Anda di halaman 1dari 10

Ramadhan

Ramadhan, Ramadan atau Romadhon (bahasa Arab:‫ )رمضان‬adalah

bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah (sistem penanggalan

agama Islam). Sepanjang bulan ini pemeluk agama Islam melakukan

serangkaian aktivitas keagamaan termasuk di dalamnya berpuasa,

shalat tarawih, peringatan turunnya Al Qur'an, mencari malam

Laylatul Qadar, memperbanyak membaca Al Qur'an dan kemudian

mengakhirinya dengan membayar zakat fitrah dan rangkaian

perayaan Idul Fitri. Kekhususan bulan Ramadhan ini bagi pemeluk

agama Islam tergambar pada Al Qur'an pada surat Al Baqarah

ayat 185 yang artinya:

"bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al

Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-

penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu,

barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka

hendaklah ia berpuasa pada bulan itu..."


Etimologi

Ramadhan berasal dari akar kata ‫ ر م ﺿ‬, yang berarti panas yang

menyengat atau kekeringan, khususnya pada tanah. Dari akar kata

tersebut kata Ramadhan digunakan untuk mengindikasikan adanya

sensasi panas saat seseorang kehausan. Pendapat lain mengatakan

bahwa kata Ramadhan digunakan karena pada bulan itu dosa-dosa

dihapuskan oleh perbuatan baik sebagaimana matahari membakar

tanah. Lebih lanjut lagi hal itu dikiaskan dengan dimanfaatkannya

momen Ramadhan oleh para penganut Islam yang serius untuk

mencairkan, menata ulang dan memperbaharui kekuatan fisik,

spiritual dan tingkah lakunya, sebagaimana panas

merepresentasikan sesuatu yang dapat mencairkan materi.[1]

Aktivitas keagamaan
Suasana berbuka puasa bersama.

Puasa Ramadhan

Artikel utama: Puasa (Islam), dan [[]], dan [[]], dan [[]], dan

[[]]

Selama bulan Ramadhan, penganut agama Islam akan berpuasa

setiap hari. Aktivitas muslim yang akan berpuasa dimulai dari

sahur, yakni makan ringan sebelum waktu puasa (terbitnya fajar).


[1]
Setelah sahur, mereka yang berpuasa harus menahan diri dari

makan, minum dan berhubungan seksual antara suami-istri hingga

tiba waktu berbuka yakni saat terbenamnya matahari. Saat

berbuka (atau dikenal dengan istilah iftar), yang juga ditandai

dengan masuknya waktu shalat maghrib, mereka yang berpuasa

akan berbuka dengan hidangan berasal dari makanan atau minuman

yang manis.

Shalat tarawih

Artikel utama: Shalat Tarawih, dan [[]], dan [[]], dan [[]],

dan [[]]
Pada malam harinya, tepatnya setelah shalat isya, para penganut

agama Islam melanjutkan ibadahnya dengan melaksanakan shalat

tarawih. Shalat khusus yang hanya dilakukan pada bulan Ramadhan.

Shalat tarawih, walaupun dapat dilaksanakan dengan sendiri-

sendiri, umumnya dilakukan secara berjama'ah di masjid-masjid.

Terkadang sebelum pelaksanaan shalat tarawih pada tepat-tempat

tertentu, diadakan ceramah singkat untuk memberkali para

jama'ah dalam menunaikan ibadah pada bulan bersangkutan.

Turunnya Al Qur'an

Artikel utama: Nuzulul Qur'an, dan [[]], dan [[]], dan [[]],

dan [[]]

Pada bulan ini di Indonesia, tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan,

(terdapat perbedaan pendapat para ulama mengenai tanggal pasti

turunnya Al Qur'an untuk pertama kalinya [2]) diperingati juga

sebagai hari turunnya ayat Al Qur'an (nuzulul qur'an) untuk

pertama kalinya oleh sebagian muslim (terdapat juga perbedaan

pendapat mengenai perlu tidaknya peristiwa ini dirayakan [3]). Pada

peristiwa tersebut surat Al Alaq ayat 1 sampai 5 diturunkan pada

saat Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira. Peringatan

peristiwa ini biasanya dilakukan dengan acara ceramah di masjid-

masjid.
Laylatul Qadar

Artikel utama: Laylatul Qadar, dan [[]], dan [[]], dan [[]], dan

[[]]

Laylatul Qadar (malam ketetapan), adalah satu malam yang khusus

terjadi di bulan Ramadhan. Malam ini dikatakan dalam Al Qur'an

pada surat Al Qadar, lebih baik daripada seribu bulan. Saat pasti

berlangsungnya malam ini tidak diketahui namun menurut beberapa

riwayat, malam ini jatuh pada 10 malam terakhir pada bulan

Ramadhan, tepatnya pada salah satu malam ganjil yakni malam ke-

21, 23, 25, 27 atau ke-29. Sebagian muslim biasanya berusaha

tidak melewatkan malam ini dengan menjaga diri tetap terjaga

pada malam-malam terakhir Ramadhan sembari beribadah

sepanjang malam.[4]

Zakat Fitrah

Artikel utama: Zakat Fitrah, dan [[]], dan [[]], dan [[]], dan

[[]]

Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan khusus pada bulan

Ramadhan atau paling lambat sebelum selesainya shalat ied. Setiap

individu muslim yang berkemampuan wajib membayar zakat jenis

ini. Besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan per individu


adalah satu sha' makanan pokok di daerah bersangkutan. Jumlah

ini bila dikonversikan kira-kira setara dengan 3,1 liter atau 2,176

liter beras. Penerima Zakat secara umum ditetapkan dalam 8

golongan (fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharimin,

fisabilillah, ibnu sabil) namun menurut beberapa ulama khusus

untuk zakat fitrah mesti didahulukan kepada dua golongan

pertama yakni fakir dan miskin. Pendapat ini disandarkan dengan

alasan bahwa jumlah zakat yang sangat kecil sementara salah satu

tujuannya dikeluarkannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan

miskin dapat ikut merayakan hari raya.

Idul Fitri

Artikel utama: Idul Fitri, dan Takbiran, dan [[]], dan [[]],

dan [[]]

Akhir dari bulan Ramadhan dirayakan dengan sukacita oleh seluruh

muslim di dunia. Pada malam harinya (malam 1 syawal), yang biasa

disebut malam kemenangan, mereka akan mengumandangkan takbir

bersama-sama. Di Indonesia sendiri ritual ini menjadi tontonan

yang menarik karena biasanya para penduduk (yang beragama

Islam) akan mengumandangkan takbir sambil berpawai keliling kota

dan kampung, terkadang dilengkapi dengan memukul beduk dan

menyalakan kembang api.


Esoknya tanggal 1 Syawal, yang dirayakan sebagai hari raya Idul

Fitri, baik laki-laki maupun perempuan muslim akan memadati

masjid maupun lapangan tempat akan dilakukannya Shalat Ied.

Shalat dilakukan dua raka'at kemudian akan diakhiri oleh dua

khotbah mengenai Idul Fitri. Perayaan kemudian dilanjutkan

dengan acara saling memberi ma'af di antara para muslim, dan

sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian aktivitas keagamaan

khusus yang menyertai Ramadhan.

Penentuan awal Ramadhan

Artikel utama: hilal, dan [[]], dan [[]], dan [[]], dan [[]]

Kalender Hijriyah didasarkan pada revolusi bulan mengelilingi bumi

dan awal setiap bulan ditetapkan saat terjadinya hilal (bulan

sabit). Metode penentuan saat terjadinya hilal yang digunakan

saat ini adalah metode penglihatan dengan mata telanjang (dikenal

dengan istilah rukyah) serta menggunakan metode perhitungan

astronomi (dikenal dengan istilah hisab). Majelis Ulama Indonesia

menggunakan kombinasi hisab dan rukyah untuk penentuan hilal.

Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode rukyah sementara

Muhammadiyah dan Persatuan Islam menggunakan hisab sebagai

sandaran penentuan hilal.[5] Perbedaan metode ini menyebabkan

adanya kemungkinan perbedaan hasil penetapan kapan awal dan


berakhirnya Ramadhan sebagaimana sempat terjadi pada tahun

1998 (1418 H).

Aspek ekonomi

Pemandangan tipikal sebuah Baazar Ramadhan di Kuala Lumpur,

Malaysia.

Bulan Ramadhan di Indonesia dan negara dengan penduduk

mayoritas Islam pada umumnya dapat dihubungkan dengan

meningkatnya daya beli dan perilaku konsumtif masyarakat akan

barang dan jasa. Di Indonesia sendiri hal ini terkait erat dengan

kebiasaan pemerintah dan perusahaan swasta untuk memberikan

Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pegawainya. Peningkatan

ini terjadi di hampir semua sektor dari transportasi, makanan,

minuman hingga kebutuhan rumah tangga. Sehingga tidak jarang

tingkat inflasi pun mencapai titik tertinggi pada periode bulan ini.
[6]
Fenomena ini secara kasat mata terlihat dengan menjamurnya
para pedagang musiman yang menjajakan berbagai komoditas mulai

dari makanan hingga pakaian, di ruang-ruang publik terutama di

pinggir jalanan. Di samping juga maraknya penyelenggaraan bazaar

baik yang disponsori oleh pemerintah, swasta, organisasi tertentu

maupun swadaya masyarakat.

Lain-lain

 Pada bulan ini pada sebagian daerah di Indonesia,

berkembang kebiasaan jalan-jalan sembari menunggu waktu

berbuka, di Bandung kebiasaan ini dikenal dengan nama

Ngabuburit, di Indramayu dikenal dengan nama Luru Sore

(Cari Sore). Biasanya saat ini juga dimanfaatkan untuk

membeli makanan dan minuman untuk dipergunakan saat

berbuka puasa.

Peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadhan

1. Perang Badar: 17 Ramadhan 2 AH - Adalah pertempuran

pertama yang dilakukan kaum Muslim setelah mereka

bermigrasi (hijrah) ke Madinah melawan kaum Quraisy dari


Mekkah. Pertempuran berakhir dengan kemenangan pihak

Muslim yang berkekuatan 313 orang melawan sekitar 1000

orang dari Mekkah.

2. Pembunuhan atas Ali bin Abi Thalib: 21 Ramadhan 40 H:

Khulafaur Rasyidin keempat dan terakhir, dibunuh oleh

seorang Khawarij yang bernama Abdurrahman bin Muljam.

Beliau meninggal pada tanggal 23 Ramadhan tahun itu juga.

Kematiannya menandai berakhirnya sistem kekhalifahan

Islam, dan kemudian dimulai dengan sistem dinasti.