Anda di halaman 1dari 65

Fisiologi Cairan Tubuh

dedi atila
Sifat-sifat Air
• Air adalah salah satu dari dua pelarut utama dalam tubuh
• Merupakan zat yang luar biasa dengan beberapa sifat penting

Sifat Makna

Menyediakan pasokan H+ yang tidak ada


Konsentrasi molar yang tinggi
habisnya

Memungkinkan zat-zat ionik untuk melarutkan


Konstanta dielektrik yang besar
unsur yg bermuatan

Menghasilkan [H +] sangat kecil tetapi


Konstanta disosiasi yang sangat kecil
signifikan secara biologis
Jumlah Cairan Tubuh
• Air  komponen terbesar dari tubuh manusia.

• Total body water (TBW) : persentase air dibandingkan dengan berat


badan dan bervariasi sesuai usia, massa tubuh, dan lemak tubuh.

• Usia << ~ Cairan tubuh >>

• Perbedaan proporsi  perbedaan jumlah lemak tubuh  Bayi << dan


Dewasa >>
• Jaringan :
Lemak = terdapat cairan sekitar 20%
Otot = terdapat cairan sekitar 75%

• Lemak tubuh wanita >> pria  jumlah cairan tubuh wanita << pria

• Gemuk  rentan terhadap dehidrasi karena jumlah cairan yang lebih sedikit dan
mudah mengalami gangguan jika kekurangan cairan
• Orang yang berotot  lebih banyak menyimpan cairan
Pergerakan Air melintasi Membran

• Jalur/pathway untuk pergerakan air


• Membrana kapiler
• Aquaporin
• Minyak & air tidak bercampur
• Membran sel lipid memisahkan cairan intraseluler dari cairan
ekstraseluler
• Zat yang larut dalam air biasanya tidak melintasi membran lipid dengan
mudah
• tetapi secara paradoks, air melintasi hampir semua membran dalam
tubuh dengan mudah
• Molekul air melintasi membran sel dengan 2 jalur :
• Jalur lipid
• Jalur saluran air (water channel pathway)
• Jalur lipid
• Air melintasi bilayer lipid dari membran sel dengan cara
difusi
• ‘Minyak & air tidak mencampur' dapat dikuantifikasi sebagai
koefisien partisi, karena sangat rendah: sekitar 10-6
• konsentrasi air dalam air sangat tinggi
• luas permukaan membran sel sangat besar (relatif terhadap volume
yang terkandung)
• Jaluran saluran air
• Pada beberapa membrana, fluks air sangat tinggi  Membrana
harus mengandung protein yang menyediakan saluran berair di
mana air dapat melewati  saluran air.
• Membrana lain
• Membrana kapiler
• Membrana endotelial limfatik
• Air dapat melintasi membran kapiler melalui:
• Intercellular gaps antara sel endotel
• Pori-pori di sel-sel endotel area khusus di mana
sitoplasma begitu menipis sehingga menghasilkan
defisiensi yang dikenal sebagai fenestrasi.
• Difusi melintasi membrana sel lipid dari sel-sel
endotel
Aquaporin
• Protein aquaporin membentuk kompleks yang
membentang membran dan air bergerak melalui
saluran ini secara pasif sebagai respons terhadap
gradien osmotik
• 6 protein saluran air (disebut aquaporins) yang
berbeda telah ditemukan di berbagai membran sel
pada manusia
Kompartemen Cairan
• Cairan tubuh terbagi dalam 2 kompartemen besar :

• Cairan intraseluler (ICF/ Intracellular Fluid) sebanyak 2/3

• Cairan ekstraseluler (ECF/ Extracellular Fluid) sebanyak 1/3,


dibagi menjadi :

Cairan interstisial atau kompartemen ekstravaskuler (3/4)


Volume darah atau kompartemen intravaskuler (1/4)
• Rasio ICF : ECF bergantung pada

Usia :
Janin  ECF > ICF. Setelah lahir, peningkatan output urin menyebabkan
kontraksi progresif dari komponen interstisial ECF. ECF dan ICF setara dengan
usia 1 bulan dan sesudahnya; ICF >> sebagai hasil dari pertumbuhan sel lanjutan.

Rasio ECF dan ICF seperti pada manusia dewasa dicapai pada usia 1 hingga 3
tahun.

Gender
Setelah pubertas : ICF laki-laki > perempuan ec massa otot >>
Komposisi Cairan Tubuh
• Komposisi cairan tubuh terdiri atas :

• Air (Pelarut)

• Zat penyusun (Terlarut)  memungkinkan perpindahan cairan antar


kompartemen.dibagi menjadi :

• Elektrolit (ex : garam anorganik, asam dan basa, dan beberapa protein)  molekul-molekul
yang pecah (berdisosiasi) menjadi partikel-partikel bermuatan listrik (ion). Kation = ion
bermuatan positif; anion = ion bermuatan negatif.

• Non Elektrolit (ex : glukosa, lipid, kreatinin, dan urea)  molekul-molekul yang statis
(tidak terdisosiasi/mengion) menjadi partikel-partikel
• Keseimbangan kimiawi harus selalu dipertahankan
• Jumlah total kation = jumlah total anion
• Jumlah muatan dan konsentrasinya dinyatakan dalam miliequivalen
(mEq)/L

• Komposisi elektrolit kompartemen :


• Cairan intrasel lebih banyak mengandung ion kalium (kation) dan fosfat(anion)
• Cairan ekstrasel lebih dominan ion natrium(kation dan klorida (anion)
Tabel komposisi cairan ekstrasel
Tabel komposisi cairan intrasel
Pergerakan Cairan
• Dalam tubuh, cairan mengalami pergeseran dari satu kompartemen ke
kompartemen yang lain.

• Penyebab : gradien perbedaan tekanan osmotik, transpor aktif, atau perbedaan


konsentrasi dari zat penyusun cairan.

• Pergeseran cairan dari plasma menuju interstisium dapat disebabkan oleh tekanan
hidrostatik  timbul ec pemompaan darah oleh jantung  bagian plasma yang
bebas protein terpompa keluar menuju kompartemen interstisial

• Reabsorbsi cairan kembali menuju plasma (sebaliknya) terjadi ec tekanan osmotik


koloid protein plasma melalui proses osmosis.
• Osmosis :
Pergerakan pelarut melalui membran semipermeabel dari larutan yang
berkonsentrasi lebih rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi
Pengaruh terbesar dari tekanan osmotik koloid dalam plasma disebabkan
oleh albumin (komponen utama yang menjaga tekanan koloid plasma)

• Pergeseran cairan dari ruang interstisial menuju ruang intraseluler


terjadi karena pergeseran ion  bergantung pada permeabilitas,
selektivitas, dan transpor aktif membran sel  Air pada kedua
kompartemen ini dapat dengan bebas berpindah secara dua arah dari
satu ruang ke ruang lainnya.
• Perpindahan nutrien (ex glukosa, asam amino, gliserol, gas
pernapasan, dan hasil sisa metabolisme) biasanya terjadi satu arah
Pergerakan cairan antar kompartemen
Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
• Cairan tubuh yang terbagi menjadi kompartemen dalam keadaan normal relatif
konstan.
• Antara kompartemen satu dengan lainnya dibatasi oleh membran yang semi
permiabel.
• Masing-masing kompartemen cairan mengandung elektrolit yang sangat berperan
dalam mempertahankan keseimbangan cairan pada masing-masing kompartemen
cairan tersebut.
• Tubuh memerlukan air untuk tetap mempertahankan homeostasis. Agar hal ini
dapat berlangsung, diperlukan keseimbangan cairan masuk dan keluar tubuh.
Mekanisme pengaturan keseimbangan cairan dan elektrolit antar
kompartemen :

1. Keseimbangan Donnan
2. Osmolaritas dan osmolalitas
3. Tekanan koloid osmotik
4. Kekuatan Starling (Starling’s forces)
5. Pompa natrium
1. Keseimbangan Donnan
Apabila 2 macam cairan, air dan larutan Apabila pada suatu sisi dari membran terdapat
NaCI ditempatkan pada masing-masing sisi NaCl sedang disisi lain garam Na dari suatu
dari suatu membran yang permeabel protein (Na-R) sedangkan membran tersebut
terhadap ion Na dan CI, maka keduanya tidak permeabel terhadap ion R (protein)
akan melewati membran tersebut sehingga tetapi permbeabel terhadap ion lain, maka
konsentrasi di kedua sisi membran sama. NaCl akan menembus masuk ke kiri.

+ + + + + + +
Na Na Na Na Na Na_ Na
H2O R_
_ _ _ _ _ _
Cl Cl Cl R Cl Cl Cl
2. Osmolalitas dan Osmolaritas :

 Osmolalitas suatu cairan ialah jumlah osmol dari solut


per kilogram solven/pelarut (dalam klinik disebutkan
dengan mosmol/kg)
 Osmolaritas suatu cairan ialah jumlah osmol dari
solute/terlarut per liter cairan. Keadaan ini tergantung
pada suhu.
• Aktivitas osmotik suatu substansi dalam cairan tergantung hanya dari
jumlah partikel yang larut, tidak pada beratnya atau valensinya.

• Faktor determinan osmolalitas cairan ekstra seluler = kadar ion Na

Bila Na+ >> ,osmolaritas naik, air ditarik dari sel untuk mempertahankan kembali
osmolaritas tetap isotonis.
Bila terjadi hiponatremia yang akut maka akan menyebabkan penambahan jumlah air
seluler tanpa memandang seluruh cairan tubuh total.
Perubahan kadar Na+ lebih sering disebabkan oleh perubahan volume air.

• Faktor determinan osmolalitas cairan intraseluler = kadar K+


intraseluler
3. Tekanan Koloid Osmotik :

• Koloid —> molekul protein dengan BM > 20.000-30.000.

• Hanya 0,5% dari osmolalitas plasma total, namun


mempunyai arti yang sangat penting ec permeabilitas
kapiler terhadap koloid sangat kecil  mempunyai efek
menahan air dalam komponen plasma +
mempertahankan air antar kompartemen cairan dalam
tubuh.

• Tekanan koloid osmotik normal 20-25 rnmHg (berdiri >


tidur)  dipengaruhi oleh plasma protein
44. Kekuatan Starling (Starling's forces) :

 Tekanan koloid osmotik plasma kira-kira 25 mmHg


 Tekanan darah 36 mmHg pada ujung arteri dari kapiler darah
dan 15 mmhg pada ujung vena

Keadaan ini menyebabkan terjadinya difusi air dan ion-ion


yang dapat berdifusi keluar dari kapiler masuk ke cairan interstisial
pada akhir arteri dan reabsorbsi berkisar 90% dari cairan ini pada
ujung arteri dan reabsorbsi berkisar 90% dari cairan ini pada ujung
vena.
. 5. Pompa Natrium :

• Protein intrasel yang tidak dapat berdifusi cenderung menarik air


kedalam sel
• Natrium masuk kedalam sel dengan cara difusi dari kadar ekstrasel
yang tinggi ke intrasel yang rendah.
• Hal ini diimbangi dengan adanya pompa natrium  kerjanya
bergantung dari persediaan ATP (ATP Dependent)
Keseimbangan Air

• Water Turnover
• Insensible Water Loss
• Keringat
• Limfatik
• Saluran cerna
• Cairan serebrospial
Water Turnover in the Body
mengacu pada perbandingan antara
input air dari dan output air ke lingkungan eksternal
mengacu pada pergerakan air
melintasi kapiler tubuh (termasuk sekresi dan penyerapan
berbagai cairan transelular) dan pergerakan air antara cairan
interstitial dan intraseluler
Insensible Water Loss

• Difusi transepidermal: air yang melewati kulit dan hilang


oleh evaporasi
• Kehilangan air evaporatif dari saluran pernapasan
• Ini adalah hilangnya air murni: tidak ada kehilangan zat
terlarut yang terkait
Keringat

• Penting untuk pengaturan suhu tubuh


• Sumber utama air dan zat terlarut
• Kehilangan cairan – Bisa menjadi besar di lingkungan yang
panas, atau jika aktif secara fisik
• Hilangnya zat terlarut - Menurun dengan 'aklimatisasi'
• Kehilangan panas - Dapat menjadi besar karena tingginya panas
laten penguapan air; maka peran penting dalam pengaturan
suhu tubuh
Perbedaan Keringat dan Insensible Water Loss

Keringat Insensible fluid

Sumber Berasal dari pelengkap kulit Berasal dari kulit (trans-epitel)


khusus yaitu kelenjar keringat dan saluran pernapasan

Kehilangan zat terlarut Ya, bervariasi Tidak ada

Peran Pengaturan suhu tubuh Tidak bisa dicegah.


Penguapan cairan yang tidak
dapat dicerna adalah sumber
utama kehilangan panas dari
tubuh setiap hari tetapi tidak
di bawah kendali regulasi
Limfatik

• Kapiler limfatik hadir di hampir semua jaringan


• Pengecualian yang signifikan adalah sistem saraf pusat
dan tulang
• Kapiler limfe memiliki katup flap antara sel-sel endotel
limfatik yang berdekatan  memungkinkan masuknya
ISF tetapi mencegah kembalinya ke interstitium
Cairan dan Saluran Cerna

• Sejumlah besar cairan mengalir melalui usus setiap hari.


• Cairan usus bersifat isotonik
• Air diserap kembali secara pasif di bawah gradien osmotiknya
yang dihasilkan oleh reabsorpsi aktif nutrisi dan elektrolit.
• Gangguan elektrolit & asam-basa dapat terjadi dengan
kehilangan cairan usus abnormal.
Cairan Serebrospinal

• bagian dari cairan transeluler


• Terdapat dalam ventrikel dan ruang subarachnoid dan
memandikan otak dan sumsum tulang belakang
• CSF dipisahkan dari darah oleh sawar darah-otak.
• Hanya zat terlarut lipid yang dapat dengan mudah melewati
penghalang ini dan ini penting dalam mempertahankan
perbedaan komposisi.
Capillary Fluid Dynamics

• Mikrosirkulasi
• Starling's Hypothesis
• Glomerulus
• Mikrosirkulasi Pulmoner
• The Blood-Brain Barrier
Mikrosirkulasi
• mengacu pada pembuluh darah terkecil di tubuh:
• arteriol terkecil
• metarteriol
• spinkter prekapiler
• kapiler
• venula kecil
• Arterioles mengandung otot polos vaskular dan merupakan tempat
utama resistensi vaskular sistemik.
• Pada otot skelet dan jaringan lain, sejumlah besar kapiler tetap tertutup
untuk jangka waktu lama karena kontraksi sphincter precapillary
Mikrosirkulasi
• Kapiler-kapiler ini menyediakan kapasitas aliran cadangan dan dapat
terbuka dengan cepat sebagai respons terhadap kondisi lokal seperti
penurunan pO2 ketika aliran tambahan diperlukan
• Fungsi utama dari mikrosirkulasi adalah untuk memungkinkan transfer
zat antara jaringan dan sirkulasi
• Transfer air melintasi membran kapiler terjadi oleh dua proses: difusi
dan filtrasi.
Hipotesis Starling
• Gerakan cairan karena filtrasi di dinding kapiler
tergantung pada keseimbangan antara gradien
tekanan hidrostatik dan gradien tekanan onkotik
melintasi kapiler.
• Empat Starling’s forces :
• Tekanan hidrostatic di kapiler (Pc)
• Tekanan hidrostatic di interstitium (Pi)
• Tekanan onkotik di kapiler (pc )
• Tekanan onkotik di interstitium (pi )
• Keseimbangan kekuatan ini memungkinkan perhitungan
tekanan penggerak bersih untuk penyaringan.
Net Driving Pressure = [ ( Pc - Pi ) - ( pc - pi ) ]
• Untuk menurunkan persamaan untuk mengukur fluks cairan ini
beberapa faktor tambahan perlu dipertimbangkan:
• Koefisien refleksi (ð)
• Koefisien filtrasi (Kf )
Net Driving Pressure = Kf [ ( Pc - Pi ) - ð( pc - pi ) ]
Intersisial
Tekanan hidrostatik & onkotik = 0
32 mmHg Filtrasi

Absorbsi
Arterial

Venous
25 mmHg 25 mmHg

15 mmHg

Limfatik
Ultrafiltrasi di Glomerulus
• Kelebihan ultrafiltrasi l dari reabsorpsi adalah dua hingga empat liter
sehari.
• Kelebihan bersihan di kapiler glomerular dikenal sebagai laju filtrasi
glomerulus (GFR)
• Tekanan hidrostatik di kapiler glomerulus dipengaruhi oleh
keseimbangan antara konstriksi arteriol aferen dan eferen.
Mikrosirkulasi Pulmoner
• Kapiler paru (dan alveoli) memiliki dinding yang sangat tipis yang
berfungsi meminimalkan barrier untuk difusi.
• Di dinding alveolar, kapiler membentuk jaringan padat yang dianggap
hampir menjadi lapisan tipis darah yang terus menerus. Ini
menyediakan luas permukaan kapiler yang besar.
• Tekanan pada sirkuit pulmonal jauh lebih rendah daripada di sirkulasi
sistemik dan resistensi vaskular paru sangat rendah. Tekanan hanya
cukup untuk menyempitkan area apikal paru-paru pada orang dewasa
yang sehat.
Control of Water Metabolism
• Sensors - adalah reseptor yang merespon secara langsung atau tidak
langsung terhadap perubahan dalam variabel yang dikendalikan
• Central controller - adalah komponen koordinasi dan integrasi yang
menilai masukan dari sensor dan memulai tanggapan
• Effectors - adalah komponen yang mencoba, langsung atau tidak
langsung untuk mengubah nilai variabel.
Sensors for Control of Water Balance
• Osmoreceptors
• Volume receptors (low pressure baroreceptors)
• High pressure baroreceptors
Osmoreceptors
• Sel-sel khusus di hipotalamus
• Menanggapi perubahan tonisitas ekstraseluler
• Osmoreceptors sangat sensitif
• Tanggapi perubahan sekecil peningkatan 1 sampai 2% tonisitas
• ECF [Na +] adalah monitor efektif dari total air tubuh
Volume receptors
• Volume intravaskular yang efektif dapat dinilai secara independen oleh
baroreseptor tekanan rendah (reseptor volume)
• Terletak di atrium kanan dan vena besar dan merespon tekanan
transmural di dinding pembuluh ini.
• Baroreseptor kurang sensitif (tetapi lebih kuat) daripada osmoreseptor
• Ambang batas reseptor volume untuk menyebabkan perubahan sekresi
ADH adalah 8 hingga 10% perubahan volume darah
• Hipovolemia adalah stimulus yang lebih kuat untuk pelepasan ADH
daripada hiperosmolalitas
High pressure baroreceptors
• Input ke hipotalamus melalui jalur adrenergik
• Terletak di sinus karotis dan merespon perubahan tekanan darah
arteri rata-rata
The Central Controller in Water Balance
• Hypothalamus
• Ada banyak jalur yang menghubungkan berbagai pusat atau area di
hipotalamus
• Pusat kehausan terletak di hipotalamus lateral
• Organ subkornik dan organum vasculosum dari lamina terminalis
(OVLT) yang merupakan situs untuk aksi angiotensin II
• ADH terbentuk terutama di neuron dari inti supraoptik dan
paraventrikular
Effector Mechanisms
Mekanisme effektor yang utama adalah:
• Rasa haus
• ADH (anti-diuretic hormone).
Rasa Haus
• "dorongan fisiologis untuk minum air“
• 4 rangsangan utama untuk rasa haus adalah:
• Hipertonisitas: Aksi dehidrasi seluler melalui mekanisme osmoreceptor
di hipotalamus
• Hipovolemia: Volume rendah dirasakan melalui baroreseptor tekanan
rendah di vena besar dan atrium kanan
• Hipotensi: Baroreseptor tekanan tinggi di sinus karotis & aorta
menyediakan sensor untuk input ini
• Angiotensin II: Ini dihasilkan akibat pelepasan renin oleh ginjal
(misalnya sebagai respons terhadap hipotensi ginjal)
Antidiuretic Hormone
• ADH in the Hypothalamus & Posterior Pituitary
• Renal Actions of ADH
ADH in the Hypothalamus & Posterior Pituitary
• ADH disintesis di hipotalamus dan diangkut ke hipofisis
posterior
• Peran utama dalam pengaturan keseimbangan air dengan
efeknya pada ginjal
• ADH juga dikenal sebagai vasopressin karena respon
vasopressor terhadap dosis farmakologis
Renal Actions of ADH
• ADH bekerja pada reseptor dalam membran basolateral sel di tubulus
pengumpul kortikal dan meduler
• bukan pada membran apikal (atau luminal)
• Efek Keseluruhan di Ginjal
• Dengan tidak adanya ADH, membran apikal sel dalam tubulus pengumpul kortikal
dan meduler memiliki permeabilitas air yang sangat rendah. Urin urin hipotonik dalam
jumlah besar dihasilkan.
• Di hadapan ADH, sel-sel jauh lebih permeabel terhadap air. Pada tingkat ADH
maksimal, kurang dari 1% dari air yang disaring diekskresikan (volume urin 500 ml /
hari)
• Loop umpan balik: Reabsorpsi air mengurangi plasma [Na +] dan ini dideteksi oleh
osmoreseptor di hipotalamus. Ini memungkinkan kontrol umpan balik yang sensitif
dari sekresi ADH.
Mekanisme lain Keseimbangan Air

• Keseimbangan Glomerulotubular
• Autoregulasi aliran darah ginjal
• Sistem Kontrol Volume Tekanan Intrinsik
• Peptida natriuretik
Ringkasan Penanganan Air di Renal

• Ginjal adalah organ yang paling penting dalam pengaturan


keseimbangan air dalam tubuh
• Dalam keadaan normal, osmoreseptor hipotalamus sensitif
mendeteksi perubahan tonisitas ekstraseluler dan merespon
dengan mengubah sekresi ADH dari hipofisis posterior.
• Ginjal adalah organ efektor untuk keseimbangan air tubuh
• Semua reabsorpsi air di ginjal adalah pasif
Hypothalamic stimulates
Less water in
neurosecretary body fluid
cell

inhibition
Neurosecretary
cell of neuro
hypophysis High plasma
osmolality

ADH

Water reabsorption

Schematic representation shows


retention of water by ADH
Collecting duct
terimakasih