Anda di halaman 1dari 9

ARTIKEL

Evaluasi Program Pengawasan Sarana Pembuangan Air Limbah Rumah Tangga di

Wilayah Kerja Puskesmas Medangasem Kecamatan Jayakerta Kabupaten

Karawang Periode Desember 2015 sampai dengan November 2016

Joseph Halim
Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta

Abstrak

Setiap perumahan hendaknya mempunyai sarana pembuangan air limbah (SPAL) Rumah Tangga
yang memenuhi persyaratan kesehatan. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menyatakan
Penggunaan penampungan tertutup di pekarangan yang dilengkapi dengan SPAL berjumlah
15,5%, 13,2 % menggunakan penampungan terbuka di pekarangan, dan 7,4% ditampung di luar
pekarangan. Salah satu program kesling di Puskesmas Medangasem adalah program pengawasan
sarana air bersih yang belum diketahui tingkat keberhasilannya pada periode Desember 2015
sampai dengan November 2016. Materi yang dievaluasi berupa laporan bulanan data dasar
penyehatan lingkungan dengan membandingkan cakupan terhadap tolok ukur menggunakan
pendekatan sistem. Dari hasil evaluasi didapatkan masalah dari keluaran dan diambil dua prioritas
masalah: cakupan Pengawasan SPAL Rumah Tangga 55,93% target 80% dan cakupan SPAL
Rumah Tangga Memenuhi Syarat 42,16% target 80%. Penyebab masalah tersebut: kurangnya
petugas kesling dan kader, tidak tersedianya sarana penyuluhan SPAL Rumah Tangga, tidak
dilakukan pemetaan SPAL, pembagian tugas lintas program dan lintas sektoral belum jelas.
Penyelesaian masalah memilih dan melatih kader, melengkap sarana penyuluhan SPAL,
melakukan pemetaan SPAL, dan mengkoordinasi pembagian tugas secara lintar sektoral dan
program. Setelah hal tersebut dilakukan diharapkan pencapaian program pengawasan SPAL
periode berikutnya dapat megalami peningkatan.

Kata kunci : Evaluasi program, Medangasem, kesling, SPAL.


I. Pendahuluan meningkatkan angka kesakitan dan
A. Latar Belakang kematian akibat penyakit infeksi.1
Air limbah domestik adalah air limbah Setiap rumah hendaknya mempunyai
yang berasal dari usaha dan atau kegiatan sarana pengolahan air limbah (SPAL)
pemukiman, rumah makan, perkantoran, Rumah Tangga yang memenuhi
perniagaan, apartemen, dan asrama. Air persyaratan kesehatan. Dewasa ini,
limbah ini berasal dari air bekas banyak Rumah Tangga yang tidak
memasak, mandi, cuci, dan kakus. 60% dilengkapi dengan sarana pembuangan
pencemar badan air di daerah perkotaan air limbah yang memenuhi persyaratan
adalah air limbah domestik. Air limbah kesehatan.2,3
domestik mengandung bahan organik Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013
tinggi dan bakteri berbahaya bagi menyatakan lima provinsi dengan
kehidupan. Apabila meresap ke dalam proporsi Rumah Tangga yang memiliki
tanah atau masuk ke dalam sungai maka akses terhadap fasilitas sanitasi adalah
unsur tersebut akan mencemari air tanah DKI Jakarta (78,2%), Kepulauan Riau
dan lingkungan. Sehingga perlu (74,8%), Kalimantan Timur (74,1%),
dilakukan pengolahan air limbah sebelum Bangka Belitung (73,9%), Bali (72,5%).
dialirkan ke sungai atau meresap ke Penampungan air limbah Rumah Tangga
dalam tanah. Masuknya air limbah di Indonesia umumnya dibuang langsung
domestik yang tidak diolah ke lingkungan ke got (46,7%). Penggunaan
dapat mengakibatkan menurunnya penampungan tertutup di pekarangan
kualitas air di badan air penerima seperti yang dilengkapi dengan SPAL berjumlah
sungai, yang kemudian dapat 15,5%, 13,2 % menggunakan
menyebabkan berbagai masalah antara penampungan terbuka di pekarangan, dan
lain: gangguan keseimbangan ekologi di 7,4% ditampung di luar pekarangan.
aliran sungai, kesehatan penduduk yang Persentase Rumah Tangga yang memiliki
memanfaatkan air limbah secara SPAL lebih tinggi di perkotaan (18,7%)
langsung juga dapat terganggu, hal dibandingkan dengan pedesaan (7,9%).
tersebut dapat menyebabkan penurunan Penampungan tertutup di pekarangan
derajat kesehatan masyarakat dan lebih tinggi di perkotaan juga yaitu
sebesar 7,3% dibanding dengan pedesaan
yang sebesar 5,5%. Berdasarkan Profil yang berarti pencapaian masih kurang
Kesehatan Provinsi Jawa Barat tahun 9%, yaitu sekitar 700 juta orang. Pada
2013 dilakukan pemeriksaan pada tahun 2015 diperkirakan sekitar 2,4
364,420 keluarga di Kabupaten milyar orang di dunia masih
Karawang dan didapatkan 66,3% menggunakan sarana sanitasi
memiliki pengolahan air limbah sehat. unimproved. Sebesar 40% orang –orang
Pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 3 ini tinggal di Asia Selatan. Data saat ini
tahun 2014 Pengamanan Limbah Cair menunjukkan orang-orang yang
Rumah Tangga didefinisikan sebagai menggunakan fasilitas sanitasi
melakukan kegiatan pengolahan limbah unimproved di Sahara Afrika dua kali
cair di rumah tangga yang berasal dari lebih banyak di banding dengan Asia
sisa kegiatan mencuci, kamar mandi dan Timur. Sedangkan Asia Tenggara sendiri
dapur yang memenuhi standar baku mutu menempati urutan ke empat sebagai
kesehatan lingkungan dan persyaratan negara yang mengunakan sanitasi
kesehatan yang mampu memutus mata unimproved di dunia. Walaupun
rantai penularan penyakit. Berdasarkan demikian Asia Tenggara sendiri
World Health Organisation (WHO) - sebenarnya telah mengalami peningkatan
United Nations International Children's sebesar 24% walaupun masih berada di
Emergency Fund (UNICEF) Joint bawah target MDGs.8
Monitoring Programme for Water Supply Target pengawasan program SPAL di
and Sanitation bulan Juni 2015, proporsi Kabupaten Karawang pada tahun 2015
Rumah Tangga yang memiliki akses adalah sebesar 80%. Berdasarkan hal-hal
terhadap fasilitas sanitasi improved di atas maka dilakukan evaluasi program
(disalurkan menggunakan pipa ke tempat yang sudah dijalankan, mengetahui
pengolahan air limbah) adalah sebesar tingkat keberhasilan program
61%, dengan pembagian 72% di daerah pengawasan SPAL Rumah Tangga, dan
perkotaan dan 47% di pedesaan.4-7 menindak lanjuti upaya perbaikan
Selama periode MDGs diperkirakan lingkungan berkaitan SPAL Rumah
terjadi peningkatan tingkat sanitation Tangga di Puskesmas Medangasem
improved dari 54% menjadi 68% secara periode Desember 2015 hingga
global. Target global MDGs adalah 77% November 2016.
B. Permasalahan C. Tujuan Umum
Berdasarkan uraian dalam latar belakang, Untuk diketahuinya masalah, penyebab
maka dapat dirumuskan beberapa masalah, masalah, dan penyelesaian masalah Program
yakni : Pengawasan SPAL Rumah Tangga secara
menyeluruh agar dapat meningkatkan
1. 60% pencemar badan air di daerah
cakupan di wilayah kerja Puskesmas
perkotaan adalah air limbah domestik.
Medangasem periode Desember 2015 sampai
2. Penampungan air limbah Rumah Tangga
dengan November 2016 dengan pendekatan
di Indonesia umumnya dibuang langsung
sistem.
ke got yaitu sebesar 46,7% sedangkan
penggunaan penampungan tertutup di
D. Tujuan Khusus
pekarangan yang dilengkapi dengan
1. Diketahuinya jumlah SPAL Rumah
SPAL Rumah Tangga hanya berjumlah
Tangga di wilayah kerja Puskesmas
15,5%.
Medangasem pada periode Desember
3. Pada tahun 2013, persentase keluarga
2015 hingga November 2016.
yang menggunakan SPAL Rumah
2. Diketahuinya cakupan pengawasan
Tangga di Karawang hanya mencapai
SPAL Rumah Tangga di wilayah
angka 66,3%, hal ini masih dibawah
kerja Puskesmas Medangasem pada
target 80%.
periode Desember 2015 hingga
4. Sampai bulan November 2016 baru
November 2016.
terdapat 59,72% rumah keluarga di
3. Diketahuinya cakupan pengawasan
Kecamatan Jayakerta yang
SPAL Rumah Tangga yang
menggunakan SPAL Rumah Tangga
memenuhi syarat di wilayah kerja
Memenuhi Syarat, yang masih dibawah
Puskesmas Medangasem pada
target 80%.
periode Desember 2015 hingga
5. Pencapaian sanitation improved sebesar
November 2016.
68% yang masih dibawah target global
MDGs yaitu 77%
E. Sasaran
6. Asia Tenggara menempati urutan
Seluruh sarana pengolahan air limbah rumah
keempat negara yang menggunakan
tangga di wilayah kerja Puskesmas
sanitasi unimproved.
Medangasem, Kabupaten Karawang, Jawa
Barat periode Desember 2015 hingga telah ditentukan dengan menggunakan
November 2016. pendekatan sistem sehingga ditemukan
masalah pada program Pengawasan SPAL
II. Materi dan Metode Rumah Tangga. Usulan dan saran diberikan
A. Materi berdasarkan penyebab dari masing-masing
1. Program ini mengevaluasi materi yang unsur keluaran sebagai pemecahan masalah
terdiri dari laporan hasil kegiatan bulanan dengan menggunakan pendekatan sistem.
yang dilakukan Puskesmas mengenai
III. Kerangka Teoritis
program pengawasan SPAL Rumah
A. Metode Pendekatan Sistem
Tangga di wilayah kerja Puskesmas
Medang Asem periode Desember 2015 Menurut Ryans, sistem adalah gabungan dari
sampai dengan Pendataan jumlah SPAL elemen - elemen yang saling dihubungkan
yang ada. oleh suatu proses atau struktur dan berfungsi
2. Jumlah penduduk yang mempunyai sebagai salah satu kesatuan organisasi dalam
SPAL. upaya menghasilkan sesuatu yang telah
3. Jumlah SPAL yang memenuhi syarat ditetapkan.
kesehatan.
1. Masukan (input) adalah kumpulan
4. Penyuluhan tentang SPAL
bagian atau elemen yang terdapat dalam
5. Pemetaan SPAL yang memenuhi syarat.
sistem dan dibutuhkan untuk dapat
6. Program pengawasan / inspeksi SPAL.
berfungsinya sistem tersebut, terdiri dari
7. Pencatatan dan Pelaporan Penyuluhan
tenaga (man), dana (money), sarana
tentang sarana SPAL.
(material), metode (method), mesin atau
alat yang digunakan (machine), jangka
B. Metode
alokasi waktu (minute), lokasi
Evaluasi dilakukan dengan cara
masyarakat (market), dan informasi
melakukan pengumpulan data, pengolahan
(information).
data, analisis data, dan intepretasi data
2. Proses (process) adalah kumpulan
program Pengawasan SPAL Rumah Tangga
bagian atau elemen yang ada di dalam
di Puskesmas Medangasem periode
sistem dan berfungsi untuk mengubah
Desember 2015 hingga November 2016.
masukan menjadi keluaran yang
Data dibandingkan dengan tolok ukur yang
direncanakan. Terdiri dari unsur
perencanaan(planning),pengorganisasian
(organizing), pelaksanaan (actuating), B. Tolak Ukur
dan pemantauan (controlling). Tolok ukur merupakan nilai acuan atau
3. Keluaran (output) adalah kumpulan standar yang telah ditetapkan dan digunakan
bagian atau elemen yang dihasilkan dari sebagai target yang harus dicapai pada tiap-
berlangsungnya proses dalam sistem. tiap variabel sistem, yang meliputi masukan,
4. Lingkungan (environment) adalah dunia proses, keluaran, lingkungan, dan umpan
di luar sistem yang tidak dikelola oleh balik pada program sarana pengolahan air
sistem tetapi mempunyai pengaruh besar limbah. Digunakan sebagai pembanding atau
terhadap sistem, terdiri dari lingkungan target yang harus dicapai dalam program
fisik dan non fisik. sarana pengolahan air limbah.
5. Umpan balik (feedback) adalah
kumpulan bagian atau elemen yang IV. Hasil serta Pembahasan Masalah
merupakan keluaran dari sistem dan Dari hasil evaluasi program pengawasan
sekaligus sebagai masukan dari sistem sarana pembuangan air limbah (SPAL) yang
tersebut, berupa pencatatan dan dilakukan dengan cara pendekatan sistem di
pelaporan yang lengkap, monitoring, dan UPTD Puskesmas Kecamatan Medang
rapat bulanan. Asem, periode Desember 2015 sampai
6. Dampak (impact) adalah akibat yang dengan November 2016 didapatkan hasil:
dihasilkan oleh keluaran dari suatu
sistem.
Tabel 1. Variabel-variabel dari Masalah
No Variabel Tolok Ukur Pencapaian Masalah
1 Keluaran Target Kabupaten Karawang

 Cakupan pengawasan 80%* 59,1 % 20,9%


SPAL Rumah Tangga
 Cakupan SPAL 80%* 76,16 % 3,84%
Rumah Tangga
Memenuhi Syarat

Dari hasil diatas ditemukan masalah menurut  Tidak lengkapnya sarana penyuluhan
keluaran: yang digunakan untuk membantu
 Cakupan inspeksi SPAL Rumah Tangga program pengawasan sarana pembuangan
dengan besar masalah 20,9%. air limbah, seperti tidak adanya infocus,
 Cakupan inspeksi SPAL Rmah Tangga lembar balik, poster.
Memenuhi Syarat dengan besar masalah  Pengambilan sampel air untuk
3,84%. pemeriksaan kimia dan bakteriologis
Masalah dari unsur lain (penyebab) tidak dilakukan. Pemeriksaan sarana air
 Hanya terdapat satu tenaga yang bersih dengan tingkat resiko pencemaran
merangkap sebagai koordinator dan yang tinggi juga tidak dilakukan.
pelaksana program yang terampil di  Struktur dan pelimpahan tugas dari
bidangnya, hal ini sangat menyulitkan Kepala Puskesmas ke koordinator
dalam pelaksanaan program pengawasan program (programmer) sudah ada, namun
sarana air bersih. koordinator dan pelaksana sama,
 Inspeksi SPAL rumah tangga hanya sehingga kurangnya tenaga kerja dapat
dilakukan 1x seminggu yang memengaruhi kuantitas sarana
menyebabkan tidak tercapainya target pembuangan air limbah yang diperiksa,
cakupan. maupun kualitas pemeriksaan.
 Tidak dilakukan pemetaan SPAL Rumah  Sudah dilakukan pengumpulan data,
Tangga. pemeriksa setiap bulannya. Pelaksanaan
program tidak disertai jadwal serta yang
tetap setiap bulannya, sehingga VI. Kesimpulan dan Saran
memengaruhi jumlah kuantitas sarana A. Kesimpulan
pembuangan air limbah yang diperiksa. Dari hasil evaluasi program pengawasan
SPAL Rumah Tangga yang dilakukan
V. Penyelesaian Masalah dengan cara pendekatan sistem di wilayah
 Penambahan tenaga kesehatan kerja UPTD Puskesmas Medangasem pada
lingkungan yang direkrut dari bagian lain periode Desember 2015 hingga November
di Puskesmas atau perekrutan tenaga 2016 dikatakan belum berjalan dengan baik
yang ahli dalam bidang kesehatan melihat kepada angka keberhasilan program
lingkungan yang berasal dari luar sebagai berikut:
puskesmas. Dan dilakukannya pelatihan a. Jumlah SPAL Rumah Tangga yang
kader, Ketua RT, maupun tokoh ada 5.147.
masyarakat dalam pentingnya b. Cakupan pengawasan SPAL Rumah
penggunaan SPAL. Serta penyuluhan di Tangga sebesar 59,1% belum
masyrakat, maupun kerja sama antar mencapai target.
lintas sector mau pun lintas program. c. Cakupan SPAL Rumah Tangga yang
 Menambah jumlah inspeksi menjadi 2x memenuhi syarat sebesar 76,16%
dalam 1 minggu agar cakupan SPAL bisa belum mencapai target.
mencapai target
 Dilakukan pemetaan SPAL Rumah B. Saran
Untuk mengatasi kendala pada tingkat
Tangga agar tenaga dan dana akan lebih
keberhasilan program Pengawasan Sarana
efisien dan lebih efektif..
Air Limbah Rumah Tangga di Puskesmas
 Koordinator program membuat jadwal
Medangasem, saya harapkan saran saya
pemeriksaan sarana pembuangan air
kepada Kepala Puskesmas dalam waktu
limbah yang tetap untuk setiap bulannya,
sebulan ini dapat diterima dan dijalankan
serta membuat target pemeriksaan sarana
secara benar.
pembuangan air limbah perbulan.
 Mengkoordinasi dengan pusat untuk  Meningkatkan koordinasi lintas sektoral
bahan-bahan yang diperlukan dari dinas dan lintas program melalui pengambilan
kesehatan. dan pelatihan kader kesehatan
lingkungan. Kader dapat membantu
mengawasi sarana SPAL Rumah Tangga Kesehatan Lingkungan. Karawang :
dan memberikan penyuluhan tentang Dinkes Kabupaten Karaang ;2014.
SPAL Rumah Tangga serta PHBS. 3. Kementerian Kesehatan RI.
 Melakukan pemetaan pada setiap desa Keputusan Menteri Kesehatan
untuk melakukan pengawasan SPAL Republik Indonesia Nomor
Rumah Tangga, kemudian mengambil 1428/Menkes/SK/XII/2006. Jakarta
sampel rumah untuk diinspeksi. :Depkes RI; 2006.
 Dalam 1 bulan meningkatkan frekuensi 4. Badan Penelitian dan Pengembangan
inpeksi menjadi 2x dalam 1 minggu. Kesehatan Kementerian Kesehatan
 Menyiapkan sarana penyuluhan SPAL RI. Riset kesehatan dasar 2013.
Rumah tangga berupa infocus, lembar Jakarta : Depkes RI; 2013.
balik, poster agar penyuluhan baik 5. Data Profil Kesehatan Provinsi Jawa
perorangan maupun penyuluhan Barat tahun 2013. Dinas Kesehatan
kelompok lebih optimal. Penyuluhan Provinsi Jawa Barat.
harus bersifat lintas sektoral dan program 6. Kementerian Kesehatan. Peraturan
yang diharapkan akan menambah Menteri Keseharan RI tentang
pengetahuan masyarakat tentang SPAL sanitasi total berbasis masyarakat.
Rumah Tangga sehingga mengubah sikap Jakarta Kementerian Kesehatan;
dan perilaku. 2014.
7. WHO – UNICEF. Joint monitoring
Daftar Pustaka programme for water supply and
sanitation.Indonesia : WHO-
1. Departemen Pemukiman dan
UNICEF; 2015.
Prasarana Wilayah. Pedoman
8. WHO – UNICEF. Progress on
pengelolaan air limbah perkotaan.
sanitation and drinking water – 2015
Jakarta : Direktorat Jenderal Tata
MDGs update and assessment. USA :
Perkotaan dan Tata Pedesaan ; 2003.
WHO – UNICEF; 2015.
2. Dinas Kesehatan Kabupaten
9. Data Profil Kesehatan Kabupaten
Karawang. Buku Kumpulan
Karawang 2013. Dinas Kesehatan
Peraturan dan Pedoman Teknis
Kabupaten Karawang.