Anda di halaman 1dari 13
Devi Solehat, Fathiah Alatas, Reni Oktora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta e-mail: devi.sholehat@uinjkt.ac.id Abstrak.

Devi Solehat, Fathiah Alatas, Reni Oktora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

e-mail: devi.sholehat@uinjkt.ac.id

Abstrak. Team Games Tournament (TGT) merupakan model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam menelaah dan memahami materi dengan bermain dan berkompetisi. Dalam penelitian ini, tahapan games TGT dimodifikasi dengan media kokami. Media kokami merupakan gabungan antara media dan permainan yang mampu menarik minat siswa untuk ikut aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran TGT berbantuan media kokami terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design dan penentuan sampel dalam penelitian ini berdasarkan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berupa tes objektif pilihan ganda dan instrumen nontes berupa angket respon siswa. Berdasarkan analisis data tes, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran TGT berbantuan media kokami terhadap hasil belajar siswa pada konsep fluida statis. Pembelajaran menggunakan model pembelajaran Kooperatif TGT berbantuan media kokami unggul pada jenjang kognitif C1 (mengingat), C2 (memahami), C3 (menerapkan), C4 (menganalisis). Respon siswa terhadap model pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media kokami berada

dalam kategori baik.

Kata Kunci: Model TGT, media kokami, hasil belajar, fluida statis

Pendahuluan

Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu sistem atau proses membelajarkan siswa yang direncanakan atau didesain, dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis agar siswa dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien, pembelajaran dapat dipandang dari dua sudut, yakni sebagai suatu sistem dan sebagai suatu proses (Kokom, 2013). Sehingga sistem pembelajaran sangat diperlukan oleh siswa agar proses pembelajaran pun dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan.

Berdasarkan penelitian pendahuluan di salah satu SMAN Kota Tangerang Selatan mengalami permasalahan yaitu pada proses pembelajaran fisika dimana siswa cenderung tidak aktif dan siswa kurang terlibat dalam proses pembelajaran seperti guru menjelaskan siswa hanya mendengarkan saja. Selain itu dalam pembelajaran siswa lebih banyak belajar secara individualis, siswa yang pintar saja aktif dalam pembelajaran sedangkan siswa yang kurang pintar hanya diam, sehingga sebagian besar siswa nyaman mengobrol saat Kegitan Belajar Mengajar (KBM). Hal itu membuat siswa dalam kelas belum aktif dan komunikatif secara keseluruhan dalam proses pembelajaran, akibatnya hasil belajar fisika siswa pun masih rendah.

Copyright © 2018| Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 9 Mei 2018 “Literasi Digital dalam Agama dan Sains untuk Mewujudkan Kecakapan Hidup Abad 21”

Mengatasi permasalahan di atas, agar siswa tidak individual dan siswa menjadi aktif serta ada komunikatif dalam pembelajaran maka diperlukan model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dimana KBM dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam sistem belajar yang kooperatif siswa memiliki dua tanggung jawab yaitu mereka belajar untuk dirinya sendiri dan membantu sesama anggota kelompok untuk belajar memperoleh keberhasilan (Rusman, 2011). Model pembelajaran kooperatif ini terdiri dari beberapa tipe, salah satu diantaranya yakni model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT).

TGT merupakan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran kooperatif, dimana para siswa dikelompokkan sebanyak 4-6 orang perkelompok secara heterogen berdasarkan jenis kelamin, agama, etnis atau suku (Zulfiani dkk, 2009) . TGT merupakan model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam menelaah dan memahami materi dengan bermain dan bertanding. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerja sama, persaingan yang sehat dan keterlibatan belajar (Rahmawati dan Sunarti, 2016) .

Setiap model pembelajaran tentu memiliki kelemahan masing-masing, begitu pula dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Hasil penelitian dari Wahyu Nur Musyafa yang menerapkan model pembelajaran TGT ditemukan kelemahan pada model tersebut yaitu menggabungkan tahapan games dengan tournament dan kurang menariknya media pada pembelajaran TGT (Wahyu, 2015).

Media juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran disekolah pada khususnya (Azhar, 2010). Pemilihan media yang tepat akan menarik perhatian siswa sehingga dapat menghidupkan aktivitas siswa di kelas (Febriana dkk, 2016). Oleh karena itu diperlukan media yang mampu menarik perhatian siswa dan dapat menghidupkan aktivitas siswa. Salah satu solusinya memodifikasi tahapan games TGT dengan media pembelajaran kreatif dan menarik minat belajar siswa. Salah satu jenis media pembelajaran yang digunakan dan dipadukan dengan model pembelajaran TGT adalah media kokami.

Media kokami gabungan antara media dan permainan yang mampu menarik minat siswa untuk ikut aktif terlibat dalam proses pembelajaran (Siska dan Murtiani, 2015). Dikatakan kokami karena terdiri dari suatu kotak dan kartu misterius, dikatakan misterius sebab kartu dimasukkan kedalam amplop, kemudian amplop diletakkan didalam suatu kotak sehingga isi dari kartu tidak diketahui. Permainan kokami dapat merangsang daya pikir siswa sehingga mereka mampu memahami pesan atau materi yang diberikan dan memacu siswa untuk mencapai tujuan kelompok dengan menjawab permasalahan yang ada pada kartu pesan (Febriana dkk, 2016). Media kokami juga mampu merangsang minat siswa dan perhatian siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa (Neneng dan Siska, 2014).

Konsep yang dapat diambil pada penelitian ini mengenai konsep fluida statis, bahwa

Copyright © 2018| Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

114

Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 9 Mei 2018 “Literasi Digital dalam Agama dan Sains untuk Mewujudkan Kecakapan Hidup Abad 21”

pada konsep fluida statis rata-rata nilai kognitif siswa di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu rata-rata 63, dimana nilai KKM yaitu 75. Konsep fluida statis pada pembelajaran fisika merupakan salah satu konsep yang sangat dekat aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari (Nurfatima dkk, 2015). Namun masih banyak siswa yang mengalami kesulitan memahami konsep fluida statis. Penyampaian materi pada konsep fluida statis selama ini dirasa sangat monoton dan kurang melibatkan siswa dalam pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada materi fluida statis sangat kurang. Oleh karena itu diperlukan model yang dapat membuat siswa aktif dalam pembelajaran fisika.

Metode Penelitian

Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen semu (quasi eksperiment). Eksperimen semu merupakan metode yang mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi eksperimen. Pemilihan metode ini dikarenakan pada kenyataannya sulit mendapatkan kelompok kontrol yang digunakan untuk penelitian (Sugiyono, 2010). Usaha yang dilakukan untuk mengontrol variabel-variabel luar dalam penelitian ini yaitu dengan pengambilan sampel yang dilakukan memilih sampel yang memiliki kemampuan hampir sama.

Pada penelitian ini desain atau rancangan penelitian yang digunakan adalah nonequivalent control group design. Desain ini dilakukan pada dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang tidak dipilih secara random(Sugiyono, 2010). Kedua kelompok dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu agar kedua kelompok memiliki homogenitas yang relatif sama. Desain penelitian ini dapat dinyatakan pada Tabel 1 sebagai berikut:

Tabel 1. Desain Penelitian

Kelompok

Pretest

Treatment

Posttest

Eksperimen

O1

XEksperimen

O2

Kontrol

O1

Xkontrol

O2

Keterangan:

Xeksperimen = Perlakuan yang diberikan kepada kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran koopertif Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media kokami. Xkontrol = Perlakuan yang diberikan kepada kelas kontrol berupa pembelajaran konvensional

= Pretest diberikan kepada kelompok eksperimen dan kelompok

O1

kontrol sebelum diberikan perlakuan. O2 = Posttest diberikan kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah diberikan perlakuan

Copyright © 2018| Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

115

Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 9 Mei 2018 “Literasi Digital dalam Agama dan Sains untuk Mewujudkan Kecakapan Hidup Abad 21”

Hasil dan Pembahasan

Hasil

Berdasarkan hasil perhitungan pretest dan posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen yang terdiri dari 30 siswa, rekapitulasi data dilihat pada Tabel 2. sebagai berikut:

Tabel 2. Rekapitulasi Data Hasil Pretest dan Posttest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen

Penyebaran

dan

Kelas

Pemusatan Data

Pretest

Posttest

Kontrol

Eksperimen

Kontrol

Eksperimen

Nilai Terendah

16

16

76

84

Nilai Tertinggi

52

48

36

40

Rata-rata

36,32

31,70

51,08

64,07

Modus

43,50

29,00

48,05

58,35

Median

38,22

30,50

49,70

61,50

Standar Deviasi

11,68

9,60

11,57

13,75

Berdasarkan Tabel 2. terlihat bahwa terdapat peningkatan nilai rata-rata pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Nilai rata-rata kelas kontrol mengalami kenaikan sebesar 14,76, sedangkan nilai rata-rata kelas eksperimen mengalami kenaikan sebesar 32,37. Hal ini menunjukkan kelas eksperimen lebih unggul dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan kelas kontrol.

Kemampuan kognitif siswa pada materi fluida statis dapat dilihat pada Tabel 3. berikut:

Tabel 3. Nilai Rata-rata Pretest dan Posttest Berdasarkan Jenjang Kognitif Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen

Jenjang

Kelas Kontrol

Kelas Eksperimen

Kognitif

Pretest

Posttest

Pretest

Posttest

C1

50,%

51%

52%

53%

C2

47%

54%

46%

56%

C3

29%

53%

18%

62%

C4

24%

59%

17%

73%

Copyright © 2018| Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

116

Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 9 Mei 2018 “Literasi Digital dalam Agama dan Sains untuk Mewujudkan Kecakapan Hidup Abad 21”

Tabel 3 menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa pada setiap ranah jenjang kognitif di kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Berdasarkan hasil pretest, persentase siswa di kelas kontrol yang menjawab dengan benar soal-soal jenjang kognitif C1 (mengingat) sebesar 50%, C2 (memahami) sebesar 47%, C3 (menerapkan) sebesar 29%, C4 (menganalisis) sebesar 24%. Pada saat posttest, persentase siswa di kelas kontrol yang menjawab dengan benar soal-soal jenjang kognitif C1 (mengingat) sebesar 51%, C2 (memahami) sebesar 54%, C3 (menerapkan) sebesar 53%, C4 (menganalisis) sebesar 59%.

Hasil pretest di kelas eksperimen menunjukkan bahwa persentase siswa yang menjawab benar soal-soal jenjang kognitif C1 (mengingat) sebesar 52%, C2 (memahami) sebesar 46%, C3 (menerapan) sebesar 18%, C4 (menganalisis) sebesar 17%. Pada saat posttest, persentase siswa di kelas eksperimen yang menjawab dengan benar soal-soal jenjang kognitif C1 (mengingat) sebesar 53%, C2 (memahami) sebesar 56%, C3 (menerapkan) sebesar 62%, C4 (menganalisis) sebesar 73%.

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data pretest dan posttest kelas kontrol maupun kelas eksperimen berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas kedua data menggunakan uji Kolmogorov Smirnov. Penelitian menggunakan software SPSS 22 dalam melakukan uji normalitas.

Hasil perhitungan uji normalitas pretest dan posttest kedua sampel penelitian dapat dilihat pada Tabel 4 berikut:

Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Data Pretest-Posttest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen

Statistik

Pretest

Posttest

Kelas Kontrol

Kelas

Kelas Kontrol

Kelas

Eksperimen

Eksperimen

Kolmogorov

0,200

0,041

0,052

0,009

Smirnov

0,05 0,05 0,05 0,05

0,05

0,05

0,05

0,05

Keputusan

Normal

Tidak normal

Normal

Tidak normal

Berdasarkan Tabel 4 nilai sig kelas kontrol pada pretest 0,200 dan posttest sebesar 0,052. Nilai sig kelas kontrol pada saat pretest maupun posttest lebih besar dari taraf signifikansi, sehingga kedua data berdistribusi normal. Nilai sig kelas eksperimen pada pretest 0,041 dan posttest sebesar 0,009. Nilai sig kelas eksperimen pada saat pretest maupun posttest lebih kecil dari taraf signifikansi, sehingga kedua data berdistribusi tidak normal

Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah kedua data kelompok sampel mempunyai varians yang sama (homogen) atau tidak. Uji homogenitas dilakukan pada data

Copyright © 2018| Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

117

Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 9 Mei 2018 “Literasi Digital dalam Agama dan Sains untuk Mewujudkan Kecakapan Hidup Abad 21”

pretest dan posttest kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Uji homogenitas yang digunakan adalah uji Fisher menggunakan Pengujian homogenitas software SPSS 22 dengan

Test of Homogenity of Variance digunakan pada saat pretest maupun posttest. Berikut

merupakan hasil yang diperoleh dari uji homogenitas Tabel 5.

Tabel 5.

Hasil Uji Homogenitas Pretest dan Posttest Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen

Statistik

Pretest

Posttest

Kelas Kontrol

Kelas

Kelas Kontrol

Kelas

Eksperimen

Eksperimen

Uji Fisher

0,357

0,315

0,05 0,05

0,05

0,05

Keputusan

Homogen

Homogen

Berdasarkan Tabel 5 menunjukkan bahwa data pretest dan posttest kedua data

5 menunjukkan bahwa data pretest dan posttest kedua data homogen. Pada saat pretest nilai sig (

homogen. Pada saat pretest nilai sig ( ) 0,357 lebih besar dari taraf signifikansinya. Pada saat

( ) 0,357 lebih besar dari taraf signifikansinya. Pada saat posttest nilai sig ( ) 0,315

posttest nilai sig ( ) 0,315 lebih besar dari taraf signifikansinya. Hal ini menunjukkan kedua data homogen.

Pengujian hipotesis dilakukan setelah uji normalitas dan uji homogenitas pada data pretest dan data posttest dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pada uji normalitas kelas kontrol data pretest dan data posttest berdistribusi normal sedangkan pada kelas eksperimen data pretest dan data posttest berdistribusi tidak normal. Kemudian uji homogenitas pada data pretest dan data posttest, kedua data homogen. Oleh karena itu uji hipotesis menggunakan uji Mann Whiteney Test taraf signifikansi α = 0,05 menggunakan software SPSS 22. Hasil pengujian uji Mann Whiteney dapat dilihat pada Tabel 6 sebagai berikut:

Tabel 6 Hasil Uji Mann Whiteney Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen

Statistik

Pretest

Posttest

 

Kontrol

Eksperimen

Kontrol

Eksperimen

N

35

35

35

35

36,32 31,70 55,20 64,07

36,32

31,70

55,20

64,07

SD

11,68

9,60

12,60

13,75

Copyright © 2018| Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

118

Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 9 Mei 2018 “Literasi Digital dalam Agama dan Sains untuk Mewujudkan Kecakapan Hidup Abad 21”

Sig (2-tailed)

0,073

0,031

Taraf Signifikansi (α)

0,05

Keputusan

H1 ditolak

H1 diterima

Pengambilan keputusan hipotesis diambil berdasarkan pada kriteria pengujian, yaitu jika nilai Sig (2-tailed) < α, maka H0 ditolak dan H1 diterima, sedangkan jika nilai Sig (2- tailed) > α, maka H0 diterima dan H1 ditolak. Berdasarkan Tabel 4.7, terlihat bahwa Sig (2- tailed) hasil pretest sebesar 0,073 lebih besar dibandingkan dengan taraf signifikansi (α) 0,05, sehingga hipotesis nol (H0)diterima dan hipotesis alternatif (H1) ditolak. Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh antara hasil pretest kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Untuk hasil posttest, nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,031 lebih kecil dibandingkan dengan taraf signifikansi (α) 0,05, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media kokami terhadap hasil belajar siswa.

Analisis data nontes yang digunakan berupa angket respon siswa untuk mengetahui respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media kokami yang diperoleh dari kelas eksperimen.

Angket Respon Siswa

Hasil data angket respon siswa direkapitulasi dan dijumlahkan skor masing-masing untuk setiap indikator. Skor yang diperoleh kemudian dihitung persentasenya dan dikonversi menjadi data kualitatif. Hasil perhitungan data angket respon siswa dapat dilihat pada Tabel

7.

Tabel 7 Hasil Angket Respon Siswa terhadap Media Kokami Pada Konsep Fluida Statis

Indikator Angket

Kelas Eksperimen

Persentase

Kesimpulan

Respon siswa dalam pembelajaran menggunakan Media Kokami

76%

Baik

Desain Media Kokami

72%

Baik

Penyajian konsep materi pada Media Kokami

74%

Baik

Rata-rata

74%

Baik

Tabel 7 di atas menunjukkan bahwa respon siswa terhadap pembelajaran fisika menggunakan media kokami pada materi fluida statis rata-rata persentase angket respon siswa 74% dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media kokami dapat membuat siswa lebih memahami konsep fluida statis, sehingga dalam proses pembelajaran menjadi lebih menarik tidak membosankan serta dapat menarik perhatian siswa.

Copyright © 2018| Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

119

Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 9 Mei 2018 “Literasi Digital dalam Agama dan Sains untuk Mewujudkan Kecakapan Hidup Abad 21”

Lembar Observasi Aktivitas Siswa

Tujuan dari lembar observasi aktifitas siswa untuk mengetahui keterlibatan siswa dalam terlaksananya pembelajaran apakah baik atau buruk. Berikut merupakan hasil observasi aktivitas belajar guru dan siswa kelas eksperimen pada Tabel 8:

Tabel 8. Hasil Observasi Aktivitas Siswa menggunakan Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Kokami

Teams Games Tournament

Pertemuan

Pertemuan

Pertemuan

Rata-rata

1

2

3

Pemberian Materi

82%

84%

86%

84%

(sangat baik)

Tim Belajar

84%

77%

84%

82%

(sangat baik)

Menjalankan Games Kokami

86%

88%

91%

88%

(sangat baik)

Menjalankan Turnamen

77%

79%

82%

80%

(sangat baik)

Penghargaan Kelompok

82%

82%

84%

83%

(sangat baik)

Penutup

75%

82%

84%

80%

(sangat baik)

Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dengan model pembelajaran Teams Games Tournament bisa dilihat pada Tabel 8. Setiap tahapan model pembelajaran Teams Games Tournament dan setiap pertemuannya sangat baik.

Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMAN 10 Kota Tangerang Selatan, didapatkan hasil yang berbeda pada kedua kelas setelah diberi perlakuan yang berbeda, kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen yang dalam proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) dan kelas kontrol yang proses pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional. Pada kelas kontrol rata-rata nilai pretest sebesar 35,54 dan kelas eksperimen sebesar 30,74. Dari hasil pretest diketahui bahwa

Copyright © 2018| Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

120

Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 9 Mei 2018 “Literasi Digital dalam Agama dan Sains untuk Mewujudkan Kecakapan Hidup Abad 21”

hasil belajar siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen sangat rendah. Hal tersebut dikarenakan kelas kontrol dan kelas eksperimen belum diberikan perlakuan. Namun, setelah diberikan perlakuan yang berbeda, didapatkan perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata kelas kontrol dengan nilai rata-rata kelas eksperimen.

Hasil uji Mann-Whitney pada saat posttest sebesar Sig (2-tailed) 0,031 bisa dilihat pada Tabel 4.7 lebih kecil dibandingkan dengan taraf signifikan sebesar 0,05 maka terdapat pengaruh model Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media kokami terhadap hasil belajar siswa. Pengaruh model Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media kokami juga ditunjukkan pada hasil posttest kedua kelas, rata-rata hasil belajar kelas eksperimen yang dibelajarkan menggunakan model Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media kokami sebesar 63,40 lebih besar dibandingkan dengan kelas kontrol yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional sebesar 54,51. Hal ini didukung oleh penelitian Micheal van Wyk dimana terjadi peningkatan siginifikan terhadap hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran TGT (Michael Van Wyk, 2011). Dari hasil penelitian Nancy juga menyatakan bahwa model pembelajaran TGT modifikasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa (Nancy, 2012).

Berdasarkan hasil angket respon siswa dalam penggunaan media kokami didapatkan nilai rata-rata sebesar 74% sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media kokami terhadap hasil belajar siswa pada konsep fluida statis. Pada penelitian Nurul dkk mengemukakan bahwa motivasi belajar siswa tinggi cenderung memiliki prestasi lebih baik dari siswa yang cenderung motivasi rendah, motivasi dapat dilihat dari respon siswa terhadap pembelajaran yang menarik. Karena seorang guru berperan sebagai fasilitator dan motivator dengan mengembangkan melalui penerapan metode metode pembelajaran yang inovatif dan sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan hasil belajar siswa (Nurul dkk, 2013).

Perbedaan peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dikarenakan pada kelas eksperimen diterapkannya model Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media kokami, yang mana setiap pertemuan diterapkan tahaptahap TGT dengan berbantuan games soal yang berada dikartu soal kokami, sedangkan pada kelas kontrol dibelajarkan dengan pembelajaran biasa dengan metode ceramah dan latihan soal. Sehingga rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi di bandingkan kelas kontrol. Sehingga model pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media kokami yang berupa kartu soal dapat meningkatkan hasil belajar siswa baik secara kognitif dan dapat menimbulkan respon positif. Pertanyaan ini didukung oleh penelitian Rachmawati dan Sunarti menyatakan bahwa model Teams Games Tournament (TGT) berbantuan kokami yang berupa kartu akan mengajak siswa untuk ikut secara aktif dalam pembelajaran, selain dalam kegiatan belajar diskusi kelompok dalam pengerjaan dapat membantu siswa bekerjasama dalam memecahkan kesulitan dalam belajar sehingga terbentuk kerjasama yang baik antar siswa. Siswa yang pandai dapat menjelaskan kepada temannya yang kurang pandai, kegiatan belajar juga menjadikan siswa lebih aktif sehingga suasana kelas menjadi lebih asyik dan tidak membosankan, kegiatan belajar

Copyright © 2018| Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

121

Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 9 Mei 2018 “Literasi Digital dalam Agama dan Sains untuk Mewujudkan Kecakapan Hidup Abad 21”

menggunakan model Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media kokami menjadikan siswa memiliki tanggung jawab yang lebih terhadap pembelajaran tidak cuma secara individu tapi juga secara kelompok karena mereka memiliki tanggung jawab untuk menjadikan kelompoknya menjadi kelompok yang terbaik dalam games dan tournament (Rahmawari dan Sunarti, 2016).

Peningkatan hasil belajar pada kelas kontrol dan kelas eksperimen juga bisa dilihat dari persentase nilai rata-rata pretest dan posttest berdasarkan jenjang kognitif pada Tabel 4.4. Jika dilihat dari persentase nilai rata-rata pada saat posstest yaitu kelas kontrol siswa yang menjawab benar pada jenjang kognitif C1 sebesar 51% jenjang kognitif C2 sebesar 54%, jenjang kognitif C3 sebesar 53% dan jenjang kognitif C4 sebesar 59%. Sedangkan pada kelas eksperimen siswa yang menjawab benar pada jenjang kognitif C1 sebesar 53%, jenjang kognitif C2 sebesar 56%, jenjang kognitif C3 sebesar 62% dan jenjang kognitif C4 sebesar 73%. Namun pada jenjang Jika dibandingkan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen, kelas eksperimen unggul pada kemampuan memahami (C2), dan menerapkan (C3) dan menganalisis (C4), sedangkan pada kelas kontrol yang unggul hanya pada kemampuan mengingat (C1) saja karena pada kelas kontrol hanya diberikan metode konvensial dan tidak diberikan soal-soal.

Pada jenjang kognitif C1 (mengingat) siswa pada kelas eksperimen juga lebih unggul 1% dibandingkan kelas kontrol. Hal ini disebabkan karena pada games media kokami terdapat visualisasi berupa gambar yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari yang terkait konsep fluida statis. Arsyad mengatakan bahwa media gambar (visual) dapat mempelajari pemahaman (misalnya melalui elaborasi struktur dan organisasi) dan memperkuat ingatan (Azhar, 2010). Oleh karena itu dari gambar dapat membantu siswa dalam menafsirkan dan memahami maksud dari pertanyaan yang diajukan.

Jenjang kognitif C2 (memahami) di kelas eksperimen lebih unggul dibandingkan kelas kontrol, hal ini terjadi karena model Teams Games Tournament (TGT) berbantuan kokami yang menstimulus siswa untuk menghubungkan pengetahuan lama dan pengetahuan baru dengan cara berdiskusi kelompok untuk memecahkan masalah pada tahapan TGT yaitu tahapan tim belajar. Sementara di kelas kontrol siswa hanya mendapatkan penjelasan dari guru secara konvensional. Hal ini sejalan dengan penelitian Febriana Istiqomah, Arif Widiyatmoko, Indah Urwatin Wusqo mengatakan bahwa kegiatan diskusi memancing siswa untuk mengemukakan gagasannya dan dapat menghubungkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru yang diperolehnya (Febriana dkk, 2016).

Media kokami dapat meningkatkan kemampuan siswa pada jenjang kognitif C3 (menerapkan). Peningkatan kemampuan siswa pada jenjang ini disebabkan karena latihan soal yang terdapat pada media kokami dikemas dalam bentuk kartu soal atau games akademik. Sesuai dengan penelitian Miftahul dan Rahayu bahwa mendiskusikan soal yang melibatkan siswa dalam games akademik atau perlombaan dapat meningkatkan penguasaan materi dan mempermudah siswa menelaah materi soal dengan bermain dan berlomba (Miftahul dan Rahayu, 2017). Demikian siswa pada kelas eksperimen lebih terbantu dalam kemampuan C3 (menerapkan) siswa.

Copyright © 2018| Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

122

Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 9 Mei 2018 “Literasi Digital dalam Agama dan Sains untuk Mewujudkan Kecakapan Hidup Abad 21”

Jenjang kognitif C4 (menganalisis), kelas eksperimen memperoleh persentase yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hal ini dikarenakan media kokami pada kartu soal menekankan pada partisipasi aktif untuk pemecahan masalah dalam soal, sehingga sebelum menemukan suatu masalah siswa harus menganalisis terlebih dahulu soal tersebut agar jawaban soal dikatakan benar. Hal ini juga di dukung oleh Suryadi menyatakan bahwa media kokami dapat meningkatkan pemecahan masalah karena dalam pemecahan masalah merupakan bentuk dari berpikir dengan menganalisis atau mendifinisikan masalah, menemukan alternatif masalah, mengevaluasi alternatif pemecahan masalah, menerapkan solusi (Suryadi, 2013). Demikian siswa pada kelas eksperimen lebih terbantu dalam meningkatkan kemampuan analisis siswa.

Penutup

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah:

1. Model pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media

Data

kokami berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada konsep fluida statis

posttest memiliki nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,031 lebih kecil dibandingkan dengan taraf signifikansi (α) 0,05 sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa pada kelas kontrol. Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media kokami mengalami peningkatan kemampuan kognitif C1 (mengingat), C2 (memahami), C3 (menerapkan), C4 (menganalisis), dan C5 (mengevaluasi).

2. Hasil angket respon siswa terhadap model pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media kokami menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media kokami dalam proses pembelajaran fisika pada konsep fluida statis secara keseluruhan memperoleh hasil sebesar 74% dalam kategori baik.

Saran

Saran yang dapat diajukan peneliti sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian ini, Siswa hendaknya mengikuti pembelajaran Kooperatif TGT berbantuan media kokami dengan sungguh sungguh karena pembelajaran Kooperatif TGT mempunyai keunggulan diantaranya menumbuhkan rasa tanggung jawab pada diri siswa bukan hanya dalam diri sendiri namun juga mampu bertanggung jawab pada kelompoknya. Dan Pengelolaan waktu di dalam kelas lebih banyak pada saat pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) sehingga semua latihan yang terdapat pada lembar kegiatan siswa dapat diselesaikan.

Copyright © 2018| Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

123

Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 9 Mei 2018 “Literasi Digital dalam Agama dan Sains untuk Mewujudkan Kecakapan Hidup Abad 21”

Daftar Pustaka

Arsyad, Azhar. 2010. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Febriana

Istiqomah,

Arif

Widyatmoko,

Indah.

2016.

Pengaruh

Media

Kokami

terhadap

Keterampilan Berpikir Kreatif dan Aktivitas Belajar Tema Bahan Kimia”, Unnes Science

Education Journal,Vol. 5 Komalasari, Kokom. 2013. Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi. Bandung: PT Refika

Aditama.

M, Micheal Van Wyk. 2011. The Effect of Team Games Tournaments on Achievment, Retention, and Attitudes of Economics Education Students. Journal Social Science University of Free State South Africa.

Miftahul, Rahayu. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Kartu UNO terhadap Peningkatan Motivasi Belajar dan Hasil Belajar peserta didik SMA”, Jurnal Pendidikan fisika Vol. 6, No. 3 Nancy, 2012. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Team Games Tournament) Modifikasi Pada Mata Pelajaran Kimia Dalam Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa, Jurnal, Universitas Maritim Raja Ali. Neneng Paisah, Siska Desy. 2014. Penerapan Media Kotak dan Kartu Misterius (Kokami) untuk Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 25 Purworejo”, Jurnal Radiasi Vol. 3, No.1 Nurfatima, Swandi, Subaer. 2015. Pengaruh Metode Pembelajaran Berbasis Riset pada Materi Fluida Statis terhadap Hasil Belajar Fisika Kelas XI Madrasah Aliyah Madani Alauddin”,

Prosiding pertemuan Ilmiah XXIX HFI Jateng & Yogyakarta ,ISSN 0853-0833.

Nurul R, Sri Yamtiah, Suryadi. 2013. Pengaruh Penggunaan Metode Teams Games Tournament Berbantuan Media Teka-teki Silang dan Ular Tangga Dengan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Pada Materi Koloid Kelas XI SMA Negeri 1 Simo Tahun Ajaran 2011/2012, Jurnal Pendidikan Kimia, Universitas Sebelas Maret Rachamawati, Sunarti. 2016. Penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan kartu soal untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi hidrokarbon di kelas X-5 SMAN Banjarmasin”,Quantum, Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol. 6, No. 2

Copyright © 2018| Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

124

Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 9 Mei 2018 “Literasi Digital dalam Agama dan Sains untuk Mewujudkan Kecakapan Hidup Abad 21”

Rusman. 2011. Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT

Raja Grafindo Persada. Siska Alwi, Murtiani. 2015. Penerapan Metode Permainan KOKAMI Berdasarkan LKPD Saintifik Dalam Model Quantum Learning Terhadap Kompetensi IPA Peserta Didik Kelas VII

SMPN 31 Padang. Journal Pillar of Physics Education, Vol 6.

Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Suryadi. 2013. Pengaruh Pembelajaran Berbabasis Masalah berbantuan Media Kokami terhadap Prestasi Belajar fiska Ditinjau dari Kemampuan Pemecahan Masalah ”, Jurnal Pendidikan Sains Vol. 1, No. 4 Wahyu Nur. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajran Teknik Penggelasan SMK Negeri 3 Purbalingga”, Skripsi, UNY Yogyakarta Zulfiani, dkk. 2009. Strategi Pembelajaran Sains. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta.

Copyright © 2018| Seminar Nasional Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

125