Anda di halaman 1dari 8

Litosfer

Lempeng litosfer yang kita kenal sekarang ini ada 6 lempeng besar, yaitu lempeng Eurasia, Amerika utara,
Amerika selatan, Afrika, Pasifik, dan Hindia Australia. Lempeng-lempeng tersebut bergerak di atas lapisan
astenosfir (kedalaman 500 km di dalam selubung dan bersifat kampir melebur atau hampir berbentuk cair).
Karena hal tersebut, maka terjadi interaksi antar lempeng pada batas-batas lempeng yang dapat berbentuk :
 Divergen : lempeng-lempeng bergerak saling menjauh dan mengakibatkan material dari selubung naik
membentuk lantai samudra baru dan membentuk jalur magmatik atau gunung api.
 Konvergen : lempeng-lempeng saling mendekati dan menyebabkan tumbukan dimana salah satu dari
lempeng akan menunjam (menyusup) ke bawah yang lain masuk ke selubung. Daerah penunjaman
membentuk suatu palung yang dalam, yang biasanya merupakan jalur gempa bumi yang kuat. Dibelakang
jalur penunjaman akan terbentuk rangkaian kegiatan magmatik dan gunungapi serta berbagai cekungan
pengendapan. Salah satu contohnya terjadi di Indonesia, pertemuan antara lempeng Indo-Australia dan
Lempeng Eurasia menghasilkan jalur penunjaman di selatan Pulau Jawa dan jalur gunungapi Sumatera, Jawa
dan Nusatenggara dan berbagai cekungan seperti Cekungan Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera
Selatan dan Cekungan Jawa Utara.
 Transform : lempeng-lempeng saling bergesekan tanpa membentuk atau merusak litosfer. Hai ini
dicirikan oleh adanya sesar mendatar yang besar seperti misalnya Sesar Besar San Andreas di Amerika.
1. Pada daerah konvergen terjadi perusakan litosfer yang berlebihan. Tumbukan pada zona konvergen ini
dipengaruhi oleh tipe material yang terlibat.
Tumbukan itu dapat berupa : Tumbukan lempeng benua dengan lempeng samudra
Tumbukan ini, lempeng samudra akan tertekuk ke bawah dengan sudut 45º atau lebih, menyusup ke bawah
blok benua menuju atenosfer.
2. Tumbukan lempeng samudra dengan lempeng samudra
Bila dua lempeng saling bertumbukan, maka salah satu akan menyusup di bawah yang lain dan menghasilkan
aktivitas vulkanik. Gunung api yang terbentuk cenderung di lantai samudra. Bila tumbuh ke atas permukan
laut, maka akan terjadi serangkaian pulau-pulau gunung api baru yang terletak beberapa ratus kilometer dari
palung laut dimana kedua lempeng samudra bertemu.
3. Tumbukan lempeng benua dengan lempeng benua
Pada tumbukan ini, terjadi penyusupan lempeng ke bawah benua sehingga menyebabkan massa benua dan
sedimen lantai samudra tertekan , terlipat, dan terdeformasi. Akibatnya adalah terbentuknya formasi
pegunungan baru. Peristiwa ini terjadi pada saat bersatunya India ke benua Asia yang menghasilkan
pegunungan Himalaya.
Teori lempeng tektonik

Teori ini dikemukakan kali pertama oleh Descrates (1596–1650).


· Ia menyatakan bahwa bumi semakin lama semakin susut dan mengerut disebabkan terjadinya proses
pendinginan sehingga di bagian permukaannya terbentuk relief berupa gunung, lembah, dan dataran.
· Teori Kontraksi didukung pula oleh James Dana (1847) dan Elie de Baumant (1852). Keduanya berpendapat
bahwa bumi mengalami pengerutan karena terjadi proses pendinginan pada bagian dalam bumi yang
mengakibatkan bagian permukaan bumi mengerut membentuk pegunungan dan lembah-lembah.

Teori apungan benua

Teori pengapungan benua dikemukakan oleh Alfred Wegener pada 1912.


· Ia menyatakan bahwa pada awalnya di bumi hanya ada satu benua maha besar disebut Pangea. Menurutnya
benua tersebut kemudian terpecah-pecah dan terus mengalami perubahan melalui pergerakan dasar laut.
Gerakan rotasi bumi yang sentripugal, mengakibatkan pecahan benua tersebut bergerak ke arah barat menuju
ekuator. Teori ini didukung oleh bukti-bukti berupa kesamaan garis pantai Afrika bagian barat dengan
Amerika Selatan bagian timur, serta adanya kesamaan batuan dan fosil di kedua daerah tersebut.

Teori Laurasia-Gondwana kali pertama dikemukakan oleh Edward Zuess pada 1884.
Teori ini menyatakan bahwa pada awalnya bumi terdiri atas dua benua yang sangat besar, yaitu
Laurasia di sekitar kutub utara dan Gondwana di sekitar kutub selatan bumi. Kedua benua tersebut kemudian
bergerak perlahan ke arah equator bumi sehingga pada akhirnya terpecah-pecah menjadi benua-benua yang
lebih kecil. Laurasia terpecah menjadi Asia, Eropa, dan Amerika Utara, sedangkan Gondwana terpecah
menjadi Afrika, Australia, dan Amerika Selatan.
Teori Konveksi
Menurut Teori Konveksi yang dikemukakan oleh Arthur Holmes dan Harry H. Hess dan dikembangkan lebih
lanjut oleh Robert Diesz, dikemukakan bahwa di dalam bumi yang masih dalam keadaan panas dan berpijar
terjadi arus konveksi ke arah lapisan kulit bumi yang berada di atasnya. Ketika arus konveksi yang membawa
materi berupa lava sampai ke permukaan bumi di mid oceanic ridge (punggung tengah samudra), lava tersebut
akan membeku membentuk lapisan kulit bumi yang baru sehingga menggeser dan menggantikan kulit bumi
yang lebih tua.
· Bukti dari adanya kebenaran Teori Konveksi yaitu terdapatnya mid oceanic ridge, seperti mid Atlantic Ridge,
dan Pasific-Atlantic Ridge di permukaan bumi.
· Bukti lainnya didasarkan pada penelitian umur dasar laut yang membuktikan semakin jauh dari punggung
tengah samudra, umur batuan semakin tua. Artinya, terdapat gerakan yang berasal dari mid oceanic ridge ke
arah yang berlawanan disebabkan oleh adanya arus konveksi dari lapisan di bawah kulit bumi.

Teori Lempeng Tektonik dikemukakan oleh Tozo Wilson.

Teori Lempeng Tektonik dikemukakan oleh Tozo Wilson.


· Berdasarkan Teori Lempeng Tektonik, kulit bumi terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang berada di atas
lapisan astenosfer yang berwujud cair kental. Lempeng-lempeng tektonik pembentuk kulit bumi selalu
bergerak karena adanya pengaruh arus konveksi yang terjadi pada lapisan astenosfer dengan posisi berada di
bawah lempeng tektonik kulit bumi.
· Teori lempeng tektonik muncul setelah Alfred Lothar Wagener, seorang ahli meteorologi dan geologi dari
Jerman dalam buku The Origin of Continents an Oceans (1915), mengemukakan bahwa benua yang padat
sebenarnya terapung dan bergerak di atas massa yang relatif lembek (continental drift). Selain itu, berdasarkan
hasil pengamatannya beberapa bagian benua terdapat kesamaan bentuk pantai antara benua satu dengan
lainnya. Ia juga mendapati kesamaan geologi dan kesamaan makhluk yang hidup di pantai seberang.
· Inti dari teori lempeng tektonik adalah kerak Bumi sebetulnya terdiri atas lempengan-lempengan besar yang
seolah mengapung dan bergerak pada lapisan inti Bumi yang lebih cair. Teori ini dibuktikan oleh pakar-pakar
geologi dengan waktu hampir setengah abad dan diterima sejak tahun 1960-an. Hingga kini teori ini telah
berhasil menjelaskan berbagai peristiwa geologis, seperti gempa bumi, tsunami, dan meletusnya gunung
berapi, serta bagaimana terbentuknya gunung, benua, dan samudra. Teori ini juga membuktikan bahwa benua-
benua selalu bergeser.
Berdasarkan arahnya, gerakan lempeng-lempeng tektonik dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai
berikut:

a) Konvergen,

yaitu gerakan saling bertumbukan antar lempeng tektonik.


· Tumbukan antar lempeng tektonik dapat berupa tumbukan antara lempeng benua dan benua, atau antara
lempeng benua dan lempeng dasar samudra.
· Pada bidang batas pertemuan akan terjadi palung laut atau lipatan.Zona atau tempat terjadinya tumbukan
antara lempeng tektonik benua dan benua disebut zona konvergen.
Contohnya tumbukan antara lempeng India dan lempeng benua Eurasia yang menghasilkan terbentuknya
pegunungan lipatan muda Himalaya dan merupakan pegunungan tertinggi di dunia dengan puncak
tertingginya, Mount Everest. Contoh lainnya, tumbukan lempeng Italia dengan Eropa yang menghasilkan
terbentuknya jalur Pegunungan Alpen.
· Zona berupa jalur tumbukan antara lempeng benua dan lempeng dasar samudra, disebut zona subduksi
(subduction zone), contohnya, tumbukan antara lempeng benua Amerika dan lempeng dasar Samudra Pasifik
yang menghasilkan terbentuknya Pegunungan Rocky dan Andes.
· Di wilayah ini umumnya rawan terhadap gempa bumi dan banyak ditemui gunung api

b) Divergen
Divergen yaitu gerakan saling menjauh antar lempeng tektonik, contohnya gerakan saling menjauh antara
lempeng Afrika dan Amerika bagian selatan.
· Zona berupa jalur tempat berpisahnya lempeng-lempeng tektonik disebut zona divergen (zona sebar pisah).
· Lempeng bergerak saling menjauh ( berlawanan ).
· Pada batas pergerakan akan terbentuk kerak bumi yang baru karena naiknya materi dari lapisan mantel
( magma ) ke permukaan bumi dan membeku sehingga membentuk punggung laut.
Teori lempengan mendatar transfrom
yaitu gerakan saling bergesekan (berlawanan arah) antarlempeng tektonik. Contohnya gesekan antara lempeng
Samudra Pasifik dan lempeng daratan Amerika Utara yang mengakibatkan terbentuknya Sesar San Andreas
yang membentang sepanjang kurang lebih 1.200 km dari San Francisco di utara sampai Los Angeles di
selatan Amerika Serikat. Zona berupa jalur tempat bergesekan lempeng-lempeng tektonik disebut Zona Sesar
Mendatar (zona transform).
· Terjadi pergeseran dua lempeng dengan arah yang berlawanan
· Pergersaran tidak menimbulkan penghilang atau pemunculan kerak bumi, tetapi akan terjadi patahan ( sesar )
· Gerakan ini akan menimbulkan terjadi gempa tektonik

Struktur Bumi
Suess dan Wiechert mengadakan pembagian perlapisan bagian dalam Bumi sebagai berikut.

A. Kerak Bumi (Crust)


· Bagian ini memiliki ketebalan 30–70 km, terdiri atas batuan-batuan basa dan masam yang memiliki berat
jenis kira-kira 2,7 gram/cm3.
· Bagian atas dan bagian tengah kerak Bumi disebut lapisan sial karena sebagian besar terdiri atas zat-zat
silisium dan aluminium, sedangkan bagian bawah disebut sima karena sebagian besar terdiri atas zat-zat
silisium dan magnesium.
· Kerak Bumi dibagi menjadi dua, yaitu kerak benua dan kerak samudra. Kerak benua memiliki ketebalan lebih
besar dibandingkan dengan kerak samudra.
B. Selubung Bumi (mantle) atau Sisik Silikat (Astenosfer)
· Lapisan ini memiliki ketebalan kira-kira 1.200 km dan memiliki berat jenis 3,4–4 gram/cm3.
· Kerak Bumi dan selubung Bumi ini merupakan lapisan litosfer.
C. Lapisan antara atau Chalkosfera
· Lapisan ini memiliki ketebalan kira-kira 1.700 km dengan berat jenis kira-kira 6,4 gram/cm3.
· Lapisan ini sebagian besar merupakan sisik oksida dan sulfida.

D. Inti Besi-Nikel atau Barisfera (Core)


· Barisfer adalah lapisan inti bumi yang merupakan bagian bumi paling dalam tersusun atas lapisan Nife
(Niccolum atau nikel dan ferrum atau besi).
· Lapisan ini dapat pula dibedakan atas dua bagian, yaitu :
1. Inti Luar (Outer Core) adalah inti bumi yang ada di bagian luar. Tebal lapisan mencapai 2.200 km, tersusun
dari besi dan nikel yang bersifat cair, kental, dan panas yang berpijar dengan suhu sekitar 3.9000
2. Inti Dalam (Inner Core) adalah inti bumi yang ada di lapisan dalam dengan ketebalan sekitar 2.500 km. Inti
dalam tersusun atas besi dan nikel pada suhu yang sangat tinggi, yaitu sekitar 4.800° C, akan tetapi tetap
dalam keadaan padat dengan densitas sekitar 10 gram/cm3

Konsep Dasar Geografi adalah sekelompok fenomena atau gejala-gejala sehingga dapat dipakai untuk
menggambarkan berbagai gejala yang sama.Konsep Dasar Geografi atauKonsep Esensial Geografi dibagi
menjadi 10 konsep yaitu :
1. Konsep lokasi adalah letak dimuka bumi, konsep lokasi dibagi menjadi 2, yaitu :
 Lokasi relatif, contoh indonesia terletak di antara benua asia dan benua australia.
 Lokasi absolut adalah lokasi berdasarkan letak astronomi.
2. Konsep Jarak adalah jarak dari suatu tempat ke tempat lain yang dapat mempengaruhi nilai
suatu objek, contoh : tanah yang letaknya jauh dari jalan raya harganya akan lebih murah.
3. Konsep Pola Berkaitan dengan fenomena geografi di permukaan bumi, contoh : pola sungai di
daerah lipatan.
4. Konsep morfologi berkaitan dengan bentuk muka bumi, contoh : daratan tinggi Bogor
digunakan untuk perkebunan teh.
5. Konsep aglomerasi adalah penyebaran yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah,
contoh : Orang Kalimantan mengelompok di aliran sungai.
6. Konsep keterjangkauan berkaitan dengan kondisi permukaan bumi, contoh : suatu daerah yang
letaknya dipegunungan akan sulit di tembus.
7. Konsep Nilai Guna adalah kegunaan fenomena geografi dipermukaan bumi, contoh : laut lebih
bermanfaat untuk nelayan dari pada untuk petani.
8. Konsep interaksi adalah hubungan timbal balik antara dua wilayah atau lebih, contoh : desa
menghasilkan barang baku, kemudian kota menghasilkan barang industri.
9. Konsep diferensiasi area adalah perbedaan corak antar wilayah dipermukaan bumi, contoh :
jenis tanaman yang dibudidayakan di suatu wilayah berbeda-beda.
10. Konsep keterkaitan ruang adalah hubungan antara fenomena fisik dan non fisik, contoh :
penduduk kota membutuhkan nasi dan desa membutuhkan barang barang produksi dari kota

KLASIFIKASI SCHMIDT DAN FERGUSON


Klasifikasi ini sangat populer di Indonesia dan beberapa negara tetangga yang memiliki musim kering-musim
hujan. Menyadari bahwa variasi iklim Indonesia sangat beragam, Kementerian Perhubungan meminta kedua sarjana
tersebut untuk membuat suatu sistem klasifikasi yang cocok bagi keadaan Indonesia.
Terdapat delapan kelompok iklim yang didasarkan pada nisbah bulan kering (BK) ke bulan basah (BB), yang
disimbolkan sebagai Q (dalam persen). Bulan kering adalah bulan dengan presipitasi total di bawah 60 mm dan bulan
basah adalah bulan dengan presipitasi total di atas 100 mm.
Delapan kelompok iklim menurut Schmidt dan Ferguson adalah
 Iklim A, Q < 14,3, daerah sangat basah, hutan hujan tropis;
 Iklim B, 14,3 =< Q < 33,3, daerah basah, hutan hujan tropis;
 Iklim C, 33,3 =< Q < 60,0, daerah agak basah, hutan rimba peluruh (daun gugur pada musim
kemarau);
 Iklim D, 60,0 =< Q < 100,0, daerah sedang, hutan peluruh;
 Iklim E, 100,0 =< Q < 167,0, daerah agak kering, padang sabana;
 Iklim F, 167,0 =< Q < 300,0, daerah kering, padang sabana;
 Iklim G, 300,0 =< Q < 700,0, daerah sangat kering, padang ilalang;
 Iklim H, Q >= 700,0, daerah ekstrim kering, padang ilalang.

Gerak tektonik
Pengertian Teknonisme (Gerak Epirogenetik dan Gerak Orogenetik) – Tektonisme (Diastropisme)
diartikan sebagai bentuk perubahan letak lapisan bumi baik secara mendatar maupun vertikal. Pada umumnya
tektonisme menghasilkan lipatan dan patahan pada kulit bumi.
Proses tektonisme dapat disamakan dengan dislokasi yang mempunyai arti disertai dengan perubahan letak
lapisan kulit Bumi dari kedudukan semula. Perubahan ini bisa secara vertikal maupun horizontal. Tektonisme
berpengaruh pada wilayah yang luas. Berdasarkan kecepatan gerakan dan luas wilayah yang terkena
pengaruh, tektonisme dibedakan menjadi dua yaitu Gerak Orogenetik dan Gerak Epirogenetik.
Disini, yang dimaksud dengan gerak Tektonik adalah semua jenis gerak bumi baik turun maupun naik yang
dapat mengakibatkan perubahan bentuk pada kulit bumi. Gerak Tektonik dibedakan menjadi dua macam yaitu
Gerak Orogenetik dan Gerak Epirogenetik:
Gerak Epirogenetik
Gerak Epirogeneik adalah bergesernya lapisan kulit bumi dengaqna gerakan yang relatif lambat, berlangsung
dalam kurun waktu yang lama dan meliputi daerah yang luas, dalam geranakan ini terdapat dua jenis Gerak
Epirogenetik diantaranya adalah sebagai berikut:
1)Epirogenetik positif
Gerak Epirogenetik positif adalah gerak turunnya daratan sehingga seolah-olah permukaan air laut terlihat
naik. Gerak ini dapat diketahui langsung ketika berada di tepi pantai.
Contoh:
 Turunnya pulau-pulau di Indonesia bagian timur (Kepulauan Maluku dari pulau-pulau barat daya
sampai ke pulau Banda)
 Turunnya muara sungai Hudson di Amerika yang dapat dilihat sampai kedalaman kurang lebih 1700
m.
 Turunnya lmbah sungai Kongo sampai 2000 m di bawah permkaan laut.
Siklus hidrologi
melibatkan pertukaran energi panas, yang menyebabkan perubahan suhu. Misalnya, dalam proses penguapan,
air mengambil energi dari sekitarnya dan mendinginkan lingkungan. Sebaliknya, dalam proses kondensasi, air
melepaskan energi dengan lingkungannya, pemanasan lingkungan. Siklus air secara signifikan berperan
dalam pemeliharaan kehidupan dan ekosistem di Bumi. Bahkan saat air dalam reservoir masing-masing
memainkan peran penting, siklus air membawa signifikansi ditambahkan ke dalam keberadaan air di planet
kita. Dengan mentransfer air dari satu reservoir ke yang lain, siklus air memurnikan air, mengisi ulang tanah
dengan air tawar, dan mengangkut mineral ke berbagai bagian dunia. Hal ini juga terlibat dalam membentuk
kembali fiturgeologi bumi, melalui proses seperti erosi dan sedimentasi. Selain itu, sebagai siklus air juga
melibatkan pertukaran panas, hal itu berpengaruh pada kondisi iklim di bumi.

Sebelum kita menginjak pada proses siklus hidrologi, mari kita pelajari istilah-istilah berikut ini :

Presipitasi
Uap air yang jatuh ke permukaan bumi. Sebagian besar presipitasi terjadi sebagai hujan, tetapi di samping itu,
presipitasi juga menjadi salju, hujan es (hail), kabut menetes (fog drip), graupel, dan hujan es (sleet). Sekitar
505.000 km3 (121.000 cu mil) air jatuh sebagai presipitasi setiap tahunnya, 398.000 km3 (95.000 cu mi) dari
terjadi di atas lautan.
Canopy intersepsi
Pengendapan yang dicegat oleh dedaunan tanaman dan akhirnya menguap kembali ke atmosfer daripada jatuh
ke tanah.
Pencairan salju
Limpasan yang dihasilkan oleh salju mencair.
Limpasan (runoff)
Berbagai cara dengan mana air bergerak di seluruh negeri. Ini mencakup baik limpasan permukaan (surface
runoff) dan limpasan saluran (channel runoff). Karena mengalir, air dapat merembes ke dalam tanah, menguap
ke udara, menjadi disimpan di danau atau waduk, atau diekstraksi untuk keperluan manusia pertanian atau
lainnya.
Infiltrasi
Aliran air dari permukaan tanah ke dalam tanah. Setelah disusupi, air menjadi kelembaban tanah (soil
moisture) atau air tanah (groundwater).
Arus Bawah Permukaan
Aliran air bawah tanah, di zona Vadose dan akuifer. Air bawah permukaan dapat kembali ke permukaan
(misalnya sebagai pegas atau dipompa) atau akhirnya meresap ke dalam lautan. Air kembali ke permukaan
tanah pada elevasi lebih rendah dari tempat itu disusupi, di bawah tekanan gaya gravitasi atau gravitasi
diinduksi. Tanah cenderung bergerak lambat, dan diisi kembali perlahan-lahan, sehingga dapat tetap dalam
akuifer selama ribuan tahun.
Penguapan
Transformasi air dari cair ke fase gas ketika bergerak dari tanah atau badan air ke atmosfer atasnya. Sumber
energi untuk penguapan terutama radiasi matahari. Penguapan banyak yang implisit meliputi transpirasi dari
tanaman, meskipun bersama-sama mereka secara khusus disebut sebagai evapotranspirasi. Jumlah
evapotranspirasi tahunan total sekitar 505.000 km3 (121.000 cu mi) volume air, 434.000 km3 (104.000 cu mi)
yang menguap dari lautan.
Sublimasi
Perubahan wujud secara langsung dari air padat (salju atau es) untuk uap air.

Adveksi
Gerakan air - dalam wujud padat, cair, atau uap - melalui atmosfer. Tanpa adveksi, air yang menguap dari
lautan tidak bisa jatuh sebagai presipitasi di atas tanah.
Kondensasi
Transformasi uap air untuk tetesan air cair di udara, awan dan kabut adalah wujudnya.
Transpirasi
Pelepasan uap air dari tanaman dan tanah ke udara. Uap air adalah gas yang tidak dapat dilihat.

Macam-macam arus laut


1. Arus Permukaan Laut di Samudera (Surface Circulation) disebabkan Angin MusonFaktor utama adalah tiupan
angin yang bertiup melintasi permukaan Bumi melintasi zona-zona lintang yang berbeda. Ketika angin
melintasi permukaan samudera, maka massa air laut tertekan sesuai dengan arah angin. Pola umum arus
permukaan samudera dimodifikasi oleh faktor-faktor fisik dan berbagai variabel seperti friksi, gravitasi, gerak
rotasi Bumi, konfigurasi benua, topografi dasar laut, dan angin lokal. Interaksi berbagai variabel itu
menghasilkan arus permukaan samudera yang rumit. Arus di samudera bergerak secara konstan melintasi
samudera yang luas dan membentuk aliran yang berputar searah gerak jarum jam di Belahan Bumi Utara
(Northern Hemisphere), dan berlawanan arah gerak jarum jam di Belahan Bumi Selatan (Southern
Hemisphere). Karena gerakannya yang terus menerus itu, massa air laut mempengaruhi massa udara yang
ditemuinya dan merubah cuaca dan iklim di seluruh dunia.

2. Arus di Kedalaman Samudera (Deep-water Circulation) disebabkan Proses KonveksiFaktor utama yang
mengendalikan gerakan massa air laut di kedalaman samudera adalah densitas air laut. Perbedaan densitas
diantara dua massa air laut yang berdampingan menyebabkan gerakan vertikal air laut dan menciptakan
gerakan massa air laut-dalam (deep-water masses) yang bergerak melintasi samudera secara perlahan.
Gerakan massa air laut dalam tersebut kadang mempengaruhi sirkulasi permukaan. Perbedaan densitas massa
air laut terutama disebabkan oleh perbedaan temperatur dan salinitas air laut. Oleh karena itu, gerakan massa
air laut dalam tersebut disebut juga sebagai sirkulasi termohalin (thermohaline circulation).

3. Arus Pasang Surut (Tidal Current)


Arus pasang surut terjadi terutama karena gerakan pasang surut air laut. Arus ini terlihat jelas di perairan
estuari atau muara sungai. Bila air laut bergerak menuju pasang, maka terlihat gerakan arus laut yang masuk
ke dalam estuari atau alur sungai; sebaliknya ketika air laut bergerak menuju surut, maka terlihat gerakan arus
laut mengalir ke luar.

4. Arus Sepanjang Pantai (longshore current) dan Arus Rip (rip current)
Kedua macam arus ini terjadi di perairan pesisir dekat pantai, dan terjadi karena gelombang mendekat dan
memukul ke pantai dengan arah yang muring atau tegak lurus garis pantai. Arus sepanjang pantai bergerak
menyusuri pantai, sedang arus rip bergerak menjauhi pantai dengan arah tegak lurus atau miring terhadap
garis pantai.
5. Arus Panas dan Arus Dingin
Keduanya merupakan arus yang disebabkan perbedaan suhu air laut dengan suhu air laut disekitarnya. Arus
panas terjadi jika suhu air laut lebih panas daripada air laut sekitarnya, sedang arus dingin terjadi bila suhu air
laut lebih dingin dari suhu air laut sekitarnya.

6. Break Current
Arus air yang mengalir kuat ke arah laut dari sekitar pantai, biasanya melalui garis selancar, dan dapat terjadi
pada setiap pantai yang bergelombang pecah. Saat angin dan gelombang laut mendorong air menuju pantai,
air sering didorong menyamping oleh gelombang yang mendekat. Air ini mengalir ke sepanjang garis pantai
sampai menemukan jalan keluar kembali ke laut atau ke perairan danau yang terbuka. Arus pecah yang
dihasilkan biasanya sempit dan terletak di sebuah parit antara gosong pasir, di bawah dermaga atau sepanjang
dermaga jetti.

Macam-macam arus laut menurut letaknya, yaitu :


 arus bawah
 arus atas

Macam-macam arus laut menurut suhunya, yaitu :


 arus panas
 arus dingin
Macam-macam arus laut menurut cara terjadinya :
 arus laut karena pengaruh tiupan angin.
 arus laut karena perbedaan kadar garam/berat jenis
 arus laut karena perbedaan tinggi rendah permukaan air laut yang disebabkan oleh pasang surut.
 arus laut karena pengaruh daratan/benua.
A. Arus di samudra pasifik
Samudra pasifik neruipakan samudra yang terluas didunia. Samudra ini dibedakam menjadi dua kelompok.
Yaitu :
1. di sebelah utara khatulistiwa
Ø arus khatulistiwa utara, arus panas yang bergerak menuju barat dan sejajar dengan garis khatulistiwa yang
digerakkan oleh angin pasat timur laut.
Ø arus kuroshiwo, arus panas yang mengalir dari Filipina menuju perairan Jepang, selanjutnya ke Amerika Utara.
Ø arus kalifornia, arus dingin kelanjutan dari Kuroshiwo, bergerak di pesisir barat Amerika Utara ke arah
khatulistiwa.
Ø arus oyashiwo, arus dingin dari selat Bering menuju ke selatan Kepulauan Jepang dan bertemu Arus
Kuroshiwo. Pertemuan dua arus ini membuat perairan di sekitarnya kaya akan ikan, karena di temat tersebut
keberadaan plankton sangat melimpah.
2. di sebelah selatan khatulistiwa
Ø arus khatulistiwa selatan, arus panas yang bergerak ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa akibat angin pasat
tenggara.
Ø arus humboldt atau arus peru, arus laut dingin yang mengalir di pesisir barat Amerika Selatan ke arah utara.
Ø arus australia timur, arus laut yang bergerak di sepanjang pesisir Australia Timur ke selatan.
Ø arus angin barat, merupakan arus laut di Australia timur yang mengalir menuju ke timur.
B. Arus di samudra Hindia
3. di sebelah utara khatulistiwa
Ø arus laut muson barat daya, arus panas yang bergerak menyusuri Laut Arab dan Teluk Benguela, akibat angin
musim barat daya.
Ø arus laut muson timur laut, arus laut panas bergerak ke barat melalui Teluk Benguela dan Laut Arab.

4. di sebelah selatan khatulistiwa


Ø arus maskarena dan arus agulhas, arus panas yang mengalir ke selatan melewati pantai Pulau Madagaskar
Timur sedangkan Arus Agulhas di sebelah barat.
Ø arus angin barat, arus laut dingin yang menyusuri pantai barat Benua Australia ke arah utara.
C. Arus di samudra Atlantik
1. di sebelah utara khatulistiwa
Ø arus Greenland timur, arus laut dingin yang bergerak dari kutub utara menuju pulau Greenland.
Ø arus labrador, arus dingin yang bergerak dari kutub utara ke selatan melewati pantai timur Labrador.
Ø arus canari, arus dingin yang bergerak melalui pesisir Spanyol dan mengalir ke selatan (pantai barat Afrika).

2. di sebelah selatan khatulistiwa


Ø arus khatulistiwa selatan, arus laut panas yang bergerak ke barat, sejajar dengan garis khatulistiwa. Arus ini
didorong oleh angin pasat tenggara.
Ø arus brazilia, arus panas yang mengalir menyusuri pantai Amerika Selatan (Brazilia) dan terus mengalir ke
selatan.
Ø arus benguela, arus dingin yang bergerak ke arah utara menyusuri pantai barat Afrika Selatan dan yang
akhirnya kembali menjadi Arus Khatulistiwa Selatan.
Ø arus angin barat, merupakan kelanjutan dari Arus Brazilia yang ke arah timur dan berupa arus dingin.
Hujan
Ada banyak sekali jenis jenis hujan, semua itu tergantung dari sudut apa kita memandang nya. Kali ini saya
menerangkan Jenis-jenis hujan berdasarkan terjadinya:
 Hujan siklonal, yaitu hujan yang terjadi karena udara panas yang naik disertai dengan angin berputar.
 hujan yang sering terjadi di daerah sekitar ekuator, akibat pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan
Angin Pasat Tenggara. Kemudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalan-gumpalan awan di sekitar
ekuator yang berakibat awan menjadi jenuh dan turunlah hujan.
 Hujan orografis, yaitu hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak
horisontal. Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi.
Terjadilah hujan di sekitar pegunungan.
 Hujan frontal, yaitu hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara
yang panas. Tempat pertemuan antara kedua massa itu disebut bidang front. Karena lebih berat massa udara
dingin lebih berada di bawah. Di sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan
frontal.
 Hujan muson atau hujan musiman, yaitu hujan yang terjadi karena Angin Musim (Angin Muson).
Penyebab terjadinya Angin Muson adalah karena adanya pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis
Balik Utara dan Garis Balik Selatan. Di Indonesia, hujan muson terjadi bulan Oktober sampai April.
Sementara di kawasan Asia Timur terjadi bulan Mei sampai Agustus. Siklus muson inilah yang menyebabkan
adanya musim penghujan dan musim kemarau.
Jenis-jenis hujan berdasarkan ukuran butirnya
 Hujan gerimis / drizzle, diameter butirannya kurang dari 0,5 mm
 Hujan salju, terdiri dari kristal-kristal es yang suhunya berada dibawah 0° Celsius
 Hujan batu es, curahan batu es yang turun dalam cuaca panas dari awan yang suhunya dibawah 0° Celsius
 Hujan deras / rain, curahan air yang turun dari awan dengan suhu diatas 0° Celsius dengan diameter ±7
mm.
Jenis-jenis hujan berdasarkan besarnya curah hujan (definisi BMKG)
 hujan sedang, 20 – 50 mm per hari
 hujan lebat, 50-100 mm per hari
 hujan sangat lebat, di atas 100 mm per hari
Hujan siklonal
Hujan siklonal adalah hujan yang terjadi karena udara panas yang naik disertai dengan angin berputar.
Hujan zenithal
Hujan zenithal adalah hujan yang terjadi di daerah tropis, disebut juga hujan naik ekuatorial, biasa terjadi pada
waktu sore hari setelah terjadi pemanasan maksimal antara pukul 14.00–15.00. Di daerah tropis selama
setahun mengalami dua kali hujan zenithal, sedangkan daerah lintang 23½° LU/LS mengalami satu kali hujan
zenithal. Di daerah tropis, daerah lintang 10° LU–10° LS, hujan ini terjadi bersamaan waktunya dengan
kedudukan matahari pada titik zenitnya, atau beberapa waktu sesudahnya.
Hujan orografis adalah hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak horisontal.
Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi. Terjadilah
hujan di sekitar pegunungan.
Hujan frontal adalah hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang
panas. Tempat pertemuan antara kedua massa itu disebut bidang front. Karena lebih berat massa udara dingin
lebih berada di bawah. Di sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal.
Hujan muson

Hujan muson atau hujan musiman, adalah hujan yang terjadi karena Angin Musim (Angin Muson).
Penyebab terjadinya Angin Muson adalah karena adanya pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis
Balik Utara dan Garis Balik Selatan. Di Indonesia, hujan muson terjadi bulan Oktober sampai April.
Sementara di kawasan Asia Timur terjadi bulan Mei sampai Agustus. Siklus muson inilah yang menyebabkan
adanya musim penghujan dan musim kemarau.

Anda mungkin juga menyukai