Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN AKHIR PBL

Skenario 4

Disusun oleh :

Panelis : Kandida Eva Shangrila Guling


Anggota : - Nikolaus Namsa
-Rocky Matius Tenggara
-Janetta Chien Tinambunan
-Juliati
-Laeticia Naibaho
-Maria Berlianna F
-Maria P.O Guntur
-Maria Titin Inya Ede

STIKES BETHESDA YAKKUM


YOGYAKARTA
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat.
Sehingga saya dan kelompok dapat menyelesaikan penyusunan laporan akhir PBL
skenario 4 ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga laporan ini
dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun menambah ilmu bagi
saudara sekalian , dalam memahami konsep pertumbuhan & perkembangan , konsep
kehilangan , konsep stres & adaptasi , homeostatis, adaptasi , kebutuhan psikologi
manusia, serta dapat membedakan id,ego, & super ego dalam asuhan keperawatan serta
dapat diaplikasikan kepada klien serta laporan ini dapat bagi semua para pembaca.

Harapan saya dan kelompok semoga laporan ini membantu menambah


pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki
bentuk maupun isi laporan ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Laporan ini saya dan kelompok akui masih banyak kekurangan karena
pengalaman yang saya dan kelompok miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan
kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun
untuk kesempurnaan laporan ini.
MAPING
1. KONSEP PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN
 defenisi
 tugas
 tahap
 teori
 proses
 karateristik
2. KONSEP KEHILANGAN
3. KONSEP STRES & ADAPTASI
 defenisi
 macam-macam
 sumber stress
 pandangan
 model
 factor-faktor
 tahapan
 reaksi
 cara meilai
 manajemen stress
4. HOMEOSTATIS
5. ADAPTASI
 defenisi
 macam-macam
6. KEBUTUHAN PSIKOLOGI MANUSIA
 Defenisi
 macam-macam
7. Membedakan ID,EGO, & SUPER EGO

1. KONSEP STRES
a) Defenisi
Stres merupakan respon tubuh yang bersifat tidak spesifik terhadap setiap tuntutan
atau beban atasnya ( menurut hans seyle 1950).Berdasarkan pengertian tersebut dapat
dikatakan sters apabila seseorang mengalami beban atau tugas yang berat tetapi orang
tersebut tidak dapat mengatasi tugas yang di bebankan itu, maka tubuh akan berespons
dengan tidak mampu terhadap tugas tersebut, sehingga orang tersebut dapat mengalami stres.
Sebaliknya apabila seseorang yang dengan beban tugas yang berat tetapi mampu mengatasi
beban tersebut dengan tubuh berespon dengan baik, maka orang tersebut tidak mengalami
stres.

Stres biasanya dipersepsikan sebagai sesuatu yang negatif padahal tidak. Seseorang
yang mengalami stres karena sebuah jabatan disebut sebagai eustres. Terjadinya stres
disebabkan oleh sesuatu yang dinamakan stresor, jadi bisa dikatakan bahwa Stresor yaitu
penyebab/pemicu stress

b) macam – macam stress


 Stres fisik, merupakan stress yang disebabkan oleh keadaan fisik, seperti suhu yang
terlalu tinggi atau terlalu rendah, suara bising, sinar matahari yang terlalu menyengat,
dlln.
 Stress kimiawi, merupakan stress yang disebabkan oleh pengaruh senyawa kimia yang
terdapat pada obat-obatan, zat beracun asam, basa, faktor hormone atau gas, dlln.
 Stress mikrobiologis, merupakan stress yang disebabkan oleh kuman, seperti virus,
bakteri, atau parasit.
 Stress fisiologis, merupakan stress yang disebabkan oleh gangguan fungsi organ tubuh,
antara lain gangguan struktur tubuh, fungsi jaringan, organ, dlln.
 Stress proses tumbuh kembang, merupakan stress yang disebabkan oleh proses tumbuh
kembang seperti pada masa pubertas, pernikahan, dan pertambahan usia.
 Stress psikologis dan emosional, merupakan stress yang disebabkan oleh gangguan situasi
psikologis atau ketidakmampuan kondisi psikologis untuk menyesuaikan diri, misalnya
dalam hubungan interpersonal, sosial budaya, atau keagamaan.
c) Sumber stress
1. Faktor Lingkungan
Keadaan lingkungan yang tidak menentu akan dapat menyebabkan pengaruh
pembentukan struktur organisasi yang tidak sehat terhadap karyawan.
Dalam faktor lingkungan terdapat tiga hal yang dapat menimbulkan stress bagi
karyawan yaitu ekonomi, politik dan teknologi. Perubahan yang sangat cepat karena
adanya penyesuaian terhadap ketiga hal tersebut membuat seseorang mengalami ancaman
terkena stress. Hal ini dapat terjadi, misalnya perubahan teknologi yang begitu cepat.
Perubahan yang baru terhadap teknologi akan membuat keahlian seseorang dan
pengalamannya tidak terpakai karena hampir semua pekerjaan dapat terselesaikan dengan
cepat dan dalam waktu yang singkat dengan adanya teknologi yang digun
2. Faktor Organisasi
Didalam organisasi terdapat beberapa faktor yang dapat menimbulkan stress yaitu
role demands, interpersonal demands, organizational structure dan organizational
leadership.
Pengertian dari masing-masing faktor organisasi tersebut adalah sebagai berikut :
 Role Demands
Peraturan dan tuntutan dalam pekerjaan yang tidak jelas dalam suatu organisasi
akan mempengaruhi peranan seorang karyawan untuk memberikan hasil akhir yang ingin
dicapai bersama dalam suatu organisasi tersebut.
 Interpersonal Demands
Mendefinisikan tekanan yang diciptakan oleh karyawan lainnya dalam organisasi.
Hubungan komunikasi yang tidak jelas antara karyawan satu dengan karyawan lainnya
akan dapat menyebabkan komunikasi yang tidak sehat. Sehingga pemenuhan kebutuhan
dalam organisasi terutama yang berkaitan dengan kehidupan sosial akan menghambat
perkembangan sikap dan pemikiran antara karyawan yang satu dengan karyawan lainnya.
 Organizational Structure
Mendefinisikan tingkat perbedaan dalam organisasi dimana keputusan tersebut
dibuat dan jika terjadi ketidak jelasan dalam struktur pembuat keputusan atau peraturan
maka akan dapat mempengaruhi kinerja seorang karyawan dalam organisasi.

 Organizational Leadership
Berkaitan dengan peran yang akan dilakukan oleh seorang pimpinan dalam suatu
organisasi. Karakteristik pemimpin menurut The Michigan group (Robbins, 2001:316)
dibagi dua yaitu karakteristik pemimpin yang lebih mengutamakan atau menekankan
pada hubungan yang secara langsung antara pemimpin dengan karyawannya serta
karakteristik pemimpin yang hanya mengutamakan atau menekankan pada hal pekerjaan
saja.
Empat faktor organisasi di atas juga akan menjadi batasan dalam mengukur
tingginya tingkat stress. Pengertian dari tingkat stress itu sendiri adalah muncul dari
adanya kondisi-kondisi suatu pekerjaan atau masalah yang timbul yang tidak diinginkan
oleh individu dalam mencapai suatu kesempatan, batasan-batasan, atau permintaan-
permintaan dimana semuanya itu berhubungan dengan keinginannya dan dimana hasilnya
diterima sebagai sesuatu yang tidak pasti tapi penting (Robbins,2001:563).
3. Faktor Individu
Pada dasarnya, faktor yang terkait dalam hal ini muncul dari dalam keluarga,
masalah ekonomi pribadi dan karakteristik pribadi dari keturunan. Hubungan pribadi
antara keluarga yang kurang baik akan menimbulkan akibat pada pekerjaan yang akan
dilakukan karena akibat tersebut dapat terbawa dalam pekerjaan seseorang. Sedangkan
masalah ekonomi tergantung dari bagaimana seseorang tersebut dapat menghasilkan
penghasilan yang cukup bagi kebutuhan keluarga serta dapat menjalankan keuangan
tersebut dengan seperlunya. Karakteristik pribadi dari keturunan bagi tiap individu yang
dapat menimbulkan stress terletak pada watak dasar alami yang dimiliki oleh seseorang
tersebut. Sehingga untuk itu, gejala stress yang timbul pada tiap-tiap pekerjaan harus
diatur dengan benar dalam kepribadian seseorang.

d) Pandangan Stres.
 Stres sebagai stimulus.
Pandangan ini menyatakan stres sebagai suatu stimulus yang menuntut, di mana
semakin tinggi besar tekanan yang dialami seseorang, maka semakin besar pula stres
yang dialami. Pandangan ini didasari hukum Hooke yang menjelaskan semakin berat
beban satu logam, maka semakin besar pula stres yang dialami, melalui pandangan ini
maka dianalogikan pada manusia, apabila semakin besar tekanan yang dialami, semakin
besar pula stres yang dialaminya.
 Stres sebagai respons
Pandangan ini mengidentifikasikan stres sebagai respons individu terhadap stresor
yang diterima, di mana ini sebagai akibat respons fisiologis dan emosional atau juga
sebagai respons yang nonspesifik tubuh terhadap tuntutan lingkungan yang ada.
 Stres sebagai transaksional.
Pandangan ini merupakan suatu interaksi antara orang dengan lingkungan, degan
meninjau dari kemampuan individu dalam mengatasi masalah dan terbentuknya sebuah
koping. Dalam interaksi dengan lingkungan ini dapat diukur situasi yang potensial
mengandung stres dengan mengukur dari persepsi individu terhadap masalah, mengkaji
kemampuan seseorang atau sumber-sumber yang tersedia yang diarahkan mengatasi
masalah.
e) Model stress
Akar dan dampak stress dapat dipelajari dari sisi medis dan model teori perilaku.
Model stress ini dapat digunakan untuk membantu pasien mengatasi respons yang tidak
sehat dan tidak produktif terhadap stressor.
 Model Berdasarkan Respons
Model stress ini menjelaskan respons atau pola respons tertentu yang dapat
mengidentifikasikan stressor. Model stress yang dikemukakan oleh Selye, 1976,
menguraikan stress sebagai respons yang tidak spesifik dari tubuh terhadap tuntutan yang
dihadapinya. Stress ditunjukkan oleh reaksi fisiologis tertentu yang disebut sindrom
adaptasi umum ( general adaptation syndrome-GAS )
 Model Berdasarkan Adaptasi
Model ini menyebutkan empat faktor yang menentukan apakah suatu situasi
menimbulkan stress atau tidak ( Mechanic, 1962 ), yaitu:
1. Kemampuan untuk mengatasi stress, bergantung pada pengalaman seserang dalam
menghadapi stress serupa, system pendukung, dan persepsi keseluruhan terhadap stress.
2. Praktik dan norma dari kelompok atau rekan-rekan pasien yang mengalami stress. Jika
kelompoknya menggap wajar untuk membicarakan stressor, maka pasien dapat
mengeluhkan atau mendiskusikan hal tersebut. Respons ini dapat membantu proses
adaptasi terhadap stress.
3. Pengaruh lingkungan social dalam membantu seseorang menghadapi stressor. Seorang
mahasiswa yang resah menghadapi hasil ujian akhirnya yang pertama dapat mencari
pertolongan dosennya. Dosen dapat memberikan penilaian dan selanjutnya memberikan
referensi kepada asisten dosen tertentu yang menurutnya mampu membantu kegiatan
belajar mahasiswa tersebut. Dosen dan asisten dosen dalam contoh ini merupakan sumber
penurun tingginya stressor yang dialami mahasiswa tersebut.
4. Sumber daya dapat digunakan untuk mengatasi stressor. Misalnya, seorang penderits sakit
yang kurang mampu dalam hal keuangan dapat memperoleh bantuan tunjangan Askes
dari perusahaan tempatnya bekerja untuk kemudian berobat di rumah sakit yang
memadai. Hal ini mempengaruhi cara pasien untuk mendapatkan askes ke sumber daya
yang dapat membantunya mengatasi stresir fisiologis.

 Model Berdasarkan Stimulasi


Model ini berfokus pada karakteristik yang bersifat menggangu atau merusak
dalam lingkungan. Riset klasik yang mengungkapkan stress sebagai stimulus telah
menghasilkan skala penyesuaian ulang sosial, yang mengukur dampak dari peristiwa-
peristiwa besar dalam kehidupan seseorang terhadap penyakit yang dideritanya (Holmes
dan Rahe, 1976). Asumsi-asumsi yang mendasari model ini adalah:
1. Perisrtiwa-peristiwa yang mengubah hidup seseorang merupakan hal normal yang
membutuhkan jenis dan waktu penyesuaian yang sama.
2. Orang adalah penerima stress yang pasif; persepsi mereka terhadap suatu peristiwa
tidaklah relevan.
3. Semua orang memiliki ambang batas stimulus yang sama dan sakit akan timbul setelah
ambang batas tersebut terlampaui.

 Model berdasarkan Transaksi


Model ini memandang orang dan lingkungannya dalam hubungan yag dinamis,
resiprokal, dan interaktif. Model ini dikembangkan oleh Lazarus dan Folkman ini
menganggap stressor sebagai respons perceptual seseoarng yang berakar dari proses dan
kognitif. Stress berasal dari hubungan antara orang dan lingkungannya

f) TAHAPAN STRES
Gejala-gejala stres pada diri seseorang seringkali tidak disadari karena, perjalanan
awal tahapan stres timbul secara lambat, dan baru dirasakan bilamana tahapan gejala
sudah lanjut dan mengganggu fiungsi kehidupannya sehari-hari baik di rumah, di tempat
kerja ataupun pergaulan lingkungan sosialnya.
Dr. Robert Amberg (1979) dalam penelitiannya terdapat, dalam Hawari (2001)
membagi tahapan-tahapan stres sebagai berikut :

A) Stres tahap I
Tahapan ini merupakan tahapan stres yang paling ringan dan biasanya
disertai dengan perasaan-perasaan sebagai berikut :

1. Semangat bekerja besar, berlebihan (over acting).


2. Penglihatan tajam tidak sebagaimana biasanya.
3. Merasa mampu menyelesaikan pekerjaan lebih dari biasanya, namun tanpa disadari
cadangan energi semakin menipis.

B) Stres tahap II
Dalam tahapan ini dampak stres yang semula menyenangkan sebagaimana
diuraikan pada tahap I di atas mulai menghilang, dan timbul keluhan-keluhan
yang disebabkan karena cadangan energi yang fidak lagi cukup sepanjang hari,
karena, tidak cukup waktu untuk beristirahat. Istirahat yang dimaksud antara, lain
dengan tidur yang cukup, bermanfaat untuk mengisi atau memulihkan cadangan
energi yang mengalami defisit. Keluhan-keluhan yang sering dikemukakan oleh
seseorang yang berada pada stres tahap II adalah sebagai berikut:
1. Merasa letih sewaktu bangun pagi yang seharusnya merasa segar.
2. Merasa mudah lelah sesudah makan siang.
3. Lekas merasa capai menjelang sore hari.
4. Sering mengeluh lainbung/penit tidak nyaman (bowel discomfort).
5. Detakan jantung lebih kerns dari biasanya (berdebar-debar).
6. Otot-otot punggung dan tengkuk terasa tegang;
7. Tidak bisa santai.

C) Stres tahap III


Apabila seseorang tetap mernaksakan diri dalam peker aannya tanpa
menghiraukan keluhan-keluhan pada stres tahap II, maka akan menunjukkan
keluhan-keluhan yang semakin nyata dan mengganggu, yaitu:
1. Gangguan lambung dan usus semakin nyata; misalnya keluhan maag (gastritis), buang air
besar tidak teratur (diare).
2. Ketegangan otot-otot semakin terasa.
3. Perasaan ketidaktenangan dan ketegangan emosional semakin meningkat.
4. Gangguan pola tidur (insomnia), misalnya sukar untuk mulai masuk tidur (early
insomnia), atau terbangun tengah malam dan sukar kembali tidur (middle insomnia), atau bangun
terlalu pagi atau dini hari dan tidak dapat kembali tidur (Late insomnia).
5. Koordinasi tubuh terganggu (badan terasa oyong dan serasa mau pingsan).
Pada tahapan ini seseorang sudah harus, atau bisa jugs beban stres hendaknya
dikurangi dan tubuh memperoleh kesempatan untuk beristirahat guns menambah suplai
energi yang mengalami defisit.

D) Stres, tahap IV
Gejala stres tahap IV, akan muncul:
1. Untuk bertahan sepanjang hari saja sudah terasa amat sulit.
2. Aktivitas pekerjaan yang semula menyenangkan dan mudah diselesaikan menjadi
membosankan dan terasa lebih sulit.
3. Yang semula tanggap terhadap situasi menjadi kehilangan kemampuan untuk merespons
secara memadai (adekuat)
4. Ketidakmampuan untuk melaksanakan kegiatan rutin sehari-hari.
5. Gangguan pola tidur disertai dengan mimpi-mimpi yang menegangkan.
6. Seringkali menolak ajakan (negativism) karena tadak ada semangat dan kegairahan.
7. Daya konsentrasi dan daya ingat menurun.
8. Timbul perasaan ketakutan dan kecemasan yang tidak dapat dijelaskan apa penyebabnya.

E) Stres tahap V
Bila keadaan berlanjut, maka seseorang itu akan jatuh dalam stres tahap V,
yang ditandai dengan hal-hal sebagai berikut:
1. Kelelahan fisik dan mental yang semakin mendalam. (physical dan psychological
exhaustion).
2. Ketidakmampuan untuk menyelesaikan pekerjaan sehari¬-hari yang ringan dan
sederhana.
3. Gangguan sistem pencernaan semakin berat (gastro-intestinal disorder).
4. Timbul perasaan ketakutan, kecemasan yang semakin meningkat, mudah bingung dan
panik.

F) Stres tahap VI
Tahapan ini merupakan, tahapan klimaks, seseorang mengalami serangan
panik (panic attack) dan perasaan takut mati. Tidak jarang orang yang mengalami
stres tahap VI ini dibawa ke Unit Gawat Darurat bahkan ICCU, meskipun pada
akhirnya dipulangkan karena tidak ditemukan kelainan fisik organ tubuh.
Gambaran stress tahap VI ini adalah sebagai berikut:
1. Debaran jantung teramat keras,
2. Susah bernapas (sesak dan megap-megap)
3. Sekujur badan terasa gemetar, dingin dan keringat bercucuran
4. Ketiadaan tenaga untuk hal-hal yang ringan
5. Pingsan atau kolaps (collapse).
Bila dikaji maka keluhan atau gejala sebagaimana digambarkan di atas lebih
didominasi oleh keluhan-keluhan fisik yang disebabkan oleh gangguan faal (fungsional)
organ tubuh, sebagai akibat stresor psikososial yang melebihi kemampuan seseorang
untuk mengatasinya.

g) Reaksi fisiologis terhadap stres


Situasi stres mengaktivasi hipotalamus yang selanjutnya mengendalikan dua sistem
neuroendokrin, yaitu sistem simpatis dan sistem korteks adrenal.

 Sistem saraf simpatik berespons terhadap impuls saraf dan hipotalamus yaitu :

1. Mengaktivasi berbagai organ dan otot polos yang berada di bawah pengendaliannya.
2. Sebagai contohnya, ia meningkatkan kecepatan denyut jantung dan mendilatasi pupil.
Sistem saraf simpatis juga memberi sinyal ke medulla adrenal.
3. Untuk melepaskan epinefrin dan norepinefrin ke aliran darah.
4. Sistem korteks adrenal diaktivasi jika hipotalamus mensekresikan CRF, suatu zat kimia
yang bekerja pada kelenjar hipofisis yang terletak tepat di bawah hipotalamus.
5. Kelenjar hipofisis . selanjutnya mensekresikan hormon ACTH, yang dibawa melalui
aliran darah ke korteks adrenal.
6. Dimana, ia menstimulasi pelepasan sekelompok hormon, termasuk kortisol, yang
meregulasi kadar gala darah.
7. ACTH juga memberi sinyal ke kelenjar endokrin lain untuk melepaskan sekitar 30
hormon. Efek kombinasi berbagai hormon stres yang dibawa melalui aliran darah ditambah
aktivitas neural cabang simpatik dari sistem saraf otonomik berperan dalarn respons fight or
flight.

h) Pengukuran tingkat stres

Tingkat stres dapat dikelompokkan dengan menggunakan kriteria HARS


(Hamilton Anxiety Rating Scale). Unsur yang dinilai antara lain: perasaan ansietas,
ketegangan, ketakutan, gangguan tidur, gangguan kecerdasan, perasaan depresi, gejala
somatik, gejala respirasi, gejala gejala kardiovaskuler, gejala respirasi, gejala
gastrointestinal, gejala urinaria, gejala otonom, gejala tingkah laku. Unsur yang dinilai
dapat menggunakan skoring, dengan ketentuan penilaian sebagai berikut:

 0: Tidak ada gejala dari pilihan yang ada

 1: Satu gejala dari pilihan yang ada

 2: Kurang dari separuh dari pilihan yang ada

 3: Separuh atau lebih dari pilihan yang ada

 4: Semua gejala ada

 Untuk selanjutnya skor yang dicapai dari masing-masing unsur atau item dijumlahkan
sebagai indikasi penilaian dertajat stres, dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Skor < 14 tidak ada stres
2. Skor 14-20 stres ringan
3. Skor 21-27 stres sedang
4. Skor 28-41 stres berat
5. Skor 42-56 stres berat sekali

i) Faktor yang mempengaruhi stres


Beberapa faktor yang mempengaruhi stres individu (Sunaryo, 2004) adalah:
1. Faktor biologis herediter, konstitusi tubuh, kondisi fisik, neurofisiologik, neuhormonal.
2. Faktor psiko edukatif. kepribadian, pengalaman, kondisi lingkungan.
3. Management Stress dalam Keperawatan

j) Manajemen
Manajemen stress adalah kemungkinan melihat promosi kesehatan sebagai
aktivitas atau intervasi atau mengubah pertukaran respon terhadap penyakit. Fokusnya
tergantung pada tujuan dari intervensi keperawatan berdasarkan keperluan pasien.
Perawat bertanggung jawab pada implementasi pemikiran yang dikeluarkan pada
beberapa daerah perawatan. Untuk mencegah dan mengatasi stres agar tidak sampai ke
tahap yang paling berat, maka dapat dilakukan dengan cara :
1. Pengaturan Diet dan Nutrisi
2. Istirahat dan Tidur
3. Olah Raga atau Latihan Teratur
4. Berhenti Merokok
5. Tidak Mengkonsumsi Minuman Keras
6. Pengaturan Berat Badan
7. Pengaturan Waktu
8. Terapi Psikofarmaka
9. Terapi Somatik
10. Psikoterapi
11. Terapi Psikoreligius
12. Homeostatis
2. Pertumbuhan dan Perkembangan
a) Definisi
Pertumbuhan ( Growth ) adalah perubahan KUANTITATIF ( berupa
pembesaran atau pertambahan dari tidak ada menjadi ada, dari kecil menjadi
besar, dst ) pada materiil sesuatu akibat dari adanya pengaruh dari lingkungan.
Contoh : munculnya gigi baru, semakin bertambahnya jumlah gigi, semakin
bertambahnya tinggi badan, dst.

b) Ciri-ciri
1. Masa Balita dan Anak-anak
Pada saat dilahirkan, seorang bayi sesungguhnya telah memiliki organ dan
sistem organ sebagaimana orang dewasa, namun organ-organ tersebut belum matang.
Misalnya, bayi mempunyai kaki namun belum bisa berjalan dan mempunyai tangan
namun belum dapat memegang dengan baik. Seiring dengan bertambahnya usia,
organ-organ pada bayi juga akan berkembang. Pada usia 1 atau 2 tahun, bayi akan
mulai belajar berjalan dan mengendalikan fungsi anggota tubuh lainnya seperti
tangan, kepala, mulut.Organ- organ tersebut akan semakin matang pada saat usia
anak-anak. Pada saat usia masuk sekolah (sekitar usia 5 tahun), perkembangan organ
anak biasanya sudah cukup matang, kecuali organ reproduksi.
2. Masa remaja atau Puberitas

Masa puberitasas adalah masa saat organ-organ reproduksi mencapai


kematangannya. Masa pubertas bisanya dimulai saat berusia 8 hingga 10 tahun
dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun.Pada masa inilah kamu
berada sekarang. Perubahan fisik yang terjadi Perubahan fisik yang terjadi
merupakan tanda kematangan organ-organ reproduksi. Pada umumnya, organ
reproduksi anak perempuan lebih cepat matang dibandingkan organ reproduksi
anak laki-laki.

 Ciri-ciri pubertas secara fisik dapat diuraikan sebagai berikut :


1. Ciri kelamin primer
Organ kelamin telah mampu memproduksi sel-sel kelamin. Laki-laki mulai
menghasilkan sperma di dalam testis, sedangkan perempuan mulai menghasilkan sel
telur di dalam indung telur (ovarium). Organ kelamin mulai berfungsi. Pada remaja laki-
laki ditandai dengan pertama kali mengalami “mimpi basah" yaitu proses keluarnya
sperma atau air mani. Pada perempuan ditandai dengan mengalami menstruasi yang
pertama kali.

2. Ciri kelamin sekunder


 Pada remaja laki-laki, pubertas ditandai dengan ciri-ciri kelamin sekunder sebagai
berikut.

1) Mulai tumbuh jakun.

2) Perubahan suara menjadi lebih besar dan berat.

3) Tumbuh kumis atau jenggot.

4) Tumbuh rambut di dada, kaki, ketiak, dan sekitar organ kelamin.

5) Mulai tampak otot-otot yang berkembang lebih besar dan menonjol.

6) Bahu melebar melebihi bagian pinggul.

7) Perubahan jaringan kulit menjadi lebih kasar dan pori-pori tampak membesar.

8) Kadang-kadang diikuti dengan munculnya jerawat di daerah muka.

 Pada remaja perempuan, pubertas juga ditandai dengan ciri kelamin sekunder sebagai
berikut.

1) Membesarnya payudara dan puting susu mulai timbul.

2) Pinggul melebar.

3) Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar organ kelamin.

4) Suara lebih nyaring.


5) Kadang-kadang diikuti munculnya jerawat di daerah muka.

 Ciri-ciri Pubertas Secara Psikis

Selain terjadi perubahan secara fisik, pada masa pubertas juga terjadi perubahan
hormonal yang memengaruhi kondisi psikologis dan tingkah lakunya. Ciri-ciri pubertas
secara psikis dapat diuraikan sebagai berikut.

 Mencari identitas diri


Dalam usaha mencari identitas diri, remaja sering menentang kemapanan karena
dirasa membelenggu kebebasannya. Meskipun cara berpikirnya belum dewasa namun
remaja tidak mau dikatakan sebagai anak-anak. Remaja sering melakukan hal coba-coba
karena rasa ingin tahu yang sangat besar.
 Mulai tertarik kepada lawan jenis
Masa remaja adalah masa persiapan menuju dewasa. Wajar bila remaja
mempunyai ketertarikan dengan lawan jenis. Namun demikian pernikahan pada usia
remaja belum diperbolehkan karena secara mental belum siap. Kehamilan pada usia
remaja dapat berpengaruh negatif baik pada diri maupun bayi yang dikandungnya. Pada
saat perempuan yang telah mengalami pematangan organ reproduksi, ovarium akan
secara ritun mengeluarkan sel telur. Pengeluaran sel telur pada umumnya terjadi sekitar
empat minggu (28 hari) sekali. Dalam proses ini dinding rahim juga mengalami
penebalan sebagai persiapan jika sel telur dibuahi. Oleh sebab itu, jika dalam akhir siklus
tersebut tidak terjadi pembuahan, sel-sel dinding rahim akan menciut, lalu mati dan
akhirnya meluruh. Proses peluruhan dinding rahim ini akan keluar bersama darah, lendir,
dan cairan yang berasal dari dinding rahim tersebut dikenal dengan menstruasi.
Pendarahan menstruasi berlangsungselama i sampai 8 hari.
3. Masa Dewasa dan Tua
Setelah melewati masa remaja, kamu akan memasuki masa dewasa sebagai
tahapan selanjutnya dari perkembangan manusia. Pada masa ini pertumbuhan tubuhmu
mencapai ukuran maksimal. Tinggi badanmu akan terhenti pada usia sekitar dua puluh
tahunan. Selama masa dewasa, pemahaman emosional akan terus berkembang,
berpotensi untuk terus belajar, mengembangkan diri dalam hal keterampilan, dan
aktualisasi diri, bekerja, membina hubungan sosial, dan terus berprestasi.
Segala potensi pada masa dewasa akan mengalami kemunduran ketika memasuki
masa tua. Ini terjadi pada usia sekitar 60 – 65 tahun. Tubuh semakin renta, wajah dan
tangan mulai keriput, kesehatan menurun, kecerdasan menurun, bahkan pada usia lanjut
orang mudah lupa dan membutuhkan banyak istirahat, sehingga lebih banyak
menghabiskan waktunya untuk beristirahat. Pada masa ini aktivitasnya menurun dan
mulai sulit melakukan kegiatan sehari-hari, seperti berjalan dan lain-lain.
c) Faktor yang mempengaruhi
1. Faktor Dalam (Internal)
 Gen
Gen adalah substansi/materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk. Gen
mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna
kulit, warna bunga, warna bulu, rasa buah, dan sebagainya. Gen juga menentukan
kemampuan metabolisme makhluk hidup, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangannya. Hewan, tumbuhan, dan manusia yang memiliki gen tumbuh yang baik
akan tumbuh dan berkembang dengan cepat sesuai dengan periode pertumbuhan dan
perkembangannya. Meskipun peranan gen sangat penting, faktor genetis bukan satu-
satunya faktor yang menentukan pola pertumbuhan dan perkembangan, karena juga
dipengaruhi oleh faktor lainnya. Misalnya tanaman yang mempunyai sifat unggul dalam
pertumbuhan dan perkembangannya, hanya akan tumbuh dengan cepat, lekas berbuah,
dan berbuah lebat jika ditanam di lahan subur dan kondisinya sesuai. Bila ditanam di
lahan tandus dan kondisi lingkungannya tidak sesuai, pertumbuhan dan
perkembangannya menjadi kurang baik. Demikian juga ternak unggul hanya akan
berproduksi secara optimal bila diberi pakan yang baik dan dipelihara di lingkungan yang
sesuai.
 Hormon
Hormon merupakan zat yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di
dalam tubuh. Meskipun kadarnya sedikit, hormon memberikan pengaruh yang nyata
dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh. Hormon yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup beragam jenisnya.

2. Faktor Luar (External)


Faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk
hidup berasal dari faktor lingkungan. Beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup adalah sebagai berikut.

 Makanan atau Nutrisi Makanan merupakan bahan baku dan sumber energi dalam proses
metabolisme tubuh. Kualitas dan kuantitas makanan

akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Karena sedang


dalam masa pertumbuhan, kamu harus cukup makan makanan yang bergizi untuk
mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuhmu.

Zat gizi yang diperlukan manusia dan hewan adalah karbohidrat, protein, lemak,
vitamin, dan mineral. Semua zat ini diperoleh dari makanan. Sedangkan bagi tumbuhan,
nutrisi yang diperlukan berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air. Melalui proses
fotosintesis, air dan karbon dioksida (CO2) diubah menjadi zat makanan dengan bantuan
sinar matahari. Meskipun tidak berperan langsung dalam fotosintesis, zat hara diperlukan
agar tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

 Suhu
Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang
pertumbuhan dan perkembangannya. Suhu ini disebut suhu optimum, misalnya suhu
tubuh manusia yang normal adalah sekitar 37°C. Pada suhu optimum, semua makhluk
hidup dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hewan dan manusia memiliki
kemampuan untuk bertahan hidup dalam kisaran suhu lingkungan tertentu. Tumbuhan
menunjukkan pengaruh yang lebih nyata terhadap suhu. Padi yang ditanam pada awal
musim kemarau (suhu udara rata-rata tinggi) lebih cepat dipanen daripada padi yang
ditanam pada musim penghujan (suhu udara rata-rata rendah). Jenis bunga mawar yang
tumbuh dan berbunga dengan baik di pegunungan yang sejuk, ketika ditanam di daerah
pantai yang panas pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak menghasilkan bunga yang
seindah sebelumnya. Hal ini disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan
perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan, dan pernapasan pada
tumbuhan dipengaruhi oleh suhu.
 Cahaya
Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.
Tumbuhan sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Namun keberadaan
cahaya ternyata dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak
hormon auksin yang terdapat pada ujung batang. Bila kamu menyimpan kecambah di
tempat gelap selama beberapa hari, kecambah itu akan tumbuh lebih cepat (lebih tinggi)
dari seharusnya, namun tampak lemah dan pucat/kekuning-kuningan karena kekurangan
klorofil. Selain tumbuhan, manusia juga membutuhkan cahaya matahari untuk membantu
pembentukan vitamin D.
 Air dan Kelembapan
Air dan kelembapan merupakan faktor penting untukpertumbuhan dan
perkembangan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup
tidak dapat bertahan hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di
dalam tubuh. Tanpa air, reaksi kimia di dalam sel tidak dapat berlangsung, sehingga dapat
mengakibatkan kematian. Kelembapan adalah banyaknya kandungan uap air dalam udara
atau tanah. Tanah yang lembab berpengarauh baik terhadap pertumbuhan tumbuhan.
Kondisi yang lembab banyak air yang dapat diserap oleh tumbuhan dan lebih sedikit
penguapan. Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap pemanjangan sel.
Kelembapan juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk sel.

 Tanah
Bagi tumbuhan, tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya.
Tumbuhan akan tumbuh dan berkembang dengan optimal bila kondisi tanah tempat
hidupnya sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan unsur hara. Kondisi tanah ditentukan oleh
faktor lingkungan lain, misalnya suhu, kandungan mineral, dan air.

d) Teori pertumbuhan dan perkembangan menurut ahli

No Nama Ahli Teori yang di kemukakan


01 FREUD Kesengan berubah dari satu daerah erogenustubuh ketempat lain.
Tingkat masturbasi anak menentukan saat perubahan ini terjadi

02 ERICKSON Setiap tahunmemiliki krisis personal yang melibatkan konflik


(1963) utama yang yang krisis pada saat itu
03 MASLOW Tentang kebutuhan manusia (1970) mengambarkan hirarki
kebutuhan yang memotivasi prilaku manusia

04 PIAGET (1952) Melihat perkembangan pemikiran sebagai kejadian melalui adaptasi


terhadap lingkungan
05 kohlberg Mengemukakan bahwa perkembangan kognitif mendasari
kemajuan moral seseorang dari tingkat ke tingkat.

e) Proses pertumbuhan dan perkembangan


Proses pertumbuhan dan perkembangan pada manusia dapar di bedakan
menjadi dua yaitu :
1. Masa pembuahan sampai lahir
Kehamilan di dahului dengan pembuahan (pertilisasi) pembuahan terjadi karna
bertemu nya ovum dengan sperma. pembuahan akan membentuk zigot selanjutnya zigot
akan segera tumbuh dan memasuki rongga rahim setelah 4 sampai 6 hari setelah
pembuahan zigot akan tumbuh membentuk embrio akan melekat pada dinding rahim
(uterus) embrio akan tubuh terus dalam rahim
 Pada usia 4 minggu
Embrio akan sekitar 6 sampai 7 milimeter organ tubuh yang penting sudah mulai
terbentuk jantung belum sempurna tangan kaki belum terbentuk pada akhir minggu
kelima panjang embrio sekitar 12 milimeter
 PADA BULAN KE 2 DALAM KANDUNGAN
embrio berukuran sekitar 4 sentimeter jantung telah sempurna tangan dan kaki
sudah terbentuk rangka tubuh masih terbentuk tulang rawan.
 PADA BULAN KE TIGA DALAM KANDUNGAN
Embrio kemudian disebut janin. Panjang janin sekitar 5 sampai 8 cm dan berat
sekitar 10-45 gram. Pada usia ini semua organ telah terbentuk selanjut nya janin
mengalami pertumbuhan memanjang bertambah besar dan bertambah berat
 PADA BULAN KETIGA KEEMPAT DAN KELIMA
Pada usia 5 bulan dalam kandungan panjang janin sekitar 15-19 cm dan berat nya
kira kira 250-450 gram selama bulan kelima gerakan janin biasanya dapat jelas oleh
ibunya sedangkan peningkatan berat bandan sangat mencolok dalam 2 bulan terakhir dari
kehamilan. Di dalam rahim ibu, janin dilindungi oleh selaput selaput dan cairan(air
ketuban). Selaput dan cairan ini berfungsi untuk melindungi janin dari benturan dan
goncangan. Selama dalam kandungan, janin mendapatkan zat zat makanan dan
oksigendari darah ibu melalui plasenta dan ari-ari. Biasanya bayi akan lahir segera lahir
setelah usia kandungan 266 hari atau 38 minggusetelah pembuahan. Pada saat lahir berat
badan janin sekitar 3 sampai 3,5 kg dengan panjang kira-kira 50 cm.
2. Masa setalah lahir
Bayi akan segera bernafas setelah lahir. Paru paru mulai berfungsi saat dilahirkan
secara proposional kepala lebih besar daru tubuhnya. Setelah itu lengan kaki dan paha
tumbuh lebih cepat dari kepala. Setelah lahir manusia akan mengalami tahap-tahp
perkembangan mulai dari masa anak anak , remaja, dewasa hingga manula
 Masa anak anak
Masa anak anak mulai dari lahir hingga masa remaja bayi sangat membutuhkan
air susus ibu. Sebaiknya ASI diberikan pada bayi selama 12 bulan sejak kelahiran. Pada
usia sekitar 3 tahunanak anak akan berbicara kalimat pendek .bermain merupakan hal
yang penting dalam kehidupan anak anak. Menjelang usia 10 tahunanak anak akan
mencari teman mereka juga sudah tahu bagaimana berbagi melakukan tugas mereka dan
bekerja sama dengan orang lain.
 MASA REMAJA (MASA PUBERTAS)
Pertumbuhan dan perkembangan manusia menjadi dewasa mengalami suatu tahap
yang disebut pubertas pada masa ini laki laki dan perempuan menunjukan pertumbuhan
yang sangat cepat. Badan akan bertambah tinggi, bertambah gemuk, dan organ kelamin
nya sudah mampu menghasilkan sel kelamin yang matang
 DEWASA
Secara biologi makluk hidup disebut dewasa bila telah menghasilkan sel sel
kelamin. Pada laki-laki ditandai dengan kemampuan testis untuk menghasilkan spera.
Pada perempuan ditandai dengan kemampuan ovarium menghasilkan sel telur.manusia
dewasa sudah telah memiliki tanggung jawab akan hidupnya mereka juga memikirkan
juga memikirkan pendidikan dan pekerjaan untuk masa depan nya . berkeluarga juga
merupakan hal yang penting pada masa dewasa

 MANULA
Manula yaitu seseorang yang telah memasuki usia lanjut. Pada manula biasa nya
organ organ manusia mulai melemah atau berkurang kemampuan nya. Pada manula
aktivitas organ reproduksi mulai menurun pada perempuan ovarium tidak dapat
menghasilkan sel telur lagi sehingga tidak dapat masturbasi lagi,masa ini disebut
MENUPAUSE. Pada laki laki proses pembentukan sperma masih terjadi meskipun sudah
menurun

f) Tahap

Merupakan keputusan klinis mengenai seseorg,keluarga atau masyarakat sebagai


akibat dari masalah kesehatan atau proses kehidupan yang actual atau potensial (NANDA
1990). Tahap keperawatan ini memberikan dasar pemulihan intervensi untuk menjadi
keterampilan yang harus dimiliki diantaranya :

 kemampuan dalam memahami beberapa masalah keperawatan factor yang


menyebabkan masalah,batasan karekteristik,beberapa ukuran normal dari masalah
tersebut serta kemampuan dalam memahami mekanisme pelayanan masalah
berfikir kritis dan membuat kesimpulan dari masalah.

g) Karakteristik pertumbuhan dan perkembangan


1. Karakteristik pertumbuhan dan perkembangan manusia yaitu : Perkembang merupakan
hal hal yang teratur dan mengikuti rangakaiyan tertentu
2. Perkembangan merupakan sesuatu yang terarah dan berlangsung terus dalam cara : A.
CEPHALOCAUDAL yaitu pertumbuhan berlangsung terus dari kepala ke bawah dari
bagian tubuh , B. PROXIMODISTA yaitu perkembangan langsung terus dari dari daerah
pusat ( proksimal) tubuh ke arah luar , C.DIFFERENTIATION yaitu perkembangan
berlangsung terus dari hal yang mudah kearah yang lebih kompleks
3. Perkembangan merupakan hal yang kompleks dapat diprediksi , terjadi dengan pola yang
konsisten lebih kompleks
4. Perkembangan merupakan hal yang unik untuk individu dan untuk potensi genetik dan
setiap individu cenderung untuk mencari potensi maksimum perkembangan
h) Tugas Perkembangan

1. Langkah 1 : Pekajian Data berupa Pengumpulan Data dan Identifikasi


Pola/masalah
2. Langkah 2 : Meliputi Diagnosis keperawatan
3. Langkah 3 : Perencanaa diagnosis meliputi penentuan prioritas dan
penentuan tujuan serta hasil yang diharapkan serta menentukan rencana
tindakan.
4. Langkah 4 : Pelaksanaan mandiri meliputi tindakan keperawatan dan
tidakan keperawatan kolaborasi
5. Langkah 5 : Merupakan evaluasi dari proses dan hasil

3. Adaptasi

Adaptasi adalah suatu perubahan yang menyertai individu dalam berespons terhadap
perubahan yang ada di lingkungan dan dapat mempengaruhi keutuhan tubuh baik secara
fisiologis maupun psikologis yang akan menghasilkan perilaku adaptif.

a. Macam-macam adaptasi, antara lain:


1. Adaptasi fisiologis merupakan proses penyesuaian tubuh secara alamiah atau
secara fisiologis untuk mempertahankan keseimbangan dan berbagai faktor yang
menimbulkan atau mempengaruhi keadaan menjadi tidak seimbang contohnya
masuknya kuman penyakit, maka secara fisiologis tubuh berusaha untuk
mempertahankan baik dari pintu masuknya kuman atau sudah masuk dalam tubuh.
Adaptasi secara fisiologis dapat dibagi menjadi dua yaitu: apabila kejadiannya
atau proses adaptasi bersifat lokal, maka itu disebut dengan LAS (Local
Adaptation Syndroma) seperti ketika daerah tubuh atau kulit terkena infeksi, maka
di daerah kulit tersebut akan terjadi kemerahan, bengkak, nyeri, panas dan lain-
lain yang sifatnya lokal atau pada daerah sekitar yang terkena. Akan tetapi apabila
reaksi lokal tidak dapat diatasi dapat menyebabkan gangguan secara sistemik
tubuh akan melakukan proses penyesuaian seperti panas seluruh tubuh,
berkeringat dan lain-lain, keadaan ini disebut sebagai GAS (General Adaption
Syndroma).
2. Adaptasi psikologis merupakan proses penyesuaian secara psikologis akibat
stresor yang ada, dengan memberikan mekanisme pertahanan dari dengan harapan
dapat melindungi atau bertahan diri dari serangan atau hal-hal yang tidak
menyenangkan. Dalam adaptasi secara psikologis terdapat dua cara untuk
mempertahankan diri dari berbagai stresor yaitu dengan cara melakukan koping
atau penanganan diantaranya berorientasi pada tugas (task oriented) yang di kenal
dengan problem solving strategi dan ego oriented atau mekanisme pertahanan diri.
3. Adaptasi sosial budaya merupakan cara untuk mengadakan perubahan dengan
melakukan proses penyesuaian perilaku yang sesuai dengan norma yang berlaku
di masyarakat, berkumpul dalam masyarakat dalam kegiatan kemasyarakatan.
4. Adaptasi spiritual. Proses penyesuaian diri dengan melakukan perubahan perilaku
yang didasarkan pada keyakinan atau kepercayaan yang dimiliki sesuai dengan
agama yang dianutnya. Apabila mengalami stres, maka seseorang akan giat
melakukan ibadah, seperti rajin melakukan ibadah.

4. Homeostasis
Homeostasis adalah keadaan yang relatif konstan di dalam lingkungan internal
tubuh, dipertahankan secara alami oleh mekanisme adaptasi fisiologis. Adaptasi
fisiologis terhadap stress adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan keadaan
relatif seimbang. Kemampuan adaptif ini adalah bentuk dinamik dari ekuiliblrium
lingkungan internal tubuh. Lingkungan internal secara konstan berubah, dan
mekanisme adaptif tubuh secara kontinyu berfungsi untuk menyesuaikan diri terhadap
perubahan ini dan untuk mempertahankan ekuilibrium atau homeostasis. Homeostasis
dipertahankan oleh mekanisme fisiologis yang mengontrol fungsi tubuh dan
memantau organ tubuh. Untuk sebagian besar mekanisme ini dikontrol oleh sistem
saraf dan endokrin dan tidak mencakup perilaku sadar.
Tubuh membuat penyesuaian dalam frekwensi jantung, frekwensi pernapasan,
tekanan darah, suhu tubuh, keseimbangan cairan dan elektrolit, sekresi hormon dan
tingkat kesadaran yang semuanya ditujukan untuk mempertahankan adaptasi. Dubos
(1965) mengemukakan pandangan lebih lanjut ke sifat dinamis respons-respons
tersebut. Dia mengatakan bahwa ada dua konsep yang saling mengisi : homestasis dan
adaptasi.
Homeostasis menekankan pada perlunya penyesuaian yang harus segera
dilakukan tubuh untuk menjaga komposisi internal selalu dalam batas yang bisa
diterima, sedangkan adaptasi lebih menekankan pada penyesuaian yang berkembang
sesuai berjalannya waktu. Dubos juga menekankan bahwa ada batasan respon
terhadap stimuli yang dapat diterima dan bahwa respon tersebut bisa berbeda pada
setiap individu. Baik homestasis maupun adaptasi dangat diperlukan untuk dapat
bertahan dalam dunia yang selalu berubah.
 Terdapat 2 jenis keadaan konstan atau mantap dalam homeostasis, yaitu:
1. Sistem tertutup - Keseimbangan statis ( Di mana keadaan dalam yang tidak berubah
seperti botol tertutup)
2. Sistem terbuka - Keseimbangan dinamik ( Di mana keadaan dalam yang konstan
walaupun sistem ini terus berubah )

5. Kebutuhan Psikologis Manusia


Kebutuhan psikologis manusia itu membantu mencapai tujuan yaitu pengenalan
yang sempurna tentang segala hal yang berkaitan dengan manusia pada tingkatan
ilmu. Ada beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia agar bisa hidup
normal dan mampu memanfaatkan energinya dengan sebaik-baiknya. Kebutuhan-
kebutuhan tersebut antara lain :

 Kebutuhan Fisiologis

Kebutuhan jasmani yang vital, yang akan menjamin keberadaan individu dalam
kelangsungan hidupnya. Kebutuhan ini sangat proritas.

 Kebutuhan akan rasa aman

Manusia merasa takut kepada hal-hal yang tidak diketahuinya, sehingga membutuhkan
orang lain yang bisa melindunginya, hal ini bisa diperingankan dengan meningkatkan
ketakwaan kepada Tuhan

 Kebutuhan akan Cinta

Manusia membutuhkan cinta dari orang lain. Ia akan merasa bahagia bila orang yang
dicintainya mendekat, begitu juga cinta kepada Tuhan.

 Kebutuhan akan penghargaan

Manusia akan mencurahkan segala kemampuan dan usahanya agar dihargai oleh orang
lai, sehingga ia merasa berharga, mempunyai kedudukan tinggi. Penghargaan ini
diwujudkan dalam bentuk pemberian balasan manusia dan sanjungannya. Tidak
terpenuhinya kebutuhan ini akan menimbulkan perasaan rendah diri dan mecela diri
sendiri.

 Kebutuhan akan pengetahuan

Yakni kebutuhan akan pemahaman, bertambahnya ilmu, memperdalam pengetahuan,


merumuskan permasalahan dan memecahkannya. Bertambahnya ilmu ada hubungannya
dengan kesimbangan dalam segala hal, juga berkaitan dengan perilaku yang baik dan
kemapuan dalam memecahkan masalah.

 Kebutuhan akan keberhasilan dan Keinginan untuk unggul

Kebutuhan manusia akan keberhasilan dalam melaksanakan suatu pekerjaan akan


memotivasinya untuk menambah ilmu, merasa percaya diri dan berani menghadapi
masalah baru. Manusia akan memaksimalkan usahanya sehingga hasil yang ia raih lebih
baik dari orang lain. Dengan tujuan mendapatkan penghargaan dan pengakuan atas
keunggulan dari orang lain.

 Kebutuhan akan Afiliasi

Biasanya manusia bekerja demi kemaslahatan kelompok yang menjadi tempat


bersandarnya. Dimana individu menjadi bagian dari semuanya dan peranannya sangat
vital untuk kesuksesan pekerjaan.

 Kebutuhan akan Motivasi

Manusia suka mencari ketenangan dan ketentraman tetapi setelah beberaqpa saat ia
merasa bosan dan berusaha mencari objek yang mebuatnya sibuk. Tanpa motivasi,
seseorang akan merasa kehampaan sehingga tidak bisa hidup dalam kesendiriannya tanpa
melakukan sesuatu pun.

 Kebutuhan akan kebebasan


Manusia membutuhkan kebebasan dalam mengungkapkan segala pemikirannya.
Mengekang kebebasan akan meyebabkan hidup menjadi pasif dalam pergaulan dengan
orang lain. Tidak dibenarkan memaksakan kepadanya beberapa keputusan penting dan
harus dilakukannya, terkecuali bila ia merasa puas.

 Kebutuhan akan koreksi

Manusia butuh koreksi dan arahan yang tidak merintangi kebebasan. Pendidikan
bertujuan menjadikan koreksi internal bukan eksternal. Bila koreksi ini terjadi antar
manusia, maka keadaan individu dan kelompok akan mejadi baik, sedikit sekali
kejahatan, kebaikan dan ketaatan bertambah, meskipun sedang sendirian.

6. Perbedaan ID, EGO, dan SUPER EGO

Menurut teori psikoanalitik Sigmund Freud, kepribadian terdiri dari tiga


elemen. Ketiga unsur kepribadian itu dikenal sebagai id, ego dan superego yang
bekerja sama untuk menciptakan perilaku manusia yang kompleks.

1. Id

Id adalah satu-satunya komponen kepribadian yang hadir sejak lahir. Aspek


kepribadian sepenuhnya sadar dan termasuk dari perilaku naluriah dan primitif. Menurut
Freud, id adalah sumber segala energi psikis, sehingga komponen utama kepribadian. Id
didorong oleh prinsip kesenangan, yang berusaha untuk kepuasan segera dari semua
keinginan, keinginan, dan kebutuhan. Jika kebutuhan ini tidak puas langsung, hasilnya
adalah kecemasan negara atau ketegangan. Sebagai contoh, peningkatan rasa lapar atau
haus harus menghasilkan upaya segera untuk makan atau minum. id ini sangat penting
awal dalam hidup, karena itu memastikan bahwa kebutuhan bayi terpenuhi. Jika bayi
lapar atau tidak nyaman, ia akan menangis sampai tuntutan id terpenuhi.

Namun, segera memuaskan kebutuhan ini tidak selalu realistis atau bahkan mungkin.
Jika kita diperintah seluruhnya oleh prinsip kesenangan, kita mungkin menemukan diri
kita meraih hal-hal yang kita inginkan dari tangan orang lain untuk memuaskan keinginan
kita sendiri. Perilaku semacam ini akan baik mengganggu dan sosial tidak dapat diterima.
Menurut Freud, id mencoba untuk menyelesaikan ketegangan yang diciptakan oleh
prinsip kesenangan melalui proses utama, yang melibatkan pembentukan citra mental dari
objek yang diinginkan sebagai cara untuk memuaskan kebutuhan.

2. Ego
Ego adalah komponen kepribadian yang bertanggung jawab untuk menangani
dengan realitas. Menurut Freud, ego berkembang dari id dan memastikan bahwa
dorongan dari id dapat dinyatakan dalam cara yang dapat diterima di dunia nyata. Fungsi
ego baik di pikiran sadar, prasadar, dan tidak sadar.
Ego bekerja berdasarkan prinsip realitas, yang berusaha untuk memuaskan
keinginan id dengan cara-cara yang realistis dan sosial yang sesuai. Prinsip realitas
beratnya biaya dan manfaat dari suatu tindakan sebelum memutuskan untuk bertindak
atas atau meninggalkan impuls. Dalam banyak kasus, impuls id itu dapat dipenuhi
melalui proses menunda kepuasan – ego pada akhirnya akan memungkinkan perilaku,
tetapi hanya dalam waktu yang tepat dan tempat.
Ego juga pelepasan ketegangan yang diciptakan oleh impuls yang tidak terpenuhi
melalui proses sekunder, di mana ego mencoba untuk menemukan objek di dunia nyata
yang cocok dengan gambaran mental yang diciptakan oleh proses primer id’s.

3. Superego

Komponen terakhir untuk mengembangkan kepribadian adalah superego.


superego adalah aspek kepribadian yang menampung semua standar internalisasi moral
dan cita-cita yang kita peroleh dari kedua orang tua dan masyarakat – kami rasa benar dan
salah. Superego memberikan pedoman untuk membuat penilaian.

 Ada dua bagian superego:

Yang ideal ego mencakup aturan dan standar untuk perilaku yang baik. Perilaku
ini termasuk orang yang disetujui oleh figur otoritas orang tua dan lainnya. Mematuhi
aturan-aturan ini menyebabkan perasaan kebanggaan, nilai dan prestasi.

Hati nurani mencakup informasi tentang hal-hal yang dianggap buruk oleh orang
tua dan masyarakat. Perilaku ini sering dilarang dan menyebabkan buruk, konsekuensi
atau hukuman perasaan bersalah dan penyesalan. Superego bertindak untuk
menyempurnakan dan membudayakan perilaku kita. Ia bekerja untuk menekan semua
yang tidak dapat diterima mendesak dari id dan perjuangan untuk membuat tindakan ego
atas standar idealis lebih karena pada prinsip-prinsip realistis. Superego hadir dalam
sadar, prasadar dan tidak sadar.

 Interaksi dari Id, Ego dan superego

Dengan kekuatan bersaing begitu banyak, mudah untuk melihat bagaimana


konflik mungkin timbul antara ego, id dan superego. Freud menggunakan kekuatan ego
istilah untuk merujuk kepada kemampuan ego berfungsi meskipun kekuatan-kekuatan
duel. Seseorang dengan kekuatan ego yang baik dapat secara efektif mengelola tekanan
ini, sedangkan mereka dengan kekuatan ego terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat
menjadi terlalu keras hati atau terlalu mengganggu.

7. Teori Kehilangan
Kehilangan adalah suatu kondisi yang terputus atau terpisah atau memulai
sesuatu tanpa hal yang berarti sejak kejadian tersebut. Kehilangan mingkin terjadi
secara bertahap/ mendadak,bisa tanpa kekerasan / traumatik ,tidak diharapkan/diduga.
( lambert dan lambert 1985,hal.35 ) kehilangan adalah suatu keadaan individu
yang berpisah dengan sesuatu yang ada sebelumnya kemungkinan menjadi tidak
ada ,baik terjadi sebagian /keseluruhan.

TEORI-TEORI KEHILANGAN

1. TEORI KULBER-ROSS , terdapat 5 tahap yaitu :


a) PENYANGKALAN ( denial )
Individu bertindak seperti seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan dapat menolak
untuk mempercayai bahwa telah terjadi kehilangan. Pernyataan seperti “ tidak
,tidak mungkin seperti itu ’’ atau tidak akan terjadi pada sya
b) KEMARAHAN ( anger)
Individu mempertahankan kehilangan dan mungkin “ bertindak lebih ’’ pada
setiap orang & segala sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan . fase ini
lebih sensitive sehingga mudah marah & tersinggung
c) PENAWARAN ( bargaining )
Individu berupaya membuat perjanjian dengan cara yang halus /jelas untuk
mencegah kehilangan. Pada tahap ini klien sering mencari pendapat orang lain.
d) DEPRESI ( depression )
Ketika kehilangan didasari & timbul dampak nyata dari makna kehilangan. Tahap
ini memberikan kesempatan untuk berupaya melewati kehilangan & mulai
memecahkan masalah.
e) PENERIMAAN ( acceptance )
Reaksi fisiologi menurun & interaksi social berlanjut, kulber-Ross
mengidentifikasi sikap penerimaan bila seseorang mampu menghadapi kenyataan
dari pada hanya menyerah pada pengunduran diri/berputus asa.

2. TEORI RANDO ( 1993 ) respon berduka dibagi menjadi 3 kategori yaitu :


a) PENGHINDARAAN
Tahap ini terjadi shock , menyangkal & tidak percaya
b) KONFRONTASI
Terjadi luapan emosi yang sangat tinggi ketika klien secara berulang-ulang
melawan kehilangan mereka & kedudukan mereka paling dalam & rasaan paling
akut.
c) AKOMODASI
Terjadi penurunan secara bertahap kedudukan akut & memasuki kembali secara
emosional & social dunia sehari-hari dimana klien belajar untuk menjalani hidup
dengan kehidupan mereka .
3. TEORI ENGELS ( 1964 )
a) FASE I ( Shock & tidak percaya )
Seseorang menolak kenyataan / kehilangan & mungkin menarik diri ,duduk
malas, atau pergi tanpa tujuan . reaksi fisik termasuk pingsan , diaphoresis,
mual,diare, detak jantung cepat , tidak bisa istirahat,insomnia, & kelelahan.
b) FASE II ( berkembangnya kesadaran )
Seseorang mulai merasakan kehilangan secara nyata/akut dan mungkin
mengalami putus asa,kemarahan perasaan bersalah,frustasi , depresi &
kekosongan jiwa tiba-tiba terjadi .
c) FASE III ( restitusi )
Berusaha mencoba untuk sepakat/damai dengan perasaan yang hampa /kosong
karena kehilangan,masih tetap tidak dapat menerima perhatian yang baru dari
seseorang yang bertujuan ntuk mengalihkan kehilangan seseorang.
d) FASE IV (idelisasi )
Menekan seluruh perasaan yang negative & bermusuhan terhadap almarhum. Bisa
merasa bersalah dan sangat menyesal tentang kurang perhatiaanya dimasa lalu
terhadap almarhum .
e) FASE V ( reorganisasi )
Kehilangan yang tak dapat dihindari harus mulai diketahui/sadari sehingga fase
ini diharapkan seseorang sudah dapat menerima kondisinya,kesadaran baru telah
berkembang .