Anda di halaman 1dari 8

IBU, JANGAN TINGGALKAN AKU

Pada suatu hari di sebuah desa “Suka Maju” hiduplah seorang ibu dan anaknya
yang bernama Tarista. Tarista adalah anak tunggal yang suka melawan kepada
orang tua, serta ia tak pernah taat kepada ajaran agama Islam, ajaran Allah SWT.
Ibunya sendiri yang menafkahi dirinya dengan membuka pengajian muslimah,
sedangkan ayahnya telah lama pulang ke rahmattullah. Sebenarnya sebelum
ayahnya meninggal dunia,Tarista anak yang baik ,solehah. Tapi semua berubah
seketika begitu saja ketikah ayahnya meninggal, ia begitu terpukul dan merasa
tuhan tidak berperilaku adil padanya . waktu itu adalah sore yang sejuk dan indah.
Tarista dan teman-tamanya se Genk nya sedang asik nongkrong-nongkrong di
“basecamp” biasa mereka.

Yella : Ehh, Tar kebayang gak sih kalau kita pakai jilbab ??

(sambil menguntir untir rambutnya yang cantik itu)

Tarista :hahaha …..ya gak mungkin lah! Hari gewneh pake jilbab ?? cappe
ddeh.

Rima :hahaha… bisa mirip badut nyasar gak ya ?

Yella : haha… mungkin dunia bisa kiamat deh kalau kalian pakek jilbab!!

Rima :betul.. betul.. betul.. huu!!! Apa kata dunia ya?? Gak gaul…gaul gak
gaul !!!!

(tiba –tiba para santrinya ibu Ria (ibunya Tarista) lewat. Mereka hendak pergi ke
pangajian. Genk Tarista yang jahil lansung mengganggu mereka)

Yella : eheemmm… ehemmm cewek..!!!! cco cweet banget sih …mau


kemana sih…mau kemana siih?

(Salah satu santri menyelutub dan santri-santri yang lainnya ikut bisik-bisik karena
risih oleh ulah mereka)

Rima : weii lihat deh matanya serem loh..


Yella : tau ah mau apa sih mereka hii

Rima : woii woii cantik-cantik pada mau kemana? Huu !! cantik-cantik


sombong ? mentang-mentang berjilbab !!!

Tarista : ntah huu!!!

(para santri yang sudah tahu tabiat mereka setengah berlari menghindari mereka.
Ada juga yang ketakutan, hingga tibalah mereka ke rumah ibu Ria )

Firdaus : TOK.. TOK.. TOK.. Assalamu’alaikum

Ibu : Wa’alaikumsalam mari masuk.. (uhuk-uhuk) .. mari masuk anak-


anakku …

Ibu : (ceramah!!! )

(Tiba-tiba saat ibu sedang ceramah dengan khitmat tarista datang dan menyeruak
ke dalam rumah. Ia sangat marah melihat para santri berkumpul-kumpul di
rumahnya, itu menghalangi jalannya ke kamar. Dengan amarah yang menggebu-
nggebu ia membentak para santri)

Tarista : woii!! Ngapain kalian disini haa? Minggir-minggir!! Apa-apaan ini ?


pulang-pulang sana hush hush!!

Ibu : Astaughfirullah nak (memegang pundak Tarista)

Tarista : alah … udahlah… pulang sana !!! pulang !!! lagian gak ada gunanya
pengajian kayak gini.. buang-buang waktu saja!! (pergi beranjak
dengan menghentakan kaki keras-keras pertanda ketidak
sukaannya).

Ibu : ya udahlah … (uhuk..uhuk).. ibu mohon maaf atas kelakuan Tarista.


sebaiknya kita sudahi aja dulu pengajian kita kali ini dengan
menyebut hamdalah.

Para santri : Alhamdulillah, kami permisi dulu bu. Assalamu’alaikum…


(setelah pulangnya para santri, di rumah Tarista berteriak memanggil ibunya. Ia
ingin uang saku sebanyak-banyaknya. Tarista yang ingin pergi begitu malu karena
ditunggu teman-temannya)

Tarista : buu!!! Ibu!!!..

Ibu : (terkaget) Astaughfirullah Tarista ada apa kamu berteriak-teriak


begitu ?

Tarista : Alah ibu jangan banyak Tanya … sekarang aku perlu uang.. uang!!!
(membentak ibu)

Ibu : tapi nak, kamu mau kemana lagi? Kamu kan baru saja pulang?
Tak baik anak perempuan begitu

Tarista : (amarahnya mulai memuncak) ibu gak usah sok ngatur aku yaa!!!
Emang ibu peduli apa sama aku hah? Sekarang juga aku mau
uangku..!!! suka-sukakulah mau kemana (sambil mendorong ibu)

Cepatlah bu aku mau!!Aku malu sama teman- temanku !!

Ibu :(tatapan kesedihan yang mendalam)Tar kamu kan tau ibu


kesusahan mencari nafkah,untuk makan aja susah,ibu sedang benar
benar gak ada duit nak…(memegang pundak Tarista )

Tarista :(menghempas tangan ibu dan mendorongnya hingga jatuh ) Dasar


orang tua gak berguna!!Miskin!!Dengar ya bu,aku berharap untuk
menjadi anak ibu !!! TUHAN emang gak adil sama aku……… minggir
aku mau pergi .

(merogoh uang di saku ibu dangan paksa. Tarista membuat hati ibu terluka.ibu
berusaha menentang Tarista usahanya sia-sia ibu yang sakit tak berdaya
terbaring lemah karena didorong Tarista. Diluar Tarista senang senang dengan
genknya yang sedang tertawa tawa. Mereka menjahili siapa saja orang yang lewat
, sama sekali tidak tau bahwa ibunya dirumah sekarat)

(maymun, zeti, yunita, dan firda sedang diperjalanan pulang. Tiba –tiba yunita
teringat akan bukunya yang tertinggal di rumah ibu Ria.)
Yunita : ya ampun .. teman teman ! buku ku ketinggalan (menepuk kening)

Firdaus : dimana yun ?

Yunita : di rumah Ibu Ria… ayo teman’i aku mengambilnya

(mereka pun pergi kerumah Ibu Ria untuk mengambil bukunya Yunita. Setelah
sampai Yunita mengetuk pintu tapi tak ada jawaban. Karena tidak dibukakan
pintu, Yunita pun masuk ke dalam. Begitu masuk Yunita kaget. Ibu sudah terletak
tak berdaya. Ibu pun menyampaikan sepucuk surat sebagai pesan terakhirnya
untuk Tarista. akhirnya ibu telah berpulang ke Rahmatullah)

Yunita : ibu!!ibu!!ibu!!bangun bu ..??ibuuu….!!

(Diluar Firda dan santri lainnya mendengar jeritan dari arah rumah ibu)

Firda : kayaknya ada jeritan deh ..

Zeti : iya kayaknya dari arah rumah Ibu,ayo kita lihat apa yang terjadi
ya?

(semua santri kaget )

Yunita : ibu…ibu jangan pergi ..!!ibu..huhuhu

(untuk mengiringi kepergian ibu, para santri membaca Yasin, namun tiba –tiba
Tarista yang berpergian dari tadi pulang, ia sampai rumah dan tidak percaya akan
kenyataan…….)

Tarista : apa apaan ni haa?woi jawab ada apa?ini siapa?JAWAB?

(mendorong bahu zeti )

Zeti : apa sih Tar?? Jadi kamu belum sadar juga!!! Ini semua gara gara
kamu , ibu sangat menyayangi kamu tapi kamu malah tidak ada disaat akhir dari
hidupnya…kamu jahat Tar…jahat (menunjuk nunjuk muka Tarista )

Yunita : iyaaaa! anak macam apa kamu Tar kamu sama sekali tak mengerti
keadaan ibumu.....!
Tarista : apa kalian bilang!! gak mungkin!! ibuku masih baik-baik aja tadi
!!!!! kau apakan ibu ku hah!!! (mendorong kasar Zeti hingga jatuh)

Zeti : apa sih mau mu Tar!! apa !! (berteriak sekeras mungkin. emosi
menyalah di wajahnya) ibu mu udah gak ada lagi!! masih mau
nyalain siapa? nyalahin orang lain !!

Maymunah : sekarang apa yang mau kamu lakukan? udah puas membuat ibu
sakit dan menderita? apa ? sekarang kau mau apa
lagi?jawab!!!pergi lagi dengan teman se genk mu ituuu??ayo
silahkan....(mendorong - dorong Tarista)

Yunita : sudah lah kalian kenapa malah bertengkar..ibu sudah pulang ke


sisihNya tak ada yang perlu dipersalahkan. Tarista kami turut
prihatin pada keadaanmu,Tar...

Maymuna : ibu kamu udah tidak ada Tar, ibu kamu meninggal Tar (suara yang
lemah penuh duka kesedihan. (maymuna berbisik di samping
Tarista sambil memegang pundak Tarista , air matanya mengalir)

Tarista : gakk!!! ga mungkin!!! kalian semua bohong !!! mana ibu ku??gak
mungkin ....gakkk!!! IBU (Tarista terduduk disamping ibu. Badanya
terhempas kelantai.ia tak tahan lagi menahan duka dan
pilunya.pikiran kacau dan hatinya hancur berkeping keping...ia
memangil mangil ibuya ... tapi sia-sia. Ibunya telah tiada,semuanya
sudah terlambat....di saat akhir nafas ibunya pun ia tak melihat
beliau)

(semenjak kepergiaan ibu Tarista menjadi anak yang bersedih, pelamun dan suka
menyendiri. ia tidak lagi berteman dengan teman se genknya.suatu ketika sore
hari. Tarista seorang diri duduk termenung didalam rumah. Tiba-tiba para santri
alm ibunya dulu datang mengirim surat terakhir ibunya)

para santri : TOK...TOK...TOK.. Asalamualaikum..Tar!!! Tarista

tarista : (membuka pintu) walaikumsallam Hai, ayo masuk..


Yunita : Tar, sebenarnya ibumu menitipkan surat untukmu sebelum
meningal dunia. Ini(sambil memberikan surat pada Tarista)

(Tarista membaca surat)

(Air matanya jatuh... ia merasa sangat menyesal dan sedih)

Yunita : yang kuat ya Tar... harus tabah.... dibalik cobaan pasti ada hikmah
dan kemudahan...

Firda : Tar, mulai sekarang jadilah anak yang soleha! agar do'amu dapat
dikabulkan oleh Allah SWT. berdo'alah untuk ibumu.

Maymuna : mulai sekarang kita teman ya Tar, kalau butuh bantuan kita akan
selalu ada untukmu

(Mereka semua berpelukan)

(Tarista sangat bersyukur karena masih memiliki teman yang baik. Tarista kini
telah menjadi anak soleha, ia mengenakan jilbab. Ia ingin membahagiakan ibunya
di akhirat mereka semuapun memeluk Tarista.)
Wahai anakku …..

Surat ini datang dari ibumu, yang selalu dirundung sengsara . Setelah
berfikir panjang, ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena,
sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri ini.

Setiap kali menulis, setiap itu pula gores tulis ini terhalangi oleh tangis.
Dan setiap kali menitihkan air mata, setiap itu pula hati ini terluka.

Wahai anakku…..

Sepanjang masa yang telah engkau lewati kulihat engkau telah menjadi
perempuan dewasa, perempuan yang cerdas dan bijak. Karenanya
engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau akan
remas kertas ini, lalu engkau robek robek, sebagaimana sebelumnya
engkau telah remas remas hati ibu, dan telah engkau robek pula
perasaanya.

Wahai anakku…..

Terasa lama hari hari yang telah kulewati, hanya untuk melihat
rupamu. Detik demi detik kuhitung demi mendengar suaramu. Akan
tetapi penantianku seaakan sangat panjang. Aku selalu berdiri di depan
pintu hanya untuk menanti kedatanganmu. Setiap kali berderit pintu,
aku menyangka bahwa engkaulah orang yang datang itu. Setiap kali
telepon bordering, aku merasa bahwa engkau yang akan meneleponku.
Setiap suara kendaraan yang lewat aku merasa bahwa engkaulah yang
datang.

Akan tetapi semua itu tidak ada, penantianku sia sia, dan harapanku
hancur berkeping keping. Yang ada hanya keputus asaaan … yang
tersisa hanya kesedihan dari semua keletihan yang selama ini
kerasakan, sambil menangis diri dan nasib yang memang ditakdirkan
olehNya.

Tarista anakku jadilah engkau anak yang sholehah, dan doakan orang
tuamu selalu.
Naskah drama
Berjudul : Ibu, jangan tingggalkan aku
Nama kelompok :
 Ria Rosmawati P.S (03)
 Rima Azizatul L. (05)
 Siti Firdaus A. (15)
 Siti Maimunah. (16)
 Tarista Salsabilla. (22)
 Yela Fara Yelita. (30)
 Yuda Bagus S. (33)
 Yunita Wahyu A. (34)
 Zeti Sukmawati. (36)
Peran :
 Ria : Ibu Ria (Ibunya Tarista)
 Firdaus : Firda (santri)
 Maimunah :Maimun (santri)
 Tarista :Anak (anak ibu Ria)
 Yela :Yela (teman tarista)
 Yuda :Narator
 Yunita :Yunita (santri)
 Zeti :Zeti (santri)