Anda di halaman 1dari 27

SARAN, MASUKAN DAN TANGGAPAN TIM KPA DELH

RENCANA PERTAMBANGAN DAN PABRIK PENGOLAHAN BIJIH NIKEL


OLEH PT CERIA NUGRAHA INDOTAMA
, KECAMATAN WOLO, KABUPATEN KOLAKA
PROVINSI SULAWESI TENGGARA

Halaman Saran/Masukan Tanggapan

Nama Hj.Yuniarti Hamra


Jabatan INSPEKTORAT Prov. Sultra
Bab I Point 1.1 Tertulis kapasitas produksi 2,3 juta/ton Telah disesuaikan dalam dokumen
1
Hal 1-2 Alinea 2 Harusnya 2,3 ton/ tahun
Redaksi tertulis perubahan kapasitas produksi penambangan dari Telah disesuaikan dalam dokumen
1.500.000 ton/tahun menjadi 5.000.000 ton/tahun
Bab I poin 2.5 Harusnya diperjelas 1.500.000 ton/tahun biji laterin menjadi 5.000.000
2
Hal II-11 ton/tahun biji laterit
- Penambahan kapasitas pengelohan dan pemurnian dari 150,000
ton/tahun perronikel menjadi 475,000 ton/tahun perronikel..
Perlu diuraikan dari seluruh luas WIUP (wilayah izin usaha Uraian lahan telah disajikan pada
3
penambangan) tabel 2.5
Hal 11-18 Berapa % wilayah Hutan Produksi Terbatas (HPT) & Wil APL (Areal
Point 2.7 Penggunaan Lain)
Perizinan Merupakan daftar perijinan yang
- Akte Pendirian Perseroan Terbatas telah dimiliki, tidak dilampirkan
Point 2.7 , 1.2 - TDP PT.CNI dalam dokumen addendum, karena
4
Pada tabel 2.2 Tidak terdapat dalam lampiran oleh karena itu perlu dilampirkan telah ada dalam dokumen amdal
: sebelumnya. Dan merupakan satu
- Akte Pendirian Perusahaan dan TDP PT.CNI kesatuan.
Saran : Telah disajikan dalam lampiran
Antara Pihak PT.CNI dan Penyusun Dokumen Andal & RKL-RPL Perlu dalam bentuk Surat Keputusan
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

dilampirakan dokumen MOU/Nita Kerja sama untuk Mempertegas Pembentukan Tim Penyusun
tanggung jawab hak dan kewajiban masing-masing pihak
Nama Mutmainnah S.Si
Jabatan DLH Kab.Kolaka
1 II- 11 Perubahan lokasi pabrik agar disebutkan lokasinya Telah ditambahkan dalam dokumen
Terkait kegiatan disekitar lokasi kegiatan,PT. Waja Inti Lestari dan PT. Telah dikoreksi
2 II- 49
Babarina Putra Sulung masih beroperasi
Tabel hasil kualitas air sungai Hasil uji terdapat dalam lampiran
- Agar ditambahkan keterangan lokasi pengambilan sampel hasil uji laboratorium dan telah
3 III- 18
- Keterangan baku mutu yang digunakan belum jelas sesuai.
- Sertifikasi hasil uji yang dilampirkan hanya 3 titik?
Cantumkan sumber air yang akan digunakan untuk kebutuhan pabrik Sumber air yang digunakan untuk
4 dan domestik kebutuhan pabrik dan domestic
bersumber dari air permukaan.
Tanda bintang (*\**) pada parameter pH agar ditambahkan keterangan Telah disesuaikan dalam dokumen
5 III- 20& III - 21
maksud tanda tersebut.
Tambahkan ketengan tabel lokasi pengambilan sampel dan lampiran Keterangan lokasi pengambilan
6 III- 21 sertifikat hasil uji kualitas air tanah sampel telah dituangkan dalam
bentuk koordinat
- Tambahkan keteeangan tabel lokasi pengambilan sampel Hasil uji terdapat dalam lampiran
- Hasil uji pada 3 titik untuk parameter timbal (Pb) terdapat salah hasil uji laboratorium dan telah
7 III- 23
penulisan angka dan satuan sesuai.
- Sertifikat hasil uji yang dilampirkan hanya 3 sementara di tabel 5 titik
- Sedimentasi dan perubahan kualitas iar merupakan BDPH baik tahap Sedimentasi dan perubahan tidak
konstruksi maupun operasi. dijadikan DPH, karena telah
8 IV-8 - Perlu kajian kembali dalam penenuan DPH,mengingat kondisi perairan dianggap sebagai Dampak Penting
di sekitar lokasi kegiatan adalah tercemar ringan (dapat dilihat data rona yang wajib dikelola dan dipantau
awal)
9 IV- 4 Biota air tidak dapat diidentifikasi sebagai DPH pada tahap kegiatan Biota perairan tidak dijadikan DPH,
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

penambangan dan operasi pabrik. Dengan adanya dampak sedimentasi karena telah dianggap sebagai
dan perubahan kualitas air apakah tidak mempengaruhi biota perairan? Dampak Penting yang wajib
Sehingga dampak ini dikaji kembali dikelola dan dipantau
Pada uarian penentuan DPH terdapat dampak yang belum dijelaskan Uraian tersebut telah dijelaskan dari
(tidak Konsisten) , diantaranya :perubahan kualitas air (konstruksi), Hal IV-6 sampai dengan Hal IV-9
10
kualitas udara, kekeringan, kalitas air,limbah domestik,limbah B3 dan
dampak sosek.
Bagan alir tahap pasca operasi tidak ada. Bagan alir yang disajikan
merupakan tahapan yang memiliki
11 dampak penting hipotetik, pada
tahap pasca operasi tidak terdapat
Dampak Penting Hipotetik
12 Izin PPLH,tambahkan izin pembuangan limhah domestik. Telah ditambahkan dalam dokumen
Peta pengelolaan agar mengacu pada lokasi pengelolaan yang Telah sesuai
13
dicantumkan dalam matriks RKL.
Matris RPL-RPL yanga ada pada dokumen lama agar dicantumkan juga dokumen addendum tidak
14 menggugurkan matriks RKL-RPL
pada dokumen 2012
Terdapat data rona awal getaran, tapi tidak diidentifikasi sebagai Telah dihilangkan dalam dokumen
15 dampak.
Tidak perlu di datakalau tidak berpotensi menimbulkan damoak
- Hal. VIII – 8 dan VIII – (9) ,berulang knstruksi infrastruktur dan - Telah sesuai dan tidak
penambngan pabrik berulang
- Hal. VIII – 12, indikator keberhasilan penurunan kualitas air agar - Telah ditambahkan dalam
Matriks ditambahkan untuk air laut. matriks
16
RKL-RPL - Hal, VIII – 18, tambahkan indikator keberhasilan untuk limbah - Telah sesuai
domestik dengan mengacu pada baku mutu limbah domestik. - Telah sesuai dalam dokumen
- Hal, VIII – 19, pengelolaan untuk dampak perubahan kualitas air di
tahap penambangan. Tapi bentuk pengelolaannya untuk tahap
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

pematangan lahan?
- Hal, VIII – 20, tambahkan pada indikator keberhasilan untuk air laut
- Tambahkan teknologi pengelolaan limbah pabrik, mengingat
kapasitas pabrik yang ditambah.
Nama Yoni M, S.Pi, MM
Jabatan Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Sultra
Lokasi rencana Pertambangan dan Pabrik Pengelolaan Biji Nikel serta Rencana kegiatan tidak berada di
Fasilitas Pendukungnya di Kelurahan Wolo Kec. Wolo, Kab,Kolaka dan wilayah laut, apabila terjadi
RTRW Provinsi Sulawesi Tenggara, namun apabila lokasi pembangunan perubahan. Akan menyesuaikan
1 pabrik pengelolaan biji nikel serta fasilitas pendukungnya berada disisi dengan aturan yang berlaku
perairan laut baik sebagian maupun keseluruhan, maka harus mengacu
pada kesesuaian Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil
(RZWP-3-K) Provinsi Sulawesi Tenggaara
Apabila lokasi pembangunan pabrik Pengolahan Biji Nilek serta Fasilitas PT Ceria Nugraha Indotama
Pendukung di Kelurahan Wolo Kec. Wolo Kab. Kolaka dengan berkomitmen mengikuti dan taat
melakukan reklamasi di wilayah pesisir maka dalam pelaksanaanya pada peraturan yang berlaku
mengacu pada :
1. Peraturan Presiden No.122 tahun 2012 tentang reklamasi di Wilayah
2
Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil
2. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.28/PERMEN-KP/2014
tentang perubahan atas peraturan Menteri kelautan dan Perikanan
No.17/PERMEN-KP/2013 tentang Perizinan Reklamasi di Wilayah
Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil.
Sebelum melakukan kegiatan pembangunan pabrik Pengolahan Biji Nikel PT Ceria Nugraha Indotama
serta Fasilutas Pendukungnya di Kelurahan Wolo Kec.Wolo, Kab. Kolaka, berkomitmen mengikuti dan taat
perlu memperhatikan batas sempadan pantai sebagaimana diamanatkan pada peraturan yang berlaku
3
dalam Peraturan Presiden No. 51 Tahun 2016 tentang Batas Sempadan
Pantai Bahwa Pemerintah Provinsi yang memiliki pantai wajib
menetapkan arahan mengenai batas sempadan pantai di dalam Peraturan
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi dan


RTRW Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
Pada saat kegiatan Pembangunan dan saat Operasional Pabrik Telah dituangkan dalam matriks
Pengolahan Biji Nikel di Kelurahan Wolo, Kec. Wolo, Kab. Kolaka, Wajib RKL-RPL
menjaga dan memperhatikan keberlanjutan kehidupan dan penghidupan
masyarakat pesisir, yang meliputi:
4 - Memberikan akses kepada masyarakat menuju pantai
- Memberdayakan masyarakat khususnya nelayan kecil dan
pembudidayaan ikan kecil yang berada disekitar lokasi
- Mempertahankan mata pencaharian penduduk sebagai nelayan,
pembuduidayaan ikan dan usaha perikanan lainnya
Pada kegiatan pembersihan dan pematangan lahan untuk lokasi Telah dituangkan dalam matriks
Pembangunan Pabrik Pengolahan Biji Nikel Serta Fasilitas Pendukungnya RKL-RPL
Di kelurahan Wolo, Kec. Wolo, Kab. Kolaka, maka akan menimbulkan
dampak pada perairan laut, run off/erosi, sedimentasi, penurunan
5 kualitas air laut, gangguan plankton dan bentos.
Oleh karena itu pemrakarsa wajib memperhatikan aspek –aspek
kelestarian ekosistem pesisir (terumbu karang, padang lamun dan
mangrove), masyarakat pesisir, nelayan traditional, pembudidayaan
rumput laut/ikan
Tidak melakukan pembuangan limbah B3 cair maupun padat dan air Telah dituangkan dalam matriks
limbah pabrik ke laut, perlu dilakukan pengolahan limbah baik cair RKL-RPL
6
maupun padat sehingga ekosistem diwilayah pesisir dan laut tetap
terjaga dangan baik kondisi lingkungannya.
Nama Eka Paksi
Jabatan BAPPEDA Prov. Sultra
Sebaiknya diurus juga izin dari PTSP Prov. Sultra, karena ini bukan Telah dijelaskan dalam rapat komisi
1 Lampiran I PMDA, jadi hanya ada izin dari PTSP Prov. Sultra oleh PTSP, bahwa pengurusan dapat
dilakukan baik di provinsi maupun
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

pusat.
Apakah terjadi perubahan luasan lahan lokasi penambangan dan Tidak terjadi perubahan luasan
2 Hal II-11 pembangunan pabrik? lahan, melainkan perubahan
kapasitas produksi.
Dampak sosial berupa berdirinya cafe – cafe disekitar lokasi
Nama La Ode Sainuddin SKM,M.Si
Jabatan DINAS KESEHATAN Prov. Sultra
3.5 Komponen Kesehatan Masyarakat Data yang dimaksud, telah
Terkait dengan pembahasan tentang “kasus penyakit dan prevalensinya” diuraiakan sebagaimana pada hal
(point 3.5.1) baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular, III-91 s/d III-95
maka sebaiknya dilengkapi dengan data skundernya (yang dijadikan
1 III – 90 -95 dalam bentuk tabel) sebaimana data yang di sajikan dalam dokumen
ANDAL dan RKL – RPL yang telah di bahas pada rapat tim komisi
penilai ANDAL sebelumnya, sebaigai dasar mengevaluasi kecendrungan
dampa hipotetik , seperti “insidus rate dan prevaluasi rate” untuk
penyakit berbasis lingkungan.
Nama La Ode Mursali
Jabatan KOREM 143/ HO
- Data pengangguran Disnaker 7.619 orang Semua saran, merupakan bagian
- Data pencari kerja SMA/ S-1 4.369 orang dari Komitmen dari PT Ceria
1 III - 76&77 Nugraha Indotama
Saran : Mohon di akomodir untuk tenaga kerja terkait dengan faktor
keamanan
Faktor kam : Agar bersinergi dengan pihak terkait kam. Bawak
2 TNI/POLRI.
- Ipolek Sos Bud & Han Kam
Komponen Geo Fisik & Kimia
3 - Pencemaran agar dihindari
- Pelihara ekosistem
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

- Tanah
- Sungai
- Laut
- Flora & Fauna
- Agar tidak berdampak pada pencemaran dan kerusakan lingkungan
hidup.
Nama Daud Pakiding
Jabatan DISHUT Prov. Sultra
- Karena lokasi Rencana Pembangunan Pabrik Pengolahan Biji Nikel - Terdapat lahan HPT
berada di APL oleh karena itu tidak terkait dengan aturan - Peta kawasan hutan sudah
penggunaan dan pemantauan hutan. ada dalam lampiran
1 - Agar dilengkapi dengan peta kawasan hutan untuk mengetahui posis - PT Ceria Nugraha Indotama
lokasi terhadap kawasan hutan. akan berkoordinasi dengan
- Sebelum land cleaning agar koordinasi dengan KPH Mekongga Utara KPH Mekongga Utara
mengenai pemantauan kawasan pohon yang ada di atasnya.
Nama Nining Rahmatia
Jabatan DINAS ESDM Prov. Sultra
PT. CNI dalam melaksanakan kegiatan wajib mengangkat PTL Telah terdapat devisi penanggung
1
(penanggung jawab terkait dan lingkungan) jawab lingkungan
Ada regulasi terbaru dari kementrian ESDM agar PT. CNI dalam Dalam pelaksanaan, PT CNI akan
melaksanakan pengolahan dan pemurnian mengacu : mengupdate dan menyesuaiakan
2 1. PERMEN ESDM No.25/2018 dengan regulasi terbaru
2. PERMEN ESDM No.26/2018\
3. KEPUTUSAN MENTERI ESDM No. 1827 k/30 MEM/2018
Untuk pengangkutan dan penjualan harus bekerjasama dengan IUP OPK Merupakan bagian SOP dan telah
3
pengangkutan dan penjualan diatur dalam perundang-undangan
Menggunakan kontraktor dan sub kontraktor yang memiliki IUJP Kontraktor dan sub kontraktor wajib
4
memiliki IUJP
5 Penyelesaian lahan masyarakat yang akan dibangun Smelter Pengolahan Penyelesaian lahan berdasarkan
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

dan Pemurnian regulasi yang berlaku


Nama Kamaluddin
Jabatan KANWIL BPN Prov. Sultra
Rencana Kegiatan Pembangunan Biji Nikel PT. CNI berada dalam Izin yang dimaksud telah
kawasan HBT & APL, oleh karenanya untuk kepentingan kegiatan dilampirkan dalam dokumen
prusahaan perlu akan melakukan pengurusan izin
Disarankan :
1. SK Bupati tentang Izin Lokasi No.188.45/100/2018
a. Harus mencantumkan dasar hukum yang mendasari izin lokasi
1 II -18
- PERMEN ATR/BPN No.5/2015
- PP.128/2015 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan
Negara Bukan Pajak yang berlaku di BPN
b. Sebelum terbit Izin Lokasi wajib di buatkan pertimbangan teknis
pertanahan di kantor pertanahan

Nama Ir. Muh. Djufri


Jabatan BIRO ADM PEREKONOMIAN Prov. Sultra
Pada dokumen RKL-RPL pada matriks RKL-RPL tidak ditemukan Kegiatan yang dimaksud telah
kegiatan perizinan lokasi dan pembebasan lahan serta mobilisasi tenaga dibahas dalam dokumen amdal
kerja 2012. Sedangkan kegiatan
1
Ketiga kegiatan tesebut disarankan untuk dimasukan dan pengolahan pembebasan lahan dan tenaga kerja
lingkungan hidup dari ketiga kegiatan tersebut agar dilakukan sesuai telah diuraiakan dalam matriks
peraturan perundang – undang yang berlaku
Nama Dr. Ilma S. Rianse, SP.M,Sc
Jabatan PPLH KSE
Desain pabriknya belum ada dalam dokumen Desain yang ditampilkan dalam
1 Andal dokumen, merupakan desain
siteplan pabrik dan penambangan.
2 V-18 Spesifikasi TK sebanyak 738 orang sebaiknya di sebutkan untuk apa saja . Telah jelas pada Tabel 2.3 pada hal.
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

II-19
Rona Awal pendapatan masyarakat baiknya ditabelkan saja distribusi Baik telah disesuaikan. Tabel 3.52
frekuensinya karena total persentasenya tidak mencapai 100% hanya pada hal III-78.
68,42%, lalu 31,58% nya berada pada kisaran pendapatan berapa?
3 V- 20
(atau kalau tabelnya ada disebutkan liat pada tabel berapa kemudian,
besaran dampaknya harusnya dapat diestimasi berapa peningkatannya
pendapat masyarakat dengan adnya proyek.
Nama Amir Mahmud
Jabatan YASCITA
Adanya gambaran singkat tentang perubahan petensial yang terjadi Telah dibahas dalam sub bab 3.4.2
terhadap pola mata pencaharian masyarakat terkait dengan adanya
1 dampak – dampak penting yang telah disebutkan .
Perubahan – perubahan yang terjadi akan berdampak pula pada proses
ekonomi masyarakat.
Nama Nasrudin, SP.MP
Jabatan DLH Prov. Sultra
Pada nomor urut 3. UU nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Telah disesuaiakan dalam dokumen
Lingkungan Hidup. Peraturan dimaksud sudah tidak berlaku lagi sejak
terbit dan berlakunya UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
1 I-3 Penglolaan Lingkungan Hidup.
Hal ini sesuai Pasal 125 UU No.32 Tahun 2009 yang menyatakan bahwa
pada saat UU No.32 tahun 2009 mulai berlaku, maka UU No.23 Tahun
1997 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Daisarankan, gambar 3.21, gambar 3.22, gambar 3.23., sebaiknya dicetak Pada dokumen final, semua gambar
III-41&42 dan
2 berwarna sehingga jenis obyek dalam gambar dimaksud nampak dengan dan peta akan dicetak berwarna
Lampiran 7
jelas
Pada gambar 3.15 mengenai hasil pemodelan arus disepanjang pantai Resolusi cetakan akan ditingkatkan
3 III -27
Teluk Mekongga dan Teluk Wolo,garis arahnya harus tidak nampak jelas
4 IV-29 Diasarankan, gambar 4.5 peta Batas Wilayah Studi Rencana Kegiatan Pada dokumen final peta-peta akan
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

Penambangan Nikel PT. CNI untuk dicetak ukuran kertas A3 dan dicetak dalam format A3
berwarna
Pada tabel 4.3 untuk tahap Operasi untuk sumber dampak pada Telah dilengkapi
komponen Operasional Penambangan, untuk Pengelolaan Lingkungan
yang sudah direncanakan sejak awal sebagai bagian dari Rencana
Kegiatan,terdapat tulisan
5 IV-41
 Peraturan Menteri ESDM No.07 tahun 2014
Tulisan peraturan tersebut sebaiknya dilengkapi tentang substansi apa
yang diatur
 Peraturan Menteri ESDM No.07 Tahun 2014 ..............?
Terdapat rujukan peraturan yang sudah dicabut dan dinyatakan tidak Telah disesuaikan
berlaku lagi sbb.
“Undang – Undang No.7 Tahun 2014 tentang Sumber Daya Air” telah
dicabut oleh MK pada 18 februari 2015
sebagai rujukan pengganti peraturan dimaksud kembali menggunakan
Undang – Undang No. 11 Tahun 1947 tentang Pengairan”
6 Daftar Pustaka
Dengan dicabutnya UU tersebut, mengakibatkan semua jenis peraturan
turunan peraturan perundang – undangan yang telah dikeluarkan
sebagai tindak lanjut pelaksanaan dari UU SDA No.7 Tahun 2001
dimaksud, secara hukum menjadi tidak memiliki kekuatan hukum yang
mengikat lagi, karena dianggap bertentangan dengan perundang –
undangan yang relevan dan masih berlaku.
Disarankan untuk melengkapi dokumen ini dengan ; Telah terdapat dalam lampiran
7 Peta – Peta
- Peta tataguna lahan
Nama Nurfitri Edyansah
Jabatan DLH Prov. Sultra
Tambahkan semua dikolom pengelolaan lingkungan yang sudah Telah ditambahkan
1 IV-46 sampai 50 dirncanakan sejak awal sebagai bagian daari rencana kegiatan
- Pengurusan Izin penyimpanan limbah B3 di instansi terkait (DLH
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

Kabupaten)
Nama Drs. Abdi Arif
Jabatan Kecamatan Wolo
Agar pihak perusahaan betul – betul mengawasi kontraktor meaning Telah ditanggapi dalam rapat
1
dalam mengelola pertambangan mengacu pada dokumen Amdal.
Agar pihak perusahaan memperdayakan perusahaan – perusahaa lokal Telah ditanggapi dalam rapat
2
dalam tenaga kerja lokal

Nama Isra Alnur


Jabatan DPN PTSP Prov. Sultra
Luasan Amdal yang lama yang terbitkan Bupati Kolaka belum mencakup Tidak terdapat perubahan luasan,
1 Dok Amdal luasan agar di dalam dokumen di jelaskan luasan izin lingkungannya luas WIUP 6.785 Ha.
yang lama berapa dan yang berubah baru berapa
Perlu diadakan penyesuaian luasan yang seberkan adanya perbedaan Pada saat pengurusan akan
luasan mulai dari tanda daftar penanaman modal, Izin lokasi ,Rekom disesuaiakan
2
BKPRD,Izin lingkungan yang akan di terbitkan sesuai luasan izin
prinsip.
Nama Hj. M Raoda Bura,ST,MT,M.Sc
Jabatan BAPPEDA KOLAKA
Lokasi tidak sesuai dalam deskripsi proyek Muara Lapao – Pao atau Telah disesuaikan
1 II.1
Wolo?
Lokasi pemindahan kegiatan semula di Ulu Lapao – Pao dan Muara Telah disesuaikan
II.3
Lapao – Pao,dipindahkan ke Wolo ,Sesuai di hal II.1.
Pertimbangan aspek pemindahan lokasi ada 4 aspek, mohon di uraikan Telah dijelaskan pada paragraph 2
2 II.3
tiap – tiap aspek, kenapa dipindahkan dan 3 hal II-3
Bagaimana cara penanganan masyarakat di kawasan pemukiman yang Telah dimuat dalam dokumen RKL-
3 terkena dampak lokasi proyek sangat berdekatan dalam kawasan RPL
pemukiman masyarakat
Nama Saharuddin
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

Jabatan
6.1.2. peningkatan potensi terjadinya penyakit perlu detail rencana Penjelasan detail terdapat pada Bab
kegiatan untuk mereduksi potensi terjadinya penyakit tersebut. III Rona Awal
1 VI- 3
6.1.3. gangguan biota perairan harus ada detail/data biota apa saja yang
ada dalam wilayah/ekositem yang terkena dampak
6.1.5. penurunan tingkat sanitasi lingkungan perlu penjelasan dan detail
tenaga kerja dan ruang hidup dalam kawasan industri juga sistem
2 VI-4 pengolahan/sanitasi dalam kawsan pabrik secara menyeluruh.
6.1.6 penurunan kualitas air perlu detail dampak dan upaya mereduksi
dengan pengolahan limbah cair yang diakibatkan oleh aktivitas industri.
Nama Marina Adelusnawati,S.Hut
Jabatan BPKH KENDARI
Untuk wilayah lokasi PT. CNI yang masuk dalam kawasan hutan (HPT) - Izin lokasi yang telah terbit
harus memiliki IPPKH sesuai dengan aturan berdasarkan dari beberapa
P.50/MenLHK/Setjen?Kum.I/6/2016 Tahun 2016 tentang Pedoman Pinja Pertimbangan Teknis,
Pakai Kawasan Hutan termaksud dari Pertimbangan
1 Dokumen
- Apakah Pertek sudah ada? Teknis dari Dinas Kehutanan
- Proses IPPKHnya bagaimana? - Proses IPPKH, akan menunggu
apabila Izin Lingkungan telah
diterbitkan
Dalam pembuatan peta harus sesuai aturan yaitu Perdimen Planologi Penggunaan Perdirjen
Kehutanan dan Tata Lingkkungan No. P.6/PKTL/Setdit/Kum.I/II/2017ten
P.6/PKTL/Setdit/Kum.I/II/2017tentang Petunjuk Teknis penggambaran tang Petunjuk Teknis penggambaran
dan penyajian peta LHK dan penyajian peta LHK berlaku
2 Hal yang ada peta untuk unit kerja lingkup LHK. Kami
selaku konsultan hanya
menggambar peta tematik dengan
cara Digambar atau disusun dan
menambahkan informasi, bukan
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

sebagai pembuat.
- Luasan lokasi harus dicantumkan di peta
II-6 peta
3 - Skala teks
administrasi
Penulisan koordinat IUP menambahkan BT untuk Bujur dan LS untuk Koordinat IUP dianggap sudah jelas
4 II-5
Lintang sebagai informasi
5 II-6 sampai II-9 Untuk legenda peta dengan kolom sumber, dicantumkan SK.Bupati Telah ada pada peta
Grid peta harus menggunakan Bahasa Indonesia E&S diganti Telah sesuai dengan kaidah
6 Hal yang ada peta
kartografi pembuatan peta tematik
untuk lebeling peta menggunakan kode karena sudah termuat dalam Sebagain tambahan informasi
Lampitan peta RKL-
7 tabel
RPL
Contoh : AL -04 (Pulau Laburoko) dalam kurungnya tidak usah ditulis
Nama Yusnaningsi A.Hamd
Jabatan DLH Kab. Kolaka
Perubahan bentang alam idealnya dimasukan menjadi DPH terjadi proses Semua dampak yang dimaksud,
penimbun. tidak dijadikan dampak penting
1 IV -7
Perubahan dari perairan menjadi darat hipotetik, karena penyusun
(Gangguan Biota Perairan) menganggap dampak tersebut
Operasi : dalam kategori penting , sehingga
- Perubahan bentunk alam dan tambah terbuka yang berpotensi tidak perlu dihipotetikkan lagi.
dampak Melainkan dampak tersebut akan
2 IV-10
- Air lari >>DPH langsung dikelola dan dipantau.
- Sedimentasi >>DPH
- Kualitas air >>DPH
Untuk Evaluasi dampaknya
- Bentuk alam
3 IV-23 - Run off
- Sendimentasi
- Kualitas air
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

-
Kesimpulan : Telah sesuai
Perlu dikaji kembali mengenai besaran dan sifat penting dampak ( VI-
14)
Nama Ir.Agus Andhy,MP
Jabatan PSDA KOLAKA
Penjelasan terhadap kajian perubahan - Pada dokumen addendum,
- Memperjelas perubahann studi terhadap lokasi pelabuhan kegiatan pelabuhan tidak
sebaigaimana dalam gambar 2.5 dan 2.6 (peta lay out 2012 -2017 dari dikaji berdasarkan
gambar peta bahwa lokasi pelabuhan Andal 2012 berada di Muara kesepakatan pada rapat
Lapao – Pao sedangkan 2017 di Kelurahan Wolo teknis sebelumnya.
1 II-11 - Buat peta perubahan antara 2012 dan 2017 dampak konsisten - Gambar yang disajikan
memberikan gambaran terhadap kapasitas penduduk di wilayah merupakan layout siteplan
penambangan. sebagai informasi
- Idealnya kedua lay out tersebut digambarkan pada peta dengan skal
yang sama, kemudian menambahkan 1 (satu) peta lay out yang
memetakan lokasi perubahan jelas tersendiri
2 VI- 13 Substansi kelayakan /krisis kelayakan Telah dijelaskan dalam rapat
Mendekskripsikan serta detail gambaran ringkas hasil evaluasi dan Telah dijelaskan dalam rapat
interaksi dampak baik dan deksripsi dari
3 VI- 14
- Menambahkan gambaran interaksi dampak yang saling
menguntungkan dan potensi dampak dari lainnya
Ket : Adakah dari rujukan kelayakan LH yang akan di
Nama Dr. Ida Usman
Jabatan Universitas Halu Oleo
Dokumen ini sudah disusun dengan cukup baik,. Namun demikian, Baik, terima kasih
1 Umum untuk menyempurnakan dokumen ini, ada beberapa hal yang mesti
diperbaiki sebaimana diuraikan di bawah ini :
2 VIII-7 Pada pengolaan dampak penurunan kualitas udara,khususnya pada
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

kegiatan mobilisasi material dan peralatan saat tahap konstruksi, jika


sekiranya kendaraan akan melewati jalan yang tidak beraspal di luar
tapak proyek, agar diarahkan supaya ada penglolaan penyeriman jalan
berdebu secara periodik minimal sehari sekali pada musim kemarau.
Pada pengeloaan dampak potensi limbah domestik, khususnya pada Telah disesuaikan dalam dokumen,
kegiatan kontruksi infra struktur penambangan saat tahap konstruksi, dihilangkan dalam dokumen
3 VIII-10 terulis arahan : “Sisa – sisa bahan bangunan dalam bentuk sampah segera
diangkut ke TPS” Sebenarnya tidak Keliru, hanya penempatan kurang
tepat karena sisa bahan bangunan tidak termasuk limbah domestik
- Tertulis : Segera melakukan reklamasi ......dst. juga tertulis : - Telah disesuaikan dalam
melakukan pemeliharaan rutin kegiatan reklamasi.......dst. dokumen, dihilangkan
Ingat, tahap kegiatannya adalah tahap konstruksi sehingga belum dalam dokumen
diperlukan kegiatan reklamasi. - Telah ditambahkan dalam
- Tertulis : Tidak melakukan pembersihan lahan pada sempadan....dst. dokumen
4 VIII-13 sebaiknya ditambahkan “pada jarak 50m dari sungai atau 100m dari - Telah dikoreksi dalam
mata air”. dokumen
- Tertulis : Melakukan penanaman jenis pohon pelindung ...dst. Ingat:
Pengelolaan yang dilakukan adalah untuk mengantisipasi dampak
penurunan flora,fauna,dan biota iar. Yang diperlukan bukan “pohon
pelindung” (Lihat dan periki juga pada hal VIII-14)
Pada pengelolaan dampak perubahan kesempatan kerja, sebaiknya Perubahan kesempatan kerja pada
ditambahkan arahan untuk memproiroritaskan tenaga kerja lokal pada hal VIII-14 merupakan pada tahap
5 VIII-14
saat penerimaan tenaga kerja, bahkan lebih baik lagi jika dilengkapi pelepasan tenaga kerja
dengan persentase tenaga kerja lokal yang mesti diterima
Pada pengelolaan dampak penurunan kualitas udara, khususnya pada Telah dihilangkan dalam dokumen
kegiatan operasional penambangan saat tahap operasi,arahan agar “
6` VIII-15 menutup bak kendaraan pengangkut dengan plastik/terpal saat
mengangkut material” mestinya tidak perlu, karena umumnya kendaraan
pengangkut tersebut tidak akan melewati jalanan umum yang akan
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

digunakan masyarakat.
Tertulis : melakukan penanaman pohon pelindung di sekitar pabrik Telah dikoreksi dalam dokumen
untukmengurangi paparan kualitas udara pada masyarakat sekitar
proyek seperti bambu atau glodokan tiang.
7 VIII-16 Mungkin maksudnya paparan kualitas udara, tetapi paparan asap
pabrik? Jika paparan asap pabrik, pengelolaan ini tidak efektif karena
cerobong jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pohon pelindungnya.
Arahan ini dihapus saja atau kalimatnya diperbaiki
Pada pengelolaan dampak penurunan kualitas air, tertulis arahan untuk Pengelolaan dampak yang
membuat perangkap sendimen sehingga poluton dari air limbah kegiatan dimaksud merupakan pengelolaan
pematangan lahan tidak langsung mengarah ke laut. pada tahap operasional
8 VIII-16
Ingat : kegiatan dalah kegiatan tahap operasi, tidak ada pematangan penambangan.
lahan pada tahap operasi. Kemudian, yang dikelola adalh penurunan
kualitas air, bukan kualitas air.
Pada tabel 8-2 kolom 7, yang dituliskan disana adalah waktu dan Telah disesuaikan
frekuensi. Jadi harus lengkap dituliskan untuk semua dampak. Misal
9 VIII-24
“enam bulan sekali selama tahap konstruksi”. Beberapa sudah dituliskan
lengkap, tinggal melengkapi beberapa yang belum lengkap.
- Peta RKL-RPl seharusnya berbeda Peta telah disesuaikan dalam
- Pada peta RKL, yang diperlukan adalah area pengololaan, bukan titik dokumen
pengelolaan. Jadi tidak diperlukan koordinasi pengambilan sampel
10 Lampran 11 karena kegiatan pengelolaan tidak melakukan pengambilan sampel
- Contoh “ untuk pengelolaan penurunan kualitas air laut,titik
pengelolaannya bukan di laut, tetapi digambarkan dalam bentuk area
pengelolaan yang tentu letaknya di darat.
Nama Ir.Hj. Devi Yunari Asadih, M.Si
Jabatan DLH Prov. Sultra
Peratutran perundang – undangan yang dicantumkan pada angka (3) Telah disesuaikan
1 I-3
yaitu “UU Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

Hidup” agar dihapus dan diganti karena telah dicabut dan dinyatakan
tidak berlaku lagi sejak ditetapkannya “Undang –Undang Republik
Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup”
Penulisan “Perda Prov. Sulawesi Tenggara No.7/2005” agar dilengkapi Telah disesuaikan
menjadi “Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor 7 Tahun
2 III-6; V-8; V-24
2005 tentang Penetapa Baku Mutu Lingkungan Hidup Daerah Provinsi
Sulawesi Tenggara”
Penulisan “Kepmen Lingkungan Hidup No.48 Tahun 1996” agar Telah disesuaikan
3 III-8; V-14; V-28 dilengkapi menjadi “ Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup
No.48 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan
Penulisan “Kepmen LH No. 155 Tahun 2003” agar dilengkapi menjadi Telah disesuaikan
4 III-19; III-21; III-24 “Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 155 Tahun 2003
tentang Pedoanb Penentuan Status Mutu Air”.
Penulisan “ Peraturan Kementrian Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun Telah disesuaikan
2012 mengenai Pedoman Penyusunan Dokumen Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Hidup” agar diperbaiki sehingga menjadi
5 IV-27
“Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia
Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen
Lingkungan Hidup”
Penulisan “Kepmen LH No.8/1996 tentang Baku Mutu Tingkat Telah disesuaikan
IV-32; IV-34; IV-36;
Kebisingan” agar kata “Mutu” dihilangkan sehingga menjadi “Keputusan
6 IV-38; IV-42; IV-45;
Menteri Negara Lingkungan Hidup No.48 tahun 1996 tentang Baku
IV-47; IV.s.d IV-48
Tingkat Kebisingan
Penulsan peraturan yang menjadi acuan baku mutu agar dibuat konsisten Telah disesuaikan
antara penjelasan dan tabel (tabel 5.17) data primer.
7 V-8; V-24 Pada penjelasan mencantumkan baku mutu sesuai dengan “Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang
Pengendalian Pencemaran Udara “ namun baku mutu yang digunakan
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

pada tabel data primer mengacu pada baku mutu berdasarkan Perda
Prov. Sultra No 7/2005.
Penulisan “ Kepmen LH No.45 Tahun 2005” agar dilengkapi sehingga Telah disesuaikan
menjadi “Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 45
8 VI-16 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Pelaksanaan Rencana
Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan
Lingkungan Hidup (RPL)”.
- Penulisan jenis perizinan “Izin Tempat Penyimpanan Sementara Telah disesuaikan
Limbah Berbahaya dan Beracun (TPS LB3)” agar diganti dengan “Izin
Pengelolaan Limbah B3 untuk kegiatan Penyimpanan Limbah B3”
sesuai dengan Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor
101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun.
9 VII-1 - Pada kolom dasar hukum tidak perlu mencantumkan Undang –
Undang No.11 Tahun 1974 tentang Pengairan ;
- Perlu menambahkan acuan peraturan yaitu “peraturan Menteri
Negara Lingkungan Hidup Nomor 12 Tahun 2006 tentang
Persyaratan dan Tata Cara Perizinan Pembuangan Air Limbah Ke
Laut”.
VIII-7 & VIII-8; VIII- Penulisan “PP No 41 Tahun 1999” agar dilengkapi menjadi “Peraturan Telah disesuaikan
10 15 & VIII-16; VIII- Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang
24; VIII-33; VIII-39 Pengendalian Pencemaran Udara”.
VIII-9; VIII-16 & Penulisan “Kepmen LH No.48 Tahun 1996” agar dilengkapi menjadi Telah disesuaikan
VIII-17; VIII-25; “Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.48 Tahun1996
11
VIII-33 & VIII-34; tentang Baku Tingkat Kebisingan”
VIII-39 & VIII-40
Penulisan “PP Nomor 82 Tahun 2001” agar dilengkapi menjadi Telah disesuaikan
VIII-12; VIII-20;
12 “Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001
VIII-26; VIII-36
tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air”.
13 VIII-16 Penulisan “ Permen LH No. 21/2008” agar dilengkapi menjadi Telah disesuaikan
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

“Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 21 Tahun 2008


tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Bagi Usaha dan/atau
Kegiatan Pembangkit Tenaga Listrik Termal”.
Penulisan “Permen LH No. 4/2014” agar dilengkapi menjadi “Peraturan Telah disesuaikan
Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2014 tentang Baku
14 VIII-16; VIII-34
Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Bagi Usaha dan/atau Kegiatan
Pertambangan”.
Penulisan “PP No.41 Tahun 1999 tentang Baku Mutu Udara Ambien Telah disesuaikan
VIII-24; VIII-32; & Nasiona” Agar diganti menjadi “ Peraturan Pemerintah Republik
15
VIII-33 Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran
Udara”.
Penulisan “Permen LH No 9/2006’ agar diganti menjadi Peraturan Telah disesuaikan
Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 9 Tahun 2006 tentang Baku
16 VIII-36
Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pertambangan Biji
Nikel”.
Penulisan “Permen LH No.8/2009” agar dilengkapi menjadi “ Peraturan Telah disesuaikan
Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 8 Tahun 2009 tentang Baku
17 VIII-36
Mutu Air Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pembangkit Listrik
Tenaga Termal”
Penulisan Kepmen LH No. 51 Tahun 2004”agar dilengkapi menjadi Telah disesuaikan
18 VIII-36 “Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004
tentang Baku Mutu Air Laut”
Nama Muhammad Nurdin
Jabatan
Perlu ada penjelasan tahap pasca operasi terkait reklamasi dan revegetasi, Telah diuraikan dalam matriks RKL-
1 I-1 apakah dilakukan setelah mengekspoitasi setiap spot pada tahap operasi RPL
atau bagaimana? Hal ini dapat dijabarkan dalam RKL-RPL.
Berdasarkan sertifikat No.817/Min/12/2013 PT. CNI telah melakukan Telah dijelaskan oleh pemrakasrsa
2 I-2
kegiatan pertambangan dengan kapasitas ekspor 2,3 juta ton. Mohon dalam rapat komisi
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

dijelaskan bentuk dan kualitas material (kadar nikel) ekspor tersebut.


Dalam proyek ini perlu dijelaskan prosentase ekploitasi material tambang
yang langsung ekspor dan prosentase yang melalui Smelter (Pengolahan
Bijih Nikel).
Proyek ini mempunyai bebrapa sub kegiatan besar yaitu : Telah diuraikan dalam matriks RKL-
Penambangan bijih nikel seluas 6.785 Ha, pembangunan pabrik Ferro RPL, namun untuk kegiatan
Nickel, pembangunan power plan 2x 50 MW, pembangunan dan pembangunan PLTU dan Pelabuhan
operasional pelabuhan dengan dengan panjang trestle 475 m dan luas tidak masuk dalam kajian
3 II-3 dermaga 25 x 50 m, serta pembangunan pendukungnya. Dalam hal ini addendum
RKL dan RPL perlu mengurai secara spesifik maupun simultan dampak
yang ditimbulkan.
Masing – masing sub kegiatan perlu jelas RKL dan RPLnya dalam
dokumen,misalnya dampak PLTU Batu Bara dan sub kegiatan lainnya.
Seberapa besar komitmen perusahaan untuk tidak mengekspor bijih nikel PT CNI, berkomitmen untuk tidak
berkadar di atas 1,7% dan bagaimana sistem kontrolnya? mengekspor bijih nikel berkadar
Bersarkan surat Dirjen Minerba No. 1378/30/DJB/2017 tertanggal 4 juli diatas 1.7%. saat ini proses
2017 (perlu dilampirkan) membolehkan mengekspor nikel kadar dibawah pengurusan keberlanjutan izin. Saat
4 II-10 (1,7% Ni) sebanyak 2,3 juta ton hingga 4 juli 2018 (setahun setelah ini setelah izin telah expired tidak
penerbitan surat tersebut). Sampai sejauh mana langkah perusahaan terdapat kegiatan dilokasi site.
untuk keberlanjutan izin ini yang telah expire (lewat masa berlaku) dan Sudah 2 bulan tidak terdapat
bagaimana aktivitas perusahaan saat ini terkait ekspor bijih nikel. kegiatan pertambangan sampai izin
baru diterbitkan.
RKL-RPL
Uraian RKL-RPL terkait penurunan kualitas udara operasional pabrik Penuruna kualitas udara telah
dan fasilitas penunjang sebaiknya terpisah untuk sub – sub kegiatan vital dipisahkan dalam dokumen. Studi
5 VIII-15 misalnya : Smelter, PLTU, Operasional Pelabuhan, Gudang Bahan Kimia addendum ini tidak mengkaji PLTU
atau B3), area boilder dll. Pada kolom lokasi hanya dituliskan lokasi dan Pelabuhan.
pembangunan pabrik .....terlalu generic.....perlu lebih spesifik.
6 VIII-20 Penurunan kualitas air operasional pabrik dan fasilitas pendukungnya
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

tidak memadai penjelasannya misalnya : operasional PLTU yang akan


melepas air bahang (panas) ke laut secara terus menerus, sudah pasti
akan memberikan dampak serius terhadap kondisi perairan laut,hal ini
tidak diuraikan. Dalam RPL pemantauan juga tidak jelas diuraikan,
misalnya adanya penempatan dan kontrol melalui pemasangan
Thermocouple pada titik pemantauan. Perbedaan antara suhu buangan dan
suhu eksisting air laut dalam 1oC akan memberikan dampak yang serius
 Konsitensi dokumen perlu diperhaikan meliputi :
1) Konsistensi antara dampak penting hipotetik dari hasil
perlingkupan (termasuk parameter yang dikaji) dengan metode
studi yang akan digunakan
2) Konsistensi antara dampak penting hipotetik (termasuk parameter
yang dikaji) dengan metode prakiraan dampak, rona lingkungan
awal, prakiraan besaran dampak, sifat penting dampak, evaluasi
secara holistik serta rencana pengelolaan dan pemantauan
lingkungan hidup;
3) Konsistensi dampak lingkungan (termasuk parameternya) yang
akan dikelola perlu jelas dalam KA yang akan dikaji secara
6 Umum
mendalam apa ANDAL dan RKL-RPL.
 Perlu dipastikan bahwa aspek –aspek yang harus ada dalam
dokumen dapat ditunjukan meliputi:
1) Proses pelingkupan, dengan hasil berupa hasil berupa
dampak penting hipotetik, batas wilayah studi dan batas
wilayah kajian yang dilengkapi dengan metode studi;
2) Dampak penting, prakiraan besaran dampak dan prakiraan
sifat penting dampak ;
3) Evaluasi holistik termasuk penentuan kelayakan lingkungan
hidup;
4) Dampak yang dikelola dan dipantau dan rencana pengelolaan
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

dan pematauan dampak dimaksud.


 Kedalam kajian dokumen
Kedalaman kajian dilakukan dengan mengguanakan data dan
metodologi yang tepat serta sesuai dengan kaidah ilmiah dalam
pelaksanaan dan perumusan hasil studi Amdal yang dilakukan sesuai
dengan keahlian tertentu.
 Revelansi kajian dilakukam untuk memastikan :
1) Kesesuaian antara arahan upaya pemantauan lingkungan
hidup dengan dampak lingkungan yang timbul;
2) Kesesuaian antara bentuk pemantauan lingkungan hidup
dengan upaya pengelolaan lingkungan hidup dan dampak
lingkungan yang timbul ;
3) Kesesuaian antara bentuk pengelolaan lingkungan hidup dan
bentuk pemantauan lingkungan dengan dampak lingkungan
yang timbul;
4) Kesesuaian antara lokasi pengelolaan dangan lokasi timbulnya
dampak;
5) Kesesuaian antara priode pengelolaan dengan waktu
terjadinya dampak;
6) Ketetapan institusi yang melakukan pengawasan dan institusi
yang menerima laporan, dengan dampak lingkungan yang
dikelola dan dipantau.
 Penulisan perlu dibetulkan (penulisan kata,pemiringan istilah
asing dan penggunaan EYD serta diperlikan adanya editor.
 Daftar pustaka perlu di check kembali kesesuaian dengan Telah dikoreksi
kutipan, yang tdak dirujuk dapat dihapus
Daftar Pustaka
 Dipastikan bahwa dokumen ini telash sesuai dengan
perundah undangan dan peraturan yang berlaku.
Nama La Ode Sabaruddin
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

Jabatan Tim Teknis


 Sebagai dokumen ilmiah penulisan harus sesuai kaidah ilmiah,
contoh pada cover tidak boleh kata dan diganti dengan simbol dan
 Judul dokumen sebaiknya Rencana Pertambangan dan Pembangunan
1 Umum Pabrik Pengolahan Bijih Nikel serta Fasilitas Pendukungnya
 Pada daftas isi, bagian Daftar Pustaka tidak memiliki halaman dan
Lampiran Seharusnya dituliskan (sebagai bagian utama dari
kelengkapan dokumen)
DESKRIPSI PROYEK
 Kebutuhan lahan yang diberikan seluas 6.785 ha, yang dimanfaatkan
2 I-21 atau dibuka hanya 734,36 ha (10,82%) sisanya 6.050,64 ha (89,12%)
 Tolong dijelaskan sisa lahan yang tidak dipakai, digunakan untuk apa
dan jika tidak digunakan untuk apa mengusulkan lahan seluas itu?
Deskripsi RLHA
Iklim
 Rumus Q = Jumlah rata – rata BK x 100% seharusnya
Jumlah rata – rata BB
Q = Jumlah rata – rata BK x 100%
Jumlah rata – rata BB
 Perhitungan nilai Q keliru, rataan B = 0,9 dan rataan BB =9,6 sehingga
Q =9,4% dalam dokumen 12% (dari mana nilai ini diperoleh).
3 III-2 s.d III-5
 Kelembapan wilayah studi dinyatakan berkisar antara 62% - 85%
tergolong relatif tinggi (ini menurut siapa)
 Berdasarkan nilai rata – rata kelembapan pada tabel 3.3 kelembapan
ndi wilayah studi rendah (<80%)
 Ada tabel dibawah Gambar 3.2 menyatakan indeks kelembapan
berdasarkan skala kualitas lingkungan parameter kelembaban? Apa
maksudnya
 Yang dimaksud indeks harus ada metode perhitungannya, kalau
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

indeks kelembapan hanya berdasarkan nilai kelembapan saja, sumber


Schmidt Fergusson (1951), dalam tulisan Schmidt itu tidak ada yang
namanya skala kualitas lingkungan (hanya klasifikasi iklim Schmidt
Fergusson dan Oldeman (dua halaman, ditulis tangan)
 Skala kualitas lingkungan menurut Schmidt Fergusson dalam Lakitan
(2012) itu harus dicek kebenarannya.
 Gambar 3.1 Dari tiga grafik yang ada tidak ada manfaatnya,cukup
tampilan gambar rata – rata CH yang ada pada Tabel 3.1
 Bagian kiri atas CH bulana sampai mendekati 3.000an (Maret dan
April) tidak mungkin
 Kelembaban udara di wilayah studi dinyatakan tergolong relatif
tinggi (agak lembab), kalau berdasarkan tabel 3.3 kondisi RH
tergolong rendah, kalau dikonversi k tingkat kenyamanan, wilayah
ini tergolong tidak nyaman (kondisi nyaman jika RH >80%).
 Kalu mau menetapkan kualitas lingkungan bersarkan RH gunakan
Buku Fandeli et al.,2006
 Indeks kenyamanan (THI) seperti yang dituliskan masih keliru, dan
tidak searah dengan kriteria kualitas lingkungan pada tabel 3.4
halaman III – 5.
T RH RH(%) THI
28,44 76,3 0,763 22,80
28,2 76,1 0,761 22,60
4 III-5 28,17 77,1 0,771 22,58
27,7 78,9 0,789 22,20
27,98 79,8 0,798 22,43
27,31 78,7 0,787 21,89
26,93 76 0,76 21,58
27,17 70 0,7 21,77
28,08 69,7 0,697 22,50
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

27,79 69,6 0,696 22,27


27,71 74,3 0,743 22,21
27,49 67,2 0,672 22,03

 Berbeda dengan yang ada dalam dokumen (bagaimana cara
hitungnya), jangan sampai sembarang dimasukan nilainya
 Kalau seperti ini, statusnya sangat nyaman, sangat keliru dan tidak
logis sebab kalau RH rendah dan T tinggi seharusnya tidak nyaman.
 Berikut ini saya sudah tuliskan perhitungan THI yang benar untuk
representasi wilayah studi
 Tabel 3.4 Indek kenyamanan di wilayah studi
Bulan T (oC) Td((oF) RH(%) THI Skala Kualitas
J 28,44 83,19 76,30 79,91 KN (skala 3)
F 28,20 82,76 76,10 79,51 KN (skala 3)
M 28,17 82,71 77,10 79,59 KN (skala 3)
A 27,70 81,86 78,90 79,09 KN (skala 3)
M 27,98 82,36 79,80 79,66 KN (skala 3)
J 27,31 81,16 78,70 78,45 KN (skala 3)
J 26,93 80,47 76,00 77,51 KN (skala 3)
A 27,17 80,91 70,00 77,13 KN (skala 3)
S 28,08 82,54 69,70 78,45 KN (skala 3)
O 27,79 82,02 69,60 78,01 KN (skala 3)
N 27,71 81,88 74,30 78,50 KN (skala 3)
D 27,49 81,48 67,20 77,25 KN (skala 3)
Rata-rata 27,75 81,95 74,48 78,59 KN (skala 3)

Ket : KN (Kurang Nyaman)


Setelah operasi dianalisis lagi, mungkin antara kurang nyaman sampai
tidak nyaman
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

 Sebaiknya ada data penggunaan lahan (land use) di wilayah kegiatan


 Sampel tanah seharusnya diambil berdasarkan penggunaan lahan,
dan masing – masing dengan luasan tertentu
 Kalau pengambilan titik sampel secara purposive kurang
mencerminkan nilai erosi berdasarkan tutupan, sehingga total erosi
yang akan terjadi sulit diprakirakan sebab masing –masing titik tidak
mencerminka luasan.
 Hasil prediksi awal erosi berkisar antara 0,1421 t ha-1 y-1 (titik sampel
5 huytan primer) dengan C 0,06 (antara 0,001 – 0,005), pertanyaan
5 III-34 saya tehnik konservasinya tanah di titik tersebut dalam bentuk apa
agar mendapatkan 0,06 (tidak kelihatan) dan tertinggi 15,929 t ha-1 y-1
(titik 2 apa tujuannya?) Juga tidak jelas bentuk tutupannya dan
bentuk konservasinya.
 Jika sampel tanah tidak mewakili ciri tertentu maka secara rata – rata
potensi erosi per hektar di wilayah kegiatan dalah 7,58452 t ha-1 y-1
sehingga total erosi yang akan terjadi pada lahan terbuka (734,36 ha
sebesar 5.569,77 juta t ha-1 y-1 atau 5.569.768 kg ha-1 y-1 atau setara
berat tanah seluas dua setengah hektar.
 Jika masuk ke sungai maka sungai akan meningkatkan sendimen
 Pada tabel 3.25 tahap operas, prediksi bahaya erosi atau besarnya
erosi yang akan terjadi, pada MW – 5 tiba – tiba melampaui potensi
6 III-36
erosi pada sampel 1 dan 4, apa yang terjadi pada sampel 5 setelah
tahap operasi??? (Bandingan Tabel 3.23 dan Tabel 2.25)
 Pustaka yang didaftar disesuaikan dengan yang dirujuk
7 DP
 Anonim tidak dikenal sebagai pustaka
Nama Ir. Hj. Supiati, MP
Jabatan DLH Prov. Sultra
Fasilitas pendukung pabrik , seharusnya fasilitas pendukung pabrik yang
1 II-44
meliputi
Halaman Saran/Masukan Tanggapan

- Listrik
- Fasilitas pencemaran air
- Fasilitas pencemaran udara
- Fasilitas pengolah limbah ( domestik dan B3)
2 III-18 Tabel 3.12
3 III-23 Tabel 3.16
4 IV-29 Peta wilayah studi diperbaiki setelah perubahan
5 Arah pengolahan dan perubahan kapasitas
6 VIII-20 Penuurunan kualitas air baku
7 VIII-33 Pemantauan
8 Frekuensi pemantauan diperbaiki
9
10 Peta RKL-RPL di perjelas
11
Nama La Mohidu,SH
Jabatan DLH Prov. Sultra
Telah kami pelajari dokumen ini dari awal sampai akhir peta prinsipnya
1
telah memenuhi syarat sesuai aturan yang berlaku.
1. Sampling harus sesaui dengan titik koordinat dalam peta rencana
pemantauan kualitas
2. Metode pengambilan sampling harus sesuai dengan SNI, baik
3. Parameter dengan metode analisis harus sesuai dengan peraturan yang
berlaku.
4. Data hasil analisis
5. Kami siap untuk melakukan moutode pengambilan sampling