Anda di halaman 1dari 3

September 2014

Infinity
Sysmex Updates

In this issue… Hematology is a Closed System


 Hematology is a
Closed System Reagensia hematologi Sysmex selain telah sub pokok bahasan 6.2, “suatu laboratorium ha-
divalidasi berdasarkan ISO 9001 dan ISO 14001 rus menentukan sendiri nilai uncertainty -nya jika
 The Understanding of juga sudah mendapat sertifikat dari FDA, yang memungkinkan dan relevan”. Hasil pengukuran
berarti bahwa reagensia tersebut telah dibuat uncertainty memungkinkan dibandingkannya data
Hemolytic, Icteric and
sedemikian rupa untuk digunakan hanya pada hasil pengukuran antar laboratorium yang ber-
Lipemia (HIL) samples analyzer hematologi Sysmex setelah menjalani beda atau intralaboratorium yang menggunakan
serangkaian prosedur kontrol pemantapan mutu. nilai rujukan terstandar atau spesifik. Prinsip
 The 6th CPD CPLM Oleh sebab itu analyzer hematologi bersama penentuan nilai uncertainty didasarkan pada 2 hal
Joglosemar Hotel dengan reagensia Sysmex merupakan satu utama yaitu nilai pengukuran yang dikeluarkan
Royal Ambarrukmo kesatuan yang tidak terpisahkan sehingga dikenal oleh suatu produsen reagen komersial yaitu nilai
Yogyakarta, 2-4 Sep- sebagai Sysmex hematology analyzer is a closed untuk material kalibrator dan nilai pengukuran
tember 2014 system.1 yang berkaitan dengan dispersi hasil misalnya
kesalahan acak/ random error.2
Secara garis besar, konsep hematology
analyzer is a closed system ditinjau berdasarkan Kalibrator yang digunakan pada instrumen
Referensi: 2 aspek, yaitu: a. Metode pemeriksaan, yang hematologi otomatik Sysmex dinamakan sebagai
1. Hematology is a closed terdiri dari teknologi, reagensia, dan algoritma. b. Sysmex Calibrator System SCS-1000. Kalibrator
system. Infinity Online June Pengaruh reagensia terhadap perangkat keras ini dirancang untuk memverifikasi bahwa instru-
2014 (hardware) suatu alat hematologi . men hematologi Sysmex terkalibrasi dengan baik.
2. White GH, Farrance I. Un- Material kalibrator SCS-1000 mengandung kom-
certainty of measurement in Pada edisi ini akan dibahas tentang kalibra- posisi darah eritrosit manusia, leukosit mamalia
quantitative medical testing. tor yang digunakan dalam instrumen hematologi terfiksasi, dan komponen trombosit dalam media
Clin Biochem 2004:25 Suppl Sysmex. yang berisi pengawet. Nilai kalibrator SCS-1000
(ii):1-24 diperoleh dari hasil pengukuran yang dilakukan di
Pemakaian kalibrator menjadi penting kare-
3. Roos C, Shinkai E, Fujimoto laboratorium pengendali mutu Sysmex memakai
na mampu menentukan nilai pengukuran yang
K. Measurement uncertainty instrumen standar sesuai rekomendasi badan
berkaitan dengan penyebaran data yang teliti
of values assigned to Sys- standardisasi internasional. Instrumen standar
yang dikenal sebagai pengukuran nilai uncertain-
mex haematology calibrator yang digunakan dikalibrasi menggunakan sampel
ty. Seperti yang dibahas oleh White dkk dalam
SCS-1000. Sysmex Journal darah segar manusia dengan kriteria sebagai
dokumen “uncertainty”, diketahui bahwa dalam
International 2008;18(2):31- donor sehat sesuai rekomendasi ICSH dan
panduan yang dikeluarkan oleh ISO 15189, bab 5
7 prosedur yang disarankan oleh CLSI.3

Oleh sebab itu nilai kalibrator SCS-1000


dapat ditelusuri ke rujukan internasional sesuai
dengan panduan dari ISO 17511:2003 bagian
5.4.(Bagan 1)2,3

Dengan adanya nilai kalibrator SCS-1000


maka memungkinkan bagi suatu laboratorium
untuk memastikan bahwa hasil pemeriksaan
yang dilakukan akurat karena mampu ditelusuri
sampai standar pemeriksaan rujukan dan mampu
digunakan untuk menghitung nilai uncertainty.
Dengan demikian laboratorium tersebut yakin
bahwa hasil yang dikeluarkan sesuai dengan
rentang rujukan dan sesuai dengan interval ke-
percayaan 95%.3

nilai kalibrator SCS-1000 memungkinkan bagi


suatu laboratorium untuk memastikan bahwa hasil
pemeriksaan yang dilakukan akurat
Bagan 1. Contoh rantai traceability untuk pengukuran eritrosit dan leukosit3
The Understanding of Hemolytic, Icteric and Lipemia
(HIL) Samples
Kesalahan pada fase pra-analitik suatu panjang gelombang ikterik dengan panjang
pemeriksaan laboratorium merupakan gelombang yang digunakan dalam mendeteksi Penelitian memperlihatkan bahwa sam-
penyumbang terbesar dari total kesalahan pro- proses kogulasi. Pada sampel yang lipemik, pel hemolisis, ikterik dan lipemik alami
ses pemeriksaan di laboratorium. Pada pemerik- hipertrigliseridemia mempengaruhi pengham- maupun pool sampel yang ditambahkan
saan koagulasi, masalah sampel yang hemo- buran cahaya (light scatter) dan partikel lipemik substansi artifisial tidak dipengaruhi
lisis, ikterik dan lipemik merupakan masalah mempengaruhi proses koagulasi.1 oleh kondisi ini dengan menggunakan
yang umum ditemukan sehingga menyebabkan sistem multi wavelength detection dari
Beberapa cara untuk mengurangi kesa-
kesalahan pelaporan. Pengaruh hemolisis ter- CS-2100i
lahan pra-analitik telah dibuat. Sebagai contoh,
hadap pemeriksaan koagulasi telah diketahui
pada kasus hemolisis, diketahui bahwa sampel
menyebabkan kesalahan pada fase analitik kare-
dengan hemolisis mencerminkan kerusakan filter. Kelima panjang gelombang tersebut
na serapan yang tinggi akibat adanya hemoglo-
endotel dan sel darah sehingga sampel dengan akan digunakan untuk mendeteksi campuran
bin bebas pada panjang gelombang tertentu
hemolisis sebaiknya ditolak dan dimintakan sampel dan reagen dan setiap transmisi caha-
ataupun karena aktivasi proses koagulasi karena
sampel baru jika memungkinkan. Variasi hasil ya yang dihasilkan dideteksi setiap 0,1 detik.
hemolisis menyebabkan rusaknya membran sel
dari sampel hemolisis bisa sangat besar, bisa Kemudian transmisi cahaya tersebut diter-
dan pelepasan isi sitoplasma sehingga melepas-
berupa pengaruh terhadap pemendekan hasil jemahkan dalam bentuk sinyal elektromag-
kan partikel yang mampu mengaktivasi proses
koagulasi karena aktivasi faktor jaringan, na- netik, lalu dengan menggunakan mikro-
pembekuan dan trombosit seperti faktor jaringan,
mun bisa berupa pemanjangan hasil deteksi prosesor waktu pembentukan clot dan kadar
protease, fosfolipid, dan ADP. Sedangkan
koagulasi karena adanya pengaruh terhadap zat yang akan diukur dideteksi. Pemakaian
pengaruh ikterik terhadap pemeriksaan koagu-
reagen koagulasi yang digunakan. Mengutip kelima panjang gelombang itu dikenal sebagai
lasi disebabkan oleh karena tumpang tindihnya
saran dari CLSI, disebutkan bahwa sampel sistem multi wavelength detection yang
hemolisis sebaiknya tidak digunakan untuk menggunakan 10 detektor. Detektor tersebut
pemeriksaan PT dan aPTT karena adanya dirancang agar sesuai dengan pemeriksaan
XN-Series kemungkinan terbentuknya clot, aktivasi faktor dengan metode yang ada, yaitu metode optik,
pembekuan, dan pengaruh ke end point detec- kromogenik, dan immunoassay. Kegunaan
tion.2 utama dari sistem ini adalah mendeteksi kon-
Shaping Hematology disi sampel yang terpengaruh oleh hemolisis,
Untuk sampel ikterik, umumnya diketahui
ikterik dan lipemik. Sebagai contoh: jika
bahwa kadar bilirubin hingga ≥ 1,5 mg/dL akan
ditemukan hasil PT yang memanjang karena
mempengaruhi pemeriksaan koagulasi. De-
sampel yang lipemik pada panjang gelombang
wasa ini pengaruh hiperbilirubinemia terhadap
660 nm maka instrumen secara otomatik akan
pemeriksaan koagulasi mampu dihindari kare-
melakukan switching ke panjang gelombang
na instrumen pada masa kini dilengkapi dengan
yang lebih tinggi yaitu 880 nm yang tidak ter-
panjang gelombang yang lebih baik dalam
pengaruh oleh lipemik untuk menghindari
mendeteksi pengaruh hiperbilirubinemia yaitu
ketidakakuratan hasil PT.3
panjang gelombang ≥ 650 nm. Dengan
demikian sampel yang ikterik hingga kadar Penelitian di RS Siriraj Thailand mem-
bilirubin mencapai 20 mg/dL masih mampu perlihatkan bahwa sampel pasien baik yang
dianalisis dengan baik. memiliki hemolisis, ikterik dan lipemik alami
maupun pool sampel yang ditambahkan sub-
Pada sampel lipemik, diketahui bukti
stansi artifisial tertentu sehingga memperlihat-
yang memperlihatkan pengaruh lipemik ter-
kan kondisi hemolisis, ikterik dan lipemik tidak
hadap pemeriksaan koagulasi umumnya
dipengaruhi oleh kondisi ini dengan-
ditemukan pada panjang gelombang 500 nm
menggunakan sistem multi wavelength detec-
sehingga dengan mengubah panjang gelom-
tion dari CS-2100i dengan %CV untuk PT,
bang deteksi ke panjang gelombang yang lebih
aPTT dan fibrinogen masing-masing sebesar
tinggi misalnya 650 nm, maka pengaruh lipemik
1,24%, 3,18% dan 4,31%.4
mampu dihindari. Pengaruh lipemik terhadap
pemeriksaan koagulasi adalah memperpanjang
Referensi:
hasil pemeriksaan koagulasi karena kekeruhan
yang terjadi. Selain cara mengubah (switch) ke 1. Lippi G, Plebani M, Favaloro EJ. Interference in
panjang gelombang yang lebih tinggi, terdapat coagulation testing: Focus on spurious hemoly-
teknik lain agar sampel lipemik mampu diperik- sis, icterus, and lipemia. Semin Thromb Hemost
2013;39(03):258-66
sa dengan baik, misalnya menggunakan pe-
ngenceran yang lebih tinggi (dari 1:20 ke 2. Castellone DD. Interference of hemolysis, icteric
1:400), pemakaian mikro sentrifugasi berke- and lipemia coagulation testing [Internet]. 2011
cepatan tinggi, atau menggunakan material Oct 4 [cited 2014 Sept 10 ]. Available from:
yang mengemulsikan lemak dari pelarut orga- http://www.laboratory-
manager.advanceweb.com/Archives/Article-
nik, misalnya fluorine-chlorinated hydrocarbon
1,2 Archives/Interference-of-Hemolysis-Icteric-
atau pembersih lemak (lipoclear) Lipemia-Coagulation-Testing.aspx
PT Sysmex Indonesia memperkenalkan 3. Mukaide K. The multi-wavelength detection
instrumen koagulasi baru yaitu CS-2100i di- feature of the new automated blood coagulation
mana salah satu fitur keunggulan yang ditawar- analyzer - Sysmex® CS2000i/CS-2100i. Sysmex
kan adalah fitur multi wavelength detection. Journal International 2011;21(1):1-9
Fitur ini memakai teknik deteksi cahaya trans- 4. Tantanate C, Teyateeti M, Tientadakul P. Influ-
misi (bukan scatter). Pada sistem ini sumber ence of plasma interferences on screening coag-
cahaya akan dipecah menjadi beberapa pan- ulogram and performance evaluation of the
jang gelombang yaitu 340 nm, 405 nm, 575 nm, automated coagulation analyzer Sysmex® CS-
660 nm, dan 880 nm menggunakan beberapa 2100i. Siriraj Med J 2011;63:151-6
The 6th CPD CPLM Joglosemar
Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, 2-4 September 2014

Pada 6th CPD CPLM Joglosemar yang Sebagai pembicara, dr Windarwati, diagnostik termasuk Kimia Klinik,
diadakan di Hotel Royal Ambarrukmo SpPK(K), MSc (RSUP Dr. Sardjito, Yog- sekaligus memperkenalkan produk
Yogyakarta, PT Sysmex Indonesia ber- yakarta) mengulas mengenai Measurement terbaru, Sysmex BX-3010 dan rea-
partisipasi dalam Lunch Symposium pada Uncertainty and Traceability in Medical Testing gennya, sebagai solusi untuk pemerik-
tanggal 4 September 2014 yang men- sebagai salah satu persyaratan penting saan kimia klinik dengan jumlah sampel
gusung tema pentingnya standardisasi kualitas (ISO 15189). sedang, yang berkualitas dan memenuhi
pemeriksaan kimia klinik. Acara ini PT. Sysmex Indonesia, diwakili oleh ibu persyaratan internasional.
dipimpin oleh dr. Tjan Sian Hwa, Syully Beatrice, memaparkan komitmen
SpPK, MSc (RSUD Koja, Jakarta). Sysmex untuk menjadi partner di bidang

Upcoming Events:

The 8th Congress of APSTH (Asia Pacific Society of Thrombosis and Hemostasis) 2014, Convention Centre, 5th
floor, Calidas Landmark 72, Keangnam Tower, Hanoi, Vietnam will be held on October 9-11, 2014. www.apsthhanoi.org

The inaugural Indian Ocean Rim Laboratory Haematology Congress 2014, Mandurah, Western Australia will be held
on October 16-17, 2014. www.labhaem2014.org