Anda di halaman 1dari 9

Menurut Hedriksen (1992), pengertian teori adalah suatu susunan hipotesis, konsep, dan

prinsip pragmatis yang membentuk kerangka umum referensi untuk suatu bidang yang
dipertanyakan. Menurut Kerlinger (1973), teori adalah konsep-konsep yang berhubungan satu
sama lainnya yang mengandung suatu pandangan sistematis dari suatu fenomena. Selain itu,
ada tiga hal yang perlu diperhatikan jika ingin mengenal teori yaitu:
Teori adalah suatu proporsi yang terdiri dan konstrak yang sudah didefinisikan secara luas
sesuai dengan hubungan unsur-unsur dalam proporsi tersebut secarajelas.
Teori menjelaskan hubungan antar variabel sehingga pandangan yang sistematik dari
fenomena yang diterangkan variabel-variabel tersebut dapat jelas.
Teori menerangkan fenomena dengan cara menspesifikasikan variabel yang saling
berhubungan.
Suatu teori adalah kumpulan dari beberapa konsep yang membentuk suatu pola realitas. Teori
adalah suatu pernyataan yang menjelaskan secara khusus suatu proses, peristiwa, atau
fenomena yang didasarkan pada observasi beberapa fakta, namun tanpa bukti absolut atau
langsung. Beberapa teori membentuk suatu kelompok pertanyaan yang berkaitan satu sama
lain sehingga memberi makna pada suatu rangkaian kejadian. Teori dapat diuji, dirubah, atau
digunakan sebagai pemandu riset atau sebagai dasar evaluasi. Teori diperoleh melalui dua
metode pokok, yaitu secara deduktif dan induktif. Cara deduktif dimulai dengan menguji
suatu gagasan umum, kemudian melakukan tindakan khusus untuk menarik suatu kesimpulan
khusus. Sedangkan dengan cara induktif prosesnya berlangsung sebaliknya.

http://www.pengertianahli.com/2014/04/pengertian-teori-apa-itu-teori.html
KOMPONEN TEORI

Konsep
Adalah kata-kata, gagasan atau istilah yang melabeli elemen paling penting dalam teori.

1. Konsep nominal: adalah konsep yang tidak terlihat seperti demokrasi atau cinta.

2. Konsep real: adalah konsep yang terlihat seperti ritual atau jarak spasial.

Hubungan (relationship)
Adalah cara dimana sebuah konsep teori digabungkan.

KRITERIA UNTUK MENGEVALUASI TEORI

Scope (lingkup keluasan)


Didasari pada keluasan perilaku komunikasi yang dicakup oleh teori. Meski teori harus bisa
menjelaskan komunikasi menjadi bermakna namun tetap harus ada batasan pada keluasan
lingkup atau cakupannya.

Logical Consistency
Teori harus masuk akal dan memiliki konsistensi logic yang dan tidak bertentangan. Teori
harus dapat membuat penjelasan yang baik, yang menunjukkan bahwa konsep-konsep saling
bekerjasama dan hasil apa yang didapat dari interaksinya.

Parsimony
Apakah bisa se-simpel mungkin menjelaskan fenomena. Jika sebuah teori dapat
menejelaskan perilaku komunikator hanya dengan satu konsep, tidak perlu lagi menggunakan
konsep-konsep lainnya.

Utility
Apakah teori bisa digunakan? Teori seharusnya dapat menjelaskan elemen-elemen komuniksi
yang tadinya tidak jelas.
Testability
Testability mengacu kepada kemampuan untuk menginvestigasi keakuratan teori.

Heurism
Apakah teori telah digunakan dalam penelitian secara intensif untuk menciptakan cara baru
berpikir mengenai komunikasi.

Test of time
Sudah berapa lama sebuah teori digunakan dalam penelitian komunikasi.

Menurut Littlejohn (1996) fungsi teori ada 9 (sembilan) yaitu:

Mengorganisasikan dan menyimpulkan


Kita tidak melihat dunia dalam kepingan-kepingan data. Sehingga dalam mengamati realitas
kita tidak boleh melakukannya setengah-setengah. Kita perlu mengorganisasikan dan
mensintesiskan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan. Pola-pola dan hubungan-hubungan
harus dapat dicari dan ditemukan. Kemudian diorganisasikan dan disimpulkan. Hasilnya
berupa teori dapat dipakai sebagai rujukan atau dasar bagi upaya-upaya studi berikutnya.

Memfokuskan
Teori pada dasarnya hanya menjelaskan tentang suatu hal bukan banyak hal. Untuk itu aspek-
aspek dari suatu objek harus jelas fokusnya.

Menjelaskan
Teori harus mampu membuat suatu penjelasan tentang hal yang diamatinya. Penjelasan ini
berguna untuk memahami pola-pola, hubungan-hubungan dan juga menginterpretasikan
fenomena-fenomena tertentu. Atau dengan kata lain teori-teori menyediakan tonggak-tonggak
penunjuk jalan untuk menafsirkan, menerangkan dan memahami kompleksitas dari
hubungan-hubungan manusia.

Mengamati
Teori tidak hanya menjelaskan tentang apa yang sebaiknya diamati tetapi juga memberikan
petunjuk bagaimana cara mengamatinya. Terutama bagi teori-teori yang memberikan
definisi-definisi operasional, teoretikus bersangkutan memberikan kemungkinan indikasi
yang paling tepat mengenai apa yang diartikan oleh suatu konsep tertentu. Jadi dengan
mengikuti petunjuk-petunjuk kita dibimbing untuk mengamati seluk beluk yang diuraikan
oleh teori itu.

Membuat prediksi
Fungsi prediksi ini dengan berdasarkan data dan hasil pengamatan maka harus dapat dibuat
suatu perkiraan tentang keadaan yang bakal terjadi apabila hal-hal yang digambarkan oleh
teori juga tercermin dalam kehidupan di masa sekarang.

Heuristik (membantu proses penemuan)


Sebuah aksioma yang terkenal adalah bahwa suatu teori yang baik melahirkan penelitian.
Teori yang diciptakan harus dapat merangsang timbulnya upaya-upaya penelitian selanjutnya.

Mengkomunikasikan pengetahuan
Teori harus dipublikasikan, didiskusikan, dan terbuka terhadap kritikan-kritikan. Sehingga
penyempurnaan teori akan dapat dilakukan.

Kontrol/mengawasi
Fungsi ini timbul dari persoalan-persoalan nilai, di dalam mana teoretikus berusaha untuk
menilai keefektifan dan kepatutan perilaku tertentu. Teori dapat berfungsi sebagai sarana
pengendali atau pengontrol tingkah laku kehidupan manusia.

Generatif
Fungsi ini terutama sekali menonjol dikalangan pendukung aliran interpretif dan teori kritis.
Menurut mereka, teori juga berfungsi sebagai sarana perubahan sosial dan kultural, serta
sarana untuk menciptakan pola dan cara kehidupan yang baru.

Menurut Graham C. Kinloch teori adalah suatu proposisi yang berfungsi untuk menjelaskan
suatu fenomena atau gejala, apabila terdapat teori sosial maka teori tersebut akan
menjelaskan gejala-gejala sosial, apabila terdapat teori hukum, maka teori hukum adalah
merupakan proposisi yang menjelaskan fenomena atau gejala hukum.
Penggunakan suatu teori sangat penting dalam penelitian karena teori berfungsi membantu
mengkompilasi pengetahuan yang akan diteliti. Teori berfungsi sebagai guidence dalam arti
panduan untuk menyeleksi informasi yang tidak diperlukan dan tidak relevan dapat
dikesampingkan. Teori menjadi point of depature atau titik berangkat frame work/kerangka
kerja karya ilmiah dan sekaligus mengontrol kemungkinan bias dalam melakukan
pengamatan dan atau interpretasi.
https://ismayadwiagustina.wordpress.com/2012/11/26/pengertian-teori/
CARA MENGEMBANGKAN TEORI
MENYUSUN TEORI
1. Tanyakan "mengapa?" Cari pola antara beberapa hal yang tampaknya tidak berkaitan.
Selidiki akar penyebab di balik peristiwa sehari-hari, dan cobalah memprediksi apa yang
akan terjadi berikutnya. Jika Anda sudah memiliki benih teori di kepala, amati subjek ide
tersebut dan kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Catat "bagaimana", "mengapa", dan
kaitan antara semuanya.[1]
Apabila belum memiliki gambaran teori atau hipotesis, mulailah dengan membentuk
hubungan. Anda mungkin saja akan mendapatkan ide tiba-tiba jika melihat dunia dengan rasa
penasaran.
2. Kembangkan teori untuk menjelaskan hukum. Secara umum, hukum ilmiah adalah
deskripsi fenomena yang sudah diamati. Hukum ilmiah tidak menjelaskan mengapa ada
fenomena atau apa yang menyebabkannya. Penjelasan fenomena disebut teori ilmiah. Ada
kesalahpahaman umum bahwa teori berubah menjadi hukum dengan penelitian yang cukup.
[2]
Sebagai contoh, Hukum Gravitasi Newton merupakan yang pertama kali mendeskripsikan
secara matematis bagaimana dua benda di alam berinteraksi dengan satu sama lain. Akan
tetapi, hukum Newton tidak menjelaskan mengapa ada gravitasi, atau bagaimana kerja
gravitasi. Baru tiga abad kemudian, ketika Albert Einstein mengembangkan Teori Relativitas,
ilmuwan mulai memahami bagaimana dan mengapa gravitasi bekerja.
Gambar berjudul Develop a Theory Step 3
3. Cari preseden akademis untuk teori Anda. Pelajari apa yang sudah diuji, dibuktikan, dan
disangkal. Ketahui semua hal tentang subjek yang Anda teliti, dan tentukan apakah ada yang
pernah mempertanyakan hal yang sama sebelum Anda. Pelajari sehingga Anda tidak
melakukan kesalahan yang sama.[3]
Gunakan pengetahuan Anda untuk memahami subjek. Ini termasuk persamaan, pengamatan,
dan teori yang sudah ada. Jika Anda mengamati fenomena baru, cobalah mendasarkan pada
teori terkait yang sudah terbukti.
Cari tahu apakah sudah ada yang mengembangkan teori Anda. Sebelum melanjutkan, sebisa
mungkin pastikan bahwa belum ada yang mengeksplorasi topik ini. Jika Anda tidak
menemukan apa pun, silakan mengembangkan teori. Jika sudah ada yang membuat teori
serupa, baca laporannya dan lihat apa yang bisa Anda kembangkan dari sana.
Gambar berjudul Develop a Theory Step 4
4. Buat hipotesis. Hipotesis adalah tebakan atau proposisi terarah yang bertujuan menjelaskan
serangkaian fakta atau fenomena alami. Usulkan kemungkinan realitas yang secara logis
mengikuti pengamatan. Cari pola, dan pikirkan apa yang mungkin menyebabkan hal itu.
Gunakan rumus "jika, maka": "Jika [X] benar, maka [Y] benar", atau "Jika [X] benar, maka
[Y] tidak benar". Hipotesis formal memiliki variabel "independen" dan "dependen". Variabel
independen merupakan penyebab potensial yang dapat diubah dan dikontrol, sementara
variabel dependen adalah fenomena yang diamati atau diukur.
Jika Anda menggunakan metode ilmiah untuk mengembangkan teori, hipotesis harus dapat
diukur. Anda tidak dapat membuktikan teori tanpa angka yang mendukung.
Usahakan membuat beberapa hipotesis yang menjelaskan pengamatan. Bandingkan
semuanya. Pertimbangkan di mana hipotesis tersebut saling bertumpang tindih dan di mana
perbedaannya.
Contoh hipotesis: "Jika kanker kulit berkaitan dengan sinar ultraviolet, maka orang yang
sering menerima paparan sinar UV memiliki risiko tinggi terkena kanker kulit." atau "Jika
warna daun berubah sesuai temperatur, maka mengekspos tanaman pada temperatur akan
mengubah warna daunnya."[4]
Gambar berjudul Develop a Theory Step 5
5. Ketahui bahwa semua teori dimulai sebagai hipotesis. Hati-hati, jangan salah membedakan
keduanya. Teori adalah penjelasan teruji tentang mengapa ada pola tertentu, sementara
hipotesis hanyalah prediksi alasan untuk pola tersebut. Teori selalu didukung oleh bukti.
Akan tetapi, hipotesis hanya kemungkinan hasil yang dianggap benar, tetapi bisa saja tidak
benar, dan masih perlu dibuktikan.[5]

MENGUJI HIPOTESIS
1.Rancang eksperimen. Menurut metode ilmiah, teori Anda harus dapat diuji.[6]
Kembangkan cara untuk menguji apakah tiap hipotesis Anda benar. Pastikan Anda melakukan
pengujian dalam lingkungan terkontrol. Usahakan memisahkan peristiwa dan penyebab yang
Anda usulkan (variabel dependen dan independen) dari apa pun yang membuat hasilnya jadi
rumit. Anda harus teliti, dan perhatikan faktor eksternal.
Pastikan eksperimen Anda dapat diulang. Dalam kebanyakan kasus, hipotesis tidak cukup
hanya dibuktikan sekali. Rekan-rekan Anda harus dapat mengulang eksperimen sendiri dan
mendapatkan hasil yang sama.
Minta rekan atau penasihat meninjau prosedur pengujian Anda. Mintalah salah satu dari
mereka mempelajari pekerjaan Anda dan mengonfirmasi bahwa logika Anda masuk akal. Jika
Anda bekerja dengan partner, pastikan semua orang memberi masukan.
Gambar berjudul Develop a Theory Step 7
2. Cari dukungan. Dalam beberapa bidang studi, sulit menjalankan eksperimen kompleks
tanpa akses pada peralatan dan sumber daya tertentu. Peralatan ilmiah kadang mahal dan sulit
didapatkan. Jika Anda kuliah, bicaralah dengan dosen dan peneliti yang mungkin dapat
membantu.
Jika Anda bukan mahasiswa, pertimbangkan menghubungi dosen atau mahasiswa
pascasarjana di universitas lokal. Misalnya, hubungi departemen fisika jika Anda ingin
mengeksplorasi teori fisika. Jika ada universitas yang sedang mengerjakan riset di bidang
Anda, tetapi jaraknya jauh, pertimbangkan untuk mengirim surel.
Gambar berjudul Develop a Theory Step 8
3. Buat catatan akurat. Sekali lagi, eksperimen harus dapat diulang. Orang lain harus bisa
melakukan pengujian yang sama seperti Anda dan mendapatkan hasil yang juga sama. Catat
semua yang Anda lakukan dalam pengujian dengan akurat. Pastikan semua data dimasukkan.
Jika Anda seorang akademisi, Anda bisa mengakses arsip data mentah yang dikumpulkan
dalam proses penelitian ilmiah. Jika ilmuwan lain memerlukan eksperimen Anda, mereka
dapat mencarinya di arsip tersebut atau meminta data dari Anda. Pastikan Anda bisa
menyediakan semua detail.
Gambar berjudul Develop a Theory Step 9
4. Evaluasi hasilnya. Bandingkan semua prediksi Anda dengan satu sama lain dan dengan
hasil eksperimen. Carilah pola. Pikirkan apakah hasil tersebut menunjukkan sesuatu yang
baru, dan apakah ada sesuatu yang Anda lupakan. Terlepas dari apakah data tersebut
mengonfirmasi hipotesis Anda atau tidak, carilah variabel tersembunyi atau "eksogen" yang
memengaruhi hasil.
Gambar berjudul Develop a Theory Step 10
5. Tetapkan kepastian. Jika hasil eksperimen tidak mendukung hipotesis, tolak prediksi
sebagai tidak benar. Jika Anda dapat membuktikan hipotesis, berarti teori Anda selangkah
lebih dekat untuk dikonfirmasi. Dokumentasikan hasil eksperimen dengan detail sebanyak-
banyaknya. Jika prosedur pengujian dan hasilnya tidak dapat diulang, tentunya eksperimen
Anda tidak begitu berguna.
Pastikan hasil tidak berubah tiap kali eksperimen dilakukan. Ulangi pengujian sampai Anda
yakin.
Ada banyak teori yang dilupakan setelah disangkal oleh eksperimen. Akan tetapi, jika teori
baru Anda menjelaskan sesuatu yang tidak dapat dijelaskan teori sebelumnya, mungkin itu
merupakan kemajuan ilmiah yang penting.

MENERIMA DAN MEMPERLUAS TEORI


Gambar berjudul Develop a Theory Step 11
1
Tarik kesimpulan. Tentukan apakah teori Anda valid, dan pastikan hasil eksperimen dapat
diulang. Teori yang sudah diterima tidak bisa dibantah lagi dengan alat dan informasi yang
dimiliki. Akan tetapi, jangan memutar teori menjadi fakta absolut.[7]
Gambar berjudul Develop a Theory Step 12
2
Bagikan hasilnya. Mungkin Anda mengumpulkan banyak informasi dalam perjalanan
membuktikan teori. Setelah yakin bahwa hasil eksperimen Anda bisa diulang dan
kesimpulannya valid, cobalah menyusun teori ke dalam bentuk yang dapat dipelajari dan
dipahami orang lain. Jabarkan proses yang Anda jalani dalam urutan logis. Pertama, tulis
"abstrak" yang meringkas teori, kemudian uraikan hipotesis, prosedur eksperimen, dan
hasilnya. Usahakan menyusun teori menjadi rangkaian poin atau argumen. Terakhir, akhiri
laporan dengan kesimpulan.
Jelaskan bagaimana Anda menentukan pertanyaan, pendekatan yang diambil, dan cara
pengujiannya. Laporan yang baik mampu mengajak pembaca melalui pemikiran dan tindakan
relevan yang membawa Anda pada kesimpulan.
Pertimbangkan audiens. Jika Anda ingin membagi teori dengan rekan di bidang yang sama,
tulis laporan formal yang menjelaskan hasil yang Anda dapatkan. Pertimbangkan untuk
memasukkan karya Anda ke jurnal akademis. Jika Anda ingin agar temuan tersebut dapat
diakses publik, cobalah menyusun teori ke dalam media yang mudah dicerna, seperti dalam
bentuk buku, artikel, atau video.
Gambar berjudul Develop a Theory Step 13
3
Pahami proses tinjauan rekan. Dalam komunitas ilmiah, teori umumnya tidak dianggap valid
sampai sudah ditinjau oleh sesama rekan. Jika Anda memasukkan temuan ke dalam jurnal
akademis, ilmuwan lain mungkin ingin meninjaunya. Artinya, mereka akan menguji,
mempertimbangkan, dan mengulang teori dan proses yang Anda ajukan. Tinjauan mereka
akan mengonfirmasi teori Anda, atau menyangkalnya. Jika teori tersebut mampu melewati
pengujian, orang lain dapat mengembangkan ide Anda dengan mengaplikasikannya pada
subjek lain.
Gambar berjudul Develop a Theory Step 14
4
Lanjutkan teori Anda. Proses pemikiran tidak perlu dihentikan setelah teori Anda dibagikan.
Saat menulis laporan, mungkin Anda terdorong untuk mempertimbangkan faktor yang sudah
diabaikan. Jangan takut melanjutkan pengujian dan merevisi teori sampai Anda puas.
Mungkin Anda membutuhkan penelitian lagi, eksperimen lebih, dan laporan lain. Jika
cakupan teori Anda cukup luar, mungkin Anda tidak akan dapat menyempurnakan
implikasinya secara keseluruhan.
Jangan takut berkolaborasi. Anda mungkin tergoda untuk menguasai ide sendiri, tetapi ide
tersebut bisa saja lebih hidup ketika dibagikan dengan rekan, teman, dan penasihat.