Anda di halaman 1dari 2

DRS. SUSILO & CO.

REGISTERED PUBLIC ACCOUNTANT


Jl. Papandayan No.1, Yogyakarta
Telp. (0274) 881295, 886003 – Fax (0274) 886003

MANAGEMENT LETTER

Kepada Yth.
Pemegang Saham, Komisaris dan Direksi
PT Bina Citra Pesona

Kami telah melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan PT. BINA CITRA
PESONA untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2005. Laporan keuangan
adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada
pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami.

Sebagai bagian dari pemeriksaan tersebut, kami telah melakukan studi dan evaluasi
terhadap pengendalian intern perusahaan, seperti yang diharuskan dalam Standar Profesional
Akuntan Publik. Tujuannya adalah untuk menentukan sifat dan luasnya ruang lingkup
pemeriksaan serta jenis audit prosedur yang harus dilakukan.

Evaluasi terhadap pengendalian intern perusahaan ini, bukanlah merupakan suatu


pemeriksaan khusus terhadap pengendalian intern perusahaan, dan laporan yang kami buat ini
merupakan suatu laporan tambahan dari laporan pemeriksaan kami.

Keadaan administrasi serta pengendalian intern perusahaan secara umum cukup baik,
akan tetapi selama pemeriksaan berlangsung kami menemukan beberapa kelemahan-
kelemahan yang perlu mendapat perhatian manajemen untuk diperbaiki.

Untuk tercapainya pengendalian intern yang lebih baik lagi, berikut ini kami sampaikan
beberapa kelemahan dalam pengendalian intern perusahaan beserta saran perbaikannya

1. Sistem Penjualan Kredit


Perusahaan menyimpan kartu piutang dalam lemari yang tidak terkunci, hal ini dapat
menyebabkan kartu piutang bisa hilang dan dapat di akses oleh pihak yang tidak
berwenang sehingga memungkinkan terjadinya tindak kecurangan.
Saran kami adalah perusahaan lebih memperhatikan perihal pemisahan fungsi seperti ini
dan meningkatkan sistem keamanan untuk arsip kartu piutang agar kartu piutang tersebut
tidak dapat diakses oleh sembarang pihak.

2. Sistem Penerimaan Kas


Dalam penerimaan kas, perusahaan tidak segera melakukan penyetoran kas ke bank
sehingga dapat dikatakan pelaksanaan transaksi kurang memadai dan hal ini dapat
menyebabkan risiko terjadinya kesalahan dalam pencatatan dan kesalahan dalam laporan
rekonsiliasi bank. Hal ini juga dapat memicu terjadinya lapping atau penyelewengan kas
perusahaan.
Saran kami adalah perusahaan sebaiknya melakukan penyetoran kas ke bank secara
berkala setiap adanya transaksi kas masuk.

3. Sistem Pengeluaran Kas dan Saldo Kas


Pada PT Bina Citra Pesona tidak terdapat pemisahan fungsi antara fungsi
penandatanganan cek dengan fungsi akuntansi, hal ini dapat menyebabkan terjadinya
pencatatan kas pada periode yang salah. Selain itu rekonsiliasi bank juga dibuat oleh
petugas yang tidak independent hal ini dapat memicu peluang terjadinya rekayasa laporan
keuangan.
Saran kami adalah sebaiknya perusahaan melakukan pemisahan fungsi antara fungsi
penandatanganan cek dengan fungsi akuntansi agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan
dalam pecatatan dan mempermudah proses pengklasifikasian cek. Disamping itu untuk
kegiatan rekonsiliasi sebaiknya dilakukan oleh pihak independent agar tidak terjadi
penyelewengan.

4. Sistem Pembelian dan Persediaan


Perusahaan belum menerapkan pemisahan antara fungsi pembelian dengan fungsi
penerimaan dan akuntansi hal ini dapat menyebabkan penyalahgunaan jabatan oleh sebab
itu kami sarankan agar perusahaan melakukan pemisahan antara kedua fungsi tugas
tersebut.

5. Sistem Pencatatan Utang


Di dalam perusahaan pengawasan terhadap pencatatan utang voucher dan jalur akses
pemeriksaan faktur secara berkala masih kurang, selain itu perbandingan rekonsiliasi
antar pemasok juga tidak dilakukan, hal ini dapat menyebabkan kesalahan pencatatan dan
peluang terjadinya lapping semakin besar.
Saran kami adalah perusahaan harusnya melakukan pemeriksaan terhadap faktur secara
berkala dan melakukan perbandingan rekonsiliasi antar pemasok sehingga proses
pelaporan pada akhir periode dapat lebih mudah dan meminimalisasi kesalahan.

6. Sistem Penggajian
Perusahaan masih belum menerapkan otorisasi tugas karyawan untuk unit kerja berbeda
dan tidak adanya petugas dalam proses penggajian secara independent hal ini dapat
menyebabkan penyelewengan uang gaji dan adanya karyawan fiktif yang dimasukan
dalam perhitungan gaji dan upah.
Saran kami adalah perusahaan seharusnya melakukan otorisasi terhadap tugas karyawan
untuk unit kerja yang berbeda agar menghindari kesalahan perhitungan gaji dan upah.
Selain itu perusahaan juga harusnya melibatkan pihak independent dalam proses
penggajian agar tidak terjadi penyelewengan uang gaji.

4 Februari 2006

Drs. Susilo, Akuntan