Anda di halaman 1dari 1

Nama : Septian Eka Prasetyo

NIM : 22010118130177
MatKul : Fungsi Psikis
Kelas :C
Kasus

Tuan X yang telah berusia lanjut dan berperekonomian rendah memiliki permasalahan kesehatan
berupa penurunan fungsi ginjal yang sudah kronis, suatu hari beliau datang kepada dr. Septian untuk
melaksanakan terapi. Hasil dari terapi tersebut dr. Septian mengambil langkah tegas untuk tindakan
preventif berupa terapi pengganti ginjal dengan tujuan untuk membantu menggantikan fungsi ginjal
agar tubuh dapat tetap memiliki keseimbangan fungsi, akan tetapi Tuan X menolak atas dasar takut
apabila ia mengambil langkah itu akan mempertemukan dirinya dengan ajalnya, rasa takut tersebut
muncul atas dasar riwayat cerita dari para kerabatnya yang memiliki riwayat penyakit sama seperti
dirinya dan mengambil langkah hemodialisis akan tetapi mereka pergi mendahuluinya. Selain itu,
beliau juga merasa cemas apabila beliau mengambil langkah hemodialisis akan mengganggu jam kerja
beliau sebagai buruh serabutan dengan sistem gaji harian, sehingga akan mengganggu pendapatan
apabila beliau tidak berangkat bekerja. Terlebih di satu sisi beliau adalah satu-satunya tulang
punggung keluarga, dengan memikul biaya hidup istri dan cucunya yang berstatus yatim piatu,
sehingga jika beliau tidak berangkat bekerja maka dapat dipastikan keluarganya akan sulit
memperoleh makanan pada hari itu. Menurut dr. Septian langkah terapi cuci darah adalah satu-
satunya langkah paling tepat untuk ditempuh dengan menimbang dari segi perekonomian Tuan X yang
tidak mencukupi daripada mengambil langkah pencangkokan ginjal, dengan pengecualian jika ada
pendonor dengan sukarela memberikan salah satu ginjalnya untuk Tuan X.

Motivasi

Langkah yang saya ambil selaku dr. Septian dalam memotivasi Tuan X agar mau mengambil jalan cuci
darah demi keberlangsungan hidupnya menjadi lebih baik yaitu pertama-tama meyakinkan Tuan X
bahwa langkah cuci darah bukanlah sebagai malaikat maut yang akan mengambil nyawanya, beliau
harus meluruskan serta meneguhkan kembali imannya bahwa hidup dan meninggalnya seseorang itu
sudah di atur oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, untuk mengatasi masalah kecemasannya dalam hal
biaya saya akan memberikan penjelasan bahwa cuci darah dapat dilaksanakan secara gratis hanya
dengan Tuan X mengurus dan terdaftar sebagai anggota BPJS, sehingga Tuan X dapat melaksanakan
terapi cuci darah tanpa pemungutan biaya sepeser pun, dengan pengecualian untuk pemasangan alat
berupa av shunt atau kateter. Ketiga, untuk mengatasi masalah minimnya waktu yang tersedia untuk
melaksanakan cuci darah, saya akan memotivasinya bahwa sekarang ini sudah terdapat langkah terapi
cuci darah yang mudah ditempuh tanpa harus mendatangi rumah sakit dan membuang banyak waktu
yang tersedia, karena dengan menggunakan metode continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD)
proses cuci darah dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun sehingga tidak akan mengganggu
keberlangsungan jam kerja Tuan X, dan Tuan X pun dapat membiayai kehidupan keluarganya.
Keempat, saya selaku dr. Septian akan memotivasikan Tuan X dengan cara menyemangati serta
memberitahukannya bahwa sakit yang diderita saat ini bukanlah akhir dari perjuangan hidupnya,
selagi kita optimis dan percaya, maka kesembuhan pun dapat kita raih. Selain itu, saya juga akan
memberikan penjelasan kepadanya mengenai pencangkokan ginjal, apabila Tuan X menemukan
pendonor yang memenuhi syarat serta sukarela memberikannya kepada Tuan X, saya akan
menganjurkan beliau untuk segera melaksanakan pencangkokan ginjal tanpa harus memikirkan biaya
yang dikeluarkan selagi Tuan X masih mendapatkan hak pelayanan dari BPJS.