Anda di halaman 1dari 127

PT KIMIA FARMA (PERSERO) TBK

REGISTER RISIKO TAHUN 2013

Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Divisi Pengembangan 1 Meningkatkan Project terlambat dan 1). Sulitnya mencari C Payback periode mundur
Bisnis Strategis (KF keuntungan tidak sesuai Timeline apoteker penanggung
Averros) perusahaan, dengan jawab lokal, 2). sementara
Investasi 210.000 RM, apoteker dari Indonesia
Payback Periode 3,5 diperketat persyaratannya
Tahun untuk membuat
Apotek di Malaysia.

Sulitnya mencari lokasi C Laba tidak tercapai


Outlet yang strategis
dengan biaya sewa murah

Feasibility Study tidak Kegagalan mengantisipasi C Kerugian perusahaan


tepat tingginya biaya usaha

Regulasi yang sangat Proteksi bisnis pribumi UC Ekspansi Apotek ke


ketat Malaysia Gagal
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Lokasi Outlet yang Survey yang dilakukan C Penjualan tidak mencapai


dipilih tidak strategis tidak komprehensif karena target
berdasarkan standar
survey di Indonesia dan
belum adanya standar
survey internasional

2 Tercapainya kepuasan Tidak samanya standar Perbedaan budaya UC Persepsi pelanggan


Pelanggan Lama dan pelayanan apotek di terhadap image
Baru dengan jaringan dalam negeri dan luar perusahaan menjadi
layanan yang luas dan negeri negatif
berkualitas dengan
membuka Apotek di
Luar Negeri terutama di
Malaysia.

Perbedaan harga jual C Persepsi pelanggan


terhadap image
perusahaan menjadi
negatif

Ketidaklengkapan kesulitan mencari suplier C Pelanggan kecewa


persediaan obat obat
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Tidak samanya fasilitas Kesulitan mencari vendor C Pelanggan kecewa


apotek di dalam negeri
dan luar negeri

3 Tercapainya Ketidaksesuaian produk kegagalan survey pasar dan C Mitra Bisnis tidak puas
pengembangan bisnis dan jasa yang kesalahan forecast
strategis yang dipasarkan
terintegrasi dan sinergi
antar unit usaha untuk
memasarkan jasa dan
produk KF di Luar
Negeri.

Terhambatnya registrasi Belum siapnya dozier yang UC Ekspansi Produk KF ke


produk KF yang akan di disiapkan untuk keperluan Malaysia Gagal
jual di Malaysia registrasi di Malaysia

Tidak terintegrasinya Perbedaan platform sistem C Terjadinya manipulasi stok


data penjualan, stok, Informasi dan Teknologi dan harga pokok serta
harga pokok dan laporan keuangan
keuangan

4 Tercapainya SDM Kegagalan dalam Belum adanya standar C Pelayanan buruk


dengan kompetensi pelatihan pengelolaan bisnis retail
tinggi dan diakui farmasi internasional
internasional

Kegagalan dalam Tingginya persyaratan UC SDM KF gagal untuk Go


sertifikasi SDM sertifikasi yang ditetapkan International
pemerintah
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Sulitnya mencari SDM Gaji yang kita tawarkan C Kekurangan SDM


lokal yang berkualitas tidak kompetitif

Project Manager Rumah 1 Tercapainya aspek Studi Kelayakan Tidak Kesalahan Data dan C Kerugian finansial
Sakit financial : NPV = Rp. Akurat informasi untuk studi
90.868.175.000 PBR = kelayakan
tahun 6 Bulan
IRR =18,22%

Terjadinya Perubahan Situasi dan kondisi tidak UC Kerugian Finansial (Biaya


Kebijakan sesuai dengan saat awal investasi naik)
penyusunan

Ekshalasi Harga Biaya Bunga naik UC Kerugian Finansial (Biaya


investasi naik)

Perubahan kurs dollar UC Kerugian Finansial (Biaya


investasi naik)

2 Terlaksananya Metoda seleksi mitra Kesalahan prosedur C Tidak terbentuknya


pembentukan kerjasama tidak tepat metoda seleksi mitra perusahaan JV
perusahaan JV untuk
rumah Sakit Kimia
Farma
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Perubahan pola Terjadi perubahan C Tidak terbentuknya


kerjasama kebijakan BOD terhadap perusahaan JV
bentuk kerjasama

Tawaran kerjasama ke Perubahan Peraturan yang C Tidak Mitra yang


mitra tidak menarik berlaku / kebijakan BOD mendaftar

3 Tercapainya target AMDAL tidak Keluhan Masyarakat C Gangguan terhadap


tahun pertama sebesar memenuhi syarat terhadap pembangunan pembanguanan gedung
15% dari rencana
realisasi pembangunan
fisik

Teknologi yang digunakan C Pencemaran Lingkungan


tidak tepat
Izin pembangunan Administrasi untuk UC Jangka waktu penyelesaian
terhambat memenuhi persyaratan tidak sesuai time schedule
Pemda tidak lengkap

Tidak memenuhi time Kurang displin waktu UC Target penyelesaian


schedule pembangunan fisik pembangunan sebesar
konsultan perencana dan 15% tidak terpenuhi
konstruksi
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

4 Terwujudnya Tidak terupdatenya Belum dianggarkan C Rumah Sakit tidak


peningkatan informasi/ilmu tentang mengikuti trend teknologi
kompetensi SDM bisnis rumah sakit dan dan sistem terbaru
project

Belum mendapat C
persetujuan manajemen

Corporate Secretary 1 Kewajiban kepada Penyampaian dokumen - kelambatan dari pihak C ditegur oleh Otoritas pasar
Secretary Otoritas Bursa tepat ke pihak Otoritas
Dokumen yang Pasar ekternal
Belum memahami atau C Modal,
ditegur denda serta citra
oleh Otoritas pasar
waktu dan tidak ada Modal terlambat
disampaikan tidak -mematuhi
Pengumpulan data dari
peraturan menurun
Modal dan dihadapan
performance
denda Keterlambatan pembayaran
Unit kerja lain mengalami C
tidak dikenakan
otoritas denda
biaya.
sesuai yang iuran
Pembayaran terjadwal rendah
keterlambatan
dipersyaratkan oleh keterlambatan
tahunan - informasi terlambat
Otoritas Bursa

2 Mengelola dokumen Kerusakan dan sarana penyimpanan tidak C Rusak dan hilangnya
perusahaan secara kehilangan dokumen
Dokumen tidak memadai
belum melakukan C dokumen perusahaan
Informasi tidak sampai
tepat dan benar perusahaan
terkinikan konfirmasi ulang kepada atau terlambat
penyedia dokumen.

penyedia dokumen tidak C laporan tidak tepat saji


melakukan up date

Kelambatan dalam belum disusunnya tata C Laporan tidak cepat saji


penyediaan data atau kelola kearsipan/dokumen
informasi yang baik

3 Mengelola website Ketidak tersediaan data data terlambat C Penyampaian informasi ke


secara interaktif & up to yang perlu di update
Terganggunya IT infrastruktur kurang UC Publik lambaninformasi ke
Penyampaian
date & Fitur Bahasa (system) memadai Publik lamban
Inggris
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

terjemahan tidak sesuai SDM kurang UC menurunnya image


dengan isi perusahaan

4 Comply terhadap Perselisihan merek kemiripan nama merek UC pembatalan merek dagang,
peraturan-peraturan dagang suatu
Perijinan produk
kadaluarsa dagang danupdate
belum ter persaingan C ganti rugi berlaku, denda
izin tidak
yang berkaitan dengan dengan perusahaan bisnis perusahaan
bisnis perusahaan lain.
(Perijinan, Registrasi
Brand dan merek
dagang)

Wanprestasi oleh pihak Pihak ketiga tidak UC pekerjaan tidak


Human Capital 1 Meningkatkan ketiga terkaitsesuai
Diklat tidak dengan melaksanakan
Perencanaan Diklat dari C diselesaiakn sesuai jadwal
Biaya Diklat meningkat
pelaksanaan
efektifitas penggunaan dengan target kontrak kewajibannya
Unit kurang baik yang telah disepakati atau
anggaran pengakhiran kerjasama

Biaya pegawai naik Peraturan pemerintah baru UC Laba perusahaan turun


terhadap remunerasi dan
sistem outsourcing

Rekrutmen dan seleksi Waktu kelulusan kandidat C Kebutuhan pegawai baru


tidak memenuhi target tidak sesuai dengan waktu tidak terpenuhi
waktu dan sasaran kebutuhan perusahaan
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

2 Terwujudnya Target kinerja tidak Sistem Reward dan C Performansi Perusahaan


peningkatan kepuasan tercapai Penilaian Kinerja yang tidak optimal
pekerja belum berdasarkan
manajemen kinerja

Kompetensi pegawai Pelatihan peningkatan C Ketersediaan tenaga


kurang kompetensi belum kompeten kurang
menyeluruh

Mogok kerja pegawai Tuntutan Pegawai belum C Ketersediaan produk


semuanya terpenuhi berkurang

Pengaruh tekanan UC Ketersediaan produk


eksternal berkurang

3 Terwujudnya sistem Pengisian jabatan Kompetensi pegawai yang C Rekrutmen lebih sering
karir yang pasti kurang terpenuhi kurang/rendah
Struktur Organisasi Analisa jabatan tidak C Program jenjang karir tidak
tidak efektif akurat berjalan
Kompetensi pegawai Sistem suksesi, rotasi & C Ketersediaan tenaga
tidak sesuai mutasi belum tertata kompeten kurang
dengan baik

4 Terwujudnya Program diklat yang Analisa Kebutuhan Training C Kompetensi tidak


peningkatan tidak efektif belum tepat sasaran meningkat
kompetensi pekerja

Anggaran Diklat Kebijakan anggaran C Man hour training tidak


terbatas korporat tercapai
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Diklat tidak diikuti Kesibukan pekerjaan rutin C Kebijakan perusahaan


pegawai ybs tidak semua
terimplementasi

SBU Kimia 1 Target Penjualan Risiko Ketersediaan Proses produksi belum UC Nilai penjualan turun
Rp.54,25 M. Produk rendah optimal

Bahan Baku langka C Nilai penjualan turun

Risiko Harga turun Harga produsen utama UC Nilai penjualan turun


International turun

Risiko Harga naik* Harga produsen utama UC Nilai penjualan naik


International naik

Risiko Program Promosi Kesesuaian metoda C Nilai penjualan turun


tidak tepat promosi
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Risiko pelanggan beralih Pricing tidak tepat C Nilai penjualan turun

2 Laba perusahaan Risiko HPP naik Harga bahan baku utama UC Laba turun
optimal Rp.18,92 M. dan pembantu naik

Risiko HPP turun Harga bahan baku utama UC Laba naik


dan pembantu turun

Risiko Biaya Operational Biaya Fix Cost Meningkat C Laba turun


meningkat

Risiko Penjualan naik Harga Internasional UC Laba naik


meningkat

Risiko Penjualan turun harga Internasional UC Laba turun


menurun

Risiko pendapatan Kurs Dollar Turun UC Laba turun


ekspor tidak sesuai
dengan yang diestimasi.

Kurs Dollar Naik* UC Laba naik


Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Risiko Laba turun barang rusak (penanganan UC Laba turun


shipment tidak baik)

3 Kerjasama dengan Risiko kerjasama gagal partner melakukan UC Kerjasama gagal


partner untuk aliansi penyimpangan
strategis untuk pasar
domestik dan ekspor.

perubahan kebijakan UC Kerjasama gagal


pemerintah

Risiko pembatalan perubahan kebijakan UC Kerjasama gagal


kerjasama corporate
Bisnis tidak feasible UC Kerjasama gagal

4 Mempercepat proses Risiko discrepancy administrasi pihak 3 UC denda


persiapan dokumen. dokumen terhambat

Risiko LC lambat diacept dokumen kurang C Uang terlambat datang


buyer

Administrasi terhambat dokumen ekspor ditolak. UC Income tertunda

SPI 1 Tercapainya Efektifitas SDM kurang kompeten SDM kurang C Pelaksanaan desk audit
dan efisiensi Biaya pengalamaan/relatif baru kurang efektif
Audit
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Tingkat obyektifitas SDM melaksanakan audit C Hasil desk audit kurang


Auditor rendah sambil tujuan jalan-jalan efektif

Integritas SDM kurang

Penetapan jadwal site Hasil desk audit kurang C Hasil audit tidak signifikan
audit kurang tepat tepat sasaran (Audit tidak tepat sasaran)

Banyaknya audit atas Adanya indikasi C Tertundanya pelaksanaan


permintaan manajemen penyimpangan/ketidakpat audit rutin
(tidak terencana) uhan terhadap peraturan.

2 Terlaksananya audit Kompetensi SDM belum Beberapa SDM baru dan C Laporan hasil audit
sesuai dengan program merata belum punya pengalaman terlambat
kerja tahunan yang memadai

Hasil audit tdak


dimanfaatkan
Adanya SDM yang Ada penawaran dari UC Laporan hasil audit
resign dalam tahun perusahaan lain yang lebih terlambat
berjalan baik

Perolehan data Auditee Data masih harus diminta C Laporan hasil audit
lama ke Auditee karena IT belum terlambat
mendukung
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Banyaknya audit atas Banyak indikasi masalah UC Deviasi terhadap audit


permintaan manajemen pada Unit kerja rutin

Obyek audit diganti Kondisi obyek audit tidak Penjadwalan kembali


memungkinkan untuk rencana site audit
diaudit karena faktor
keamananan atau adanya
bencana alam

Ada informasi baru dan


perkembangan baru dari
calon Auditee

3 Terlaksananya audit Kompetensi SDM SDM kurang pengalaman Hasil audit tidak tepat
sesuai permintaan kurang memadai melakukan audit terhadap sasaran
manajemen objek audit tertentu

Perolehan data Auditee Data masih harus diminta Laporan hasil audit
lama ke Auditee karena IT belum terlambat
mendukung

Laporan hasil audit tidak


dapat dimanfaatkan
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Tidak ada Team Auditor Permintaan manajemen Hasil audit terlambat


yang tersedia tidak terjadwal
sebelumnya

Karena Tim audtor

Pelaksanaa audit tidak SDM kurang kompeten Adanya


sesuai standar audit penyimpangan/penyalahgu
naan berkelanjutan

Adanya ketidakpatuhan
terhadap peraturan yang
berlaku yang berkelanjutan

Kegiatan operasional tidak


efisien dan efektif

Tujuan perusahaan tidak


tercapai
4 Seluruh rekomendasi op Penyelesaian hasil audit Hasil Audit tidak dapat
LHA ditindaklanjuti oleh tidak tepat waktu dimanfaatkan
Auditee

LHA tidak sampai ke Alamat Auditee salah, Hasil Audit tidak dapat
Auditee karena kekurangtelitian dimanfaatkan
SDM
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Auditee kurang Belum merasa perlu Hasil Audit tidak dapat


merespon dengan hasil audit dimanfaatkan

Adanya
penyimpangan/penyalahgu
naan berkelanjutan

Adanya ketidakpatuhan
terhadap peraturan yang
berlaku yang berkelanjutan

Penyajian LHA sulit Ketidaksamaan sudut Hasil Audit tidak dapat


dimengerti Auditee pandang terhadap temuan dimanfaatkan
dan rekomendasi

Rekomendasi kurang Auditor kurang mampu Hasil Audit tidak dapat


tepat. menggali temuan yang dimanfaatkan
tepat

Pemantauan tindak Kompetensi SDM kurang Tidak terjadi perbaikan


lanjut tidak efektif memadai atas
kelemahan/ketidakpatuha
n yang ada.

Prioritas terhadap Terjadi


penyelesaian laporan hasil penyimpangan/penyalahgu
audit naan berulang.
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Business Development 1 Terwujudnya efektifitas Kenaikan biaya FS tidak sesuai C Penyimpangan realisasi
biaya penelitian anggaran

Kenaikan harga bahan UC


baku
Penyelesaian penelitian C
tidak tepat waktu
Kompetensi SDM kurang C
Proyek/Penelitian tidk Perubahan keputusan UC Anggaran tidak terpakai
terealisasi Direksi

Biaya kerjasama Mitra tidak qualified UC Anggaran tidak terpakai


"hangus"
Pembatalan Kerjasama UC
Penipuan oleh Mitra UC
2 Terwujudnya bisnis dan Mitra Wanprestasi Tidak adanya investigasi C Bisnis baru tidak terealisasi
produk baru terhadap Calon Mitra
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Kurangnya Dukungan Biaya pengembangan C Bisnis/produk baru


Dana bisnis belum dianggarkan terlambat launching

Perubahan kebijakan dari UC


Perusahaan
FS tidak sesuai Konsultan penyusun FS C Bisnis /produk baru gagal
kurang qualified
Waktu penyusunan FS C
tidak mencukupi
Perijinan Terlambat Perubahan kebijakan dari UC Bisnis/produk baru
regulator terlambat launching

3 Terjalinnya kerjasama Kerjasama tidak bisa Partner melakukan UC Kerjasama gagal


dengan pihak ketiga dieksekusi penyimpangan
Perijinan bisnis baru Perubahan kebijakan UC Kerjasama gagal
tidak didapat Pemerintah

Pembatalan kerjasama Perubahan kebijakan UC Kerjasama gagal


Perusahaan

Bisnis tidak feasible C


(setelah re-evaluasi)
4 Meningkatnya Waktu perolehan Penelitian tidak selesai C Terlambatnya launching
penyelesaian registrasi Nomor Ijin Edar (NIE) tepat waktu produk baru
produk baru dan alat tidak tepat waktu
kesehatan
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Hasil ra Registrasi (HPR) UC


terlambat
SDM kurang C
Biaya pengurusan Persetujuan anggaran C NIE terlambat dikeluarkan
registrasi tidak lancar terlambat

Pesanan "mendadak" Penyusunan RKAP tidak UC NIE terlambat dikeluarkan


untuk "launching" baik
produk

Perubahan kebijakan UC Launching produk baru


Pemasaran terlambat
Perubahan kebijakan UC
Perusahaan
Supplay Chaine 1 Terlaksananya fungsi Produk tidak diproduksi UC Tidak ada penjualan
supply chain guna oleh plant karena Fasilitas
mendukung terca- Plant
painya Target Pen-
jualan Produk KF Rp.
1,18 T.
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Kebutuhan produk dari Jumlah produk yang UC Penurunan penjualan


konsumen tidak disediakan kurang dari
terpenuhi kebutuhan konsumer

Produk yang dibutuhkan UC kehilangan peluang


tidak tersedia tepat waktu

Jumlah dan Waktu Realisasi penerimaan UC Stok kritis


penerimaan produk di produk dari plant kurang
logistik tidak memenuhi dari kebutuhan
buffer dan level stok

Penataan produk belum C Pelayanan Lambat


sesuai GSP sehingga
menghambat barang
masuk

Realisasi penerimaan UC Kehilangan peluang


produk dari plant tidak
tepat waktu

Kualitas pengiriman Penataan produk belum C Pelayanan Lambat


tidak memenuhi sesuai GSP sehingga
pesanan konsumen menghambat pengeluaran
barang

Terjadinya gangguan UC Kehilangan peluang


pengiriman, Barang hilang,
terlambat karena cuaca dll
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Pelayanan distribusi yang C Pelayanan Lambat


belum memenuhi prosedur
distribusi

Kompetensi SDM masih C Pelayanan Lambat


kurang

2 Tercapainya Jumlah persediaan Terjadinya penurunan UC Stok level meningkat


Optimalisasi Inventory. melebihi kebutuhan penjualan
konsumen

Jumlah persediaan C Gudang Penuh


melebihi kebutuhan

Gagal tender UC Stok over

Produk tidak tersedia Terjadi lonjakan penjualan UC


dilogistik Out of stok
Tidak ada penerimaan dari UC Kehilangan peluang
Plant

Terjadi produk rusak, Kondisi penyimpanan dan C Kerugian Finansial


ED dll pendistribusian belum
sesuai dengan GSP dan
GDP

Umur ED produk baru UC


pendek hanya 2 tahun
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Pengelolaan Barang ED di UC
cabang belum sesuai
Protab

3 Tercapainya penurunan Penjualan Produk Program pencairan stok UC Penurunan harga Jual
COGS. dibawah HPP per item over
semakin banyak

Take sales untuk mengejar UC


peringkat penjualan

Paket tender UC
Biaya distribusi Peningkatan biaya Expedisi C Inefisiensi
melebihi anggaran
Peningkatan biaya C
operasional
Peningkatan biaya C
maintenance gudang
Terjadi peningkatan Peningkatan harga Bahan UC Produk tidak bersaing
HPP Baku

Peningkatan biaya UC
maintenance pabrik untuk
memenuhi GMP

Peningkatan biaya UC
operasional pabrik atas
kenaikan upah pegawai

4 Tercapainya Persediaan produk KF Ketidak sesuaian antara UC Pending Order


peningkatan Services tidak lengkap produk yang dipesan
Level. dengan produk yang
tersedia
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Jumlah pengiriman produk UC


dari Plant tidak memenuhi
kebutuhan

Waktu pengiriman produk UC


dari Plant tidak memenuhi
kebutuhan

4 Pelayanan logistik Pengiriman produk ke DC C


belum sesuai terlambat
Kebutuhan

Kompetensi SDM kurang C


Pengelolaan distribusi C Kehilangan peluang
belum sesuai GDP

5 Belum tersedia IT Sistem IT belum maksimal UC Transaksi dan Report tidak


memadai optimal

6 Kebutuhan SDM IT kurang UC

7 Kompetensi SDM terhadap UC


IT kurang
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

SBU FARMA 1 REVENUE : 1. Tidak tersedianya Perencanaan pesanaan C Target Sales tdk tercapai
STOCK existing produk yg kurang tepat
PRODUCT (waktu dan jumkah)
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Mencapai target Kekosongan bahan baku UC stock produk terganggu


penjualan dgn atau bahan kemas
pertumbuhan 21,79%

Suplay produk dari pabrik UC stock produk terganggu


tidak sesuai pesanan

Distribusi produk dari ULS UC


ke cabang tidak tepat
waktu dan jumlah

Availability produk di UC
outlet rendah

Sistem IT inventory belum UC


terintegrasi dengan baik

Ketersediaan Produk Terlambatnya launching UC Target Sales tdk tercapai


Baru produk baru

Kalah bersaing dipasar. Tingginya HPP beberapa UC Harga produk tdk bersaing
produk

Harga jual beberapa C


produk terlalu tinggi

Kompetensi SDM C
Marketing di lapangan
kurang
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Jumlah field force kurang C


mencukupi

Service level distributor ke UC Target penjualan tdk


oulet rendah tercapai
Realisasi bentuk apresiasi C
kepada mitra marketing
lama

Pemilihan strategi Keterbatasan budget C Biaya promosi tidak efektif


Promosi kurang tepat. promosi
Kurangnya data pasar C Analisa pasar kurang
akurat

2 BIAYA : 1,Biaya Promosi Perencanaan program C Laba berkurang


melampaui budget promosi tidak tepat

Meningkatkan Adanya pembebanan biaya UC


Efektivitas Biaya promosi diluar aktivitas
Pemasaran dgn rasio marketing
sbsr 11,98%

Lemahnya kontrol budget C

3 HPP 1. HPP Naik Kebijakan pemberian C Laba berkurang


discount

Terwujudnya Kebijakan harga tidak up to C Laba berkurang


pengendalian Harga date menyesuaikan
Pokok Penjualan (HPP) kenaikan Harga Pokok
Produksi
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

4 MARKET SHARE 1. Persaingan pasar yg kompetitor lebih agresif UC Target market share tdk
ketat tercapai

Meningkatkan market
share
2. Pasar tidak tumbuh daya beli masyarakat UC penjualan tdk tercapai
menurun

3. Perubahan regulasi memenuhi kebutuhan & UC Penjualan tdk tercapai


pemerintah tuntutan masyarakat
aspek politis UC
AKUNTANSI 1 1.b.Laporan Keuangan a.Kesalahan manusia Sistem Informasi belum C - Teguran dari Bapepam
tahunan,semesteran pada saat input data terintegrasi dan Pemegang saham
dan triwulanan tepat
waktu

Penyusunan Laporan C Denda dari bapepam


keuangan masih manual
Kompetensi SDM kurang C laporan tidak akurat
memadai
b.Pengiriman data dari Sistem Informasi belum C Denda dari bapepam
unit kerja terlambat terintegrasi

Penyusunan Laporan C - Teguran dari Bapepam


keuangan masih manual dan Pemegang saham
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

2 1.d.Efisiensi dan a. Pengelompokan Sistem Informasi belum C a. Biaya pajak meningkat


efektifitas biaya pajak biaya terkait pajak terintegrasi
kurang tepat

Ketidakpahaman pengguna
budget dalam hal
perpajakan

3 3.b.Tersedianya data a.Kesalahan manusia Penyusunan Laporan C a. Teguran dari Bapepam


laporan Keuangan yang pada saat input data keuangan masih manual dan pemegang saham
lengkap dan benar

b.Pemahaman SDM Kompetensi SDM kurang


terhadap peraturan memadai
Bapepam dan PSAK

4 3.c. Efektifitas a. Pengelompokan Sistem Informasi belum C a. Biaya pajak meningkat


pengelolaan perpajakan biaya terkait pajak terintegrasi
secara terigrasi kurang tepat

b.Administrasi Kompetensi SDM kurang


dokumen pajak belum memadai
tertib

5 4.a. Tersedianya data a.Kesalahan manusia Sistem Informasi belum C - Teguran dari Bapepam
laporan Keuangan yang pada saat input data terintegrasi dan Pemegang saham
up to date,cepat dan
tepat waktu

Kompetensi SDM kurang C laporan tidak akurat


memadai
b.Pengiriman data dari Penyusunan Laporan C Denda dari bapepam
unit kerja terlambat keuangan masih manual
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Kepatuhan & Manajemen 1 Terwujudnya sistem Kebijakan BOD Belum BOD masih terkonsentrasi UC Perusahaan Tidak comply
Risiko WBS tata kelola Ada pada hal hal yang Urgen terhadap peraturan
pelaporan pelanggaran perundangan yang berlaku
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

belum ada prosedur belum ada persetujuan C Perusahaan Tidak comply


Direksi terhadap peraturan
perundangan yang berlaku

Komite Etik belum ada Belum ada penunjukan C Perusahaan Tidak comply
atau pendekatan personal terhadap peraturan
dikomite etik perundangan yang berlaku

2 Terlaksananya GCG, Karyawan tidak paham Sosialisasi tidak terlaksana C Kinerja tidak sesuai target
Performance ke seluruh karyawan
Manajemen dan
Pengendalian Risiko di
KAEF

Belum ada tim Masih memakai jasa C Tidak efisiensi


assesment mandiri konsultan
Belum ada pedoman Belum dibuat aturan yang C Kinerja tidak sesuai target
pelaksanaan baku
3 Comply terhadap Karyawan kurang Sosialisasi tidak terlaksana C Pelanggaran karyawan thd
peraturan perusahaan memahami peraturan ke seluruh karyawan dan peraturan
PKB,Code of Conduct PKB COC dan GCG adanya perubahan aturan
dan GCG

Regulasi baru belum ter SDM UKMR masih kurang C Nilai GCG turun
Update

Perubahan Struktur Sudah tidak sesuai dengan C terjadi inefisiensi


Organisasi kebutuhan Perusahaan
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

4 Comply terhadap ketidakfahaman unit Sosialisasi tidak terlaksana C Pengelolaan MR tidak


pedoman umum dan akan pedoman MR ke seluruh unit berjalan
pedoman pelaksanaan
proses internal
Manajemen Risiko

Pedoman tidak selaras Adanya perubahan C Pelaksanaan tidak sesuai


dgn perkembangan transformasi organisasi budaya perusahaan
Organisasi

Banyaknya temuan Belum memenuhi item2 C Nilai GCG MR rendah


audit ttg MR audit
PENGADAAN 1 Terlaksananya Kualitas barang yang Manufaktur bahan baku/ UC Pemenuhan pesanan
pengadaan barang yang diterima tidak bahan kemas merubah pemasaran terhadap plant
memenuhi azas kualitas memenuhi spesifikasi proses produksi tanpa tidak terpenuhi
yang baik dengan harga KF pemberitahuan
rendah sehingga
tercapai penurunan
HPP secara bertahap.

Packing barang dari UC


manufaktur tidak sesuai
dengan ketentuan yang
dipersyaratkan.
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Terjadi gangguan selama UC


dalam proses pengiriman
ke supplier lokal (untuk
bahan baku lokal)

Terjadi gangguan selama UC


dalam proses pengiriman
ke gudang Kimia Farma
(untuk barang yang dibeli
impor)

Kondisi gudang UC
penyimpanan di supplier
yang tidak memenuhi
syarat

Kondisi alat transportasi UC


dari gudang supplier tidak
memenuhi syarat

Perbedaan Grade dari UC


Kompendia yang berlaku
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Harga barang Kurs rupiah melemah, atau UC HPP meningkat


mengalami kenaikan Kurs mata uang negara
yang signifikan produsen menguat
terhadap mata uang valas
yang digunakan

UC

Demand di pasar lebih UC


tinggi dari supply

Jumlah / quantity jauh UC


lebih kecil dari yang biasa
dipesan.

Kenaikan harga dari UC


manufaktur yang
disebabkan antara lain :
harga bahan
awal/intermediate naik,
cost produksi naik

Single
suplier/manufakturer

Adanya cost of money Jangka waktu pelunasan UC


yang dibebankan oleh yang jauh lebih lama dari
supplier pada harga jual kesepakatan pada Surat
Pesanan
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Biaya pelunasan barang Biaya LC tinggi karena UC


impor tinggi dokumen dari manufaktur
tidak sesuai LC sehingga
timbul biaya discrepancies

Biaya LC tinggi karena UC


terjadi keterlambatan
pengiriman barang
sehingga LC harus
diperpanjang

Biaya bunga karena UC


pembayaran TT in advance

SDM yang menangani LC UC


kompetensinya masih
kurang

Biaya clearance / Regulasi yang semakin C Biaya Inklaring tinggi, HPP


inklaring tinggi karena ketat dari institusi terkait naik
waktu pengeluaran sehingga perijinan yang
barang di bea dan cukai harus diurus untuk
lebih lama. pengeluaran barang dari
bea dan cukai makin
banyak dan lama.

Keterlambatan dokumen UC
impor dari manufaktur
bahan.
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Penyerahan PIB ke C
Keuangan lebih dari 1 hari.

Pembayaran PIB (pajak C


impor) lebih dari 1 hari.
2 Terlaksananya Barang tidak ada di Stop produksi dari UC Produk Pending, sehingga
pengadaan barang yang pasaran manufaktur target penjualan tidak
memenuhi azas tercapai
pengiriman barang
tepat waktu.

Barang shortage UC
kebutuhan KF meningkat UC
melebihi kapasitas
manufaktur

Keterlambatan Jadual pengapalan yang UC


pengiriman dari tidak jelas
manufaktur/ suplier

Faktor Liburan di negara UC


asal
Barang Salah destinasi UC
Keterlambatan Dokumen yang diterima C
penyelesaian clearance tidak lengkap
dari bea dan cukai

SDM yang menangani Bea C


Cukai kompetensinya
masih kurang
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Waktu permintaan Kebutuhan bahan C


pengadaan yang meningkat diluar rencana
diberikan oleh lebih
cepat dari standar
pengadaan

Terlambat melakukan C
pemesanan
R&D 1 Efektivitas Penggunaan Tidak terserapnya permintaan komisaris UC Target Realisasi anggaran
Anggaran anggaran untuk penambahan tidak tercapai
anggaran pengembangan
(R &D) di tengah tahun
berjalan
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

tidak tepatnya permintaan komisaris UC Target Realisasi anggaran


breakdown anggaran untuk penambahan tidak tercapai
anggaran pengembangan
(R &D) di tengah tahun
berjalan

Berkurangnya Kegagalan Proyek UC Target Realisasi anggaran


kerjasama yang dapat Kerjasama tidak tercapai
terealisasi

2 Meningkatkan Mutu produk tidak (1) mutu produk baru yang C Penarikan produk dari
Kepuasan Pelanggan sesuai dengan harapan kurang baik; (2) Mutu pasaran
pelanggan produk menurun seiring
waktu

Harga produk mahal Keterbatasan supplier yang C Reformulasi Produk


memiliki bahan

Keterlambatan Kompleksitas penelitian UC Pasar Produk sudah


Launching produk decline pada saat akan
dilaunching

Waktu Penelitian yang C


diharapkan Marketing
terlalu pendek
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

3 Mengembangkan Keterlambatan bahan Regulasi pengadaan bahan UC Target Timeline Produk


produk unggulan yang baku Aktif, pembantu, (SAS), dan sulitnya Baru tidak tercapai
inovatif Inovator dan Reference mendapatkan inovator dari
Standard ICH country

Bahan baku yang Spesifikasi belum C Target Timeline Produk


datang tidak sesuai mencantumkan bentuk Baru tidak tercapai
dengan spesifikasi yang kristal
diinginkan

Keterbatasan fasilitas keterbatasan anggaran C Target Timeline Produk


yang dimiliki investasi Baru tidak tercapai
dibandingkan dengan
jumlah penelitian

4 Terwujudnya Kurang adanya mahalnya biaya pelatihan UC Tidak tercapainya


peningkatan pelatihan yang sesuai peningkatan kompetensi
kompetensi pekerja dengan kebutuhan
internal

Kesalahan perencanaan kurangnya komunikasi C Tidak tercapainya


program dan pemilihan mengenai kebutuhan peningkatan kompetensi
peserta pelatihan training

Minimnya pengalaman Kualitas dasar SDM tidak UC Tidak tercapainya


SDM sesuai dengan harapan peningkatan kompetensi
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

TEKNOLOGI INFORMASI 1 Rasio biaya a. Delivery Product Unit Leadtime pencairan C Internal Proses kurang
IT/Komunikasi Data TI kurang optimal realisasi biaya lama terdukung
(Komta) terhadap
penjualan total < 1%

b. Hasil belanja TI Konsultan Eksternal - C Kurang Efisien


kurang optimal Tenaga IT/User Internal
kurang Optimal

c. Kesulitan Kebutuhan jauh C Tidak semua kebutuhan


memprioritaskan melampaui ketersediaan terpenuhi
anggaran biaya

2 Penyediaan Sistem a. Implementasi tidak Konsultan Eksternal - C Penambahan Cost


Informasi bagi user tepat target waktu Counterpart Internal
operasional dan kurang Optimal
management

b. Project gagal Konsultan Eksternal - C Kerugian Total atas biaya


Counterpart Internal yang keluar
kurang Optimal
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

c. Product TI kurang Tenaga IT & Tenaga User C Internal Proses kurang


bisa digunakan secara kurang dapat mengadopsi terdukung
optimal perubahan

3 Membuat SOP yang a. Karyawan Lebih Keterbatasan Jumlah C Waktu penyusunan SOP
terkait dengan difokuskan ke Karyawan berkurang
pemanfaatan IT dan Implementasi sistem
Komta utama

b. Karyawan Kurang Keterbatasan Kompetensi C Target waktu tidak


kompeten dalam & Waktu terpenuhi
menyusun SOP

c. Karyawan Kurang Karyawan Kurang C Perumusan SOP tidak


menguasai materi mengeksplore proses tajam
bisnis

4 Peningkatan a. Pelatihan tidak Keterbatasan dana training C Tidak semua karyawan


Kompetensi SDM IT mencukupi mendapat pelatihan
melalui pelatihan kuantitasnya

b. Keterbatasan waktu Jumlah Tenaga kurang C Hasil Pelatihan tidak


untuk melaksanakan sehingga sulit pengaturan optimal
pelatihan waktunya

c. Pelatihan tidak terlalu Latar belakang SDM kurang C Kompetensi kurang


meningkatkan sesuai meningkat signifikan
kompetensi
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

SBU Manufaktur 1 Tercapainya penyerahan Produktivitas SDM Tenaga outsource baru C Hasil produksi kurang dari
produk sebesar Rp. belum memadai belum trampil standard
520,9 M

Pelatihan belum kontinyu C


Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Pengawasan atasan belum C


memadai
Kapasitas produksi Pesanan melebihi kapasitas UC Pesanan tidak terpenuhi
kurang mencukupi

Waktu untuk pemenuhan UC


pesanan terlalu singkat

Penambahan kapasitas UC
produksi melalui investasi
lama

Ketergantungan penuh UC
kepada maklooner karena
tidak memiliki fasilitas
sendiri (Sefalosporin)

Keterlambatan Pengendalian stok bahan C Produksi terlambat


pemesanan bahan kurang baik
Pesanan tambahan UC
Marketing mendadak
Data stok tidak akurat C
Kerusakan mesin Pemeliharaan tidak C Produksi terhambat
produksi dilakukan sesuai jadual
Kompetensi operator dan C
teknisi kurang
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Masa pakai mesin melebihi C


waktu
Pesanan Marketing Peningkatan pesanan UC Penyerahan produk
melebihi target Marketing meningkat
2 Pengendalian Harga Kenaikan biaya Pemasok menaikkan harga UC HPP naik
Pokok Produksi pemakaian bahan baku jual bahan baku dan bahan
dan bahan kemas kemas

Pemakaian bahan melebihi C


formula karena reject,
reproses

Nilai tawar terhadap UC


pemasok kurang kuat
Kenaikan nilai tukar UC
Kenaikan biaya pegawai Kenaikan upah dan benefit C HPP naik
PT dan PTT sesuai PKB

Kenaikan upah TO sesuai UC


UMR
Kenaikan biaya Kenaikan tarif listrik dan UC HPP naik
overhead BBM

Biaya pemeliharaan naik C


Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

3 Peningkatan kualitas Beberapa produk yang Formula tidak stabil C Reputasi perusahaan turun
produk dibuktikan beredar di pasaran
dengan tidak adanya mengalami penurunan
penarikan produk yang kualitas di luar
beredar di pasaran & spesifikasi
menurunnya keluhan
pelanggan

Beberapa proses produksi C Timbulnya biaya penarikan


tidak valid produk dan pemusnahan

Penanganan Cara UC
penyimpanan dan
distribusi yang baik belum
dipenuhi

Regulasi baru terkait Perlindungan konsumen UC Timbulnya biaya penarikan


penarikan produk produk dan pemusnahan

4 Pemenuhan standar Kepatuhan SDM dalam Sosialisasi SOP yang kurang C Temuan audit internal dan
nasional dan penerapan standard efektif eksternal
internasional (CPOB rendah
terkini,ISO 9001:2008,
ISO 14001, FSSC
22000:2001; HACCP,
Halal, Kosher, UU
Ketenakerjaan, CPKB,
CPBBAOB, CPOTB, UU
Lingkungan Hidup dll)
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Pengawasan atasan dalam C


pelaksanaan SOP kurang

Kompetensi SDM belum Materi dan metode C Standard Operasi tidak


memadai pelatihan belum efektif terpenuhi

Latar belakang pendidikan UC Temuan audit internal dan


tidak sesuai dengan eksternal
kebutuhan

Ketidakjelasan Informasi persyaratan C (1) Standard Operasi tidak


kebijakan strategis BOD standard belum terpenuhi; (2) Pencabutan
disampaikan secara serifikat
komprehensif kepada BOD

Keterbatasan biaya Kinerja perusahaan yang C (1) Standard Operasi tidak


dalam pemenuhan kurang baik terpenuhi; (2) Pencabutan
standard serifikat

Fasilitas produksi Keterbatasan biaya UC (1) Standard Operasi tidak


exsisting belum sesuai investasi terpenuhi; (2) Pencabutan
dengan persyaratan serifikat
terkini.

Kepatuhan terhadap Kemampuan keuangan UC Sanksi dari


peraturan perusahaan kurang Kemenakertrans
ketenagakerjaan belum
sesuai

Kepatuhan terhadap Kemampuan keuangan UC Sanksi dari KLH


peraturan lingkungan perusahaan kurang
belum sesuai
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

TREASURI 1 Perolehan dana ekstern Tren tingkat bunga Jumlah uang beredar tinggi UC Biaya bunga meningkat
dengan biaya yang pinjaman meningkat dan daya beli masyarakat
efisien. tinggi, cost of fund bank
tinggi, penyedia dana
kredit terbatas. Kebijakan
pemerintah memperketat
belanja negara.

Kurs devisa meningkat Inflasi di negara asing, UC Biaya Bahan Baku


Kesenjangan yang tinggi Meningkat
antara impor dan ekspor

Peningkatan inflasi Jumlah uang beredar tinggi UC Biaya Operasional


dan kebijakan pemerintah Meningkat
memperketat belanja
negara.

2 Rasio hutang dagang Keluhan supplier Kebijakan keuangan C Citra perusahaan bisa
Holding men-jadi lebih meningkat Perusahaan untuk menurun dimata supplier
baik (hari perputaran memperlambat
hutang dagang semakin pembayaran utang
lama)

Keluhan perbankan Pinjaman bank menurun C Citra perusahaan bisa


meningkat menurun dimata
perbankan
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Keterlambatan data Penumpukan data di unit C Jumlah hutang menjadi


jumlah hutang dagang ttg jumlah hutang dagang tidak akurat
yang sebenarnya yang akan ditagihkan

3 Cash budget lebih Kesalahan dalam Pemahaman yang berbeda C Cash flow budget menjadi
terkendali. membuat Cash Flow antara unit plant bias
budget

Data cash budget yang Keterlambatan kedatangan C Cash flow budget tidak
tidak up to date data dapat digunakan untuk
perencanaan

Cash Flow budget yang Tidak menggunakan data C Cash flow budget bisa
tidak akurat yang riil periode berjalan menjadi bias

4 Laporan kinerja Pemahaman yang Kurangnya informasi yang C Pengolahan laporan


Tahunan, Semeste-ran, berbeda antara unit dapat mengkordinasikan menjadi lambat dan ada
Triwulanan, dan RKAP kerja, plant dn anak pembuatan laporan kemungkinan tidak akurat
tepat waktu serta perusahaan
akurat.

Keterlambatan laporan Ketidak disiplinan unit C Keterlambatan


unit kerja, plant dn anak kerja dalam penyampaian penyampaian laporan
perusahaan laporan realisasi dan RKAP
anggaran

Data yang tidak akurat Tidak menggunakan data C Keterlambatan


yang riil dalam membuat penyampaian laporan
periode berjalan RKAP
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

MGMT ASET 1 Meningkatkan Stake- Aset-aset belum Kelebihan aktiva tetap UC Meningkatnya Biaya Peme-
holder dan laba peru- dimanfaat-kan secara yang mengakibatkan liharaan termasuk Pajak
sahaan. optimal. kerugian finansial sebagai dan Asuransi serta biaya
akibat tidak optimalnya pengelolaan.
pemakaian aktiva tetap.

Belum adanya pihak Mitra UC a). Tiap Tahun terdapat


Kerjasama/ Investor yang peningkatan atas biaya PBB
cocok untuk bekerjasama dan biaya Asuransi.
mengoptimalisasi aset-aset
Idle

b). Adanya pihak luar


tanpa ijin yang
menduduki/menempati
lahan kosong dikarenakan
bangunan tidak terpakai.
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

2 Efisiensi biaya Pendapatan tiap Tahun Nilai (Rp) penerimaan C Penerimaan/ pendapatan
operasional dan yang diterima tidak untuk Perusahaan/ untuk Perusahaan/ Mana-
efisiensi modal kerja.. sesuai dengan yang Manajemen merupakan jemen terlihat kurang
diharapkan Perusaha- perhitungan ope-rasional mengun-tungkan,
an/ Manajemen. bisnis dari pihak Mitra/ dikarenakan belum adanya
Investor. informasi/ rekomen-dasi
pembanding dari pihak
independen untuk mene-
tapkan penerimaan/
penda-patan yang layak/
ideal.

Peruntukan/ Penetapan jenis produk C Permintaan perpanjangan


pemanfaatan aset/ pro-perti yang akan waktu kerjasama (extend)
lahan yang tidak sesuai dijalankan berdasarkan dari pihak Mitra/ Investor
dengan harapan. hasil Feasibility Study (FS) dikarenakan setelah berja-
dari pihak Mitra/ Investor. lannya bisnis tidak menda-
patkan keuntungan
finansial yang diharapkan.
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

3 Kegiatan perawatan dan Aktiva tetap tidak Kegiatan pemeliharaan C a). Bangunan menjadi
pengelolaan property dilakukan terha-dap bangunan tidak cepat kusam - rusak dan
pemeliharaan. terprog-ram dan tidak tidak menarik dari sisi
tepat sasaran. tampak luarnya.
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

b). Timbul biaya tambahan


cukup besar untuk
kegiatan perbaikan/
renovasi terhadap aset
yang kondisinya sudah
rusak.

Kegiatan perawatan dan C Nilai (harga) bangunan


pemeliharaan terhadap rendah dikarenakan
bangu-nan tidak dijalankan bangunan dalam kondisi
dengan baik. rusak, dimana lokasi aset
berada di daerah stra-tegis
(tengah kota).

Terjadi musibah/ Aktiva tetap tidak diikut C Adanya biaya tambahan


bencana alam (gempa sertakan dalam program (tak terduga) pasca
bumi, gunung meletus, Asuransi (perlindungan ge- bencana alam untuk
banjir, tsu-nami dll) dung berikut fasilitasnya). memperbaiki - renovasi
berakibat tidak atau bangun bangunan
berfungsinya atau baru yang jumlah Rp nya
adanya kerusakan pada tidak sedikit.
bangunan.
Unit No Sasaran Risiko Sebab UC/C Konsekuensi

Kehilangan HGB. Pembuatan list data terkait C Terjadinya keterlambatan/


tanggal masa berakhirnya terlewati batas waktu
hak Sertipikat tanah saat terakhir pembayaran PBB
ini masih menggunakan tahunan dan biaya
program Microsoft Office perpanjangan Sertipikat
Excel biasa (proses HGB, berakibat adanya
manual). biaya tambahan denda.

.
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Pendekatan kepada biro 4 4 16 Kerjasama dengan Profesi PM


Kesehatan Malaysia Farmasis Lokal

Komunikasi dengan mitra Membuat Guidance PM


bisnis di Malaysia untuk Standard Survey
mencari lokasi dengan Pengembangan Bisnis
spesifikasi atau standar Retail Besrtandar
yang kita tetapkan International

Survey Market vs Cost 4 3 12 Membuat Guidance PM


secara real di Malaysia Pembuatan FS
Pengembangan Bisnis
Retai Besrtandar
International

Pendekatan kepada biro 3 5 15 Meminta bantuan Komjen PM


Kesehatan Malaysia dan Kedubes RI di
Malaysia
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Survey lokasi 4 4 16 Membuat Guidance PM


menggunakan metode Standar Survey
Demographic, Pasar yang Pengembangan Bisnis
sudah terbentuk (Pesaing , Retai Besrtandar
klinik & RS), Perputaran International
Uang (banyaknya
ATM/Bank), Tingkat
Konsumtif (Jumlah
Supermarket), Akses Jalan

Komunikasi intensif 2 2 4 Pembuatan Standard PM


Operating Guidline

Penjelasan mengapa harga Pembuatan Standard PM


berbeda Operating Guidline

Komunikasi dengan mitra 3 3 9 Mencari sumber supplier PM


KF di Indonesia untuk melalui internet dan
mendapatkan jaringan menghubungi perwakilan
Suplier di Malaysia di Malaysia
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Komunikasi dengan mitra 2 2 4 Mencari sumber supplier PM


KF di Indonesia untuk melalui internet dan
mendapatkan jaringan di menghubungi perwakilan
Malaysia di Malaysia

Komunikasi keinginan 2 3 6 Membuat list peluang PM


Mitra Bisnis bisnis baru dan feasibility
studynya

Komunikasi internal 3 3 9 Review mengenai bisnis PM


(Manager Registrasi dan proses ekspansi produk ke
GM Pharma) secara luar negeri
intensif

Validasi keamanan sistem 4 4 16 Review Bulanan PM


sebelum digunakan

Pembuatan SOP 2 3 6 Membuat standard PM


operating guidlines untuk
retail farmasi bertandar
internasional (WHO)

Pendekatan kepada biro 2 3 6 Pelatihan terlebih dahulu PM


Kesehatan Malaysia sebelum ikut sertifikasi
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Iklan Lowongan Pekerjaan 2 3 6 Kerjasama dengan Ikatan PM


Profesi Farmasi Lokal dan
Institusi Pendidikan untuk
mempermudah
mendapatkan SDM

Konsultasi dengan unit 1 5 5 Trend data diambil dari Project


kerja lain dan konfirmasi data 5 tahun terakhir (BPS; Manager
dengan konsultan FS Dept Kesehatan)
Rumah Sakit

Penyimpangan terhadap 2 5 10 Update Studi Kelayakan ke


kondisi awal Konsultan
diperhitungkan di studi
kelayakan

Penyimpangan kenaikan 2 5 10 Update Studi Kelayakan ke


suku bunga diperhitungkan Konsultan
di FS

Penyimpangan Kenaikan 1 5 5 Update Studi Kelayakan ke


kurs dollar diperhitungkan Konsultan
dalam studi kelayakan

Konsultasi dengan unit 1 5 5 Proses seleksi mitra Project


hukum korporasi, SPI dan dengan melibatkan panitia Manager
ahli pengadaan barang dan yang memliki sertifikasi
jasa pengadaam barang dan
jasa
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Pembuatan beberapa 3 5 15 Pola kerjasama dan


alternatif pola kerjasama konsekuensi dimasukkan
dalam klausul perjanjian

2 5 10 Menyampaikan pola
alternatif tersebut ke BOD,
jika mendapat
persetujuan ditawarkan ke
mitra

Sosialisasi terhadap 1 2 2 Program dan time Project


masyarakat sekitar schedule untuk sosialisasi Manager
sebleum pembangunan

Inventarisir resiko amdal Antisipasi tersebut


beserta dampaknya dimasukkan dalam TOR
Konfirmasi dengan pemda 2 4 8 Pembicaraan bersama
sebelum project konsultan untuk antisipasi
berlangsung hal tsb dan merupakan
prioritas utama

Pengawasan thd project 2 4 8 Pemilihan konsultan


disesuaikan dengan time pengawas diharapkan
line sudah pernah di
pembangunan Rumah
Sakit
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Mengusulkan tambahan 1 3 3 Pengajuan dan Project


anggaran untuk pelatihan Perencanaan anggaran Manager
pelatihan

Mengajukan perencanaan
pelatihan ke pihak
manajemen

Membuat informasi jadual 3 3 9 meningkatkan koordinasi Corsec


penyampaian
memahami dan laporan
mematuhi 2 2 4 dengan Unit chek
menyiapkan Akuntansi
list Corsec
kepada Unit
peraturan kerja terkait
Membuat jadwal Pasar
dibidang 2 1 2 Memonitoring rencana Corporate
Modal
pembayaran pembayaran Communica
tion dan
Keuangan

Backup dokumen dengan 4 2 8 Back up dokumen dengan Legal ,


filling
na manual 3 1 3 penerapan filling System
Penyiapan SOP Seketariat
Legal ,
pendistribusian dokumen Seketariat

Secara periodik melakukan 3 1 3 Menjadi anggota sistem


pengecekan dokumen updating regulasi

filling data/informasi 2 1 2 Membangun Unit pusat Corporate


secara manual data & informasi Communica
perusahaan tion dan
Legal

Melakukan koordinasi 3 2 6 Koordinasi dengan Corporate


dengan pihak
koordinasi penyedia
dengan IT 2 2 4 Marketing, akuntansi
Koordinasi dengan IT Communica
IT
data untuk Up date informasi tion dan
kegiatan perusahaan Marketing
dan
Akuntansi
dan IT
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

NA 2 1 2 Menggunakan Corporate
penterjemah yang Communica
tergabung dalam asosiasi tion

Prosedur informal (Dalam 4 2 8 koordinasi dengan Unit Legal


menentukan
Secara periodikmerek dagang 4
melakukan 1 4 Regulatory Kimia Farma
koordinasi dengan Unit Legal
jangan mengacu
pengecekan agardengan
tidak untuk memastikan
Kerja yang bahwa
membutuhkan
merek
terjadi perijinanmilik
dagang yang merek dagang yang akan
perijinan
pesaing )
mati/kadaluarsa didaftarkan mempunyai
pembeda dengan milik
pihak lain

koordinasi dengan unit 4 2 8 Adanya sistem monitoring Legal


kerja terkait untuk
Perencanaan Diklat 2 2 4 pelaksanaan kontrak
Membuat perencanaan Latbang
melakukan
melibatkan monitoring
Unit lain diklat 2 kali dalam setahun
pelaksanaan kontrak

Kebijakan Perusahaan 4 3 12 Merencanakan HC


tentang status pembatasan usia pekerja
kepegawaian front liner

Koordinasi dengan 2 2 4 Memberikan beasiswa PP SDM


Perguruan Tinggi untuk mahasiswa
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Kebijakan penilaian kinerja 2 2 4 Menyusun sisterm Reward HC &


yang lebih menarik PPSDM

Diklat berjenjang dan 3 3 9 Mengirim pegawai untuk Latbang


Diklat Reguler melanjutkan studi

Kebijakan Perusahaan 4 2 8 Meningkatkan HC


tentang jenis pekerjaan kesejahteraan pegawai
sesuai dengan kinerja

Keikutsertaan utusan 2 3 6 NA Korporat


pegawai kegiatan asosiasi

Kebijakan Jenjang Karir 3 2 6 Pemanfaatan Talent Pool PPSDM

Kajian analisa jabatan 2 2 4 Implementasi Program P PPSDM

Memberikan pelatihan 4 2 8 Mengirim pegawai untuk PPSDM


yang sesuai melanjutkan studi

Mutasi dan rotasi pegawai

Program Diklat terencana 2 3 6 Program Diklat lebih Latbang


untuk semua entitas selektif dan tepat sasaran
dengan sistem HCIS

Prioritas Diklat Berjenjang 3 4 12 Pengalihan anggaran dari Latbang


anggaran lain yang tidak
terpakai
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Sosialisasi Perencanaan 2 2 4 Monitoring dengan HCIS


Diklat pada awal tahun SistemHCIS

Evaluasi dan koordinasi 3 3 9 perbaikan proses, mencari Manager


proses alternatif Produksi-
Manager
Risbang-
Manager
Kimia

Evaluasi dan koordinasi 3 3 9 pencarian sumber baru Manager


Kimia -
Manager
Produksi

Monitoring Harga 3 3 9 pemantauan Intensive, Manager


penambahan tool analisa, kimia
perbaikan negosiasi

Monitoring Harga 3 3 9 pemantauan Intensive, Manager


penambahan tool analisa, kimia
perbaikan negosiasi

Evaluasi promosi 3 2 6 reposisi metoda promosi Manager


kimia
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Monitoring Harga 3 2 6 pemantauan Intensive, Manager


penambahan tool analisa, kimia
perbaikan negosiasi

Evaluasi dan koordinasi 3 2 6 Evaluasi Manager


berkesinambungan, Kimia -
mencari bahan alternatif Manager
Produksi

Evaluasi dan koordinasi 3 2 6 Evaluasi Manager


berkesinambungan, Kimia -
mencari bahan alternatif Manager
Produksi

Evaluasi 3 1 3 Evaluasi periodik tiap 2 Manager


minggu Kimia

Monitoring Harga 3 3 9 pemantauan Intensive, Manager


penambahan tool analisa Kimia

Monitoring Harga 3 3 9 pemantauan Intensive, Manager


penambahan tool analisa Kimia

Monitoring Harga 3 3 9 pemantauan Intensive, Manager


penambahan tool analisa Kimia

Monitoring Harga 3 3 9 pemantauan Intensive, Manager


penambahan tool analisa Kimia
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Evaluasi dan koordinasi 3 1 3 penggantian shipping Manager


agent Kimia

Evaluasi 4 1 4 Evaluasi periodik tiap Manager


bulan, mencari rekan yang Kimia
lebih terpercaya

Monitoring 4 1 4 pemantauan Intensive, Manager


penambahan tool analisa Kimia

Evaluasi dan koordinasi 4 1 4 Reposisi kerjasama Manager


Kimia
Evaluasi dan koordinasi 1 1 1 Reposisi kerjasama Manager
Kimia
Evaluasi dan koordinasi 1 1 1 perbaiki proses Assisten
pembuatan documen Manager
Kimia

Evaluasi dan koordinasi 2 1 2 Evaluasi periodik tiap Assisten


shipment Manager
Kimia

Evaluasi dan koordinasi 3 1 3 Evaluasi periodik tiap Assisten


shipment Manager
Kimia

Mengikutsertakan SDM 3 3 9 Update keilmuan


dalam Diklat.
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Coaching dari Atasan Meningkatkan intensitas


coaching dari Atasan
menjadi bulanan

Evaluasi hasil desk audit 3 2 6 Menetapkan format


oleh Supervisi pelaporan hasil desk audit

Meningkatkan evaluasi
hasil desk audit oleh
Supervisi

Efektifitas supervisi dalam 4 2 8 Meningkatkan Efektifitas


menentukan obyek site supervisi dalam
audit menentukan obyek site
audit

Penjadwalan ulang audit 4 3 12 Meningkatkan peranan


rutin Supervisi

Mengikutsertakan SDM 3 3 9 Update keilmuan


dalam Diklat.

Memberikan tunjangan 2 2 4 Mengusulkan kenaikan


audit tunjangan audit

Permintaan data lebih awal 1 5 5 Melakukan koordinasi


dengan IT untuk
mempercepat perolehan
data
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Meningkatkan komunikasi
ke Auditee
Meningkatkan efektifitas 4 3 12 Meminta bantuan Bagian
desk audit sebelum IT untuk mempercepat
melakukan site audit penarikan data melalui
jaringan

Menetapkan Tim audit 1 1 1 Peranan supervisor


yang fleksibel

Coaching dari supervisi 3 3 9 Meningkatkan Coaching


dari Supervisi

Penjadwalan ulang audit


rutin
Berkoordinasi dengan 1 5 5 Meningkatkan koordinasi
calon Auditee dengan calon Auditee

Meminta bantuan Bagian


IT untuk mempercepat
penarikan data melalui
jaringan
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Melakukan audit segera 1 2 2 Menetapkan prosedur


setelah selesai audit rutin adhoc audit

Meningkatkan peranan
Supervisi dalam
penyusunan hasil audit

Melakukan audit mengacu 4 2 8 Melakukan pemutahiran


pada Manual/Pedoman manual audit
audit dan standar profesi
audit internal

Melakukan konsultasi ke Meningkatkan intensitas


Komite Audit konsultasi ke Komite

Meningkatkan peranan 4 2 8 -
Supervisi dalam
penyusunan laporan hasil
audit

Melakukan konfirmasi ke 4 1 4 Melakukan konfirmasi ke


Auditee Auditee 3 hari sesudah
laporan dikirim ke Auditee
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Meningkatkan komunikasi 4 3 12
dengan Auditee dan
Atasan Auditee

Meningkatkan peranan 4 1 4
Supervisi dalam
penyusunan laporan hasil
audit

Mengikutsertakan SDM 4 1 4 Update keilmuan


dalam Diklat.

Meningkatkan supervisi 4 3 12

Melakukan Coaching
Meningkatkan koordinasi
dengan Auditee
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Dilakukan riset bisnis 4 4 16 Penyusunan FS yang GM Busdev


komprehensif

Diterbitkan SK Direksi 5 4 20 Penyusunan FS yang GM Busdev


sebelum pengembangan komprehensif
bisnis/produk baru
dilaksanakan

Evaluasi rutin bulanan 5 3 15 Investigasi calon mitra Manager RB


pelaksanaan proyek sebelum MoU

Evaluasi rutin bulanan 5 3 15 Investigasi calon mitra Manager RB


pelaksanaan proyek sebelum MoU
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Diminta SK Direksi sebelum 5 3 15 Penyusunan Anggaran GM Busdev


pengembangan yang kompehensif
bisnis/produk baru
dilaksanakan

Dilakukan riset bisnis 5 4 20 Pemilihan konsultan FS Manager RB


lbih cermat

Koordinasi dan networking 5 3 15 Menunjuk konsultan GM Busdev


dengan Regulator untuk mengurus masalah
perijinan

Evaluasi rutin bulanan 5 3 15 Investigasi calon mitra GM Busdev


pelaksanaan proyek sebelum MoU
Diterbitkan SK Direksi 5 3 15 Membangun networking GM Busdev
sebelum pengembangan dengan regulator
bisnis/produk baru
dilaksanakan

Dilakukan riset bisnis 5 3 15 Penyusunan FS dilakukan GM Busdev


oleh Konsultan yang
qualified

Peningkatan kompetensi 5 4 20 Benchmarking dengan Manager


SDM Penelitian lembaga RnD,
penelitian/industri farmasi Manager
lain yang qualified Regulatory
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Koordinasi dengan Bagian 4 3 12 Penyusunan Anggaran GM Busdev


Anggaran dan Keuangan Busdev melibatkan Bagian
secara intensif Anggaran dan Keuangan

Rapat Koordinasi internal 4 3 12 Rapat koordinasi 3 GM Busdev


bulanan Busdev bulanan dengan
Marketing

Sosialisasi ke DC agar tidak 4 3 12 Mendorong ke GM


dimasukkan dalam target Manufacture untuk
penjualan mencari makloner baru
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Konsolidasi dengan unit 4 4 16 Merancang Protap GM


terkait untuk merancang penanganan atas
jumlah persediaan yang pemenuhan jumlah
memenuhi kebutuhan kebutuhan

Melakukan koordinasi 3 4 12 Merancang Protap GM


dengan Plant dalam penanganan atas
merancang rencana ketepatan waktu produksi
produksi dan waktu
pengiriman

Melalui Rapat Reboan 3 5 15 Mengusulkan SOP bahwa Manager


mendorong Plant bisa produk pending menjadi
menyesuaikan produksi KPI Plant
dengan kebutuhan

Secara bertahap 2 4 8 Penerapan GSP Manager


memperbaiki Distribusi
sesuai GSP

Melalui Rapat Reboan 4 2 8 Mengusulkan SOP bahwa Manager


mendorong plant produk pending menjadi
mengirim tepat waktu KPI Plant

Secara bertahap 2 4 8 Penerapan GSP Manager


memperbaiki Distribusi
sesuai GSP

Koordinasi dengan Plant 4 2 8 Mengusulkan SOP Manager


tentang brencana krim pengiriman produk dari
Plant ke logistik
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Secara bertahap 2 4 8 Penerapan GDP Manager


memperbaiki Distribusi
sesuai GDP

Coaching, Conseling, 2 4 8 Pelatihan Manager


memovasi, penerapan
reward n punistmen

Koordinasi ke Marketing 4 4 16 Membuat SOP Koordinasi Manager


tentang posisi stok over dengan Marketing tentang
per minggu penjualan

Koordinasi ke Plant tentang 3 4 12 Membuat SOP Manager


posisi stok over penundaan Penanganan produk Over
produksi per minggu

Mengusulkan ke Marketing 4 2 8 Mengusulkan SOP Manager


untuk membuat program Penanganan produk Gagal
pencairan Tender

0 Manager

Rekomendasi ke Plant 4 4 16 Mengusulkan SOP bahwa Manager


untuk mengajukan rencana produk pending menjadi
roduksi KPI Plant

Lebih mensosialisasikan 2 4 8 Penerapan GSP dan GDP Manager


SOP pengelolaan Distribusi
menuju GSP dan GDP

0
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Menyampaikan stok setiap 2 3 6 Membuat usulan Protap Manager


minggu ke Marketing penanganan produk tidak
untuk meningkatkan lalu
penjualan

0
Pemilihan Expedisi yang 4 3 12 Dibuat kontrak dengan Manager
kompetitif Expedisi
0

Mengusulkan penjualan 4 2 8 Mengusulkan kontrak Manager


Paket dengan Suplier Bahan
Baku

Koordinasi mingguan 4 4 16 Mengusulkan SOP bahwa Manager


dengan Plant, dan produk pending menjadi
mengirmkan evaluasi stok KPI Plant
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

0
Secara bertahap membuat 4 3 12 Penerapan GSP dan GDP Manager
SOP setiap unit untuk
menuju GDP

Mendorong secara 4 4 16 Penerapan Automatik Manager


bertahap peningkatan Distribusi
peran dan fungsi IT

0
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Release Pesanan sesuai 1 1 1 Meningkatkan peranan Supply


Jadwal Supply Chain dan Chain
perbaikan Bussines Proses
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Release Pesanan sesuai Meningkatkan peranan Supply


Jadwal Supply Chain dan Chain
perbaikan Bussines Proses

Koordinasi unit2 terkait

Implementasi Autometic Evaluasi dan perbaikan Supply


Distribution (AD) validitas sistim AD Chain & IT

Koordinasi marketing Menetapkan standar Marketing


daerah dgn cabang availibility produk pareto & KFTD

koordinasi dgn . Busdev 1 5 5 Perencanaan jadwal Marketing


dan regulatory launching produk yg lebih & Risbang
achieveable

Menaikkan Harga Jual 5 5 25 Fokus pd segement pasar Marketing


yg lebih sesuai per
katagori produk.

Penetapan target market Fokus pd segement pasar Marketing


yg sesuai dgn pricing yg lebih sesuai per
produk katagori produk.

Melakukan training secara Menambahkan Kriteria Marketing


rutin. Update knowledge
sebagai KPI tenaga
marketing
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Rekrutmen secara rutin. Melakukan wolking Marketing


interview, ke kampus dan & Human
Jobfair Capital

Standarisasi waktu Konsistensi pd Standar KFTD


pelayanan Pelayanan
Melakukan koordinasi dan Penyederhanaan prosedur Marketing
persuasi ke unit terkait. administrasi keuangan. & Akuntansi

Melakukan program secara 3 1 3 Pemantauan efektivitas Marketing


selektif. promosi
melakukan Minta/pengalihan Marketing
Anggaran tambahan untuk
pembelian data pasar

Penyajian data anggaran 2 1 2 Memberlakukan warning Marketing


dan realisasi biaya secara sistem. & IT
rutin per bulan

Penyajian data anggaran Memberlakukan warning Marketing


dan realisasi biaya secara sistem. & IT
rutin per bulan

Idem. Idem.

Evaluasi data realisasi 3 3 9 Penetapan batasan Marketing


pemberian discount secara maksimal pemberian
rutin perbulan discount

Melakukan penyesuaian Mendapatkan informasi Marketing


harga rencana kenaikan HPP sbg & SCM
acuan penyesuaian harga
jual
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Fokus pada achievement 5 5 25 Menetapkan target Marketing


target pertumbuhan produk
diatas pertumbuhan pasar
produk

1 1 1 Menetapkan target Marketing


pertumbuhan produk
diatas pertumbuhan pasar
produk

Lobby kepada regulator 5 1 5 Antisipasi thdp perubahan Marketing


regulasi
0
Pelatihan SDM dibidang 2 3 6 Mengadakan inhouse manager
Akuntansi training

Konsinyering dengan 3 3 9 intensifikasi dengan unit IT direktur


seluruh unit dalam dalam Pengembangan
penyusunan laporan sitem IT keuangan &
keuangan Akuntansi
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

peningkatan verifikasi 3 3 9 sosialisasi kepada seluruh manager


dokumen transaksi unit tentang peraturan
perpajakan

Pelatihan SDM dibidang 2 3 6 Mengadakan inhouse manager


Akuntansi training

workshop peraturan manager


Bapepam & PSAK

peningkatan verifikasi 3 3 9 koordinasi dg seluruh unit manager


dokumen transaksi dalam melakukan tax
planning

Pelatihan SDM dibidang 2 3 6 Mengadakan inhouse manager


Akuntansi training

Konsinyering dengan 3 3 9 intensifikasi dengan unit IT direktur


seluruh unit dalam dalam Pengembangan
penyusunan laporan sitem IT keuangan &
keuangan Akuntansi
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Mengusulkan kembali 4 3 12 Melakukan Branchmark Mgr


Program WBS dan dan study banding ke UK&MR
memberikan masukan perusahaan lain
kepada Direksi tentang
pentingnya WBS
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

memakai peraturan yang 4 4 16 Penetapan SK WBS Mgr


ada UK&MR

Mengusulkan dibentuknya 1 2 2 Penetapan SK Direksi Mgr


Komite Etik secara formal untuk Komite Etik UK&MR

Melakukan sosialisasi 4 4 16 Melakukan manajemen Mgr


secara periodik dan review UK&MR
memastikan terlaksananya
sosialisasi

Membuat prosedur self 3 3 9 Melakukan sertifikasi Mgr


assesment internal UK&MR
memakai aturan yang ada 3 3 9 Segera membuat Mgr
pedoman pelaksanaan UK&MR
Sosialisasi satu kali 3 2 6 Segera dilakukan HC
sosialisasi

Mengikuti perkembangan 3 3 9 Segera lakukan HC


peraturan dan membuat Rekruitment
draft

Sosialisasi satu kali 4 2 8 Struktur Organisasi segera HC


diganti
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Melakukan pelatihan MR 4 2 8 Membuat kampanye MR Mgr


yang mudah dipahami UK&MR

Evaluasi system yang ada 3 2 6 Membentuk Tim utk Mgr


menyempurnakan UK&MR
pedoman

Mempelajari item2 yang 3 4 12 mempersiapkan item2 Mgr


akan diaudit yang akan diaudit UK&MR
Komunikasi dengan 4 4 16 menambahkan pada Unit
manufaktur / supplier prosedur pengadaan Pengadaan
tentang persyaratan persyaratan perubahan
perubahan barang sumber bahan.

Komunikasi dengan 1 1 1 menambahkan pada


manufaktur / supplier prosedur pengadaan
tentang persyaratan persyaratan kemasan
kemasan yang bisa
diterima
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Komunikasi dengan 1 2 2 menambahkan pada


manufaktur / supplier prosedur pengadaan
tentang persyaratan persyaratan asuransi
asuransi transportasi

Komunikasi dengan 1 2 2 menambahkan pada


manufaktur / supplier prosedur pengadaan
tentang persyaratan persyaratan asuransi
asuransi transportasi

dilakukan vendor audit 1 2 2 vendor audit suplier


secara berkala

Komunikasi dengan 1 3 3 menambahkan pada


manufaktur / supplier prosedur pengadaan
tentang persyaratan persyaratan fasilitas
angkutan barang angkutan

Memeriksa kesesuaian 2 1 2 - Meningkatkan


CoA bahan yang dipesan pemeriksaan kesesuaian
terhadap CoA order CoA + dokumen mutu
sebelumnya dan spesifikasi lainnya.
KF

- Menetapkan reference
pharmacopeia sekaligus
edisi keberapa untuk
setiap bahan baku.
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Melakukan kontrak jangka 4 4 16 Menambah jumlah


panjang untuk barang macam barang &
yang kebutuhannya tinggi suplier/manufakturer
untuk dilakukan kontrak
jangka panjang

Mencari Bahan baku 2 2 4


alternatif
Memberikan rencana beli 2 2 4 Melakukan kontrak jangka
tahunan ke suplier panjang untuk barang
yang kebutuhannya tinggi

Melakukan Negosiasi 1 1 1 Meningkatkan daya tawar


dengan lebih baik kepada
suplier/manufakturer

Membuat target beberapa


bahan alternatifyang
cenderung naik harga

Bahan alternatif 2 2 4 Membuat target beberapa


bahan alternatifyang
cenderung naik harga

Komunikasi dengan Jajaran 3 4 12 Dibuatkan sistem


keuangan dalam jadual monitoring pembayaran
pembayaran suplier suplier
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Komunikasi dengan Jajaran 4 4 16


terkait dalam penyelesaian
administrasi dokumen LC
atau dokumen impor
lainnya

Melakukan OJT untuk SDM 2 3 6 Pelatihan SDM sesuai


yang pelaksana perubahan prosedur
administrasi LC/Impor regulasi yang update

melakukan update 1 1 1
peraturan regulasi impor

Monitoring dokumen 2 2 4
impor yang masuk
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Memberikan daftar 2 2 4
rencana pembelian bahan
Tahunan ke
suplier/manufakturer

mencari bahan alternatif 2 3 6


mencari bahan alternatif 2 1 2

Monitoring Jadual 3 2 6 Komunikasi dengan


kedatangan barang suplier/manufakturer
lebih ditingkatkan

Dibuat sistem monitoring


dengan TI

Komunikasi dengan suplier 3 2 6


tentang kelengkapan
dokumen impor

Melakukan OJT untuk SDM 1 3 3 Pelatihan SDM sesuai


yang pelaksana perubahan prosedur
administrasi LC/Impor regulasi yang update
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Koordinasi dengan plant 1 3 3 Evaluasi leadtimep


terkait waktu pengadaan engadaan

Memperbanyak kerjasama 3 2 6 Meningkatkan penelitian Manager


yang memiliki nilai tambah dan kerjasama yang
bagi perusahaan mengarah ke hulu atau
hilir
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Monitoring penggunaan 3 2 6 Evaluasi dan Revisi Manager


anggaran Program Kerja

Monitoring progress 3 2 6 Memberikan informasi Manager


kerjasama untuk meningkatkan FS

(1) Melakukan penelitian 3 2 6 Menerapkan QMS dalam Manager,


sesuai dengan SOP yang proses penelitian Asman
berlaku ; (2) Reformulasi Pemastian
Produk Mutu,
Peneliti
terkait

Mencari alternatif bahan 3 2 6 mencari sumber bahan Asman dan


yang lebih murah baku dan proses Peneliti
pembuatan yang lebih terkait
murah

Pemantauan timeline 3 3 9 Menerapkan QMS dalam Manager,


penelitian proses penelitian Asman dan
Peneliti
terkait

Negosiasi dengan Membuat mailing list


Marketing dengan bagian marketing
untuk penyampaian
informasi progress
timeline penelitian
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Monitoring secara periodik 3 4 12 Membuat mailing list Manager,


kedatangan bahan dengan bagian pengadaan Asman dan
untuk update barang yang Peneliti
belum datang terkait

Menyempurnakan 3 2 6 Memeriksakan jenis kristal Asman


spesifikasi bahan baku yang digunakan oleh Pemastian
inovator , yg kemudian Mutu dan
dijadikan spesifikasi untuk Peneliti
pemesanan maupun terkait
penerimaan bahan baku

Update Perhitungan 3 4 12 Pengajuan Investasi alat Manager


kapasitas alat dengan disertai dengan kajian dan Asman
jumlah penelitian kebutuhan

Mencari pelatihan yang 2 2 4 Kerjasama dengan instansi Manager,


cocok dengan kompetensi (akademik dan lembaga Asman,
penelitian) untuk Para
mengadakan pelatihan Peneliti
sesuai dengan kebutuhan

Evaluasi Program dan 2 2 4 Kuisioner kecocokan Tim


pemilihan peserta pelatihan dengan tujuan Pelatihan
pelatihan peningkatan kompetensi

Evaluasi dan 2 3 6 Aktif mengikuti seminar , Manager


memperbanyak training kursus aplikatif yang
berskala internasional
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Merapikan Proses dari 1 2 2 Meningkatkan Koordinasi Mgr IT,


awal dan kerjasama dg Akuntansi,
Akuntansi/Keuangan Keuangan

Mengontrol Konsultan, 1 2 2 Memastikan Konsultan Mgr IT,


Mengatur Tenaga Internal dan Tenaga Internal Akuntansi,
bekerja lebih efektif Keuangan

Mengutamakan yang 1 4 4 Mengutamakan yang Mgr IT,


prioritas utama prioritas utama Akuntansi,
Keuangan

Penambahan Cost 2 3 6 Memastikan Konsultan Manager IT


dilakukan secara selektif dan Tenaga Internal
bekerja lebih efektif

Addendum kontrak 2 3 6 Memastikan Konsultan Manager IT


implementasi dg dan Tenaga Internal
penambahan waktu bekerja lebih efektif
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Penambahan Tenaga, 2 3 6 Reviu bisnis proses dan Manager IT


Sosialisasi, Pelatihan perbaikan sistem sesuai
hasil reviu

Melakukan Penambahan 1 4 4 Melakukan Penambahan Manager IT


Tenaga secara Bertahap Tenaga s/d tercukupi
kebutuhan

Merencanakan 1 3 3 Merencanakan Manager IT


Pelatihan/Workshop Pelatihan/Workshop

Membuat forum 1 3 3 Melanjutkan forum Manager IT


komunikasi IT - User komunikasi IT - User
secara berkala

Pengaturan Prioritas 1 3 3 Melakukan pelatihan dg Manager IT,


Pelatihan skala prioritas mulai dari GM HC
yang lebih penting
terlebih dahulu

Meminta Karyawan untuk 1 4 4 Melakukan pengaturan Manager IT,


melajar Mandiri waktu operasional vs GM HC
pelatihan dengan lebih
baik

Memotivasi Karyawan 1 3 3 Mengadakan Workshop Manager IT,


untuk belajar terus penyusunan SOP GM HC
menerus
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Monitoring produktivitas 1 1 1 Program pensiun dini Seluruh unit


mingguan

Training
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Bekerja 2 shift panjang 2 2 4 Membeli mesin-mesin GM SBU


baru yang lebih besar Manufaktur,
kapasitasnya seluruh unit

Toll out

Mencari alternatif makloon Membangun fasilitas Plant


khusus Sefalosporin Manager
Jakarta, GM
SBU
Manufaktur

Tersedia sistem IT 1 1 1 Training perencanaan & Seluruh unit


pemesanan bahan pengendalian bahan
Tersedia prosedur Upgrade sistem IT
monitoring stok

Jadual pemeliharaan sudah 3 3 9 Monitoring stok spare part P3I


dibuat yang critical
Investasi mesin-mesin baru Memberikan kompensasi GM SBU
lebih kepada tenaga Manufaktur,
profesional GM Div HC
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Konfirmasi pesanan 1 1 1 - -
kepada pihak marketing
Negosiasi harga dengan 4 1 4 Mencari alternatif bahan Pengadaan,
pihak supplier baku dan bahan kemas Pemastian
Mutu

Mencari bahan baku Mengusulkan cara Pengadaan


alternatif yang lebih murah pembelian dengan sistem
kontrak

Kontrol biaya lembur dan 2 5 10 Meningkatkan Seluruh unit


produktivitas produktivitas pegawai.

Minus growth dan Mengusulkan Adendum Seluruh unit


kerjasama dengan PJTKI PKB terkait PKWT
Biaya per pos sudah 2 5 10 Preventive Maintenance Teknik
dianggarkan Pemelihara
an

Program efisiensi biaya Menerapkan teknologi IT


baru
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Tersedia program uji 5 1 5 (1) Produk yang tidak Pemastian


stabilitas stabil akan direformulasi Mutu
(2) Mengevaluasi ED
produk-produk yang tidak
stabil

Monitoring regulasi 4 1 4 Monitoring regulasi Pemastian


terbaru terbaru Mutu

Tersedia program audit 3 2 6 Tingkat kepatuhan Seluruh unit


internal dijadikan salah satu
parameter penilaian
kinerja, lengkap dengan
catatannya.
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Tersedia program dan 3 2 6 Program Pensiun Dini GM SBU


evaluasi pelatihan Manufaktur,
GM Div HC

Rekrutmen sesuai
kompetensi

Melaporkan secara rutin 4 1 4 Berkoordinasi dengan GM SBU


status pemenuhan standar Corsec agar diagendakan Manufaktur,
di setiap pabrik dan dalam rapat direksi GM Div
kebutuhan pemenuhannya Corsec

Menetapkan skala prioritas 2 3 6 Mencari sumber GM SBU


pendanaan baru Manufaktur,
Dir
Keuangan

Perbaikan fasilitas secara 3 2 6 Membangun fasilitas baru GM SBU


bertahap yang memenuhi Manufaktur,
persyaratan GM Div
Aset

Kerjasama dengan PJTKI 4 1 4 Mengusulkan adendum Seluruh unit


PKB

Laporan tahunan UPL, RKL 4 1 4 Peningkatan peringkat Seluruh unit


dan laporan bulanan proper
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Mencari pembiayaan 3 2 6 Efektivitas pembiayaan Hendra Jaya


dengan bunga yang paling
menguntungkan/ rendah.

Mencari valas dengan kurs 3 2 6 Efektivitas pembiayaan Hendra Jaya


yang paling dengan mengelola
menguntungkan/ rendah. instrumen perdagangan
luar negeri

Efektivitas pembiayaan 3 2 6 Efektivitas pembiayaan Hendra Jaya


dengan skala prioritas

Pendekatan ke supplier 2 2 6 Pendekatan ke supplier Hendra Jaya


dan koordinasi dengan
unit yang berhubungan
dengan supplier

Pendekatan ke perbankan 1 3 6 Pendekatan ke perbankan Hendra Jaya


dan meningkatkan
pembayaran piutang KF
TD
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Mengefektifkan data dari 2 3 6 Mengefektifkan data dari Hendra Jaya


supplier supplier dan kordinasi
dengan unit yang
berhubungan dengan
suplier

Komunikasi yang intens 3 2 6 Kordinasi dengan seluruh Hendra Jaya


antar unit plant plant

Komunikasi yang intens 3 2 6 Kordinasi dengan seluruh Hendra Jaya


antar unit plant

Komunikasi yang intens 3 2 6 Kordinasi dengan seluruh Hendra Jaya


antar unit plant

Koordinasi dengan unit 3 2 6 Kordinasi dengan seluruh Edeh


kerja, plant dn anak plant Hendriyani
perusahaan

Memfasilitasi pertemuan 5 1 6 Memfasilitasi pertemuan Edeh


antar BOD, BOC dan unit antar BOD dan unit kerja Hendriyani
kerja

Memfasilitasi pertemuan 5 1 6 Memfasilitasi pertemuan Edeh


antar BOD, BOC dan unit antar BOD dan unit kerja Hendriyani
kerja
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Melakukan negosiasi/per- 3 1 6 General


mohonan keringanan biaya Manajer
pengelolaan ke pihak
Pengelola Kawasan.

Atas bangunan yang 4 2 6 Manajer


kondisinya sudah rusak, Properti
mengajukan permohonan dan
pengurangan NJOP per M2 Supervisor
ke Kantor Pajak Aktiva.

Melaporkan ke pihak 4 2 6 Manajer


Pengelola Kawasan untuk Properti.
dilakukan pengusiran ter-
hadap pihak/orang yang
menempati tanpa hak.

Dilakukan penguncian/ 3 1 3 Manajer


penggembokan secara per- Properti
manen terhadap bangu- dan
nan ex kantor yang sudah Supervisor
tidak digunakan. Aktiva.

Secara rutin dilakukan


pengecekan ke lapangan
terhadap data aset-aset
Idle.
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Menunjuk pihak Konsul- 5 2 10 General


tan Bisnis untuk melaku- Manajer
kan kajian (studi HBU) dan
terhadap aset yang akan Manajer
dikerjasamakan dengan Properti
calon Mitra, hasil kajian
sebagai dasar pihak
Manajemen menentukan
penerimaan/ pendapatan
yang layak/ ideal.

Ditetapkannya pihak Kon- 5 2 10 General


sultan Bisnis untuk mela- Manajer
kukan kajian (studi HBU) dan
terhadap aset yang akan Manajer
dikerjasamakan dengan Properti
calon Mitra, hasil kajian
sebagai dasar pihak
Manajemen menentukan
pengembangan produk
properti yang cocok,
berdasarkan update terkini
kondisi pasar Properti
disekitarnya.
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Menjalin komunikasi (via


telepon atau e-mail) de-
ngan staff bagian Umum di
daerah (anak perusahaan),
mengingatkan perihal
pembayaran PBB dan
perpanjangan Sertipikat
tanah.

Aktiva tetap yang dipakai 4 2 8 Manajer


Anak Perusahaan, penga- Properti
wasan/ pemeliharaannya dan
menjadi tanggung jawab Supervisor
pihak Anak Perusahaan. Aktiva.
Dimana pihak Anak
Perusahaan akan mengi-
rimkan report hasil selesai
pekerjaan perbaikan ke
Div.SBU Manajemen Aset.
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Aktiva tetap yang berada di


Jabodetabek dan dipakai
internal oleh Holding,
tanggung jawab pekerjaan
pemeliharaan dilakukan
unit Umum, dan hasil
pekerjaan perbaikannya
dikoordinasikan ke Div.SBU
Manajemen Aset.

Untuk Aset yang berada 3 1 3 Manajer


diluar Jabodetabek selalu Properti
koordinasi dengan pihak dan
Anak Perusahaan, perihal Supervisor
pelaporan tentang kondisi Aktiva.
bangunan.

Memastikan di dalam list 3 1 3 Supervisor


data Aktiva tetap yang ada Aktiva.
semuanya sudah dilin-
dungi oleh pihak Asuransi.
Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan PIC

Pengecekan secara rutin 3 1 3 Supervisor


list data tersebut agar tidak Aktiva.
terlewatinya batas waktu
yang sudah di-tentukan
Kantor Pajak dan BPN.

Menjalin komunikasi (via


telepon atau e-mail) de-
ngan staff bagian Umum di
daerah (anak perusahaan),
mengingatkan perihal
pembayaran PBB dan
perpanjangan Sertipikat
tanah.
PT KIMIA FARMA (PERSERO
REGISTER RISIKO TAHUN 20

Unit No Sasaran Risiko Sebab

TREASURI 1 Perolehan dana ekstern Tren tingkat bunga Jumlah uang beredar tinggi
dengan biaya yang pinjaman meningkat dan daya beli masyarakat
efisien. tinggi, cost of fund bank
tinggi, penyedia dana
kredit terbatas. Kebijakan
pemerintah memperketat
belanja negara.

Kurs devisa meningkat Inflasi di negara asing,


Kesenjangan yang tinggi
antara impor dan ekspor

Peningkatan inflasi Jumlah uang beredar tinggi


dan kebijakan pemerintah
memperketat belanja
negara.

2 Rasio hutang dagang Keluhan supplier Kebijakan keuangan


Holding men-jadi lebih meningkat Perusahaan untuk
baik (hari perputaran memperlambat
hutang dagang semakin pembayaran utang
lama)

Keluhan perbankan Pinjaman bank menurun


meningkat

Keterlambatan data Penumpukan data di unit


jumlah hutang dagang ttg jumlah hutang dagang
yang sebenarnya yang akan ditagihkan

3 Cash budget lebih Kesalahan dalam Pemahaman yang berbeda


terkendali. membuat Cash Flow antara unit plant
budget
Data cash budget yang Keterlambatan kedatangan
tidak up to date data

Cash Flow budget yang Tidak menggunakan data


tidak akurat yang riil periode berjalan

4 Laporan kinerja Pemahaman yang Kurangnya informasi yang


Tahunan, Semeste-ran, berbeda antara unit dapat mengkordinasikan
Triwulanan, dan RKAP kerja, plant dn anak pembuatan laporan
tepat waktu serta perusahaan
akurat.

Keterlambatan laporan Ketidak disiplinan unit


unit kerja, plant dn anak kerja dalam penyampaian
perusahaan laporan realisasi dan
anggaran

Data yang tidak akurat Tidak menggunakan data


yang riil dalam membuat
periode berjalan
PT KIMIA FARMA (PERSERO) TBK
REGISTER RISIKO TAHUN 2013

UC/C Konsekuensi Pengendalian yang ada K L Skor Rencana perlakuan

UC Biaya bunga meningkat Mencari pembiayaan 3 2 6 Efektivitas pembiayaan


dengan bunga yang paling
menguntungkan/ rendah.

UC Biaya Bahan Baku Mencari valas dengan kurs 3 2 6 Efektivitas pembiayaan


Meningkat yang paling dengan mengelola
menguntungkan/ rendah. instrumen perdagangan
luar negeri

UC Biaya Operasional Efektivitas pembiayaan 3 2 6 Efektivitas pembiayaan


Meningkat dengan skala prioritas

C Citra perusahaan bisa Pendekatan ke supplier 2 2 6 Pendekatan ke supplier


menurun dimata supplier dan koordinasi dengan
unit yang berhubungan
dengan supplier

C Citra perusahaan bisa Pendekatan ke perbankan 1 3 6 Pendekatan ke perbankan


menurun dimata dan meningkatkan
perbankan pembayaran piutang KF
TD

C Jumlah hutang menjadi Mengefektifkan data dari 2 3 6 Mengefektifkan data dari


tidak akurat supplier supplier dan kordinasi
dengan unit yang
berhubungan dengan
suplier

C Cash flow budget menjadi Komunikasi yang intens 3 2 6 Kordinasi dengan seluruh
bias antar unit plant plant
C Cash flow budget tidak Komunikasi yang intens 3 2 6 Kordinasi dengan seluruh
dapat digunakan untuk antar unit plant
perencanaan

C Cash flow budget bisa Komunikasi yang intens 3 2 6 Kordinasi dengan seluruh
menjadi bias antar unit plant

C Pengolahan laporan Koordinasi dengan unit 3 2 6 Kordinasi dengan seluruh


menjadi lambat dan ada kerja, plant dn anak plant
kemungkinan tidak akurat perusahaan

C Keterlambatan Memfasilitasi pertemuan 5 1 6 Memfasilitasi pertemuan


penyampaian laporan antar BOD, BOC dan unit antar BOD dan unit kerja
RKAP kerja

C Keterlambatan Memfasilitasi pertemuan 5 1 6 Memfasilitasi pertemuan


penyampaian laporan antar BOD, BOC dan unit antar BOD dan unit kerja
RKAP kerja
PIC

Hendra Jaya

Hendra Jaya

Hendra Jaya

Hendra Jaya

Hendra Jaya

Hendra Jaya

Hendra Jaya
Hendra Jaya

Hendra Jaya

Edeh
Hendriyani

Edeh
Hendriyani

Edeh
Hendriyani
Unit No Sasaran Proses Bisnis Risiko

Kepatuhan & 1 Terwujudnya Non Kebijakan WBS


Manajemen sistem WBS tata Operasional yang ditetapkan
Risiko kelola pelaporan BOD Belum Ada
pelanggaran

Non belum ada


Operasional prosedur
PT KIMIA FARMA (PERSERO) TBK
RISK REGISTER

PENYEBAB RISIKO SUMBER UC/C Konsekuensi


RISIKO

BOD masih Internal UC Perusahaan Tidak


terkonsentrasi comply terhadap
pada hal hal yang peraturan
Urgen perundangan yang
berlaku

belum ada Internal C Perusahaan Tidak


persetujuan comply terhadap
Direksi peraturan
perundangan yang
berlaku
LIkehood :
1
2
3
4
5

IMPACT
1
2
3
4
5
ERO) TBK

Pengendalian
yang ada RESIKO INHIRENT

LIKEHOOD IMPPACT LEVEL OF RISK


Mengusulkan 4 2 8
kembali Program
WBS dan
memberikan
masukan kepada
Direksi tentang
pentingnya WBS

memakai 4 4 16
peraturan yang
ada
≤ 20%
20% < p ≤ 40%
40% < p ≤ 60%
60% < p ≤ 80%
> 80%

INsinigficant
Minor
Moderat
Major
Catastrophic
Rencana PEMILIK NAMA
perlakuan RISIKO DEPT/U RESIDUAL RISK
NIT
TERKAI LIKEHOOD IMPPACT
T
Melakukan Mgr Mgr 2 1
Branchmark dan UK&MR UK&MR
study banding ke
perusahaan lain

Penetapan SK Mgr Mgr 3 3


WBS UK&MR UK&MR
Rencana
Perlakuan perlakuan
IDUAL RISK RESIKO SETELAH MITIGASI
Risiko
LEVEL OF RISK LIKEHOOD IMPPACT
2 REDUCE 1 1

Pelaksanaan
dengan melihat
hasil
Benchmark

9 REDUCE 2 2

Menjalankan
SK WBS
SETELAH MITIGASI

LEVEL OF RISK
1

4
PETA RISIKO

Consecquencies Level
1 2 3 4
Likehood Description Insignificant Minor moderate Major
Level

5 Almost Certain 5 10 15 20

4 Likely 4 8 12 16

3 Moderate 3 6 9 12

2 Unlikely 2 4 6 8

1 Rare 1 2 3 4
Consecquencies Level
5 1 2 3 4
Likehood Descriptio Insignificant
Catastrophic Minor moderate Major
Level

25 5 Almost Cer 5 10 15 20

20 4 Likely 4 8 12 16

15 3 Moderate 3 6 9 12

10 2 Unlikely 2 4 6 8

5 1 Rare 1 2 3 4

Consecquencies Level

1 2 3 4
Likehood Descriptio Insignificant Minor moderate Major
Level

5 Almost Cer 5 10 15 20

4 Likely 4 8 12 14

3 Moderate 3 6 9 12
2 Unlikely 2 4 6 8

1 Rare 1 2 3 4
s Level
5
Catastrophic

25

20

15

10

s Level

Catastrophic

25

20

15
10

5
MONITORING WORKSHEET
WAKTU PELAKS
No RISK EVEN RENCANA MITIGASI
TW I

1 Kebijakan BOD Belum Ada Melakukan Branchmark


dan study banding ke
perusahaan lain

2 belum ada prosedur Penetapan SK WBS


ORKSHEET
WAKTU PELAKSANAAN MITIGASI
EVIDENCE
TW II TW III TW IV

Bukti BENCHMARK

SK TERBIT