Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KABUPATEN SUMEDANG

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS CIMALAKA
Jln. Tanjungkerta No. 72 Telp. ( 0261) 202623 Cimalaka – Sumedang 45353

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS CIMALAKA


NOMOR: 440 / 065 / PKM.CMK / X / 2015
TENTANG

KEBIJAKAN MUTU

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


KEPALA PUSKESMAS CIMALAKA

Menimbang : a. bahwa pasien mempunyai hak untuk memperoleh pelayanan yang


bermutu dan aman.
b. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan
pasien di puskesmas cimalaka perlu disusun kebijakan mutu dan
keselamatan pasien.

Mengingat : 1. Undang – Undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang


kesehatan ( lembaran negara Republik Indonesia tahun 2009 nomor
5063);
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 75 tahun
2015 tentang pusat kesehatan masyarakat;
3. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 741 tahun 2008 tentang standar
pelayanan minimal bidang kesehatan kabupaten/kota;
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor
1457/Menkes/SK/X/2003 tentang standar pelayanan minimal bidang
kesehatan di kabupaten/kota;
5. Keputusan Menteri Kesehatan nomor 828 tahun 2008 tentang petunjuk
teknis standar pelayanan minimal bidang kesehatan di kabupaten/kota;
6. Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang nomor 6 tahun 2012 tentang
tata cara penyusunan produk hukum daerah;

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TENTANG KEBIJAKAN


MUTU PUSKESMAS CIMALAKA.
Kesatu : kebijakan mutu dan keselamatan pasien Puskesmas Cimalaka
sebagaimana tercantum dalam lampiran merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari surat keputusan ini
Kedua : keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian
hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya, maka akan diadakan
pembetulan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Cimalaka
Pada tanggal : 19 Oktober 2015
Kepala Puskesmas Cimalaka,

SUPRIYANTO
LAMPIRAN :
SURAT KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS
CIMALAKA
NOMOR : 440/065/PKM CMK/X/2015
TENTANG : KEBIJAKAN MUTU DAN
KESELAMATAN PASIEN

KEBIJAKAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN PUSKESMAS CIMALAKA

1. Kepala Puskesmas dan seluruh penanggung jawab pelayanan klinis dan penanggung jawab upaya
puskesmas wajib berpartisifasi dalam program mutu dan keselamatan pasien mulai dari
perencanaan, pelaksanaan , monitoring dan evaluasi.
2. Para pimpinan wajib melakukan kolaborasi dalam pelaksanaan program mutu dan keselamatan
pasien yang diselenggarakan diseluruh jajaran puskesmas.
3. Perencanaan mutu disusun oleh seluruh jajaran puskesmas cimalaka dengan pendekatan multi
disiplin dan dikoordinasikan wakil manajemen mutu
4. Perencanaan mutu berisi paling tidak :
a. Area prioritas berdasarkan data dan informasi, baik dari hasil monitoring dan evaluasi
indikator maupun keluhan pasien,keluarga,staf dengan mempertimbangkan kekritisan, resiko
tinggi dan kecenderungan terjadinya masalah.
b. Salah satu area prioritas adalah sasaran keselamatan pasien
c. Kegiatan–kegiatan pengukuran dan pengendalian mutu dan keselamatan pasien yang
terkoordinasi dari semua unit kerja dan unit pelayanan .
d. Pengukuran mutu dan keselamatn pasien dilakukan dengan pemilihan indikator ,
pengumpulan data, untuk kemudian dianalisis dan ditindak lanjuti dalam upaya peningkatan
mutu dan keselamatn pasien
e. Indikator meliputi indikator manajerial, indikator kinerja upaya puskesmas, indikator klinis,
yang meliputi indikator struktur,proses, dan out come, dan indikator-indiktor pencegahan dan
pengendalian infeksi.
f. Upaya-upaya perbaikan mutu dan keselamatn pasien melalui standarisasi , rancangan sistem,
rancang ulang sistem untuk peningkatan mutu dan keselamatan pasien
g. Penerapan manajemen resiko pada semua lini pelayanan baik pelayanan klinis maupun
penyelenggaraan upaya puskesmas
h. Manajemen resiko klinis untuk mencegah terjadinya kejadian yang tidak diharapkan, kejadian
nyaris cedera, dan keadaan potensial cedera
i. Program dan kegiatan-kegiatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien, termasuk
didalamnya program pencegahan dan pengendalian infeksi
j. Program pelatihan yang terkait dengan peningkatan mutu dan keselamatan pasien
k. Rencana pertemuan sosialisasi dan koordinasi untuk menyampaikan permasalahan , tindak
lanjut dan kemajuan tindak lanjut yang dilakukan.
l. Rencana monitoring dan evaluasi program mutu dan keselamatan pasien
5. Perancangan sistem / proses pelayanan memperhatikan butir-butir di bawah ini :
a. Konsisten dengan visi dan misi tujuan dan tata nilai puskesmas dan perencanaan puskesmas
b. Memenuhi kebutuhan pasien, keluarga dan staf
c. Menggunakan pedoman penyelenggaraan upaya puskesmas , pedoman praktik klinis standart
pelayanan klinis, kepustakaan ilmiah dan berbagai panduan dari profesi maupun pandaun dari
kementrian kesehatan
d. Sesuai dengan praktik bisnis yang sehat
e. Mempertimbangkan informasi dari manajemen resiko
f. Dibangun sesuai dengan pengetahuan dan keterampialn yang ada di puskesmas
g. Dibangun berbasis praktik klinik yang baik
h. Menggunakan informasi dari kegiatan peningkatan yang terkait
i. Mengintegrasikan serta menggabungkan berbagai proses dan sistem pelayanan
6. Seluruh kegiatan mutu dan keselamatan pasen harus didokumentasikan
7. Wakil manajemen mutu wajib melaporkan kegiatan peningkatan mutu dan keselamatan pasien
kepada Kepala Puskesmas setiap triwulan.

8. Berdasarkan pertimbangan hasil keluhan pasien/keluarga dan staf, serta mempertimbangkan


keikhlasan ,resiko tinggi dan potensial bermasalah, maka area prioritas yang perlu mendapat
perhatian dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien adalah :
a. Pencapaian 6 sasaran keselamatan pasien
b. Pelayanan rawat jalan
c. Pelayanan farmasi
d. Pelayanan gawat darurat

Ditetapkan di : Sumedang
Pada tanggal : 19 Oktober 2015
KEPALA PUSKESMAS CIMALAKA

SUPRIYANTO