Anda di halaman 1dari 4

BAB 2 ANALISA JURNAL

2.1 Judul Jurnal


Jurnal yang penulis angkat pada makalah ini berjudul “Is the supine position
associated with loss of airway patency in unconscious trauma patients? A
systematic review and meta-analysis “. Agar memperkuat analisa jurnal yang
kami angkat, diperlukan jurnal pendukung. Jurnal pendukung yang pertama yaitu
“_ “ sedangkan jurnal pendukung yang kedua “_”

2.1.1 Penulis/Peneliti
Jurnal yang berjudul “Is the supine position associated with loss of airway
patency in unconscious trauma patients? A systematic review and meta-analysis”
merupakan jurnal internasional yang ditulis oleh Per Kristian Hyldmo, Gunn E
Vist, Anders Christian Feyling, Leif Rognås, Vidar Magnusson, Sandra dan Eldar
Soreide.

2.1.2 Nama Jurnal


Jurnal dimuat di Hyldmo et al. Scandinavian Journal of Trauma,
Resuscitation and Emergency Medicine (2015) 23:50. Yang dapat diakses di
https://dx.doi.org/10.1186%2Fs13049-015-0116-0

2.2 Metode (Intervensi yang disarankan)


Analisis jurnal dari jurnal utama yang berjudul “Effect of Benson's Relaxation
Technique on Night Pain and Sleep Quality among Adults and Elderly Patients
Undergoing Joints Replacement Surgery” berdasarkan analisa jurnal
menggunakan PICO sebagai berikut :
Problem :
Kesadaran merupakan kemampuan individu mengadakan hubungan
dengan lingkungan serta dirinya sendiri (melalui panca inderanya) dan
mengadakan pembatasan (limitasi) terhadap lingkungan dan dirinya sendiri
(melalui perhatian). Bila kesadaran baik, maka akan terjadi orientasi (waktu,
tempat dan orang), pengertian yang baik serta pemakaian informasi yang masuk
secara efektif (melalui ingatan dan pertimbangan). Kualitas kesadaran pasien
merupakan parameter paling mendasar dan paling penting yang harus ditentukan
dan dikaji untuk menentukan status kerusakan pada sistem persyarafan khususnya
pada kasus stroke. Tingkat keterjagaan pasien dan respon terhadap lingkungan
adalah indikator paling sensitif untuk disfungsi sistem persyarafan (Harsono,
2005).
Penurunan kesadaran merupakan kasus kegawatdaruratan yang sering
dijumpai dalam praktik sehari-hari. Penurunan kesadaran dapat disebabkan oleh
berbagai macam kelainan organ, seperti otak, jantung, ginjal, dan hepar. Oleh
karena itu diperlukan pendekatan diagnostik yang baik untuk menentukan
kelainan organ yang mendasari penurunan kesadaran. Hal ini sangat penting bagi
dokter dan perawat pelayanan primer agar dapat menegakkan diagnosis dengan
tepat dan memberikan tatalaksana yang sesuai bagi pasien.
Penurunan kesadaran merupakan kasus gawat darurat yang sering
dijumpai dalam praktek sehari-hari. Berdasarkan hasil pengumpulan data Rumah
Sakit Pendidikan dr. Piringadi, para peneliti memperkirakan bahwa terdapat 3%
kasus dengan penurunan kesadaran atau koma dari 10 % jumlah kasus
kegawatdaruratan neurologi di Rumah Sakit dr. Piringadi (Wulandari, 2011).
Selama beberapa dekade terakhir pada pasien tidak sadar yang tidak
terpasang intubasi diposisikan dengan posisi lateral, hal ini sudah menjadi
rekomendasi pada pasien tidak sadar untuk mempertahankan jalan nafas. Namun,
karena resiko bertambahnya buruknya cidera servikal, pada pasien yang di angkat
dengan tandu atau alat lain diposisikan terlentang dengan dipasang neck collar
(Theodore, 2013).

Intervensi
Penerapan penelitian terkait jurnal utama yaitu:
a. Penliti melakukan pencarian literatur yang berkaitan dengan patensi jalan
nafas, penurunan tingkat kesadaran dan posisi pasien di PubMed, Medline,
EMBASE, Cochrane Library, CINAHL dan British Nursing Index.
b. Peneliti mengidentifikasi 1.306 publikasi, 39 di antaranya dianalisis lebih
lanjut untuk diidentifikasi hasil dari keefektifan pemberian posisi antara
supinasi dan lateral pada pasien tidak sadar atau post trauma (Meta-analisa).

Outcome
Peneliti menemukan bahwa patensi saluran napas pada posisi telentang
menjadi lebih buruk pada pasien dengan tingkat kesadaran yang rendah dalam
berbagai setting. Namun patensi jalan napas pada posisi lateral menjadi membaik
dibandingkan dengan posisi telentang.
DAFTAR PUSTAKA

Harsono 2005, Buku Ajar Neurologi, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Theodore N, Hadley MN, Aarabi B, Dhall SS, Gelb DE, Hurlbert RJ, et al.
Prehospital cervical spinal immobilization after trauma. Neurosurgery.
2013;72 Suppl 2:22–34.

Wulandari, DS & Bustomi, P 2011, Penurunan Kesadaran, referat, Serang,


Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi.