Anda di halaman 1dari 2

SASARAN

6.1 Tentukan tolak ukur, instrumen pemantauan, target pemenuhan dan target waktu
 Pengendalian Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) : dilakukan dengan mulai
melakukan kegiatan identifikasi B3, dilakukan penyusunan, pengecekan,
pelabelan, penyediaan lembar MSDS nya dan disimpan pada tempat khusus
serta daftar B disahkan oleh pejabat yang berwenang.

 Pengendalian dan penanganan Bahan Infeksius : dilakukan dengan mulai


mengidentifikasi bahan berbahaya biologis, menyediakan tempat penyimpanan
khusus sisa bahan pemeriksaan dan lama penyimpanan sesuai dengan
ketentuan, memastikan semua staf melakukan pembuangan limbah infeksius
dengan benar.

 Pelatihan untuk staf untuk program keselamatan : melakukan training


pengenalan, cara penanganan, cara penyimpanan, cara pemantau B3 dan bahan
bahaya biologis untuk Seluruh staf serta pelatihan tentang pemahaman
pentingnya bekerja aman.

 Melakukan pengawasan penggunaan barang B3 dan penanganan sisa bahan


pemeriksaan untuk keamanan dan keselamatan melalui : petugas menggunakan
APD selama bertugas. melakukan pengawasan dan random audit pada staff
dalam pembuangan limbah padat infeksius dan berbahaya B3.

6.2. Peran :
1. Manajer Quality of Risk
Pimpinan ini bertanggung jawab untuk pengembangan, implementasi, evaluasi
dan pelaporan serta pendokumentasian yang berkaitan dengan Program Bahan
Berbahaya dan Beracun serta Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Juga
bertanggung jawab untuk memastikan bahan berbahaya dan beracun ditangani
dan dikelola secara aman dan sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

2. Kepala Departemen
Kepala departemen dan supervisor mengawasi dan memastikan kesesuaian
penggunaan bahan berbahaya dan beracun sesuai kebijakan. Mereka
bertanggung jawab untuk :
 Mengimplementasikan Program Bahan Berbahaya dan Beracun.
 Memastikan Bahan Berbahaya dan Beracun dan Limbah Bahan Berbahaya
dan Beracun ditangani dengan baik, wadah, penyimpanan dan pelabelan
sesuai kebijakan.
 Mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan khusus departemen
yang mengatur bahan berbahaya dan beracun.
 Memastikan kesesuaian MSDS selalu ada bagi staf yang memerlukannya.

3. Karyawan
 Melakukan proses belajar terus menerus berkaitan prosedur penanganan
bahan berbahaya dan beracun beserta limbahnya agar dapat mengerti tugas
dan tanggung jawabnya.
 Menghadiri training jika diminta.
 Memelihara kewaspadaan akan bahan berbahaya yang bersifat kimia,
infeksius dan radioaktif di departemennya maupun di tempat lain.
 Memelihara pengetahuannya akan MSDS.