Anda di halaman 1dari 23

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE MENGGUNAKAN BAHAN
ALTERNATIF TANAMAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA) DENGAN
PENAMBAHAN GLISEROL DAN KITOSIN DARI KULIT UDANG

BIDANG KEGIATAN:
PKM GAGASAN TERTULIS

Diusulkan oleh :

MIMMA AMALIA (150332601326/2015)


DWI SULISTYANINGRUM (150332601426/2015)
MIFTAHUL HASANAH (150332601433/2015)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


MALANG
2018

i
PENGESAHAN PKM PENELITIAN

1. Judul Kegiatan : “Pembuatan Plastik Biodegradable Menggunakan


Bahan Alternatif Tanaman Lidah Buaya (Aloe
Vera) dengan Penambahan Gliserol dan Kitosin
dari Kulit Udang”
2. Bidang Kegiatan : PKM-GT
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Mimma Amalia
b. NIM : 150332601326
c. Jurusan : Kimia
d. Universitas : Universitas Negeri Malang
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : RT/ 01 RW/09 Desa Glahgahwero Kec. Kalisat,
Jember / 082336163066
f. Alamat email : Azzahramimma@yahoo.co.id
4. Anggota Pelaksana Kegiatan : 2 orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Dr. Aman Santoso, M.Si
b. NIDN : 0016057507
c. Alamat Kantor dan : Jalan Kutilang Barat no. 19, Malang
d. No Tel./HP : 081559959691

Malang, 21 Mei 2018


Menyetujui,
Wakil Dekan III Ketua Pelaksana Kegiatan

(Dr. Fatchur Rahman, M.Si) (Mimma Amalia)


NIP. 196512081991031005 NIM. 150332601326

Wakil Rektor III Dosen Pendamping

(Dr. H. Syamsul Hadi, M.Pd., M.Ed.) (Dr. Aman Santoso, M.Si)


NIP. 19610822 198703 1 001 NIDN. 0016057507

ii
DAFTAR ISI

Halaman Sampul............................................................................................................................i
Halaman Pengesahan PKM Gagasan Tertulis.....................................................................ii
Daftar Isi........................................................................................................................................iii
Ringkasan......................................................................................................................................iv
A. PENDAHULUAN................................................................................................................1
1. Latar Belakang..................................................................................................................1
2. Tujuan..................................................................................................................................1
3. Manfaat...............................................................................................................................1
B. GAGASAN..............................................................................................................................2
1. Kondisi Sampah Plastik di Indonesia.........................................................................2
2. Solusi yang Telah Ditawarkan atau Diterapkan Sebelumnya untuk
Memudahkan Degradasi Sampah Plastik.................................................................3
3. Seberapa Efektif Pemanfaatan Tanaman Lidah Buaya (Aloe Vera)
untuk Degradasi Plastik...................................................................................................3
4. Pihak-Pihak yang Dipertimbangkan dapat Membantu
Mengimplementasikan Ide Plastik Biodegradable..................................................6
5. Langkah Strategis yang Diperlukan.............................................................................6
C. KESIMPULAN.......................................................................................................................7
D. DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................8
E. LAMPIRAN-LAMPIRAN.................................................................................................9
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota, Dosen Pembimbing ……………………. 9
Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Penyususn dan Pembagian Tugas.................15
Lampiran 3. Surat Pernyataan Ketua Tim...........................................................................16

iii
RINGKASAN

Lidah Buaya (Aloe Vera) adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan
tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan
kulit. Tumbuhan ini dapat ditemukan dengan mudah di kawasan kering di Afrika. Lidah
buaya mengandung zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida, dan
gliserol . Banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dari tanaman lidah buaya
( Aloe Vera ). Ternyata bisa digunakan untuk membuat plastik yang dapat terurai dengan cara
penambahan gliserol dan kitosin pada kulit udang. Penelitian sebelumnya pernah dilakukan
penelitian pembuatan plastik menggunakan kulit pisang dan rambut jagung ternyata plastik
yang dihasilkan tidak tahan panas dan mudah sobek.

Plastik yang tidak bisa diuraikan akan bisa diuraikan dengan menggunakan beberapa
metode yaitu metode demineralisasi, deproteinasi, dan dideasetilasi. Kebersihan lingkungan
juga harus diperhatikan. Oleh karena itu pemanfaatan tanaman lidah buaya (Aloe Vera )
dengan penambahan gliserol dan dan kitosan dari kulit udang sebagai bahan pembuatan
bioplastik untuk mengurangi pencemaran lingkungan sehingga dihasilkan plastik yang
biodegradable. Dengan produksi yang lebih banyak maka akan dihasilkan produk plastik
yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat.

iv
PENDAHULUAN

Sampah plastik merupakan masalah besar yang kini sedang dihadapi oleh kebanyakan
kota besar di Indonesia. Tidak hanya kota besar saja, melainkan kota piggiran seperti Kota
Malang juga menghadapi permasalahan yang sama. Sampah plastik menjadi sumber masalah
utama dikarenakan banyaknya penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari, selain itu
sampah plastik juga tidak dapat diuraikan oleh bakteri, sehingga mengakibatkan sampah-
sampah tersebut menumpuk dan menimbulkan pencemaran tanah ataupun pencemaran pada
sungai. Tidak hanya mengakibatkan pencemaran, tetapi sampah plastik juga dapat
menimbulkan bencana seperti banjir dan longsor.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak daerah yang sedang gencar-gencarnya melakukan
pelestarian lingkungan. Akan tetapi, program tersebut kurang efektif, karena penggunaan
sampah plastik terus meningkat tiap tahunnya. Solusi yang efektif untuk menanggulangi
sampah plastik sampai sekarang pun masih belum ditemukan. Permasalahan yang disebabkan
oleh sampah plastik dapat ditanggulangi dengan memanfaatkan kekayaan alam yang ada di
Indonesia.
Kekayaan yang terdapat di Indonesia sangatlah banyak, diantaranya tanaman lidah buaya
(Aloe Vera ). Lidah buaya yang selama ini banyak tumbuh di pekarangan rumah masyarakat
selain digunakan sebagai tanaman hias ternyata memiliki khasiat dan manfaat yang
terkandung didalamnya. Tidak disangka tanaman lidah buaya (Aloe Vera)dengan penambahan
kitosan dan gliserol dapat digunakan sebagai bahan pembuatan bioplastik. Berdasarkan
ulasan diatas, penyusunan PKM-GT diharapkan dapat memberikan solusi bagi pelestarian
lingkuan di sekitar masyarakat.

TUJUAN DAN MANFAAT

Dalam penyusunan PKM-GT ini, ada beberapa tujuan yang dicapai yaitu untuk mengetahui
peranan masyarakat dalam pemanfaatan tanaman lidah buaya (Aloe Vera ),mengetahui faktor-
faktor yang menyebabkan tanaman lidah buaya (Aloe Vera ) digunakan sebagai bahan
pembuatan bioplastik dan mengetahui keefektifan limbah tanaman lidah buaya (Aloe Vera )
sebagai bahan pembuatan bioplastik. Adapun manfaat yang diperoleh yaitu meningkatkan
peranan masyarakat dalam pemanfaat limbah di lingkungan tempat tinggal, dan terciptanya
bioplastik yang dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan lestarinya kembali lingkungan
memberikan kontribusi pada ilmu pengetahuan terutama bidang sains dan teknologi tentang
pemanfaatan tanaman lidah buaya (Aloe Vera ) dengan penambahan kitosan dan gliserol
sebagai bahan pembuatan bioplastik untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

1
GAGASAN

KONDISI SAMPAH PLASTIK DI INDONESIA

Sampah plastik saat ini banyak di jumpai di Indonesia. Menurut data statistik
persampahan domestik Indonesia, jenis sampah plastik menduduki peringkat kedua sebesar
5.4 juta ton per tahun atau 14 persen dari total produksi sampah. Dengan demikian, plastik
telah mampu menggeser sampah jenis kertas yang tadinya di peringkat kedua menjadi
peringkat ketiga dengan jumlah 3.6 juta ton per tahun atau 9 persen dari jumlah total produksi
sampah (ANTARA News,2016).

Sampah plastik di Kota Malang mencapai 17% dari total seluruh timbunan yang ada di
Kota Malang. DKP Kota Malang sendiri berhasil mengumpulkan 115 ton sampah plastik setiap
harinya. Akan tetapi, secara keseluruhan sampah organik tetap mendominasi sampah yang ada.

Kategori sampah plastik yang terbesar berasal dari kemasan dan wadah seperti botol
minuman, tutup botol, botol sampo dan lainnya. Jenis sampah plastik juga ditemukan pada
jenis barang plastik yang penggunaanya bertahan lama seperti pada peralatan perlengkapan
dan perabotan, dan barang plastik yang penggunaannya tidak bertahan lama seperti, diaper,
kantong plastik, cangkir sekali pakai, perkakas, dan perlengkapan medis.

Daerah kota Malang yang banyak terdapat sampah plastik salah satunya yaitu,
Bendungan Sutami. Bendungan Sutami tiap harinya menghasilkan sampah sebanyak 42
gerobak, yang terdiri dari 12kg plastik; 1,2 kg kaca; 27,99kg sampah organik; 7,14 kg kertas;
0,36 karet; dan 0,24 serofom. Pembuangan sampah secara sembarangan akan menyebabkan
lahan setempat mengalami pencemaran dan tanah tersebut tidak dapat digunakan untuk
kepentingan lain akibat tertumpuknya sampah organik maupun sampah plastik yang mungkin
juga mengandung Bahan Buangan Berbahaya (B3). Bila hal ini terjadi maka akan diperlukan
waktu yang sangat lama sampai sampah terdegradasi atau larut dari lokasi tersebut. Selama
waktu itu lahan setempat berpotensi menimbulkan pengaruh buruk terhadap manusia dan
lingkungan sekitarnya.

2
KONDISI SAMPAH DI INDONESIA
KHSUSNYA DI MALANG

Kurangnya pemahaman Banyaknya limbah Sulitnya


masyarakat tentang pemakaian plastik Degradasi
plastik Sampah

Gambar 1. Kondisi sampah di indonsesia khususnya di Malang

Berdasarkan gambar 1. Dapat dipaparkan bahwa di Indonesia khususnya di kota Malang


banyak terdapat sampah plastik. Hal tersebut, merupakan alasan pertama mengapa pehaman
masyarakat tentang plastik perlu ditingkatkan. Alasan kedua karena banyaknya limbah
pemakaian plastik yang dihasilkan dalam pemakaian plastik di kehidupan sehari-hari. Alasan
ketiga yaitu sulitnya sampah plastik untuk didegradasi. Solusi yang dapat digunakan untuk
memudahkan degradasi sampah plastik yaitu dengan mengganti penggunaan sampah plastik
menjadi sampah plastik yang bersifat biodegradable. Salah satunya dengan penggunaan
tanaman lidah buaya (Aloe Vera)

SOLUSI YANG TELAH DITAWARKAN ATAU DITERAPKAN SEBELUMNYA


UNTUK MEMUDAHKAN DEGRADASI SAMPAH PLASTIK

Solusi yang pernah diterapkan sebelumnya untuk mempercepat degradasi sampah plastik
yaitu dengan memanfaaatkan batang pisang dan rambut jagung. Pemanfaatan ini masih
kurang efektif karena produk plastik yang dihasilkan tidak tahan terhadap panas dan mudah
sobek atau terlalu lentur. Akan tetapi, produk yang dihasilkan belum dapat diterapkan karena
hasilnya belum terlalu maksimal apabila digunakan. Menggunakan tanaman lidah buaya
(Aloe Vera) dapat membantu pengolahan limbah sampah plastik supaya limbah plastik
tersebut bersifat biodegradable.

SEBERAPA EFEKTIF PEMANFAATAN TANAMAN LIDAH BUAYA (ALOVE


VERA) UNTUK DEGRADASI PLASTIK

Plastik adalah istilah umum bagi polimer, material yang terdiri dari rantai panjang
karbon dan elemen-elemen lain yang mudah dibuat menjadi berbagai bentuk dan ukuran.
Plastik dibuat dengan cara polimerisasi, yaitu menyusun dan membentuk secara sambung-

3
menyambung bahan-bahan dasar plastik yang disebut monomer. Bahan baku yang digunakan
dalam pembuatan plastik yaitu vinyl{chloride}, polyethylene, acrylic, silicone, urethane, dll
Plastik diproduksi berdasarkan jenis-jenisnya, antara lain :
1). PET atau Poly Ethylene Terephthalate adalah jenis plastik yang hanya sekali pakai,
seperti pada botol air mineral.
2). HDPE atau High Density Poly Ethylene merupakan jenis plastik yang aman jika
dibandingkan dengan jenis plastik PET karena memiliki sifat tahan terhadap suhu
tinggi. Plastik jenis ini sering digunakan untuk botol susu dan gallon air mineral.
3). PVC atau Poly Vinyl Chloride merupakan jenis plastik yang sulit untuk didaur
ulang, seperti pada plastik pembungkus. Plastik jenis ini kurang baik jika digunakan
untuk pembungkus makanan, karena banyak mengandung PVC yang berbahaya
untuk hati dan Ginjal.
4). LDPE atau Low Density Poly Ethylene merupakan jenis plastik yang mudah didaur
ulang, serta baik digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman.
5). PP atau Poly Prophylene merupakan jenis plastik yang kuat dan ringan dengan daya
tembus uap yang rendah dan sering digunakan untuk botol minum bayi.
6). PS atau Poly Styrene merupakan jenis plastik yang mengandung bahan styrene yang
berbahaya untuk kesehatan otak dan mengganggu hormone estrogen pada wanita.
7). Jenis plastik lainnya yaitu SAN (Styrene acrylo nitrile), ABS (acrolonitrile butadiene
styrene), PC (poly carbonate), dan Nylon. Plastik jenis ini dapat ditemukan pada
tempat makanan dan minuman, suku cadang mobil, alat elektronik dan plastic
kemasan.
Sampah plastik yang sudah tidak digunakan bisa digantikan dengan plastik
biodegradasi atau bioplastik. Bioplastik adalah plastik atau polimer yang secara alamiah
dapat dengan mudah terdegradasi baik melalui serangan mikroorganisme maupun oleh cuaca
(kelembaban dan radiasi sinar matahari). Bioplastik terbuat dari sumber biomassa seperti
minyak nabati. Penggunaan bioplastik di masyarakat sangatlah minim karena mayoritas
masyarakat masih belum mengetahui adanya bioplastik serta belum adanya industri yang
memproduksi bioplastik.
Pembuatan plastik secara biodegradasi dapat memanfaatkan tanaman lidah buaya
dengan penambahan kitosin dan gliserol. Berdasarkan hasil penelitian, tanaman ini kaya akan
kandungan zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida, kitosin, gliserol
dan komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Pembuatan plastik dengan
tanaman lidah buaya dan penambahkan kitosin serta gliserol dapat menggantikan kandungan
PVC dalam plastik karena PVC bersifat tidak mudah terurai oleh mikroorganisme.
Kitosan mengandung protein untuk memperkuat sifat mekanika atau kekuatan plastik.
Gliserol sebagai plasticizer yang ramah lingkungan untuk memberikan kelenturan atau
elastistisitas pada plastik sehingga lidah buaya yang dicampurkan dengan sejumlah bahan
seperti kitosan dan gliserol dapat berfungsi sebagai pelembut plastik (plasticizer), sehingga
mudah terurai oleh mikroorganisme.

4
Adapun proses pembuatan plastik dengan menggunakan lidah buaya
( Aloe Vera ) dengan penambahan gliserol dan kitosan dari kulit udang :

Lidah buaya ( Aloe Vera ) Diambil gelnya dan kulit


dan kulit udang udang dibersihkan

Kulit udang Kulit udang dideproteinasi


didemineralisasi

Serbuk kitosan dicampur


dengan lidah buaya dan
gliserol
Kulit udang dideasetilasi

Plastik biodegradable Dicetak kemudian


Dikeringkan

Gambar 2. Proses Pembuatan Plastik Biodegradable

Lidah buaya (Aloe Vera) dan kulit udang dibersihkan terlebih dahulu dengan air mengalir. Proses
selanjutnya yaitu lidah buaya diambil gelnya dan kulit udang yang telah dibersihkan
dideproteinasi. Deproteinasi adalah penghilangan protein agar bahan yang digunakan tidak
mengalami pembusukan karena kandungan protein pada suatu zat dapat mempercepat
pertumbuhan bakteri. Proses deproteinasi memerlukan larutan basa, larutan yang digunakan
biasanya larutan NaOH. Pemberian larutan basa bertujuan untuk menghancurkan protein yang
terkandung pada kulit udang. Larutan NaOH dengan kulit udang selanjutnya dipisahkan dengan
endapan dengan cara disaring, endapan itu dinetralkan terlebih dahulu dengan dibilas aquades.
Selanjutnya dikeringkan dengan cara dipanaskan sampai terbentuk serbuk. Proses demineralisasi
merupakan proses serbuk hasil deproteinasi yang berupa senyawa kalsium karbonat dicampur
dengan senyawa HCl sehingga menghasilkan gas CO 2. Proses ini bertujuan menghilangkan
mineral dalam kulit udang. Hasil endapan yang diperoleh dibilas dengan aquades lalu dipanaskan
sampai kering. Hasil dari proses ini disebut kitin. Proses deasetilasi merupakan proses terakhir
pembuatan kitosan. Proses ini menggunakan larutan NaOH, kitin yang diperoleh dari proses
deproteinasi yang selanjutnya dicampur dengan NaOH. Senyawa ini dapat digunakan untuk
mengawetkan makanan, karena dapat menghambat pertumbuhan
5
bakteri dengan cara adsorbsi kitosan pada permukaan bakteri. Selanjutnya kitosan yang telah
dihasilkan dicampur dengan lidah buaya yang sudah berupa pati. Agar plastik yang dibuat
tidak kaku atau lebih elastis maka ditambahkan gliserol. Semua bahan diaduk hingga
homogen. Proses selanjutnya sintesis kedua bahan yang berupa gel tersebut dicetak dengan
pelat kaca dengan ketebalan tertentu menggunakan silinder dari bahan stainless steel. Bahan
itu juga dipanaskan hingga mengering. Plastik yang dihasilkan berupa lembaran tipis yang
transparan, tidak berwarna, dan tidak berbau.

PIHAK-PIHAK YANG DIPERTIMBANGKAN DAPAT MEMBANTU


MENGIMPLEMENTASIKAN IDE PLASTIK BIODEGRADABLE

Dalam proses pembuatan produk ini diperlukan pihak-pihak yang nantinya diharapkan bisa
berperan aktif sehingga dihasilkan produk yang nantinya berguna dalam kehidupan sehari-
hari. Adapun pihak-pihak yang bisa diajak bekerja sama yaitu petani tanaman hias khususnya
petani tanaman lidah buaya (Aloe Vera) di kota Malang. Peran rumah makan di daerah kota
Malang juga diharapkan bisa membantu pengumpulan kulit udang yang sudah tidak terpakai.
Pemrosesan selanjutnya dari kulit udang membutuhkan kerja sama dengan pihak Jurusan
Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang dalam
bentuk peminjaman laboratorium. Proses deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi
membutuhkan banyak peralatan laboratorium yang membutuhkan laboran untuk pengawasan
dalam pengerjaannya. Peran serta masyarakat dalam menggunakan plastik biodegradable
juga sangat diharapkan. Lebih lanjut diperlukan suatu mekanisme khusus berkaitan dengan
pengumpulan bahan, pembuatan, dan pencetakan.

LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK


MENGIMPLEMENTASIKAN GAGASAN SEHINGGA TUJUAN ATAU PERBAIKAN
YANG DIHARAPKAN DAPAT TERCAPAI

a. Membuat ikatan kerjasama dengan petani tanaman lidah buaya (Aloe Vera) yang
berperan sebagai produsen dari tanaman lidah buaya supaya dapat mempermudah
untuk mendapatkan bahan
b. Membuat ikatan kerjasama dengan sebuah industri makanan yang menggunakan
udang agar bisa memberikan kulit udang hasil pengolahan produknya
c. Menentukan teknik dan formulasi yang tepat dalam proses deproteinasi,
demineralisasi, dan deasetilasi kulit udang
Diperlukan penelitian secara mendalam untuk menemukan teknik dan formulasi yang
tepat dalam deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi kulit udang. Ketiga proses
tersebut harus dipastikan efektif karena diharapkan semua bakteri bisa terbunuh pada
salah satu tahap pembuatan plastik biodegradable
d. Memberdayakan plastik biodegradable agar diketahui khalayak ramai serta dapat
diproduksi secara masal dan besar-besaran.

6
KESIMPULAN

Tulisan PKM-GT “Pembuatan Plastik Biodegradable Menggunakan Bahan Alternatif


Tanaman Lidah Buaya dengan Penambahan Gliserol dan Kitosan dari Kulit Udang ” adalah
sebuah gagasan mengenai pengurangan limbah plastik yang tidak biodegradable. Melalui tulisan
ini kami mencoba untuk memberikan suatu solusi terhadap permasalahan yang ada pada saat ini
seperti semakin menumpuknya sampah plastik dengan cara membuat suatu produk plastik yang
biodegradable, namun juga tahan panas dan tidak mudah sobek. Pemanfaatan gel tanaman lidah
buaya (Aloe Vera) yang ditambahkan dengan gliserol dan kitosan dari kulit udang merupakan
salah satu alternatif untuk pembuatan plastik biodegradable supaya plastik tersebut lebih lentur
dan elastis karena kandungan gliserolnya serta lebih ramah lingkungan karena didalamnya
mengandung kitosan yang mudah diurai oleh mikroorganisme.

7
DAFTAR PUSTAKA

Ristekdikti. 2015. Pedoman 2015 Program Kerja Mahasiswa .(Online),


(https://www.google.co.id/?gws_rd=ssl#q=panduan+pkm+gt+2015), dikses tanggal 17
Februari 2016.

Wikipedia. 2015. Plastik . (Online), (https://id.wikipedia.org/wiki/Plastik), diakses tanggal 17


Februari 2016

Miner. 2015. Bioplastik. (Online), (https://1902miner.wordpress.com/pengetahuan-


umum/bioplastic/), diakses tanggal 18 Februari 2016.

Faisal. 2011. Plastik Ramah Lingkungan. (Online), (http://tea.jacowlive.com/17-berita-


artikel.html), diakses tanggal 20 Februari 2016

Wikipedia. 2015. Lidah Buaya. (https://id.wikipedia.org/wiki/Lidah_Buaya), (Online),


diakses tanggal 19 Februari 2016.

Multiguna. 2016. Manfaat Kitosan. (http://kitosansuper.blogspot.co.id/p/kitin.html) , diakses


tanggal 19 Februari 2016

8
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota Kelompok, Dosen Pembimbing

BIODATA KETUA PKM-GT


Biodata Anggota 1
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap Mimma Amalia
2. Jenis Kelamin Perempuan
3. Program Studi S1 Kimia
4. NIM 150332601326
5. Tempat dan Tanggal Lahir Jember , 17 Mei 1997
6. Email azzahramimma@yahoo.co.id
7. No. Telepon/HP 085708697071

D. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA
Nama SDN Ajung SMPN 1
SMAN 2 Jember
Institusi 2 Kalisat
Jurusan - - IPA
Tahun
Masuk- 2003-2009 2009-2012 2012-2015
Lulus

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan proposal Program Kreativitas Mahasiswa
Kewirausahaan.

Malang, 21 Mei 2018


Pengusul

(Mimma Amalia)
Biodata Anggota 1

A.Identitas Diri

1. Nama Lengkap Miftahul Hasanah


2. Jenis Kelamin Perempuan
3. Program Studi S1 Kimia
4. NIM 150332601433
5. Tempat dan Tanggal Lahir Ponorogo, 17 April 1997
6. Email Miftahull97@gmail.com
7. No. Telepon/HP 085785789241

B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA
SMPN 01 SMAN 1
Nama SDN Slahung Slahung
Menggare
Institusi
Jurusan - - IPA
Tahun
Masuk- 2003-2009 2009-2012 2012-2015
Lulus

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi
salah satu persyaratan dalam pengajuan proposal Program Kreativitas
Mahasiswa Kewirausahaan.

Malang, 21 Mei 2018


Pengusul

(Miftahul Hasanah)
Biodata anggota 2
A.Identitas Diri

1. Nama Lengkap Dwi Sulistyaningrum


2. Jenis Kelamin Perempuan
3. Program Studi S1 Kimia
4. NIM 150332601426
5. Tempat dan Tanggal Lahir Blitar, 28 Juli 1995
6. Email dwisulisdwi62@gmail,com
7. No. Telepon/HP 081279802516

B.Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA S1
SDI SMPN 8 SMAN 21
Nama Institusi Kardinamassa Blitar Bandung MIPA
SDN
Karangtengah 3 SMPN 51 SMAN 4
Blitar Bandung Blitar
Jurusan - - IPA KIMIA
Tahun Masuk- 2002-2007 2008-2010 2011-2012 2015
Lulus 2007-2008 2010-2011 2013-2015

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi
salah satu persyaratan dalam pengajuan proposal Program Kreativitas
Mahasiswa Kewirausahaan.

Malang, 21 Mei 2018


Pengusul

(Dwi Sulistyaningrum)
Biodata Dosen Pembimbing

A.Identitas Diri

1. Nama Lengkap Dr. Aman Santoso, M.Si


2. Jenis Kelamin Laki-Laki
3. Program Studi Kimia
4. NIDN 0010116507
5. Tempat dan Tanggal Lahir Blitar, 10 November 1965
6. Email aman.santoso.fmipa@um.ac.id
7. No. Telepon/HP 081559959691

B.Riwayat Pendidikan

S1 S2 S3
Nama Institusi IKIP MALANG Universitas Universitas
Gadjah Mada Brawijaya
Jurusan Pendidikan Kimia Teknik Kimia
Kimia
Tahun Lulus 1990 1998 2010

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi
salah satu persyaratan dalam pengajuan proposal Program Kreativitas
Mahasiswa Kewirausahaan.

Pembimbing

Dr. Aman Santoso, M.Si

NIP. 196511101992031006
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM)
Jl. Semarang 5, Malang 65145 ● Telp. (0341) 551-312
Laman: www.um.ac.id

SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA

Yang bertanda tangan dibawah ini:


Nama : Mimma Amalia
NIM : 150332601326
Program Studi : S1 Kimia
Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM-GT saya yang berjudul: PEMBUATAN
PLASTIK BIODEGRADABLE MENGGUNAKAN BAHAN ALTERNATIF
TANAMAN LIDAH BUAYA DENGAN PENAMBAHAN GLISEROL DAN
KITOSIN DARI KULIT UDANG, yang diusulkan untuk tahun anggaran 2018
bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.
Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya
bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan
seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara. Demikian pernyataan ini dibuat
dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-benarnya.

Malang, 21 Mei 2018


Mengetahui
Wakil Dekan III Ketua Pelaksana Kegiatan,

(Dr. Fatchur Rahman, M.Si) (Mimma Amalia)


NIP. 196512081991031005 NIM. 150332601326