Anda di halaman 1dari 5

A 1.

1. Program Kerja : Skrinning Hipertensi


2. Tanggal : 6 Juli , 28 Juli 2018
3. Uraian Kegiatan :
Hipertensi merupakan manifestasi gangguan keseimbangan hemodinamik sistem kardiovaskular,
yang mana patofisiologinya adalah multi faktor, sehingga tidak bisa diterangkan dengan hanya
satu mekanisme tunggal. Hipertensi juga merupakan faktor risiko independen, sebab terlibat
dalam proses terjadinya mortalitas dan morbiditas dari kejadian penyakit kardiovaskular (PKV).
Pendekatan klinis pengobatan hipertensi harus meliputi pengendalian tekanan darah sampai
kepada normotensi, mengendalikan faktor-faktor risiko serta mengobati semua TOD yang telah
terkena. Oleh karena itu, perlu dilakukan deteksi terhadap hipertensi untuk nantinya dapat
dilakukan penyuluhan serta saran untuk tatalaksana lebih lanjut.

Kegiatan ini berlangsung sebanyak 2x. Pertama ketika sedang berlangsung Posyandu Lansia di
Jorong Koto Tuo dan yang kedua berlangsung saat acara GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup
Sehat). Semua panitia berperan aktif dan sudah bekerja dengan maksimal. Peran pihak eskternal
sudah cukup membantu walaupun ada beberapa yang harus di evaluasi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sekitar 50% pengunjung berusia diatas 40 menderita hipertensi.
Ini disebabkan dengan pola makan yang mengonsumsi garam, olahraga yang tidak teratur,
kualitas tidur yang buruk dan tidak patuh terhadap obat. Para penderita diberikan edukasi
terkait pencegahan jangka panjang agar tidak terjadi hal-hal yang kronis.

4. Sasaran : Masyarakat umum usia 30-70 tahun


5. Biaya :-
6. Jumlah Pertemuan : 2x pertemuan
7. Peranan : Anggota :
a. Anggi Syahputra
b. Muhardiansyah
c. Irma Dwi Matlen
d. Rosa Elesia Hutauruk
A 2.

1. Program Kerja : Penyuluhan Personal Hygiene


2. Tanggal : 16 Juli 2018
3. Uraian Kegiatan :
Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang
untuk kesejahteraan fisik dan psikis, kurang perawatan diri adalah kondisi dimana seseorang
tidak mampu melakukan perawatan kebersihan untuk dirinya. Melihat hal itu personal hygiene
diartikan sebagai hygiene perseorangan yang mencakup semua aktivitas yang bertujuan untuk
mencapai kebersihan tubuh, meliputi membasuh, mandi, merawat rambut, kuku, gigi, gusi dan
membersihkan daerah genital.

Pada Senin, 16 Juli 2018 bertempat di SDN 14 Sitiung dilaksanakan pernyuluhan personal
hygiene dengan sasaran siswa/I kelas 4 berjumlah 20 orang. Penyuluhan ini dimulai dengan sesi
perkenalan antar pemateri dengan sasaran. Lalu mulai tahap pengenalan personal hygiene
dengan strategi “menyanyi bersama” dan “games”. Untuk memastikan sasaran paham dengan
materi yang diberikan, pemateri memberikan kesempatan untuk mengulang lagi materi dari
salah satu sasaran. Sesi akhir ditutup dengan tanya jawab. Sasaran begitu antusias dan focus
dalam kegiatan ini.
4. Sasaran : Siswa/I Kelas 4 SDN 14 Sitiung
5. Biaya : Rp 100.000,-
6. Jumlah Pertemuan : 1x pertemuan
7. Peranan : Anggota :
a. Weni Pebnita
b. Nabila Putri
c. Irma Dwi Matlen
d. Novi Muthia
A 3.

1. Program Kerja : Penyuluhan Penyakit Berbasis Lingkungan (Cacingan dan Diare)


2. Tanggal : 16 Juli 2018
3. Uraian Kegiatan :

Penelitian menunjukkan bahwa 90% anak Indonesia mengidap cacingan. Meskipun demikian,
penyakit cacingan ini masih sering dianggap sebagai angin lalu tidak hanya oleh masyarakat
tetapi juga pemerintah. Padahal, cacingan dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan,
gizi, dan kecerdasan penderitanya sehingga dipandang sangat merugikan, karena menyebabkan
kehilangan karbohidrat dan protein serta kehilangan darah. Keadaan lingkungan dan kebersihan
perseorangan juga sangat mempengaruhi penyebaran penyakit ini. Berkaitan dengan hal itu,
diperlukan suatu upaya bersama dan juga kesadaran untuk menanggulangi penyakit ini. Dengan
adanya penyuluhan ini dapat meningkatkan kesadaran serta pemahaman mengenai penyakit
cacingan sebagai salah satu masalah kesehatan yang serius, diharapkan dapat menurunkan
jumlah penderita penyakit ini, khususnya bagi balita atau anak – anak. Cacing yang sering
menyerang manusia adalah cacing kremi, cacing tambang, dan cacing gelang. Banyaknya
penyakit cacingan juga dapat menunjukkan keadaan sosial yang buruk.

Sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa/I SDN 14 Sitiung kelas 4. Sesi awal dibuka dengan
pemutaran video edukatif mengenai cacingan dan diare. Sasaran tampak antusias dan focus
memperhatikan materi yang diberikan. Lalu diadakan tanya jawab untuk menilai peningkatan
pengetahuan mereka.

4. Sasaran : Siswa/I Kelas 4 SDN 14 Sitiung


5. Biaya : Rp 100.000,-
6. Jumlah Pertemuan : 1x pertemuan
7. Peranan : Anggota :
a. Rosa Elesia Hutauruk
b. Anggi Syahputra
c. Alvio Rezki Delian
d. Rina Safitri
A 4.

1. Program Kerja : Skrinning Diabetes, Hiperkolesterolemia, Hiperurisemia


2. Tanggal : 28 Juli 2018
3. Uraian Kegiatan :

Di antara penyakit degeneratif, diabetes adalah salah satu di antara penyakit tidak menular yang
akan meningkat jumlahnya di masa yang akan datang. Diabetes sudah merupakan salah satu
ancaman utama bagi kesehatan umat manusia pada abad 21. Perserikatan Bangsa-Bangsa
(WHO) membuat perkiraan bahwa pada tahun 2000 jumlah pengidap diabetes di atas umur 20
tahun berjumlah 150 juta orang dan dalam kurun waktu 25 tahun kemudian, pada tahun 2025,
jumlah itu akan membengkak menjadi 300juta orang. Data terakhir dari WHO menunjukkan
peningkatan tertinggi jumlah pasien diabetes adalah di negara Asia Tenggara, termasuk
Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan deteksi terhadap diabetes melitus untuk nantinya
dapat dilakukan penyuluhan serta saran untuk tatalaksana lebih lanjut.

Pemeriksaan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam acara GERMAS (Gerakan
Masyarakat Hidup Sehat). Pemeriksaan dilaksanakan sesuai prosedur pemeriksaan. Mayoritas
masyarakat dengan usia >40 tahun mengalami hiperkolesterolemia. Setelah itu, peserta diberi
edukasi terkait pola makan dan lifestyle yang dapat mencegah kondisi ini agar tidak parah
dikemudian harinya.

4. Sasaran : Masyarakat Umum 30-70 tahun


5. Biaya : Rp 450.000,-
6. Jumlah Pertemuan : 1x pertemuan
7. Peranan : Anggota :
a. Novi Muthia
b. Weni Pebnita
c. Alvio Rezki Delian
d. Abdurrahman Husseini Nasution
B1

1. Program Kerja : Sosialisasi Anti-Bullying


2. Tanggal : 19 Juli 2018
3. Uraian Kegiatan :

Maraknya fenomena bullying dikalangan anak-anak maupun remaja, sungguh memprihatinkan.


Terakhir kasus bullying siswa SD oleh siswa SMP di salah satu mall di Jakarta. Bullying tidak
hanya terjadi pada anak atau siswa di perkotaan saja, mereka yang di pedesaan pun juga
‘pernah’ mengalami hal serupa.

Dengan berlatarbelakang hal tersebut, mahasiswa KKN UNAND Siguntur memberikan sosialisasi
mengenai bullying di kalangan siswa-siswi khususnya siswa SD-SMP.

Bertempat di Posko Jorong Taratak, program sosialisasi ini diadakan pada Kamis, 16 Juli 2018.
Dimulai pada pukul 16.00 WIB, mahasiswa KKN UNAND disambut begitu antusias oleh siswa-
siswa. Pemberian sosialisasi pun berlangsung cukup kondusif.

Sosialisasi Anti Bullying ini menjelaskan mengenai bentuk-


bentuk bullying, kategori bullying, factor, dampak, dan arti dari bullying itu sendiri. Selain itu juga
diberikan informasi bahwa bullying adalah melanggar hukum sehingga pelakunya dapat
dipidana. Dijelaskan sanksi-sanksi pidana dari segi UU Perlindungan Anak. Tak hanya itu,
sosialisasi ini juga memberitahukan langkah apa yang harus dilakukan ketika terjadi bullying. Dari
hasil sosialisasi anti bullying tersebut, sebenarnya sudah banyak siswa yang mengetahui
arti bullying, meski dengan bahasa yang sederhana. Tetapi beberapa diketahui masih ada yang
di-bully oleh teman sekelas dan bahkan hanya diam saja.

Diharapkan dengan adanya Sosialisasi Anti Bullying oleh mahasiswa KKN UNAND, memberikan
dampak positif bagi sasaran. Bagi yang pernah mem-bully agar berhenti melakukan bullying dan
bagi mereka yang pernah di-bully agar mereka lebih berani untuk melaporkan hal tersebut
kepada guru mereka atau laman web maupun call center yang telah diberikan.

Sosialisasi Anti Bullying ini selesai pada pukul 17.00 WIB ini diakhiri dengan berfoto bersama.

4. Sasaran : Anak-anak usia kisaran 8-12 tahun di Jorong Rawang Parupuak


5. Biaya : Rp 55.000,-
6. Jumlah Pertemuan : 1x pertemuan
7. Peranan : Anggota :
a. Weni Pebnita
b. Novi Muthia
c. Rosa Elesia Hutauruk
d. Abdurrhaman Husseini Nasution