Anda di halaman 1dari 4

PEMBUATAN DATABASE KERUSAKAN JALAN DI KOTA BANJARMASIN

Dimyati, M1, Sai, S S2, Noraini, A3


Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional Malang
Muhammad.dimyati25@gmail.com

Abstraksi

Dengan makin berkembangnya teknologi dan penggunaannya di kalangan masyarakat luas. Sistem Informasi Geografi
digunakan untuk membuat database jalan. Suatu sistem informasi jalan yang akurat dan up to date diperlukan sebagai sistem
pendukung keputusan agar hasil dari inventarisasi dapat dipahami secara mudah dan dapat menentukan prioritas penanganan jalan
di wilayah kota Banjarmasin.

Sistem informasi jalan ini dibuat menggunakan Software ArcGIS 10.1. Sistem informasi ini dapat memberikan informasi
tentang data inventaris, kondisi jalan. Masyarakat atau pengguna jalan dan jembatan dapat berperan aktif dalam pengelolaan jalan
di suatu daerah dengan cara memberi masukan pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga sebagai pengelola jalan.

Kata Kunci: SIG, Jalan, Database, Kota

1. PENDAHULUAN 1. Mengetahui seluruh kondisi ruas jalan yang berada di


2.1 Latar Belakang Kota Banjarmasin.
Jalan merupakan salah satu aspek penting dalam 2. Membantu evaluasi bagi instansi terkait untuk
kehidupan manusia sehari-hari. Dengan adanya jalan, memperbaiki sistem informasi jaringan jalan.
manusia dapat berpergian kemana saja ke untuk menuju 3. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis untuk
suatu tempat aktifitasnya. Begitu juga pemerintah mengetahui kondisi ruas jalan yang ada di Kota
pemerintah, jalan merupakan sarana transportasi yang Banjarmasin
penting untuk menjalankan roda ekonomi dan
pemerintahan.(Wartika dan Mahfud) 2.4 Lokasi Penelitian
Setiap manusia selalu menginginkan kemudahan dan Lokasi penelitian yang akan dijadikan sebagai
kecepatan dalam menjalankan segala aktivitasnya. studi kasus dari penelitian dilaksanakan di
Kondisi Banjarmasin sebagai Ibukota Propinsi dengan Provinsi Kalimantan Selatan, Kota Banjarmasin. Letak
segala macam aktivitas, mobilitas penduduk yang padat Geografis Kota Banjarmasin berada pada
dan berbagai masalah lalu lintas di dalamnya mutlak 3°15' sampai 3°22' Lintang Selatan dan 114°32' Bujur
membutuhkan jaringan jalan yang Timur.
layak dengan kondisi ruas jalan yang selalu bagus.(Arifin,
2009)
Kerusakan jalan terjadi disetiap ruas jalan, dan itu
membuat perjalanan masyarakat tidak nyaman.
Kerusakan jalan bisa menimbulkan kecelakaan yang tidak
diinginkan, karna ada jalan yang berlubang, retak, dan
lain-lain. Dengan menggunakan Sistem Informasi
Geografis (SIG) maka dapat mengetahui status setiap ruas
jalan yang ada di Kota Banjarmasin.
Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan sistem
basis data dengan kemampuan analisis yang tereferensi
Gambar 1 Lokasi Penelitian, Google Earth (2017)
secara spasial. SIG memiliki kemampuan untuk
2. DASAR TEORI
menginterpretasi data spasial dan data atribut sehingga
2.1 Pengertian Jalan
dapat mendukung pengambilan keputusan dalam
Jalan adalah prasarana transportasi darat yang
perencanaan dan pengolahan sumber daya alam,
meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan
lingkungan, transportasi, dan fasilitas pelayanan umum
pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi
lainnya. ( Modul Pelatihan ArcGIS Tingkat Dasar, 2007)
lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas
2.2 Rumusan Masalah
permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air,
Rumusan masalah dari penelitian ini adalah
serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan
bagaimana mengetahui kondisi ruas jalan yang ada di
lori, dan jalan kabel (Peraturan Pemerintah Nomor 34
Kota Banjarmasin dengan menggunakan Sistem
Tahun 2006).
Informasi Geografis.
2.2 Klasifikasi dan Fungsi Jalan
2.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
Menurut Peraturan Pemerintah No 34 Tahun 2006
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini
Pasal 7 Sistem jaringan jalan terdiri atas sistem jaringan
adalah merancang sistem informasi ruas jalan yang ada di
jalan primer dan sistem jaringan jalan sekunder. Sistem
kota banjarmasin agar sistem informasi tersebut dapat
jaringan jalan primer merupakan sistem jaringan jalan
digunakan sebagai penyampaian informasi inventarisasi
dengan peranan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk
dan pemeliharaan jaringan jalan.
pengembangan semua wilayah di tingkat nasional, dengan
Manfaat yang didapat dari penelitian ini adalah:
menghubungkan semua simpul jasa distribusi yang Gambar 2.4 Hubungan Layer, Tabel dan Basis Data
berwujud pusat-pusat kegiatan. Menurut Undang Undang SIG, Prahasta (2005)
No 38 Tahun 2004 Pasal 9, Sistem jaringan jalan sekunder
merupakan sistem jaringan jalan dengan peranan pelayanan 2.4 Query
distribusi barang dan jasa untuk masyarakat di dalam Bahasa Query merupakan bahasa khusus yang
kawasan perkotaan. digunakan untuk melakukan manipulasi dan memberikan
2.3 Sistem Informasi Geografis (SIG) pertanyaan (query) yang berhubungan dengan data dalam
2.3.1 Pengertian Sistem Informasi Geografis (SIG) database (Utami, 2005). Sedangkan SQL merupakan
Menurut Aronoff (1989), SIG adalah sistem yang bahasa query standar yang digunakan untuk mengakses
berbasiskan komputer yang digunakan untuk menyimpan basis data relasional. Statement SQL secara garis besar
dan memanipulasi informasi- informasi geografi. SIG dibagi menjadi 3 kategori yaitu Data Definition Languages
dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan dan (DDL), Data Manipulation Languages (DML) dan Data
menganalisis objek-objek dan fenomena dimana lokasi Control Language (DCL) (Dedianto, 2013). Struktur SQL
geografi merupakan karakteristik yang merupakan dapat digambarkan sebagai berikut:
karakteristik yang penting atau krisis untuk di analisis.
Dengan demikian, SIG merupakan sistem komputer yang
memiliki empat kemampuan berikut dalam menangani data
yang bergeoreferensi geografi (Prahasta, 2005): (a)
masukan, (b) manajemen data (penyimpanan dan
pemanggilan data), (c) analisis dan manipulasi data, (d)
keluaran.
2.3.2 Cara Kerja Sistem Informasi Geografis (SIG)
SIG merepresentasikan real world dengan data
spasial yang terbagi atas dua model data yaitu model data
raster dan model data vektor. Keduanya memiliki
karakteristik yang berbeda, selain itu dalam
pemanfaatannya tergantung dari masukan data dan hasil
akhir yang akan dihasilkan (Irwansyah, 2013).

Gambar 2.2 Struktur SQL, Dedianto (2013)


SQL memiliki peran penting bagi pembangunan
aplikasi sistem, berikut beberapa fungsi SQL (Marisa,
2015) yaitu:

a) Mengakses dan memanipulasi database.


Gambar 2 Tampilan data raster dan data vektor, b) Mengeksekusi query terhadap database.
Irwansyah (2013)
c) Mengambil, menyisipkan,memperbarui,
SIG menyimpan semua informasi deskriptif unsur- dan menghapus data dari database.
unsurnya sebagai atribut-atribut di dalam basis data. SIG d) Membuat tabel dan database baru.
menghubungkan sekumpulan unsur- unsur peta dengan e) Membuat prosedur yang tersimpan dalam
atributnya di dalam satuannya yang disebut layer. Sungai, database.
bangunan, jalan, laut, batas-batas administrasi, perkebunan dan
hutan merupakan contoh-contoh layer. Kumpulan dari layer ini Mengatur hak akses pada tabel,prosedur, dan list data
akan membentuk basis data SIG. Dengan demikian,
perancangan basis data merupakan hal yang esensial di dalam 3. METODOLOGI PENELITIAN
SIG. Rancangan basis data akan menentukan efektifitas dan 3.1 Alat dan Bahan Penelitian
efisiensi proses-proses masukan, pengelolaan dan keluaran SIG Alat yang digunakan dalam penelitian ini
(Prahasta, 2005). menggunakan perangkat lunak (software) dan
perangkat keras (hardware), yaitu :
1. Perangkat lunak (software)
Adapun perangkat lunak (software) yang digunakan
dalam pelaksanaan penelitian ini terdiri atas :
1) Microsoft Excel 2013 untuk pengisian atribut
tabel dari formulir isian basis data jalan dan
jembatan.
2) ArcGIS 10.1 untuk editing data spasial.
2. Perangkat Keras (hardware)
Adapun perangkat keras (hardware) yang
digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini
terdiri atas :
1) Laptop
2) GPS Mapping type Garmin 62S.
3) Pita Ukur untuk mengukur lebar jalan dan Gambar 2 Diagram Alir Pengolahan Data
jembatan.
3. Data Penelitian DAFTAR PUSTAKA
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini
antara lain adalah sebagai berikut : GIS Konsarium Aceh Nias, 2007, Modul Pelatihan ArcGIS
Data penelitian pada tugas akhir ini adalah: Tingkat Dasar. Banda Aceh.
a. Shapefile Batas Administrasi Kota Banjarmasin
Arief, Mukhammad, 2014. Pengenalan ArcGis. Universitas
b. Shapefile Jalan Kota Banjarmasin
c. Shapefile Kondisi Jalan Kota Banjarmasin Diponegoro, Semarang. < URL :
d. Data IRI https://www.scribd.com/mobile/doc/182253119 >
DIAGRAM ALIR Diakses: 6 Januari 2018

Marisa, Fitri. 2015. Model Dan Implementasi


Teknik Query Realtime Database Untuk
Mengolah Data Finansial Pada Aplikasi
Server Pulsa Reload Berbasis .Net.
SMATIKA Jurnal Volume 05 Nomor 02
Tahun 2015 ISSN: 2087-0256. (diakses
tanggal 6 Januari 2017).