Anda di halaman 1dari 3

NAMA : IKHLASUL AMAL

NIM : P1337430215046

KELAS : 4B

1.
A. Variabel : Signal to Noise Ratio (SNR)
B. Definisi Operasional : Perbandingan antara nilai signal dan noise.
C. Cara ukur : Memberikan Region of Interest (ROI) pada berapa jaringan
D. Hasil Ukur: Nilai SNR
E. Skala ukur : Rasio

1.
A. Variabel : Contrast to Noise Ratio (CNR)
B. Definisi Operasional : CNR adalah perbandingan antara nilai kontras dan noise
C. Cara ukur : didapat dari selisih nilai SNR pada dua jaringan yang berbeda
D. Hasil Ukur: nilai CNR
E. Skala ukur : Rasio
2.
A. Variabel : Kualitas Citra
B. Definisi Operasional : Kemampuan suatu citra untuk memberikan informasi anatomi dari
organ yang diperiksa
C. Cara ukur : dengan menghitung SNR dan CNR
D. Hasil Ukur: Informasi anatomi
E. Skala ukur : Rasio
3.
A. Variabel : PDWI STIR
B. Definisi Operasional : pembobotan proton density yang digunakan pada pemeriksaan MRI
dengan menggunakan metode STIR yang digunakan untuk menekan lemak pada jaringan
C. Cara ukur : penggunaan metode PDWI STIR
D. Hasil Ukur: Citra dengan tujuan mensupress lemak
E. Skala ukur : rasio
4.
A. Variabel : Slice Thickness Accuracy
B. Definisi Operasional : adalah tingkat keakuratan antara slice thickness yang diatur pada
control table MRI dengan hasil Pesawat MRI itu sendiri
C. Cara ukur : diukur dengan cara scanning phantom ACR lalu menampilkan citra pada slice 1
denngan diperbesar dengan magnifikasi 2 hingga 4 kali, ataur display level, menggunakan
ROI kemudian hitung rata ratanya, kemudian turunkan display level sebesar setenga dari
rata rata jumlah mean kedua ROI, ukur slice thickness dengan formula 0,2 x (panjang atas x
panjang bawah)/ panjang atas + panjang bawah.
D. Hasil Ukur: hasil ukur tidak boleh lebih dari 0,7 mm
E. Skala ukur : Rasio
5.
A. Variabel : Variasi nilai Time Repetition (TR)
B. Definisi Operasional : TR adalah waktu yang diperlukan dari aplikasi radiofrekuensi satu ke
radio frekuensi berikutnya
C. Cara ukur : Dengan melakukan variasi nilai TR.
D. Hasil Ukur: variasi hasil citra
E. Skala ukur : Rasio
6.
F. Variabel : Time Echo (TE)
G. Definisi Operasional : TE adalah waktu yang diperlukan dari aplikasi radiofrekuensi ke
puncak induksi sinyal dalam coil.
H. Cara ukur : mengatur nilai TE
I. Hasil Ukur: Citra
J. Skala ukur : Rasio
7.
A. Variabel : Field Of Fiew (FOV)
B. Definisi Operasional : FOV adalah diameter obyek yang akan discanning dan FOV diatur
sesuai ukuran obyek.
C. Cara ukur : mengatur luas FOV pada obyek yang akan di scanning
D. Hasil Ukur: luas obyek yang discanning
E. Skala ukur : rasio
8.
A. Variabel : Slice Thickness
B. Definisi Operasional : Slice Thickness merupakan tebal irisan pada obyek yang akan
discanning
C. Cara ukur : mengatur nilai slice thickness
D. Hasil Ukur: citra dengan slice thickness yang telah diukur
E. Skala ukur : rasio
9.
A. Variabel : Informasi anatomi
B. Definisi Operasional : adalah hasil penilaian subyektif yang dilakukan oleh dokter spesialis
radiologi
C. Cara ukur : penilaian hasil citra mengenai informasi anatomi dengan kriteria yang telah
ditentukan
D. Hasil Ukur: penilaian dokter spesialis
E. Skala ukur : ordinal