Anda di halaman 1dari 9

PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS RAWAT INAP BAYAH
Jl. Bayah – Cikotok, KM I Bayah Barat Lebak, Banten. Kode pos 42393
Email: bayahpuskesmas@yahoo.co.id

PEDOMAN PELAKSANAAN LABORATORIUM


PUSKESMAS RAWAT INAP BAYAH

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Puskesmas Liukang Tupabbiring merupakan unit pelayanan kesehatan
masyarakat tingkat pertama yang dalam pelaksanaannya dituntut untuk
melaksanakan pelayanan maksimal. Laboratorium Puskesmas Rawat Inap Bayah
sebagai salah satu bagian yang memberikan kontribusi diharapkan dalam
pelaksanaan pelayanan kesehatan juga memberikan pelayanan laboratorium yang
maksimal, baik yang bersifat dasar maupun pemeriksaan laboratorium yang
maksimal baik yang bersifat dasar maupun pelaksaan laboratorium yang bersifat
lanjutan. Sejalan dengan hal tersebut pelaksanaan pelayanan laboratorium
Puskesmas Rawat Inap Bayah diharapkan mampu menjawab kondisi dan
permasalahan kesehatan mesyarakat khususnya di Wilayah Kecamatan Bayah.
Secara umum, laboratorium harus memenuhi kriteria sarana dan prasarana
yang baik untuk memaksimalkan kegiatan pemeriksaan laboratorium sehingga
fungsi laboratorium sebagai unsur penunjang pada kegiatan kuratif, preventif, dan
rehabilitative dapat tercapai demikian pula halnya dengan laboratorium Puskesmas
Rawat Inap Bayah.
Dukungan perencanaan yang bersifat bottom – up serta penganggaran yang
maksimal diharapkan mampu mendukung tujuan pelayanan kesehatan. Untuk
menunjang hal tersebut maka diperlukan suatu SDM yang baik, prasarana yang
memadai serta standar operasional prosedur yang baku dan dapat dipedomani yang
memiliki dasar teori dan dasar hukum sehingga kelalaian dan kegagalan dapat
diminimalkan dalam pelayanan.
B. TUJUAN
Laboratorium merupakan salah satu unit yang memiliki fungsi sebagai
unsur penunjang diagnostik penyakit pada upaya pelayanan kesehatan baik kuratif,
preventif dan rehabilitative. Dari fungsi laboratorium tersebut secara umum maka
dapat disimpulkan bahwa tujuan pemeriksaan laboratorium adalah optimalisasi
pelaksanaan kegiatan baik yang bersifat clinical health service maupun public healt
service yang dilaksanakan secara professional sesuai standar operasional prosedur
secara optimal.
Sebagai komponen penting dalam pelayanan kesehatan, hasil pemeriksaan
laboratorium untuk penetapan diagnose, pemberian pengobatan dan pemantauan
hasil pengobatan serta penentuan prognosis oleh karena itu hasil pemeriksaan
laboratorium harus selalu terjamin mutunya.

C. SASARAN
Sasaran dari pedoman ini adalah :
1. Semua lapisan masyarakat dalam wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Bayah
dan semua pengunjung pelayanan kesehatan pada Puskesmas Rawat Inap
Bayah baik yang sakit maupun yang sehat.
2. Laboran Puskesmas Rawat Inap Bayah selaku pelaksana kegiatan pelayanan
laboratorium.
3. Dokter puskesmas selaku klinisi pada Puskesmas Rawat Inap Bayah.
4. Profesi kesehatan lain yang memiliki hubungan dengan laboratorium
kesehatan Puskesmas Rawat Inap Bayah.
5. Instansi laboratorium yang menjadi laboratorium rujukan pemeriksaan
specimen Puskesmas Rawat Inap Bayah.

D. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup pedoman ini secaca garis besar meliputi :
 SPO Pemeriksaan Laboratorium
SPO pemeriksaan laboratorium yang dimaksud adalah proses pemeriksaan
specimen untuk kepentingan penegakan diagnosa suatu penyakit oleh tenaga
medis berdasarkan permintaan medis
 SPO yang bersifat protektif
SPO protektif yang dimaksud adalah pelaksanaan kegiatan pemeriksaan
untuk mencegah/ mengurangi resiko terjadinya bahaya pada pelaksana
laboratorium baik secara langsung maupun tidak langsung
 SPO pengelolaan alat dan bahan
SPO pengelolaan alat dan bahan adalah SPO yang bersifat manajerial pada
kebutuhan bahan untuk menjaga ketersediaan bahan dan manajerial alat yang
digunakan yang bertujuan menjaga validitas alat yang digunakan
 SPO mekanisme pelayanan
SPO mekanisme pelayanan yang dimaksud adalah SPO yang disusun untuk
menjaga keteraturan pelayanan baik pada jam kerja maupun setelah jam kerja

E. BATASAN OPERASIONAL
 Pemeriksaan laboratorium adalah proses yang dapat dimulai dari
pengambilan specimen sampai pada pembacaan hasil pemeriksaan
 Laboran : tenaga pelaksana laboratorium yang telah melalui pendidikan analis
kesehatan dan diberi tanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan
laboratorium
 Specimen : sampel baku yang akan dilakukan pengolahan untuk dijadikan
sediaan bahan pemeriksaan
 Mekanisme pelayanan laboratorium : alur dan syarat untuk mendapatkan
pelayanan laboratorium termasuk rujukan specimen
 Alat, peralatan dan bahan laboratorium : suatu perangkat yang digunakan
untuk melakukan pemeriksaan laboratorium
 Upaya protektif adalah tindakan untuk mencegah, mengurangi risiko atau
dampak negative baik pada laboran maupun pada pasien
BAB II

STANDAR KETENAGAAN

A. Klasifikasi Sumber Daya Manusia


Pelaksana pelayanan laboratorium dilakukan oleh petugs laboratorium yang
mempunyai pendidikan minimal DIII analis kesehatan dengan pengalaman yang
memadai serta memiliki kewenangan untuk melaksanakan kegiatan yang menjadi
tugas atau tanggung jawabnya sesuai dengan Undang – Undang No. 36 tahun 2012.

B. Ketenagaan dan Jadwal Pelayanan


Untuk dapat melaksanakan fungsinya dan menyelenggarakan upaya wajib
puskesmas, dibutuhkan sumber daya yang mencukupi baik jumlah maupun
mutunya. Setiap petugas memiliki uraian tugas yang tertulis dan diketahui oleh
Kepala Puskesmas.
Puskesmas Rawat Inap Bayah memiliki 1 orang tenaga laboran. Pelayanan
laboratorium diluar jam kerja yang bersifat on call dilaksanakan oleh petugas dan
dipertanggungjawabkan oleh koordinator atas persetujuan Kepala Puskesmas.

C. Deskripsi Ruangan Laboratorium


Laboratorium di Puskesmas Rawat Inap Bayah terdiri dari satu bangunan
ruangan dengan ukuran 4 x 4 m2 , di dalamnya terdapat meja kerja lab yang
permanen, dengan ventilasi yang cukup dan 2 buah jendela. Di dalam ruangan
tersebut juga terdapat 2 buah lemari, 2 buah kursi, sebuah meja tulis menulis dan
wastafel tempat mencuci.
BAB III
TATA LAKSANA PELAYANAN

A. Pendaftaran dan Pencatatan


Pemeriksan laboratorium adalah suatu tindakan dan prosedur pemeriksaan
khusus dengan mengambil bahan/sample dari penderita berdasarkan Permintaan
dari pengirim yang tertera di formulir permintaan pemeriksaan laboratorium.
B. Pengelolaan Spesimen
1. Specimen infeksius
2. Specimen non infeksius
C. Pemeriksaan laboratorium
Dalam dunia kerja laboratorium tidak hanya satu jenis saja melainkan
banyak jenisnya. Contohnya laboratorium klinik dan kesehatan. Adanya perbedaan
jenis laboratorium maka sumber daya manusia pun memilki klasifikasi masing-
masing. Laboratorium kesehatan adalah sarana kesehatan yang melaksanakan
pengukuran, penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia
atau bahan bukan berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab
penyakit, kondisi kesehatan atau faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan
perorangan dan kesehatan masyarakat.
Laboratorium Klinik adalah laboratorium kesehatan yang melaksanakan
pelayanan pemeriksaan di bidang hematologi, kimia klinik, mikrobiologi klinik,
parasitologi klinik, imunologi klinik atau bidang lain yang berkaitan dengan
kepentingan kesehatan perorangan terutama untuk menunjang upaya diagnosis
penyakit, penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Selain itu,
laboratorium klinik dan kesehatan pun memilki klasifikasi tertentu sesuai dengan
kebutuhan masing-masing laboratorium (metode total Architecture Syntsis ,2009)
Di Puskesmas Liukang Tupabbiring juga terdapat unit Laboratorium yang
melayani pemeriksaan – pemeriksaan laboratorium sederhana, seperti :
 Pemeriksaan Hematologi : Hemoglobin, Eritrosit, Lekosit, Trombosit,
LED
 Pemeriksaan Urinalisa : Protein Urin
 Pemeriksaan Parasitologi : Malaria
 Pemeriksaan Imunologi : Golongan darah, DBD
 Pemeriksaan Kimia Darah : GDS, GDP, Kolesterol, Asam Urat

D. Pengelolaan limbah
Limbah laboratorium adalah bahan bekas pakai dalam pekerjaan di
laboratorium yang dapat berupa limbah cair, padat dan gas.Limbah laboratorium
dapat dibagi menjadi dua, yaitu: limbah umum dan limbah khusus.

 Limbah laboratorium umum adalah limbah yang berasal dari sampah umum
( domestik ) misalnya: kertas.
 Limbah khusus terdiri dari:
1. Limbah khusus padat yaitu peralatan habis pakai seperti alat suntik,
sarung tangan, kapas, botol spesimen, kemasan reagen, sisa spesimen dan
medium pembiakan.
2. Limbah khusus cair yaitu: pelarut organik, bahan kimia untuk pengujian,
air bekas pencucian alat, sisa spesimen.

Penanganan limbah umum, yaitu :

 Sampah dikumpulkan pada tempat sampah dengan tutup rapat, yang dialasi
dengan satu kantong plastik berwarna hitam.
 Sampah-sampah ini dikumpulkan satu hari dalam sehari oleh petugas
kebersihan, dengan membungkus sampah tersebut dengan satu kantong
plastik dan memindahkan ke dalam satu tempat sampah besar.
 Sampah ini kemudian dibawa ke tempat penghancuran sampah rumah sakit
atau ke tempat pengumpulan sampah rumah sakit.

Penanganan limbah khusus, yaitu :

 Limbah khusus padat dimasukkan ke dalam tempat khusus, kemudian


dimasukkan ke dalam kantong berwarna merah.
 Kantong yang berwarna merah tersebut akan ditangani lebih lanjut (di bawa
ke incenerator).

Penanganan limbah khusus cair dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :

 Limbah Cair Infeksius.


Ditambahkan desinfektan dan dibuang langsung ke wastafel khusus
pembuangan limbah laboratorium yang disalurkan ke septik tank
 Limbah Cair non Infeksius : Langsung dibuang ke wastafel yang disalurkan
ke septik tank.

E. Laporan hasil dan arsip


Laporan hasil pemeriksaan yang lengkap adalah laporan hasil pemeriksaan
yang memuat identitas pengirim, identitas pasien, jenis pemeriksaan yang
diperiksa, hasil pemeriksaan, metode yang digunakan, nilai rujukan, tanggal
pemeriksaan dan tanda tangan.
Laporan hasil pemeriksaan laboratorium harus lengkap, tepat waktu dan ada
arsip.
Adapun prosedurnya :

1. Petugas dari masing-masing sub unit Hematologi, Kimia klinik, Serologi,


mikrobiologi, parasitologi cairan tubuh meneliti kesesuaian identitas dengan
hasil pemeriksaan sementara .

2. Masing-masing petugas sub unit memasukkan data ke komputer meliputi:

a. Identitas pengirim
b. Identitas pasien
c. Jenis spesimen
d. Jenis pemeriksaan yang diperiksa.
e. Hasil pemeriksaan
f. Metode yang digunakan
g. Nilai rujukan
h. Tanggal pemeriksaan
3. Petugas dari masing-masing unit meneliti kembali data yang telah dimasukkan
dalam komputer.
4. Masing – masing petugas mengeluarkan print out hasil pemeriksaan setelah
diteliti data tidak ada kesalahan dan menyerahkan print out kapada dokter
penanggung jawab sub bidang.
5. Petugas memasukkan hasil pemeriksaan pasien rawat jalan dalam amplop dan
menyimpannya diloket pengambilan hasil.
6. Petugas menyerahkan hasil pemeriksaan pasien rawat inap kepada petugas di
tiap ruangan.
7. Petugas ditiap ruangan menandatangabi buku ekspedisi serah terima hasil di
buku penerimaan hasil
Tata cara penyimpanan catatan atau hasil pemeriksaan laboratorium secara
sistematis sehingga mudah dicari apabila diperlukan.

Prosedur :
1. Arsip hasil pemeriksaan umum dibuat sesuai dengan aslinya dalam sistem
komputerisasi.
2. Buku-buku besar catatan hasil pemeriksaan disimpak dalam lemari sesuai
dengan kelompok jenis pemeriksaan ( kelompok hematologi, kimia klinik,
Immunologi, mikrobiologi, parasitologi)
3. Penyusunan buku-buku besar catatan hasil pemeriksaan berdasarkan bulan,
triwulan dan tahun.
4. Blanko permintaan tes dibendel setiap hari dan disimpan dalam box, disusun
berdasarkan tanggal, bulan dan tahun.
5. Lama waktu penyimpanan arsip sesuai dengan ketentuan menurut subbagian-
subbagiannya:
a. Kimia klinik : 1 tahun
b. Hematologi : Umum : 1 tahun
a. Khusus : Selamanya
c. Mikrobiologi : Umum :1
Immunologi : Umum : 1 tahun
Cairan tubuh : 1 tahun
d. Parasit : 1 tahun

1. Evaluasi penyimpanan arsip dilakukan setiap 1 tahun dengan memberikan


kesimpulan.

2. Pemusnahan arsip laboratorium dilakukan berdasarkan protap pemusnahan


arsip.

3. Penanggung jawab penyimpanan arsip adalah masing-masing kepala ruangan.


BAB IV
PENUTUP

Laboratorium Kesehatan di Puskesmas merupakan salah satu bagian pelayanan


utama yang menunjang kegiatan pelayanan kesehatan di setiap Puskesmas. Peranan
Laboratorium di Puskesmas saat ini telah menjadi bagian yang cukup diperhitungkan,
penegakan diagnosa penyakit telah banyak mensyaratkan untuk didukung dengan data
hasil pemeriksaan laboratorium.
Puskesmas Rawat Inap Bayah merupakan unit pelayanan kesehatan masyarakat
tingkat pertama yang dalam pelaksanaannya dituntut untuk melaksanakan pelayanan
maksimal. Laboratorium Puskesmas Rawat Inap Bayah sebagai salah satu bagian yang
memberikan kontribusi diharapkan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan juga
memberikan pelayanan laboratorium yang maksimal, baik yang bersifat dasar maupun
pemeriksaan laboratorium yang maksimal baik yang bersifat dasar maupun pelaksaan
laboratorium yang bersifat lanjutan. Sejalan dengan hal tersebut pelaksanaan pelayanan
laboratorium Puskesmas Rawat Inap Bayah diharapkan mampu menjawab kondisi dan
permasalahan kesehatan mesyarakat khususnya di Wilayah Kecamatan Bayah.
Di Puskesmas Rawat Inap Bayah juga terdapat unit Laboratorium yang melayani
pemeriksaan – pemeriksaan laboratorium sederhana, seperti :
 Pemeriksaan Hematologi : Hemoglobin, Eritrosit, Lekosit, Trombosit, LED
 Pemeriksaan Urinalisa : Protein Urin
 Pemeriksaan Parasitologi : Malaria
 Pemeriksaan Imunologi : Goldar, DBD
 Pemeriksaan Kimia Darah : GDS, GDP, Kolesterol, Asam Urat