Anda di halaman 1dari 2

TERAPI INFRA MERAH

No. Dokumen
No. Revisi
TanggalTerbit
SOP Halaman 2 dari 2

UPT Puskesmas
Pangandaran
Kab. Pangandaran dr. Aris Rismawan
NIP. 19810403 20110 1 002

Pengertian 1. Pancaran gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang 7.700 – 4


juta Amstrong. Berdasarkan panjang gelombang maka infra merah dapat
diklasifikan menjadi :

a. Gelombang panjang (non – penetrating)

Panjang gelombang di atas 12.000 A sampai dengan 150.000 A, daya


penetrasi sinar ini hanya sampai kepada lapisan superficial epidermis,
yaitu sekitar 0,5 mm.

b. Gelombang Pendek

Panjang gelombang antara 7.700 – 12.000 A. daya penetrasi lebih dalam


dari yang gelombang panjang, yaitu sampai sub cutan kira – kira dapat
mempengaruhi secara langsung terhadap pembuluh darah kapiler,
pembuluh darah lymphe, ujung – ujung saraf dan struktur lain dibawah
kulit.
Tujuan Sebagai pedoman petugas untuk melakukan pemberian infra merah kepada
pasien yang membutuhkan batuan obat dalam bentuk panas, sehingga
meningkatkan suplai darah, relaksasi otot, mengurangi / menghilangkan rasa
sakit, Menghilangkan sisa-sisa hasil metabolisme
Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Pangandaran Nomor...Tentang Pemberian
Layanan Klinis.
Referensi 1. Peraturan Menteri kesehatan Nomor 80 Tahun 2013 Tentang penyelenggaraan
Pekerja dan praktik Fisioterapi

2. Peraturan Menteri kesehatan Indonesia No 65 Tahun 2015 Tentang Standar


Pelayanan Fisioterapi
Prosedur 1. Persiapan Alat
Perlu dipersiapkan alat serta pemeriksaan alat antara lain meliputi kebelnya,
jenis lampu, besarnya watt. Pada umumnya generator non luminous
diperlukan waktu pemanasan sekitar 5 menit.
Untuk pengobatan lokal biasanya menggunakan reflector berbentuk parabola
yang di dalamnya hanya ada 1 bolam.Sedangkan untuk general (misalnya
punggung) dengan menggunakan beberapa lampu yang di pasang pada
TERAPI INFRA MERAH
No. Dokumen
No. Revisi
TanggalTerbit
SOP Halaman 2 dari 2

UPT Puskesmas
Pangandaran
Kab. Pangandaran dr. Aris Rismawan
NIP. 19810403 20110 1 002

reflector semi sekuler.


2. Persiapan penderita
Posisi penderita diatur seenak (confortable) mungkin disesuaikan dengan
daerah yang diobati. Posisinya bisa duduk, terlentang, atau tengkurap. Daerah
yang diobati bebas dari pakaian serta perlu dilakukan test sensibilitas terhadap
panas dan dingin. Test ini bisa dilakukan dengan menggunakan tabung berisi
air hangat dan dingin. Bila terjadi gangguan sensibili panas dan dingin pada
daerah tersebut, maka pengobatan dengan infra merah
3. Pengaturan dosis ( pelaksanaan)
Pada penggunaan lampu luminous jarak antara 45-60 cm, Sinar diusahakan
tegak lurus dengan daerah yang diobati serta waktu antara 10-15 menit.
4. Evaluasi
Hal ini bisa dilakukan penyinaran dengan sinar infra merah dan juga saat
penyinaran, apakah ada rasa panas terlalu tinggi atau, terlalu banyak keringat
keluar, hal ini harus dihindarkan.
Apabila waktu pengobatan selesai perlu dievaluasi lagi dan dibandingkan
dengan keadaan sebelumnya.
Unit Terkait Unit Fisioterapi