Anda di halaman 1dari 4

A.

Sumber Makanan yang Mengandung Mangan


Sumber mangan (Mn) pada bahan makanan terdapat pada Sayuran berdaun hijau,
Ikan, Pada buah-buahan terdapat pada blackberry, rashberry, anggur, strawberry, nanas,
produk susu,bayam, teh dan berbagai jenis herbal. Kadar Mn tinggi terdapat pada biji-
bijian, kedelai, telur, kacang-kacangan, beras, oats, daging warna merah, legum, kecambah,
buah, beberapa jenis rempah-rempah. Makanan yang mengandung mangan rendah adalah
biji-bijian yang disosoh. Arjian, D dan Yohana, D dkk. Biokimia Mangan (Mn). Ngawi :
Akademi Keperawatan Pemkab.Ngawi. 2014 Berikut beberapa makanan yang
mengandung mangan beserta kadarnya :
1. Cengkeh (127%)
Cengkeh adalah sumber terbaik untuk mendapatkan mangan sekaligus nutrisi lain
seperti vitamin K, kalsium, magnesium, dan zat besi. Cengkeh mengandung eugenol
yang bisa bekerja untuk mencegah peradangan dan sumber antioksidan alam untuk
tubuh.
2. Oat (90%)
Oat mengandung serat larut yang cukup tinggi untuk membantu pencernaan dan
menghilangkan kolestrol dari dalam tubuh.
Oat mengandung mangan yang cukup tinggi dan membantu menurunkan kolestrol
tinggi sehingga sangat baik untuk jantung dan mengatasi resiko penyempitan pembuluh
darah.
Oat juga bisa mengendalikan kadar gula dalam darah sehingga sangat baik untuk
mencegah diabetes dan mengendalikan kebutuhan insulin dalam tubuh.
3. Beras Merah (88%)
Beras merah sangat baik karena bisa membantu menurunkan berat badan. Selain
mengandung mangan Anda bisa mendapatkan keuntungan lain seperti protein, serat,
tiamin, magnesium, fosfor, niasin, zat besi, dan jenis nutrisi lain.
4. Bayam (84%)
Bayam mengandung mangan dan zat antioksidan yang bisa mencegah serangan radikal
bebas. Kandungan bahan antioksidan didapatkan vitamin C, vitamin E, dan zat beta-
karoten.
Bayam juga sangat penting untuk mengendalikan kesehatan jantung dan menurunkan
resiko stroke. Bayam mengandung antioksidan yang bisa menjaga kesehatan system
syaraf dan tentu dengan bantuan mangan.
5. Nanas (77%)
Nanas mengandung mangan dan juga vitamin C yang sangat baik untuk menjaga tubuh
dari serangan kanker. Nanas juga sangat penting untuk membantu proses pencernaan.
Kandungan bromelain dalam nanas bisa mencegah luka pada usus.
6. Kayu Manis (46%)
Kayu manis mengandung mangan yang sangat baik untuk system syaraf dan menjaga
kesehatan otot.
7. Lada Hitam (45.7%)
Lada hitam mengandung mangan yang sangat baik untuk mengendalikan system saraf.
Bahkan kandungan piperin dalam lada hitam bisa menghambat enzim yang bekerja
untuk memecah neurontransmiter. Lada hitam akan menjadi obat penenang alami yang
tidak memiliki efek samping.
8. Sawi (29%)
Sawi hijau dan sawi putih sangat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan dan juga
akan menguntungkan tubuh karena mengandung mineral lengkap termasuk tembaga
yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan kemampuan tubuh dalam melawan
infeksi.
9. Stroberi (28%)
Stroberi mengandung nutrisi lengkap termasuk mangan dan sumber vitamin C yang
sangat baik untuk memelihara kesehatan jaringan tubuh, memberikan bantuan protein
untuk kulit dan menjaga kesehatan pembuluh darah. Stroberi juga mengandung
antioksidan untuk melindungi sel tubuh dari serangan radikal bebas.
Muchtamaroh, AL dan Anggini, J dkk. Mangan, Temabaga dan Selenium. Jakarta :
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Esa Unggul. 2016

Jumlah Kebutuhan Mangan untuk Tubuh

1. Bayi usia 0 – 6 bulan : 0,003 mg


2. Bayi usia 7 bulan – 1 tahun : 0,6 mg
3. Anak usia 1 – 3 tahun : 1,2 mg
4. Anak usia 4 – 8 tahun : 1,5 mg
5. Remaja laki-laki usia 9 – 13 tahun : 1,9 mg
6. Remaja laki-laki usia 14 – 18 tahun : 2,2 mg
7. Peremuan usia 9 – 18 tahun : 1,6 mg.
8. Orang dewasa laki – laki usia >19 tahun : 2,3 mg
9. Orang dewasa perempuan >19 tahun : 1,8 mg
10. Ibu hamil : 2 mg
11. Ibu menyusui : 2,6 mg

http://halosehat.com/gizi-nutrisi/mineral/mangan diakses pada tanggal 27 februari 2018

Angka Kecukupan Gizi (AKG) mangan, tembaga dan selenium orang per hari yaitu
Muchtamaroh, AL dan Anggini, J dkk. Mangan, Temabaga dan Selenium. Jakarta : Program Studi
Kesehatan Masyarakat, Universitas Esa Unggul. 2016