Anda di halaman 1dari 3

2.

1 Anatomi dan Fisiologi Tendon

Tendon merupakan bagian dari sistem gerak, berupa jaringan ikat yang
berfungsi sebagai penghubung antara otot dan tulang yang memindahkan
kekuatan dari otot ke tulang sehingga menghasilkan gerakan. Hal ini merupakan
perpaduan yang dinamis dan terintegrasi dari sel yang membentuk struktur dan
fungsi jaringan secara khusus. 1

Tendon terdiri dari 70% air dan dry mass 30% yang tersusun menjadi
kolagen tipe I sebanyak 60%-80% dan 2% elastin. Tendon yang sehat berwarna
putih mengkilat dan mempunyai tekstur fibroelastik, bila dilihat secara
makroskopis mempunyai bentuk yang bervariasi, dapat berbentuk bulat seperti tali
atau pipih seperti sabuk. Tendon terdiri dari kelompok fesikel berupa kumpulan
(bundle) berbahan utama kolagen, lapisan paling dalam adalah endotendon dan
dibungkus oleh epitenon sebagai lapisan terluarnya. Tendon terdiri dari lapisan sel
fibroblas (merupakan jenis sel terbanyak) dibungkus oleh fesikel yang terdiri dari
serat fibril (peritenon). Fibroblas sendiri terdiri dari serat kolagen. Kolagen
membentuk 75% berat kering tendon dan berfungsi untuk menahan dan
memindahkan gaya antara otot dan tulang. 2,3
2 jenis tendon, yang pertama adalah tendon yang terbungkus yaitu
paratenon, dan tendon yang tidak terbungkus. Paratenon adalah tendon yang
masih mendapatkan suplai vaskuler meskipun hanya sedikit, sedangkan tendon
yang tidak terbungkus disebut mesotenon / vinncula yang berada di area
avaskuler, hanya mendapatkan nutrisi dari cara difusi/ osmosis saja. Dengan
demikian tipe yang kaya akan vaskuler yaitu paratenon yang terbungkus tadi bila
terdapat cedera berupa robekan akan mengalami proses perbaikan yang lebih baik
daripada yang sedikit vaskularisasinya.3
Setiap otot biasanya memiliki dua tendon untuk mengikat dua tulang yang
berbeda dengan otot yang melintasi sendi. Hal ini memungkinkan tendon untuk
bertindak sebagai katrol. Tendon berfungsi sebagai kekuatan untuk tarikan otot ke
tulang. Kontraksi otot menarik tendon, kemudian tulang, sehingga terjadi gerakan.
Tulang-tulang berhubungan pada sendi oleh ligamen dan jaringan ikat lainnya,
sehingga kontraksi tendon menghasilkan gerakan-gerakan tertentu, tergantung
pada otot dan sendi yang terlibat.1
REFERENSI

1. Helmi,Z.N.2012. Buku ajar gangguan muskuloskletal.Jakarta:Salemba


Medika.
2. O’Brien,M.2005. Anatomy of tendons.Spriger.p 3-13.
3. Kannus , P. (2000). Structure of the tendon connective tissue. Pubmed,
312-20.