Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan
dan kemampuan hidup bagi setiap orang agarterwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui
terciptanyamasyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya hidupdalam lingkungan
dan dengan perilaku yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu
secara adil dan merata, sertamemiliki derajat kesehatan yang optimal di seluruh wilayah Republik Indonesia(
Dinas kesehatan, 2010 ).
Di era globalisasi ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang dengan pesat,
sejalan dengan hal tersebut, maka permasalahan manusia pun semakin kompleks, salah satunya yaitu kebutuhan
ekonomi yang semakin mendesak. Hal tersebut menuntut manusia untuk berusaha memenuhi kabutuhannya
dengan usaha yang ekstra, tentunya itu mempengaruhi pola hidup dan kesehatannya yang dapat menyebabkan
kerja tubuh yang beratyang dapat menimbulkan kelelahan dan kelemahan dari berbagai organ tubuh.
Adapun hubungannya dengan penyakit hernia yairu dengan bekerja beratuntuk memenuhi kebutuhan seperti
mengangkat benda berat, kebiasaan mengkonsumsi makanan kurang serat, yang dapat menyebabkan konstipasi
sehingga mendorong mengejan saat defekasi. Selain itu, batuk, kehamilan, dapat juga berpengaruh dalam
meningkatkan tekanan intra abdominal sehingga terjadi kelemahan otot-otot abdomen yang dapat
menimbulkan terjadinya hernia inguinalis, yang dapat menjadi hernia scrotalis bila kantong hernia inguinalis
mencapai scrotum.

Hernia adalah tonjolan keluarnya organ atau jaringan melalui dinding rongga dimana rongga tersebut
harusnya berada di dalam keadaan normal tertutup(Nanda, 2009).

Sebagian besar hernia timbul di regio inguinalis dengan sekitar 50% dari ini merupakan hernia inguinalis
indirek dan 25 persen sebagai hernia inguinalis direk. Insiden hernia meningkat dengan bertambahnya umur.. Ini
dimungkinkan karena meningkatnya penyakit yang meninggikan tekanan intra abdominal dan jaringan
penunjang berkurang kekuatannya.

Adapun insiden hernia yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 2007sekitar 700.000 operasi hernia yang
dilakukan tiap tahunnya. Indirek inguinalishernia di sisi kanan, adalah tipe hernia yang paling banyak dijumpai pria
dan wanita, sekitar 25% pria dan 2% wanita mengalami hernia inguinalis. Sedangkan hernia femoralis hanya
dijumpai pada 3% kasus. Insiden hernia strangulata danincarserata pada anak anak 10 – 20%, sebanyak 50%
diantaranya terjadi pada anak – anak usia kurang dari enam bulan, sekitar 10 – 30% anak – anak memiliki hernia
dinding perut, sebagian besar hernia tipe ini menutup saat berusia satu tahun. Di Indonesia tahun 2007 sekitar 60%
hernia terjadi di sebelah kanan, 30%di sebelah kiri dan 10% di kedua sisi.

Di OKI, tepatnya di RSUD Kayuagung berdasarkan dalam data rekam medis tahun 2015 terdapat 62
kasus pasien post operasi hernia. Sedangkan untuk tahun 2016 sampai dengan bulan oktober terdapat 44 kasus
pasien post operasi. Dari data tersebut telah terjadi penuruan tetapi kasus post operasi hernia masih terbilang besar.
Berdasarkan data tersebut di atas maka penulis menyusun karya tulis yang berjudul Asuhan keperawatan Post
Operasi Hernia Inguinal pada klien Tn “R” di Ruang Rawat Bedah (IRB) RSUD Kayuagung OKI, sehingga
dapat melakukan asuhan keperawatan pada pasien post operasi hernia inguinalis secara baik.

B. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan peulisan karya tulis ini adalah :

1. Tujuan Umum
untuk memperoleh gambaran nyata tentang pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien Tn “R”
dengan kasus Hernia inguinalis di Ruang Rawat Bedah (IRB) RSUD Kayuagung OKI.

2. Tujuan Khusus
a. Dapat melaksanakan pengkajian dan analisis data sesuai dengan masalah yang muncul pada Tn. “R”
dengan kasus Hernia Inguinal
b. Dapat merumuskan diagnosa keperawatan yang paling sering muncul pada Tn. “R” dengan kasus
Hernia Inguinal
c. Dapat menyusun perencanaan dalam asuhan keperawatan pada Tn. “R” dengan kasus Hernia
Inguinal
d. Dapat melaksanakan asuhan keperawatan pada Tn. “R” dengan kasus Hernia Inguinal
e. Dapat mengevaluasi hasil dari tindakan keperawatan yang dilaksanakan pada Tn. “R” dengan kasus
Hernia Inguinal
f. Dapat melakukan pendokumentasian pada Tn. “R” dengan kasus Hernia Inguinal.
C. Manfaat Penulisan
Manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan ini yaitu :
1. Akademik
a. Sebagai sumber informasi bagi institusi dalam meningkatkan program Keperawatan pada masa yang akan
dating.
b. Sebagai bahan bacaan diperpustakaan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKAA.

A. KONSEP DASAR MEDIK


1. Pengertian
Hernia adalah penonjolan isi suatu rongga melalui jaringan ikat tipis yanglemah (defek) pada dinding
rongga itu. Dimana dinding rongga yang lemahitu membentuk suatu kantong dengan pintu berupa cincin (Rizal,
2007).
Hernia adalah protusi / penonjolan isi rongga melalui defek atau bagian yanglemah dari dinding rongga
yang bersangkutan (Romi, 2006)
Hernia adalah tonjolan keluarnya organ atau jaringan melalui dinding ronggadiamana rongga tersebut
harusnya berada di dalam keadaan normal tertutup(Nanda, 2009).
Hernia adalah keluarnya isi rongga tubuh atau abdomen lewat suatu celahpada dinding yang
mengelilinginya (Khadir, 2009).
Hernia adalah tonjolan keluarnya organ atau jaringan melalui dinding ronggadimana organtersebut
seharusnya berada yang didalam keadaan normal tertutup. (susternada, 21 juli2007).

2. Anatomi Fisiologi
A. Anatomi
Daerah ini merupakan persimpangan dari regio abdominis dan pubis,dimana terdapat hubungan antara regio
abdominis-pubis melalui kanalisinguinalis yang merupakan suatu tempat lemah (locus minoris resistensi).Melalui
tempat lemah ini dapat terjadi penonjolan alat-alat dalaman perutyang dikenal sebagai hernia inguinalis.

Perbatasan:
1. Kraniolateral oleh annulus inguinalis internus (bagian terbuka dari fascia ransversalis & aponeurosis m.
transversus abdominis)
2. Caudomedial oleh annulus inguinalis externus
3. Atapnya oleh aponeurosis m. obliquus externus

Adapun bagian – bagian hernia adalah sebagai berikut :


a. Kantong hernia
Pada hernia abdominalis berupa peritoneum parietalis. Tidak semua hernia memiliki kantong, misalnya
hernia insisional, hernia adipose, hernia intertitialis

b. Isi hernia
Berupa organ atau jaringan yang keluar melalui kantong hernia , misalnya usus,ovarium dan jaringan
penyangga usus (omentum).

c. Pintu hernia
Merupakan bagian locus minoris resistance yang dilalui kantong hernia

d. Leher hernia
Bagian tersempit kantong hernia yang sesuai dengan kantong hernia.

e. Locus minoris resistance (LMR).


B. Fisiologi
Struktur reproduksi pria terdiri dari penis, testis dalam kantongscrotum, system duktus yang terdiri dari
epididimis, vas deferens, duktusejakulatorius dan uretra, dan glandula asesoria yang terdiri dari vesikulaseminalis
kelenjar prostat dan kelenjar bulbouretralis (Pichi, 1998 ).
Testis adalah organ genitalia yang terletak di scrotum, ukuran testispada orang dewasa 4 x 3 x 2,5 cm,
dengan volume 15 – 25 ml, uvoid. Keduabuah testis terbungkus oleh jaringan tunika albuginea yang melekat
padatestis, di luar tunika albuginea terdapat tunika vaginalis yang terdiri atas lapisan viselaris dan parientalis, serta
tunika dartos. Otot kremaster yangberada di sekitar testis memungkinkan testis dapat digerakkan mendekatirongga
abdomen untuk mempertahankan temperatur testis agar tetap stabil.Testis bagian dalam terbagi atas lobulus yang
berjumlah + 250 lobuli .
Tiap lobulus terdiri dari tubulus seminiferus, sel – sel sertoli dan sel – sel leyding. Produksi sperma atau
spermartogenesis dan sel – sel, sedangdiantara tubuli seminiferus terdapat sel – sel leyding. Sel – sel
spermatogonium pada proris menjadi sel spermatozoa. Sel – sel sertoliberfungsi memberi makanan pada bakal
sperma, sedangkan sel – sel padaleyding atau disebut sel – sel interstitial testis berfungsi dalam menghasilkan
hormone testosterone.
Pada bagian posterior tiap- tiap testis terdapat duktus melingkar yangdisebut epididimis. Sel- sel
spermatozoa yang di produksi di tubuli seminifer,setelah matur (dewasa) sel- sel spermatozoa bersama – sama
dengan getahdari epididimis dan vas deferens disalurkan menuju ampula vas deferens, sel – sel itu setelah
bercampur dengan cairan – cairan epididimis, vas deferens,vesikula seminalis, serta cairan prostat membentuk
cairan semen atau mani.
Vas deferens adalah duktus ekskritorius testis yang membentanghingga ejakulatorius. Duktus
ejakulatorius selanjutnya bergabung denganuretra yang merupakan saluran keluar bersama baik untuk sperma
atau kemih.

Testis mendapatkan vasokan darah dari beberapa cabang arteri yaitu :


1. Arteri spermatika interna yang merupakan cabang dari aorta
2. Arteri deferensialis cabang dari arteri vesikalis inferior.
3. Arteri kemastika yang merupakan cabang dari arteri epigastrika.Pembuluh vena yang meninggalkan
testis berkumpul membentuk pleksuspompiniformis.pleksus ini pada beberapa orang mengalami dilatasi
dandikenal sebagai varikokel.
3. Etiologi
a. Anomali congenital
b.Melemahnya otot – otot abdomen
c.Tekanan intraabdomen seperti :
1) Mengejan saat defekasi dan miksi
2) Batuk menahun.
d.Penyebab lain yang memungkinkan terjadinya hernia adalah :
1)Hernia inguinalis indirect, terjadi pada suatu kantong kongenital sisa danprosesus vaginalis.
2)Kerja otot yang terlalu kuat.
3)Mengangkat beban yang berat
4)Batuk kronik
5)Mengejan sewaktu miksi dan defekasi
Peregangan otot abdomen karena meningkatnya tekanan intra abdomenseperti obesitas
dan kehamilan (Samsudin, 2006).
e.Penyebab lain yang memungkinkan terjadinya hernia adalah lemahnyadinding rongga perut. Dapat ada
sejak lahir atau didapat kemudian dalamhidup karena :
1) Akibat dari pembedahan sebelumnya.
2) Kongenital.
3) Hernia kongenital sempurna.Bayi sudah menderita hernia karena adanya defek pada tempat – tempat
tertentu.
4) Hernia kongenital tidak sempurnaBayi dilahirkan normal (kelainan belum tampak) tapi dia
mempunyaidefek pada tempat- tempat tertentu (predisposisi) dan beberapa bulan (0 – 1 tahun) setelah
lahir akan terjadi hernia melalui defek tersebut karenadipengaruhi oleh kenaikan tekanan intraabdominal
(mengejan, batuk,menangis).
5) Aquisal adalah hernia yang bukan disebabkan karena adanya defek bawaan tetapi disebabkan oleh
faktor lain yang dialami manusia selamahidupnya, antara lain :
a) Tekanan intraabdominal yang tinggi.Banyak yang dialami oleh pasien yang sering mengejan baik
saat BABmaupun BAK.
b) Konstitusi tubuhOrang kurus cenderung terkena hernia karena jaringan ikatnya yangsedikit.
Sedangkan pada orang gemuk juga dapat terjadi hernia karenabanyaknya jaringan lemak pada
tubuhnya yang menambah beban kerja jaringan ikat penyokong pada LMR.
c) Banyaknya pareperitoneal fat banyak terjadi pada orang gemuk.
d) Distensi dinding abdomen karena peningkatan tekanan intra abdomen.
e) Sikatrik
f) Penyakit yang amelemahkan dinding perut.

4. Klasifikasi hernia
a.Klasifikasi hernia
1) Menurut lokasinya
a)Hernia inguinalis
Hernia yang terjadi dilipatan paha , jenis ini merupakan yang terseringdan
dikenal dengan istilah turun berok atau buntu.
b) Hernia umbilikus adalah di pusat
c) Hernia femoralis adalah di paha

2) Menurut isinya
a) Hernia usus halus
b) Hernia omentum

3) Menurut penyebabnya
a) Hernia congenital
b) Hernia traumatika
c) Hernia insisional adalah akibat pembedahan sebelumnya

4) Menurut terlihat dan tidaknya


a) Hernia externs
Misalnya : hernia inguinalis, scrotalis dan sebagainya.
b) Hernia interns
Misalnya : hernia diafragmatika, hernia foramen winslowi, herniadoturaforia.
5) Menurut keadaannya
a) Hernia incarserata
Bila isi kantong terperangkap, tidak dapat kembali ke dalam ronggaperut disertai
akibat yang berupa gangguan pasase atau gangguanvaskularisasi.
b) Hernia strangulate
Jika bagian usus yang mengalami hernia terpuntir atau membengkak dapat
mengganggu aliran darah normal dan pergerakan otot serta dapatmenimbulkan
penyumbatan usus dan kerusakan jaringa

6) Menurut nama penemunya


a) Hernia Petit yaitu hernia di daerah hernia lumbosakral.
b) Hernia Spigelli yaitu hernia yang terjadi pada linea semisirkulasi diatas penyilangan
vas epigastrika inferior pada muskulus rektusabdominalis bagian lateral.
c) Hernia Richter yaitu hernia dimana sebagian dinding usus yangterjepit.

7) Menurut sifatnya
a) Hernia reponibel adalah bila isis hernia dapat keluar masuk , isi herniakeluar bila
berdiri atau mengedan dan masuk lagi jika berbaring ataudidorong masuk., tidak ada
keluhan nyeri atau gejala obstruksi usus
b) Hernia irreponibel adalah bila isi kantong hernia tidak dapatdikembalikan ke dalam
rongga.

8) Jenis hernia lainnya


a) Hernia pantolan adalah hernia inguinalis dan hernia femoralis yangterjadi pada paha
satu sisi dan dibatasi oleh fasa epigastrika inferior.
b) Hernia scrotalis adalah hernia inguinalis yang isinya masuk keskrotum secara
lengkap.
c) Hernia litter adalah herna yang isinya adalah divertikulum meckeli
5. Insiden
Insidens hernia inguinalis pada bayi dan anak-anak antara 1 dan2%.Kemungkinan terjadi hernia pada
sisi kanan 60%, sisi kiri 20-25%danbilateral 15%. Kejadian hernia bilateral pada anak perempuan
dibandingkanlaki-laki kira-kira sama (10%) walaupun frekuensi prossessus vaginalis yang tetapterbuka lebih
tinggi pada perempuan. Anak yang pernah menjalani operasi padawaktu bayi mempunyaikemungkinan 16%
mendapat hernia kontralateral padausia dewasa.Insidens hernia inguinalis pada orang dewasa kira-kira
2%.Kemungkinankejadian hernia bilateral dari insidens tersebut mendekati 10%.

6. Patofisiologi
Kanalis inguinalis dalam kanal yang normal pada fetus pada bulan ke-delapan dari kehamilan, terjadinya desensus
vestikulorum melalui kanal tersebut.Penurunan testis ini akan menarik peritoneum ke daerah skrotum sehingga
terjadi tonjolan perioneum yang disebut dengan prosesus vaginalis peritoniae.Bila bayi ahir umumnya prosesus ini
mengalami obliterasi, sehingga isi rongga perut tidak dapat melalui kanalis tersebut.Tetapi dalam beberapa hal
sering belum menutupkarena testis yang kiri turun terlebih dahulu dari yang kanan, maka kanalisinguinalis yang
kanan lebih sering terbuka.Dalam keadaan normal, kanal yangterbuka ini akan menutup pada usia 2 bulan.Bila
prosesus terbuka sebagian, makaakan timbul hidrokel, bila kanal terbuka terus, karena prosesus tidak
terobliterasimaka akan timbul hernia inguinalis lateralis congenital, pada orang tua kanalistersebut telah menutup
namun karena merupakan lokus minor resistence, makapada keadaan yang menyebabkan tekanan intra
abdominal meningkat, kanalistersebut dapat terbuka kembali dan hernia inguinalis lateral akuista keadaan
yangdapat menyebabkan peningkatan tekanan intraabdominal adalah kehamilan,batuk kronis, pekerjaan
mengangkat beban berat, mengejan saat defekasi, miksimisalnya pada hipertropi prostat.Apabila isi hernia keluar
melalui rongga peritoneum melalui annulusinguinalis internus yang terletak lateral dari pembuluh epigastrika
inferiorkemudian hernia masuk ke dalam hernia kanalis inguinalis dan jika cukuppanjang, menonjol keluar dari
annulus inguinalis eksternus, dan bila berlanjuttonjolan akan sampai ke skrotum yang disebut herna skrotalis
(Samsuddin 2006)Biasanya hernia pada orang dewasa ini terjadi karena usia lanjut, karena padaumur tua otot
dinding rongga perut melemah. Sejalan dengan bertambahnyaumur, organ dan jaringan tubuh mengalami proses
degenerasiPotensial komplikasi terjadi perlengketan antara isi hernia dengandinding kantong hernia sehingga isi
hernia tidak dapat dimasukkan kembali terjadi penekanan terhadap cincin hernia, akibat semakin banyaknya usus
yangmasuk, cincin hernia semakin semakin sempit dan menimbulkan gangguanpenyaluran isi usus.Timbul
edema bila terjadi obstruksi usus yang kemudianmenekan pembuluh darah dan kemudian terjadi nekrosis.Bila
terjadi penyumbatandan perdarahan akan timbul perut kembung, muntah dan konstipasi.Bila inkar serata
dibiarkan, maka lama kelamaam akan timbul edema sehingga terjadipenekanan pembuluh darah dan terjadi
nekrosis, juga dapat terjadi bukan karenaterjepit melainkan karena ususnya berputar.Bila isi perut terjepit dapat
terjdishock, demam, asidosis metabolik dan abses.

7. Manifestasi klinis

Pada umumnya keluhan pada orang dewasa berupa benjolan di lipatpaha, benjolan tersebut biasa
mengecil dan menghilang pada saat istiahat dan bilamenangis, mengejan, mengangkat beban berat atau dalam
posisi berdiri dapattimbul kembali, bila terjadi komplikasi dapat ditemukan nyeri, keadaan umumbiasanya
baik.Pada inspeksi ditemukan asimetris pada kedua sisi lipat paha,skrotum atau pada labia dalam posisi berdiri dan
berbaring pasien diminta untuk mengejan dan menutup mulut dalam keadaan berdiri.Palpasi dilakukan
dalamkeadaan ada benjolan hernia, dirasa konsistensinya dan dicoba mendorong apakahbenjolan dapat direposisi
dengan jari telunjuk atau jari kelingking pada anak-anak kadang cincin hernia dapat diraba berupa annulus
inguinalis yang melebar (Samsuddin,2006)
Keluhan yang dirasakan dapat terjadi dari yang ringan hingga beratkarena pada dasarnya hernia
merupakan isi rongga perut yang keluar melaluisuatu celah dinding perut, keluhan berat yang timbul disebabkan
karena terjadinyapenyempitan isi perut tersebut pada celah yang dilaluinya. Jika masih ringan,penonjolan yang ada
dapat hilang timbul.Benjolan yang ada tidak dirasakan nyeriatau hanya sedikit nyeri dan timbul jika kita
mengedan, batuk, mengangkat bebanberat.Biasa tonjolan dapat hilang jika kita istirahat. Jika pada benjolan yang
adadirasakan nyari hebat ,maka perlu dipikirkan adanya penyempitan isiperut.Biasanya jenis hernia inguinalis
yang lateralis lebih memberikan keluhan nyeri hebat yang dibandingkan dengan jenis hernia inguinalis
medialis.Terkadangbenjolan yang ada masih dapat dimasukkan kedalam rongga perut dengan tangankita sendiri
,yang berarti menandakan bahwa penyempitan yang terjadi belumterlalu parah.Namun, jika penyempitan yang
terjadi sudah parah, benjolan tidak dapat dimasukkan kembali dan nyeri yang dirasakan sangatlah hebat, nyeri
dapatdisertai mual dan muntah.Hal ini dapat terjadi jika sudah terjadi kematian jaringanisi perut yang terjepit
tadi.Hernia strangulata merupakan suatu keadaan yanggawat, jadi perlu segerah dibawah kedokter untuk
mendapatkan pertolongan.
8. Komplikasi
Komplikasi hernia tengantung pada keadaan yang dialami oleh isi hernia antaralain
:a. bstruksi usus sederhana
b. Perforas
c. Abses lokal, fistel atau peritonitis
d. Syock
e. Asidosis metabolic

9. Test diagnostic

Test diagnostic pada hernia inguinalis adalah


a. Rongent
b. B.USG

10. Penatalaksanaan

Bila cincin hernia kurang dari 2 cm umumnya regresi spontan akan terjadisebelum bayi berumur enam
bulan, kadang cincin baru tertutup setelah satu tahun.Usaha untuk mempercepat penutupan dapat dikerjakan
dengan mendekatkan tepikiri dan kanan, kemudian memancangnya dengan pita perekat (plester) untuk 2-
3minggu. Dapat pula digunakan uang logam yang dipancangkan diumbilikus untuk mencegah penonjolan isi
rongga perut. Bila sampai usia satu setengah tahunhernia masih menonjol, umumnya diperlukan koreksi
operasi.Penanganan biasa dengan pengobatan konservatif, maupun tindakan definitive berupa operasi.

Tindakan konrsevatif antara lain:


a. Tindakan konservatif terbatas pada tindakan melalui reposisi dan pemakaianpenyangga atau penunjang
untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi, jika reposisi tidak berhasil dalam waktu 6 jam
harus dilakukan operasi segera.
b. Pada anak-anak dengan hernia indirect irreponibel diberi terapi konservatif dengan :
1) Obat penenang
2) Posisi trendelemburg
3) Kompres es
4) Tindakan operatif : Pinsip dasar operasi hernia terdiri dari herniotomi, hernioplasti dan herniografi:
a) Herniotomi : Pembebasan kantong hernia sampai pada lehernya,kantong dibuka dan isi hernia
dibebaskan.
b) Hernioplasti : memperkecil annulus inguinalis internus danmemperkuat dinding kanalis
inguinalis
c) Herniografi : membuat plasty di abdomen sehingga LMR(locusminorus resistem)
5) Penanganan pasca operasi
a) Pasca operasi perlu dilakukan drainase untuk mencengah terjadinyahematoma.
b) Pasien dibaringkan dengan posisi semi fowler agar dinding abdomenditegang.
c) Diusahakan agar penderita tidak menangis serta mengejan.
d) Alam waktu satu bulan jangan mengangkat benda yang berat.
e) Selama waktu tiga bulan tidak boleh melakukan kegiatan yang dapatmenaikkan tekanan
intraabdomen