Anda di halaman 1dari 13

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Nutrisi Dalam Sel


Secara umum, nutrisi dalam sel terbagi menjadi makronutrien dan mikronutrien.
Makronutrein terdiri dari karbohidrat, protein, dan lipid atau lemak. Sedangkan yang
tergolong dalam mikronutrien adalah vitamin, air, dan mineral. Dimana air dan
mineral merupakan sumber dari elektrolit dan ion yang dibutuhkan dalam cairan
tubuh. Mikronutrien lebih sedikit dibutuhkan dibandingkan makronutrien yang
hamper disetiap makanan mengandung tiga komponen makronutrien dan dibutuhkan
dalam metabolisme tubuh.
3.1.1 Makronutrien
1. Karbohidrat
Disamping sebagai bagian dari molekul glikoprotein, karbohidrat sedikit sekali
berperan dalam fungsi struktural didalam sel, tetapi karbohidrat ini berperan utama
dalam nutrisi sel. Kebanyakan sel manusia tidak mempunyai cadangan karbohidrat
dalam jumlah besar, rata-rata berkisar antara 1% dari total masa tetapi dapat
meningkat sampai 6% didalam sel hati. Karbohidrat, dalam bentuk glukosa yang
larut, dalam bentuk glukosa yang larut selalu ditemukan dalam cairan ekstraseluler
sekitar sel sehingga selalu setiap tersedia bagi sel. Sebenarnya jumlah kecil
karbohidrat selalu disimpan didalam sel dalam bentuk glikogen,yang merupakan
polimer glukosa yang tidak larut dan dapat segera dipergunakan oleh sel untuk
mensuplai kebutuhan energi sel.(Fisiologi kedokteran,cyston,tahun 1997,14)
2. Protein
Disamping air, bahan yang sangat berlimpah pada sebagian besar sel adalah protein,
yang dalam keadaaan normal jumlahnya 10-20 % dari masa sel. Protein dapat dibagi
dalam dua macam,protein struktural dan protein globular yang terutama merupakan
enzim.
Untuk dapat mengerti apa sebenarnya protein, seorang cukup memperhatikan bahwa
kulit terutama terdiri atas protein struktural dan rambut hampir seluruhnya terdiri atas
protein struktural. Protein jenis ini terdapat dalam sel terutama dalam bentuk filamen
tipis panjang,dimana filamen itu sendiri merupakan polimer dari banyak molekul
protein. Manfaat filamen intraseluler yang terutama ini adalah untuk menyediakan
mekanisme kontraktil dalam semua otot. Akan tetapi, filamen juga tersusun dalam
bentuk mikrotubulus yang menyediakan organel-organel ”sitoskleton” seperti sisli,
akson saraf dan benang kumparan mitosis pada sel yang sedang mitosis. Dalam
cairan ekstraseluler, protein fibrilar terutama dijumpai pada serat kolagen dan elastin
jaringan ikat padat, pembuluh darah, tendo, ligamentum dan sebagainya. (Fisiologi
kedokteran,cyston,tahun 1997,14)

3. Lipid atau lemak


Lipid merupakan beberapa substansi yang berkelompok bersama karena sifat umum
lipid yaitu larut dalam pelarut lemak. Lipid paling penting pada kebanyakan sel
adalah fosfolipid dan kolesterol,yang bersama-sama merupakan kira-kira 2% dari
jumlah total masa sel. Manfaat dari fosfolipid dan kolesterol bahwa keduanya
terutama tidak larut dalam air oleh karena itu, digunakan untuk membentuk membran
sel demikian juga untuk membentuk sawar membran intrasel yang memisahkan
berbagai kompartemen sel.
Disamping fosfolipid dan kolesterol. Beberapa sel mengandung banyak sekali
trigliserida, yang juga disebut sebagai lemak netral. Pada sel yang disebut sebagai sel
lemak, kadar trigliserida ini dapat mencapai 95% dari masa sel. Lemak yang
tersimpan didalam sel-sel ini berperan dalam gudang energi utama nutrisi penghasil
energi dalam tubu yang nantinya dapat dipadatkan kembali dan dipergunakan untuk
energi bila dibutuhkan oleh tubuh. (Fisiologi kedokteran,cyston,tahun 1997,14)

3.1.2 Mikronutrien
1. Vitamin
Vitamin adalah zat yang ditemukan dalam makanan yang dibutuhkan tubuh kita
untuk pertumbuhan dan kesehatan. Ada 13 vitamin yang dibutuhkan tubuh kita .
Masing masing vitamin memiliki fungsi tersendiri. Berikut adalah beberapa vitamin
yang dibutuhkan oleh tubuh kita.
 Vitamin A. Vitamin A berfungsi melindungi tubuh kita dari beberapa infeksi, serta
membantu menjaga kulit kita agar tetap sehat. Vitamin A dapat kita temukan pada
makanan seperti brokoli, bayam, wortel, labu, ubi jalar, hati, telur, susu, krim, dan
keju.
 Vitamin B1. Vitamin B1 berfungsi membantu tubuh kita dalam mencerna
karbohidrat serta baik dalam menjaga sistem saraf. Vitamin B1 dapat kita temukan
pada makanan seperti hati, kacang, sereal, roti, dan susu.
 Vitamin B2. Vitamin B2 baik dalam menjaga kesehatan kulit kita. Untuk memenuhi
kebutuhan akan vitamin B2, kita bisa mengkonsumsi Hati, telur, keju, susu, makanan
hijau , kacang polong, dan gandum.
 Vitamin B3. Vitamin B3 berfungsi membantu tubuh kita dalam menggunakan
protein, lemak dan karbohidrat. Selain itu Vitamin B3 juga baik dalam menjaga
sistem sarafdan kulit kita. Vitamin B3 dapat kita temukan dalam makanan antara lain
Hati, ragi, kacang, daging, ikan, dan unggas.
 Vitamin B5. Vitamin B5 membantu dalam proses penggunaan karbohidrat dan lemak
dan membantu dalam produksi sel darah merah. Vitamin ini dapat kita temukan
dalam daging sapi, ayam, lobster, susu, telur, kacang, kacang polong, brokoli, ragi,
dan biji-bijian.
 Vitamin B6. Vitamin B6 berfungsi membantu tubuh kita dalam menggunakan
protein dan lemak dan membantu dalam proses transportasi oksigen serta sangat baik
untuk kesehatan saraf kita. Vitamin ini terkandung dalam Hati, biji-bijian, kuning
telur, kacang, pisang, wortel, dan ragi.

 Vitamin B9 (asam folat). Vitamin B9 membantu dalam produksi sel baru dan
memeliharanya, serta dapat mencegah cacat lahir. Makanan hijau, hati, ragi, kacang,
kacang polong, jeruk, sereal dan gandum mengandung vitamin jenis ini.

 Vitamin B12. Vitamin B12 dapat membantu dalam produksi sel darah merah dan
sangat baik untuk kesehatan saraf. Vitamin B12 dapat kita temukan pada Susu, telur,
hati, unggas, kerang, sarden, dan telur.

 Vitamin C. Vitamin C bermanfaat dalam menjaga kesehatan tulang, kulit dan


pembuluh darah. Makanan yang mengandung Vitamin C antara lain jeruk, tomat,
kentang, pepaya, stroberi, dan kubis.

 Vitamin D. Vitamin D sangat baik dalam menjaga kesehatan tulang. Untuk


memenuhi kebutuhan vitamin D kita cukup berjemur atau terkena sinar matahari
selama 5- 30 menit minimal 2 kali dalam seminggu. Selain itu kita juga bisa
mengkonsumsi makanan antara lain seperti Hati dan Susu.

 Vitamin E. Vitamin E dapat memelihara sel tubuh kita dari kerusakan, memperlancar
aliran darah, serta mampu memperbaiki jaringan tubuh. Makanan yang mengandung
Vitamin E antara lain kuning telur, hati sapi, ikan, susu, brokoli, dan bayam.

 Vitamin H (Biotin). Vitamin H dapat membantu tubuh dalam menggunakan


karbohidrat dan lemak serta membantu dalam pertumbuhan sel. Kita dapat
menemukan Vitamin H dalam Hati, kuning telur, tepung kedelai, sereal, ragi, kacang
polong, buncis, kacang, tomat, dan susu.

 Vitamin K. Vitamin K membantu dalam proses pembekuan darah dan pembentukan


tulang. bayam, kubis, keju, bayam, brokoli, kubis, dan tomat. Selain itu, tubuh kita
juga memproduksi vitamin K.

2. Air
Air merupakan medium pokok atau utama bagi sel, yang terdapat pada sebagian besar
sel selain sel-sel lemak dalam konsentrasi antara 70 dan 85 persen. Banyak bahan
kimia sel larut dalam air, sedangkan bahan-bahan lain ditahan dalam bentuk partikel
atau dalam bentuk membranosa. Reaksi-reaksi kimia terjadi di antara bahan-bahan
kimia yang terlarut atau batas permukaan antara partikel atau membran yang ditahan
dengan air.

3. Mineral
Mineral diklasifikasikan menjadi dua yaitu mineral organic dan mineral anorganik.
Mineral organic adalah mineral yang dibutuhkan serta berguna bagi tubuh yang dapat
diperoleh melalui makanan setiap hari seperti nasi, ayam, ikan, telur, sayur-sayuran
serta buah-buahan, atau vitamin tambahan.
Sedangan mineral anorganik adalah mineral yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.
Contohnta timbale hitam (Pb), iron oxide (besi teroksida), merkuri, arsenic,
magnesium, aluminium, atau bahan-bahan kimia lainnya hasil dari resapan tanah.
Mineral anorganik sendiri dibagi menjadi dua yaitu mineral makro dan mineral
mikro. Contoh mineral makro adalah kalsium, fosfor, magnesium, natrium, klorida,
dan kalium. Sedangakan mineral mikro terdiri dari besi, seng, iodium, selenium,
tembaga, mangan, kromium, dan flor.
Elektrolit yang paling penting didalam sel adalah kalium, magnesium, fosfat, sulfat,
bikarbonat dan sedikit natrium florida dan kalsium. Elektrolit menyediakan bahan
kimia,inergenik untuk menimbulkan reaksi-reaksi dalam sel. Elektrolit juga
diperlukan untuk kerja beberapa mekanisme pengaturan sel. Misalnya, elektrolit yang
bekerja pada membran sel akan memungkinkan perjalanan impuls elektrokimia pada
syaraf dan serat otot dan konsentrasi elektrolit intraseluler tertentu menentukan dan
mengatur aktivitas berbagai reaksi yang dikatalisis secara enzimatik,yang diperlukan
untuk metabolisme sel.(Fisiologi kedokteran,cyston,tahun 1997,13)

3.2 Fungsi Nutrisi Dalam Sel


Nutrisi adalah sumber daya yang memungkinkan tubuh untuk berfungsi dengan baik
dan menjaga tubuh agar tetap sehat. Pasokan nutrisi diperoleh melalui berbagai
makanan,yang memungkinkan untuk menjalankan semua fungsi tubuh dengan tepat,
sehingga dapat melindungi tubuh dari virus,bakteri dan racun. Dari makanan yang
dikonsumsi, tubuh menyerap vitamin, lemak, protein, karbohidrat dan air ke dalam
darah.
Setelah penyerapan,nutrisi dipecah dan diangkut ke seluruh sel-sel tubuh. Setiap sel
memiliki fungsi sendiri-sendiri. Jenis makanan yang dikonsumsi tubuh menentukan
kinerja sel. Pasokan makanan bergizi tinggi tidak hanya menopang kesehatan tubuh,
tetapi juga mengurangi kerentanan tubuh terhadap penyakit dan kematian muda
karena penyakit.
Tubuh sangat tergantung pada nutrisi untuk bertahan hidup. Dari waktu sperma
dibuahi sel telur,kemudian melalui perkembangan janin selama sembilan bulan dalam
rahim, kelahiran dan tahun-tahun pertumbuhan berikutnya sampai mati, tubuh
tergantung pada nutrisi. Dan juga tubuh manusia kadang-kadang bahkan berfungsi
sebagai nutrisi untuk organisme lain.
3.3 Metabolisme Nutrisi Dalam Sel
3.3.1 Metabolisme Karbohidrat
A. Fungsin Hati
a) Glukosa, fruktosa, dan galaktosa yang terabsorbi dari usus halus ditransport ke hati
melalui vena portal hepatika. Sel-sel hati mengubah fruktosa dan galaktosa menjadi
glokasa yang kemudian akan disimpan dihati sebagai glikogen atau dilepas ke dalam
darah untuk di transport kr sel-sel lain.
b) Glukosa dapat diubah menjadi lemak oleh hati dan jaringan adiposa jika ada
kelebihan glukosa. Hati juga dapat mengubah glukosa menjadi asam amino.
c) Molekul glukosa masuk ke sel tubuh dalam darah melalui difusi. Insulin
memfasilitasi transport glukosa ke dalam sel melalui peningatan afinitas membran
molekul carier terhadap glukosa.

B. Katabolisme glukosa.
Ekstraksi energi dari glukosa dapat dibagi menjadi 3 rangkaian proses: glikolisis,
berlangsung dalam sitoplasma sel dan secara anaerob; siklus asam sitrat (siklus crab,
siklus asam trikarboksilat), berlangsung dalam mitokondria dan secara anerob; dan
transpor elektron yang juga berlangsung dalam mitokondria dan penghasil ATP
terbanyak.

C. Respirasi oksidatif.
Siklus asam sitrat adalah bagian kedua proses katabolisme glukosa. Siklus ini
berlangsung dalam mitokondria sel dan merupakan serangkaian proses dekarboksilai
(pelepasan karbondioksida). Dan reaksi redoks.
3.3.2 Metabolisme Protein
A. Transport dan absorpsi asam amino. Asam amino yang berasal dari protein dalam
makanan diabsorpsi dari usus melalui transport aktif dan dibawa ke hati. Di hati,
asam amino disintesis menjadi molekul protein atau dilepas ke dalam sirkulasi untuk
ditranspor menuju sel lain.

B. Katabolisme protein. Penguraian asam amino untuk energy berlangsung di hati. Jika
sel telah mendapatkan protein yang mencukupi kebutuhannya, setiap asam amino
tambahan akan dipakai sebagai energy atau disimpan sebagai lemak. Katabolisme
protein ada tiga proses, yakni: deaminasi, pembentukan urea oleh hati, dan oksidasi
asam amino terdeaminasi

C. Anabolisme protein.
1. Sintesis protein dari asam amino berlangsung di sebagian besar sel tubuh. Asam
amino bergabung dengan ikatan peptide pada rangkaian tertentu berdasarkan
pengaturan gen.
2. Transaminasi yang berlangsung di hati, merupakan sintesis asam amino nonesensial
melalui pengubahan jenis asam amino menjadi jenis lainnya.
3. Asam amino esensial dan nonesensial. Ada 9 asam amino (fenilalanin, valin,
triptofan, treonin, lisin, leusin, isoleusin, metionin, dan histadin) yang merupakan
asam amino esensial. Asam amino tersebut tidak dapat disintesis oleh sel dan harus
didapat dari makanan. 11 asam amino lainnya dapat disintesis dan disebut asam
amino nonesensial.

D. Keseimbangan nitrogen. Terjadi jika jumlah nitrogen yang hilang melalui ekskreasi
sama dengan kandungan nitrogen dalam protein yang dimakan. Jumlah minimum
protein yang dibutuhkan manusia untuk mempertahankan ekuilibrium ini kurang
lebih 0,8 g/kgBB. Ada dua keseimbangan nitrogen yakni, positif dan negative.
E. Pengaturan metabolisme protein. Metabolisme protein dipengaruhi oleh beberapa hal
yakni: hormon pertumbuhan, testosterone, hormon tiroid, glukokortikoid, dan
hormone insulin.

3.3.3 Metabolisme Lipid atau lemak


A. Transpor lemak (lipid) dalam aluran darah. Lemak ditranspor dalam bentuk
kilomikron, asam lemak bebas, dan lipoprotein. Kilomikron terdiri dari 90%
trigliserida, ditambah kolesterol, fosfolipid, dan selubung tipis protein.

B. Katabolisme lemak.
1. Gliserol memasuki sel dan diubah oleh enzim menjadi gliseraldehid-3-fosfat yang
masuk dalam jalur glikolisis. Kemudian gliserol dapat terlibat dalam siklus asam
sitrat atau dapat dipakai dalam sintesis ulang glukosa.
2. Asam lemak memasuki sel dan ditranspor menuju mitokondria oleh protein carrier.
Dalam matriks mitokondria, asam lemak diubah melalui proses oksidasi beta menjadi
asetil KoA yang kemudian akan dimetabolis menjadi siklus asam sitrat.
3. Badan keton. Molekul asetil dapat berkondensasi untuk membentuk asam asetoasetat
yang diubah menjadi asam hidrokalbutirat-beta dan aseton. Molekul-molekul ini
disebut badan-badan keton.

C. Anabolisme lemak.
1. Asam lemak esensial. Ada tiga asam lemak tak jenuh (asam linolenat, linoleat,
danasam arakidonat) yang tidak bisa disintesis dan diubah.
2. Jika karbohidrat atau protein dalam makanan lebih banyak dari yang disimpan
sebagai glikogen atau digunakan untuk energi, maka trigliserida disintesis dari
glukosa dan asam amino yang terlebih (lipogenesis).
D. Pengaturan metabolisme lemak. Metabolisme lemak dipengaruhi oleh beberapa hal,
yakni: Hormon (insulin, epinefrin, glukagon, hormone pertumbuhan, ACTH dan
tiroksin) dan kendali saraf.

3.4 Mekanisme Transport Nutrisi Dalam Sel


Didalam sel terjadi transport nutrisi melalui membran plasma yang bersifat elektif
permeable (semipermeabel), yang artinya membran plasma dapat dilalui oleh molekul
atau ion tertentu. Perpindahan molekul atau ion melewati membrane ada dua macam
yaitu transport pasif dan transport aktif.

3.5 Hormon-hormon Yang Terkait Dengan Pencernaan


1. Gastrin
Gastirn diproduksi di dinding lambung. Distimulus untuk produksi makanan dalam
lambung. Pengaruh hormon ini dalam mengatur pencernaan sebagai perangsang
sekresi terus-menerus getah lambung.
Peregangan serta adanya jenis makanan tertentu dalam lambung menimbulkan
dikeluarkannya hormon gastrin dari bagian mukosa antrum. Hormon ini mempunyai
efek yang kuat menyebabkan sekresi getah lambung yang sangat asam oleh bagian
fundus lambung. Akan tetapi, gastrin juga mempunyai efek perangsangan yang kuat
pada fungsi motorik lambung. Yang paling penting, gastrin meningkatkan aktivitas
pompa pilorus sedangkan pada saat yang sama melepaskan pilorus itu sendiri. Jadi,
gastrin kuat pengaruhnya dalam mempermudah pengosongan lambung. Gastrin
mempunyai efek konstriktor pada ujung bawah esofagus untuk mencegah refluks isi
lambung ke dalam esofagus selama peningkatan aktivitas lambung
2.Enterogastron (sekretin)
Sekretin distimulus untuk produksi bubur makanan (chime) asam dalam duodenum.
Pengaruh hormon ini dalam proses pencernaan yaitu merangsang pankreas untuk
mengeluarkan bikarbonat, yang menetralkan bubur makanan (chime) asam dalam
duodenum.
Sekretin merangsang sekresi usus serta pengeluaran bikarbonat oleh pankreas, untuk
menetralkan asam. Hal ini penting karena enzim-enzim yang diperlukan untuk
pencernaan di usus halus tidak dapat bekerja dalam lingkungan asam

3. Cholecystokinin (CCK)
Cholecystokinin (CCK) diproduksi di dinding duodenum. Distimulus untuk produksi
asam amino atau asam lemak dalam chime. Pengaruhnya untuk merangsang pancreas
mengeluarkan enzim pancreas ke dalam usus halus, merangsang kantung empedu
untuk berkontraksi, yang mengeluarkan empedu ke dalam usus halus.
Cholecystokinin (CCK) dilepaskan dari usus halus terutama sebagai respons terhadap
lemak. CCK menyebabkan sekresi usus, kontraksi kandung empedu, dan pengeluaran
empedu. Empedu penting untuk pencernaan lemak.
Duodenum menerima enzim pankreatik dari pankreas dan empedu dari hati. Cairan
tersebut (yang masuk ke dalam duodenum melalui lubang yang disebut sfingter Oddi)
merupakan bagian yang penting dari proses pencernaan dan penyerapan

4. Enterogastron lain
Tempat produksi dinding duodenum. Distimulus untuk produksi chime dalam
duodenum. Pengaruhnya menghambat peristalsis (memperlambat masuknya makanan
dalam usus halus).
3.5 Hormon Yang Terkait Dengan Kebutuhan Nutrisi
1. Hormon Insulin
Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh sel beta pankreas yang berfungsi untuk
menurunkan kadar gula darah serta hormon yang mengatur metabolisme karbohidrat
dan lemak dalam tubuh. Insulin menyebabkan sel-sel di hati, otot, dan jaringan lemak
untuk mengambil glukosa dari darah, menyimpannya sebagai glikogen di hati dan
otot.

2. Hormon Glukagon
Glukagon adalah suatu hormon yang dikeluarkan oleh pankreas, yang berfungsi
untuk meningkatkan kadar glukosa darah.
Glukosa disimpan dalam hati dalam bentuk glikogen, yang merupakan pati-seperti
polimer rantai terdiri dari molekul glukosa. Sel-sel hati (hepatosit) memiliki reseptor
glukagon. Ketika glukagon mengikat pada reseptor glukagon, sel-sel hati mengubah
glikogen menjadi polimer molekul glukosa individu, dan melepaskan mereka ke
dalam aliran darah, dalam proses yang dikenal sebagai glikogenolisis. Apabila
glukosa sudah habis, glukagon kemudian mendorong hati untuk mensintesis glukosa
tambahan oleh glukoneogenesis. Glukagon mematikan glikolisis di hati,
menyebabkan intermediet glikolisis akan shuttled untuk glukoneogenesis.

3. Hormon Pertumbuhan ( Growth Hormone )


Hormon pertumbuhan (GH) adalah hormon peptida yang merangsang pertumbuhan,
reproduksi sel dan regenerasi pada manusia dan hewan lainnya.
Hormon pertumbuhan digunakan sebagai obat resep dalam pengobatan untuk
mengobati gangguan pertumbuhan anak dan defisiensi hormon pertumbuhan dewasa.
4. Hormon Tiroksin
Tiroksin adalah hormon utama yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Ini mendorong
sintesis protein (blending) dan pertumbuhan, dan juga membantu mengatur
metabolisme tubuh.

5. Hormon Kortisol ( Cortisol Hormone )


Kortisol adalah hormon steroid, lebih khusus glukokortikoid, yang diproduksi oleh
kelenjar adrenal. Hal ini dirilis dalam respon terhadap stress dan tingkat rendah
glukokortikoid darah.