah yang basah seperti Gmelina arborea, Melia azedarach dan Azadirachta
indica.
Pengeringan benih dimaksudkan untuk menurunkan kadar air sampai batas keseimbangan dengan
udara luar disekitarnya dan siap untuk dilakukan proses selanjutnya.Benih bersifat hygroskopis, sehingga
jika benih diletakan didalam ruangan dengan RH rendah, maka benih akan kehilangan air dan terjadi
penurunan kadar air. Namun sebaliknya jika benih diletakan dalam ruangan yang RH tinggi, maka kadar
air benih akan bertambah atau meningkat.
Selain bersifat hygroskopis,benih juga selalu ingin berada dalam kondisi equilibrium (keseimbangan)
dengan kondisi disekitarnya.Pengeringan benih merupakan proses perpindahan air dari dalam benih
kepermukaan benih, dan kemudian air yang berada dipermukaan benih tersebut akan diuapkan jika RH
ruangan lebih rendah. Proses ini akan terjadi hingga keseimbangan kadar air benih dengan RH
lingkungannya tercapai..Pengeringan seringkali merupakan faktor yang sangat kritis pada tahap
pengolahan benih terutama kalau musim penghujan.

Definisi Ekstraksi Benih


 Kegiatan yang bertujuan untuk memisahkan benih dari buah.
(Kuswanto.2003)
 Pemisahan biji dari daging buah, kulit benih, polong, kulit buah, malai, tongkol dan sebagainya
dengan tujuan agar benih tersebut dapat digunakan untuk bahan tanam yang memenuhi persyaratan.
(Kamil. 1982)
 Proses pengeluaran benih dari buah, polong, kerucut, kapsul atau bahan pembungkus benih lainnya
(Nurhayati.1997)
 Activities out and clean the seeds from other parts of the fruit, such as stalks, skin and flesh of fruit.
Kegiatan mengeluarkan dan membersihkan benih dari bagian-bagian lain buah, seperti tangkai, kulit
dan daging buah.
(ISTA.1985)
 Activities aimed at separating the seeds from the fruit (if the seed that is downloaded is still a seed that
has other components of the fruit).
Kegiatan yang bertujuan untuk memisahkan benih dari buah (apabila benih yang diunduh masih
merupakan benih yang memiliki komponen lain dari buah).
(AS & PM.,2000)

Metode Ekstraksi Benih


 Metode Basah
Ekstraksi basah dilakukan terhadap jenis-jenis yang memiliki daging buah yang basah seperti
Gmelina arborea, Melia azedarach dan Azadirachta indica.
 Fermentasi
Benih yang telah dipisahkan dari daging buahnya, dimasukkan ke dalam wadah dan apabila perlu
ditambah dengan sedikit air, wadah ditutup dan disimpan selama beberapa hari. Adapun wadah yang
digunakan untuk fermentasi benih dipilih wadah yang tidak korosif terhadap asam, misalnya terbuat dari
logam stainless steel, kayu ataupun plastic.
Lama fermentasi tergantung pada tinggi rendahnya suhu selama fermentasi. Apabila fermentasi
dilakukan pada temperature 240 C-270 C maka diperlukan waktu 1-2 hari., sedangkan apabila digunakan
temperature 150 C-220C, dbutuhkan waktu 3-6 hari., tergantung pada jenis benih yang difermentasikan.
Selama fermentasi bubur (pulp) perlu diaduk guna memisahkan benih dari massa pulp dan mencegah
timbulnya cendawan. Setelah fermentasi selesai, bisanya benih akan tenggelam ke dasar wadah untuk
memudahkan pemisahan benih dari massa pulp perlu ditambahkan air agar pulp menjadi encer. Setelah
benih difermentasi benih dicuci dengan air bersih hingga semua zat penghambat hilang, yang ditandai
dengan permukaan benih yang sudah tidak licin. Selanjutnya benih tersebut dikering anginkan pada suhu
310 C hingga diperoeh kadar air tertentu sesuai dengan peraturan yang aman bagi penyimpanan
(Pitojo, 2005).

 Mekanis
Pada usaha skala besar, pemisahan benih dari daging buahnya akan kurang efisien jika menggunakan
tenaga manual. Proses pembijian dilakukan dengan menggunakan mesin (seed extraction) yang dirancang
untuk memisahkan dan membersihkan benih dari pulp yang mengandung inhibitor.
(Kamil, J, 1982)
 Kimiawi
Menggunakan zat kimia misalnya HCL 35%, dengan dosis 5 liter HCL 35% dicampur dengan 100 liter
air. Kemudian larutan HCL digunakan untuk merendam pulp. Setelah direndam dan diaduk selama 30
menit, massa pulp akan mengambang dipermukaan sehingga mudah dipisahkan dari benih yang
tenggelam didasar wadah. Setelah dipisahkan benih dicuci dengan air hingga bekas pencuciannya bersifat
netral (dapat dicek dengan menggunakan kertas lakmus).
(Kuswanto.2003)
Pemisahan biji setelah fermentasi dapat dilaukan dengan menggunakan sodium karbonat 10%
selama dua hari, namun cara tesebut jarang digunakan oleh perusahaan benih, pemisahan biji dalam
jumlah banyak dapat dilakukan secara cepat degan menggunakan HCL 1 N sebanyak 7-8 ml/l larutan,
dibiarkan selama 1-2 jam. Namun jika tidak dilakukan secara tepat perlakuan dengan
bahan kimia tersebut dapat menurunkan daya kecambah .
(Pitojo, 2005).
Memanfaatkan kapur tohor sebagai bahan untuk ekstraksi basahmenunjukkan bahwa pada
konsentrasi kapur tohor 20 g/l dengan lama perendaman 30 menit memberikan potensi tumbuh terbaik
(96%) untuk benih manggis. Manggis dan ketimun termasuk kedalam tipe buah berdagung dan berair
sehingga diharapkan kapur tohor juga dapat dipalikasikan dalam ekstraksi benih ketimun. Adapun
keuntungan dari penggunaan kapur tohor adalah prosesnya berjalan cepat, harganya murah 2000/kg dapat
mencegah terjadinya pembusukan yang dapat mempengaruhi kualitas benih terutama viabilitasnya dan
tidak menyebabkan perubahan warna.
(Murniati.1996)

Metode Kering
Ekstraksi kering yang dilakukan terhadap buah berbentuk polong (Acacia sp, Paraserianthes falcataria)
dan jenis-jenis yang memiliki daging buah yang kering (Swietenia macrophylla) yang dapat dilakukan
secara manual atau dengan mesin. (Kuswanto.1997)

Manfaat Ekstraksi Benih


 Memisahkan benih dari buah
 Memisahkan benih dari kotoran lainnya
 Meningkatkan kemurnian benih.
(Sadjad.1975)

Tujuan Pengeringan
Mengurangi kadar air benih sampai batas aman terutama yang berada di daerah bersuhu dan kelembaban
tinggi dimana perkembangan mikroorganisme dan kegiatan enzim yang dapat menyebabkan pembusukan
terhambat atau terhenti.(Sutopo. 2002)
Metode Pengeringan
Pengeringan benih dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
 Pengeringan dalam karung (bag driers)
Pengeringan benih dalam karung dilakukan bila benih yang
akan dikeringkan berasal dari banyak varietas atau bila volume
benih yang diproduksi kecil. Karung yang digunakan terbuat dari
bahan yute, sehingga dapat dilalui udara untuk proses
pengeringan.
 Pengeringan dalam Kotak (box driers)
Pengeringan dalam kotak merupakan modifikasi dari bag driers dan metode yang paling lazim digunakan
dalam pengeringan benih. Bahan box berupa bahan lokal yang dimasukan ke dalam wadah dari logam
yang berlubang-lubang
atau kawat.
 Bin driers
Dilakukan jika benih yang diperoleh berasal dari bulk dengan jumlah lebih dari 5 ton
 Flat storage drying
Jika benih yang dihasilkan banyak dan hanya satu varietas saja (Wahyu dan Asep.1995)
 Pengeringan secara alami (natural drying)
Pengeringan ini dilakukan penjemuran dengan panas matahari secara langsung. Perlu penanganan aktif,
untuk menghindari :
a. Pengaruh suhu yang tinggi
b. Pengeringan tidak merata
c. Kulit benih pecah-pecah.
 Pengeringan buatan (artificial drying)
Pengeringan ini dengan mesin atau alat dapat dilakukan, apabila :
a. Mencapai maksud pengeringan sesuai yang diharapkan;
b. Tercapai pengeringan tanpa tergantung pada kondisi cuaca;
c. Kualitas benih terjaga.
Perlu penanganan aktif, untuk menghindari :
a. Pengaruh suhu yang tinggi
b. Pengeringan tidak merata
c. Kulit benih pecah-pecah.(Kamil. 1982)

Manfaat Pengeringan
 Meningkatkan daya simpan benih.
 Mempertahankan viabilitas benih.
 Menghasilkan benih berkualitas
 Mempertahankan daya fisiologi benih.
 Menambah nilai ekonomis.(Sutopo. 2002)